Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil Matius 24:37-44

Bacaan I: Yes. 2:1-5; Mazmur: 122:1-2.4-5.6-7.8-9, R:1; Bacaan II: Rm. 13:11-14a; PEKAN ADVEN I (U) – Thn. A/I SP Maria Tak Bemoda dr Medali Wasiat; St. Yakobus dr Persia, Virgillius; St. Fransikus-Antonius Fasami; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil

Tuhan menasihati kita untuk “berjaga-jaga”, karena waktu kedatangan-Nya sudah semakin dekat. Hari ini, kita memasuki tahun liturgi baru, yaitu Masa Adven, masa di mana mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam diri kanak-kanak Yesus. Apa yang perlu kita siapkan untuk berjaga-jaga? Ada 3 hal di mana kita harus berjaga-jaga:

Pertama, jaga hubungan dengan Tuhan. Yesaya mengajak bangsanya untuk naik ke gunung Tuhan, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan Tuhan. Ia akan menjadi hakim atas kita, maka kita harus menjaga relasi kita dengan Tuhan. Agar kita semakin intim dengan Tuhan maka kita harus memiliki hati yang “takut akan Tuhan” (Mzm. 25:12, 14). Hati yang takut akan Tuhan artinya taat kepada Tuhan. Dalam Kitab Yesaya 2: 5 dikatakan: “Mari kita berjalan di dalam terang Tuhan.” Kedekatan kita dengan Tuhan membuat kita hidup dalam terang Tuhan.

Kedua, jaga hubungan dengan keluarga. Mari kita belajar dari St Yosef. Dia sebagai seorang bapak & suami, betul-betul hadir untuk menyatukan istri dan anaknya, Maria dan Yesus. Kesatuan yang erat dalam keluarga, dan tentunya juga kesatuan erat dengan Tuhan, menjadikan keluarga kita selalu berjaga-jaga dalam cinta.

Ketiga, jaga hati. Ketika kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan dan menjaga kesatuan dengan keluarga pastilah diberkati berlimpah-limpah, namun kita harus tetap menjaga hati jangan sampai hati kita condong kepada berkat-berkat-Nya, jangan sampai berkat itu menjadi berhala di dalam hidup kita (Ul. 32:16), biarlah di hati kita Yesus selalu berada di tempat yang utama.

.

Ya Allah, berikan kami kemampuan untuk selalu berjaga-jaga dengan selalu melibatkan Putra-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:34-36

Bacaan I: Why. 22:1-7; Mazmur: 95:1-2.3-5.6-7; R: Why. 21:20b; PEKAN BIASA XXXIV (H) St.Yohanes Berchmans; St.Silvester Gozzollini; St.Leonardus Parto Morizio; Sarbel Maklouf;

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 November 2022, Bacaan Injil

Alkitab sering menulis tentang kata “berjaga-jaga”, khususnya dalam Perjanjian Baru. Kata tersebut mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk dimengerti dan lebih sulit lagi untuk dilakukan. Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat berjaga-jaga? Pertama, kita harus berjaga-jaga dengan menjaga hati kita (ay. 34a). Memang kita juga harus menjaga perkataan dan perbuatan kita, tetapi yang lebih penting dari itu adalah menjaga hati kita. Segala perkataan dan perbuatan kita keluar dari hati kita. Oleh karena itu, jika kita mau berjaga-jaga, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga hati kita agar tetap kudus dan memiliki motivasi yang benar di hadapan Tuhan.

Kedua, kita harus menjauhkan dari segala hal dan kepentingan duniawi (ay. 34b). Dalam ayat ini kepentingan duniawi digambarkan sebagai pesta pora. Tentu tidak salah jika kita menghadiri pesta ulang tahun teman kita, tetapi akan salah jika dalam hidup, kita hanya sibuk dengan segala macam acara seperti pesta sehingga melupakan Tuhan. Ingat bahwa konteks berjaga-jaga adalah berjaga-jaga terhadap kedatangan Tuhan yang kedua kali, sehingga jangan sampai kita sibuk dengan hal-hal atau perkara-perkara duniawi yang sementara ini dan justru lupa mempersiapkan tentang hal-hal surgawi yang kekal.

