Renungan Harian Hari Ini 18 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 10:1-9

Bacaan I: 2Tim. 4:10-17b; Mazmur: 145:10-11.12-13ab. 17-18; R:12; PEKAN BIASA XXIX (M) Pesta St. Lukas Pengarang Injil; 

Pada suatu hari, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.

Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kita sungguh diberkati jika kita mempunyai teman sejati yang menemani kita dalam masa yang sulit. Itulah yang dilakukan oleh Lukas terhadap Paulus. Ketika semua orang meninggalkan Paulus, hanya Lukas yang tinggal menemani Paulus.

Dalam dunia yang semakin banyak menawarkan hubungan artifisial, banyak orang, termasuk kita sendiri, berharap mempunyai teman sejati seperti Lukas. Daripada menunggu, bagaimana kalau kita berusaha menjadi teman sejati bagi orang lain? Dunia akan menjadi tempat yang lebih hangat dan ramah jika kita memulainya sekarang.

Para pewarta Injil, baik misionaris, katekis, guru agama, pastor, maupun relawan karitatif, membutuhkan teman sejati dalam melaksanakan tugas perutusan mereka. Pewartaan adalah urusan bersama. Itulah sebabnya Yesus mengutus para muridnya berdua-dua. Jika kita tidak dapat menjadi teman sejati mereka, kita dapat menjadi penyumbang dan pendoa mereka.

Kita juga dapat menceritakan kehidupan dan karya mereka kepada teman-teman kita, siapa tahu ada yang tergerak hatinya untuk membantu para pewarta Injil tersebut. Seturut dengan kemampuan kita, selalu ada cara bagaimana kita dapat ambil bagian dalam pewartaan Injil.

Mari kita berdoa bagi arwah pewarta Injil yang kita kenal:

.

Tuhan Yesus, terimalah jiwa pewarta Injil-Mu dalam damai-Mu dan semoga hidup dan karya mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:13-21

Bacaan I: Ef. 2:1-10; Mazmur: 100:2-5; R:3b; PEKAN BIASA XXIX Pw St. Ignatius dr Antiokhia, UskMrt (M); 

Sekali peristiwa, Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya:

“Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya, beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kita mengamini bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha kita, melainkan semata-mata rahmat. Ini keistimewaan iman kita. Kita tidak perlu membebani diri dengan segala macam ritual keagamaan bahkan menghukum atau mengorbankan diri dan sesama untuk mendapatkan pengampunan atau menghilangkan rasa bersalah.

Yesus sudah menebus dosa-dosa kita dengan kematian-Nya di kayu salib dan Ia akan senantiasa melimpahkan pengampunan, setiap kali kita bertobat. Dengan demikian, kita dapat melakukan kebaikan tanpa tekanan seperti mengumpulkan ganjaran dari Tuhan. Rahmat Tuhan memampukan kita untuk menghasilkan perbuatan baik, bukan sebaliknya.

Itu juga berarti bahwa kita dapat belajar, mencari nafkah, dan menikmati hasil jerih payah kita dengan tenang tanpa kekhawatiran. Tetapi ada satu catatan dari Yesus bahwa ketenangan tersebut dapat terusik karena ketamakan. Ketamakan membuat kita berpikir bahwa harta berlimpah dapat menyelamatkan jiwa kita. Cara berpikir demikian bukanlah cara berpikir orang yang sudah diselamatkan.

Orang yang diselamatkan tidak akan membebani dirinya bagaimana menyimpan kelimpahannya, tetapi kesenangannya adalah berbagi. Tuhan telah memberi kita dengan cuma-cuma, maka kita pun memberi dengan cuma-cuma. Itulah kebahagiaan orang yang telah diselamatkan.

.

