Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2023, Bacaan Injil Lukas 5:27-32

Bacaan I: Yes. 58:9b-14; Mazmur: 86;1-2,3-4,5-6, R:11a; HARI SABTU SESUDAH RABU ABU (U);

Sekali peristiwa, Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku! “Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2023, Bacaan Injil

“Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, melainkan orang sakit.” Hanya orang yang mengakui dirinya sakit yang akan mencari dokter. Perlu kerendahan hati untuk berani mengakui keadaan sakit kita dan mencari obat untuk menyembuhkannya. Sering kali, kita menyangkal bahwa kita sakit karena suara hati kita tumpul, atau kita sudah kehilangan kepekaan akan dosa dan pengetahuan kita tentang dosa sangat terbatas.

Bisa saja seseorang merasa semuanya baik-baik saja, meskipun dia hidup bergelimang dosa. Karena itu, sering kali Tuhan memberikan “shock-therapy” dengan mengizinkan seseorang jatuh dalam kesulitan yang berat. Masa tobat menuntut kita lebih peka pada bisikan Roh dalam hati sehingga kita sadar bahwa kita membutuhkan seorang tabib.

.

Ya Bapa Yang Maharahim, celikkanlah mata hati kami untuk melihat kejahatan dan dosa yang telah kami lakukan agar kami dapat bertobat dan menyadari kebutuhan kami akan Dikau. Jangan biarkan kami terlena oleh kenikmatan dosa dan menjadi bebal hati. Semoga Roh Kudus-Mu memberikan pencerahan pada pikiran dan hati kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2023, Bacaan Injil Matius 9:14-15

Bacaan I: Yes. 58:1-9a; Mazmur: 51:3-4,5-6a, 18-19; HARI JUMAT SESUDAH RABU ABU (U); B.Yosefa Naval Girbes;

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2023, Bacaan Injil

Puasa tidak dilakukan demi puasa itu sendiri atau untuk mendapatkan kekuatan mistik, tetapi sebagai sarana pertobatan. Bertobat berarti mengendalikan diri, tidak melakukan perbuatan-perbuatan jahat dan belajar berbuat baik. Puasa yang benar akan memberikan daya kekuatan untuk lebih mengasihi sesama, dan pada akhirnya lebih dekat dengan Yesus Kristus, Sang Mempelai (bdk. Mat. 9:14-15).

Mengasihi sesama harus diungkapkan melalui tindakan-tindakan konkret, seperti membela keadilan, membongkar penindasan, membantu yang terlantar dan miskin dengan sandang, pangan, maupun papan (bdk. Yes. 58:1-9a – klik disini untuk membaca Alkitab). Puasa yang demikian itulah yang membuat kehadiran dan pertolongan Tuhan menjadi sangat konkret dan dekat.

.

Ya Bapa Yang Maharahim, ampunilah semua dosa kami yang hanya memerhatikan diri sendiri. Bimbinglah kami agar ulah tapa kami sungguh mendekatkan kami kepada-Mu dan menggapai sesama dengan kasih yang nyata. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2023, Bacaan Injil Lukas 9:22-25

Bacaan I: Ul. 30:15-20; Mazmur: 1:1-2,3,4,6; HARI KAMIS SESUDAH RABU ABU (U); St.Polikarpus;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2023, Bacaan Injil

Masa Prapaskah mempersiapkan kita merayakan kebangkitan Tuhan, yaitu kemenangan kehidupan atas kematian. Tuhan menyerahkan kebebasan kepada kita, apakah kita akan memilih kehidupan atau kematian, keberuntungan atau kecelakaan. Memilih kehidupan berarti memilih untuk melakukan perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan, betapa pun sulit dan penuh tantangan.

Memilih kehidupan melibatkan pilihan untuk berani mati terhadap diri sendiri dan berani menghadapi tantangan dan kesulitan setiap hari, memaknainya dalam kaitan dengan rencana Allah. Perlu kepekaan hati untuk membedakan mana yang membawa kepada kehidupan dan mana yang membawa kepada kematian. Hidup yang berasal dari Allah berarti sembuh, sehat, sejahtera di dunia sekarang dan yang akan datang.

