Renungan Harian Hari Ini 28 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:57-62

Bacaan I: Ayb. 9:1-12.14-16; Mazmur: 88:10b-15; R:3a; PEKAN BIASA XXVI (H) St.Wenseslaus; Sta.Eustakia; St.Laurensius Ruiz, Yakobus Kyushei Tomonaga, dan Dominikus Ibanez (martir dr Jepang); 

Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu la berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 September 2022, Bacaan Injil

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk. 9:62). Mengikuti sesuatu yang viral di media sosial bukanlah hal yang sulit bagi sebagian orang di zaman modern ini.

Kita hanya cukup membuka satu atau dua akun media sosial untuk bisa mengetahui postingan yang sedang viral tersebut. Bahkan, kita tidak sekadar tahu, tetapi juga ikut terlibat dalam peristiwa yang sedang viral tersebut, misalnya menggunakan pakaian, dandanan, hingga tutur kata yang persis sama dengan apa yang sedang viral.

Tanpa disadari, ketika hal tersebut sudah tidak viral lagi, kita pun juga tidak akan mengikutinya lagi dan menggantinya dengan tren yang lain. Inilah sikap kita yang sering kali muncul ketika ada sesuatu yang viral..

Lalu, bagaimana sikap kita dalam mengikuti Yesus? Mengikuti Yesus tidak bisa setengah-setengah dan tetap selama-lamanya! Seluruh jiwa dan raga kita harus terarah kepada-Nya.

Artinya, segala hal-hal duniawi yang menghalangi cinta kita kepada Kristus perlu disingkirkan. Tentu hal itu tidak mudah. Sering kali, berbagai macam godaan muncul di hadapan kita sehingga kita menjauh dan meninggalkan-Nya.

Yesus tidak dapat disamakan dengan sesuatu yang hari ini viral dan dalam beberapa waktu kemudian ditinggalkan. Tidak. Marilah kita sadari kembali bagaimana sikap kita dalam mengikuti Yesus Tuhan kita.

.

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk tetap setia mengikuti-Mu dan kuatkanlah kami dalam menghadapi godaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:51-56

Bacaan I: Ayb. 3:1-3.11-17.20-23; Mazmur: 88:2-3.4-5.6.7-8; R:3a; PEKAN BIASA XXVI PW St.Vinsensius de Paulo, Im (P); 

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia.

Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 September 2022, Bacaan Injil

“Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia…” (Luk. 9:53). Salah satu kenyataan yang mungkin sulit untuk diterima dalam hidup ini adalah ketika kita ditolak dengan berbagai alasan,

entah ditolak karena pekerjaan, pendidikan, relasi dengan pasangan, atau bahkan dengan keluarga kita sendiri. Pengalaman ini tentu membuat kita merasa sedih, kecewa, marah sejadi-jadinya, atau bahkan menganggap bahwa ini adalah akhir dari segalanya.

Situasi seperti ini mungkin akan membuat rutinitas kita menjadi berantakan dan tentu merusak relasi kita dengan Tuhan. Pengalaman ditolak juga pernah dialami Yesus.

Ia ditolak oleh orang-orang Samaria karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Kedua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes sangat marah akan kenyataan ini dan bahkan ingin menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka.

Apa yang dilakukan Yesus? la berpaling dan menegor kedua murid-Nya dan pergi ke desa lain. Yesus tidak mengutuk orang-orang Samaria seperti yang dilakukan kedua murid-Nya.

Yesus tidak membenci orang yang telah menolak-Nya. Kita bisa belajar dan meneladan sikap Yesus dalam menghadapi situasi seperti ini, di mana la tidak marah ketika ditolak dan bahkan Yesus mengajak orang lain juga untuk tidak mengutuk mereka yang menolak-Nya.

Memang tidak mudah, tetapi rahmat Tuhan selalu menyertai.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tidak mudah mengutuk dan membenci orang-orang yang membuat kami marah dan kecewa. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:46-50

Bacaan I: Ayb. 1:6-22; Mazmur: 17:1-3.6-7; R:6ab; PEKAN BIASA XXVI (H) St.Kosmas dan Damianus; St.Siprianus dan Sta.Yustina; 

Sekali peristiwa, timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.

