Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 1:1-17

Bacaan I: Kej. 49:2.8-10; Mazmur: 72:1-2.3-4b.7-8.17; R:7; HARI BIASA KHUSUS ADVEN III (U) Novena Natal hari ke-2-Lazarus (Sahabat Yesus); St.Olympias;

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.

Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil

Pada umumnya, orang tua dan keluarga kalau mau menikahkan anaknya terlebih dahulu melihat bibit, bobot, dan bebet calon menantu. Hal ini dilatarbelakangi harapan orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya, khususnya jodoh. Meskipun ada keyakinan bahwa jodoh sendiri merupakan anugerah Tuhan, tetapi mereka masih “memperhitungkan” sebagai upaya terbaik bagi anaknya.

Kesadaran bahwa asal-usul yang baik, kualitas yang mumpuni dan penampilan yang pantas merupakan upaya untuk membuahkan keluarga yang baik pula. Itu alasan mengapa orang peduli dengan calon menantu itu keturunan siapa, dari mana, dan sebagainya. Apa yang dialami Yesus dalam silsilah Injil hari ini juga mirip. Harapan akan Mesias dalam tradisi Ibrani adalah Dia yang dilahirkan dari bangsa terpilih.

Menarik bahwa dalam silsilah Yesus, Penginjil Matius menulis tidak hanya keturunan Abraham, tetapi juga ada nama Rehab, wanita bukan Yahudi. Juga ada wanita dari Moab, Ruth. Bahkan dalam silsilah Yesus tertulis nama Betseba, keturunan Daud dari istri Uria. Yesus lahir ke dunia dengan membawa darah kemanusiaan sangat komplit. Aneka golongan dan nenek moyang yang juga mengalami kedosaan. Kedatangan Yesus bukan untuk sekadar menghadirkan keluhuran-Nya sebagai Putra Allah, melainkan menebus dosa bagi seluruh bangsa manusia sepanjang sejarah.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, semoga kami semakin setia pada kehendak-Mu dan melakukan perintah Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil Yohanes 5:33-36

Bacaan I: Yes. 56: 1-3.6-8; Mazmur: 67:2-3.5.7-8; R:4a; PEKAN ADVEN III (U) St.Sturminus; Sta.Teofanu; B.Maria dr Malaikat – Novena Natal Hari ke-1;

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran, tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes itu adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya, dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil

Selama masa pandemi umat dimanjakan dengan tayangan keagamaan dalam aneka bentuk: misa, khotbah, pendalaman iman ataupun pengetahuan agama. Secara pengetahuan dan pemahaman, hidup iman umat disegarkan. Karena pembatasan sosial, maka kekayaan spiritualitas tersebut tidak sempat diwujudkan dalam tindakan keseharian Gereja. Meski demikian, aksi kasih dan pewartaan akan Kerajaan Allah tidak kendor.

Banyaknya orang yang tergerak berpartisipasi dalam banyak macam aksi sosial yang digalang melalui media sosial membuktikan bahwa kesaksian, pelayanan dan solidaritas kemanusiaan tetap tumbuh. Entah apa motivasinya, yang pasti sebagai orang beriman, amal kasih kita itu adalah wujud kesetiaan akan panggilan dan perutusan Kristus kepada umat-Nya untuk saling mengasihi seperti Bapa telah lebih dahulu mengasihi kita.

Sebagaimana ditegaskan dalam Injil Yohanes: Karya dan hidup Yesus adalah pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Nya untuk dijalankan. Pekerjaan Yesus bukan sekadar kegiatan kebaikan dan juga bukan aktivitas yang menghebohkan. Pekerjaan yang dilakukan Yesus tidak lain adalah melakukan kehendak Allah, sehingga tidak membutuhkan pengakuan manusia. Apa yang dilakukan-Nya merupakan wujud kesetiaan dan kesatuan dengan Allah, Bapa-Nya.

Kehadiran Gereja dalam bentuk apa pun, termasuk karya sosial, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan. Gereja mewujudkan mandat Yesus sendiri bahwa apa yang dilakukan merupakan wujud kesatuan dengan-Nya dalam hidup, karya, dan perutusan. Sehingga, aktivitas Gereja dan umat Allah menjadi jalan kesaksian bagi kemuliaan Allah. Sama dengan perutusan kongregasi, karya dimaksudkan untuk menghadirkan spiritualitas kongregasi, bukan sekadar kegiatan sosial.

.

