Renungan Harian 25 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 25 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:43b-45

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Yesus, untuk yang kedua kalinya, memberitahukan penderitaan yang harus ditanggung-Nya. Dengan mengulang sebanyak dua kali, Yesus bermaksud agar para murid-Nya segera memahami bahwa Ia sebagai Mesias memang harus menderita.

Pada waktu itu, Yesus masih dipandang sebagai Mesias yang akan selalu menang dan tidak akan menderita. Kita juga mungkin seperti para murid itu.

Meskipun Yesus sudah berulang kali mengatakan kepada kita bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23), tetapi hati kita belum siap juga untuk menerima dan bertahan dalam penderitaan karena iman kita.

Bahkan, kita mungkin cenderung menghindari penderitaan dan mencari aman. Menjadi murid Yesus yang sejati pada zaman sekarang ini memang sangat tidak mudah.

Apakah kita akan mundur? Tentu tidak. Tuhan menciptakan kita dengan berbagai perlengkapan yang membuat kita bisa hidup dan kuat saat menghadapi kesulitan, seperti pikiran, hati nurani, kebebasan, dan iman.

Imanlah yang selalu membuat kita tidak kehabisan energi. Kita berdayakan berbagai anugerah Tuhan itu agar lebih kuat mengikuti Kristus dan ikut memanggul salib-Nya. 

.

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami selalu bersyukur atas semua pemberian-Mu dalam diri kami dan mampukan kami untuk menggunakannya sebagai kekuatan dalam mengikuti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 24 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 24 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:19-22

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada nmereka, “Kata orang banyak siapakah Aku ini?”

Mereka menjawab, “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Jawaban Simon Petrus itu paling tepat dibandingkan dengan jawaban dari murid-murid yang lain tentang jati diri Yesus.

Akan tetapi, Yesus melarang mereka untuk memberitahukan kepada banyak orang apa yang telah dikatakan oleh Petrus itu. Pengakuan Petrus tentang Yesus sebagai Mesias memang benar.

Namun, Petrus sendiri tidak siap untuk mengikuti Mesias yang harus menderita dan sengsara, bahkan wafat di salib. Kita tahu bahwa Petrus sebanyak tiga kali tidak mau mengakui bahwa ia murid Yesus.

Mengucapkan bahwa Yesus Tuhan dan mengakui semua karya-karya-Nya yang luar biasa itu mudah. Yang tidak adalah saat kita harus menanggung sengsara dan menderita seperti yang Yesus alami.

Beriman tidak cukup berhenti pada pengakuan dan pengetahuan saja tetapi juga harus sampai pada komitmen dan konsistensi kita dalam menjalankan ajaran Tuhan dengan segala konsekuensinya.

Menjadi murid Kristus tidak hanya berhenti pada kata-kata tetapi harus mewujud dalam tindakan-tindakan nyata, yang menggambarkan bahwa kita memang murid-murid Mesias, termasuk saat kita harus menderita karena percaya kepada Yesus.

.

Tuhan Yesus, semoga kami dapat menjadi murid-murid-Mu yang setiap saat menjalankan hal-hal yang baik dan benar serta kuat menghadapi berbagai kesulitan karena iman kami kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 23 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 23 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:7-9

Ketika Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Tindakan Yesus menyembuhkan orang dari berbagai penyakit dan membangkitkan orang mati, membuat Herodes cemas. Kecemasan itu muncul karena kehadiran Yesus menjadi ancaman bagi Herodes sebagai pemimpin di wilayah tersebut.

Ia khawatir jika banyak orang yang percaya kepada Yesus dan menjadi pengikut-Nya maka hal itu dapat membahayakan jabatan
serta kekuasaannya. Herodes takut banyak orang tidak lagi percaya dan mengakui kekuasaannya.

Jabatan dan kekuasaan menjadi dambaan sebagian orang. Meskipun banyak orang tidak mampu memegang jabatan dengan baik dan menggunakan kekuasaan sebagaimana mestinya, mereka tetap tidak mau melepaskannya, bahkan berusaha untuk mempertahankannya dengan cara apa pun seperti yang dilakukan Herodes.

Mereka lupa bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan untuk melayani dan mengabdi sesama.

