Renungan Harian Hari Ini 18 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2022, Bacaan Injil Lukas 16:1-13 (singkat: Luk. 16:10-13)

Bacaan I: Am. 8:4-7; Mazmur: 113:1-2.4-6.7-8; R:1a.7b; Bacaan II: 1Tim. 1:12-17; O PEKAN I PEKAN BIASA XXV (H) St.Yosef dr Copertino; St.Yohanes Makia;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan.

Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang
dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2022, Bacaan Injil

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” (ay. 10). Yesus mengajar para murid dan juga kita dengan perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur.

Perumpamaan ini tampaknya sulit kita pahami. Bendahara ini berusaha menyelamatkan dirinya dari pemecatan, karena menghamburkan milik tuannya. Dengan kecerdikannya, ia meralat surat utang dan mengorbankan komisi yang mungkin bisa didapatnya.

Apakah Yesus mengajak kita untuk cerdik seperti figur bendahara yang tidak jujur itu? Tuhan Yesus menggunakan figur bendahara tersebut untuk menunjukkan nilai kemurahan hati.

Tujuan bendahara tersebut meralat surat utang dan mengorbankan komisinya adalah untuk menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang yang berutang, sehingga ia pun menerima yang sama.

Ada momen titik balik, ketika bendahara menyadari keserakahannya dan kelalaian dalam mengelola milik tuannya, lalu ia berubah. Tuhan Yesus tidak mengutuk kepemilikan harta benda selama kita berada di dunia.

Harta benda dapat menjadi sarana untuk menyalurkan kasih dan kemurahan hati Allah. Itu adalah perkara kecil yang dipercayakan kepada kita, maka dalam mengelolanya kita harus bertanggung jawab.

Dengan demikian, kelak kita akan dipercaya dalam perkara besar, yaitu kebahagiaan abadi dalam Kerajaan Allah.

.

Tuhan Yesus, semoga kami senantiasa bersyukur atas perkara kecil yang Engkau percayakan kepada kami dan mengelolanya dengan tanggung jawab serta kemurahan hati. Semoga kelak kami pun dipercayakan untuk ambil bagian dalam kerajaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2022, Bacaan Injil Lukas 8:4-15

Bacaan I: 1Kor. 15:35-37.42-49; Mazmur: 56:10.11-12.13-14; R: 14b; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Robertus Bellarminus; Sta. Hildegardis; St.Albertus dr Yerusalem; 

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota kepada Yesus. Maka, Yesus berkata dalam suatu perumpamaan:

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. Lalu la menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan,

supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu:

Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2022, Bacaan Injil

Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (ay. 8). Perumpamaan tentang seorang penabur sudah akrab di telinga kita. Benih itu adalah sabda Allah, yang akan menghasilkan buah dalam hati yang terbuka (tanah yang subur).

Namun, benih iman yang ditaburkan di hati kita kerap kali rentan “dinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis”. Namun, dalam “tanah kehidupan yang tidak selalu subur, Allah tetap berkarya dan memberikan pertumbuhan.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan? Kita perlu bertekun merawat benih iman yang ditanamkan Allah di hati kita. Tuhan Yesus
bersabda dengan jelas: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar! (ay. 8).

Agar dapat bertumbuh, kita perlu sungguh mendengarkan suara Allah. Dengan mendengarkan suara Allah, kita dapat menemukan kasih sejati yang menghendaki kita selamat dan mengasihi sesama.

Kerap kali kita tergoda untuk mendengarkan suara-suara lain yang justru menjauhkan kita dari Allah.

Maka, marilah kita mengasah pendengaran kita dengan berdoa mendengarkan sabda-Nya, meresapinya dalam hati, dan berbuah dalam hidup dan relasi dengan sesama. Sudahkah kita mendengarkan suara Allah yang berbisik dalam hati kita?

.

Tuhan Yesus, semoga kamni sungguh mendengarkan sabda-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2022, Bacaan Injil Lukas 8:1-3

Bacaan I: 1Kor. 15:12-20; Mazmur: 17:1.6-7.8b.15; R:15b; PEKAN BIASA XXIV Pw St.Cornelius & St.Siprianus, UskMart (M); Sta.Eufemia; 

Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 September 2022, Bacaan Injil

“Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit” (ay. 2).

Yesus menunjukkan diri-Nya kepada kita sebagai hamba, yang datang untuk melayani dan mewartakan Kabar Gembira. la tidak sendirian ketika berjalan mengeliling kota dan desa, para murid dan perempuan turut hadir menyertai.