Bapa, gerakkanlah kami untuk mewujudkan kehendak-Mu dalam aktivitas dan kehidupan kami sehingga nama-Mu semakin dimuliakan di bumi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 7:24-30

Bacaan I: Yes. 54:1-10; Mazmur: 30:2.4-6.11-12a.13b; R: 2a; PEKAN ADVEN III (U) B.Bonaventura dari Pistoia;

Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.” Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil

Mengupayakan hal baik, mewujudkan keadilan, dan berbicara soal kebenaran tidaklah mudah. Melalui media online kita bisa melihat orang yang jujur, yang baik dan benar malah di-bully dan diserang habis-habisan. Herannya, atas nama agama mereka kerap kali menyingkirkan orang benar. Apa yang terjadi dalam kehidupan kita persis sama seperti yang dialami oleh Yohanes Pembaptis sebagai nabi yang ditolak oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat atas nama agama.

Yesus dengan keras memperingatkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat bahwa orang berdosa dan pemungut cukai mengalami pertobatan ketika berjumpa dengan Yohanes. Mereka kemudian minta dibaptis sebagai tanda pertobatan. Orang banyak dan juga pemungut cukai mengakui kebenaran Allah dan minta diri dibaptis. Sedangkan, ahli Taurat dan orang Farisi malah menolak maksud Allah terhadap diri mereka. Artinya bahwa ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang paham akan Allah, tahu akan kebenaran malah menolak kebenaran itu sendiri.

Mereka dengan sengaja memisahkan diri dari kehendak Allah demi “kemapanan” status keagamaan mereka. Tidak heran kalau mereka menolak kebenaran Yohanes maupun Yesus sendiri. Menghayati kehadiran Allah dalam hidup tidak lain adalah menyerahkan diri pada kehendak-Nya dalam pertobatan menuju kebenaran. Terbuka pada seruan kenabian dari zaman ke zaman menjadi syarat sebuah perubahan.

Menjadi gagal untuk menerima kebenaran dan penyerahan diri kepada kehendak Allah kalau kita memiliki kepentingan diri demi sebuah kemapanan. Juga ketika kemapanan itu ada dan melalui hidup keagamaan. Ketika agama dan ayat dipakai untuk kepentingan politik dan kepentingan kelompok, maka tidak ada bedanya dengan kaum Farisi.

.

Bapa Yang Mahabaik, jagalah kami untuk senantiasa mendengarkan sabda Putra-Mu dalam membaca tanda-tanda zaman sehingga kami diubah karena kehendak-Nya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 7:19-23

Bacaan I: Yes. 45: 6b-8.18.21b-25; Mazmur: 85: 9ab-10.11-12.13-14; R: Yes. 45:8; PEKAN ADVEN III Pw St.Yohanes dr Salib, ImPujG. (P) St.Venantius Fortunatus; St.Spiridion;

Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil

Seruan langit dan awan untuk menurunkan Sang Adil dalam kidung Yesaya merupakan ungkapan harapan pembebasan umat Israel zaman itu. Mereka merindukan sosok Sang Adil yang membebaskan mereka dari penderitaan akibat penjajahan bangsa-bangsa asing. Harapan pembebasan menjadi seruan utama dalam pewartaan kenabian Perjanjian Lama. Apa yang dirindukan dalam Perjanjian Lama terpenuhi dalam diri Yesus.

Yesus adalah Sang Adil atau Sang Pembebas itu. la-lah Sang Mesias yang dinanti-nantikan. Di tangan-Nya orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik merupakan bukti Yesus adalah sungguh Pembebas. Namun, mesianis yang disandang-Nya bukan untuk mengusir penjajah Roma seperti yang dibayangkan oleh orang Israel masa itu, melainkan melakukan kehendak Bapa untuk membebaskan manusia dari segala dosa dan segala akibatnya.

Mesianis Yesus menuntut perubahan dan pertobatan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kerinduan akan pembebasan merupakan kerinduan semua orang, termasuk kita di zaman ini. Kita merindukan pembebasan dari berbagai belenggu kehidupan. Namun, saat bersamaan kita dipanggil untuk menjadi pembebas bagi sesama yang tertindas, terpinggirkan, terabaikan, terbuang, termarginalkan, dan belenggu-belenggu lainnya.

Kita bisa menjadi pembebas di zaman ini dengan hadir memapah orang lumpuh, menuntun orang buta, mendengarkan orang yang putus asa, mengunjungi yang sakit, merangkul orang-orang yang berdosa, dll.

.