Ketiga, kita harus berjaga-jaga sambil berdoa meminta kekuatan dari Tuhan (ay. 36). Berjaga-jaga bukan berarti kita harus bangun terus-menerus dan tidak tidur (secara harafiah). Berjaga-jaga harus kita isi dengan berdoa dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga Tuhan memampukan kita dan menguatkan kita untuk tetap bertahan hingga akhir. Ingat bahwa kedatangan Tuhan yang kedua kali bukanlah suatu peristiwa yang biasa, tetapi sangat luar biasa. Semua penduduk bumi akan melihat kedatangan Tuhan yang kedua kali tersebut (ay. 35).

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menganggap serius tentang hal ini, dan berjaga-jaga dengan sungguh-sungguh. Kita harus berjaga-jaga agar kita tetap memiliki iman hingga akhir, sehingga kita dapat menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali dengan sukacita, bukan dengan rasa takut dan dukacita karena kita telah menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

.

Ya Allah, tuntunlah kami agar setia mempersiapkan diri dan berjaga-jaga menyongsong kedatangan Putra-Mu di tengah kehidupan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:29-33

Bacaan I:Why. 20:1-4.11-21:2; Mazmur: 84:3.4.5-6a.Ba; R:Why. 21:36; PEKAN BIASA XXXIV (H) Sta.Katarina dr Aleksandria, Prw/Mrt.; B.Elisabeth dr Reute;

Pada waktu itu, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 November 2022, Bacaan Injil

Yesus dalam Injil hari ini juga menyatakan penghiburan yang luar biasa bagi segenap orang beriman. Penghiburan ini disampaikan Yesus dalam konteks pengajaran-Nya tentang akhir zaman, yakni saat kedatangan Anak Manusia. Digambarkan bahwa fenomena akhir zaman itu sangat menakutkan. Yesus tahu bahwa mereka yang mendengar pengajaran ini pun akan
merasakan betapa dalamnya ketakutan itu.

Karena itulah, Yesus mengemukakan penghiburan agar orang-orang beriman tidak tenggelam dalam ketakutan dan ketidakpastian, melainkan dengan mengandalkan imannya, mereka berharap dan percaya bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Bagi kita, tanda-tanda sebelum akhir zaman tiba adalah suatu peringatan keras yang harus kita tanggapi dengan serius agar membenahi segala sesuatu yang belum menyelesaikan tugas dari Tuhan dan memperbaiki segala kelakuan buruk yang tidak berkenan di mata Tuhan.

Kita mesti percaya kepada segala perkataan Yesus yang tidak akan pernah berubah sampai selama-lamanya. Perkataan Yesus bukan hanya janji, tetapi juga segala nasihat, pengajaran, dan teguran-Nya harus kita turuti/lakukan dengan setia. Apakah tanda-tanda menjelang akhir zaman menyadarkan kita untuk segera membenahi dan memperbaiki sikap hidup agar seturut perkataan Yesus dan sesuai kehendak-Nya?

.

Ya Allah, semoga kami semakin peka melihat tanda-tanda kehadiran Anak Manusia di tengah kami. Gerakkanlah hati kami untuk siap berubah dan berbenah sehingga ketika Anak Manusia hadir untuk kedua kalinya kami didapatinya berjaga-jaga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:20-28

Bacaan I: Why. 18:1-2.21-23; 19:1-3.9a; Mazmur: 100:2.3.4.5; R: Why. 19:9a; PEKAN BIASA XXXIV PW St.Andreas Dung Lac, Im.dkk.Mrt. Vietnam (M); St.Krisogonus: St.Vinsensius Liem; St.Ignasius Delgado; St.Dominikus An-Kham;

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.

Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 November 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus menubuatkan tentang runtuhnya Yerusalem (ay. 20-24) dan Kedatangan Anak Manusia (ay. 25-28) sebagai tanda akhir zaman. Apakah kita percaya bahwa dunia seperti yang kita tahu ini akan berakhir seperti yang dinubuatkan Yesus? Nubuat Yesus tentang kehancuran kota suci Yerusalem, kehancuran dunia, dan hari penghakiman terakhir, bukanlah hal baru bagi bangsa Israel. Para nabi telah menubuatkan peristiwa-peristiwa ini berabad-abad sebelumnya.

“Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memusnahkan orang-orang yang berdosa” (Yesaya 13: 9-13). Ketidakpedulian dan penolakan terhadap Injil menyebabkan kehancuran. Yesus memperingatkan kehancuran Yerusalem yang segera tiba sebagai konsekuensi dari penolakan terhadap Injil.

Yesus juga berbicara tentang penghakiman di akhir zaman. Hanya kebutaan rohani yang dapat mencegah kita dari mengenali tanda-tanda nyata akan datangnya bencana yang menanti hari penghakiman bagi mereka yang menolak untuk mengindahkan rahmat dan keselamatan Allah. Yesus benar-benar bicara jujur tentang situasi yang akan menimpa umat Israel.

