Renungan Harian Hari Ini 27 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Desember 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:2-8

Bacaan I: 1Yoh. 1:1-4; Mazmur: 97:1-2.5-6.11-12 Ref: 12a; Hari Ke-3 Oktaf Natal; PESTA ST.YOH., RASUL & PENG. INJIL (P);

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana la diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah, akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Desember 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja merayakan Pesta St. Yohanes, Rasul yang juga disebut murid terkasih Yesus. Ia adalah murid yang langsung percaya bahwa Yesus bangkit ketika melihat kubur kosong. Beda dengan Maria Magdalena yang memberitahukan kepada para murid bahwa kubur kosong karena Yesus diambil orang. Sebagai murid yang terkasih, Yohanes percaya bahwa Yesus sudah bangkit sebagaimana dinubuatkan dalam Perjanjian Lama maupun yang dikatakan Yesus sendiri kepada para murid-Nya (bdk. ay. 8).

Meski Maria Magdalena merupakan saksi pertama melihat kubur yang terbuka, ia malah berlari dan memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah dicuri orang. Apa yang dialami Maria Magdalena adalah respons umum yang dapat diterima oleh logika pada umumnya. Maria Magdalena belum percaya, bahkan mustahil kalau Yesus telah bangkit dari kubur. Apalagi hanya dengan melihat kubur yang telah terbuka itu. Tidak heran kalau dalam kisah lain Maria Magdalena percaya karena berjumpa dengan Yesus yang bangkit.

Bagi murid yang dikasihi Yesus, kubur kosong membuktikan kebenaran nubuat Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup. Namun bagi Maria, diperlukan perjumpaan pribadi dengan Yesus yang sudah bangkit itu supaya Maria sungguh percaya akan kebangkitan-Nya. Apakah kita memerlukan bukti untuk percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit dari kematian?

Sebagai seorang beriman, manakah model rohani kita: seperti Maria Magdalena yang butuh bukti, ataukah seperti Yohanes, Rasul, yang percaya karena nubuat Kitab Suci?

.

Tuhan, kuatkan iman kami untuk sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang hidup dan sudah mengalahkan kuasa maut. Kuatkanlah iman kami agar kami dapat percaya dan bersaksi dengan berani tentang-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 10:17-22

Bacaan I: Kis. 6:8-10; 7:54-59; Mazmur: 31:3c-4.6.8a.16b.17; R:6a; Hari Ke-2 Oktaf Natal; Pesta St.Stefanus, Mrt. Pertama (M);

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata: “Waspadalah terhadap semua orang, karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-
Ku, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Desember 2022, Bacaan Injil

Orang mengira bahwa kemartiran senantiasa dikaitkan dengan mati berdarah-darah, seperti kisah Stefanus. Kemartiran adalah sikap dan pilihan hidup mempertahankan kehendak Allah meski mengalami ketidaknyamanan. Tidak mudah menjadi orang benar dalam situasi penuh manipulasi dan hoaks; menjadi jujur di tengan sistem yang korup dan cari kepentingan diri; menjadi adil dalam situasi keserakahan dan ketamakan. Kemartiran adalah makna terindah sebagai murid Yesus untuk setia dalam situasi demikian.

Yesus meminta para murid untuk waspada terhadap aneka kekuatan yang bisa menghancurkan kesetiaan akan kebenaran. Menghayati semangat kemartiran yang ditekankan Yesus jelas: tubuh kita boleh binasa, tetapi jiwa tetap untuk Tuhan. Artinya, menjadi seorang murid adalah menjadi pribadi yang siap kehilangan hal-hal yang jasmani namun tetap menjaga kemurnian hati dan persembahan diri kepada Allah. Kemartiran merupakan kesempatan untuk memurnikan kesetiaan kita kepada Allah.