Bapa Yang Mahabaik, tuntunlah kami mempersiapkan Natal Putra-Mu dengan kerelaan menghadirkan cinta kasih dan kepeduliaan agar banyak orang mengetahui bahwa melalui Gereja, Engkau hadir menyembuhkan banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 21: 28-32

Bacaan I: Zef. 3: 1-2.9-13; Mazmur: 34: 2-3.6-7.17-18.19.23; R: 7a; PEKAN ADVEN III Sta.Lusia, PrwMrt (M); Sta.Odilla;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi: “Apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini bukan untuk membandingkan dua anak. Pertama mengatakan ya, tetapi tidak berbuat; lalu yang kedua mengatakan tidak, tetapi menyesal lalu berbuat. Idealnya adalah mengatakan ya dilanjutkan dengan tindakan. Makna dari perumpamaan ini adalah menyadarkan mereka yang bersikap farisi dalam hidup ini, yang memberikan stempel kekal bahwa orang-orang berdosa, seperti pelacur dan pemungut cukai tidak akan masuk surga.

Bagi Yesus, keselamatan tidak menurut anggapan orang. Keselamatan adalah dialog Allah dengan manusia dan menuntut sebuah pertobatan yang nyata. Orang Yahudi merasa bahwa menjadi keturunan Abraham aman dijamin masuk surga. Bagi Yesus, bukan soal itu, melainkan soal segera bertobat dan menjalankan sebuah pertobatan dalam perbuatan nyata. Persis seperti yang dikatakan dalam Kitab Zefanya bahwa ukuran keselamatan bukan soal yang hebat, melainkan sisa Israel, meski kecil tetapi menaati kehendak Allah dan mewujudkannya dalam hidup sebagai berkat bagi sesama.

Zaman ini yang kerap terjadi bahwa gaya beragama: pakaian, liturgi yang tertib, hiasan gereja yang indah, bisa adorasi setiap hari, penampilan sosial sebagai orang agamis diyakini sebagai jalan keselamatan. Belum. Ukuran kesalehan seseorang itu adalah menghayati imannya dengan melakukan perbuatan kasih sehari-hari. Jangan sampai hidup agama membuat kita terasing dari kemanusiaan dan belas kasih Allah sendiri.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, berilah kami keberanian untuk melakukan kehendak-Mu, bukan sekadar berjanji dalam doa dan penampilan kami yang agamis. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 21: 23-27

Bacaan I: Bil. 24: 2-7.15-17a; Mazmur: 25: 4bc-5ab.6-7c.8-9; R: 4b; PEKAN ADVEN III (U) Sta.Yohanna Fransiska de Chantal; SP Maria dr Guadalupe;

Pada suatu hari, Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.

Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil

Salah satu target terorisme internasional adalah mencari orang-orang bodoh, yang imannya rapuh, yang pemahaman imannya lemah, mereka yang beriman ikut arus saja. Bodoh dalam iman seperti katak dalam tempurung, tidak mau membuka diri, keluar dari hati dan akal budinya yang sempit. Kelompok orang-orang bodoh ini mudah dimanipulasi, bahkan dipakai sebagai alat adu domba.

Kebodohan iman ini juga dialami oleh orang Farisi dan ahli Taurat zaman Yesus, mereka tidak mau diubah oleh kuasa Allah, baik oleh Yesus maupun oleh Yohanes, pendahulu-Nya. Injil menegaskan bahwa sikap orang-orang Farisi mempertanyakan kuasa Yesus bukan karena mereka tidak tahu akan hidup dan karya Yesus. Mereka bersikap demikian karena mereka enggan berubah dan suka tinggal dalam keadaannya yang mapan selama ini.

Sebab, berubah dan mengikuti semangat Yesus berarti menjadi orang-orang yang melakukan hidup keagamaan untuk mewujudkan belas kasih, keadilan, kesetiaan, dan damai. Artinya, mengedepankan pelayanan yang senantiasa menuntut sebuah pengorbanan. Hal itu bertolak belakang dengan hidup mereka yang banyak diuntungkan oleh status mereka sebagai pemuka agama. Mereka enggan berubah demi menjaga posisi sosial mereka agar tetap berkuasa.

Bahaya beragama akan terjadi ketika hidup beragama hanya dijadikan sarana dan kesempatan untuk kepentingan diri, keluarga, dan golongan, apalagi untuk mencapai kekuasaan demi uang. Banyak orang menggunakan agama untuk kendaraan politik, kekuasaan, dan kekayaan. Akibatnya, tidak ada keterbukaan, ketulusan dan solidaritas kemanusiaan. Agama sesungguhnya adalah alat untuk mencapai keselamatan kekal dalam kasih dan kemanusiaan, bukan untuk mendapatkan kenikmatan sesaat.

