Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 11:25-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bc Ul. 7:6-11; Mazmur: 103:1-2,3-4,6-7,8,10; Bacaan II: 1Yoh. 4:7-16; HR HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P); 

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2023, Bacaan Injil

Hati adalah pusat kedirian manusia. Dalam hatilah manusia merasa senang berbunga-bunga atau sedih hancur berkeping-keping. Kendati secara nalar sudah tidak mungkin lagi, manusia masih bisa tetap berharap dalam hati dan mengikuti suara dalam lubuk sanubarinya. Orang merasakan cinta atau benci pada sesama juga dalam hatinya. Orang bisa berbuat baik karena hatinya tergerak oleh belas kasihan. Akan tetapi, orang juga bisa membunuh sesamanya karena sakit hati.

Baik simpati dan cinta maupun iri dan benci, semua itu muncul dalam hati. Dari dalam hati, bisa keluar yang baik maupun yang buruk. Hati memang adalah pusat perasaan manusia, kendati itu tidak berarti bahwa hati itu irasional, sebab seperti dikatakan Blaise Pascal, “Hati punya cara berpikir sendiri yang tak terpahami oleh akal budi.” Secara nalar orang yang galak dan bertampang sangar juga akan bertindak kejam, tetapi kita kerap mendengar ungkapan “walau tampaknya sangar, sebetulnya ia baik hati.”

Dalam arti ini, hati dapat dididik. Anak dapat diajari untuk berempati pada temannya yang sakit, atau untuk mengucapkan selamat kepada kawannya yang berprestasi. Tanpa kemampuan berbela rasa pada sesama, seseorang akan dianggap sebagai “orang yang tak punya hati.” Jadi, bukan hanya akal budi yang perlu dididik, melainkan juga hati. Maka, dapat dimengerti ajakan Yesus, “Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (ay. 29).

.

Ya Tuhan, jadikanlah hati kami lemah lembut dan rendah hati seperti hati Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 3:15-4:1.3-6; Mazmur: 85:9ab-10.11-12.13-14; R:10b; PEKAN BIASA X (H); 

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2023, Bacaan Injil

Orang tidak bisa dikatakan baik hanya karena secara eksternal ia terlihat patuh pada hukum. Intensi atau niat yang melatarinya juga perlu diperhatikan guna menilai perilaku seseorang. Orang bisa saja taat membayar pajak, tetapi jika ia melakukannya sekadar demi menghindari hukuman atau agar dipuji oleh orang lain, dan bukan karena sadar bahwa adalah baik memenuhi kewajibannya sebagai warga negara maka intensinya tidak sepenuhnya baik.

Baik-buruk tindakan seseorang tidak hanya dinilai dari kesesuaiannya dengan peraturan, ataupun dari akibat baik yang ditimbulkan, tetapi juga dari motivasi di baliknya. Dengan mengatakan bahwa tidak hanya orang yang membunuh, tetapi juga orang yang marah pada saudaranya pun harus dihukum, Yesus sedang menggarisbawahi arti penting intensi atau niat. Kita tidak hanya perlu mengatur tindakan eksternal yang kelihatan, tetapi juga kehendak dan niat-niat di dalam hati kita perlu diatur.

Kalau niat kita baik dan tindakan eksternal kita juga baik, kita tidak jatuh dalam kemunafikan. Itulah alasan Yesus mengingatkan bahwa jika kita hendak mempersembahkan kurban di altar, tetapi pada saat bersamaan hati kita dipenuhi kebencian terhadap saudara kita, lebih baik kita berdamai dahulu dengan saudara kita itu. Jangan bangga terlihat baik jika hati kita jahat. Tindakan eksternal yang sungguh baik muncul dari hati atau intensi yang murni.

.

Bapa, semoga amal kasih kami selalu mengalir dari niat yang murni. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:17-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor 3:4-11; Mazmur: 99.5.6.7.8.9; R:9c; PEKAN BIASA X (H); B.Gerardus;

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga, tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2023, Bacaan Injil

Pimpinan baru di suatu lembaga sering tergoda untuk langsung mengubah peraturan seperti yang ia mau demi membuat impresi dan menunjukkan otoritasnya. Bawahan kerap mengeluh karena peraturan yang ada sebetulnya sudah baik, tidak perlu diubah, dan yang diperlukan ialah menjalankan peraturan tersebut secara konsisten.

Hari ini, Yesus menegaskan bahwa Ia tidak akan menghapus satu titik pun dari hukum Taurat. Ini karena Yesus melihat bahwa inti atau spirit hukum Taurat sudah baik, yakni agar manusia mengasihi Allah dan sesama manusia. Bagaimana spirit ini mau dilaksanakan dalam praktik tentu perlu penafsiran, dan penafsiran sangat tergantung pada konteks atau kondisi di lapangan.