.

Ya Bapa Yang Maharahim, bimbinglah kami ini untuk berani memilih melaksanakan perintah-perintah-Mu dan percaya akan rahmat kehidupan yang Kau sediakan bagi kami. Jangan biarkan kami tergiur oleh tawaran kebebasan dan kehidupan yang semu. Teguhkan iman kami bahwa hanya Engkaulah sumber hidup yang sejati. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2023, Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

Bacaan I: Yoel 2:12-18; Mazmur: 51:3-4,5-6a,12-13,14,17; Bacaan II: 2Kor. 5:20-6:2; HARI RABU ABU (U) – Puasa dan Pantang;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2023, Bacaan Injil

Rabu Abu adalah masa tobat, masa mengoyakkan hati untuk berbalik kepada Tuhan (bdk. Yl 2:12-18). Tobat adalah soal hati. Namun, perlu diungkapkan dalam cara-cara yang konkret, bukan hanya secara individual, melainkan juga secara bersama sebagai komunitas. Tobat diungkapkan dengan doa, puasa-pantang, dan amal-kasih yang diarahkan kepada Bapa, bukan untuk pamer (bdk. Mat. 6:1-6, 16-18).

Tujuan pertobatan kita ialah memperbarui keterikatan kita kepada Tuhan, yang puncaknya akan kita rayakan dengan pembaruan janji baptis pada Malam Paskah. Keterikatan pada Tuhan berarti kita didamaikan dengan Allah dan dibenarkan oleh Allah (bdk. 2Kor. 5:20-6:2 – klik untuk membaca Alkitab) karena sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan.

Pembaruan ini juga membarui relasi kita dengan sesama. Inilah semangat dasar masa tobat atau retret agung ini. Ingatlah, kamu berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu!

.

Ya Bapa, terima kasih atas masa retret agung ini, yang mempersiapkan kami untuk mengoyakkan hati dan berbalik kepada-Mu. Jadikan semua ulah tobat kami sarana untuk semakin mengeratkan ikatan kami kepada-Mu dan sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 9:30-37

Bacaan I: Sir. 2:1-11; Mazmur: 37:3-4.18-19.27-28.39-40; R: lih. 5; PEKAN BIASA VII (H); St.Petrus Damianus;

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya melintasi Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah la dibunuh Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada Yesus.

Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu.

Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka: “Barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barang siapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2023, Bacaan Injil

Para murid tidak bisa mengerti bahwa Guru mereka yang mengajar dengan penuh kebijaksanaan dan membuat banyak mukjizat luar biasa ternyata harus menderita dan dibunuh. Para murid tidak mengerti karena nalar mereka dipenuhi dengan pamrih mencari kebesaran duniawi. Apa yang dipikirkan Yesus jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh para murid.

Mengikuti Yesus haruslah tanpa pamrih, seperti halnya menerima dan mengasihi anak kecil (bdk. Mrk. 9:30-37 – klik disini baca Alkitab). Bahkan, murid Yesus harus siap diuji dalam pencobaan dan penghinaan, seperti emas diuji dalam api. Jika kita bertahan dan tetap percaya maka kita tidak akan kehilangan ganjaran, dan Tuhan akan menyelamatkan kita (bdk. Sir. 2:1-11).

.

Ya Bapa Yang Mahakasih, bersihkanlah kami dari segala motivasi mencari kebesaran diri kami sendiri agar kami semakin peka dan tanggap untuk mengerti pikiran, rencana, dan cara kerja-Mu di tengah kami. Semoga kami dapat bekerja sama mewujudkan rancangan keselamatan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 9:14-29

Bacaan I: Sir. 1:1-10; Mazmur: 93:1ab.10-2.5; R:1a; PEKAN BIASA VII (H);

Pada suatu hari, Yesus bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes, turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain. Mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”

Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan sering kali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab! – klik untuk membaca Alkitab)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2023, Bacaan Injil

Untuk menyembuhkan orang sakit dibutuhkan iman yang teguh. Iman merupakan sarana penyaluran kuasa Allah. Namun, sering kali iman kita kurang kuat karena kelemahan dan dosa kita. Maka, dalam kasus penyakit-penyakit yang berat juga dibutuhkan doa khusus dan puasa agar kuasa Allah mengalir tanpa hambatan dan bekerja secara lebih efektif melalui diri kita (bdk. Mrk. 9:14-29).