Jabatan, wewenang, tanggung jawab, dan kekuasaan sekecil apa pun yang kita miliki, kita pandang sebagai cara Tuhan memakai kita untuk menjadi saluran berkat-Nya.

Semakin tinggi jabatan dan besar tanggung jawab kita, kita dituntut untuk semakin menunjukkan kebaikan Tuhan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang.

.

Allah Yang Mahamurah, semoga kami selalu rendah hati dalam menerima dan menjalankan segala kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 22 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 22 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:1-6

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”

Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kedua belas murid diutus Yesus untuk menjalankan misi kemanusiaan, yaitu menyembuhkan orang dari berbagai penyakit dan membebaskan dari kuasa setan.

Setelah sekian lama para murid itu digembleng dengan berbagai pengajaran, Yesus akhirnya mengutus mereka untuk membantu karya pewartaan-Nya.

Dengan mengutus para murid untuk berwarta seperti itu, Yesus berharap, banyak orang menjadi percaya kepada Yesus dan mendapatkan keselamatan.

Kita juga mendapat tugas yang sama, yaitu diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan di tengah-tengah dunia. Iman yang kita pupuk dan terus kita kembangkan tidak hanya untuk kepentingan hidup kita sendiri, tetapi juga untuk membantu dan menyelamatkan orang lain.

Banyak orang-orang di sekitar kita yang sedang sakit dan tidak bisa ke mana-mana, atau teman kita yang sedang dirundung banyak masalah, mereka yang sedang dijauhi oleh orang-orang yang ada sekitarnya atau sedang menghadapi masalah rumah tangga, membutuhkan kehadiran kita.

Kepada mereka inilah kita diutus untuk ikut meringankan beban dan memberi kekuatan. Iman mendorong kita untuk melangkahkan kaki dan mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu bangga menjadi murid-murid-Mu dan mewartakan Engkau lewat tindakan-tindakan yang didasari oleh rasa belas kasih terhadap sesama. Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 21 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 21 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 9:9-13

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Matius sebagai rasul dan penulis Injil yang kita peringati pada hari ini berasal dari kalangan pemungut cukai. Pekerjaan sebagai pemungut cukai pada waktu itu sangat tidak terhormat.

Meskipun begitu, Yesus memanggil Matius untuk menjadi salah satu rasul-Nya, bahkan la pernah makan di rumahnya. Yesus ingin membuat Matius bertobat dan mengikuti Dia seperti rasul-rasul yang lain.

Rencana Yesus ini berhasil, bahkan Matius mampu mendokumentasikan kisah dan perjalanan Yesus dalam satu buku, yaitu Injil Matius. 

Kita juga tidak berbeda dengan Matius. Kita juga orang-orang berdosa yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan diselamatkan tidak lupa untuk mewartakan Kristus dalam kehidupan kita.

Matius mewartakan Kristus dengan tulisan-tulisannya, kita dapat mewartakan Kristus dengan berbagai macam cara, seperti melalui perkataan dan tindakan kita di rumah,

tanggung jawab dan pengabdian kita di tempat kerja atau keramahan kita dalam pergaulan sehari-hari dengan teman dan tetangga di sekitar kita.

Dengan pewartaan ini, kasih Kristus akan semakin dirasakan oleh banyak orang. 

.

Allah Yang Maharahim, semoga kami selalu terdorong untuk mewartakan kebaikan dan kebesaran-Mu lewat kesaksian hidup kami sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Penerimaan Sakramen Penguatan di Tahun 2021

Setelah mengalami penundaan selama beberapa waktu, masih di masa pandemi Covid-19 ini, pada hari Sabtu tanggal 18 September 2021 Paroki Jetis mengadakan perayaan ekaristi penerimaan sakramen penguatan. Tentunya dengan persyaratan dan protokol kesehatan yang ketat.

Sejumlah 59 orang calon penerima sakramen penguatan hadir didampingi oleh orang tua atau bersama kerabat mereka. Mereka sungguh telah cukup lama menanti-nantikan hari ini.

Perayaan ekaristi pada kesempatan ini diadakan secara konselebrasi yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, didampingi oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. dan Romo Yustinus Winaryanto, Pr.