Pembaruan tidak selalu berarti perombakan, baik itu penggantian personil maupun aturan. Yang diperlukan kadang hanyalah keteladanan dari pimpinan baru dalam mengimplementasikan aturan yang sudah ada. Yang dilakukan Yesus bukanlah merombak hukum Taurat, melainkan menafsirkannya secara kontekstual dengan tetap berpegang pada spirit atau rohnya yang terdalam, yakni kasih.

Bila Yesus menyembuhkan orang lumpuh pada hari Sabat, itu tidak berarti la menghapuskan hukum Sabat, tetapi menafsirkannya secara lebih kontekstual dan mengamalkannya secara lebih radikal (mendasar). Meminjam kata-kata Paulus dalam Bacaan Pertama, Yesus mengutamakan roh dari hukum itu sendiri, sebab “hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan” (ay. 6).

.

Tuhan Yesus, ajarlah kami memahami dan menaati hukum cinta kasih-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:13-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor 1:18-22; Mazmur: 118 129 130 131 132 133.135; R:135a; PEKAN BIASA X; Pw St.Antonius dr Padua, ImPujG (P);

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil

Bonum diffusivum sui. Menurut Santo Thomas Aquinas, kebahagiaan sebagai kebaikan tertinggi secara kodrati cenderung membagikan diri. Kebahagiaan tidak bisa ditahan-tahan bagi diri sendiri. Orang yang bahagia cenderung menyapa dan tersenyum terhadap orang lain di sekitarnya, serta ingin bercerita guna membagikan kebahagiaannya itu. Sesudah menyampaikan Sabda Bahagia, hari ini Yesus berbicara bahwa para murid-Nya ialah garam dan terang dunia.

Garam itu mengasinkan dengan berkontak segala sesuatu di sekelilingnya, dan terang itu menerangi dengan berkontak dengan segala sesuatu di sekitarnya. Artinya, kebahagiaan pengikut Kristus hendaknya dibagikan dalam kontak dengan orang-orang lain di sekitar. Paus Fransiskus mengingatkan bahwa kita tidak bisa mewartakan Kabar Gembira bila wajah kita cemberut terus. Bila kita berwajah masam atau murung, orang lain akan berpikir dua kali lipat sebelum berani mendekati kita.

Seperti garam yang tawar tidak bisa mengasinkan atau seperti cahaya yang temaram tidak bisa menerangi, kita tidak bisa mengajak orang lain untuk menyambut Injil dengan sukacita selama kita sendiri bermuka cemberut atau sedih. Sebelum kita sendiri mengalami sukacita karena Injil, kita tidak akan bisa menjadi garam dan terang dunia, dalam arti menjadi pewarta Injil yang efektif. Nemo dat quod non habet. Tak seorang pun dapat membagikan apa yang ia sendiri tak memilikinya.

.

Tuhan, semoga kami selalu bersukacita dalam Engkau dan dapat mewartakan Kabar Sukacita kepada sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 1:1-7; Mazmur: 34 2-3 4-5 6-7.8-9; R:9a; PEKAN BIASA X (H); St.Yohanes dr sahagun: B.Yolenta, Florida dkk, B.Laurensius Maria Salvi; B.Fransiskus Kesy. dkk; B.Hilarius Januszewski, Sta.Aleydis;

Pada suatu hari, naiklah Yesus ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran-Nya ini kepada mereka: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2023, Bacaan Injil

Menurut Santo Thomas Aquinas, kebahagiaan adalah kebaikan tertinggi. Bila kita sudah memperoleh kebahagiaan, kita tidak akan menghendaki hal-hal lain lagi. Kebahagiaan tidak terletak pada harta karena harta hanyalah sarana untuk hidup bahagia. Kebahagiaan tidak terdapat dalam kehormatan karena kehormatan sangat tergantung pada orang lain yang menghormati kita.

Kebahagiaan tidak terletak pada kenikmatan ragawi sebab manusia bisa saja menikmati makan, minum, dan lain-lain sepuasnya, tetapi hatinya terus gelisah karena jiwanya kosong. Menurut Santo Thomas, kebahagiaan manusia terletak pada kesatuan dengan Allah, asal dan tujuan hidup kita. Bersatu dengan-Nya kita akan bahagia sepenuh-penuhnya.

Seperti kata Paulus dalam Bacaan Pertama, Allah adalah Sumber segala penghiburan, juga dalam penderitaan (ay. 3-4). Sabda Bahagia dalam Injil hari ini menandaskan bahwa bisa jadi dalam hidup di dunia ini kita menderita kemiskinan, kesedihan, kelaparan, atau penganiayaan, namun bila semua itu kita tanggung dalam Allah, kita tidak akan kehilangan kebahagiaan kita.

