Renungan Harian Hari Ini 28 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 6:12-19

Bacaan I: Ef. 2: 19-22; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; PEKAN BIASA XXX Pesta St. Simon & Yudas, Rasul (M); 

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman la berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,

Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu la turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Oktober 2022, Bacaan Injil

Meskipun tidak diceritakan banyak oleh Kitab Suci, Simon orang Zelot dan Yudas anak Yakobus telah menjalankan apa yang diperintahkan Yesus, yaitu diutus untuk mengajar orang lain tentang kasih Tuhan dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Tugas perutusan tersebut kemudian dilanjutkan oleh orang lain termasuk mereka yang sebagian besar namanya tidak pernah disebut dalam catatan sejarah.

Ketidaktenaran mereka membantu kita untuk memahami bahwa setiap orang Kristen dipanggil menjadi pewarta Injil. Lewat pembaptisan, kita telah menjadi anggota keluarga Allah. Sebagai anggota, kita mempunyai hak dan kewajiban. Kita berhak mendapatkan asupan kasih Tuhan untuk bertumbuh dalam Roh. Kewajiban kita adalah membagikan kasih Tuhan itu.

Kasih Tuhan tidak hanya seputar materi dan keahlian, tetapi juga iman. Jika kita hanya berbagi materi dan keahlian, kita memberi terlalu sedikit. Kita juga perlu berbagi iman. Iman itu diperteguh manakala dia diberikan kepada orang lain. Tetapi, bagaimana berbagi iman dalam masyarakat yang beragam agama? Kita dapat dituduh kristenisasi atau oselitisme.

Dalam situasi ini, salah satu cara yang baik adalah siap sedia menjawab pertanyaan dari pemeluk agama lain tentang iman kita. Kegiatan ini disebut berapologi. Akan ada saatnya orang bertanya tentang iman kita. Siapkah kita menjawab mereka?

.

Tuhan Yesus, semoga nama-Mu diwartakan dan dimuliakan di seluruh bumi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 13:31-35

Bacaan I: Ef. 6:10-20; Mazmur: 144:1.2.9-10; R:1a; PEKAN BIASA XXX (H) St. Frumensius; 

Pada waktu itu, datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Oktober 2022, Bacaan Injil

Bukan rencana jahat Herodes yang menentukan perjalanan Yesus, melainkan kehendak Bapa-Nya. Yesus harus taat kepada kehendak Bapa-Nya, supaya manusia boleh memperoleh keselamatan yang Bapa-Nya telah rencanakan dari sejak awal mula.

Penolakan dan kekecewaan menunggu di Yerusalem, tetapi ini pun tidak membuat-Nya takut. Yesus memercayakan diri-Nya kepada Bapa seutuhnya, sampai la dimuliakan. Yesus melakukan ini supaya kita boleh datang kepada-Nya untuk memohon bantuan-Nya, ketika kita takut, kecewa, dan menderita, karena la telah mengalaminya sehingga la mampu menolong kita.

Sungguh ini sebuah kabar sukacita yang perlu diberitakan ke semua orang. Karena kita telah mengenakan Kristus, kita perlu percaya bahwa kita akan mampu menghadapi segala cobaan dan kejahatan. Dalam Kristus, kita telah menerima segala perlengkapan yang kita butuhkan terutama untuk mewartakan Injil.

Lantas apakah yang diharapkan dari kita? Kerelaan hati dan doa. Mari kita mengingat mereka yang memberikan seluruh hidup mereka demi pemberitaan Injil. Lewat doa dan persembahan kasih kita kepada mereka, kita ikut ambil bagian dalam pewartaan Injil.

.

Tuhan Yesus, semoga nama-Mu semakin dikenal di seluruh muka bumi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 13:22-30

Bacaan I: Ef. 6:1-9; Mazmur: 145:10-11.12-13ab.13cd-14; R:13c; PEKAN BIASA XXX (H) St.Lucianus dan Marcianus; 

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.

Tetapi la akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.

Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Oktober 2022, Bacaan Injil

Ketaatan adalah sesuatu yang langka di zaman kita sekarang ini. Kemarin kita diajak untuk saling mencintai dan menghormati. Sepertinya itu mudah daripada menjadi orang yang taat.

Kita tahu apa artinya taat, karena ketika kita masih muda, kita taat kepada orang tua; sebagai bawahan, kita taat kepada pemimpin; sebagai rakyat kita taat kepada pemerintah; dan sebagai umat kita taat kepada pemimpin Gereja kita. Ketaatan kita terhadap orang lain membantu kita taat kepada Tuhan.

Meskipun demikian, kita perlu berhati-hati, sebab ada orang yang memakai nama Tuhan untuk mendapatkan ketaatan buta dari orang lain untuk melakukan kejahatan. Kita perlu membedakan mana yang sungguh kehendak Tuhan dan mana kehendak manusia. Aturannya sederhana. Jika seseorang mengajak kita untuk melakukan kejahatan terhadap sesama, itu bukan kehendak Tuhan.