Dalam homilinya Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyampaikan bahwa peristiwa penerimaan sakramen penguatan, ketika kita dianugerahi Roh Kudus, kita yakin bahwa rahmat Roh Kudus akan memampukan kita menjadi pribadi yang besar, pribadi-pribadi yang terdahulu. Pribadi-pribadi yang sungguh berkuasa bukan karena jabatan, status atau kedudukan. Namun karena kualitas pribadi kita yang sungguh-sungguh “nguwongke” dan hidup dalam kasih, damai sejahtera dan sukacita.

Dengan menerapkan prosedur kesehatan yang benar, dimulai dari sejak umat datang wajib menunjukkan kartu pass, dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, cuci tangan menggunakan sabun dengan tetap menjaga jarak selama perayaan ekaristi, maka syukur kepada Tuhan perayaan ekaristi penerimaan sakramen penguatan pada sore hari ini dapat berjalan dengan baik.

Mari kita doakan bersama agar umat Paroki Jetis, para petugas gereja, dan umat Katolik lainnya selalu dalam lindungan Tuhan serta pandemi ini dapat segera berlalu agar kita dapat beribadah dengan normal kembali.

Proficiat bagi para penerima sakramen penguatan !

Berkah Dalem.

Foto-Foto Penerima Sakramen Penguatan dapat diunduh disini:

DOWNLOAD

.

.

Renungan Harian 20 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 20 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 8:16-18

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini Yesus mengajak kita untuk menjadi pelita yang diletakkan di atas kaki dian sehingga pelita itu dapat menerangi seluruh ruangan.

Agar kita bisa menjadi pelita yang terus menyala dalam kehidupan ini, bahkan tidak akan mati jika ada angin, kita harus selalu
bersatu dengan Allah sebagai sumber terang hidup kita.

Yesus sebagai Allah yang hidup dan hadir di tengah-tengah kita telah mengungkapkan dan memerintahkan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi terang.

Bahkan, la juga telah memberi teladan tentang kasih dan pengorbanan-Nya kepada kita, supaya kita tetap hidup dan selamat.

Agar kita bisa menjadi pelita, hendaknya setiap hari diri kita diisi dengan kasih, kemurahan hati, pengampunan, kepercayaan, pengorbanan, dan keteguhan hati sebagaimana telah dicontohkan oleh Yesus sendiri.

Kebahagiaan kita sebagai murid Kristus adalah ketika kita benar-benar dapat menunjukkan jalan yang benar kepada orang lain, membawa teman keluar dari kegelapan, menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kita, dan membangun budaya terbuka dan jujur di tengah keluarga dan masyarakat kita.

.

Allah Yang Mahabaik, semoga api kasih-Mu terus menyala dalam diri kami sehingga kami tetap mamnpu untuk menjadi pelita bagi sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 19 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 19 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 9:30-37

Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia dan murid-murid-Nya melintasi Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang,
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya.

Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit. “

Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum.

Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu.

Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk belajar dari anak kecil. Biasanya anak kecil yang harus belajar, nurut, dan mencontoh orangtua, namun menurut Yesus tidak demikian.

Yesus melihat bahwa dalam diri anak kecil ada kepolosan dan ketaatan yang harus dicontoh oleh para murid-Nya. Kita juga diharapkan oleh Yesus untuk menjadi pribadi yang jujur, sederhana, dan selalu patuh menjalankan kehendak Tuhan dalam hidup harian kita.

Orang-orang dengan karakter seperti anak kecillah yang berkenan di mata Tuhan. Sudah saatnya kita menanggalkan topeng-topeng kemunafikan yang sering kita pakai untuk mendapatkan penghargaan dan pujian dari orang lain.

Kita hidup bukan untuk mengejar gengsi dan pujian melainkan kita mencari dan mengupayakan kebahagiaan sejati.

Mari kita seperti anak-anak kecil itu yang selalu bahagia, gembira, ceria, dan riang karena hidup kita selalu benar, baik, jujur, dan selalu berada di jalan Tuhan.

Anak-anak kita yang ada di rumah atau anak kecil lainnya yang ada di sekolah, gereja, dan lingkungan kita tempatkan sebagai cerman hidup kita.