Kita boleh memperoleh seluruh dunia, tetapi jika kita tidak memiliki Allah, kita tidak akan bahagia sepenuhnya. Kita mungkin tidak punya apa-apa, tetapi jika kita memiliki Allah, kita tidak akan kehilangan sumber kebahagiaan kita. Dalam Dia kita ada, hidup, dan bergerak. Sungguh, seperti dikidungkan pemazmur: “Bahagia kuterikat pada Yahwe” (Mzm. 16).

.

Ya Allah, kami mau supaya dalam Dikau saja kami berbahagia. Berilah kami hati yang terbuka untuk menerima rahmat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2023, Bacaan Injil Yohanes 6:51-58 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ul. 8:2-3,14b-16a; Mazmur: 147:12-13,14-15,19-20; Bacaan II: 1Kor. 10:16-17; O PEKAN II; HR TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup yang hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana la ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barang siapa makan daging-Ku, dan minum darah-Ku ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barang siapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2023, Bacaan Injil

Pada tahun 2021 tercatat 5,33 juta balita Indonesia menderita stunting atau kekurangan asupan bergizi. Stunting menyebabkan anak tidak dapat tumbuh secara penuh dan berisiko menjadi kerdil. Ironisnya, pada tahun 2022 juga tercatat 1 dari 5 anak Indonesia di bawah usia 12 tahun justru mengalami obesitas. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan belum meratanya kesejahteraan, tetapi juga lemahnya literasi tentang makanan yang sehat dan bergizi.

Agar tumbuh sehat dan bahagia, orang tidak hanya perlu makan sampai kenyang, tetapi juga harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan dengan kuantitas yang terukur. Pada akhirnya, kita adalah apa yang kita makan. Allah menghendaki agar manusia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga secara moral dan spiritual. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya menjelma, bukan hanya untuk mewahyukan Allah Bapa, melainkan juga untuk menjadi makanan spiritual bagi manusia agar “barang siapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku” (ay. 57).

Tubuh Kristus adalah makanan kehidupan kekal. Jika orang Israel makan manna di gurun dan mati, mereka yang makan Tubuh Kristus akan hidup selama-lamanya. Dalam Ekaristi kita makan tubuh Kristus sehingga Kristus tinggal di dalam kita dan kita di dalam Dia. Tubuh Kristus menyatukan kita dengan-Nya supaya kita hidup seperti Dia yang telah kita santap. Sudahkah kita hidup seperti Kristus? Bila angka stunting di Indonesia masih tinggi, dan kita berdiam diri saja, kiranya kita perlu introspeksi diri: apakah kita sudah hidup oleh Kristus?

.

Ya Bapa, kami bersyukur boleh menyantap Tubuh Putra-Mu. Semoga kami semakin menyerupai Dia dalam perilaku kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:38-44 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 12:1.5-15.20; Mazmur: Tob. 13:2.6.7.8; R:2a; PEKAN BIASA IX (H);

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2023, Bacaan Injil

Ekspresi itu penting karena mengungkapkan dan menegaskan interioritas seseorang. Kendati demikian, ekspresi bisa menipu sebab bisa saja tidak sesuai kondisi batin. Pada era digital yang adalah era visual ini, citra diri yang kelihatan dalam pelbagai media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan lain-lain menjadi penting. Para politikus, artis, figur publik, atau perusahaan berusaha memoles citra dirinya agar tampak baik, meyakinkan, dan ‘menjual’ (saleable).

Teknologi informasi mutakhir memudahkan segala upaya memanipulasi citra diri sehingga tampak baik, meskipun di dalam lain kenyataannya. Rakyat dan pembeli harus pandai-pandai menilai secara kritis agar tidak tertipu oleh ekspresi luar yang menarik dan meyakinkan. Para ahli Taurat dikritik oleh Yesus karena mereka “mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang”, padahal mereka “menelan rumah janda-janda” (ay. 40). Para ahli Taurat pandai memoles citra diri mereka.

Akan tetapi, bila ekspresi luar itu tidak sesuai kenyataan interior, mereka tidak hanya jatuh dalam kemunafikan, tetapi juga penipuan. Yesus mengingatkan agar para murid bersikap kritis dan tidak mudah tertipu oleh ekspresi luar. Si janda miskin, dari luar tampak hanya memberi sedikit, namun dalam kenyataannya ia memberikan “semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (ay. 44). Ia memberi lebih banyak dibanding ahli Taurat.

Tidak disangkal bahwa pada era visual ini ekspresi luar itu penting, namun ekspresi yang tak mencerminkan isi yang sesungguhnya akhirnya akan ditolak orang dan tidak berkenan di mata Allah.

