Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

Bacaan I: Dan. 13:41c-62; Mazmur: 23:1-3a,3b-4,5,6; PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke Bukit Zaitun. Pagi-pagi benar la berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zina. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan  yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam sebuah WhatsApp group, ketika ada salah satu anggota mengirimkan aktivitas positif di komunitasnya sering kali group itu menjadi sepi tanggapan. Bahkan, sepertinya menjadi mahal untuk memberikan sebuah apresiasi berupa emoticon jempol. Akan tetapi, ketika ada orang yang jatuh dan membuat kesalahan, dan terekspos dalam komunitas WhatsApp group, maka orang berlomba-lomba untuk memberikan komentar.

Apakah kita “tuhan” atas sesama kita? Apakah kita berhak untuk mencaci maki sesama yang jatuh dan melakukan kesalahan dalam perjalanan hidupnya? Adilkah kita menghakimi, mencaci maki, dan membencinya tanpa mengetahui penyebabnya? Hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak mudah terbawa arus mengadili sesama tanpa mengetahui penyebabnya. Yesus tidak membenarkan perbuatan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang kedapatan berzina, tetapi juga Ia tidak membenarkan kita menghakimi dengan tidak adil.

Jika berzina, pasti ada rekan zinanya tetapi mengapa yang dibawa hanya perempuan itu? Inilah yang diingatkan Yesus kepada kita untuk jangan “sumbu pendek” dalam menanggapi persoalan yang ada di sekitar kita.

.

Ya Tuhan, bantulah kami membuka mata hati untuk melihat persoalan-persoalan dengan hati yang murni dan jujur. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 11:1-45 (Yoh. 11:3-7,17,20-27,33b-45)

Bacaan I: Yeh.37:12-14; Mazmur: 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Bacaan II: Rm.8:8-11; O PEKAN I PEKAN PRAPASKAH V (U);

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Ketika Yesus mendengar kabar itu, la berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, la sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana la berada, tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Mari kita kembali lagi ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?” Jawab Yesus: “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.”

Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2023, Bacaan Injil

Hidup pada zaman modern ini tidak menghilangkan ketakutan kita akan kematian. Tidak dapat dipungkiri bahwa lembaran hidup kita ditutup dengan misteri kematian. Peristiwa ini tidak dapat kita hindari. Namun, dalam Yesus kita memperoleh kekuatan untuk memberikan makna baru kehidupan kita, yakni kesempatan untuk mengalami kasih Bapa.

Sebagaimana difirmankan Allah: “Aku akan memberikan Roh-Ku kepadamu sehingga kamu hidup…..” (Yeh. 37:14), maka hendaknya kita senantiasa hidup menurut Roh, berani mencari, melakukan dan menghidupi serta tunduk kepada bimbingan Roh serta memusatkan hidup kita pada rencana Allah (bdk. Rm. 8:8-9). Jangan biarkan hidup kita dipimpin oleh ambisi yang ada pada diri kita, yakni memuaskan keinginan manusiawi kita.

Kisah Lazarus yang dibangkitkan dari mati dalam Injil hari ini menegaskan kepada kita semua bahwa Yesus sudah menebus kita dari kekuasaan maut, dari kematian menuju keselamatan. Manusia tidak lagi akan dikuasai maut kecuali kita membiarkannya dan tidak mengikuti bimbingan Tuhan. Maukah kita setia pada bimbingan-Nya?

.

Ya Tuhan, semoga kami tekun dan setia mengikuti bimbingan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Bacaan I: Yes. 7:10-14; 8:10; Mazmur: 40:7-8a.8b-9.10.11; R:8a.9a; Bacaan II: Ibr. 10:4-10; PEKAN PRAPASKAH IV; HR KABAR SUKACITA (P);

Dalam bulan yang keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2023, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Kabar Sukacita. Akan tetapi, benarkah ini Kabar Sukacita ataukah dukacita? Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Malaikat Gabriel memberikan kabar sukacita kepada Perawan Maria bahwa dari padanya akan lahir seorang Penyelamat. Dan, Maria menerimanya dengan bebas dan iman yang utuh (bdk. Luk. 1:26). Lalu, kata malaikat itu kepada Maria: Jangan Takut! (Luk. 1:30).

