Renungan Harian Hari Ini 6 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2023, Bacaan Injil Lukas 4:16-21

Bacaan I: Yes. 61:1-3a,6a, 8b-9; Mazmur: 89:21-22,25,27; Bacaan II : Why. 1:5-8; KAMIS PUTIH (P);

Sekali peristiwa, Yesus datang ke Nazaret, tempat la dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,

dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2023, Bacaan Injil

Dalam setiap perjamuan makan, orang umumnya mengalami situasi keakraban, rasa persaudaraan, sukacita, dan kepuasan hidup. Akan tetapi, perjamuan Paskah orang Yahudi dan perjamuan malam terakhir Yesus dan para murid-Nya, yang dirayakan pada hari Kamis Putih ini, memiliki makna lebih daripada di atas. Dalam perjamuan Paskah, orang Yahudi mengenangkan pembebasan dari belenggu perbudakan di Mesir karena kasih setia Allah. Dalam perjamuan terakhir Yesus dan para murid-Nya, mereka mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan Yesus harus menderita dan wafat di kayu salib. Akan tetapi, itu bukan yang terakhir.

Sebagaimana bangsa Israel setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh penderitaan di padang gurun, akhirnya memasuki Tanah Terjanji, demikian pula Yesus setelah kematian-Nya akan memasuki kebangkitan-Nya. Perjamuan Terakhir Yesus sejatinya adalah sebuah sukacita yang masih terbungkus dalam dukacita. Perayaan Ekaristi tidak hanya pengabadian Perjamuan Terakhir Yesus dan para murid, tetapi juga menghidupkan kembali penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus dalam hidup kita. Perayaan Ekaristi mengajak kita berpartisipasi dengan Yesus yang dengan tubuh-Nya mengorbankan diri-Nya. Sebab, dalam pengorbanan, sukacita sejati dapat ditemukan dan dirasakan.

.

Ya Yesus, ingatkanlah kami akan cinta-Mu yang tulus kepada kami dan pendampingan-Mu sepanjang hidup kami supaya kami mudah untuk selalu bersyukur. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2023, Bacaan Injil Matius 26:14-25

Bacaan I: Yes. 50:4-9a; Mazmur: 69:8-10,21-22,31,33-34; PEKAN SUCI (U);

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. la berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmu lah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2023, Bacaan Injil

Nabi Yesaya melukiskan perlakuan yang akan diterima oleh Hamba Yahweh. Yakni ia akan mengalami penghinaan, dipukul, dan diludahi. Dengan tidak membalas atas perlakuan para lawannya, ia seolah-olah menempatkan dirinya setingkat dengan kriminal maupun orang bodoh. Ia tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Namun, ini tidak berarti bahwa Hamba Yahweh ini seorang yang lemah. Sebaliknya, ini adalah tanda kekuatan batin yang kuat dan penuh ketenangan dan kedamaian.

Semangat dari Hamba Yahweh ini tampak tertanam dalam diri Yesus. Ia akan mengalami penghinaan dan kekerasan fisik. Namun, ia tidak lari dari jalan hidup yang telah digariskan oleh Bapa-Nya. Sebab, Yesus tahu bahwa hasil akhir dari semuanya ini bukanlah kekalahan yang memalukan, melainkan kemenangan dan kemuliaan. Seperti keyakinan Hamba Yahweh bahwa “Tuhan Allah menolong aku” (Yes. 50:9), Yesus berani menghadapi takdir-Nya karena percaya Bapa selalu menyertai-Nya.

Sebagai murid Yesus, kita bisa belajar dari Hamba Yahweh dan Yesus dalam menyikapi segala macam penghinaan, kritik tajam atau perlakuan yang tidak sepantasnya dari orang lain. Tidak membalas penghinaan dengan penghinaan ataupun kekerasan dengan kekerasan, tidak berarti kita lemah. Sebaliknya, ini memperlihatkan kekuatan dan kedamaian batin kita di tengah kesulitan.

.

Tuhan Yesus, anugerahkanlah kuasa-Mu ke dalam hati kami supaya kami sanggup menerima penghinaan dan perlakuan buruk terhadap kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2023, Bacaan Injil Yohanes 13:21-33,36-38

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 71:1-2,3-4a,5-6b,15,17; PEKAN SUCI (U);

Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya, Yesus sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”

Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.

Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2023, Bacaan Injil

“Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi” (Yes. 49:6). Inilah tugas utama dari Hamba Yahweh yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Seperti “pedang yang tajam” dan “anak panah yang runcing” yang bekerja tepat sasaran, Hamba Yahweh ini mesti mewujudkan kehendak Allah atas dunia ini, yaitu agar manusia di dunia ini diselamatkan, dibebaskan dari segala ketakutan dan kekhawatiran karena belenggu dosa dan pelanggaran.

Seperti Hamba Yahweh, sejak kekal Yesus diberi mandat oleh Bapa-Nya untuk mewujudkan karya keselamatan ini. Bagi Yesus, keselamatan adalah pengorbanan diri-Nya demi pembebasan dan kebaikan mereka yang percaya kepada-Nya dari dosa. Kesadaran inilah yang membuat Yesus berani menerima kenyataan pahit, yaitu Yudas Iskariot akan mengkhianati-Nya. Namun, pengkhianatan ini adalah jalan bagi-Nya untuk menuju kemuliaan. Sebagai murid Yesus, kita ditantang untuk meneladan sikap Yesus yang tetap berani, setia dan teguh dalam menghadapi penderitaan saat mengemban tugas demi kebaikan dan kesejahteraan orang lain.

.

Tuhan Yesus, bangkitkanlah semangat kami supaya kami selalu setia dalam upaya menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2023, Bacaan Injil Yohanes 12:1-11

Bacaan I: Yes. 42:1-7; Mazmur: 27:1,2,3,13-14; PEKAN SUCI (U);

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang la bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2023, Bacaan Injil

Yesaya menubuatkan sosok Hamba Yahweh yang berbelas kasih dan tidak mematikan harapan orang: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” (Yes. 42:3). Hamba Yahweh ini selalu setia dan berkobar-kobar dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas perutusannya, yaitu menegakkan hukum dan kebenaran di tengah bangsa Israel. Serupa dengan Hamba Yahweh ini, sekalipun sudah menyadari saat-saat terakhir hidup-Nya, Yesus tetap setia dalam menjalankan tugas-Nya. Yesus tidak menolak ketika Maria meminyaki kaki-Nya sebagai pengingat hari penguburan-Nya.

Di bawah ancaman dan tekanan, kita mudah tergoda untuk meninggalkan tugas yang dipercayakan kepada kita. Namun, di sini integritas dan kualitas pribadi kita sebagai murid Yesus sedang dipertaruhkan. Dengan integritas, kita diminta untuk memilih keberanian atas kesenangan sesaat, memilih yang baik daripada sesuatu yang sekadar menghibur dan mudah, memilih untuk menjalankan nilai-nilai hidup yang kita pegang.

.

Ya Tuhan, semoga kami selalu setia untuk menjalankan tugas perutusan kami hingga akhir supaya nama-Mu selalu dimuliakan dalam pekerjaan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 April 2023, Bacaan Injil Matius 26:14-27:66 (Mat. 27:11-54)

Bacaan I: Yes. 50:4-7; Mazmur: 22:8-9,17-18a, 19-20,23-24; Bacaan II : Flp. 2:6-11; O PEKAN II; MINGGU PALMA: MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN (M);

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid Yesus, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 April 2023, Bacaan Injil

Ketika Yesus memasuki Yerusalem, nubuat Nabi Zakharia tergenapi (Za. 9:9). Dengan menunggang seekor keledai betina, sebagaimana pernah dilakukan Raja Salomo dalam prosesi kerajaan (1 Raj. 1:38-41), Yesus tampil sebagai Raja Damai yang dirindukan oleh bangsa Israel. Ketika orang banyak menyerukan ‘Hosana” yang berarti “Selamatkanlah kami sekarang” (2Sam. 14:4), Yesus menjadi tumpuan harapan bahwa dengan perantaraan-Nya, Allah akan menyelamatkan umat-Nya.

Di sini, Yesus ditampilkan sebagai pengejawantahan sosok Hamba Yahweh dalam nubuat Yesaya. Hamba Yahweh ini berperan penting untuk membangkitkan semangat dan harapan bagi bangsa Israel yang menderita karena pembuangan di Babel. Namun, cara Yesus menyelamatkan umat-Nya berbeda daripada yang diharapkan orang banyak. Bukan dengan cara yang ajaib dan spektakuler, melainkan dengan penderitaan dan wafat di kayu salib.

Semarak penyambutan Yesus sebagai raja yang penuh dengan sukacita dan optimisme perlahan-lahan memudar dalam beberapa hari selanjutnya. Yesus harus menapaki jalan yang sudah ditakdirkan oleh Bapa-Nya: dari penderitaan menuju keselamatan dan kemuliaan. Tidak semua orang mampu memahami cara Allah menyelamatkan manusia seperti ini. Akan tetapi, sebagai murid yang belajar dari Kristus, kita mesti sadar bahwa penderitaan adalah bagian dari kehidupan dan cara Allah yang penuh misteri dalam menyelamatkan kita.