Hal ini perlu kita pahami bahwa Allah tidak akan pernah menyingkirkan masalah, namun Allah berjanji akan melengkapi hidup kita dengan kekuatan, kemampuan dan perlindungan. Sikap yang perlu kita persembahkan adalah percaya, sebagaimana Yesus tekankan bahwa kita sangat berharga dibandingkan burung pipit. Kalau burung pipit saja dilindungi Allah akan hidupnya, apalagi kita manusia. Maka, mari kita membudayakan semangat kemartiran sebagai jalan kekudusan.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, kami kerap kali takut untuk mengambil risiko dalam kebenaran, keadilan, dan cinta damai. Jauhkanlah rasa takut itu dan biarlah kami memiliki semangat seperti Stefanus: senantiasa mewartakan Kristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Desember 2022, Bacaan Injil Malam: Lukas 2:1-14/Fajar: Lukas 2:15-20

Bacaan I: Malam: Yes. 9:1-6/Fajar: Yes 62:11-12; Mazmur: Malam: Mzm. 96:1-2a.2b-3.11-12.13 R: Luk. 2:11/ Fajar: Mzm. 97: 1.6.11-12; Bacaan II: Malam:Tit 2:11-14/Fajar: Tit 3:4-7; HARI RAYA NATAL (P);

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. 

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Desember 2022, Bacaan Injil

Peristiwa Natal adalah peristiwa kasih Allah kepada manusia. Sang Sabda menjelma menjadi manusia. “Kristus Tuhan sudah lahir di kota Daud.” Para malaikat mewartakan kabar sukacita itu bahwa Allah memberikan kegembiraan besar kepada manusia. Nyanyian malaikat berkumandang, karena Sang Raja Damai telah lahir dan hidup bersama seluruh peristiwa hidup manusia.

Senyap, gelap, dingin dan sunyinya malam telah dihalau oleh Sang Terang. Dunia bersukacita. Dunia bergembira. Dunia menyanyikan lagu puji-pujian karena Allah telah sempurna menyatakan rencana-Nya. Kegelapan sirna karena kelahiran Yesus. Dunia yang hampa diberikan harapan, yaitu Juru Selamat dunia yang telah lahir. Kelahiran-Nya merupakan penggenapan janji Allah, wujud kasih Allah kepada manusia.

Nuansa Natal sarat dengan peristiwa kasih, sehingga merayakan Natal tidak berhenti pada bangga akan kasih Allah kepada kita. Menghayati makna Natal berarti kita dipanggil untuk meneruskan tongkat estafet sukacita bagi dunia. Hadir dan terlibat memberikan harapan bagi yang mengalami kegelapan: Itulah Natal.

.

Bapa, berilah kami kesempatan sebagaimana Putra-Mu menjadi tanda pengharapan dalam kegelapan dengan mendatangi dunia untuk memulihkan kehidupan dan membangunkan manusia yang tertidur dalam gelapnya dosa. Semoga perayaan Natal menjadikan kami sebagai kegembiraan dan pembebasan bagi banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:67-79

Bacaan I: 2Sam. 7:1-5.8b-12.16; Mazmur: 89:2-3.4-5.27.29; R:2a; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Adam dan Hawa (Manusia Pertama) Novena Natal hari ke-9;

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, la menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,–seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus– untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi, karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Desember 2022, Bacaan Injil

Injil hari ini berisi pujian Zakharia akan karya besar Tuhan bagi Maria dan keluarganya. Zakharia memuji karya agung Allah yang melawat dan membawa kelepasan bagi Israel serta menumbuhkan “tanduk” keselamatan bagi umat-Nya, yaitu Mesias. Kedatangan Juru Selamat merupakan penggenapan janji Allah yang disampaikan kepada Abraham. Janji itu merupakan cara Allah untuk membawa umat-Nya kepada kekudusan dan kebenaran.

Kedatangan Sang Mesias ke dunia begitu penting bagi manusia karena tanpa Dia hidup kita berakhir dalam kegelapan lorong maut, tanpa pengharapan sama sekali. Untuk itulah Yohanes diutus sebagai nabi Allah untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan. Yohanes menjadi nabi yang bertugas untuk mempersiapkan umat Israel, membuka hati dan pikiran mereka kembali akan janji Allah berabad-abad yang lampau akan kedatangan Sang Juru Selamat, dan menyiapkan mereka agar pantas menyambut kedatangan Mesias. Kedatangan Yesus harus diterima dengan hati yang bersih dan lurus.