Dia juga memberi tahu murid-murid-Nya berapa harga dan ongkos yang harus ditanggung untuk mengikuti-Nya. Apa pun risiko mengikuti-Nya, Dia berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka sendirian, bahkan di masa kesusahan mereka. “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang” (Luk 21:18).
.

Ya Allah, penuhilah kami dengan rasa syukur atas karunia penebusan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:12-19

Bacaan I: Why. 15:1-4; Mazmur: 98:1-2.3ab.7-8.9, R: Why. 15:3b; PEKAN BIASA XXXIV (H) St.Klemens I, Paus Mrt.; St.Kolumbanus; B.Mikhael Agustinus Pro;

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang harinya kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 November 2022, Bacaan Injil

Banyak di antara kita yang selalu bertanya-tanya: mengapa kita seolah mendapatkan nasib sial ketika kita mengikuti Kristus? Banyak saudara-saudari kita sering dianiaya karena iman, bahkan mereka harus mendapat perlakuan tak menyenangkan dari saudara-saudari kita yang berkeyakinan lain, mulai dari dilarang beribadah, dilarang membangun gereja dan bahkan gereja dihancurkan, dan lain sebagainya.

Dari beberapa kasus tersebut, kita pasti bertanya di manakah Kristus, Sang Juru Selamat kita? Apakah Kristus tidak mau menolong kita sehingga Dia membiarkan kita dianiaya? Kita selalu percaya bahwa Yesus akan menolong kita, tetapi dalam kenyataannya, malah sebaliknya. Kita sepertinya dibiarkan berjuang sendirian. Bahkan, pihak Gereja yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam membela warganya, malah kelihatan tanpa ada usaha untuk membela atau melawan.

Situasi seperti ini ternyata sudah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku” (Luk. 21:12). Yesus sendiri memang sudah mengatakan bahwa kita akan menderita sebagai pengikut-Nya dan hal itu dikatakan jauh sebelum kita mengalaminya.

Tetapi ingat bahwa penderitaan kita tidak akan melebihi dari penderitaan Kristus. Kita memang harus menderita karena Kristus dan memikul salib-Nya, sebab itulah jalan keselamatan bagi kita. Yesus sendiri telah mengatakan hal itu kepada kita. Bukan jalan kemewahan, bukan jalan kenikmatan yang ditawarkan Yesus kepada kita, melainkan jalan sengsara, jalan salib, dan jalan penderitaan agar kita memperoleh hidup kekal.

Tidak akan ada kebangkitan tanpa salib, tidak akan ada hidup abadi tanpa jalan penderitaan. Yesus menjamin siapa pun yang setia dalam jalan salib, jalan penderitaan yang dilandaskan pada pengorbanan, maka akan membawa kita pada kebahagiaan kekal di surga.

.

Ya Allah, bantulah kami dalam memikul salib hidup kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:5-11

Bacaan I: Why. 14:14-20; Mazmur: 96:10.11-12.13; R: 13b; PEKAN BIASA XXXIV Pw Sta.Sisilia, Prw Mrt.; St.Filemon;

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ-akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut.

Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat, akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 November 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus juga mengingatkan umat perihal penyesatan. Diawali peringatan akan kemegahan hal-hal duniawi, katanya: “Apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Peringatan ini mengingatkan kepada kita, jangan sampai kita gampang terbuai dengan kemegahan duniawi (indahnya bangunan bait Allah yang dihiasi dengan berbagai batu yang indah dan berbagai jenis barang persembahan). Maka, tepatlah kalau Yesus mengingatkan kepada kita: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata, ‘Akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka” (Luk. 21: 8).

Penyesatan terjadi di mana-mana, juga di kalangan umat Kristiani. Berapa banyak para pengkotbah atau evangelis yang menjual Yesus demi kepentingan pribadi atau keluarga? Berapa banyak orang yang ‘memanfaatkan’ ketidaktahuan atau kebaikan hati Gereja yang mempunyai dana ‘tak terpakai’, yang akhirnya bisa ditilep dengan modus investasi atau saham, dan berapa banyak penyimpangan-penyimpangan yang dibuat oleh beberapa kaum berjubah dalam tata kelola keuangan dan harta benda gerejawi?