Karena itu, Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka:

“Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku.

Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 September 2022, Bacaan Injil

“… karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Luk 9:48). Yesus mengambil seorang anak kecil untuk meleraikan pertengkaran yang sedang terjadi di antara para murid.

Mereka bertengkar karena hal sederhana, yaitu mengenai siapakah yang terbesar di antara mereka. Mengapa Yesus mengambil seorang anak kecil? Yesus ingin menunjukkan bahwa “…yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

Tentu yang dimaksud Yesus bukan fisiknya yang kecil, melainkan menjadi pribadi seperti anak kecil yang apa adanya. la mau terbuka dan jujur di hadapan orang yang selalu ada bersamanya, yaitu keluarganya.

Anak kecil tentu tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri dalam situasi apa pun, tetapi ia selalu mengandalkan ayah dan ibunya.

Inilah yang diinginkan Yesus untuk menjadi yang terkecil, yaitu menjadi pribadi yang apa adanya di hadapan Allah. Kita diajak untuk terbuka dan jujur tentang apa yang kita alami saat ini, entah itu senang, sedih, susah, putus asa, gembira, bersyukur, dsb, di hadapan Allah dalam doa-doa kita.

Dalam kondisi apa pun itu, kita senantiasa diajak untuk mengandalkan Tuhan, karena Dia adalah sumber kehidupan kita. Sudahkah kita bersikap apa adanya di hadapan Allah dan selalu mengandalkan-Nya?

.

Ya Tuhan, ajarlah kami seperti anak kecil, yang mau bersikap apa adanya di hadapan-Mu dan senantiasa mengandalkan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 September 2022, Bacaan Injil Lukas 16:19-31

Bacaan I: Am. 6:1a,4-7; Bacaan II: 1Tim. 6:11-16; Mazmur: 146:7.8-9a.9bc-10; R:1b; O PEKAN II-PEKAN BIASA XXVI (H) St.Nikolas dr Flue; St.Sergius dr Radonezh; 

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Farisi: Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Dan, ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu.

Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

Selain dari itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 September 2022, Bacaan Injil

Bacaan seperti ini tidak boleh disalahartikan. Tidak berarti semua orang kaya akan masuk neraka atau sebaliknya yang miskin akan masuk surga.

Cerita orang kaya dan Lazarus adalah perumpamaan yang digunakan untuk mengilustrasikan kehidupan manusia yang berakibat pada kehidupan selanjutnya.

Pada akhir cerita, kita mengetahui bahwa orang kaya menyimbolkan orang yang tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah, hidup dalam kesenangan karena dosa-dosanya dan tidak peduli dengan hidupnya di masa mendatang.

Akibat hidup dalam kegembiraan semu itu, ia diganjar dengan hukuman abadi di neraka. Di satu sisi, Lazarus miskin dan menderita karena menjalankan perintah Allah, menghindari kesenangan dosa dan setia memanggul salib, maka ia bersukacita dalam keabadian setelah kematiannya.

Kita bisa menjadi ‘orang kaya’ ataupun Lazarus’ selama hidup di dunia. Kehendak bebas kita membuat kita bisa memilih kesenangan dosa atau salib penderitaan. Masing-masing dari pilihan kita memiliki muaranya masing-masing.

Perlu kita ingat bahwa hidup kita di dunia hanya sementara begitu pun kesenangan atau penderitaannya. Kita diajak untuk selalu memilih salib daripada dosa, tetapi bukan berarti sengaja membuat diri menderita. Hal itu tentulah tidak tepat.

Kebahagiaan yang kita kejar adalah sukacita abadi, yakni hidup bersatu dengan Allah.

.

Ya Tuhan, semoga kami selalu ingat bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara, sehingga kami sungguh-sungguh mengupayakan hidup seperti yang Engkau kehendaki. Tuntunlah kami untuk selalu taat pada rencana dan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:43b-45

Bacaan I: Pkh. 11:9-12:8; Mazmur: 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1; PEKAN BIASA XXV (H) St.Gerardus dr Hungaria; St.Pasifikus; St.Vinsensius Maria Strambi; 

Semua orang takjub akan segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 September 2022, Bacaan Injil

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya” (9:45). Sering kali, kita tidak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan atas hidup kita.