Bunda Maria sudah dipersiapkan menjadi ibu yang melahirkan Yesus. Begitu juga dengan Zakharia dan Elisabet, orang tua Yohanes, pun sudah dipersiapkan terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan Yesus. Berlaku juga hal yang sama untuk kita saat ini, yang tengah memasuki minggu keempat Adven dan tak lama lagi Natal tiba. Begitu penting dan agungnya kedatangan Yesus, Tuhan kita, sehingga Gereja menyediakan empat pekan lamanya untuk mempersiapkan umatnya menyambut kedatangan Yesus di hari Natal. Apakah selama ini kita sudah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya? Apakah kita sudah bersih dari dosa, sudah mengaku dosa atau menerima Sakramen Tobat, sudah melakukan karya amal kasih sebagai kado yang pantas untuk Tuhan yang akan lahir di rumah kita dan di dalam hati kita masing-masing?

.

Ya Bapa, semoga kami pantas menyambut kehadiran Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:57-66

Bacaan I: Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mazmur: 25:4-5b.8-9.10.14 R: Luk 21:28; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-8 St.Yohanes dr Kety; St.Servulus;

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil

Di beberapa daerah arti sebuah nama sangatlah penting. Misalnya, nama Sihombing sangat penting untuk orang suku Batak; nama Da Costa juga sangat penting bagi salah satu suku di NTT. Demikian juga bagi masyarakat Israel, nama itu sangat penting. Apalagi untuk anak laki-laki, pasti akan diberi nama sesuai nama ayahnya. Demikian juga dengan peristiwa kelahiran Yohanes di mana keluarga besarnya mengusulkan untuk memberi nama Zakharia.

Kisah kelahiran Yohanes mengubah sebuah sikap yang mendasar: menaati kehendak Allah daripada tradisi dan omongan banyak orang. Elisabet dan Zakharia sepakat untuk memberi nama sesuai kehendak Allah lewat pesan Malaikat. Meski mendapat tentangan dari banyak orang, Zakharia tetap percaya pada kehendak Allah. Kepercayaannya membuahkan hasil: Zakharia disembuhkan dari kebisuannya dan bisa berkata-kata kembali.

Tidak hanya itu, kepatuhannya pada Allah juga berdampak pada Yohanes anak mereka bahwa Tuhan menyertai anak itu. Ketaatan orang tua pada kehendak Allah berdampak pada rahmat yang diterima Yohanes. Zakaria percaya bahwa rahmat Allah tidak akan berhenti. Dalam kebisuannya, ia tetap belajar untuk setia dan taat.

Dalam hidup, tidak mudah dalam keterpurukan kita percaya akan kehendak Allah. Kebanyakan kita adalah dalam keterpurukan kita mencari “kekuatan” di luar Allah, entah orang pinter atau klenik yang lain. Belajar dari kisah Zakharia, kita dituntut berani untuk setia, taat, dan percaya. Allah tidak pernah meninggalkan kita umatnya. Kitab Suci bersaksi, di luar Tuhan Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa.

.

Bapa Yang Murah Hati, berilah kami rahmat untuk percaya pada rencana-Mu sebagaimana Zakharia yang percaya meski dalam situasi sulit. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:46-56

Bacaan I: 1Sam. 1:24-28; Mazmur: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd; R:1a; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) St.Teodorus; St.Yosef Moscati; Novena Natal hari ke-7;

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; la melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena la mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil

Banyak orang muda zaman sekarang yang kurang antusias kalau diajak terlibat dalam pelayanan gereja. Bahkan, ada yang tidak mau ke gereja lagi karena takut ditanyai. Lukas dalam Injil hari ini menampilkan sosok Maria yang bersukacita karena dilibatkan dalam karya keselamatan Allah. Bagi Maria, dipercaya oleh Allah untuk “melahirkan” Sang Penebus adalah sukacita yang besar. Ia mengekspresikan sukacitanya dalam pujian yang sering disebut Magnificat.

Maria memuliakan Allah karena karya besar Allah dalam dirinya. Nyanyian pujian kemuliaan Maria bergema karena Allah telah membuat harapan umat-Nya terwujud melalui Putra yang akan dilahirkannya. Nyanyian pujian Maria ini juga menyatakan bahwa Allah berpihak kepada mereka yang takut akan Dia, kepada orang-orang rendah, kepada orang-orang miskin, dan kepada “hamba-Nya”.

