Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2023, Bacaan Injil Markus 12:28b-34

Bacaan I: Hos. 14:2-10; Mazmur: 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17; PEKAN PRAPASKAH III (U) St.Patrisius;

Sekali peristiwa, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya, “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 

Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam masa retret agung ini, kita diajak melakukan olah tobat yang sejati. Kita diajak datang kepada-Nya dengan penyesalan atas dosa-dosa kita dan memohon ampun kepada-Nya. Tuhan senantiasa menunggu pertobatan kita dan selalu memulihkan kita dari dosa (bdk. Hos. 14:2-4). Akan tetapi, sering kali kita hanya memiliki semangat pada awal semata. Apakah kita berani melakukan pertobatan sejati setiap hari secara nyata serta mengandalkan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita?

Hari ini, Yesus memberikan perintah yang utama, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu” (Mrk. 12:30). Kita diajak mencintai-Nya melebihi sesama kita yang paling kita cintai dan sayangi. Kita diajak melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan-Nya. Kita harus melupakan ego kita, dan mencari apa yang menjadi kehendak-Nya dalam diri kita.

Sering kali karena merasa mampu lantas kita memuliakan diri sendiri dan melupakan Tuhan. Kita diajak mempersembahkan inteligensi untuk kemuliaan-Nya, untuk memahami-Nya dan bukan untuk menyombongkan diri. Membaca Kitab Suci dan berdoa memohon kepada Tuhan agar kita diberikan pengetahuan tentang-Nya. Meskipun kita lemah dan terbatas, maukah kita memahami-Nya? Tuhan senantiasa membukan hati dan dipikiran kita untuk mengenal dan memahami jalan keselamatan yang la tawarkan.

.

Ya Tuhan, semoga kami semakin mampu membangun persaudaraan dalam hidup kami berdasarkan kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 11:14-23

Bacaan I: Yer. 7:23-28; Mazmur: 95:1-2,6-7.8-9; PEKAN PRAPASKAH III (U);

Sekali peristiwa, Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata:

“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2023, Bacaan Injil

Pesta penebusan kita sudah semakin dekat. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Paskah? Ataukah kita masih sibuk mencari-cari sesuatu yang bisa menaikkan rating channel kita? Hidup bukanlah konten yang berdasarkan pada selera viewer, seberapa banyak subscribe, like, comment, dan share! Mestinya kita menjadi pribadi yang terus berusaha setia dalam kebenaran.

Jika kita menghendaki Tuhan senantiasa ada di pihak kita, maka kita mesti berani untuk menjadi anak-anak-Nya, mendengarkan dan mengingat firman-Nya serta mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita (bdk. Yer. 7:23). 

Hal senada juga diungkapkan kepada kita dalam Injil hari ini, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Luk. 11:23). Yesus menegaskan kepada kita, jika kita ingin selamat maka kita hidup dalam Dia, mengikuti dan melaksanakan yang disabdakan-Nya dalam hidup sehari-hari. Sudahkah kita setia pada rancangan-Nya?

.

Ya Tuhan, semoga rahmat keselamatan-Mu bekerja di dalam peziarahan hidup kami, sehingga kami dimampukan untuk menjadi tanda kasih-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2023, Bacaan Injil Matius 5:17-19

Bacaan I: UI. 4:1.5-9; Mazmur: 147:12-13,15-16,19-20; PEKAN PRAPASKAH III (U); St.Klemens Maria Hofbauer;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga, tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam mengendarai kendaraan roda empat, sering kali kita memakai sabuk pengaman sekadar supaya tidak ditilang polisi atau sekadar mematuhi aturan. Padahal sabuk itu dibuat untuk menjaga keselamatan kita. Sebagai makhluk sosial dan beriman, sudah selayaknya kita memahami bahwa aturan dibuat untuk membantu kita hidup harmonis, baik dalam masyarakat maupun dalam Gereja.