Di keluarga, masyarakat, atau tempat kerja, kita perlu menolak wacana kebencian yang mengatasnamakan Tuhan, dan lebih banyak membicarakan kebaikan Tuhan bagi semua orang tanpa kecuali. Membiarkan ujaran kebencian dan diam terhadap kejahatan berarti kita setuju.

Ketaatan buta membahayakan. Ketaatan yang Tuhan inginkan adalah ketaatan seorang anak yang mencintai Bapanya. Sebagai pengikut Yesus, ketaatan seperti inilah yang kita perlu tunjukkan kepada yang lain.

.

Tuhan Yesus, semoga kami taat seperti Engkau taat meskipun harus menderita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 13:18-21

Bacaan I: Ef. 5:21-33; Mazmur: 128:1-5; R:1a; PEKAN BIASA XXX (H) Sta.Margaretha; St.Gaudensius; St. Krisantus dan Daria;

Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda: “Seumpama apakah Aku akan mengumpamakannya? la seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Oktober 2022, Bacaan Injil

Ada banyak ungkapan tentang hubungan Gereja dengan Kristus dan kerajaan-Nya. Gereja adalah benih dan awal mula dari Kerajaan Allah. Gereja adalah mempelai dari Kristus Sang Raja. Gereja adalah Tubuh Kristus yang adalah kepalanya. Maka, dari itu, kita sebagai anggota-anggota Gereja perlu sehati sepikiran dengan Kristus.

Kita diharapkan saling memperhatikan seperti Kristus memperhatikan Gereja-Nya. Rasul Paulus memberikan kita contoh konkret yaitu suami dan istri perlu saling menghormati dan mencintai. Sikap demikianlah yang hendaknya kita miliki terhadap yang lain. Kita tentu ingat bagaimana Gereja Perdana berkembang.

Mereka hidup sehati sejiwa dan Tuhan menambahkan jumlah mereka. Semua diundang masuk ke dalamnya untuk menikmati segala kebaikan Tuhan dan untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan. Semoga semakin banyak orang yang tertarik sehingga Gereja berkembang.

Memang Tuhanlah yang memberi pertumbuhan pada Gereja-Nya dan yang membangun kerajaan-Nya. Tetapi, kita perlu memperhatikan cara hidup kita supaya kita tidak menjadi batu sandungan atau penghalang sehingga orang tidak mau ikut ambil bagian dalam Gereja. 

.

Tuhan Yesus, semoga kami, anggota Gereja-Mu, saling memperhatikan terutama yang kecil dan lemah di antara kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 13:10-17

Bacaan I: Ef. 4:32-5:8; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R: Ef 5:1; PEKAN BIASA XXX (H) St.Antonius Maria Claret; Aloysius Guanella 

Pada suatu kali, Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” 

Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” 

Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” 

Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Oktober 2022, Bacaan Injil

Selalu ada orang yang mengatasnamakan agama untuk tidak melakukan kebaikan, seperti tidak boleh mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain. Contoh lainnya adalah ada aturan yang sengaja dibuat untuk membatasi hak golongan agama tertentu. 

Dalam menghadapi kenyataan seperti itu, sembari mencari keadilan, kita sebagai murid Yesus tetap bersikap ramah, memahami, dan berbelas kasih. Kita perlu mengutamakan kasih, karena Kristus telah mengasihi kita lebih dahulu. Kita patut bersyukur bahwa Yesus telah membebaskan kita dari praktik-praktik keagamaan yang mendahulukan aturan daripada kasih.

Kita juga sudah diajar untuk membalas kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:21). Semoga cara berpikir dan bertindak kita sebagai murid Kristus menjadi terang bagi sesama, sehingga Tuhan semakin dimuliakan. Akan tetapi, kita perlu mawas diri, karena kita dapat jatuh dalam tingkah laku yang dikecam Yesus atau Rasul Paulus.

Memeriksa batin sebelum pergi tidur adalah kebiasaan baik. Apakah mulut kita sepanjang hari penuh dengan perkataan kotor atau ucapan syukur? Apakah kita sibuk memperhatikan kesalahan atau kebutuhan orang lain? Apakah kita menginginkan yang baik atau jahat terhadap seseorang?

.

Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk selalu bersyukur kepada-Mu dan mengucapkan terima kasih kepada sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 18:9-14

Bacaan I: Sir. 35:12-14.16-18; Bacaan II: 2Tim. 4:6-8.16-18; Mazmur: 34:2-3.17-18.19.23; R:7a; O PEKAN II-PEKAN BIASA XXX (H) St. Yohanes Kapestrano; Para Suster Ursulin dr Valenciennes; 

Sekali peristiwa, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini:

Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kerendahan hati adalah dasar doa. Oleh sebab itu, praktik pemeriksaan batin di setiap awal ibadat Katolik bukanlah tanpa tujuan. Gereja mau mengajar kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Kita diajak menyadari ketidaklayakan kita lewat pengakuan kita bahwa kita telah berdosa dengan perkataan, perbuatan, pikiran, dan kelalaian.