Tentulah dalam menapaki hidup, ada ketakutan yang datang silih berganti dalam lembaran kehidupan kita. Belajar dari Bunda Maria bahwa dalam ketakutannya, ia merangkul kehendak Allah dengan iman dan cinta yang besar. Ketika iman kita kepada Allah semakin kuat maka ketakutan kita akan dengan sendirinya berkurang. Janji sukacita ternyata membawa kepedihan mendalam bagi Maria. Selama tiga puluh tiga tahun ia mengalami gejolak iman.

Namun, segala persoalan diselesaikan bersama Allah dalam iman dan kesetiaan. Dalam keraguannya, ia tetap berdiri tegar menyaksikan Putranya wafat di salib. Dia tidak menggugat Allah tetapi tunduk pada rencana-Nya. Beranikah kita selalu setia pada rencana Tuhan atas hidup tanpa mempertanyakannya?

.

Bunda Maria, doakanlah kami untuk menjadi murid yang sejati. Semoga kami setia pada rencana Bapa dan Putramu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 7:1-2,10,25-30

Bacaan I: Keb. 2:1a, 12-22; Mazmur: 34:17-18,19-20,21,23; PEKAN PRAPASKAH IV (U);

Yesus berjalan keliling Galilea, la tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam kitab Kebijaksanaan dikatakan, “Orang-orang Fasik berkata… Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita” (Keb. 2:12). Ayat ini mengingatkan akan sebuah pengalaman di suatu tempat pelayanan. Di mana segala sesuatunya serba ada, mau makan tinggal pergi ke hutan menebang pohon sagu, ketika ingin makan buah tinggal pergi ke kebun memetik buah. Bertahun-tahun hidup santai dan memanen tanpa menanam, menebang pohon sagu tanpa menanam.

Ketika diajak menanam dan mengembangbiakkannya, tidak seorang pun mau bahkan mengatakan untuk apa kita harus bekerja keras, karena alam sudah menyiapkannya. Dan, ketika ada seorang melakukan yang berbeda, tanamannya dirusak bahkan dicuri dengan alasan melawan hukum adat setempat. Rupanya tanpa kita sadari bahwa ketaatan buta terhadap hukum menutup mata hati kita bagi karya Allah. Yesus diutus oleh “Yang Benar”, maka seluruh pewartaan-Nya adalah benar.

Mari kita mewartakan kebenaran Kristus bahwa Dialah Juru Selamat dunia. Pada Dialah ada keadilan dan kebenaran. Dalam Dia, kita menemukan model manusia yang sempurna sekaligus menemukan Allah yang mau memilih jalan turun untuk merasakan kehidupan dunia ini; Allah yang solider dengan manusia.

.

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan untuk senantiasa taat pada kebenaran-Mu yang telah Engkau nyatakan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 5:31-47

Bacaan I: Kel. 32:7-14; Mazmur: 106:19-20,21-22,23; PEKAN PRAPASKAH IV (U); St.Turibius Mogrovejo;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2023, Bacaan Injil

Mungkin kita termasuk salah satu dari banyak orang yang malas berdoa, karena merasa doa kita tidak segera mendapat jawaban dari Tuhan. Benarkah Tuhan tidak menyayangi dan memerhatikan kita? Tuhan tetap setia pada janji-Nya, bahkan Tuhan senantiasa memerhatikan umat-Nya yang percaya kepada-Nya. Sebagaimana kita temukan dalam Kitab Keluaran, apa yang telah Musa perbuat sungguh berkenan di hadapan Tuhan, karena Musa berpegang teguh pada imannya.

Pertanyaannya, sudahkah kita berdoa dengan sepenuh hati dan penuh iman? Ataukah dalam doa, kita mulai mengatur dan mengancam Tuhan kalau-kalau doa kita tidak dikabulkan, maka kita tidak akan pergi lagi menyembah-Nya dan tidak lagi menjadikan Dia sebagai andalan hidup kita? Sebetulnya, kasih Allah sungguh luar biasa. Melalui teladan Musa pada hari ini kita diingatkan bahwa kekuatan doa orang saleh diperhitungkan Allah dan mampu mengubah banyak orang yang hidup tidak benar. Hal ini menunjukkan bahwa belas kasih Allah lebih besar pengaruhnya daripada murka-Nya. Maka, marilah kita berdoa dengan tekun, tulus, setia, dan taat pada penyelenggaraan-Nya.

.