Kedatangan Yesus ke dunia pun bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (bdk. Mat. 5:17). Ini sangat berbeda dengan praktik keagamaan yang ada dalam Perjanjian Lama. Yesus mengajak kita semua tidak hanya menuntut seseorang untuk melakukan Hukum Taurat. Akan tetapi, Yesus menghendaki kita melakukan dan mengajarkan segala perintah Tuhan.

Beriman bukan sekadar soal kecakapan dalam berdoa dan bersaksi dalam kalimat, melainkan juga soal tindakan konkret dalam kehidupan nyata. Yesus mau menegaskan kepada kita bahwa yang terpenting adalah keselamatan yang datang dari Allah Bapa di surga.

.

Ya Tuhan, bantulah kami agar sanggup untuk menghidupi dan mewujudkan iman kami dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2023, Bacaan Injil Matius 18:21-35

Bacaan I: Dan. 3:25,34-43; Mazmur: 25:4b-5b,6-7c,8-9; PEKAN PRAPASKAH III (U);

Sekali peristiwa Petrus datang kepada Yesus dan berkata: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan utangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar utangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan utangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar utangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya utangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh utangnya. Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2023, Bacaan Injil

Pada masa Prapaskah ini, kita diingatkan akan pentingnya memiliki iman yang teguh dan kuat di tengah tantangan kehidupan yang sering kali mengatasnamakan agama untuk mengamankan kekuasaan. Iman yang kuat senantiasa bersikap rendah hati di hadapan Allah, dan tidak mudah menyebut nama Tuhan demi mengamankan sebuah jabatan.

Kita bisa belajar dari Azarya dalam Bacaan Pertama. Ia bersikap rendah hati dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Meskipun tidak ada panutan, seperti nabi atau tokoh yang dituakan, ia tetap tidak meninggalkan Tuhan yang diimaninya. Imannya tidak goyah tatkala dicampakkan ke dalam tanur api (bdk. Dan. 3:25 – klik disini untuk membaca ayat Alkitab).

Berbeda bukan berarti musuh. Perbedaan mestinya memperkaya pengetahuan dan memperkuat kita dalam iman. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa mestinya kita mengampuni sesama kita, meskipun berulang kali melukai kita dengan perkataannya. Salah satu perwujudan iman adalah berani untuk mengampuni, karena Bapamu di surga pun mengampuni kamu.

.

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan untuk mengampuni sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 4:24-30

Bacaan I: 2Raj. 5:1-15a; Mazmur: 42:2,3; PEKAN PRAPASKAH III (U); B.Ludovikus dr Casoria);

Ketika Yesus datang ke Nazaret, Ia berkata kepada umat di rumah ibadat, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.” Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam keseharian, kita sering merasa tidak dihargai oleh sesama hanya karena berbeda cara berpikir. Itulah yang dialami oleh Naaman. Hatinya gusar dan berkata, “Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang, keluar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas kustaku!” (2Raj. 5:11). Sama halnya kita yang masih sering mengharapkan terjadi sesuatu yang besar. Padahal, Tuhan hanya meminta kita setia pada rencana-Nya.

Pertanyaan pegawai Naaman sangat menarik untuk kita refleksikan: “Seandainya nabi itu perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak melakukannya?” (2Raj. 5:13). Pertanyaan ini menegaskan bahwa yang terpenting dalam hidup sebagai orang beriman adalah melakukan kehendak-Nya. Sering kali ketika kita melakukan sesuatu dengan keinginan besar, kita lupa dengan perbuatan kecil yang Tuhan minta dalam kehidupan kita.

Kesembuhan adalah anugerah, harta yang dibawa Naaman sama sekali tidak ada artinya. Kita harus sadar bahwa Tuhanlah yang memberikan kesembuhan itu. Tuhan tidak bisa kita atur atau bayar dengan harta supaya menuruti kemauan kita. Intinya dalam hidup sebagai orang yang mengenal Tuhan, kita harus berani memberikan cinta yang besar dalam setiap perbuatan dan pelayanan kita. Beranikah kita melakukan apa pun yang Tuhan minta dalam hidup kita?