Kita datang memohon pengampunan dari Tuhan. Semoga pengampunan yang kita terima memampukan kita untuk mengampuni sesama. Dengan demikian, kita pulang ke rumah sebagai orang yang bebas dari dosa dan mengampuni tanpa syarat.

Kerendahan hati dapat juga dicapai dengan menyadari bahwa kita adalah pengemis di hadapan Tuhan. Ini kita tunjukkan dengan selalu memohon sesuatu kepada-Nya. Apakah kita telah meminta sesuatu kepada Tuhan dalam doa kita? Kebiasaan memohon kepada Tuhan membantu kita menjadi tergantung pada Dia. Kita membutuhkan Tuhan.

Betapa membahagiakan ketika Tuhan mengindahkan doa kita. Perasaan bahagia seperti itulah yang dirasakan oleh saudara-saudari kita yang miskin, ketika mereka menerima uluran kasih dari sesamanya. Marilah kita bertekun dalam doa, tidak putus asa memohon supaya Tuhan menjaga kita dari yang jahat, dan tekun menantikan kedatangan-Nya kembali.

.

Tuhan Yesus, ampunilah kami orang berdosa ini, karena kami telah menuduh yang lain sombong dan kami merasa lebih rendah hati daripada orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 13:1-9

Bacaan I: Ef. 4:7-16; Mazmur: 122:1-2.3-4a.4b-5; R:1; PEKAN BIASA XXIX (H) St.Yohanes Paulus II; Sta.Salome; St.Nunila, dan Alodia; St.Filipos, St.Hermes, dan St.Severus; 

Pada waktu itu, datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Oktober 2022, Bacaan Injil

 

Kemarin, kita diajak membangun kesatuan dengan saudara-saudari dari Gereja Kristen lainnya; sedangkan pada hari ini, kita diajak bertumbuh dewasa dalam iman, bukan sendiri-sendiri melainkan bersama-sama. Salah satu mentalitas yang dapat membuat murid Yesus terombang-ambing pada zaman sekarang ini adalah persaingan diri.

Alih-alih mengarahkan hidup pada sesuatu yang lebih penting, kita berlomba-lomba menunjukkan diri bahwa kitalah yang paling baik. Sikap merendahkan yang lain dan meninggikan diri karena merasa lebih baik dari yang lain tidak membantu dalam membangun kesatuan dengan yang lain.

Yesus menunjukkan ke mana pandangan kita harus diarahkan. Kita sering kali melihat diri lebih baik atau beruntung dari yang lain. Lewat perumpamaan pohon ara, Tuhan menuntut kita tidak sekadar hidup, tidak sekadar bertumbuh, tetapi menghasilkan buah. Hal ini berarti kita tidak dituntut sekadar lebih baik dari yang lain, tetapi bertobat.

Jika kita tidak bertobat, maka kita akan binasa bersama mereka yang kita anggap kurang baik dan benar dari kita. Setiap hari yang Tuhan berikan adalah kesempatan untuk bertobat, sehingga dari hari ke hari kita bertumbuh dewasa dalam iman akan Yesus, Guru kehidupan kita.

Semakin kita bertobat, semakin kita bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Jika ketiganya berkembang dalam diri kita dan kelompok kita, niscaya kesatuan akan semakin nyata.

.

Tuhan Yesus, mampukanlah kami bertobat hari ini dan sepanjang hayat kami dikandung badan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:54-59

Bacaan I: Ef. 4:1-6; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R:6; PEKAN BIASA XXIX (H) St.Hilarion dr Gaza; Sta.Ursula dkk; 

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Oktober 2022, Bacaan Injil

Beberapa hari ke depan kita diajak oleh Rasul Paulus untuk seturut panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kali ini, kita dipanggil untuk memelihara kesatuan di antara sesama Kristen.

Meskipun dengan saudara-saudari Protestan, kita berbeda dalam beribadat, mengerti Kitab Suci, rumusan doktrinal, berorganisasi, dan tradisi, namun kita tetaplah mempunyai satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Bapa.

Apakah kita pernah berpikir untuk bekerja sama, saling membantu, atau saling memperkaya, misalnya, dalam pendalaman Kitab Suci atau karya seni kristiani? Dari pada saling mencurigai dan mengejek, lebih baik kita saling memahami dan menginginkan yang baik. Kita perlu mewujudkan harapan Yesus, “supaya mereka menjadi satu” (Yoh 17:11).

