Renungan Harian Hari Ini 17 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 November 2022, Bacaan Injil Lukas 19:41-44

Bacaan I: Why. 5:1-10; Mazmur: 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R: Why. 5:10; PEKAN BIASA XXXIII Pw Sta.Elizabeth dr Hungaria, Prw. (P); St.Dionisius Agung: St. Gregorius Thaumaturgos; St.Gregorius dr Tours;

Pada waktu itu, ketika Yesus telah dekat Yerusalem dan melihat kota itu, la menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu,

lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 November 2022, Bacaan Injil

“Menangis” selalu dihubungkan dengan perasaan sedih ataupun kekecewaan. Air mata sering kali dimaknai sebagai ungkapan kesedihan dan kekecewaan seseorang. Begitulah tema bacaan-bacaan hari ini. Rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu men-sharingkan penglihatannya bagaimana ia begitu sedih karena orang-orang tidak mampu membuka gulungan Kitab: “Menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya” (Why. 5:4).

Ada kesedihan, ada kekecewaan terekspresi dari kutipan ini: semua orang dianggap tidak layak. Tetapi hati Yohanes berubah menjadi sukacita ketika dinyatakan bahwa singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud telah menang sehingga la dapat membuka gulungan Kitab itu dan membuka ketujuh meterainya (Why. 5: 5). Siapa sosok tunas Daud itu? Tidak lain adalah Yesus sendiri. Dialah yang layak membuka gulungan kitab itu. Dialah yang menghalau segala kesedihan dan air mata.

Dalam Injil, Yesus yang menangisi Yerusalem. Mengapa Yesus menangisi Yerusalem? Orang Yahudi tahu bahwa situasi Yerusalem saat Yesus masuk kota itu adalah situasi damai dan tidak ada peperangan. Mereka tidak sadar akan bahaya yang mengancam mereka. Tetapi Yesus tahu bahwa kota ini akan hancur dalam waktu yang tidak lama lagi. Maka, Yesus menyerukan pertobatan dan pengampunan untuk mengingatkan umat Israel akan hari depan mereka.

Yesus mengajak umat Israel untuk bertobat. Tetapi seruan tobat dan pengampunan dosa tidak mereka tanggapi, bahkan mereka menyalibkan dan membunuh Yesus. Yesus menangisi kebebalan Yerusalem. Yesus mencintai mereka, tetapi mereka membalas dengan menghukum mati Yesus. Ini yang membuat Yesus sedih, sampai Dia menangis. Jangan-jangan kita pun termasuk orang-orang yang ditangisi oleh Yesus, karena Yesus menemukan kebebalan hati kita,

Yesus melihat kita yang sering kali mengklaim diri sebagai murid Yesus, membanggakan diri sebagai aktivis, tetapi sering kali pula kegiatan dan aktivitas kita hanya untuk menutupi kekurangan dan dosa kita.

.

Ya Allah, gerakkanlah hati kami untuk hidup sesuai hati nurani kami, sehingga kami selalu menjadi sarana untuk membagikan sukacita dan pujian kemuliaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 November 2022, Bacaan Injil Lukas 19:11-28

Bacaan I: Why. 4:1-11; Mazmur: 150:1-2.3-4.5-6; R: Why. 4:8b; PEKAN BIASA XXXIII (H) Sta.Margarita dr Skotlandia, St.Yohanes de Castillo, St.Alphonsus Rodrigues; Sta.Gertrudis dr Hefta; 

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera tampak. Maka Yesus berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras, tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab!).

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 November 2022, Bacaan Injil

Bacaan pertama dari Kitab Wahyu memberikan gambaran tentang Allah: “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu dan oleh karena kehendak Mu semuanya itu ada dan diciptakan” (Why. 4:11). Bagi Yohanes, Allah adalah pribadi yang layak untuk menerima pujian dan hormat dari semua ciptaan. Dia mempunyai kuasa karena Dialah yang menciptakan semuanya.

Kita diminta untuk hidup sesuai kehendak-Nya, yaitu menyembah-Nya dan tidak ada Allah lain yang disembah. Kesetiaan kita kepada-Nya menjadi jaminan akan kehidupan abadi. Yesus, lewat perumpamaan tentang mina, dengan sangat gamblang menggambarkan siapa sosok Allah itu. Bagi Yesus, Allah Bapa adalah Pribadi yang telah mempercayakan ‘mina’ kepada para hamba-Nya dan Bapa menuntut pertanggungjawaban atas ‘mina’ itu.

