Renungan Harian Hari Ini 7 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 November 2022, Bacaan Injil Lukas 17:1-6

Bacaan I: Tit. 1:1-9; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R:6; PEKAN BIASA XXXII (H) St. Willibrordus; B. Maria Assumta Pallota; St. Ernestus; St. Herkulanus; B. Gratia dr Kotar; 

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 November 2022, Bacaan Injil

Beberapa waktu yang lalu muncul orang-orang yang menyebut dirinya pemuka agama/pengajar agama, tetapi pekerjaannya tidak lebih hanya menjelek-jelekkan agama lain. Inilah model pemimpin agama yang ‘menyesatkan’, karena bukannya mengajak umat untuk saling menghargai, saling mengasihi dan saling mengampuni, tetapi sebaliknya dia berlaku seperti ‘kompor’ yang siap memanas-manasi umatnya untuk membenci penganut agama lain. Jelas ini bertolak belakang dengan hakikat agama mana pun.

Paulus melalui pesannya kepada Titus, mengingatkan kita untuk benar-benar memilih para penatua (pemuka agama) dengan kriteria/syarat yang ketat, yaitu orang-orang tak bercacat, yang hanya mempunyai satu istri, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah melainkan suka memberikan tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, dll.

Paulus menekankan hal ini dengan sangat keras, karena seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan dan panutan. Maka, menjadi sangat memprihatinkan dan sangat miris, kalau sekarang ini ditemukan banyak para pembicara/pengajar agama yang hari-hari hanya menjelekkan agama lain. Kita bisa menilai kualitas mereka seperti apa dan mau dibawa ke mana umat mereka? Nurani kita bisa menilai hal itu.

Dalam bacaan Injil, Yesus menegaskan kembali bahwa kita semua tanpa terkecuali dipanggil untuk menjadi seorang pribadi yang hidupnya tidak menyesatkan orang lain terutama yang lemah, melainkan menjadi berkat bagi sesama. Maka, jika ada saudara kita yang salah, tegurlah dia, jika dia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan, jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau 7 kali sehari dan 7 kali ia kembali kepadamu dan berkata, “Aku menyesal,” engkau harus mengampuni dia. Apakah kita siap mengampuni sesama?

.

Ya Allah, bentuklah kami menjadi pribadi yang bijak, yang siap menjadi berkat bagi sesama tanpa memandang SARA. Dengan demikian, hidup kami menjadi sumber sukacita di mana pun kami berada. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 6 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 November 2022, Bacaan Injil Lukas 20:27-38

Bacaan I: 2Mak. 7:1-2.9-14; Mazmur: 17:1.5-6.8b.15; R:15b; Bacaan II: 2Tes, 2:16-3:5; O PEKAN IV PEKAN BIASA XXXII (H) St. Nuno Pereira; St. Leonardus dr Noblac; 

Sekali peristiwa, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.

Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya. pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 November 2022, Bacaan Injil

Banyak orang yang mempunyai pandangan yang berbeda tentang kebangkitan. Kita, orang Katolik, dalam Syahadat Para Rasul terungkap iman kita akan kebangkitan: “Aku percaya akan kebangkitan badan.” Iman ini berlandaskan pada kebangkitan Yesus sendiri. Maka, iman kita ada karena ada kebangkitan, dan dengan adanya kebangkitan badan, kita percaya adanya kehidupan kekal.

Karena adanya kehidupan kekal, maka ajaran tentang hidup surgawi semakin relevan dengan iman kita. Bacaan pertama dari Kitab kedua Makabe, dengan sangat gamblang menceritakan tentang iman akan kebangkitan yang dihayati oleh seorang ibu dan ketujuh anaknya.

Keyakinan akan kebangkitan membuat mereka kuat dan berani menghadapi penganiayaan, bahkan ketika nyawa mereka harus dikorbankan; mereka dengan sukacita menghadapinya. Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan jemaat Tesalonika supaya jangan sampai tercemar oleh ajaran sesat.