.

Ya Tuhan, bantulah kami agar setia dan bertanggung jawab mengikuti rencana-Mu. Semoga yang terjadi dalam hidup kami sesuai rencana dan kehendak-Mu, bukan sesuai rencana dan kehendak kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 4:5-42

Bacaan I: Kel. 17:3-7; Mazmur: 95:1-2,6-7,8-9; Bacaan II : Rm. 5:1-2,5-8; O PEKAN III PEKAN PRAPASKAH III (U);

Sekali peristiwa, sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang dahulu diberikan Yakub kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu la duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan la telah memberikan kepadamu air hidup.”

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” Jawab Yesus kepadanya: “Barang siapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.

Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2023, Bacaan Injil

Menjelang tahun politik pada tahun depan kita sering kali mudah terjebak dalam politik identitas. Agama, suku, dan ras kerap kali dipakai untuk mendulang suara. Hidup bermasyarakat pun menjadi tidak harmonis karena saling curiga satu sama lain. Seharusnya, kita sebagai warga bangsa yang beriman mampu menghadirkan kedamaian dan bukan perpecahan. Sebagaimana dalam Bacaan Pertama hari ini, Allah membiarkan bangsa pilihan kekurangan air supaya mereka mau mengambil sikap tegas untuk mengandalkan-Nya sepenuhnya.

Demikian juga kita, sebagai orang beriman tidak boleh mudah terpengaruh oleh dinamika politik identitas, tetapi tetap berani mewartakan kebenaran. Damai sejahtera Allah dapat kita alami berkat pengorbanan Kristus. Kasih Allah itu terus-menerus dicurahkan dalam hati manusia oleh Roh Kudus. Karena Roh itulah kita terus berpengharapan dan menyembah Allah. Semakin mengenal Allah mestinya kita semakin berani bersaksi tentang kasih-Nya seperti Yesus yang menumbuhkan iman pada diri wanita Samaria yang dipandang hina, akhirnya menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya.

.

Ya Bapa, kuatkanlah iman kami. Semoga kami setia di jalan iman akan Putra-Mu. Sebab Dialah Juru Selamat kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 15:1-3.11-32

Bacaan I: Mi. 7:14-15,18-20; Mazmur: 103:1-2,3-4,9-10,11-12; PEKAN PRAPASKAH II (U);

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.

Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2023, Bacaan Injil

Kita kecewa, marah, dan jengkel ketika orang yang melakukan pelanggaran justru mendapatkan perlakuan istimewa. Bahkan karena tidak bisa mengendalikan diri dan mulut kita, sering kali justru yang kita ucap adalah kata-kata yang melukai sesama yang sudah terluka karena kejatuhannya. Hal ini dilukiskan secara terang-benderang dalam Injil hari ini.

Ketika si anak bungsu yang telah menghamburkan harta dan kembali ke pangkuan ayahnya lalu disambut dengan sukacita dan pesta, si anak sulung dari keluarga itu kecewa dan marah karena merasa usahanya selama dia bekerja tidak pernah mendapatkan apresiasi. Namun, dalam Injil pula kita melihat cara yang berbeda dari Tuhan memperlakukan kita manusia yang berdosa.

Tuhan berbelas kasih. Belas kasih Tuhan mengatasi keadilan. Karena Tuhan tidak menghendaki kita binasa, tetapi Dia mau kita selamat. Dia bersukacita karena kita mau kembali kepada-Nya, seperti seorang ayah yang mengadakan pesta besar-besaran untuk anaknya yang memilih jalan pulang dari pilihan hidupnya yang sesat.

.

