Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:13-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 2:10-23; Mazmur: 112:1-2.7bc-8.9; R:7c; PEKAN BIASA IX (H); St.Norbertus;

Pada waktu itu, beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka la bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil

Hari ini, Yesus mewujudkan apa yang la sendiri nasihatkan: “Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat.10:16). Orang yang tulus selalu jujur dalam kata dan perilakunya. Tidak ada yang perlu disembunyikannya sehingga tidak ada yang perlu ditakutkannya. Orang-orang Farisi yang memusuhi Yesus pun mengakui, “Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut pada siapa pun juga” (ay. 14). Sebaliknya, seorang penipu, pembohong, atau pencuri selalu was-was karena takut keburukannya terbongkar.

Ketulusan dan kejujuran ini pula yang diupayakan Tobit dalam bacaan pertama. Kendati telah menjadi buta dan tergantung pada istrinya, Tobit tetap ingin hidup jujur dalam kemiskinannya. Maka, ia meminta istrinya untuk mengembalikan anak kambing yang dibawa pulang istrinya, sekiranya itu dicuri dari orang. Walaupun kejujuran itu penting, kadang tidak mencukupi. Orang perlu juga cerdik dalam hidup. Sebab, anak-anak dunia yang culas memiliki banyak cara untuk memperdaya orang jujur.

Orang-orang Farisi hendak memperdaya Yesus yang jujur lewat pertanyaan yang menjebak, tetapi tidak berhasil, sebab Yesus mengetahui maksud jahat mereka. Cerdik berarti mampu melihat yang tersirat di balik yang tersurat, niat asli di balik kepalsuan ekspresi. Yesus yang cerdik tidak bersikap reaktif dan terperangkap dalam irama pertanyaan yang disodorkan. Ini menjadi lebih mudah bagi Yesus karena la bukan orang yang mencari muka. Sikap suka mencari muka bisa menghambat orang untuk bersikap jujur maupun untuk jernih dalam berpikir.

.

Ya Yesus, bantulah kami agar dapat hidup sebagai murid-Mu yang tulus dan cerdik. Semoga kami teguh dalam kejujuran kendati ada banyak godaan di sekitar kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tb. 1:14,2a,3; 2-1b-8; Mazmur: 112:1-2.3-4.5-6; R: 1a.; PEKAN BIASA IX; Pw St.Bonifasius, UskMrt (M);

Pada suatu hari, Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.

Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian pemilik kebun anggur itu menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu pemilik itu menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.

Kini tinggal satu orang, putranya yang kekasih. Dialah yang akhirnya diutus kepada mereka, sebab pikirnya, putraku pasti akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.

Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2023, Bacaan Injil

Korupsi adalah penyakit sosial yang merugikan. Bukan hanya karena uang rakyat disalahgunakan demi kepentingan pribadi, melainkan lebih-lebih karena korupsi yang dilakukan aparat akan meruntuhkan kepercayaan rakyat pada seluruh sistem pemerintahan. Jika pelaku korupsi adalah aparat hukum dan rakyat tak lagi percaya pada sistem hukum maka rakyat bisa menjadi ‘anarkis’ dan mencari penyelesaian konflik dengan cara mereka sendiri.

Dalam arti ini, korupsi menggerogoti tata kenegaraan dan merusak kebaikan bersama. Pemerintahan akan efektif dan dapat mewujudkan kesejahteraan umum bila ada kepercayaan dari rakyat. Lewat perumpamaan hari ini, Yesus menyindir pimpinan agama Yahudi yang korup. Korup berarti busuk atau tidak utuh. Mereka tidak memiliki integritas (keutuhan) moral dan tak bisa dipercaya. Mulanya Allah, Si Pemilik kebun anggur, memercayakan pada mereka pengelolaan kebun anggur itu.