Jangan-jangan kita termasuk orang yang terlibat di dalam penyesatan dan penyimpangan ini. Saatnya kita kembali ke jalan-Nya untuk menata dan menjaga agar Gereja tetap menjadi tempat yang membawa pembaruan dan kabar sukacita bagi dunia.

.

Ya Allah, semoga penyesatan-penyesatan yang terjadi di sekitar kami semakin memurnikan diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 November 2022, Bacaan Injil Lukas 21:1-4

Bacaan I: Why. 14:1-3.4b-5; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R: 6; HUT. Kongregasi Bruder FIC O PEKAN II – PEKAN BIASA XXXIV Pw SP Maria Dipersembahkan kepada Allah (P); St.Nikola Giustiniani;

Di bait Allah, tatkala Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 November 2022, Bacaan Injil

Banyak orang meyakini bahwa semakin banyak sumbangan yang kita berikan untuk tempat ibadah ataupun untuk sosial, maka semakin banyak juga berkat yang akan kita dapatkan. Yesus mempunyai kriteria lain ketika la berbicara soal pemberian atau persembahan. Bagi Yesus, bukan soal jumlah uang/dana yang diberikan, tetapi soal hati yang menyertainya.

Tidak ada artinya orang mempersembahkan banyak harta/uang, tetapi hatinya tidak tulus, lebih berarti dana/harta kecil tetapi diberikan dengan hati penuh kerelaan dan sukacita. Maka kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab, mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya” (Luk. 21: 3-4)

Bagaimana dengan persembahan kita masing-masing? Life is giving harus bisa menjadi moto hidup kita. Apa artinya? Hidup adalah memberi. Inilah cara hidup yang ditawarkan Yesus kepada kita umat-Nya. Kalau kamu ingin mendapatkan sesuatu, maka kamu harus terlebih dahulu memberikan sesuatu kepada yang lain, kalau kamu mau nyawamu diselamatkan, maka kamu harus memberikan nyawamu terlebih dahulu. Prinsip memberikan diri terlebih dahulu harus menjadi life style kita.

.

Ya Yesus, memberikan persembahan diri kepada sesama adalah tuntutan dasariah untuk menjadi murid-Mu. Jadikanlah kami murid yang siap berbagi, sehingga semakin banyak pribadi yang merasakan sentuhan cinta-Mu lewat uluran tangan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 November 2022, Bacaan Injil Lukas 23:35-43

Bacaan I: 2Sam. 5:1-3; Mazmur: 122:1-2.4-5; R:1; Bacaan II: Kol. 1:12-20; PEKAN BIASA XXXIV – HR KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (P); St.Feliks dr Valois; St.Edmund; 

Ketika Yesus bergantung di salib, orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang la menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika la adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”. Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan ini ditetapkan oleh Paus Pius XI pada tahun 1925 menjelang Pesta Semua Orang Kudus. Maksud utama perayaan ini sangat spiritual-pedagogis seperti terungkap dalam ensikliknya “Quas Primas”, yakni menentang ateisme dan sekularisme dengan menampilkan Kristus sebagai yang lebih tinggi dan lebih berkuasa daripada segala kekuatan dunia.

Sejak tahun 1970, perayaan ini mengalami perubahan penekanan: Kristus lebih bercorak kosmis dan eskatologis. Oleh karena itu, penempatan tanggalnya pun berubah: bukan lagi pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, tetapi pada hari Minggu Biasa XXXIII / XXXIV, menjelang Hari Minggu I Adventus. Kristus adalah Alfa dan Omega. Permenungan Kristus sebagai Alfa dan Omega, Raja Semesta Alam sangat relevan dengan situasi saat ini.

Saat ini kita butuh pribadi yang bisa mempersatukan dunia yang tercerai-berai oleh kepentingan segelintir golongan yang ingin menguasai dunia, baik secara ekonomis maupun ideologis. Kalau pada awal mulanya perayaan Kristus Raja Semesta Alam ini dimaksudkan untuk menahan derasnya arus ateisme dan sekularisme, maka saat ini, kita warga gereja wajib mewartakan Kristus sebagai sosok yang meraja dan melayani dunia.

Saatnya, Gereja Katolik meninggalkan menara gading dan turun menyapa masyarakat. Begitu juga keluarga-keluarga Katolik dipanggil untuk keluar dari zona nyaman mereka dengan mau terlibat secara aktif di tingkat yang paling kecil, yaitu RT/RW. Saatnya setiap warga gereja harus terlibat dan aktif untuk menghadirkan Kristus dalam realitas sehari-hari.

