Renungan Harian Hari Ini 7 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 11:28-30

Bacaan I: Yes. 40:25-31; Mazmur: 103:1-4.8-10; R:1a; PEKAN ADVEN II Pw. St.Ambrosius, UskPujG (P);

Sekali peristiwa, bersabdalah Yesus: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Desember 2022, Bacaan Injil

Sapaan Yesus kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya bukan sekadar reaksi terhadap situasi bangsa-Nya waktu itu. Apa yang dikatakan Yesus justru untuk mengingatkan kembali maksud kedatangan-Nya ke dunia. Kedatangan-Nya, hidup dan karya-Nya jelas, yaitu untuk menebus segala dosa dan kelemahan kita: segala kelesuan, beban berat, dan penderitaan dunia.

Apa yang diwartakan Yesus juga pernah diserukan Nabi Yesaya. Yesaya menegaskan bahwa Allah tidak akan lelah dan lesu meneguhkan bangsa Israel agar tidak lelah dan lesu dalam menghayati kesetiaan kepada Allah. Apa yang dikatakan Yesaya menjadi tidak bergema lantang karena perilaku orang-orang Farisi dan ahli Taurat dalam menerapkan hukum Allah, bukan menyelamatkan umat melainkan memberikan beban kepada bangsanya demi kemapanan mereka.

Kehadiran Yesus memberikan teladan bukan peraturan. Yesus mengajak untuk menghayati hukum baru dalam kehidupan sehari-hari. Ia memberikan rahasianya bagaimana orang bisa menerima beban dan keletihan dengan ringan dan kelegaan. Ia menghadirkan kemanusiaan dan kebaikan daripada sekadar sebuah peraturan. Ia mengajarkan sikap lemah-lembut dan rendah hati.

Sikap inilah yang mesti kita ikuti, bahwa kehadiran Gereja bukan berhenti pada peraturan dan hukum kaku, melainkan lemah lembut dan rendah hati dalam kesetiaan kepada Allah. Kita percaya, ketika hati yang bertakwa kepada Allah berbicara soal kehidupan, penebusan, kemurahan hati, pasti kelegaan yang terjadi, bukan beban dan penderitaan.

.

Tuhan, ajarlah kami menjadi Gereja yang taat kepada Allah dalam kelembutan dan kerendahan hati untuk meringankan beban dan penderitaan banyak orang untuk mencapai keselamatan yang sejati. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 18:12-14

Bacaan I: Yes. 40:1-11; Mazmur: 96:1-2.3.10ac. 11-12.13-14; R: Yes. 40:10ab; PEKAN ADVEN II (U) St.Nikolaus dr Myra;

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Desember 2022, Bacaan Injil

Kisah gembala yang meninggalkan 99 ekor dombanya dan mencari satu ekor yang sesat merupakan gambaran Allah Bapa kita yang penuh kerahiman. Kerinduan Allah dan surga tidak lain adalah menemukan jiwa-jiwa dari kesesatan dan dosa. Kegirangan surga tidak lain adalah sebuah pertobatan. Allah Bapa yang mencintai kita bukanlah Allah yang menghukum, melainkan Allah yang selalu membuka pintu surga-Nya untuk sebuah pertobatan dan keselamatan.

Gambaran Allah Yang Maharahim juga telah diserukan oleh Yesaya dalam bacaan pertama hari ini. Yesaya menegaskan bahwa Allah itu seperti seorang gembala yang menggembalakan ternak-Nya, menghimpunkannya dengan tangan-Nya, serta memangku anak-anak domba-Nya dan menuntun induk domba-Nya. Allah membuka rahmat dan kasih-Nya untuk manusia yang senantiasa mau berseru kepada-Nya. Allah yang kita Imani adalah Bapa yang penuh belas kasih.