Namun, mereka ingin memiliki kebun anggur serta hasilnya bagi diri mereka sendiri. Semua utusan dan bahkan anak si pemilik kebun anggur mereka binasakan. Perumpamaan ini menohok para imam kepala dan ahli Taurat sehingga mereka hendak menangkap Yesus, namun takut pada orang banyak. Sebab, orang banyak itu segan dan percaya kepada Yesus, sedangkan para pemimpin agama tersebut takut kehilangan kepercayaan dari rakyat banyak. Pemimpin tanpa kepercayaan dari rakyat atau bawahan tidak akan pernah bisa memimpin secara efektif.

.

Ya Allah, jauhkan dari pada kami niat dan tindakan untuk korup. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2023, Bacaan Injil Yohanes 3:16-18 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 34:4b-6,8-9; Mazmur: Dan. 3:52,53,54,55,56; Bacaan II: 2Kor. 13:11-13; O PEKAN I; HR TRITUNGGAL MAHAKUDUS (P);

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barang siapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barang siapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2023, Bacaan Injil

Matahari yang satu itu kita kenali dari benda bulat di langit yang bercahaya kuat, dari terangnya pada siang hari, dan dari kehangatan sinarnya yang menerpa kulit. Cahaya pada siang hari itu lahir atau berasal dari matahari. Cahaya itu menghadirkan matahari bagi kita, tetapi bukan matahari itu sendiri. Kehangatan sinar pada siang hari itu merupakan energi panas yang kita rasakan karena ada cahaya yang memancar dari matahari. Kehangatan sinar itu pun mengalir atau berasal dari matahari, tetapi juga bukan matahari itu sendiri.

Demikianlah, Allah Tritunggal adalah Allah Yang Satu, tetapi kita mengenalinya dalam pribadi Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang kita sebut Allah, tetapi dapat dibedakan satu dari yang lain. Sang Putra, seperti dikatakan Injil Yohanes hari ini, lahir ke dalam dunia karena Allah sedemikian mengasihi manusia di dunia ini. Sang Putra lahir dari kasih Allah dan mewujudkan pancaran kasih Allah di dalam dunia.

Dalam kasih Yesus yang mengampuni para pendosa, yang menyembuhkan orang sakit, dan bahkan mengorbankan diri-Nya sebagai tebusan bagi dosa manusia, kita mengenal Allah Bapa yang adalah kasih. Seperti cahaya matahari yang ketika bersinar dan mencapai materi di dunia ‘mati’ karena berubah menjadi energi yang kehangatan sinarnya dapat terasa,

demikian pula kehadiran Sang Putra ke dalam dunia hingga sampai pada kematian-Nya di salib melahirkan anugerah Roh Kudus yang menghangatkan dan mengobarkan hati para murid. Roh Kudus adalah Daya Ilahi yang menyatakan kehadiran Allah di tengah umat beriman sesudah kematian Sang Putra. Roh itu mengalir dari Bapa dan Putra.

.

Allah Tritunggal, kami percaya pada-Mu; jadikanlah kami saksi-saksi kasih-Mu. Semoga kami selalu mengupayakan kasih dalam hidup bersama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 11:27-33 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 51:12-20; Mazmur: 19:8,9,10,11; PEKAN BIASA VIII; Pw St.Karolus Lwanga, dkkMrt (M); Hari Sabtu Imam;

Beberapa hari sesudah mengusir para pedagang di halaman bait Allah, Yesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem. Ketika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari surga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari surga, la akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!”

Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2023, Bacaan Injil

 

Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan menjadi korban kekuasaan absolut Raja Mwanga II di Uganda. Sang Raja tidak suka bahwa ada warganya yang bertobat dan menjadi Kristiani. Kekuasaan politis dimaui dan diperebutkan oleh banyak orang karena memungkinkan seseorang memaksakan kebijakan yang dikehendakinya kepada warga yang lain. Tidak hanya mendapat fasilitas, orang yang berkuasa akan dihormati dan dipatuhi.