Saatnya Yesus, ‘Sang Daud baru” (2Sam. 5:3) meraja dan berkuasa, bukan sebagai penguasa yang keji dan brutal, melainkan sebagai penguasa yang penuh kasih dan siap melayani.

.

Ya Yesus, rajailah hati dan budi kami, sehingga kami sungguh-sungguh menjadi murid-Mu di tengah dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 November 2022, Bacaan Injil Lukas 20:27-40

Bacaan I: Why. 11:4-12; Mazmur: 144:1.2.9-10; R: 1a; PEKAN BIASA XXXIII (H) Sta.Mechtilidis, Sta.Agnes dr Assisi, St.Rafael dr Yosef Kalinowski;

Pada suatu ketika, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara.

Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 November 2022, Bacaan Injil

Injil hari ini menghantar kita pada permenungan tentang kebangkitan dan hidup sesudah kematian. Orang-orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Maka, mereka bersoal jawab dengan Yesus. Jawaban Yesus telah membukakan pintu iman mereka: “Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Pencerahan tentang kebangkitan ini mendapat dukungan dari beberapa ahli Taurat dengan ungkapannya: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Yesus menekankan bahwa hidup kita setelah kematian adalah hidup yang berbeda dengan hidup saat di dunia. Di surga kehidupan kita seperti malaikat, sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah karena mereka sudah dibangkitkan.

Bagaimana dengan hidup kita yang masih berjuang di dunia ini? Apakah hidup kita saat ini benar-benar menjadi sebuah persiapan yang matang untuk menyambut hari kebangkitan, sehingga kita layak menikmati kebahagiaan bersama Allah Bapa? Iman kita akan kebangkitan menuntun kita mengisi dan memperjuangkan hidup kita menjadi berarti bagi sesama sebagai bekal kita menerima anugerah kebangkitan dan kehidupan surgawi.

.

Ya Allah, teguhkanlah iman kami akan kebangkitan Putra-Mu, Yesus Kristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 November 2022, Bacaan Injil Lukas 19:45-48

Bacaan I: Why. 10:8-11; Mazmur: 119:14.24.72.103.111.131; R:103a; PEKAN BIASA XXXIII (H) St.Romanus dr Antiokia; B.Grimoaldo Santamaria; Sta.Rosa Filipin Duchene; B.Salomea; 

Pada waktu itu, Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 November 2022, Bacaan Injil

Semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, tempat ibadat dan khususnya gereja-gereja menjadi tempat yang sepi, lengang dari hiruk pikuk. Hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya: gereja kosong di hari Minggu dan hari raya. Pandemi Covid-19 benar-benar telah mengubah dunia, dan kita diundang untuk menyesuaikan diri dengan peradaban baru ini.

Hari ini, bacaan Injil berbicara tentang Yesus yang ‘mengosongkan’ bait Allah karena bait Allah disalahgunakan oleh para pedagang: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk. 19: 46). Yesus tidak rela melihat rumah Bapa dijadikan tempat berdagang, maka Dia mulai mengusir semua pedagang dari bait Allah.

Yesus mau bait Allah bersih dari dari segala kepentingan pribadi. Yesus mau supaya bait Allah steril dari kepentingan diri yang sesat dan tidak peduli orang lain. Tubuh kita adalah bait Allah, kata Paulus. Kalau tubuh kita adalah bait Allah, maka berarti tubuh kita adalah tempat Allah bersemayam.

Pertanyaannya: Masih pantaskah tubuh kita ini menjadi tempat bersemayam Sang Ilahi? Ataukah karena tubuh kita sudah terlalu gaduh, sehingga gema suara Allah tidak lagi bisa terdengar? Masih layakkah tubuh kita menjadi bait kudus-Nya? Ataukah tubuh kita sudah ternoda dengan berbagai nafsu cinta diri?

Kalau pandemi Covid-19 telah ‘membersihkan’ gereja dari segala kebisingan dan aktivitas, apakah Yesus juga telah membersihkan kita dari segala hasrat diri yang sering kali menghantar kita pada kehancuran? Saatnya kita membersihkan diri, agar bait Allah kita semakin hari semakin layak dan pantas untuk bersemayam Sang Pemberi Hidup.

.

Ya Allah, kuatkanlah kami agar berani membersih diri dari segala egoisme dan dorongan hasrat tak teratur kami, sehingga bait kudus-Mu dalam diri kami semakin memancarkan sinar keilahian-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page