Paulus meminta mereka memegang teguh kebenaran iman akan Kristus yang bangkit. Dan dalam Injil, Yesus menegaskan kembali soal situasi surgawi di mana orang mengalami kebangkitan dan hidup dalam kebahagiaan kekal di surga, kata-Nya: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah karena mereka telah dibangkitkan” (Luk. 20: 34-36). Bagaimana dengan kita? Semoga iman kita akan kebangkitan Yesus memotivasi kita untuk menjadi murid-murid yang setia dan berani bersaksi di tengah dunia. Kita semua adalah saksi kebangkitan.

.

Ya Allah, jadikanlah kami saksi Yesus yang bangkit dalam hidup sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 November 2022, Bacaan Injil Lukas 16:9-15

Bacaan I: Flp. 4:10-19; Mazmur: 112:1-2.5-6.8a.9, R:1a; PEKAN BIASA XXXI (H) Sta. Elizabeth dan St. Zakharias; B. Fransiska Amboisa; B. Guido M. Conforti; 

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.

Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu la berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 November 2022, Bacaan Injil

Rasul Paulus mensyukuri atas pertumbuhan iman orang-orang Filipi yang mau mengambil bagian berani mengungkapkan kalimat ini: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13), karena Paulus sudah merasakan peran serta umat Filipi dalam kerasulannya.

Tuhan telah menggerakkan umat Filipi untuk terlibat dalam kerasulannya (termasuk kiriman bantuan). Ketulusan dan kesetiaan umat Filipi meneguhkan semangat Paulus untuk ber-kanjang dalam kerasulannya. Hal yang sama ditegaskan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Ia mengajak kita semua untuk menjadi pribadi yang setia dalam segala perkara.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Luk. 16:10). Melibatkan dan mengandalkan Tuhan menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang mau bertumbuh menjadi pribadi yang setia dan benar (jujur).

Ini berarti, kita semua mempunyai peluang yang sama untuk bisa menjadi pribadi yang berkenan di mata Allah, kita semua bisa dan mampu menjadi orang yang setia dan benar. Hanya, apakah kita mau atau tidak?

.

Ya Allah, kuatkanlah kehendak kami untuk selalu mengandalkan Engkau dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 November 2022, Bacaan Injil Lukas 16:1-8

Bacaan I: Flp. 3:17-4:1; Mazmur: 122:1-2.3-4a.4b-5; R:1; PEKAN BIASA XXXI Pw St. Karolus Boromeus, Usk. (P); St. Emerik; 

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya. daripada anak-anak terang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 November 2022, Bacaan Injil

Kalau kita mengamati situasi saat ini, begitu banyak orang yang jatuh dalam sikap intoleransi: mereka merasa paling benar sendiri dengan ajaran agamanya dan merasa punya hak untuk menghakimi agama lain. Atau dengan kata lain: semakin banyak orang yang terjerumus dalam pendangkalan iman dengan menitikberatkan sisi luar/artifisial agamanya (menitikberatkan ritus-
ritus lahiriah) dan melupakan sisi hakiki dari hidup beriman.

Akibatnya, orang jatuh pada aturan dan sisi liturgis dan melupakan sisi spiritual dan rohani. Orang beragama kemudian cenderung menjadi orang-orang Farisi modern. Kecenderungan ini menimpa semua agama tanpa terkecuali. Bagaimana jika para pengikut Kristus menghadapi hal seperti ini?

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi menasihati kita: “Banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka adalah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi…. Karena itu saudara-saudara yang kukasihi… berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih” (Flp. 3:18-4:1).

Berhadapan dengan orang-orang yang fanatik naif, Paulus mengajak kita untuk tetap “berdiri teguh dalam Tuhan”, artinya kita setia dengan ajaran Kristus: kasih/cinta mengatasi segalanya. Justru orang-orang yang intoleran terhadap kita patut untuk kita doakan dan kita cintai.

Hanya, kita diingatkan dalam Injil hari ini: kita mesti menjadi pribadi yang cerdik menghadapi dunia ini: “Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang” (Luk. 16:8).