Mereka itulah guru kehidupan kita dalam hal kejujuran, kepolosan, dan kepatuhan.

 

Allah Yang Mahatahu, kami bersyukur atas pengajaran-Mu pada hari ini. Semoga kami tetap bersemnangat untuk menjadi pribadi yang jujur dan patuh. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 18 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 18 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 8:4-15

Banyak orang berbondong-bondong datang dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka, Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya,apa maksud perumpamaan itu. Lalu la menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah,

tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian
datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, Yesus mengajar dengan perumpamaan tentang seorang penabur, di mana benih yang ditabur menggambarkan Firman Tuhan dan tanah menggambarkan kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Kita semua ingin menjadi tanah yang subur sehingga Firman Tuhan itu dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berbuah. Meskipun kita juga sadar bahwa tidak jarang kita menjadi tanah yang kering dan penuh dengan bebatuan.

Bagaimana agar kita bisa menjadi tanah yang subur? Kita diajak untuk mendengarkan, meresapkan, dan melaksanakan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan itu hidup dalam perkataan dan tindakan kita saat di rumah, di tempat kerja, di gereja, di lingkungan, dan di masyarakat. Tentu dalam menjalankan Firman Tuhan itu kita akan menghadapi godaan, tantangan, kesulitan, cibiran, dan dijauhi banyak orang.

Namun, kita harus tetap bertahan karena dalam kondisi seperti itulah kesetiaan, komitmen, dan konsistensi kita sebagai anak-anak Allah
diuji dan kita harus lulus. Allah senantiasa membantu kita.

 

Allah Maharahim, semoga kami selalu membuka hati untuk menerima Firman-Mu dan menghidupinya dalam hidup sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXV – 18-19 September 2021

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXV – 18-19 Sept 2021

Youtube Channel Paroki Jetis – https://www.youtube.com/c/KomsosJetis/featured

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RITUS PEMBUKA …..berdiri

Nyanyian Perarakan Masuk – BBT. 29

Kami Menghadap

Kami menghadap pada-Mu untuk menghaturkan syukur
Trima dan sambut hamba-Mu Tuhan yang Mahaluhur

Kami mohon Kau ampuni sgala cacat cela kami
Pikiran dan perbuatan serta kelalaian

Reff:
Sambutlah dalam tangan-Mu, bakti kesetiaanku
Kabukanlah doa kami ya Allah Bapa Surgawi.

Tanda Salib & Salam

Pengantar

Pernyataan Tobat: Cara 2 TPE 2020

I   Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini,

— hening sejenak —

I   Tuhan, kasihanilah kami
U  Sebab, kami telah berdosa terhadap Engkau

I   Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kami, Tuhan.
U  Dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.

I   Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Amin.

Madah Kemuliaan                                             …..berdiri

Kemuliaan kepada Allah di surga,
dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.
Kami memuji Dikau,
Kami meluhurkan Dikau
Kami menyembah Dikau,
Kami memuliakan Dikau
Kami bersyukur kepada-Mu, kar’na kemuliaan-Mu yang besar,
Ya Tuhan Allah Raja Surgawi, Allah Bapa yang Maha kuasa,
Ya Tuhan Yesus Kristus Putra yang tunggal
Ya Tuhan Allah Anak Domba Allah, Putra Bapa
Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami
Karena hanya Engkaulah Kudus
Hanya Engkaulah Tuhan
Hanya Engkaulah Maha tinggi, ya Yesus Kristus.
Bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

Doa Kolekta                                           …..berdiri

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah yang Mahapengasih, limpahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami supaya kami bersatu dalam iman dan menguatkan kami dengan cinta kasih-Nya, teristimewa bagi para putra-putri-Mu di Paroki Santo Albertus Agung ini, yang nanti akan menerima tanda kurnia Roh Kudus. Semoga dengan demikian kami dapat berjuang dengan tabah dan bergegas menuju kedewasaan dalam Kristus. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin.

 

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama : Keb 2: 12. 17-20

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman keji terhadapnya.

Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan, serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Cobalah kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ulangan: Tuhanlah yang menopang aku 

Ayat:

  • Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! 
  • Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak memperdulikan Allah. 
  • Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu, aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

Bacaan Kedua Yak 3: 16 – 4: 3 

Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. 

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus:

Saudara-saudaraku yang terkasih, di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran itu ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa nafsumu yang saling bergulat di dalam dirimu? Kamu mengingini sesuatu tetapi tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh. Kamu iri hati, tetapi tidak mencapai tujuan, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta akan kamu gunakan untuk memuaskan hawa nafsu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil – Alleluya          …..berdiri

Refren: Alleluya. – PS 952

Ayat: Allah telah memanggil kita lewat Injil, sehingga kita boleh menikmati kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita Refren 2 x 

Bacaan Injil – Mrk 9: 30-37

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Inilah Injil Suci menurut Markus.
Dimuliakanlah Tuhan

I   Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia dan murid-murid-Nya melintas di Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang, sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia. Tetapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada Yesus.

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika sudah di rumah, Yesus bertanya kepada para murid itu, “Apa yang kamu perbincangkan tadi di jalan?” Tetapi mereka diam saja; sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.”

Yesus lalu mengambil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka. Kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi nama-Ku, ia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukan Aku yang mereka terima, melainkan Dia yang mengutus Aku.”

 

 

Homili                                           …..duduk

RITUS PENGUATAN 

(Para wali penguatan  maju berdiri di depan altar, para calon penguatan berdiri di tempat duduk masing-masing. Seoramg petugas/pembina memberi pengantar ) 

Petugas:  Bapa Uskup Agung Semarang Mgr.Robertus Rubiyatmoko yang terkasih, setelah mendampingi dan mempersiapkan para calon penguatan dalam waktu cukup, maka kami serahkan kepada Bapa Uskup sebanyak ….. calon penerima sakramen penguatan untuk diberkati dan diterimakan Sakramen Penguatan sehingga mereka semakin siap menjadi saksi iman dan terlibat dalam pelayanan Gereja.  

Sebelumnya kami mohon kepada Bapa Uskup untuk memberkati 2 (dua) orang wali penguatan yang merupakan katekis dari calon penerima sakramen penguatan.   

Usk.  Syukur kepada-Mu Ya Bapa, karena Engkau berkenan memanggil kami untuk menerima karunia-Mu yang utama yaitu Roh Kudus, yang akan mengajari dan membimbing kami dalam segala sesuatu yang layak kami lakukan  sebagai orang beriman dan penuh kasih.  

Limpahkanlah berkat-Mu bagi para wali penerima sakramen penguatan yang bersujud di hadapan-Mu ini. Semoga melalui peristiwa iman ini, mereka Engkau penuhi dengan karunia Roh Kudus, sehingga dengan penuh suka cita mereka bertumbuh dan memusatkan diri hanya kepada Kristus, memberikan dirinya sepenuh hati untuk mengambil peran dalam tugas perutusan dan menjadi saksi Kristus. 

Dengan demikian, dengan penuh kerelaan dan kerendahan hati mereka mau dan mampu menjadi suri-tauladan dan pendoa yang baik bagi para penerima sakramen penguatan 

Wali     Amin 

 

PEMBAHARUAN JANJI BABTIS 

Calon Penguatan tetap berdiri. 

Usk. Saudara-audara  sekalian para calon penerima Penguatan, sebelum sakramen Penguatan anda terima; baharuilah iman dan kesanggupan saudara di hadapan Allah dan dihadapan Gereja.  

Bersediakah   saudara   menentang  kejahatan dalam diri saudara sendiri dan dalam masyarakat ? 

Calon  Ya, saya bersedia 

Usk.  Bersediakah  saudara  menolak godaan-godaan  dalam  bentuk takhyul, perjudian, dan hiburan yang tidak sehat? 

Calon  Ya, saya bersedia 

Usk. Bersediakah  saudara  berjuang  melawan  segala  tindakan dan kebiasaan tidak adil dan tidak jujur yang melanggar hak-hak azasi manusia ? 

Calon  Ya, saya bersedia 

Usk.  Percayakah saudara  akan  Allah Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi ? 