.

Tuhan Yesus, kuatkanlah kami ketika kami sedang mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hidup. Satukanlah penderitaan kami dengan penderitaan-Mu sehingga kami sanggup menanggungnya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2023, Bacaan Injil Yohanes 11:45-56

Bacaan I: Yeh. 37:21-28; Mazmur: Yer. 31:10,11-12b,13; PEKAN PRAPASKAH V (U); B.Nonius Alvares Pareira; Hari Sabtu Imam;

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepada-Nya. Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ la tinggal bersama-sama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah la ke pesta?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2023, Bacaan Injil

Dengan membangkitkan Lazarus, Yesus semakin disegani dan dipercaya oleh banyak orang. Namun, para imam kepala dan orang Farisi justru ingin menyingkirkan-Nya karena takut bahwa pengaruh-Nya yang kuat di tengah masyarakat justru akan mengundang orang Roma datang dan menghancurkan Bait Allah. Di tengah ketakutan itu, tanpa sadar, Imam Besar Kayafas justru menubuatkan bahwa kematian Yesus itu penting dan berguna untuk keselamatan bangsa Yahudi pada waktu itu.

Kematian Yesus adalah sebuah pengorbanan yang akan menyelamatkan sekaligus mempersatukan banyak orang di dalam Allah. Beberapa abad sebelumnya, Yehezkiel, seorang imam dan nabi di pembuangan, juga menubuatkan hal yang kurang lebih sama. Dalam nubuatnya, keselamatan akan datang bagi bangsa Israel, yaitu ketika Allah menjemput dan mengumpulkan orang Israel dari tengah bangsa-bangsa dan akan membawa mereka ke tanah Israel. Keselamatan adalah berkumpulnya kembali bangsa Israel yang tercerai-berai untuk hidup dalam kesatuan di mana TUHAN menjadi pusat dan pengikatnya.

Nubuat kedua imam tersebut mengingatkan kita bahwa pengorbanan adalah sebuah jalan untuk menyelamatkan banyak orang dari segala penderitaan. Melalui pengorbanan, kita sesungguhnya sedang diarahkan dalam kebersatuan dengan Allah dan sesama. Itulah keselamatan bagi kita.

.

Ya Yesus, ingatkanlah kami untuk berani berkorban dan menyelamatkan mereka yang menderita supaya kami layak disebut murid-murid-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 10:31-42

Bacaan I: Yer. 20:10-13; Mazmur: 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; PEKAN PRAPASKAH V (U); SP Maria Berdukacita;

Sekali peristiwa, orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah – sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan-, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2023, Bacaan Injil

Ada seorang bijak mengatakan, “Semakin orang belajar dan mengetahui banyak hal, semakin ia sadar bahwa banyak hal yang ia tidak diketahui.” Dan, itulah misteri kehidupan, terkadang kita berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, tetapi kita berjumpa dengan pribadi tertentu yang tidak senang dengan kehadiran kita. Bahkan, karena kita merasa begitu dekat dengan Tuhan dan sesama dalam pelayanan, kita tidak menyadari tumbuhnya pribadi-pribadi yang memiliki semangat friend enemy. Justru orang-orang terdekat sering kali menunggu kapan kita akan terjatuh.

Pengalaman Yeremia juga menjadi pengalaman banyak orang dari antara kita apalagi kita hidup pada zaman ini. Namun, dalam suasana sulit Yeremia tetap mengandalkan Tuhan dalam pelayanannya, dan inilah yang memampukan dia untuk terus berkarya. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk selalu mengandalkan-Nya. Apa pun tantangannya, jangan pernah mundur sebagaimana yang Yesus tunjukkan kepada kita. Ia tetap melaksanakan rencana Bapa, meskipun la dihujat dan dituduh menghujat Allah. Beranikah kita untuk tetap setia berpegang teguh pada janji Tuhan?

.

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan sehingga kami mampu menghadapi kesulitan dan tantangan hidup kami di dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 8:51-59

Bacaan I: Kej. 17:3-9; Mazmur: 105:4-5,6-7,8-9; PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati, dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2023, Bacaan Injil

Apalah arti sebuah nama? Inilah yang sering kita lontarkan. Tentu kita bebas memaknai sebuah nama atau mungkin kita tidak memaknainya apa-apa. Dalam Bacaan Pertama hari ini, dikisahkan bahwa nama Abram diubah menjadi Abraham. Makna dari perubahan nama ini adalah janji keturunan yang banyak. Abraham menjadi Bapa orang beriman. Perubahan nama Abram menjadi Abraham mempunyai makna mengenai perjanjian yang di buat Allah dengan umat-Nya.