Doa dan puasa adalah ungkapan ketekunan iman yang tak akan dikecewakan Allah. Inilah kebijaksanaan Allah. Allah Sang Kebijaksanaan ingin memenuhi segala ciptaan-Nya dengan kebijaksanaan. Allah sungguh memerhatikan kesetiaan kita mencari dan menemukan kehendak-Nya. Ia membuat kita yang datang kepada-Nya beroleh rahmat yang kita perlukan dalam hidup.

.

Ya Allah Yang Mahabijaksana, syukur dan terima kasih karena Engkau telah memenuhi kami dengan kebijaksanaan-Mu. Melalui doa dan puasa kami, halaulah segala hambatan yang menghalangi kuasa kudus-Mu bekerja melalui diri kami. Jadikanlah kami anak-anak-Mu yang sungguh mencintai-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2023, Bacaan Injil Matius 5:38-48

Bacaan I: Im. 19:1-2.17-18; Mazmur: 103:1-2.3-4.8-10.12-13; R:8a; Bacaan II: 1Kor. 3:16-23; O PEKAN III PEKAN BIASA VII (H);

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu telah mendengar firman: ‘Mata ganti mata dan gigi ganti gigi’. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: ‘Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2023, Bacaan Injil

Jangan membalas kekerasan dengan kekerasan karena akan melahirkan lingkaran setan kekerasan tanpa henti. Kejahatan hanya bisa dihentikan dengan kebaikan kasih. Sikap ini tidak mudah karena sebenarnya ini adalah sikap Allah yang tetap menurunkan hujan untuk orang baik dan jahat (Mat. 5:38-48 – klik untuk membaca Alkitab). Bisa saja orang lain menilai sikap ini sebagai bodoh atau tidak masuk akal atau bahkan gila. Sebab memang tidak mudah meniru sikap ilahi ini bagi kita manusia yang lemah ini.

Namun, Allah sudah menyediakan Penolong, yaitu Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita. Roh Kudus memberi kita hikmat kebijaksanaan dan kekuatan kehendak untuk melakukan perintah Yesus, betapa pun sulitnya. Dengan berani mengikuti perintah Yesus, Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita memurnikan hati kita sebagai bait-Nya (bdk. 1Kor. 3:16-23 – klik untuk membaca Alkitab).

.

Ya Bapa Yang Mahakudus, sungguh agung rencana untuk menjadikan kami seperti diri-Mu. Sungguh tak terduga jalan ajaran-Mu yang Kaunyatakan melalui Yesus Putra-Mu, dan terima kasih tak terhingga atas anugerah Roh Kudus yang memampukan kami mengikuti rencana-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 9:2-13

Bacaan I: lbr. 11:1-7; Mazmur: 145:2-3.4-5.10-11; R:1b; PEKAN BIASA VI (H); B.Fransiskus Regis Clet;

Pada suatu hari, Yesus berbicara tentang bagaimana la akan menderita sengsara. Sesudah itu Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka la naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2023, Bacaan Injil

Bagi Petrus, Yohanes, dan Yakobus, menyaksikan transfigurasi Yesus di Gunung Tabor merupakan pengalaman iman. Di tempat itu, mereka mengenal siapa Yesus itu sebenarnya dan apa misi yang diemban-Nya. Kehadiran Nabi Elia menunjukkan bahwa misi Yesus didukung sepenuhnya oleh para nabi, sedangkan kehadiran Musa menunjukkan dukungan Hukum Taurat. 