Dengan menyebut Maria Magdalena, Yohana, dan Susana, Penginjil ingin menunjukkan pengalaman berjumpa dan dikasihi Yesus senantiasa membawa transformasi hidup.

Yesus melayani banyak orang dengan kemurahan hati-Nya. Dengan membiarkan diri-Nya dilayani, la pun mengajarkan kita kerendahan hati bahwa kita pun membutuhkan kehadiran orang lain.

Sebagai anggota-anggota dari Tubuh Kristus, hidup kita saling tergantung satu sama lain. Maka, hendaklah kita saling mengasihi dan membantu satu sama lain.

Kita semua mempunyai sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada yang lain dan di saat yang sama kita perlu bersyukur atas pemberian yang lain.

Marilah kita mensyukuri pribadi-pribadi yang menemani dan membantu kita dalam peziarahan hidup.

.

Tuhan Yesus, anugerahkanlah rahmat kemurahan hati agar kami senantiasa bersedia melayani sesama. Semoga kami pun rendah hati mensyukuri uluran tangan dari sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2022, Bacaan Injil Yohanes 19:25-27

Bacaan I: Ibr. 5:7-9 (atau 1Kor. 15:1-11); Mazmur: 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; PEKAN BIASA XXIV Pw SP Maria Berdukacita (P); Sta.Katarina Fieschi dari Genoa; St.Nikomedes; 

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdiri ibu Yesus dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah la kepada ibu-Nya: Ibu, inilah, anakmu!”

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 September 2022, Bacaan Injil

Berkatalah la kepada Ibu-Nya: “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian, kata-Nya kepada murid-murid-Nya: Inilah lbumu!”

Pengalaman perpisahan menjadi suatu hal yang amat berat dan menyedihkan bagi semua orang. Banyak dari kita telah mengalaminya dalam perjalanan hidup kita.

Dukacita akibat perpisahan dengan orang yang amat dikasihi terasa sangat berat, menyesakkan dan sangat meremukkan hati.

Termasuk Bunda Maria. Saat menemani Tuhan Yesus di salib, kita bisa membayangkan bagaimana seorang ibu mendengarkan kata-kata perpisahan dari Putra yang amat dikasihinya.

Akan tetapi, Tuhan Yesus tidak membiarkan Bunda Maria dan kita semua para murid-Nya berjalan sendirian.

Tuhan Yesus menyerahkan kita untuk menjadi putra dan putri sang Bunda dan Bunda Maria menjadi ibu bagi kita semua yang percaya pada Tuhan Yesus.

Lantas, apakah kita sudah menjadi putra dan putri yang tekun berdoa bersama dan melalui Bunda Maria? Apakah kita sudah sungguh belajar kepada Bunda Maria, sang murid pertama, untuk sungguh menjadi murid sejati dari Tuhan Yesus?

.

Ya Bapa Yang Mahabaik, bantulah dan berkatilah kami dengan rahmat-Mu untuk mampu bertekun dalam doa bersama Bunda Maria serta belajar dari teladannya untuk sungguh menjadi murid sejati dari Putra-Mu, Yesus Kristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 September 2022, Bacaan Injil Yohanes 3:13-17

Bacaan I: Bil. 21:4-9; Mazmur: 78:1-2.34-35.36-37.38: R: 7b:Flp. 2:6-11; PEKAN BIASA XXIV Pesta Salib Suci (M) St.Yohanes Gabriel Dufresse; 

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain dari pada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 September 2022, Bacaan Injil

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Sebagai umat Katolik, kita selalu membuat tanda salib saat memulai dan menutup doa kita. Doa adalah komunikasi intim kita dengan Allah, Sang Pemilik Kehidupan.

Artinya, tanda Salib merupakan suatu tanda yang amat penting dan bermakna dalam kehidupan iman kita. 

Salib adalah tempat Allah menunjukkan kerahiman dan cinta kasih-Nya yang sempurna, total tanpa batas kepada umat manusia melalui wafat Yesus, Sang Putra.

Akan tetapi, sejauh mana kita memahami, menghayati, dan menghidupi tanda salib sebagai tanda yang sungguh menyelamatkan, tanda yang amat penting dan penuh makna bagi diri kita?