Pertanyaan “Mengapa Tuhan?” mungkin sudah sering kali terlontar dalam doa-doa kita ketika mengalami situasi sulit. Banyak peristiwa yang terkadang tidak kita inginkan, tetapi justru terjadi.

Sering kali pula ketika jawaban yang diharapkan tidak juga kunjung ditemukan, kita justru marah dan berpaling dari Tuhan. Dalam bacaan hari ini, para murid juga tidak begitu saja mengerti mengenai Kristus yang harus menderita.

Sebagai seorang pemimpin besar, konsep bahwa Yesus harus menderita dan menyerahkan diri tidak ada dalam pikiran para murid. Mereka mengira bahwa Yesus seharusnya dipermuliakan sebagai utusan Tuhan, bukan menderita.

Oleh sebab itu, kenyataan bahwa Yesus harus menderita dan wafat justru tidak dihiraukan dan ditolak. Dalam hidup ini, kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai yang kita inginkan. Ketika ada peristiwa yang tidak kita inginkan, kerap kali kita tidak bisa menerimanya.

Hal ini sama dengan yang dialami oleh para murid. Mereka tidak bisa menerima kenyataan pahit akan nasib Sang Guru. Akan tetapi, justru di balik semua peristiwa pahit yang kita alami, ada kemuliaan Tuhan yang menunggu untuk dianugerahkan.

Sesudah sengsara dan wafat-Nya, la bangkit dengan mulia dan mengalahkan maut. Tanpa sengsara dan wafat Kristus, tidak pernah ada warta akan kemuliaan-Nya.

Begitu pun kita, jika mau memanggul salib kehidupan dan bersandar pada Allah saja, maka karya Tuhan akan dinyatakan dalam diri kita.

.

Tuhan Yesus, semoga kami bersabar dalam penderitaan dan senantiasa berpengharapan dalam iman akan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:19-22

Bacaan I: Pkh. 3:1-11; Mazmur: 144:1a.2abc.3-4; R:1a; PEKAN BIASA XXV (H) PW St.Pandre Pio dr Pietrecina, I (P) St.Linus; Sta.Tekla; 

Suatu ketika, Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak siapakah Aku ini?”

Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Yesus bertanya lagi kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 September 2022, Bacaan Injil

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (9:20). Pertanyaan yang hari ini diajukan Yesus akan sangat mudah dijawab bila mengandalkan intelektual belaka.

Bagi sebagian orang, Yesus adalah Tuhan dan Mesias; sebagian lagi mengatakan bahwa la hanyalah utusan Tuhan; sebagian lagi sebatas mengagumi teladan kasih-Nya; dan sebagian lagi menganggapnya sebagai tokoh historis saja.

Bagi kita orang Kristen, Yesus adalah Tuhan, Guru, dan Juru Selamat. Karena itu, konsekuensinya kita bertindak seturut ajaran Yesus Kristus.

Maka, pertanyaan yang diajukan Yesus hari ini tidak berhenti pada konsep-konsep, tetapi Yesus ingin kita membuktikannya dalam laku hidup sehari-hari.

Berkaca dari pengalaman keseharian, kita sadar siapakah Yesus dalam hidup kita selama ini? Apakah benar la kita jadikan sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup dalam setiap tutur kata dan tindakan yang kita lakukan?

Ataukah la hanya pembantu kita di saat sedang membutuhkan? Ataukah jangan-jangan la sekadar doktrin agama yang kita terima dari orang tua atau lingkungan sekitar?

Marilah kita berefleksi perihal siapa Yesus bagi hidup kita. Semoga kita bisa semakin mengenal dan mengalami kehadiran Yesus dalam kehidupan kita masing-masing.

.