Betapa besar kasih setia-Mu Tuhan terhadap kami orang berdosa ini. Pakailah kami untuk menjadi saksi kasih-Mu di tengah dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 5:17-30

Bacaan I: Yes. 49:8-15; Mazmur: 145:8-9,13cd-14,17-18; PEKAN PRAPASKAH IV (U);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi,” Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak la melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barang siapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.

Barang siapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! –  klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2023, Bacaan Injil

Nabi Yesaya dalam Bacaan Pertama hari ini mengajak kita merenungkan kasih Tuhan. “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak dapat menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes. 49:15). Ayat ini mau menegaskan kepada kita bahwa Allah tidak akan pernah melupakan kita, meskipun kita sering kali tidak setia kepada-Nya.

Sering kali karena hanya satu noda hitam pada lembaran kehidupan kita, lantas kita merasa tidak layak, merasa tidak mampu dan merasa insecure dengan diri kita sendiri. Satu hal yang harus kita pahami bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Akan tetapi, dalam ketidaksempurnaan itulah akhirnya kita memahami bahwa Allah senantiasa setia menemani dan membimbing kita. Jika Tuhan yang menghendaki, maka tidak ada yang mustahil dalam nama-Nya.

Kedatangan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita tidak hanya untuk membawa perubahan pada praktik keagamaan, tetapi juga memperbarui semua ciptaan (bdk. Yoh. 5:17). Maukah kita diperbarui oleh-Nya untuk menjadi layak di hadapan-Nya? Mari kita menjadi orang beriman yang setia pada kehendak-Nya dan bukan menjadi orang Kristiani sekadar untuk status.

.

Ya Tuhan, kasih-Mu tak pernah berubah untuk kami. Mampukanlah kami mewujudkan pertobatan secara nyata dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 5:1-3a.5-16

Bacaan I: Yeh. 47:1-9,12; Mazmur: 46:2-3,5-6,8-9; HUT. Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB); PEKAN PRAPASKAH IV (U);

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan guncangan air kolam itu. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah la kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai guncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2023, Bacaan Injil

Masa Prapaskah adalah masa yang tepat bagi kita untuk mati raga. Pada masa ini kita diajak mengasah hati kita untuk menyambut misteri Paskah yang hendak kita rayakan. Sebagai orang yang mengenal Tuhan, kita diajak untuk tidak terbawa arus kehidupan kita saat ini, misalnya ikut tercebur dalam arus politik identitas. Artinya kita tetap menjadikan sabda Tuhan sebagai pegangan hidup dan membiarkan hati kita diterangi oleh firman-Nya.

Tuhan senantiasa menyertai kita, tinggal bagaimana kita tetap membuka hati untuk melihat kebenaran itu. Maukah kita sembuh? Inilah sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Pertanyaan ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa banyak dari kita yang mau sembuh, hanya kita menunggu orang lain menolong kita. Kita tahu bagaimana kita sembuh, hanya kita malas untuk mencari kesembuhan itu. Tuhan sebenarnya tidak membiarkan kita kesusahan, asalkan kita mau disembuhkan dan dipulihkan. Pertanyaannya, apakah kita mau sembuh dan bertobat?

.

Ya Tuhan, kami mau sembuh dari kelumpuhan hati kami. Bukalah hati kami untuk menyambut rahmat kesembuhan dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2023, Bacaan Injil Matius 1:16.18-21.24a (atau Lukas 2:41-1a)

Bacaan I: 2Sam. 7:4-5a.12-14a.16; Mazmur: 89:2-3.4-5.27.29; Bacaan II: Rm. 4:13.16-18.22; O PEKAN IV HR ST.YOSEF, SUAMI MARIA (P);

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2023, Bacaan Injil

Setiap kali tahun politik, kita sering mendapatkan suguhan informasi yang tidak benar dan memantik kebencian SARA. Kita terprovokasi, lalu ikut memelihara api kebencian itu. Kita sering kali tidak lagi mengklarifikasi apa yang diterima, tetapi segera membagikan kepada sesama kita agar kita dianggap yang pertama tahu daripada yang lainnya.

Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria, dalam karya penyelamatan Allah memang tidak menonjol seperti Bunda Maria. Akan tetapi, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari pribadinya, yakni kesalehannya, kebijaksanaannya, kejujurannya, kerendahan hatinya, dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas mulia dari Allah sebagai kepala Keluarga Kudus di Nazaret.