Sejauh mana kita berani dan mau mewartakan Salib yang adalah tanda belas kasih dan cinta kasih sempurna Allah dalam kehidupan harian kita bagi sesama serta lingkungan hidup kita?

.

Ya Bapa Yang Mahabaik, ajarlah kami untuk sungguh mengerti, menghayati, dan menghidupi makna salib penebusan Putra-Mu. Semoga kami pun mau memikul salib kami sendiri dengan penuh sukacita dalam iman akan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 September 2022, Bacaan Injil Lukas 7:11-17

Bacaan I: 1Kor. 12:12-14.27-31a; Mazmur: 100:2-5; R:3c; PEKAN BIASA XXIV Pw St.Yohanes Krisostomus, UskPujG (P); 

Pada suatu ketika, Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Setelah la dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu la berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu la menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, la berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 September 2022, Bacaan Injil

Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan…”Bunda Teresa pernah berkata, “Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar. Tetapi, kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.”

Kata-kata Bunda Teresa ini akan tetap cocok untuk kehidupan di segala zaman. Contohnya, mustahil untuk kita mampu membangkitkan orang mati seperti yang dilakukan Yesus pada 2000 tahun yang lalu.

Akan tetapi, kita dapat melakukan banyak kebaikan-kebaikan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, membantu ibu mencuci piring kotor, menyemangati teman yang sedang menghadapi kesulitan, dan lain sebagainya.

Hal yang amat penting untuk dapat melakukan kebaikan-kebaikan kecil dan sederhana dengan cinta yang amat besar adalah hati yang peka dan mudah tergerak oleh belas kasihan, sama seperti Yesus.

Pertanyaannya adalah apakah kita mau belajar untuk memiliki hati yang peka dan mudah tergerak oleh belas kasihan? Dan, apakah kita mau memohon rahmat Tuhan untuk menumbuhkan hati yang peka dan penuh belas kasih dalam diri kita?

.

Tuhan Yesus, curahkanlah rahmat-Mu agar kami dapat belajar memiliki hati yang peka dan mudah tergerak oleh belas kasih kepada sesama dan lingkungan sekitar kami seperti hati-Mu sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 September 2022, Bacaan Injil Lukas 7:1-10

Bacaan I: 1Kor. 11:17-26; Mazmur: 40:7-10.17; R:1Kor 11:26b; PEKAN BIASA XXIV (H) Pesta Nama Maria yang Tersuci; St.Petrus Tarentasiensis; 

Pada suatu ketika, setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah la ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya.

Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya la datang dan menyembuhkan hambanya.

Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika la tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya:

“Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, la berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”

Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 September 2022, Bacaan Injil

“Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hamba-Ku akan sembuh” Sesungguhnya, hidup yang bahagia dapat diraih dengan cara yang sederhana.

Seperti anak-anak di sebuah kampung yang amat kumuh bermain sepak bola dengan bertelanjang kaki; mereka tampak penuh kegembiraan; wajah mereka bersulamkan senyuman dan canda tawa di suatu sore yang indah itu.

Perwira di Kapernaum pun memiliki cara berpikir yang amat sederhana sehingga ia mampu memiliki iman, yang menurut Yesus “iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun diantara orang-orang Israel!”.

Satu hal terpenting lainnya dari kesederhanaan sang Perwira adalah ia mau menyertakan dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam hidupnya.

Cara hidup yang sederhana entah dalam berpikir, berkata, dan bertindak akan memampukan kita untuk menemukan banyak hal indah dan berharga dengan cara-cara yang sederhana pula.

Namun, seperti perwira di Kapernaum yang sederhana, maukah kita menyertakan dan mengandalkan Tuhan Yesus dalam perjalanan hidup kita?

.

Tuhan Yesus, berikanlah kami iman yang benar, harapan yang teguh, dan kasih yang sempurna. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 September 2022, Bacaan Injil Lukas 15:1-32 (Luk. 15:1-10)

Bacaan I: Kel. 32:7-11.13-14; Mazmur: 51:3-4.12-13.17.19, R:Luk 15:18; Bacaan II: 1Tim. 1:12-17; O PEKAN IV-PEKAN BIASA XXIV (H) St.Protus dan Hyasintus; B. Yohanes Gabriel Perboyre, Martir;

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat,

katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Lalu la mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya,

tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka:

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak, menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 September 2022, Bacaan Injil

Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?”