Tuhan Yesus, kami sering kali melupakan kehadiran-Mu. Kami sering menolak suara-Mu jika tidak sesuai keinginan hati kami. Tuhan, ampunilah dan bimbinglah kami untuk semakin mengenal-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2022, Bacaan Injil Lukas 9:7-9

Bacaan I: Pkh. 1:2-11; Mazmur: 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1; PEKAN BIASA XXV (H) St.Thomas dr Vilkanova; St.Mauritius, dkk.; St.lgnatius dr Santhi; 

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?”

Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 September 2022, Bacaan Injil

Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (9:9).

Desas-desus mengenai identitas Yesus, dan kehebatan-Nya karena melakukan berbagai mukjizat membuat Herodes khawatir.

la sadar telah membunuh seorang Yohanes Pembaptis, utusan Allah, dan cemas jangan-jangan Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit lagi serta siap menghukumnya dengan kuasa surgawi.

Ada juga kabar bahwa Yesus adalah Elia atau nabi-nabi yang hidup kembali. Herodes takut bila sosok Yesus akan mengganggu kedudukannya sebagai penguasa.

Dalam kisah-kisah Injil, ada banyak orang yang ingin bertemu dengan Yesus. Mereka mengharapkan uluran kasih dari Dia untuk membebaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.

Dengan iman yang penuh, mereka akhirnya beroleh belas kasihan Allah. Herodes ingin bertemu Yesus bukan untuk memohon belas kasih Allah, bukan pula karena ingin menyambut Sang Utusan Tuhan dengan baik.

Hatinya tidak tenang dan ingin memastikan bahwa kehebatan Yesus tidak lebih dari kekuasaan yang ia miliki. Sikap inilah yang membuat Dia tidak dapat bertemu dengan Sang Terang dan terus hidup dalam kegelapan prasangka.

Kita sering kali merasa menjadi Tuhan atas diri sendiri, dan berbuat sesuka hati seperti yang dilakukan Herodes dalam masa pemerintahannya. Hal itu membuat kita senang, namun terkurung dalam kegembiraan semu.

Hati kita penuh kekhawatiran, rasa bersalah, dan kecemasan akibat dosa-dosa yang kita perbuat. Hanya tindakan kasih seperti yang dilakukan Sang Guru yang akan membuat hati kita kembali tenang dan tenteram.

.

Tuhan, bila kami sering jatuh dalam kesombongan atas diri-Ku sendiri, ingatkan kami bahwa kami hanyalah setitik debu tak berarti di alas kaki-Mu dan hanya bisa hidup berkat anugerah-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2022, Bacaan Injil Matius 9:9-13

Bacaan I: Ef. 4:1-7.11-13; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; PEKAN BIASA XXV Pesta St.Matius, Rasul & Pengarang Injil (M); 

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.”

Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini:

Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2022, Bacaan Injil

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak rasa sakit yang kita alami entah yang diderita fisik maupun sakit di dalam hati dan jiwa. Penyebabnya ada bermacam-macam.

Bisa karena kesalahan kita sendiri, orang lain, ataupun peristiwa-peristiwa yang tidak kita harapkan. Hal itu sering kali membuat kita lemah dan merasa sedih terus-menerus.

Dalam bacaan Injil, Yesus datang kepada Matius untuk menyembuhkan luka-luka dalam hidup Matius. Sebagai seorang pemungut cukai, Matius jatuh dalam dosa. Jiwanya terluka oleh harta, kemakmuran, dan penghinaan oleh bangsanya sendiri.

Yesus datang dan menawarkan belas kasihan. Ia mengajak Matius untuk bertobat sehingga jiwa Matius yang terluka kembali pulih dan beroleh sukacita keselamatan kekal.

Yesus juga datang mengetuk pintu hati kita supaya dipulihkan oleh Dia. Apakah kita mau untuk dipulihkan dan disembuhkan oleh Dia? Penyembuhan membutuhkan proses yang tidak mudah.

Kebiasaan lama yang tidak sehat harus dikorbankan demi penyembuhan itu, seperti Matius yang rela meninggalkan profesinya dan mengembalikan apa yang ia ambil bahkan sampai empat kali lipat.

Itulah apa yang disebut pertobatan, yakni berani meninggalkan cara hidup lama, mengampuni diri sendiri, serta beralih kepada kehidupan yang dikehendaki Allah.