Pengalaman iman ini menguatkan iman ketiga rasul tersebut tentang misi Yesus sebagai Mesias yang akan dijalani bukan dengan gemerlap kemuliaan duniawi dan senjata, melainkan melalui penderitaan dan bahkan kematian. Karena iman, para murid mampu menghadapi sengsara dan wafat Yesus serta melihat Yesus sebagai orang benar yang berkenan pada Allah. 

Iman inilah yang menjadi dasar dari harapan akan penebusan yang diajarkan Yesus (bdk. Ibr. 11:1-7) meskipun harus berhadapan dengan kesengsaraan, penderitaan, dan kematian.

.

Tuhan Yesus, terima kasih atas kepedulian untuk menguatkan iman ketiga rasul sebelum Engkau masuk dalam sengsara-Mu. Kami percaya bahwa Engkau juga akan menguatkan kami dengan pengalaman iman ketika kami membutuhkan. Teguhkanlah iman kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 8:34-9:1

Bacaan I: Kej. 11:1-9; Mazmur: 33:10-11.12-13.14-15; R:12b; PEKAN BIASA VI (H); Ketujuh Saudara Suci, Pendiri Tarekat Hamba-Hamba SP Maria;

Pada suatu ketika, Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab barang siapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila la datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2023, Bacaan Injil

Persyaratan yang diberikan Yesus untuk menjadi murid-Nya ialah menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti Dia. Menyangkal diri berarti mengesampingkan kehendak, kebutuhan diri sendiri, dan mengikuti apa yang dikehendaki Allah. Dengan demikian, kita menomorsatukan kehendak Allah. Kehendak Allah bisa dikenali bukan hanya dalam hal-hal yang menyenangkan, melainkan juga dan terutama dalam tantangan dan kesulitan yang disebut sebagai salib.

Apa yang terjadi dalam pembangunan menara Babel justru kebalikan dari tuntutan Yesus. Keinginan membangun menara yang mencapai langit adalah cermin dari keinginan untuk menyamai kebesaran Allah. Bukannya menundukkan diri kepada Allah, manusia malah ingin menyamakan diri dengan Allah dan ingin mengalahkan kebesaran Allah. Perbuatan ini berakhir dengan perpecahan dan kekacaubalauan.

.

Ya Yesus, sungguh tidak mudah menjadi murid-Mu, tetapi dengan bantuan Roh Kudus-Mu, kami percaya kami akan mampu menghayati ajaran-ajaran-Mu yang membawa kesejahteraan. Berilah kami iman yang kokoh akan keselamatan yang Kau berikan dan tambahkanlah selalu anugerah ketekunan dalam diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 8: 27-33

Bacaan I: Kej. 9:1-13; Mazmur: 102:16-18.19-21.29.22-23; R:20b; PEKAN BIASA VI (H); B.Simon dr Cascia;

Pada suatu hari, Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka, berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2023, Bacaan Injil

Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Penebus, Pemenang. Tanggapan Yesus memberikan koreksi, yaitu bahwa pencapaian menjadi Mesias itu bukan dijalani melalui gemerlap kemenangan duniawi dan dengan kuasa politik, melainkan melalui penderitaan, penolakan, dan kematian, yang kemudian dimahkotai oleh Bapa dengan kebangkitan.

Sengsara dan kematian mempunyai nilai penyelamatan karena menyadarkan manusia akan ketidakmampuan diri, serta kebutuhan manusia akan Allah sehingga kita terbuka kepada kehendak dan rahmat-Nya. Yesus telah menunjukkan jalan yang paling radikal, yakni la disiksa, menderita, lalu wafat di salib. Ia menunjukkan solidaritas dengan kita manusia.

Bahwasanya, sengsara dan penderitaan susah kita hindari di dunia ini, namun bagi kita, Tuhan selalu bersama kita. Ia tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Ia turut memikul salib kehidupan kita. Kesetiaan pada jalan salib menuntun kita pada jalan kebangkitan. Sebab, tidak ada kebangkitan tanpa salib.

.

Ya Yesus, kami bersyukur dan berterima kasih atas pengajaran tentang jalan salib-Mu sebagai jalan menuju keselamatan. Teguhkan dan mantapkan iman kami bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah yang menyelamatkan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page