Calon  Ya, saya percaya 

Usk.   Percayakah  saudara   akan Yesus  Kristus, Putera-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dilahirkan oleh  Santa Perawan Maria, yang menderita sengsara, wafat dan dimakamkan, bangkit dari alam maut dan duduk di sisi kanan Allah Bapa ? 

Calon  Ya, saya percaya 

Usk.  Percayakah  saudara akan  Roh Kudus, Tuhan  yang menghidupkan, yang pada hari ini dalam  Sakramen Penguatan dianugerahkan secara istimewa kepada saudara seperti kepada para rasul pada hari Pentakosta ? 

Calon  Ya, saya percaya 

Usk.  Percayakah saudara akan Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para Kudus, penganpunan dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal ? 

Calon Ya, saya percaya 

Usk.   Inilah iman kita, inilah iman Gereja, yang kita akui dengan bangga dalam Kristus Yesus Tuhan kita. 

Umat  Amin.  

Usk. Saudara-saudara  terkasih,  terimakasih  atas pembaharuan iman dan janji babtis saudara. Marilah kita sekarang berdoa kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, agar sudi mencurahkan Roh Kudus kepada putera-puteri-Nya ini, yang telah dilahirkan kembali bagi hidup abadi dalam Sakramen Babtis.   

Semoga Roh Kudus menguatkan mereka dengan anugerah-Nya yang berlimpah dan semoga berkat pengurapan-Nya mereka menjadi serupa dengan Kristus Putera Allah. 

 

PENUMPANGAN TANGAN 

(Umat dan Calon Penguatan berdoa sejenak dalam hati, kemudian Bapa Uskup bersama para imam mengulurkan kedua tangan sambil berdoa)

Usk. Allah yang mahakuasa, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus , Engakau telah melahirkan kembali para hamba-Mu ini dari air dan Roh Kudus dan membebaskan mereka dari dosa. Sudilah kiranya mencurahkan Roh kudus, Roh penghibur kepada mereka. Semoga Kau-anugerahi Roh kebijaksanaan dan pengertian, Roh penasehat dan kekuatan, Roh pengetahuan dan ibadat. Dan semoga mereka Kau penuhi dengan Roh takwa kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Umat:   Amin 

 

PENGURAPAN DENGAN MINYAK KRISMA 

(Para calon maju dalam satu barisan sambil memegang surat Penguatan masing-masing, wali berdiri 1 meter di belakang calon, dan setelah menerima pengurapan surat diberikan kepada Romo/Katekis.) 

Usk.  NN,  ….  Terimalah Tanda Kurnia Roh Kudus. 

Calon Amin. 

Usk. Wartakan kasih dan damai Kristus. 

Calon Syukur kepada Allah. 

.

Syahadat                                        …..berdiri

Doa Umat                                      …..berdiri

I  Kristus bersabda, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.” Marilah kita panjatkan doa kepada Allah Bapa kita agar kita boleh menjadi pelayan seperti Kristus, Putra-Nya: 

L Bagi umat Allah: 

Ya Bapa, semoga kami menjadi Gereja yang miskin dan suka melayani, serta menjadi isyarat bagi dunia, bahwa Allah menghendaki keadilan dan perdamaian. Marilah kita mohon … 

U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L Bagi orang-orang yang berkehendak baik di mana pun juga, khususnya mereka yang dianiaya karena setia kepada imannya: 

Ya Bapa, semoga orang-orang baik yang dianiaya tidak putus asa, tetapi justru semakin mantap mengasihi Allah dan sesama manusia.  

Marilah kita mohon … 

U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L Bagi mereka yang berkedudukan dalam masyarakat: 

Ya Bapa, semoga mereka yang berkedudukan mencari keagungan sejati, dengan tidak menuruti ambisi dan mencari kekuasaan, melainkan dengan melayani dan memperhatikan sesama mereka. Marilah kita mohon … 

U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

Bagi para penerima Sakramen Penguatan: 

Ya Bapa, semoga Roh Kudus menerangi budi mereka serta mengorbankan hati mereka supaya iman mereka menjadi mantap, dewasa, dan berani memberi kesaksian tentang Kristus dengan penuh keyakinan. Marilah kita mohon : 

U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

L Bagi kita sendiri: 

Ya Bapa, semoga kami menjadi pewarta perdamaian dan kesetiakawanan dalam keluarga dan komunitas kami, dalam kampung serta masyarakat kami. Marilah kita mohon … 

U Tuhan, dengarkanlah umat-Mu. 