Mari kita berdamai dengan saudara-saudari kita dari gereja lain sebelum hari penghakiman tiba. Bukan uniformitas yang kita cari, melainkan kebenaran dalam perbedaan. Konkretnya, apa yang dapat kita lakukan dalam menciptakan kesatuan?

Kita berhenti menjelek-jelekkan mereka, menjawab keberatan mereka dengan santun atas iman Katolik, mencontoh semangat mereka dalam hal belajar Kitab Suci, menawarkan keindahan dan kebenaran iman Katolik, dan yang lebih penting lagi, berdoa untuk kesatuan umat Kristen.

.

Tuhan Yesus, semoga pada hari penghakiman, kami bebas dari kelalaian berdamai dengan saudara-saudari Kristen yang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:49-53

Bacaan I: Ef. 3:14-21; Mazmur: 33:1-2.4-5.11-12.18-19; R:5b; PEKAN BIASA XXIX (H) Sta.Maria Bertilla Boscardin; Sta.Magdalena dr Nagasaki; St.Irene dr Portugal, St.Maria-Theresia Soubiran;

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi?

Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Oktober 2022, Bacaan Injil

Seperti Rasul Paulus, kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa ketika kita berada dalam cinta Kristus. Ia mampu membakar semangat Paulus untuk mewartakan Injil dari satu kota ke kota lain tanpa kenal lelah dan ia tidak takut menghadapi mara bahaya dan ancaman manusia. Bahkan dari penjara pun ia masih melayani lewat surat-suratnya.

Namun, kita perlu memahami bahwa cinta Kristus itu seperti api yang memurnikan, sehingga kadang kita menjadi gelisah. Ia menyebabkan kita bergumul dengan pertanyaan tentang kehendak Tuhan. Kadang Ia menyebabkan kita membuat keputusan yang membawa pertentangan dengan sesama bahkan anggota keluarga kita.

Dalam situasi seperti ini, benarlah perkataan Yesus bahwa Ia tidak datang membawa damai. Bagaimanakah kita mengerti perkataan seperti itu? Janganlah kita menginginkan rasa damai sementara yang ditawarkan oleh dunia, tetapi mengharapkan damai abadi yang akan diterima bagi murid Kristus yang setia.

Marilah kita tetap mencintai Kristus dan mencintai mereka yang melawan kita, sehingga kita layak disebut murid-murid Kristus. Kita percaya cinta Kristus akan memampukan kita melewati pergumulan dan pertentangan yang kita hadapi di dunia ini. Lihatlah mereka yang sedang dimabuk cinta, semua tantangan mampu mereka lalui. Bagi mereka yang mencintai, tidak ada yang sulit.

.

Yesus, kuatkan pundak kami, sehingga kami mampu memanggul salib dalam peziarahan hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 12:39-48

Bacaan I: Ef. 3:2-12; Mazmur: Yes. 12:2-3.4bcd.5-6; R:3; PEKAN BIASA XXIX (H) St. Paulus dr Salib; St. Petrus dr Alkantara; St. Yohanes de Brebeuf dan Isaac Jogues; 

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus murid-murid-Nya: “Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”

Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?” Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:

Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. 

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Oktober 2022, Bacaan Injil

Kita diingatkan oleh Yesus bahwa barang siapa diberi banyak, maka banyak pula yang dituntut dari padanya. Semakin banyak keistimewaan yang kita miliki, maka semakin banyak pula tanggung jawab kita. Hari ini, Rasul Paulus menunjukkan satu lagi keistimewaan sebagai orang Kristen, yaitu kita telah menjadi ahli waris. Kristus telah menjadikan kita anak-anak Allah.

Relasi kita dengan Tuhan bukan lagi relasi hamba dan tuan, tetapi relasi orang tua dan anak. Menjadi pertanyaan: apakah kita bertingkah laku sebagai anak atau hamba di hadapan Tuhan? Ketaatan seorang hamba berdasarkan pada rasa takut akan hukuman seperti yang kita baca dalam bacaan Injil hari ini.

Jika ia taat, maka ia akan diberi tanggung jawab yang besar yaitu menjadi pengawas segala milik tuannya. Tetapi jika ia tidak taat, maka ia akan dihukum. Sebagai anak-anak Allah, tanggung jawab kita lebih besar lagi daripada seorang hamba yang taat. Bapa memberi kita peluang untuk tumbuh semakin dewasa.

Kita diharapkan semakin bebas melakukan kebaikan, semakin kreatif mengembangkan bakat, serta semakin peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup. Kita melakukan semuanya dengan sukacita, karena Bapa mencintai kita dan kita pun mencintai Dia. Jika kita lalai, mungkin kita tidak lagi memikirkan hukuman, tetapi kita akan sedih karena telah menyakiti hati Bapa.

.

Bapa, semoga kami semakin menyadari betapa besar cinta-Mu kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page