.

Ya Allah, semoga iman kami semakin hari semakin bertumbuh menjadi berkat bagi sesama dan masyarakat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 November 2022, Bacaan Injil Lukas 15:1-10

Bacaan I: Flp. 3:3-8a; Mazmur: 105:2-3.4-5.6-7; R:3b; PEKAN BIASA XXXI (H) St. Martinus de Porrez; St. Hubertus; B. Pius Campidelli; B. Rupert Mayert; 

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “la menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu la mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sambilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka:

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 November 2022, Bacaan Injil

Dalam sejarah Gereja Katolik, kita menjumpai begitu banyak orang suci yang masa lalunya jauh dari Tuhan, misalnya St. Agustinus dari Hippo. la menjadi salah satu model pertobatan, seseorang yang mampu menjadi tokoh reformis bagi Gereja Katolik. Dalam Injil hari ini, pesan pertobatan begitu kuat:

“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Luk. 15:7). Dalam proses rekrutmen para murid, Yesus juga tidak mencari orang-orang “suci & benar”.

Justru orang-orang yang sederhana dan “berdosa” yang dipilih-Nya. Demikian juga ketika Yesus memilih Paulus untuk menjadi rasul-Nya. Bahkan, Paulus sebelum pertobatannya adalah seorang “teroris” bagi para murid Yesus. Ia adalah seorang “monster” yang siap menangkap, menganiaya, bahkan membunuh para murid Yesus.

Tetapi semenjak pertobatannya, Paulus menjadi sosok “terhormat” yang siap menjadi pelayan bagi sesama. Paulus mengatakan, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus. Tuhanku lebih mulia daripada semuanya” (Flp. 3:7-8).

Pertobatan Paulus menjadi berkat untuk Gereja dan dunia. Bagaimana dengan kita saat ini? Yesus dan Gereja menantikan pertobatan kita masing-masing.

.

Ya Allah, berikanlah keberanian dalam diri kami masing-masing untuk bertobat dan singkirkanlah kecenderungan kami untuk mengubah orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 November 2022, Bacaan Injil Lukas 23:33; 39-43

Bacaan I: 2Kor. 4:14-5:1; Mazmur: 103:8.10.13-14.15-16.17-18; Bacaan II : Rm. 8:31b-35.37-39; PEKAN BIASA XXXI HARI RAYA PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (U/T); 

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 November 2022, Bacaan Injil

Setiap 2 November, Gereja Katolik merayakan peringatan arwah semua orang beriman. Gereja meyakini bahwa tidak semua yang meninggal langsung menuju ke surga, melainkan mereka masih ada yang berjuang di api penyucian, yang membutuhkan doa-doa kita. Kita percaya bahwa Tuhan menyediakan tempat bagi kita semua.

Dalam 2 Kor. 5:1 dikatakan: “karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal…” Tetapi untuk memperoleh tempat itu, kita perlu berjuang.

Demikianlah para arwah orang beriman juga berjuang untuk memperoleh tempat yang dijanjikan Allah, dan kitalah yang masih hidup ini harus membantu mereka untuk memperoleh anugerah kehidupan kekal. Yesus pun menjanjikan tempat untuk kita semua. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk. 23:43);

“Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal” (Yoh. 14:1-2). Tempat tinggal di surga diperuntukkan bagi semua orang beriman. Maka, dengan peringatan arwah semua orang beriman ini, mari kita tak henti-hentinya mendoakan mereka agar mereka mendapatkan pengampunan dan kerahiman Allah, sehingga mereka berbahagia dalam kehidupan kekal.

Bagi kita yang masih hidup, mari kita mengisi lembaran hidup kita dengan hal-hal yang bermutu, sehingga hidup kita menjadi persiapan nyata untuk kehidupan kita di surga kelak.

.