Menyuarakan kerahiman Allah adalah kesempatan pastoral dan kehadiran Gereja dalam kondisi zaman ini yang penuh dengan egoisme, hedonisme, konsumtif dan keserakahan. Gereja dipanggil untuk hadir sebagai gembala baik seperti Bapa, Sang Gembala, dengan kehadiran yang merawat, merangkul, menuntun, dan merengkuh yang terlantar; agar melalui Gereja, orang melihat Allah Bapa yang berbelas kasih. Gereja menghadirkan belas kasih Allah dalam karya-karya nyata bagi mereka yang miskin, tertindas, terpinggirkan, dan difabel.

.

Allah Yang Mahabaik, ajarlah kami agar tetap setia pada kehendak-Mu untuk menghadirkan Gereja yang penuh kerahiman dalam kata dan aksi nyata bagi mereka yang tertindas, miskin, dan terpinggirkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 5:17-26

Bacaan I: Yes. 35:1-10; Mazmur: 85.9ab-10.11-12.13-14; R: Yes. 35:4d; PEKAN ADVEN II(U) St.Sabbas: St.Reinardus; St.Philipus Rinaldi; B.Bartolemeous Fanti;

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga la dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Desember 2022, Bacaan Injil

Ketika Yesus sedang mengajar di hadapan banyak orang, termasuk orang-orang Farisi, datanglah peristiwa iman di mana Bapa melalui diri-Nya telah mengampuni dosa orang itu sehingga ia sembuh. Buah perjumpaan dengan Bapa di bait suci membuahkan keselamatan. Meski menimbulkan kegelisahan bagi banyak orang mengenai pengampunan dosa, Yesus ingin menunjukkan bahwa Bapa adalah Allah yang berbelas kasih dan selalu memberikan rahmat keselamatan.

Allah yang menyembuhkan dan memberikan harapan kepada umatnya juga menjadi seruan kenabian Yesaya. Dengan mantab, Yesaya menegaskan, “Jangan tawar hati, Allah akan datang untuk menyelamatkan: yang buta akan dicelikkan, yang lumpuh akan melompat”. Seruan Yesaya itu dengan gamblang disempurnakan oleh Yesus dalam peristiwa penyembuhan seorang lumpuh di Bait Allah.

Namun, banyak dari kita yang menyerupai orang Farisi bahwa bait Allah hanya sebatas tempat untuk mengadakan ritualitas keagamaan. Yesus menegaskan bahwa Bait Allah adalah tempat Allah ada, sehingga kehendak Allah terjadi. Salah satu kehendak Allah adalah kasih dan pengharapan, pembebasan dari yang jahat dan penyembuhan dari dosa dan penyakit.

Maka, menjadi sebuah pengalaman iman yang mendalam ketika kehadiran Gereja dalam doa dan pelayanan memberikan rahmat kesembuhan, pembebasan dan membuat orang berdaya dan tidak lumpuh.

.

Bapa yang berbelas kasih, ajarlah kami untuk senantiasa mewujudkan doa-doa kami dalam pelayanan dan perhatian demi keselamatan sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 3:1-12

Bacaan I: Yes. 11:1-10; Mazmur: 72:1-2.7-8.12-13.17; R:7; Bacaan II: Rm. 15:4-9; O PEKAN II PEKAN ADVEN II (U);

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi la yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Desember 2022, Bacaan Injil

Harapan masa depan yang cerah merupakan sesuatu yang dirindukan semua orang. Nabi Yesaya dalam nubuat kenabiannya menegaskan, harapan itu pasti dan sedang terjadi. Akan muncul “tunggul Isai” yang akan memberikan rahmat penebusan kepada banyak orang yang percaya karena mereka akan menerima karunia Roh bukan hal-hal duniawi. Roh Tuhan akan ada pada mereka dengan segala karunianya.