.

Ya Allah, Sang Tabib Sejati. Datanglah dan pulihkanlah kami dari segala penyakit baik fisik maupun jiwa. Kuatkanlah kami agar berani menjalankan pertobatan untuk memperoleh sukacita kesembuhan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2022, Bacaan Injil Lukas 8:19-21

Bacaan I: Ams. 21:1-6.10-13; Mazmur: 119:1.27.30.34.35.44; R:35a; HUT. Kongregasi Bruder Tujuh Dukacita Santa Maria (BTD); PEKAN BIASA XXV (M) Pw S. Andreas Kim Taegön, Im dan Paulus Chöng Ha-sang, dkkMrt-Korea (M); 

Pada suatu hari, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.

Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”

Tetapi Yesus menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 September 2022, Bacaan Injil

Kita memuji dan menyembah Tuhan Yesus sebagai Anak Allah karena Bapa telah mewahyukannya kepada kita.

Dalam sabda-Nya hari ini, Tuhan Yesus menganggap mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya sebagai ibu-Nya serta saudara-saudara-Nya, sebagai satu keluarga bersama-Nya.

Meskipun la adalah Anak Allah, la tidak hanya merendahkan diri menjadi manusia, tetapi juga menghendaki adanya hubungan kekeluargaan dengan manusia. Ia ingin memanggil kita sebagai saudara-saudari-Nya, begitu juga sebaliknya memanggil Dia sebagai saudara.

Hal ini dimungkinkan apabila kita menghayati sabda-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus sudah memberikan teladan kesetiaan mendengarkan kehendak Bapa dan melakukannya melalui segala perkataan dan perbuatan-Nya.

Bahkan, Penginjil St. Yohanes mengungkapkan secara indah, “Sabda sudah menjadi daging” (Yoh. 1:14). Jika kita dengan rendah hati memohon rahmat kesetiaan dalam mendengarkan kehendak-Nya dalam hidup, perkataan dan perbuatan kita pun akan semakin dijiwai oleh Roh-Nya.

Dengan demikian, Tuhan Yesus sendiri dengan bahagia akan memanggil kita sebagai keluarga-Nya.

.

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadi manusia dan ingin mengangkat kami sebagai keluarga-Mu. Berikanlah kami rahmat agar dengan setia membiarkan hidup kami mendengarkan dan melakukan sabda-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2022, Bacaan Injil Lukas 8:16-18

Bacaan I: Ams. 3:27-34; Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R:1b; PEKAN BIASA XXV (H) St.Yanuarius; St.Theodorus; Sta.Emillia de Rodat; St.Fransiskus Maria dr Camporosso; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur,

tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2022, Bacaan Injil

Perumpamaan tentang pelita melanjutkan ajaran Tuhan Yesus tentang benih iman yang telah ditaburkan-Nya dan harapan agar bertumbuh di tanah yang subur (Luk 8:4-15).

Dalam bacaan Injil hari ini, iman kita diumpamakan dengan pelita yang memberikan terang bagi setiap orang yang masuk ke dalam rumah.

Tuhan Yesus menghendaki agar iman kita menjadi terang bagi banyak orang. Iman tidak hanya menyangkut hidup doa yang personal, tetapi juga bagaimana hidup kita menjadi perwujudan iman akan Allah yang mengasihi dan menyelamatkan.

Iman menjadikan kita manusia yang penuh, bukan terpecah-pecah. Kita dipanggil menjadi pengikut-Nya tidak hanya dalam hidup menggereja dan berkomunitas bersama anggota Gereja, tetapi juga mewartakan kasih dalam kehidupan bermasyarakat.

Harapannya, orang-orang di sekitar mengenali kita sebagai pengikut-Nya karena sungguh menjadi terang dan penyalur rahmat dalam kehidupan sehari-hari (Kis. 11:26).

.

Tuhan Yesus, kami bersyukur atas benih iman yang Engkau tanamkan dalam hati kami. Semoga Engkau menganugerahkan keberanian agar benih iman tersebut menerangi kehidupan kami sehari-hari dalam kehidupan bersama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page