Bagaimana kita menghayati pujian Maria di zaman ini? Pertama, mari bersama Bunda Maria kita bersyukur karena rahmat Allah berpihak kepada mereka yang mengandalkan Allah. Kedua, bersama Bunda Maria pula kita diajak untuk menunjukkan keterbukaan akan rahmat itu melalui kerelaan kita menjadi saluran berkat bagi mereka yang miskin, tersingkir, tak berdaya dan difabel sehingga mereka mengalami sukacita.

.

Bunda Maria, doakanlah kami kepada Putramu agar kami seperti engkau dengan gembira dan bersukacita mewartakan kemuliaan Allah bagi mereka yang miskin, terpinggirkan, tidak berdaya dan difabel. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:39-45

Bacaan I: Kid. 2:8-14 atau Zef. 3:14-18a; Mazmur: 33:2-3.11-12.20-21; R:1a.3a; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-6 – St.Petrus Kanisius;

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil

Penilaian sinis sebagian orang sering terungkap ketika melihat perempuan berkumpul. Mereka sinis karena biasanya gosip yang dibicarakan di antara para perempuan. Hal ini tidak semuanya benar. Kisah Maria mengunjungi Elisabet dalam Injil mengungkapkan dua hal: pertama, Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya kepada Elisabet yang juga mengalami kasih karunia Allah. Kedua, untuk berbagi pergumulan iman karena anugerah Allah atas dirinya.

Dua perempuan itu bertemu bukan untuk memperbincangkan hal-hal negatif, melainkan mereka berbagi sukacita dan pergumulan hidup rohani. Maria dan Elisabeth adalah dua perempuan yang bersyukur karena dipilih dan dipercaya Allah untuk mengandung utusan-utusan Allah: Yohanes sebagai yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, dan Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Tidak ada perasaan saling iri, dengki di antara mereka. Justru mereka berbahagia karena menerima anugerah yang luar biasa, yaitu dipakai Allah untuk melaksanakan rencana-Nya. Kehendak Allah dalam diri mereka masing-masing adalah anugerah saling menyempurnakan.

Hal menarik yang kita pelajari dari Maria, yaitu bahwa kemuliaan yang ia peroleh adalah bentuk perhatian Allah kepada kaum yang lemah dan miskin. Bahkan, perhatian-Nya juga meluas kepada seluruh umat Israel yang selama hidup dalam penindasan. Dari Maria, kita belajar meluaskan wawasan, dan melihat berkat Tuhan bukan hanya untuk diri sendiri. Gereja bersama Maria dipanggil untuk menjadi sukacita dan rahmat bagi yang miskin, kecil, lemah, tertindas, dan difabel.

.

Bapa Yang Murah Hati, bukalah hati kami sebagaimana hati Maria dan Elisabet saling meneguhkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Bacaan I: Yes. 7:10-14; Mazmur: 24:1-2.3-4b.5-6; R:lh.7c.10b; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) St.Filigon – Novena Natal hari ke-5;

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil

Betapa mengagumkan hidup yang dijalani Maria, seorang perempuan muda. Sebagai manusia biasa ia dipilih Allah untuk menjadi ibu Juru Selamat manusia. Sungguh merupakan suatu anugerah yang besar bagi Maria, karena rencana Allah itu diwujudkan melaluinya. Respons Maria pun menjadi teladan bagi kita: ia tidak ragu-ragu menerima janji itu. Hal ini merupakan suatu penyerahan yang total, walaupun ada risiko yang harus dihadapi sebagai seorang perempuan muda yang mengandung sebelum menikah. Maria bersikap demikian karena begitu banyak hal-hal besar yang ia alami.

Pertama, bertemu dengan malaikat Gabriel bukanlah kejadian yang biasa dialami seorang Yahudi, apalagi seorang wanita. Kedua, mendengar berita yang disampaikan Gabriel bahwa ia akan mengandung. Pertanyaan spontan Maria pada Malaikat menunjukkan keterkejutannya karena dirinya dikatakan akan mengandung sebelum menikah dan belum hidup serumah dengan Yusuf, tunangannya.