Apa yang diserukan Yesaya juga dinyatakan oleh Yohanes Pembaptis: la yang aku wartakan akan membaptis kamu dengan Roh Kudus. Kita sudah menerima Kristus. Juga, Roh Kudus sudah dicurahkan atas kita. Namun, masa depan yang cerah tidak ditentukan oleh apa yang kita terima, tetapi oleh apa yang kita jalani. Kita akan dihakimi seturut kekayaan rahmat yang kita terima. Banyak yang kita terima, lebih banyak pula yang akan dituntut dari kita.

Kekayaan terbesar, yakni Roh Kudus dan Penebusan Kristus sudah kita terima. Kita dituntut hidup di bawah bimbingan Roh Kudus, dan berusaha kudus sama seperti Allah Kudus adanya. Bisakah kita menjadi kudus? Banyak santo/santa berasal dari kalangan umat biasa, awam sederhana, yang menjadi teladan kekudusan bagi kita. Mereka menjadi kudus bukan karena melakukan pekerjaan besar dan luar biasa, tetapi justru karena tekun dan setia dalam pekerjaan kecil dan sederhana.

Mereka hidup dengan jujur, penuh cinta kasih, setia mengikuti Ekaristi, bertekun dalam doa, menerima sakramen-sakramen, dan terlibat dalam karya amal kasih. Mereka setia melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan cinta yang besar dan tanpa menuntut balas budi. Kita semua punya potensi untuk menjadi kudus, karena Roh Kudus sendiri tinggal di dalam diri dan hidup kita.

.

Ya Bapa, terangilah hati dan budi kami untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil Markus 16:15-20

Bacaan I: 1Kor. 9:16-19.22-23; Mazmur: 117:1.2; R: Mrk. 16:15; PEKAN ADVEN I Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Karya Misi (P);

Pada suatu hari, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka, mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah la ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil

Kerinduan umat, khususnya umat yang sedang sakit, adalah mendapatkan pelayanan dan kehadiran imam dalam saat-saat kritisnya, yakni bisa menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran dan sapaan seorang imam sungguh membuat umat bersukacita dan merasakan kehadiran Kristus sendiri. Tentu ini membutuhkan seorang pelayan yang siap sedia untuk diutus sebagaimana yang diserukan dalam Injil hari ini.

Sebelum terangkat ke surga, Yesus memberikan wasiat kepada para murid-Nya untuk “pergi” ke seluruh dunia dan membaptis mereka. Apa yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya tidak lain adalah tanggung jawab misi dan pelayanan bagi seluruh dunia untuk menguduskan dunia melalui karya dan pelayanan yang tulus dan ikhlas. Perintah “pergi” bisa dimaknai keluar dari zona nyaman kehidupan kita untuk mendatangi umat, memberikan harapan, meneguhkan, menyembuhkan, dan melakukan karya pengudusan. Ada beragam cara untuk mewujudkannya.

Panggilan pelayanan mewartakan Injil dalam kehidupan tampak juga dalam kehidupan Gereja Perdana. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa kemegahannya ialah dia boleh mewartakan Injil tanpa upah. Bagi Paulus, upah yang terbesar adalah boleh menjadi pewarta Injil. Baginya, mewartakan Injil tidak lain adalah menjadi solider, peduli, terlibat dan hadir dalam persoalan nyata dunia. Apa yang dilakukan Paulus diteruskan oleh St. Fransiskus Xaverius yang kita rayakan pestanya hari ini.

Fransiskus Xaverius mengikuti apa yang dimandatkan Yesus kepada para murid-Nya: pergi dan mewartakan injil ke seluruh dunia serta membaptis semua orang dalam nama-Nya.

.