Ya Allah, semoga arwah orang beriman memperoleh kerahiman dan pengampunan-Mu, sehingga mereka boleh berbahagia dalam kehidupan surgawi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 November 2022, Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Bacaan I: Why. 7:2-4.9-14; Mazmur: 24:1-23-4ab.5-6: R:6; Bacaan II: 1Yoh. 3:1-3; PEKAN BIASA XXXI HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS (P); 

Sekali peristiwa, ketika Yesus melihat orang banyak datang, naiklah la ke atas bukit dan setelah la duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka, Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita bersama Gereja Universal merayakan Semua Orang Kudus. Seorang dikategorikan kudus bukan dari penampilan fisik, tingkat kepopuleran, dan harta yang dimilikinya melainkan dari kebahagiaannya dalam menghadapi setiap realitas hidup.  Kitab Wahyu dengan sangat indah menggambarkan orang-orang yang menghuni surga: 

“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Why. 7:14). Itulah orang-orang yang berbahagia, itulah orang-orang kudus.

Dalam bacaan kedua, St. Yohanes menegaskan: “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikurniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1Yoh. 3:1). Siapa anak-anak Allah itu? Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1Yoh. 3:3).

Menjadi orang suci berarti menjadi orang yang mampu menjadi pembawa sukacita bagi sesama. Maka, ketika orang mampu menjadi pembawa sukacita bagi orang lain, dialah orang suci. Dan Yesus adalah orang suci, karena Dia membawa sukacita bagi orang lain. Dialah kabar sukacita. Dialah INJIL yang hidup.

Bacaan Injil hari ini menegaskan, “Berbahagialah mereka yang…. karena merekalah empunya Kerajaan Surga. Siapa yang empunya Kerajaan Surga? Merekalah orang-orang yang berbahagia, merekalah orang-orang Kudus. Maka, setiap orang Kristen/Katolik yang menyatakan dirinya sebagai pengikut Yesus dipanggil untuk menjadi kudus, menjadi orang suci, menjadi orang yang mampu membawa sukacita dan kebahagiaan bagi sesamanya.

.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang kudus-Mu yang siap berbagi sukacita dan kebahagiaan hidup kepada sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 14:12-14

Bacaan I: Flp. 2:1-4; Mazmur: 131:1.2.3; PEKAN BIASA XXXI (H) St. Alfonsus Rodriques; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Oktober 2022, Bacaan Injil

Ada banyak nasihat tentang bagaimana mempertahankan hidup bersama, baik dalam perkawinan, keluarga, paroki, maupun masyarakat. Agar persatuan demikian tetap terjaga, maka Kristus menasihati kita untuk rendah hati terhadap satu dengan yang lain. Kerendahan hati memungkinkan kita untuk melihat diri kita dalam kondisi yang benar sebagai makhluk Tuhan dan untuk melihat sesama sebagai makhluk yang sama-sama layak dihormati.

Kita bertengkar bahkan berkelahi dan akhirnya terpecah belah, karena kita lebih mementingkan pendapat dan kepentingan kita daripada keprihatinan dan kebaikan bersama. Banyak hubungan yang retak dapat diperbaiki, karena ada satu pihak yang berani mengakui kesalahan dan minta maaf. Apakah pihak itu adalah kita?

Kristus tidak hanya mengajak kita untuk rendah hati terhadap sesama, tetapi juga menjadi sesama bagi mereka yang rendah. Tidak hanya memberi bantuan kepada orang miskin, menolong yang menderita, atau memperjuangkan hak mereka yang tersingkirkan, tetapi kita perlu melangkah lebih jauh lagi, yaitu mengundang mereka untuk ambil bagian dalam kelompok dan hidup kita.

Ini tentunya membutuhkan kerendahan hati untuk menyesuaikan diri terhadap yang lain. Kita berbuat demikian untuk mengantisipasi kebahagiaan perjamuan surgawi di mana kita yang tidak layak juga diundang oleh Tuhan.

.