Meskipun ucapannya tidak sepatah kata pun tercatat dalam Kitab Suci, namun Santo Yusuf sangat berjasa sebagai pelaksana karya keselamatan Allah. Ia setia, lurus, tekun, dan tidak banyak bicara. Santo Yusuf mau mengajak kita menyadari bahwa yang terpenting dari hidup sebagai orang beriman bukanlah kepandaian dalam merangkai kata, melainkan merangkai makna iman dalam perbuatan kita sehari-hari.

.

Ya Tuhan, lindungilah dan jagalah kami. Semoga kami dijauhkan dari kecenderungan beriman sekadar untuk pamer. Dan, semoga kami semakin hari semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 9:1-41 (atau Yoh. 9:1,6-9,13-17,34-38)

Bacaan I: 1Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mazmur: 23:1-3a,3b-4,5,6; Bacaan II: Ef. 5:8-14; O PEKAN IV PEKAN PRAPASKAH IV (U);

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang, akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”

Setelah Ia mengatakan semuanya itu, la meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?”

Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.” Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2023, Bacaan Injil

Hari Minggu Prapaskah keempat kita kenal pula dengan sebutan Minggu Laetare atau Minggu Sukacita, karena kita diberikan kesempatan mengalami kasih Allah yang lebih utuh dalam pertobatan. Pertobatan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh akan membuat kita merasa dipulihkan dari kebutaan, bangkit dari kelumpuhan dan mengalami berbagai rahmat Allah yang diberikan untuk kita.

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Kedua Samuel, kita menjadi tahu bahwa rencana keselamatan Allah itu beragam cara-Nya. Melalui kisah Raja Daud yang diurapi, kita semakin diyakinkan bahwa orang yang dipakai Tuhan dikaruniai hikmat dan diurapi Roh. Tanpa berkat istimewa ini, manusia tidak akan optimal melaksanakan kehendak-Nya. Hal senada juga ditegaskan dalam Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus, segala keutamaan hidup itu bukan usaha manusia semata melainkan juga berkat dari terang Kristus.

Namun, apakah kita membuka mata hati kita dalam terang Kristus? Apakah kita mendengar dengan hati akan pewartaan-Nya? Sering kali kita terbawa arus, yakni lebih mementingkan tampilan agama kita atau menjadi sombong rohani dan bahkan menolak terang itu dengan berbagai alasan agar ketenaran kita tidak meredup. Jika demikian, maka kita akan menjadi buta terhadap keselamatan yang dijanjikan Allah kepada kita.

.

Ya Tuhan, terangilah langkah hidup kami agar kami tidak tersesat dan tidak terantuk batu kejahatan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2023, Bacaan Injil Lukas 18:9-14

Bacaan I: Hos. 6:1-6; Mazmur: 51:3-4,18-19,20-21ab; PEKAN PRAPASKAH III (U); St.Sirillus dr Yerusalem; B.Marta;

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezina dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2023, Bacaan Injil

Bukti iman kita kepada Allah bukanlah dari seberapa banyak kurban yang kita persembahkan kepada-Nya, atau seberapa sering kita mengikuti perayaan Ekaristi di gereja. Tuhan menghendaki kita untuk senantiasa setia kepada-Nya dalam setiap waktu hidup kita. Orang yang mengenal dan beriman kepada Tuhan pastilah setia pada rencana dan kehendak Tuhan; bukan karena terpaksa melainkan karena menyukai kasih setia dan karena pengenalan akan Allah (bdk. Hos. 6:6 – klik disini untuk melihat ayat Alkitab).

Kita memiliki seorang teladan, yakni Santo Sirilus dari Yerusalem. Wujud dari kesetiaannya adalah ia berjuang melindungi umat Tuhan dari pengaruh ajaran sesat Arianisme. Meskipun ia mengalami pengasingan, namun ia tetap bertahan pada imannya. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai seorang Kristiani harus selalu membawa Kristus dalam hidupnya. Beriman juga berarti kita mengenal diri kita di hadapan Yang Mahatinggi, seperti pemungut cukai dalam Injil hari ini. Dengan rendah hati ia berdoa: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa” (Luk. 18:13).

.

Ya Allah Mahakasih, peliharalah kami dengan kasih karunia-Mu. Semoga kami teguh dalam iman, harapan, dan kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page