Ya Tuhan, kuatkanlah jiwa kami agar tidak mudah menghakimi sesama, tetapi berani memberikan contoh untuk melakukan pertobatan sejati. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2023, Bacaan Injil Matius 21:33-43,45-46

Bacaan I: Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mazmur: 105:16-17,18-19,20-21; PEKAN PRAPASKAH II (U);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi, “Dengarkanlah perumpamaan ini: Seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”

Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam hidup ini, berbahayalah bila kita membiarkan rasa cemburu dan iri menjadi “raja atau ratu” di hati kita. Jika kita biarkan, maka akan melahirkan rantai kejahatan lainnya. Sebagaimana kisah Yusuf dalam Kitab Kejadian hari ini. Disulut api cemburu dan iri hati, saudara-saudara Yusuf menjual Yusuf kepada orang asing lalu mereka berbohong terhadap ayah mereka bahwa Yusuf dimangsa binatang buas.

Dalam Injil hari ini, Yesus juga menegaskan bahaya bila kita dikuasai api cemburu, iri, dan dengki. Kita menjadi tidak mengenali lagi siapa sesama kita. Bahkan, sering kali kita menjadi lupa akan status kita di hadapan Sang Pemilik kehidupan. Mari kita membuang jauh api cemburu, iri, dan dengki dalam hati kita dengan setia merenungkan Firman Tuhan dan membiarkan Tuhan merajai hati dan budi kita.

.

Ya Tuhan, bantulah kami dalam peziarahan menuju kerajaan-Mu sampai kami menerima anugerah sukacita surgawi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 16:19-31

Bacaan I: Yer. 17:5-10; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; PEKAN PRAPASKAH II (U); Sta.Fransiska Romana; Sta.Katarina dr Bologna;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.  Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam hidup, kita sering melakukan sesuatu sekadar untuk mendapatkan subscribe, like, comment, dan share. Tidak peduli apakah yang kita bagikan itu penting atau tidak, benar atau hoaks, dll. Karena takut kehilangan “followers“, kita menjadi lupa jati diri kita sebagai orang Kristiani, yakni peduli dan solider dengan mereka yang miskin dan lemah. Kita terlalu fokus dengan diri sendiri, dan mengabaikan sesama yang membutuhkan kehadiran kita.

Injil hari ini mengkritik kita yang terlalu memprioritaskan diri sendiri dan mengabaikan orang yang dalam kesusahan, yang lapar, yang sakit, dan yang membutuhkan uluran tangan kasih kita. Terutama karena sebenarnya kita memiliki lebih atau mampu namun enggan untuk berbagi seperti seorang kaya yang dalam kemegahan jubah ungunya tidak sedikit pun peduli pada Lazarus yang lapar, yang tubuhnya penuh borok luka. Apakah kita peduli dengan sesama yang lapar?

.

Ya Tuhan, celikkanlah mata batin kami agar kami tergugah untuk peduli terhadap sesama yang lapar, miskin, dan menderita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2023, Bacaan Injil Matius 20:17-28

Bacaan I: Yer. 18:18-20; Mazmur: 31:5-6,14,15-16; PEKAN PRAPASKAH II (U); St.Yohanes de Deo; St.Petrus Obazin;

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya la diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu.

Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2023, Bacaan Injil

Masa pertobatan merupakan saat kita merenung segala perbuatan kita dan membuat komitmen untuk berbalik kepada Tuhan. Menjadi murid Yesus sering kali terasa berat karena kita masih pilah-pilih untuk menjadi saksi-Nya. Belajar dari Nabi Yeremia seperti digambarkan dalam Bacaan Pertama hari ini bahwa meskipun dia tahu banyak orang bersekongkol melawannya, namun ia tetap pada pendiriannya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ia tetap menyuarakan firman Tuhan yang didengarnya dan memberikan dirinya sebagai perpanjangan tangan Tuhan.

Dunia ini butuh kesaksian kita sebagai orang Kristiani. Saat dunia mabuk jabatan, kesaksian kita sebagai hamba atau pelayan adalah penenangnya. Yesus mengatakan, “Barang siapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan….” Saat dunia dilumuri kekerasan, kesaksian Kristiani akan hidup damai adalah penenangnya. Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia yang terluka, dunia yang dibanjiri dengan aksi kekerasan.

.

Ya Tuhan, buatlah kami berani menjadi saksi-Mu dalam peziarahan hidup kami di dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page