-hening sejenak, menghaturkan intensi pribadi- 

I Allah Bapa kami yang Maha Baik, berkatilah kami dengan kasih sayang-Mu yang demikian agung dan kabulkanlah kini doa-doa yang kami panjatkan dengan perantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami. 

U Amin. 

.

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

Usk   Berdoalah, saudara-saudari, supaya per-sembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U      Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Atas Persembahan             ….berdiri

Usk   Allah Bapa Yang Mahakudussemoga persembahan ini Kaucurahi dengan Roh Kudus-Mu sehingga semakin memperteguh iman kami dan menjadikan kami menyerupai Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U   Amin.

Doa Syukur Agung 

  • Prefasi
  • Kudus – PS. 390
  • Anamnesis 2b

Komuni

  • Bapa Kami (didaraskan)
  • Doa Damai
  • Pemecahan Roti/Anak Domba Allah (didaraskan)
  • Persiapan Komuni (TPE 2020)

Usk   Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.

U  Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Usk   Tubuh Kristus.
Amin.

  • Komuni
  • Saat hening

Antifon Komuni – Mzm. 119:4-5 

  • Engkau telah menyampaikan titah-Mu, supaya ditepati dengan sungguh-sungguh. Semoga tetaplah jalan hidupku, untuk melaksanakan ketetapan-Mu.

Doa Sesudah Komuni                        …berdiri

I    Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu iniAjarilah kami untuk melayani sesama sebagaimana Putra-Mu telah datang ke dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk melayaniDengan demikiansemoga kelak kami Kauperkenankan untuk menikmati kebahagiaan abadi di rumah-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.
U   Amin.

 

RITUS PENUTUP

Pengumuman ….duduk

Amanat Pengutusan (…berdiri)

Berkat  (TPE 2020)

Usk. Tuhan bersamamu 
U     Dan bersama rohmu 

Usk. Semoga nama Tuhan dimuliakan 
U     Sekarang sampai selama-lamanya 

Usk. Pertolongan kita dalam  nama Tuhan 
U     Yang menjadikan langit dan bumi 

Usk. Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian 
Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. 
U    Amin. 

Usk. Saudara-Saudari, pergilah dalam damai sambil memuliakan Tuhan dengan hidupmu. 
U Syukur kepada Allah. 

Nyanyian Perarakan Keluar

Jadilah Saksi Kristus  

  1. Sesudah dirimu dislamatkan, jadilah saksi Kristus / Cahaya hatimu jadi terang, jadilah saksi Kristus / Tujuan hidupmu jadi nyata, jadilah saksi Kristus. 
  2. Setelah dirimu kautinggalkan, jadilah saksi Kristus / Kehidupan baru kaudapatkan, jadilah saksi Kristus / Api cinta Kristus kau kobarkan, jadilah saksi Kristus. 
  3. Di saat hatimu jadi hampa, jadilah saksi Kristus / Tiada hasratmu dalam karya, jadilah saksi Kristus / Tiada harapan kan berjuang, jadilah saksi Kristus. 

 

======================= 

 

MARS KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG 

Wujudkan Peradaban Kasih 

Keuskupan Agung Semarang berziarah dalam laju zaman. 
Memperjuangkan hidup manusia yang bermartabat dan beriman. 

Dalam doa bunda Maria hamba Allah dan bunda Gereja, 
dan dalam nyala api Roh Kudus membangun iman penuh cinta  

Segenap domba dan para gembala bertekad slalu membah’rui diri 
dalam wujudkan peradaban kasih dan mewartakan cinta Tuhan. 

Menyosong kerajaan Allah hadir dalam wajah kerahiman. 
Persembahkanlah doa dan karya bagi G’reja dan bagi bangsa.  

Coda: 
Bagi G’reja dan bagi bangsa 

* telah disesuaikan dengan TPE 2020

.
.

You cannot copy content of this page