Siapa pun orangnya, kalau dia mampu mengembangkan ‘mina’ itu, pasti akan mendapatkan ganjaran, yaitu tanggung jawab yang lebih besar dan jaminan hidup surgawi. Kesetiaan kepada Allah ditampakkan dalam tanggung jawabnya mengembangkan ‘mina’ yang telah diterimanya. Kita sudah menerima ‘mina’ dalam bentuk anugerah hidup. Sudahkah kita bertanggung jawab atas hidup kita dengan menjadikan hidup kita berkat bagi orang lain? Atau justru sebaliknya, kita menjadikan hidup kita beban dan ancaman bagi sesama?

.

Ya Allah, Engkau telah menganugerahkan hidup kepada kami dan Engkau menuntut tanggung jawab kami untuk mengembangkannya. Semoga kami mampu menjadikan hidup kami anugerah berlimpah untuk sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 November 2022, Bacaan Injil Lukas 19:1-10

Bacaan I: Why 3:1-6.14-22; Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R: Why. 3:21; PEKAN BIASA XXXIII (H) St. Albertus Agung; 

Suatu ketika, Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 November 2022, Bacaan Injil

Di tengah zaman yang semakin individualis ini, kita bersyukur karena masih ditemukan yang mau peduli dengan gerakan kemanusiaan dan sosial. Kendati kadang masih ada suara miring yang mengatakan: “Mereka melakukan itu semua hanya untuk money laundry aja… tampilan sih sosial dan dermawan, tapi sebetulnya hanya untuk menutupi kejahatan mereka.”

Mari kita singkirkan nyinyiran kita dan kita kedepankan positive thinking kita. Lepas apakah tindakan itu money laundry atau tidak, kita lebih berfokus pada fakta: dia kaya dan masih mau berbagi dan peduli dengan sesama. Bacaan Injil menampilkan tokoh kontroversial: Zakheus, si pemungut cukai yang mengalami revolusi mental setelah berjumpa Yesus. Banyak orang mencibir dia, bahkan ketika Yesus mampir di rumahnya. “Dia mampir di rumah pendosa!” kata ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Ini sangat berbeda dengan sikap Yesus, yang berfokus pada status Zakheus sebagai ‘anak Abraham’ yang harus diselamatkan, sedangkan orang Farisi dan Ahli Taurat berfokus pada “Zakheus, si pemungut cukai, si pendosa.” Akhir cerita memperlihatkan bagaimana revolusi mental terjadi dalam diri Zakheus: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan 4 kali lipat.”

Perjumpaan dengan Yesus membawa perubahan dalam diri seorang Zakheus: hidupnya diperbarui, hidupnya diubah menjadi baru. Kata Yesus: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” Sebuah revolusi mental terjadi. Hal itu menjadi mungkin setelah Zakheus berjumpa Yesus. Bagaimana dengan perjumpaan kita? Apakah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus dan mendorong kita untuk menjadi manusia baru?

.

Ya Allah, berikanlah kami keberanian untuk mengakui kekurangan diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 November 2022, Bacaan Injil Lukas 18:35-43

Bacaan I: Why. 1:1-4; 2:1-5a; Mazmur: 1:1-4b; R: Why. 2:7b; PEKAN BIASA XXXIII (H) St.Yosef Maria Pignatelli; Duns Scotus; St.Nikolaus Tavelic; 

Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya.

Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 November 2022, Bacaan Injil

Wabah Covid-19 sudah merenggut jutaan nyawa warga dunia. Wabah ini bukan hanya berdampak pada kesehatan, melainkan juga perekonomian dunia. Begitu banyak perusahaan gulung tikar, akibatnya terjadi pengangguran di mana-mana. Muara dari krisis ini juga berdampak pada kehidupan beragama, termasuk kehidupan menggereja. Singkatnya, dunia dan gereja saat ini sementara sakit. Gereja dan dunia butuh disembuhkan. Maka, kisah Injil hari ini sangat relevan dengan situasi saat ini.

Seperti orang yang buta berteriak minta tolong: Yesus anak Daud, kasihanilah aku, demikian juga saat ini, begitu banyak orang yang berteriak minta tolong untuk dibebaskan dari situasi rumit dan sulit ini. Si buta dipuji oleh Yesus karena ia memiliki iman yang kuat: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Pertanyaan untuk kita jawab: Masihkah kita percaya dan yakin bahwa Yesus akan ‘menyembuhkan’ penyakit kita? Yakinkah kita bahwa Yesus akan memberikan solusi yang tepat akan persoalan hidup kita saat ini? Iman akan Yesus benar-benar diuji di masa pandemi ini.