Di alam demokrasi, kekuasaan politis diamanahkan oleh rakyat demi kepentingan rakyat sehingga perlu ada mekanisme kontrol agar kekuasaan tidak menjadi sewenang-wenang. Legitimasi kekuasaan datang dari rakyat. Hari ini, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mempertanyakan kuasa Yesus: dengan kuasa apa dan siapa yang memberikan kuasa kepada Yesus untuk mengajar dan menyembuhkan orang?

Kuasa Yesus bukanlah kuasa politis, melainkan kuasa moral dan spiritual. Kekuasaan-Nya tidak datang dari manusia, tetapi dari Allah sendiri dan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Yesus datang bukan untuk mengubah undang-undang dan kebijakan publik, melainkan untuk mewartakan hukum dan kebijaksanaan Allah. Kuasa Yesus bukanlah kuasa untuk menundukkan dan mendominasi, melainkan kuasa untuk mengabdi dan melayani agar orang makin mengenal dan mengasihi Allah.

Dalam perspektif ini, yang kelihatan lemah dan kalah di mata manusia, bisa kuat dan menang di mata Allah. Dalam arti ini, Santo Karolus Lwanga dan kawan-kawan bukan korban, melainkan pemenang.

.

Ya Allah, ajarlah kami agar selalu berani mengandalkan kuat kuasa-Mu dalam hidup ini. Semoga para pemimpin kami tidak menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang demi kepentingan pribadi dan kelompok mereka sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 11:11-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 44:1,9-12; Mazmur: 149:1-2,3-4,5-6a,9b; PEKAN BIASA VIII (P); St.Marselinus dan Petrus; St.Feliks dr Nikosia; B.Yohanes Baptista Skalabrini;

Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke Bait Allah dan meninjau semuanya. Tetapi karena hari sudah hampir malam, Ia keluar ke Betania bersama kedua belas murid-Nya. Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau la mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu la tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.

Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2023, Bacaan Injil

Jika nanti kita meninggal, kita ingin diingat sebagai apa? Pertanyaan ini dapat membantu kita menata dan mengarahkan hidup kita saat ini. Kitab Sirakh menyinggung orang-orang yang telah berjasa dan dikenang oleh keturunannya, tetapi juga orang yang dilupakan begitu saja karena hidupnya tidak pernah menjadi berkat bagi sesama.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengutuk pohon ara yang tak menghasilkan buah dan membersihkan Bait Allah dari orang-orang yang mencari keuntungan pribadi dengan berjualan di Rumah Tuhan. Bagi Yesus, mereka ini bagaikan pohon ara yang hanya menyerap nutrisi dari bumi, tetapi tidak membuahkan apa-apa bagi manusia.

Patut disyukuri bahwa dalam Gereja kita ada banyak sukarelawan yang kemurahan hati dan kiprahnya dalam pelayanan layak dikenang. Pelayanan yang berakar pada iman dan kasih terhadap sesama pasti akan menghasilkan buah. Kendati demikian, ada pula orang yang menjadikan pelayanan dalam Gereja sebagai sarana untuk mempromosikan kepentingan dan pamrih pribadi.

Hal serupa dilakukan oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang menjadikan Rumah Tuhan sebagai arena untuk memenuhi ambisi pribadi. Mereka inilah yang dimaksud oleh Yesus sebagai pohon ara yang tak berbuah. Dari mereka yang dikenang hanyalah keburukannya.

.

Ya Bapa, bantulah kami agar hidup kami berakar pada Kristus sehingga dapat menghasilkan buah bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 10:46-52 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 42:15-25; Mazmur: 33:2-3,4-5,6-7,8-9; PEKAN BIASA VIII; Pw St.Yustinus, Mrt. (M);

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar lagi dari Yerikho, bersama murid-murid-Nya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil

Tuhan itu absolut, tetapi pengetahuan manusia tentang Tuhan tidak pernah absolut. Ini mengingatkan bahwa kemampuan manusia untuk mengetahui sangat terbatas. Fatamorgana menunjukkan keterbatasan indra penglihatan sebagai salah satu sumber pengetahuan manusia.