Lukas mengajak kita untuk merenungkan sikap Maria dalam menghadapi rencana Allah yang begitu mengagumkan itu. Meskipun tidak masuk akal dan belum pernah terjadi di dalam sejarah keselamatan Allah, Maria menerimanya. Beda dengan Zakharia, meski pernah ada dalam hidup Abraham dan Sara, Zakharia tidak percaya maka mendapat hukuman. Penjelasan Gabriel membuat Maria yakin dan percaya untuk menerima kehendak dan rencana Allah. Kerelaannya untuk mempercayakan perjalanan hidup kita kepada rencana Allah adalah teladan bagi kita. Percaya pada rencana-Nya berbuah keselamatan.

.

Bapa Yang Mahakasih, jadikanlah hati kami seperti hati Bunda Maria yang senantiasa mempercayakan pada kehendak-Mu dan kerelaan diri untuk melaksanakannya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:5-25

Bacaan I: Hak. 13:2-7.24-25; Mazmur: 71:3-4a.5-6b.16-17; R:8ab; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-4 – St.Nemesio;

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan kisah awal yang relevan untuk menyiapkan kedatangan tokoh besar, yaitu Yesus Kristus. Penginjil Lukas dengan sengaja menempatkan kisah ini sebagai pengantar kisah kelahiran Yesus, bertujuan menyajikan sejarah kekristenan awal yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kisah kelahiran Yohanes sekaligus meneguhkan iman kita akan Yesus bahwa bagi Allah semuanya akan terjadi.

Demikian pula dengan kelahiran Yohanes yang di luar nalar dunia, tetapi mungkin bagi Allah. Elisabetlah yang pertama kali mengimani peristiwa itu. Yohanes dikandung oleh ibu yang secara biologis mustahil mengandung. Karena nubuat Malaikat, maka sejak dalam kandungan ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Bahkan, peristiwa itu berdampak bagi orang banyak: membuat sukacita, membawa orang kembali kepada Tuhan, mendamaikan hubungan di dalam keluarga. Pendek kata, mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.

Adven adalah masa mempersiapkan kedatangan Kristus sebagai pemimpin dalam diri kita. Kedatangan Tuhan hendaknya membuat kita menjadi pribadi yang membawa kabar baik, membawa orang lain berjumpa dengan Allah, dan keluarga menjadi damai. Hati kita akan memimpin hidup kita kepada kebenaran ketika hati kita terbuka pada kehendak Roh dan melahirkan perbuatan-perbuatan baik. Itulah makna Gereja sebagai sakramen dunia: hadir dalam pelayanan, kebenaran, persaudaraan, belas kasih, dan menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang kepada Yesus, Sang Kebenaran sejati.

.

Bapa, bersihkanlah hati kami menyambut kelahiran Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 1:18-24

Bacaan I: Yes. 7:10-14; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R:7c.10b; Bacaan II: Rm. 1:1-7; O PEKAN IV PEKAN ADVEN IV (U) Sta.Makrina Muda – Novena Natal hari ke-3;

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”-yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil

Apa yang dialami oleh Yusuf dalam kisah Injil hari ini adalah kisah kegalauan untuk memutuskan yang benar, meski bukan suatu kebiasaan saat itu. Dalam diamnya, Yusuf yang galau mengalami perjumpaan dengan Allah dalam mimpinya. Karena janji Malaikat kepadanya sebagai sebuah kepastian iman, Yusuf tidak ragu lagi untuk membuat keputusan yang benar meski tidak biasa. Ia memutuskan untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya dan menjaganya sebagai wujud kesetiaan kepada kehendak Allah.

Setia pada kehendak Allah: benar, adil, jujur, dalam diri kita masing-masing tidak selalu konsisten. Kekuasaan, jabatan, bahkan kesempatan kerap kali kehilangan kejujuran sebagai wujud dari kesetiaan itu. Persis seperti pengalaman Yusuf untuk memutuskan yang benar, ia juga mengalami kegoncangan. Iman akan Allah, yang dalam mimpi berjumpa dengan malaikat, itulah yang menjadi landasan pilihannya. Hidup kita sama, dalam aneka kegoncangan tetap setia pada iman. Percaya bahwa Allah adalah kepastian hidup kita adalah penting dan menyelamatkan.

.

Bapa Yang Mahabaik, keragu-raguan selalu melingkupi kami. Berilah kami semangat seperti Santo Yusuf yang berani terbuka pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page