Inilah tugas Gereja untuk mendampingi umatnya agar mereka tidak putus harapan, tidak kehilangan imannya dan akhirnya mereka bisa berserah diri dan melibatkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup mereka. Semoga mukjizat kesembuhan si buta kembali terjadi di masa pandemi ini, sehingga “seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah” (Luk. 18: 43).

.

Ya Allah, tambahkan iman kami, agar kami seperti si buta yang mau menyandarkan sepenuhnya hidup kami ke dalam tangan-Mu, sehingga kami mampu melihat kembali kebesaran dan kemuliaan nama-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:5-19

Bacaan I: Mal. 4:1-2a; Mazmur: 98:5-6.7-8.9a: R:9; Bacaan II: 2Tes 3:7-12; O PEKAN I PEKAN BIASA XXXIII (H); 

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”

Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu kan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 November 2022, Bacaan Injil

Penganiayaan dan persekusi kepada kaum minoritas di suatu negara biasa terjadi dan sering kali pemicu kekerasan dan intoleransi. Hampir semua agama mayoritas cenderung merasa mempunyai hak lebih atas kaum minoritas, sebaliknya kaum minoritas sering kali merasa pada pihak yang teraniaya. Lepas dari semuanya itu, setiap umat beragama dipanggil untuk setia mempertahankan imannya baik dalam situasi damai maupun di tengah ancaman dan persekusi.

Dalam bacaan Injil, Yesus memberikan peneguhan kepada para murid-Nya jika terjadi penganiayaan dan persekusi kepada mereka: “… kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21:18-19).

Yesus memberikan jaminan kepada para murid-Nya jika mereka setia dan janji Yesus ini sudah terbukti: tidak satu pribadi pun mati sia-sia karena membela imannya. Begitu banyak martir bersukacita di surga karena mereka telah memenangkan sebuah perlombaan iman. Iman orang benar berbuahkan mahkota di surga.

.

Ya Allah, kuatkanlah iman kami di tengah tantangan dan ancaman. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 November 2022, Bacaan Injil Lukas 18:1-8

Bacaan I: 3Yoh. 5-8; Mazmur: 112:1-2.3-4.5-6; R:1a; PEKAN BIASA XXXII Pw St. Yosafat Kunzewich, UskMrt. (M); St. Nilus; St. Theodorus Studit; 

Pada suatu ketika, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak.

Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 November 2022, Bacaan Injil

Hampir setiap hari kita menjumpai kisah heroik di media sosial. Misalnya, kisah heroik seorang pastor di Korea Selatan yang berhasil menyelamatkan ratusan bayi yang terlahir tanpa kasih sayang seorang ayah. Caranya bagaimana? Dia menyediakan kotak keranjang khusus untuk bayi, yang ditempatkan di salah satu ruangan di parokinya, siapa pun boleh ‘menaruh bayi’ di dalam kotak itu, dan pastor itu siap untuk merawatnya.

Tindakan yang pada awalnya dipandang gila oleh sebagian besar umatnya, tetapi akhirnya sang pastor berhasil menyelamatkan ratusan bayi dari tindakan aborsi. Ratusan kehidupan diselamatkan karena keberanian seseorang untuk berbuat kasih, menghadirkan ajaran Kristus dalam keseharian.

Dalam bacaan pertama, Rasul Yohanes sungguh bersukacita karena para muridnya melakukan tindakan kasih tanpa pandang bulu, katanya: “Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing” (3 Yoh. 5). Inilah kualitas hidup yang harus menjadi ciri khas pengikut Yesus: mengasihi siapa pun bahkan mereka yang membenci kita. Inilah keagungan ajaran cinta kasih sebagaimana diajarkan Yesus untuk kita.

Dalam Injil, Yesus memberikan perumpamaan tentang hakim yang lalim dan janda. Kalau seorang hakim yang lalim saja mempunyai hati untuk membela si janda, padahal dia terkenal sebagai orang yang tidak takut akan Allah dan tidak pernah menghormati orang lain, maka para pengikut Yesus seharusnya lebih baik dari hakim yang lalim itu, karena kita mempunyai Allah yang jauh lebih baik lagi. Allah kita adalah Allah Yang Mahabaik.

Maka, undangan untuk berbuat baik itu undangan untuk semua, apa pun agama, suku, dan ras kita. Kita semua diundang untuk berbuat baik. Mari kita berlomba untuk menjadi orang baik bagi semua.

.

Ya Allah, bentuklah kami menjadi pribadi yang mempunyai hati untuk sesama, yang siap mengulurkan tangan kepada siapa pun. Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 November 2022, Bacaan Injil Lukas 17:26-37

Bacaan I: 2Yoh. 4-9; Mazmur: 119:1.2.10.11.17.18; R:1b; PEKAN BIASA XXXII Pw St. Martinus dr Tours, Usk. (P); St. Theodorus Konstantinopel; 

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.

Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan istri Lot!

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]

Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 November 2022, Bacaan Injil

Kedatangan Kerajaan Allah selalu dikaitkan dengan datangnya bencana dan malapetaka yang kerap terjadi di belahan bumi. Mengapa selalu ada kecenderungan untuk mengaitkan bencana dengan ‘hari kiamat’? Harus diakui, Yesus sendiri menyebutkan hal ini berulang-ulang saat mengajar di Bait Allah maupun di hadapan para murid-Nya.

Akan tetapi, sering kali kita lupa atau sengaja lupa bahwa Yesus selalu mengingatkan, akan ada tanda-tanda alam yang akan menyertai kedatangan Kerajaan Allah, tetapi tentang kapan persisnya, Yesus selalu mengatakan Anak Manusia pun tidak tahu kapan datangnya Kerajaan Allah itu. Maka, Yesus melanjutkan pengajaran-Nya: Berjaga-jagalah!

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan bahwa orang di zaman Nabi Nuh tidak diselamatkan karena hidup menurut kehendak mereka sendiri. Begitu juga di zaman Lot, mereka hidup dalam kesesatan duniawi, maka mereka binasa. Hidup dalam terang Allah, itulah jaminan kita memperoleh hidup kekal.

Bagaimana dengan hidup kita saat ini? Masih adakah ruang dan waktu dalam hidup kita di zaman milenial ini, di mana otak dan hidup manusia dibanjiri dan dijejali dengan berbagai tawaran yang menggiurkan lewat media sosial yang justru sering kali membuat kita merasa capek dan kehilangan gairah hidup? Apakah masih akan ditemukan orang-orang yang setia menjalankan ajaran Tuhan dan menjadi terang di tengah gelapnya kehidupan saat ini?

.

Ya Allah, berikanlah kami keteguhan kehendak agar kami tidak kehilangan pegangan hidup di saat banyak tawaran dunia diperhadapkan di depan mata kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 November 2022, Bacaan Injil Lukas 17:20-25

Bacaan I: Flm. 7-20; Mazmur: 146:7.8-9a.9bc-10; R:5a; PEKAN BIASA XXXII Pw St. Leo Agung, Paus PujG. (P); St. Andreas Avelino; 

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang? Yesus menjawab: Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya:

“Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu. Lihat, ia ada di sana, lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita bersama masyarkat Indonesia merayakan Hari Pahlawan. Apa itu pahlawan? Ada seorang motivator yang mendefinisikan pahlawan adalah seorang yang mampu “turn on your small light in the dark room” (menyalakan api kecil di tengah ruangan yang gelap).

Seorang yang mampu menyalakan api kecil dalam hidupnya di tengah ruangan yang gelap. Apa maksudnya? Api sekecil apa pun kalau ditaruh di ruangan yang gelap pasti akan mampu menjadi terang. Itulah seorang pahlawan, dia akan menjadikan hidupnya terang bagi orang lain, karena dia berani keluar dari ego-nya dan membagikan hidupnya untuk orang lain.

Dalam bacaan pertama, kita menemukan sosok pahlawan yang bernama Filemon. Mengapa dia disebut pahlawan? Karena kesediaannya mengampuni dan menerima Onesimus yang telah mengkhianatinya membuat Onesimus merasa berharga dan berarti. Dan akhirnya, Onesimus yang sebelumnya seorang pencuri, kemudian bertobat dan menjadi seorang uskup.

Keberaniaan Filemon mengalahkan ego-nya dan memutuskan untuk mengampuni dan menerima Onesimus membuat Onesimus terbebaskan dari beban masa lalunya dan menjadi manusia baru. Filemon menjadi pahlawan kehidupan bagi Onesimus. Filemon telah menghadirkan Kerajaan Allah. Lewat pengampunannya, dia telah membebaskan Onesimus dari belenggu manusia lamanya dan menjadi orang merdeka yang menjadi berkat bagi sesama.

Inti pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah adalah suatu suasana batin di mana orang merasa dicintai dan diampuni, sehingga dia menjadi orang bebas untuk merasakan betapa baiknya Allah. Dalam perumpamaan tentang Anak yang hilang, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai situasi di mana Sang Bapa menerima si anak bungsu yang telah berkhianat dan memberikan kesempatan untuk hidup kembali dengan memestakannya.