Sikap kaum fundamentalis yang meyakini bahwa hanya mereka yang memiliki pengetahuan yang benar tentang Tuhan adalah sebuah arogansi. Arogansi itulah yang membuat mereka tidak mau mendengarkan orang lain, mudah menuduh bahwa yang lain sesat, dan bahkan bernafsu menyingkirkan yang berbeda keyakinan.

Santo Yustinus, martir, terkenal karena ajarannya tentang logos spermatikos, yakni benih-benih Sabda yang ditemukan dalam kepercayaan non-Kristiani. Ia yakin bahwa agama Kristiani itu paling benar dan layak diimani, tetapi ia tidak menyangkal bahwa dalam agama-agama lain pun ada benih-benih kebenaran yang layak dihormati pula. Keyakinan semacam ini dapat menjadi dasar bagi sikap toleransi.

Bartimeus dalam Injil hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati: penglihatan kita terbatas atau bahkan kita masih buta sehingga belum paham sepenuhnya. Maka, kita perlu minta pada Yesus agar mata kita dibuka-Nya sehingga dapat melihat benih-benih kebenaran dalam diri mereka yang berkeyakinan lain.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah Kebenaran sejati. Bukalah mata kami agar dapat melihat kebenaran dalam diri orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Mei 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Mei 2023, Bacaan Injil Lukas 1:39-56 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b; Mazmur: Yes. 12:2-3.4bcd,5-6; R:6b; PEKAN BIASA VIII; Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet (P);

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru selamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena la mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Mei 2023, Bacaan Injil

Sukacita besar dialami oleh Santa Elisabet dan putranya, Santo Yohanes yang masih dalam kandungan, karena kedatangan Bunda Maria. Suasana sukacita teramat besar sangat terasa melalui pujian Santa Elisabet dan kidung Bunda Maria. Di dalam pujian dan kidung itu, kita mengetahui sumber sukacita sejati, sebagaimana yang mereka alami: “Berbahagialah dia yang percaya sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana…. segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.”

Kedua wanita kudus tersebut bersukacita karena Tuhan mengerjakan karya agung dalam hidup mereka dan karena iman mereka pada kasih setia Allah. Kasih Tuhan yang disambut dengan iman sepenuh hati melahirkan sukacita sejati. Tuhan memanggil kita juga untuk mengalami sukacita yang sama. Ia merindukan kita menanggapi kasih-Nya dengan iman dan sepenuh hati seperti Bunda Maria dan Santa Elisabet.

.

Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami dan jadikanlah hidup kami sebagai kesaksian akan kasih-Mu yang membawa sukacita bagi orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Mei 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Mei 2023, Bacaan Injil Markus 10:28-31 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 35:1-12; Mazmur: 50:5-6,7-8,14,23; PEKAN BIASA VIII (H); B.Marta Wieka; B.Baptista Varani; B.Yakobus Filipus Bertonius;

Setelah Yesus berkata bertapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Maka Yesus menjawab: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat:

rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Mei 2023, Bacaan Injil

Kitab Putra Sirakh mengingatkan kita bahwa Tuhan berkenan kepada manusia yang tidak hidup bagi dirinya sendiri, tetapi berusaha hidup benar dan setia mengikuti jalan Tuhan. Penekanannya bukan pada kebenaran, melainkan pada persembahan diri kepada Tuhan sebagai tanggapan atas kasih Tuhan. 

Dalam Kitab Kebijaksanaan dan nabi-nabi juga sering dikatakan bahwa Allah menghendaki persembahan hati remuk redam dan belas kasih, bukan persembahan lahiriah tanpa kasih. Persembahan diri karena kasih ini pula yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam sabda mengenai meninggalkan segala sesuatu karena Kristus dan Injil.

Pertanyaan bagi setiap orang beriman adalah apakah Tuhan sungguh kita tempatkan di atas segalanya? Tuhan mengingatkan kita untuk berani melepaskan keterikatan pada segala sesuatu dan menjadikan Tuhan sebagai yang paling berharga dan yang kita cintai melebihi segala sesuatu.