Tuhan, ajarlah kami melayani tanpa pamrih dan berilah kami hati yang rela berbagi, terlebih kepada mereka yang miskin, menderita, dan teraniaya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 9:27-31

Bacaan I: Yes. 29:17-24; Mazmur: 27:1.4.13-14; R:1a; PEKAN ADVEN I (U) Sta.Bibiana; B.Maria Angela Astorch; St.Edmund Campion; St.Robertus Southwell;

Sekali peristiwa, ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil

Dalam situasi pandemi saat ini, banyak terjadi krisis sosial bahkan krisis iman. Banyak orang mempertanyakan Allah Yang Mahabaik dan Mahakuasa. Pengalaman kegelisahan dan ketidakberdayaan juga dialami Israel dalam kisah Yesaya hari ini. Namun, di balik kegelisahan, Yesaya tetap memberikan harapan kepada Israel bahwa Allah akan memberikan rahmat-Nya dengan aneka berkat: orang bisu bisa berbicara, orang tuli bisa mendengar, dan orang buta bisa melihat.

Allah tidak membiarkan umat-Nya berada dalam penderitaan. Janji Allah itu secara sempurna digenapi Yesus dengan menyembuhkan dua orang buta. Peristiwa penyembuhan tersebut bukan sekadar sebuah mukjizat, melainkan suatu pengalaman iman bahwa kepercayaan kepada kehendak Allah dalam Yesus itulah yang memberikan kesembuhan dan kedamaian bagi si buta, sehingga mereka menjadi orang-orang yang memuliakan Allah.

Benar bahwa tanda hati yang damai tidak lain adalah kemampuan untuk memuliakan Allah dalam situasi apa pun. Gereja yang merupakan tanda kehadiran Kristus juga memiliki tugas yang sama untuk senantiasa meyakinkan bahwa janji Allah akan keselamatan tetap berjalan. Cara Gereja untuk meyakinkan akan janji Allah itu, khususnya dalam situasi sulit ini- tidak lain adalah dengan hadir dalam aneka situasi sosial.

Kehadiran Gereja dan pendampingan pastoral dalam masa pandemi, misalnya, memberikan peneguhan sehingga umat tetap gembira dan merasakan damai bersama Allah karena percaya bahwa Gereja menghadirkan Kristus.

.

Allah Yang Maharahim, dampingilah selalu Gereja-Mu agar senantiasa hadir dan menyertai umat-Mu dalam peziarahan di bumi ini sehingga tetap setia untuk mencapai Kemah Abadi di surga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 7:21.24-27

Bacaan I: Yes. 26:1-6; Mazmur: 118:1.8-9.19-21.25-27a; R:26a; PEKAN ADVEN I – THN. A/I Pw B.Dionisius & Redemptus, Mrt.Indonesia (M); St.Eligius; St.Adrianus dan Sta.Natalia;

Suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil

Pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 memberi aneka warna dalam penghayatan hidup beriman dan beragama. Salah satunya adalah agama dijadikan alat untuk memprovokasi dan mencari kepentingan baik pribadi maupun golongan. Banyak orang berteriak: Tuhan, Tuhan, Tuhan. Namun, mereka bukannya mewujudkan kehendak Tuhan, melainkan mencari kesempatan atas nama Tuhan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa bukan mereka yang berteriak-teriak: Tuhan, Tuhan, yang akan masuk Kerajaan Allah. Bagi Yesus, orang yang hanya berhenti pada “teriakan” Tuhan, Tuhan, itu sama seperti orang yang membangun rumah di atas pasir. Rumah rohaninya menjadi labil, ketika ada angin dan badai bisa roboh karena tidak bertumpu pada batu cadas. Hidup rohani yang bersumber pada penghayatan di mana menyebut Tuhan disertai tindakan nyata: kasih, kepedulian, bela  rasa, adil dan menebar damai-sama artinya membangun rumah di atas batu. Rumah rohaninya akan aman karena batu-batu rohani menjadi tumpuannya.

Persis apa yang dikatakan Nabi Yesaya: bahwa Kota Yehuda akan kuat karena hatinya teguh dijaga oleh damai sejahtera Allah. Membangun rumah rohani di atas batu cadas adalah mempercayakan hidup kita dalam doa. Dari doa itu kemudian dengan penuh sukacita melakukan kehendak Allah dalam praktik hidup sehari-hari dengan damai sejahtera, keadilan, dan belas kasih. Itulah rumah rohani yang akan kokoh menghadapi badai sampai pada kesudahannya, sehingga kita akan sampai pada rumah rohani abadi sesungguhnya.