Bapa, berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah dosa kami. Mampukan kami untuk berbagi dan mengampuni yang bersalah kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 18:1-8

Bacaan I: Kel. 17:8-13; Bacaan II: 2Tim 3:14-4:2; Mazmur: 121:1-2.3-4.5-6.7-8; R:2; O Pekan I-PEKAN BIASA XXIX (H) Hari Minggu Evangelisasi; St.Gerardus dr Mayella; Sta.Hedwiq; Sta.Margaretha Maria Alacoque; St.Gallus; 

Sekali peristiwa, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata:

Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”

Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kita tidak tahu kapan Tuhan memanggil kita dari dunia ini dan kemudian mengadili kita. Oleh sebab itu, kita perlu menyiapkan diri selagi ada waktu. Salah satu caranya adalah bertekun dalam doa. Dalam doa, kita menyadari kelemahan kita dalam menghadapi godaan, maka kita memohon supaya Tuhan mengampuni dosa-dosa kita.

Kita mengangkat tangan kepada Tuhan untuk menolong kita melawan kecenderungan dosa dalam diri kita sehingga kita boleh
keluar sebagai pemenang. Berdoa dengan tidak jemu-jemu dapat berarti berdoa lebih sering. Kita dapat mendoakan doa-doa pendek sepanjang hari.

Setiap kali kita memulai kegiatan: Tuhan, berkatilah kegiatan kami ini. Ketika kita mengakhiri satu kegiatan: Tuhan, terima kasih atas penyertaan-Mu. Atau ada rencana tidak murni atau jahat muncul dalam pikiran kita, hendaknya kita berdoa: Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini. Atau kita khilaf dalam perkataan dan perbuatan, kita mohon ampun: Tuhan, ampunilah aku.

Ketika kita berdoa, kita juga dapat memakai ayat-ayat Kitab Suci. Kita menggunakan kata-kata yang Tuhan ajarkan sendiri. Misalnya, ketika kita dalam perjalanan, bersama pemazmur kita berdoa: Tuhan akan menjagaku terhadap segala kecelakaan. Ia akan menjaga nyawaku (bdk. Mzm. 121:7). Itulah manfaat dari menghafal ayat-ayat Kitab Suci terutama kitab Mazmur.

.

Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya tetap bertekun dalam doa sampai Engkau datang kembali dan membawa kami masuk dalam kerajaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:8-12

Bacaan I: Ef. 1:15-23; Mazmur: 8:2-3a.4-7; R:7; PEKAN BIASA XXVIII Pw Sta. Teresia dr Avilla, PrwPujG. (P); 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.

Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kristus adalah kepala Gereja, dan Gereja adalah Tubuh-Nya. Ini meyakinkan kita bahwa meskipun Kristus telah diangkat dan dimuliakan di dalam surga, Ia tetap hadir di dunia dalam Gereja-Nya. Sebagai konsekuensinya, kita tetap boleh mengalami karya penebusan Kristus lewat pelayanan Gereja.

Berkat pelayanan sakramennya, kita tetap boleh mendapatkan santapan rohani Sabda dan Tubuh Kristus dan pengampunan dari Tuhan. Ketika kita sakit berat atau berusia lanjut, kita pun dikuatkan dan ditenangkan dengan Urapan Orang Sakit. Sungguh sebuah keberuntungan bagi kita yang telah menjadi anggota Gereja. Keberuntungan ini mendesak kita untuk mewartakan Kristus kepada sesama.

Kita bertumbuh dalam iman, ketika iman itu dibagikan. Iman memang dapat dibagikan lewat perbuatan. Akan tetapi, tidak pernah cukup hanya berbagi dengan sesama lewat perbuatan, misalnya, ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah sosial, karena hanya dengan itu kita berbagi terlalu sedikit. Kita perlu juga membagikan rahmat sakramen yang berlimpah itu.

Rahmat sakramen itu bukan hanya untuk kita, tetapi untuk semua orang. Kita tidak perlu malu atau takut menawarkannya kepada sesama. Kita perlu mengesampingkan perasaan seperti itu dan percaya bahwa Roh Kudus akan menolong kita menemukan kata-kata dan cara yang tepat untuk mewartakannya kepada sesama.

.