Tuhan Yesus, semoga kami boleh ambil bagian dalam perjamuan-Mu di surga, ketika perziarahan kami di dunia ini berakhir. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 19:1-10

Bacaan I: Keb. 11:22-12:2; Bacaan II: 2Tes. 1:11-2:2; Mazmur: 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; R:1; O PEKAN III-PEKAN BIASA XXXI (H) St. Marcellus; B. Angelus dr Acri; B. Dominikus Collin; 

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, la melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Oktober 2022, Bacaan Injil

Bapa kita di surga selalu menghendaki yang baik dari anak-anak-Nya. Ia berusaha sedemikian rupa supaya orang berdosa mau bertobat. Ia tidak menghendaki mereka binasa. Tuhan menjamin bahwa ketika seseorang bertobat, ia selamat. Kita tidak perlu bimbang akan hal itu.

Kita menyadari bahwa kita masih jatuh bangun dalam pertobatan kita. Akan tetapi, kita perlu mengingat apa yang dikatakan oleh Paus Fransiskus: Tuhan tidak akan pernah lelah mengampuni kita. Oleh sebab itu, kita perlu bertobat setiap saat, supaya harapan kita akan keselamatan tidak pudar. Sukacita akan kerahiman Tuhan harus lebih besar daripada pergulatan kita dalam dosa.

Dosa merugikan sesama. Oleh sebab itu, sebagai tanda tobat, kita mengembalikan apa yang kita rampas dari orang lain, memberikan ganti rugi kepada mereka yang kita rugikan, dan memulihkan nama baik orang yang kita fitnah. Dosa melukai dan melemahkan diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kita perlu bermati raga seperti berpuasa atau berpantang supaya sesal kita semakin kuat. Terakhir, hubungan kita dengan Tuhan terganggu karena dosa, maka kita perlu datang kepada-Nya sesering mungkin lewat doa dan Sakramen Pengampunan untuk menerima pengampunan-Nya.

Tuhan telah menunjukkan sarana-sarana kepada kita untuk bertobat dan menerima kerahiman-Nya. Mari kita bagikan kepada sesama anugerah Tuhan tersebut.

.

Tuhan Yesus, sempurnakanlah sesal dan pertobatan kami. Semoga kami mampu bangkit dari kesalahan dan menjadi manusia baru di hadapan sesama dan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Oktober 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Oktober 2022, Bacaan Injil Lukas 14:1.7-11

Bacaan I: Flp. 1:18b-26; Mazmur: 42:2.3.5bcd; R:3a; PEKAN BIASA XXX Pesta St. Simon & Yudas, Rasul (M); 

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan,

janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Oktober 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita mulai mendengarkan Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi yang ditulisnya dari penjara. Paulus meyakinkan pembacanya bahwa kepulangan dia akan meningkatkan kemegahan mereka dalam Kristus. Memang bermegah diri dapat memiliki konotasi yang negatif karena menunjukkan harga diri yang berlebihan.

Bagi Paulus, kita boleh saja bermegah diri, tetapi bermegah diri dalam Tuhan, karena Tuhan telah melakukan banyak hal kepada kita, bukan karena kehebatan kita. Dalam permegahan diri itu, kita menempatkan Tuhan di tempat yang pertama. Bagaimanakah kita dapat menempatkan Tuhan di tempat yang paling depan dalam hidup kita?

Nasihat Yesus hari ini dapat dipertimbangkan. Kita dapat belajar mendahulukan Tuhan dengan tidak mencari hormat dari manusia. Dalam diri kita ada kecenderungan untuk diperlakukan secara istimewa menurut jabatan, kekayaan, pendidikan, atau keberhasilan. Hal ini dapat kita hindari, jika kita menyadari bahwa kita sebenarnya tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan.

Kita semua amat tergantung pada Tuhan. Tidak ada alasan untuk menilai diri lebih dari yang lain. Kalaupun ada sesuatu yang bernilai lebih, itu adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada kita untuk melayani saudara dan saudari kita, terutama yang miskin, menderita, atau tersingkirkan.

.

Tuhan Yesus, berkatilah pekerjaan kami demi kemuliaan Bapa di surga dan ampunilah kami yang mencari kemegahan diri sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page