.

Tuhan bantulah kami dalam hidup sehari-hari agar mampu menyusun rumah rohani kami dengan batu keadilan, kejujuran, dan belas kasih sehingga amanlah rumah kami sampai kesudahannya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil Matius 4:18-22

Bacaan I: Rm. 10:9-18; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; MASA ADVEN I Pesta St. Andreas, Rasul (M);

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Andreas, rasul. Ayahnya, bernama Yohanes, bekerja sebagai nelayan. Andreas juga bekerja sebagai nelayan. Ia bersama saudaranya, Simon yang disebut Petrus, merupakan murid-murid pertama Yesus. Panggilan sebagai murid diterima Andreas dan Simon ketika mereka sedang menebarkan jala di danau. Mereka menjawab panggilan itu dengan pergi meninggalkan jala mereka dan mengikuti Yesus. 

Andreas pergi meninggalkan jalanya ketika dipanggil oleh Yesus, “Mari ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19). Kini, Yesus memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Kalau kita mengaku murid-murid Yesus, kita juga seharusnya mendengarkan panggilan-Nya dan bertindak.

Yesus memanggil para murid untuk mewartakan cinta kasih Allah. Kita pun dipanggil untuk itu. Namun, kita kadang ragu tatkala mengalami kesulitan dan tantangan karena kita merasa lemah dan tidak layak untuk tugas perutusan itu. Yesus tidak memanggil dengan ukuran mata manusia. Yesus melihat hati kita. Yesus yang memanggil kita tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian. Ia akan membantu kita dalam melakukan tugas yang kita lakukan.

Ketika Yesus akan memilih murid tentu Dia memiliki beberapa pertimbangan. Dia memiliki rencana besar atas dunia ini yang akan diteruskan oleh para murid-Nya. Namun, anehnya, untuk tugas sepenting itu Dia tidak melangkahkan kaki-Nya ke tempat di mana biasanya para bibit unggul berkumpul. Dia tidak ke “sekolah teologia” setempat untuk mencari beberapa murid terbaik. Tetapi, Dia pergi ke tepi danau dan bertemu dengan beberapa nelayan. 

Dia menjumpai orang-orang yang sederhana baik dalam hal pendidikan maupun pekerjaan. Dengan optimis, Dia memanggil mereka untuk dibentuk seperti yang Dia mau. Dia mengenal potensi yang diberikan Allah di balik kesederhanaan mereka.

.

Ya Allah, berikanlah kami hati dan sikap batin seperti St. Andreas yang langsung menjawab panggilan-Mu. Bentuklah kami sesuai rencana-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil Lukas 10:21-24

Bacaan I: Yes. 11:1-10; Mazmur: 72.2.7-8.12-13.17; R:7; MASA ADVEN I B. Frederikus dr Regensburg;

Pada waktu itu, bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil

Bersyukur merupakan hal yang sangat penting dalam hidup para pengikut Kristus. Kita dinasihati agar mengucap syukur dalam segala hal sebab itulah yang Allah kehendaki (1 Tes. 5:18). Di dalam ucapan syukur sudah selayaknya kita mempunyai alasan untuk bersyukur. Bersyukur tanpa alasan yang jelas adalah ucapan kosong di bibir. Melihat ketujuh puluh murid pulang dapat sukacita, Yesus bergembira dalam Roh dan bersyukur. 

Yesus bersyukur kepada Bapa dengan 2 alasan: Pertama, karena karunia Allah bagi para murid yang mengenal Yesus Kristus berkuasa menaklukkan kuasa Iblis. Pengakuan mereka, “Setan-setan takluk dalam nama Yesus” adalah pengakuan kedaulatan dan kuasa yang dimiliki Yesus (17). Yesus bersyukur atas pemahaman mereka itu. 