.

Bapa Yang Maharahim, berilah kami hati yang terbuka bagi sapaan-Mu, sehingga kami mampu mewujudkan kehendak-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 11:2-11

Bacaan I: Yes. 35:1-6a.10; Mazmur: 146.7.8-98.9b-10; R; Yes. 35:4; Bacaan II: Yak 5:7-10; O PEKAN III – PEKAN ADVEN III Hari Minggu Gaudete (Ungu muda /Merah Muda);

Sekali peristiwa, Yohanes Pembaptis yang berada di dalam penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil

Di era digital ini, kita banyak sekali disuguhi penampilan para youtuber pewarta keselamatan dalam aneka keyakinan mereka, termasuk pewartaan iman Kristiani. Persoalan muncul ketika orientasinya bukan untuk memperkenalkan Kristus, di mana orang sakit disembuhkan, atau orang bisu berbicara melainkan mencari ketenaran diri. Akibatnya, orang tidak menemukan Kristus malah sebaliknya: muncul iri hati, kedengkian bahkan penistaan.

Pewartaan sejati selalu bermuara pada Kristus yang dimuliakan. Yohanes menyiapkan jalan bagi Yesus, dan setelah selesai tugasnya ia menyuruh pengikutnya untuk bertanya guna mendapatkan kepastian dari Yesus sendiri tentang Mesias. Yesus menunjukkan penggenapan nubuat yang ada dalam Kitab Yesaya: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dsb. Tetapi mengenai Yohanes, Yesus memberikan  pujian yang tegas: Yohanes adalah seorang nabi yang kokoh, tak tergoyahkan oleh angin, hidup keras. Ia lebih daripada nabi. Ia adalah Elia baru.

Mesianis adalah kehadiran yang menyembuhkan, membebaskan, dan memberikan harapan. Panggilan pewartaan tidak lain adalah memperjumpakan dunia dengan Yesus, Sang Mesias yang menyembuhkan, bukan menjadikan si pewarta hebat. Apalagi kalau sekadar mengejar kepentingan pribadi. Biarlah Yesus sendiri yang memberikan hadiah kepada si pewarta. Biarlah Kristus semakin besar dan aku semakin kecil. Mengapa demikian? Karena Allah melibatkan kita untuk menjadi sarana keselamatan bagi dunia. Allah yang harus dikenal dunia agar dunia selamat, bukan kita yang hanyalah sarana.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, tuntunlah kami dalam pelayanan agar kehendak-Mulah yang kami wartakan dalam seluruh hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 17:10-13

Bacaan I: Sir. 48:1-4.9-11; Mazmur: 80:2ac.3b.15-16.18-19; R:4; PEKAN ADVEN II (U) St.Miltiades; B.Marc Antonius Durando; SP Maria dr Loreto;

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid-Nya bertanya kepada-Nya: Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa la berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Desember 2022, Bacaan Injil

Hidup yang diperbarui dalam kehendak Allah ialah hidup dengan benar, adil, dan damai. Itu tidak mudah. Hal ini juga dialami oleh Elia ketika mengajak Israel untuk menyongsong hal yang baru dengan meninggalkan dewa-dewa Baal. Malah Elia dijadikan musuh dan target pembunuhan oleh penyembah-penyembah Baal. Dalam kesesakan, Elia lari kepada Tuhan dan mendapatkan pengarahan akan masa depan di Horeb. Tugas Elia jelas, mengajak Israel untuk meninggalkan kekelaman dan menyongsong hidup yang baru.

Apa yang dialami Elia juga dialami Yohanes Pembaptis sebagai “jalan” bagi kebenaran dan hidup, yaitu Yesus sendiri. Ketidakmampuan orang-orang untuk mengerti akan kedatangan Yesus karena mereka menolak orang yang memberikan jalan kepada kebenaran itu, yaitu Elia maupun Yohanes Pembaptis. Mereka, khususnya orang Farisi dan ahli taurat merasa tidak butuh “jalan” itu, karena mereka sudah merasa mampu menemukan keselamatan.

Pengalaman akan Allah merupakan perjumpaan personal, namun tetap membutuhkan tuntutan agar tidak hanya “merasa” berjumpa dengan Allah. Penuntun hidup kepada Kristus adalah Sabda Allah, tradisi iman dan magisterium atau ajaran Gereja. Maka, mana mungkin kita akan menemukan Kristus yang sejati kalau enggan untuk mendalami Kitab Suci, tradisi maupun magisterium.