Tentu bukan saja soal nama yang berubah, melainkan terutama soal perubahan pola hidup dan perilaku sebagai orang beriman ke arah yang lebih baik. Demikian juga dengan perubahan cara pandang dan memahami banyak peristiwa. Dalam peziarahan hidup kita saat ini, kita disuguhkan dengan ribuan peristiwa dalam hitungan menit yang muncul di telepon genggam atau gawai kita. Kita diajak untuk berani memilih mana yang benar meskipun tidak menyukakan hati kita.

Hari ini, kita diajak oleh Yesus untuk mengalami perubahan yang sejati, bukan sekadar konten untuk menambah viewer, melainkan juga berani menuruti firman-Nya dalam setiap peziarahan hidup kita. Beranikah kita memegang komitmen atas jawaban “iya” kita untuk menjadi murid-Nya?

.

Ya Tuhan, janganlah biarkan hati kami keras seperti batu, tetapi jadikanlah hati kami lemah lembut agar kami peka untuk peduli sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 8:31-42

Bacaan I: Dan. 3:14-20,24-25,28; Mazmur: Dan. 3:52,53,54,55,56; PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zina. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2023, Bacaan Injil

Dalam hidup kita sering dihadapkan pada dua pilihan: antara jalan kehidupan dan jalan kematian. Memilih jalan kehidupan berarti setia dan menghindari larangan Tuhan. Kitab Daniel menampilkan betapa sulitnya orang-orang pada zamannya untuk bertahan dalam iman. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dipaksa untuk memilih antara menyembah patung buatan Raja Babel dan dibakar hidup-hidup jika tidak menyembah patung itu. Di hadapan dua pilihan itu mereka memilih rela dibakar demi iman mereka. Akan tetapi, kasih Allah sungguh lebih berkuasa, sehingga menyelamatkan mereka semua. Mereka selamat karena mereka memilih hidup dengan setia pada ajaran-Nya.

Tidak mudah juga bagi kita saat ini untuk setia dalam iman kita di tengah-tengah kehidupan yang semuanya serba cepat, instan, dan begitu banyak informasi yang kita dapatkan dari media sosial apalagi menjelang tahun pemilihan pemimpin negara kita. Namun, bersama Yesus Kristus, Utusan Allah Bapa, kita mendapatkan kebebasan dan keselamatan sejati. Yesus menjanjikan kepada kita bahwa Ia menyertai kita. Ia selalu berjalan bersama kita. Akan tetapi, semuanya kembali kepada diri kita masing-masing, apakah kita memilih jalan hidup ataukah jalan kematian?

.

Ya Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kejahatan dan kuatkanlah kami dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2023, Bacaan Injil Yohanes 8:21-30

Bacaan I: Bil. 21:4-9; Mazmur: 102:2-3,16-18,19-21; PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2023, Bacaan Injil

Ada sebuah penggalan lirik lagu berbunyi demikian: “Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Tuhan berjanji akan selalu menyertai”. Penggalan lirik ini mengingatkan kita untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dan memeluk dalam iman persoalan kita yang datang silih berganti dalam lembaran kehidupan kita. Sehingga, kita tidak seperti bangsa pilihan yang dikisahkan dalam Bacaan Pertama hari ini bahwa mereka mengeluh, melawan Musa dan Tuhan, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan air” (Bil. 21:5).

Sering kali kita menjadi angkuh. Kita ingin meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup secara instan. Ketika kita mengalami kegagalan, sering menjadikan yang lain sebagai kambing hitam atas persoalan hidup kita. Tuhan mengingatkan dan memberi tanda kepada kita melalui kedua bacaan hari ini bahwa kesembuhan hanya berasal dari pada-Nya, dan penebusan kita atas kuasa maut hanya terlaksana dalam Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat kita. Maka, siapa saja yang percaya pada rancangan-Nya akan memperoleh hidup. Ingatlah bahwa Tuhan tak akan membiarkan kita celaka. Hanya, Ia meminta kita untuk setia pada-Nya.

.

Ya Tuhan, ampunilah kami yang sering mengeluh karena berbagai persoalan hidup. Semoga kami tekun dan setia menghayati iman akan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page