Bapa yang baik telah menghadirkan sosok yang berani keluar dari ego-nya dan mengampuni ‘sang pengkhianat’: “Adikmu sudah mati, dan sekarang dia sudah hidup kembali!” Maukah kita menjadi pahlawan? Banyak orang yang menantikan keberanian kita untuk keluar dari ego kita dan menjadikan hidup kita berkat bagi orang lain.

.

Ya Allah, mampukan kami untuk keluar dari egoisme kami dan mulai berani memikirkan kepentingan sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 November 2022, Bacaan Injil Yohanes 2:13-22

Bacaan I: Yeh. 47:1-2.8-9.12; Mazmur: 46:1-3.5-6.8-9; R:5; Bacaan II: 1Kor. 3:9b-11.16-17; PEKAN BIASA XXXII Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran (P); St. Teodorus Tiro, Mrt.; 

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Kemudian, sesudah la bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja Universal merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik ini didirikan oleh Kaisar Konstantinus Agung, putra Santa Helena, pada tahun 324. Dalam sejarah Gereja, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam gereja, setelah tiga abad lebih gereja berada dalam hambatan dan penganiayaan oleh kaisar-kaisar Romawi yang kafir.

Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian. Basilik Lateran menjadi simbol kehadiran Allah yang membawa kemerdekaan dan perdamaian. Bacaan pertama menggambarkan bahwa dari Bait Allah mengalir sungai yang menyalurkan air kehidupan kepada semua makhluk: “Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup.”

Bait Allah menjadi sumber kehidupan. Bahkan, dengan sangat indah Paulus menyebut bahwa tubuh kita adalah Bait Allah: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab, Bait Allah itu adalah kudus, dan Bait Allah itu ialah kamu” (1 Kor. 3:16-17).

Ini berarti tubuh kita ini kudus karena menjadi tempat Allah bersemayam, maka kita tidak boleh mengotori dan menodainya. Tubuh kita yang adalah Bait Allah harus menjadi inspirasi bagi sesama untuk menemukan kemerdekaan dan perdamaian di tengah dunia ini. Maka, tepatlah tindakan Yesus yang mengusir para pedagang dari Bait Allah.

Yesus tidak menghendaki kita mengotori bait Allah dengan kepentingan pribadi yang cenderung membawa pada kebinasaan. Bait Allah harus mengalirkan kehidupan, bait Allah harus menjadi sumber kemerdekaan dan perdamaian umat manusia. Dan siapa bait Allah itu? Dialah Yesus: “Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri” (Yoh. 2:21). 

.

Bapa, semoga kami menjaga kesucian tubuh kami yang adalah bait-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 November 2022, Bacaan Injil Lukas 17:7-10

Bacaan I: Tit. 2:1-8.11-14; Mazmur: 37:3-4.18.23.27.29; R:39a; PEKAN BIASA XXXII (H) Sta. Teoktista; St. Klaudius, dkk. Mrt.; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada para murid: “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 November 2022, Bacaan Injil

Mari sejenak kita merenungkan syair lagu Hati Sebagai Hamba, terutama bagian refrennya: “Inilah yang kupunya, hati sebagai hamba, yang mau taat dan setia pada-Mu Bapa, ke mana kan kubawa hati yang menyembah, dalam Roh dan Kebenaran, slama-lamanya.” Lagu ini sangat dalam maknanya, terutama melihat posisi kita di hadapan Allah Bapa.

Kita semua hanyalah seorang hamba yang siap untuk taat dan setia pada-Nya, yang selalu membawa hati yang siap menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Dengan hati sebagai hamba, kita dituntun untuk mengarahkan hidup kita kepada kehendak dan rencana Allah, yang tentunya akan membawa kita pada hidup yang kekal.

“Hati sebagai hamba” inilah tema sentral bacaan pertama dan Injil. Rasul Paulus dalam suratnya kepada Titus menasihati supaya sebagai seorang pribadi yang matang secara pribadi dan rohani, harus menampakkan semuanya dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari.

Dan dalam penutup nasihatnya, secara khusus ditujukan kepada para hamba: “Hamba-hamba hendaknya taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juru Selamat kita.”

Yesus menasihati kita agar kita mempunyai hati sebagai hamba, katanya: “Demikianlah juga kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Untuk sampai pada penghayatan seperti ini, kita membutuhkan kerendahan hati. Maka, Yesus pun bersabda: “Mari kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, belajarlah dari pada-Ku karena Aku murah hati dan rendah hati.” Mempunyai hati sebagai hamba adalah wujud konkret kerendahan hati.

.

Ya Allah, tuntunlah kami untuk menjadi pribadi yang rendah hati, yang siap untuk taat dan setia kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page