Iman akan Allah bukan permainan perasaan, melainkan membutuhkan penuntun iman agar kita bisa mengerti apa yang kita imani dan beriman dengan sadar.

.

Bapa Yang Maharahim, berilah kami keterbukaan hati untuk mencari kehendak-Mu melalui pengenalan akan Kitab Suci, setia pada tradisi iman, dan terbuka pada ajaran Gereja. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 11:16-19

Bacaan I: Yes. 48:17-19; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R: Yoh. 8:12; PEKAN ADVEN II (U) St.Fransiskus Antonius; St.Petrus Fourier; B.Bernardus Maria Silvestrelli;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak: “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.

Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Desember 2022, Bacaan Injil

Ecclesia semper reformanda merupakan sebuah ungkapan bahwa Gereja senantiasa terbuka untuk sebuah pembaruan. Makna dari ungkapan ini tidak lain agar Gereja tetap berarti bagi dunia dalam kehadiran dan pengudusannya. Hal ini penting karena dunia berkembang dan zaman berubah, namun tujuan panggilan manusia tidak berubah: mencapai Kerajaan Allah.

Nah, di sinilah makna sebuah pembaruan diri terus-menerus agar dalam setiap situasi sabda Allah tetap aktual untuk membimbing orang kepada kesempurnaan hidup. Injil bercerita, ketika Yohanes datang, ia tidak makan dan tidak minum, sehingga orang berkata ia kerasukan setan. Ia terlalu keras, terlalu tegas, terlalu berpegang pada prinsip.

Sementara, ketika “Anak Manusia” datang, la makan dan minum, lalu orang-orang berkata: Lihat si pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan pendosa. Ia mengendurkan peraturan, tidak mempertahankan ketegasan seperti dulu. Ia terlalu manusiawi, mau menyenangkan orang. Juga menuai celaan orang.

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat adalah kelompok yang memprotes baik Yohanes maupun Yesus. Mereka enggan berubah karena menutup diri, tidak rendah hati dan tidak mau berkembang. Menjadi Gereja yang hidup adalah meninggalkan semangat “farisi” dengan rendah hati berani membarui diri, bersama dunia dalam penziarahan, melayani dengan rendah hati, memberikan harapan, dan terbuka pada setiap kehidupan untuk dikuduskan. Inilah yang perlu diupayakan Gereja.

.

Bapa Yang Murah Hati, berilah kami hati yang terbuka pada sabda Putra-Mu agar kami menjadi Gereja yang hidup: terbuka, rendah hati, dan bertumbuh. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Bacaan I: Kej. 3:9-15.20; Mazmur: 98:1.2-3ab.3c-4; R: 1ab; Bacaan II: Ef. 1:3-6.11-12; PEKAN ADVEN II; HR MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA (P);

Dalam bulan yang keenam, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud, nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Desember 2022, Bacaan Injil

Hawa dengan darah dan hidupnya meneruskan dosa dalam tubuh dan nyawa anak-anaknya. Tetapi Maria, diserahi umat manusia di bawah salib, sebagai ibu Gereja yang mengandung benih keselamatan dan mengalir melalui sakramen-sakramen Gereja, yang dilambangkan oleh darah dan air yang mengalir dari lambung Kristus. Seperti Hawa dibentuk sebagai ibu kehidupan karena tulang rusuk Adam, demikian pun Maria menjadi ibu kehidupan kita, ibu Gereja.

Maria sebagai ibu kehidupan adalah ibu semua orang. Siapa saja bisa datang untuk memohon doanya. Ia akan menerima, menyapa, dan merangkul dengan kasih seorang ibu. Sebagai yang tak bernoda, Maria adalah cermin yang mempunyai kedalaman yang tak terhingga, memantulkan semua cita rasa dan kasih seorang ibu bagi semua orang. Ia penuh rahmat, tidak akan habis ditimba. Ia menjadi cermin kesalehan, kesetiaan, kesahajaan bagi dunia.

Ia seorang ibu yang hadir dalam seluruh kehidupan manusia: di saat lahir, perkawinan, keseharian, terlebih di saat-saat kematian. Mari kita meneladan kesetiaan, kesahajaan, kepekaan Maria dalam hidup harian kita sebagai pribadi, sebagai warga Gereja, dan sebagai warga dunia.

.

Ya Bapa, berilah kami hati tak bernoda seperti hati Bunda Maria yang merengkuh seluruh kehidupan manusia untuk diserahkan kepada Yesus, Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page