.

Ya Allah, ajarlah kami untuk tulus mengasihi-Mu dan semoga hidup kami dapat menjadi persembahan yang berkenan kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Mei 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Mei 2023, Bacaan Injil Yohanes 19:25-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mazmur: 87:1-2,3,5,6-7, R:3; O PEKAN IV – PEKAN BIASA VIII; Pw SP Maria Bunda Gereja (P); B.Yusuf Kowalski; B.Joseph Gerard; Sta.Maria Anna dr Paredes dan Maria Magdalena;

Waktu bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus, Maria, istri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Aku haus!”

Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah la: “Sudah selesai.” Lalu la menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib-sebab Sabat itu adalah hari yang besar-maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa la telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Mei 2023, Bacaan Injil

Kisah dosa manusia dalam Kitab Kejadian berujung kutukan dari Allah, baik kepada manusia maupun ular. Gambaran dunia yang terkutuk sungguh terasa mencekam dan kemurkaan Allah seolah sudah menggariskan gambaran manusia setelah berdosa, yaitu makhluk terkutuk dalam sengsara. Namun, apakah itu akhir cerita bagi manusia dan sungguhkah Allah sekejam itu?

Kisah selanjutnya justru adalah rangkaian tindakan Allah untuk mengembalikan manusia kepada Firdaus. Puncaknya adalah pemberian diri Yesus Kristus yang bahkan setelah wafat pun masih memberikan anugerah Roh dan hidup melalui pencurahan air dan darah. Dalam peristiwa salib, bukan hanya dari sisi Allah, kita pun melihat manusia yang setia menemani perjalanan Yesus Kristus sampai akhir.

Bunda Maria menunjukkan komitmen dan kekuatan untuk setia pada Tuhan dengan menemani Putranya sampai titik akhir. Kesetiaannya menjadi hamba Tuhan terus dilanjutkannya dengan menjadi Bunda Gereja, sebagaimana diwasiatkan oleh Yesus. Bunda Maria adalah gambaran Gereja yang setia dan memulihkan gambaran manusia lama yang jatuh dalam dosa. Kita dipanggil untuk mengikuti jalan kesetiaan Bunda Maria.

.

Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah kami meneladan iman dan kesetiaan Bunda Maria dalam hidup setiap hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Mei 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Mei 2023, Bacaan Injil Yohanes 20:19-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis. 2:1-11; Mazmur: 104:1ab,24ac,29c-30,31,34; Bacaan II: 1Kor. 12: 3b-7.12-13; HR PENTAKOSTA (M);

Pada hari pertama pekan itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada para pemuka Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, la menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Mei 2023, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Hari Raya Roh Kudus atas para rasul. Tentu saja tidak berarti Roh Kudus baru pertama kalinya turun atas manusia. Setelah kebangkitan, Yesus sudah mencurahkan Roh kepada para murid dan menganugerahkan buah roh, yaitu damai sejahtera. Peristiwa Pentakosta adalah peristiwa manusia yang sungguh dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus.

Keterbukaan hati yang penuh dan kerinduan teramat besar yang diungkapkan dalam doa permohonan akan kedatangan Roh Kudus membuat para murid Yesus sungguh dikuasai oleh Roh Kudus. Anugerah lain dari Roh Kudus adalah mereka berbicara dalam bahasa oleh semua orang dan mereka saling memahami satu sama lain.

Bahasa Roh Kudus adalah bahasa kasih yang selalu menjadi bahasa utama Gereja, bahasa yang selalu bisa dimengerti siapa pun sepanjang masa. Kita mohon keterbukaan hati supaya kita pun dikuasai Roh Kudus dan dimampukan untuk selalu berbicara dengan bahasa kasih.

.

Ya Allah, ajarlah kami bahasa kasih-Mu supaya hidup kami senantiasa menjadi berkat bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page