Kedua, karena Allah berkenan kepada mereka. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.” Hanya mereka yang terpilih, yang dikaruniakan kesempatan untuk melihat yang tidak dilihat orang lain, telah melihat kuasa Allah bekerja. Yesus yakin bahwa Bapa sendiri yang menguakkan rahasia-Nya, bahwa Yesus adalah Tuhan yang berdaulat. 

Bersyukur adalah tindakan yang muncul dari dalam diri seseorang karena mengalami Tuhan dan menerima anugerah-Nya. Tindakan syukur ini nyata dalam bentuk pengakuan atas kuasa dan kedaulatan Tuhan atas segala perkara. Jadi, jangan asal bersyukur! Bersyukurlah karena kita telah melihat bahwa Yesus adalah Tuhan yang berdaulat dan berkuasa atas hidup kita. Bersyukurlah karena Bapa berkenan mengaruniakan dan menyingkapkan kemuliaan dan kuasa Yesus sehingga kita dapat melayani-Nya. Kitalah orang-orang yang Allah perkenankan untuk menikmati segala karunia-Nya.

Yesaya menegaskan kepada umat Israel untuk bersyukur karena suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Ada seribu satu alasan untuk bersyukur, maka sungguh memprihatinkan jika ada orang yang hari-harinya mengeluh dan mengeluh, dan akhirnya lupa bersyukur. Padahal kita tahu bahwa bersyukur adalah pintu masuk untuk berkat yang lain.

.

Ya Allah, semoga kami semakin mampu bersyukur dalam keadaan apa pun. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil Matius 8:5-11

Bacaan I: Yes. 2:1-5; Mazmur: 122:1-4a.4b-7.8-9; R:11; MASA ADVEN I-O PEKAN I Sta.Katarina Laboure, Prw; St.Yakobus dr Marka; B.Maria Helena Stollenwerk;

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil

Permasalahan selalu datang dan menimpa siapa pun yang ada di dunia ini tanpa memandang bulu. Berbagai upaya diusahakan untuk mencegah dan menanggulanginya, namun faktanya manusia sama sekali tak mampu mengelak dari masalah yang ada. Karena itulah manusia sangat membutuhkan pertolongan dan jalan keluar. Harus diakui bahwa kita tidak mampu mengatasi setiap permasalahan itu dengan kekuatan sendiri, apalagi berharap dan bersandar kepada sesama kita.

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17:5). Masih ada satu jalan keluar dan sumber pertolongan, asal kita mau datang, yaitu kepada Juru Selamat, Yesus Kristus. Ada kisah seorang perwira sedang mengalami persoalan, yaitu hambanya sedang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. Perwira itu membuat keputusan untuk datang dan meminta pertolongan kepada Yesus. Yesus pun tergerak hati-Nya untuk menolong. Padahal, Dia tidak tahu mengenai perwira itu sebelumnya. Akhirnya, hamba perwira itu mengalami kesembuhan.

Ada 3 faktor penting yang dimiliki perwira itu sehingga Yesus memperhatikan dan menjawab permohonannya: (1) la memiliki kasih dan tanggung jawab terhadap hambanya yang sakit itu; (2) ia memiliki kerendahan hati. Terbukti ketika Yesus hendak datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambahnya dia berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku,” (Mat. 8:8a). Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati, tetapi membenci orang yang congkak;

(3) ia memiliki iman yang besar. Perwira itu mengatakan bahwa Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, tetapi cukup sepatah kata saja yang diucapkan Tuhan akan sanggup menyembuhkan hambanya (Mat. 8:8b). Apakah kita memiliki iman seperti perwira itu sehingga kita benar-benar bersandar dan mengandalkan Yesus dalam hidup kita?

.

Ya Allah, jadikan kami pribadi yang selalu mengandalkan dan bersandar pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page