Ya Roh Kudus, mampukan kami untuk mewartakan Kristus dengan berani dan bijak di mana pun kami berada. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:1-7

Bacaan I: Ef. 1:11-14; Mazmur: 33:1-2.4-5.12-13; R:12b; PEKAN BIASA XXVIII (H) St. Kallistus I; St. Yohanes Ogilvie; B. Gontalo dr Lagos; 

Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Karena itu, apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Oktober 2022, Bacaan Injil

Semua manusia adalah milik Tuhan karena Tuhan-lah yang menciptakan mereka semua. Keberuntungan kita adalah Roh Kudus yang memampukan kita untuk mengakui bahwa kita adalah milik Tuhan. Sebagai milik Tuhan, Ia melengkapi kita dengan roh keberanian dan kebijaksanaan.

Maka, dari itu, kita perlu hidup sebagai orang yang sudah diurapi oleh Roh Kudus yaitu berlaku berani dan bijaksana. Kita tidak perlu takut menghidupi dan mewartakan iman kita di tengah dunia. Semakin banyak kita mengalami penolakan dan penderitaan karena iman kita, semakin kuat pula iman kita.

Hanya satu yang perlu kita takuti adalah Tuhan sendiri. Meskipun demikian, kita perlu juga bijaksana. Yesus tidak hanya mengajarkan kita untuk tidak takut tetapi juga untuk waspada. Kita perlu kreatif dalam menjalankan iman kita. Jika hak kita mendirikan rumah ibadah dipersulit, kita dapat beribadah dari rumah ke rumah.

Ada banyak jalan dalam mewartakan Kristus. Jika kita dilarang berbicara tentang Yesus, kita dapat menjadikan internet sebagai sarana penginjilan. Masih banyak contoh lain yang dapat kita sebutkan. Yang penting adalah sejauh kita bekerja untuk Tuhan, kita tidak perlu takut. Kita yakin Roh Kudus akan selalu menolong kita.

.

Ya Bapa, kobarkanlah jiwa kami dengan Roh Kudus-Mu, supaya kami berani bersaksi tentang Putra-Mu kepada setiap orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 11:47-54

Bacaan I: Ef. 1:1-10; Mazmur: 98 1.2-3ab 30d-4.5-6, R:2a; PEKAN BIASA XXVIII (H) St.Eduardus: Sta.Eustokia; B. Honoratus Kosminski; B. Aleksandrina Maria da Costa; 

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata: “Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.

Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah.

Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Oktober 2022, Bacaan Injil

Beberapa hari ke depan kita akan mendengarkan Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus. Paulus pertama-tama akan memperlihatkan keistimewaan kita sebagai orang Kristen, kemudian tanggung jawab kita yang mengalir dari keuntungan tersebut.

Salah satunya adalah bahwa Allah telah melimpahi kita segala kebijaksanaan yang akan menuntun kita kepada hidup yang baik. Kebijaksanaan itu dapat berarti pengetahuan, tetapi dapat juga berarti seseorang yaitu Yesus Kristus.

Dengan demikian, untuk menjadi bijak, kita perlu mendekatkan diri kepada-Nya dalam doa, mendengarkan Dia dalam Kitab Suci, dan berusaha hidup seturut teladan-Nya.

Masih banyak orang yang belum menerima bahkan menolak Yesus, Sang Kebijaksanaan. Mereka mempunyai hak untuk mendengar dan mengenal Yesus. Adalah tugas kita menawarkan Yesus kepada mereka lewat perkataan dan perbuatan kita.

Memang hidup kita tidak akan pernah sempurna, tetapi sekurang-kurang kita tidak menjadi batu sandungan bagi mereka. Jika kita terbukti menghalang-halangi orang lain memperoleh kebijaksanaan tersebut karena keteledoran kita, maka kita akan mempertanggungjawabkannya.

Mari kita berupaya dari hari ke hari menyelaraskan hidup kita dengan hidup Kristus, sehingga semakin banyak orang yang disentuh dan diubah oleh Yesus, Sang Kebijaksanaan.

.

Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau telah menghadirkan Yesus, Sang Kebijaksanaan-Mu di tengah-tengah kami. Semoga semakin banyak orang yang datang kepada-Nya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 11:42-46

Bacaan I: Gal. 5:18-25; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R: Yoh. 8:12; PEKAN BIASA XXVIII (H) St.Wilfridus; St.Serafinus dr Montegranaro; Maria Teresa Fasce; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda: “Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.

Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.

Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.” Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”

Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Oktober 2022, Bacaan Injil

Hukum tetap diperlukan untuk hidup bersama. Akan tetapi, mereka yang dibimbing oleh Roh, melampaui yang dituntut oleh hukum. Tidak ada hukum yang berlawanan dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut, dan penguasaan diri.

Dalam melaksanakan hukum, baik hukum masyarakat maupun gerejawi, jangan sampai kita sibuk dengan aturan-aturan kecil sehingga mengabaikan hukum yang lebih penting. Contohnya kita sibuk dengan aturan cara berpakaian yang pantas dan agamis, tetapi tidak peduli pada nasib TKI wanita.

Ini dapat dihindari sekiranya hidup kita sungguh dibimbing oleh Roh. Kadang kita mendapati hukum, baik yang dibuat oleh negara maupun agama, yang menciptakan budaya kematian di mana orang tidak menghargai hidup sesama dan dirinya sendiri.

Kita menjadi terbiasa menyaksikan aborsi, eutanasia, hukuman mati, bom bunuh diri, serangan terorisme, dan perang. Sebagai pengikut Kristus, tugas kita adalah memperlihatkan hidup yang dituntun oleh Roh Kudus itu.

Jika kita bertanggung jawab secara langsung atas hukum-hukum seperti itu, baiklah kita mengupayakan untuk penghapusannya. Hukum yang baik tentulah hukum yang melindungi hidup setiap individu dan masyarakat.

.

Tuhan Yesus, berikanlah kebijaksanaan kepada pemerintah dan anggota legislatif kami, supaya mereka membuat hukum yang baik bagi semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 11:37-41

Bacaan I: Gal 4:31b-5:6; Mazmur: 119:41.43.44.45.47.48; R:41a; PEKAN BIASA XXVIII (H) B. Elias a Succursu Nieves; 

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah la ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.

Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.

Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Oktober 2022, Bacaan Injil

Penampilan itu penting dalam berelasi dengan orang lain. Supaya kita dapat diterima dengan baik, kita berusaha berpakaian bersih dan rapi, bertutur kata yang santun, dan memperhatikan tata krama. Inilah tuntutan dunia jika kita hendak diterima oleh orang-orang sekitar kita.

Bagaimana dalam relasi kita dengan Tuhan? Ada bahaya bagi orang beriman ketika relasi dengan Tuhan hanya dilihat dari praktik lahiriah saja. Padahal relasi kita dengan Tuhan harus berangkat dari hati kemudian praktik keagamaan.

Yesus mengingatkan kita untuk tidak hanya memperhatikan bagian lahiriah dan melalaikan bagian batiniah. Yesus menawarkan satu petunjuk praktis yaitu bersedekah untuk membersihkan hati dari niat jahat.

“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Mat. 6:3). Sedekah yang tulus untuk membantu sesama tentunya akan membersihkan hati. Tetapi, sedekah untuk mencari pujian hanya akan mengotori hati.

Demikian juga dengan praktik keagamaan lainnya. Apakah praktik keagamaan kita berasal dari hati yang tulus? Jika kita melakukannya hanya demi pujian atau karena kebiasaan, maka sia-sialah kebebasan yang kita terima dari Kristus.

Kita berdoa, melakukan mati raga, dan beramal karena kita mencintai Tuhan yang lebih dahulu mencintai kita. Itulah kebebasan kita anak-anak Allah.

.

Tuhan Yesus, murnikanlah hati kami selalu. Semoga kami mampu memberi dengan tulus, tanpa cenderung untuk menglorifikasi diri kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 11:29-32

Bacaan I: Gal 4:22-24.26-27.31-5:1; Mazmur: 113:1-2.3-4.5a.6-7; R:2; PEKAN BIASA XXVIII (H) St.Daniel, dkk; St.Thomas dr Villanova; St.Gregorius Penerang; St.Paulinus dr York; 

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka.

Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya.

Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Oktober 2022, Bacaan Injil

Semakin kita membaca Injil semakin kita akrab dengan Yesus. Kita pelan-pelan diubahnya menjadi seperti Dia. Ia lebih dari Salomon sehingga la mampu membawa kita dari kebodohan kepada kebijaksanaan.

Ia lebih dari Yunus sehingga la mampu membawa kita dari ketegaran hati kepada pertobatan. Dengan demikian, suatu saat kita bersama Paulus mengatakan: Kristus telah memerdekakan kita. Itulah sukacita kita dan kita tidak ingin lagi tunduk di bawah perhambaan dosa.

Semoga hidup kita yang bebas dan penuh sukacita menjadi pewartaan yang melebihi pewartaan Yunus, supaya orang-orang di sekitar kita berkenan memikirkan untuk datang kepada Yesus juga. Orang akan menjadi takjub melihat kita yang tetap bersukacita, meskipun kita mengalami penderitaan, penghinaan, dan kesusahan.

Akhirnya, orang akan tahu bahwa sukacita itu berasal dari iman kita akan Yesus Kristus. Banyak juga saudara-saudari kita yang hidupnya masih jauh dari tuntutan Injil. Mungkin nasihat dan kesaksian sudah lebih dari cukup, tetapi yang mereka butuhkan adalah sentuhan kasih, keramahan, dan perhatian.

Yesus tidak hanya mewartakan tetapi juga mendengarkan. Sudahkah kita menjadi perpanjangan telinga Yesus untuk mendengar mereka yang bergumul dengan hidupnya? Boleh saja mereka akhirnya mengalami perubahan karena mereka telah didengarkan.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah kekuatan hidup kami. Semoga semakin banyak orang yang mau bertobat dan mau menjadi murid-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 17:11-19

Bacaan I: 2Raj. 5:14-17; Bacaan II: 2Tim. 2:8-13; Mazmur: 98:1.2-3ab.3cd-4; R:2b; O Pekan IV-PEKAN BIASA XXVIII (H) Abraham; St.Yoh. Leonardus; St.Louis Bertrand; St.Innocentius; St.Denis, Rustikus, dan Eleutrius; St. Dionisius; 

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.

Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Oktober 2022, Bacaan Injil

Seorang rahib didiagnosa menderita kanker. Ia tidak luput dari pertanyaan: bagaimana sikapnya terhadap penyakitnya tersebut? Apakah itu sebuah cobaan atau hukuman?

Ia melihatnya sebagai pesan dari Tuhan untuk memeriksa diri, bertobat, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika kita sakit, banyak dari antara kita datang kepada Tuhan memohon kesembuhan, karena hidup itu amat berharga. Ketika kita sembuh, sudah layak kita bersyukur kepada Tuhan.

Tetapi bagaimana jika situasi kita terus memburuk? Apakah kita juga dapat bersyukur kepada Tuhan? Supaya kita tetap bersyukur meskipun sakit berat, kita perlu melihat penyakit sebagai sarana pemurnian diri. Kesetiaan kita kepada Tuhan dalam doa membuat hati kita tetap tenang dan penuh harapan.

Selain kesembuhan fisik, kita juga perlu memohon ketabahan dan kebijaksanaan dalam menghadapi penyakit yang tidak tersembuhkan. Kita berdoa untuk kesembuhan dari borok rohani akibat dosa-dosa kita. Inilah yang patut kita syukuri.

Penyakit tidak hanya mendekatkan kita kepada Tuhan tetapi juga kepada sesama. Lagi, tidak hanya yang sehat dapat membantu yang sakit, tetapi juga yang sakit dapat melakukan sesuatu bagi sesama yang sakit, misalnya saling mendoakan.

Mari kita mengingat dan mendoakan mereka.

.

Tuhan Yesus, sembuhkanlah saudara kami yang sedang sakit. Sembuhkanlah kamijuga dari penyakit dosa. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page