Banyak dari kita memiliki pengalaman tersesat saat hendak mencari suatu alamat atau tempat tertentu. Pengalaman tersesat adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diatasi.

Atau mungkin kita pernah membuat anggota keluarga atau teman atau kenalan kita mengikuti masukan kita yang keliru sehingga menimbulkan kesulitan bagi dirinya.

Pengalaman tersesat dan menyesatkan merupakan sesuatu yang kerap terjadi dalam kehidupan manusia. Setiap orang butuh waktu, usaha, dan pertolongan orang lain untuk kembali menemukan jalan yang benar untuk dapat sampai ke tujuannya.

Tersesat bukan sekadar perkara mencari alamat, melainkan dalam menjalani hidup sehari-hari yang sesuai kehendak Tuhan untuk hidup dalam kasih dan kebaikan.

Lalu, apakah kita mau menolong saudara-saudari kita yang sedang ‘tersesat’? Dan, ketika kita sedang tersesat, maukah kita untuk rendah hati meminta bantuan pada orang lain dan Tuhan sendiri?

.

Tuhan Yesus, dampingilah kami untuk menjadi gembala yang baik bagi sesama kawanan domba-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:43-49

Bacaan I: 1Kor. 10:14-22a; Mazmur: 116:12-13.17-18, R:17a; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Theodardus; St. Nikolaus Tolentino; B. Oglerius; Fransiskus Garate; 

Sekali peristiwa, Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya: “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan- ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.

Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2022, Bacaan Injil

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya (6:45). Mulut yang manis ternyata tidak selalu berbuah manis. Ada orang-orang yang begitu halus dan lembut, kata-katanya enak didengar namun ternyata menyimpan maksud-maksud yang tidak baik.

Akan tetapi, ada kalanya kata-kata yang tajam namun jujur, keras namun tulus justru sebenarnya mendatangkan kebaikan.

Lidah memang mudah menipu sementara hati kita mudah tertipu. Yesus tidak sedang menganjurkan suatu sikap serba halus yang penuh tipu daya, namun la hendak menegaskan bahwa orang yang benar itu, antara perkataan dan tindakannya sejalan.

Ia tidak munafik, sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Tidak setiap perkataan yang terdengar enak dan menenteramkan itu berbuah baik.

Kita perlu sadar bahwa justru di banyak kesempatan, teguran, kecaman, kritik, masukan, dan hal-hal yang tidak mengenakkan justru membuat diri kita semakin tangguh dan kuat.

Mari kita rangkul setiap pengalaman itu, baik yang manis maupun yang pahit, asam, ataupun pedas, karena dengan itu kita semakin dewasa dan bijaksana.

.

Ya Tuhan, semoga kami mampu mengungkapkan ketulusan hati kami lewat perkataan dan perbuatan yang baik dan benar, tidak sekadar demi menyenangkan hati orang semata. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil Lukas 6:39-42

Bacaan I: 1Kor. 9:16-19.22b-27; Mazmur: 84:3.4.5-6.12; R:2; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Petrus Klaver; B. Frederik Ozanam;

Pada suatu ketika, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2022, Bacaan Injil

Nemo dat quod non habet, aku tidak dapat memberi jika tidak memiliki-demikian kata pepatah Latin kuno. Benarkah demikian? Pernyataan tersebut ada benarnya. Kita perlu memiliki sesuatu terlebih dahulu jika hendak memberi kepada orang lain.

Kita tidak dapat menuntun orang lain kepada kebaikan jika kita sendiri tidak ‘memiliki’ kebaikan itu. Kita tidak akan sanggup menghantar orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik jika kita sendiri tidak pertama-tama berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Maka, tepatlah yang dikatakan Yesus, agar kita memperhatikan terlebih dahulu balok di mata kita sendiri sebelum mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah proses berkelanjutan.

Kita memang tidak pernah akan sempurna di dunia ini, namun proses yang dimulai dari pribadi kita itu sendiri sangat berarti. Pengalaman kita dapat menjadi sarana keselamatan bagi orang-orang di sekitar kita.

Mulai dari diri sendiri, itulah jalan untuk mengatasi kebutaan kita sendiri dan dengan begitu membuat kita mampu menuntun orang-orang yang masih dibutakan oleh berbagai macam hal.

.

Tuhan, semoga kami berani untuk memulai dari diri sendiri berbagai macam proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sambil berjalan mengatasi kebutaan sesama kami juga berkat pengalaman yang kami terima dari pada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page