.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menjadi pribadi yang autentik dan total dalam mengabdi kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:35-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 11:5-14; Mazmur: 146:1,2abc.7,8-9a.9bc-10; R:2a; PEKAN BIASA IX (H); St.Efrem; B.Yosef de Anchieta;

Pada suatu hari, Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya: “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin la anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2023, Bacaan Injil

Salah satu alasan Gereja tidak setuju pada praktik donor sperma atau kloning manusia ialah soal identitas anak yang akan dilahirkan. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan identitas. Identitas bukanlah produk dari usaha seorang individu, sebab identitas mengandaikan pengakuan dari sesama. Seorang individu butuh bahwa eksistensi dan keunikannya diakui oleh yang lain.

Ketidakjelasan identitas sering menimbulkan krisis eksistensial, seperti ditunjukkan oleh kasus anak adopsi yang selalu gelisah karena ingin tahu ayah/ibu biologisnya. Identitas itu penting, mengingat identitas menegaskan siapakah kita dan bahwa keberadaan dan kekhasan kita diakui oleh orang di sekitar kita. Tanpa identitas, orang merasa bukan siapa-siapa, keberadaannya tidak diperhitungkan.

Hari ini, Yesus menegaskan identitas-Nya: Dia bukan anak Daud, sebab Dia lebih besar daripada Daud (ay. 37). Mesias memang akan lahir dari keturunan Daud, tetapi Mesias itu bukan sekadar keturunan Daud. Dengan begitu, Yesus mau menggarisbawahi bahwa la datang dari Allah sendiri. Itu berarti orang banyak perlu menyesuaikan sikap dan harapan mereka di hadapan Mesias, Anak Allah. Ia datang bukan untuk memulihkan Kerajaan Daud, melainkan Kerajaan Allah.

Dalam arti tertentu, la memang ‘anak Daud’, tetapi sejatinya la adalah Anak Allah. Kita lahir dalam keluarga tertentu, di daerah tertentu, tumbuh dalam budaya tertentu, dan seterusnya, tetapi pada saat bersamaan kita juga adalah anak-anak Allah. Berkat pembaptisan, kita menjadi pengikut Kristus dan diadopsi menjadi saudara-saudari-Nya. Berkat iman akan Yesus, kita adalah anak-anak Allah dan menjadi ahli waris Kerajaan Allah (Bdk. Gal. 3-4). Sudahkah kita hidup selaras dengan identitas kita ini?

.

Allah Bapa kami, bantulah kami agar dapat berperilaku selayaknya anak-anak-Mu. Semoga kami bertumbuh dalam kasih di tengah keluarga dan masyarakat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:28b-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 6:10-11; 7:1.6.8-13; 8:1.5-9; Mazmur: 128:1-2.3.4-5; R:1a; PEKAN BIASA IX (H); B.Maria Drozte; B.Nikolaus Gesturi;

Pada suatu hari, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus, dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama  manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2023, Bacaan Injil

Jika seseorang berkata bahwa ia mengasihi Allah, namun ia membenci saudaranya maka ia bohong (bdk. 1Yoh. 4:20). Jangan lupa bahwa tiap manusia adalah citra Allah sendiri. Hal senada ditegaskan oleh Yesus hari ini: “Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama daripada semua korban bakaran dan korban sembelihan” (ay. 33). Tidak sedikit orang beragama yang mengikuti aturan agama secara mendetail dan sangat ketat terkait tata cara beribadah, tata cara berpakaian, dan bahkan tata cara makan dan berbicara.

Memang itu semua bisa membantu menumbuhkan rasa bakti pada Allah. Akan tetapi, bila semua itu tidak dibarengi dengan kasih pada sesama (solider, peduli, toleran, hormat), termasuk sesama yang berbeda keyakinan, semuanya tidak berharga di mata Allah. Tak jarang orang-orang tersebut merasa lebih beragama, lebih suci, sehingga merendahkan atau bahkan memusuhi sesama yang tidak seperti mereka. Hari ini Yesus mengingatkan kita tentang apa yang paling esensial dalam hidup kita sebagai anak-anak Allah, yaitu kasih pada sesama dan kepada Tuhan.

Menolong yang miskin dan menderita, menyapa yang sendiri dan kesepian, merawat yang sakit atau berkebutuhan khusus, atau mendengarkan yang sedang galau merupakan suatu ibadah yang berkenan di hati Allah. Santo Paulus mengingatkan bahwa kata-kata pujian yang puitis, bahasa Roh yang magis, dan bahkan kemampuan bernubuat sekalipun bila tidak dijiwai oleh kasih akan menjadi sia-sia belaka (bdk. I Kor. 13). Semua akan musnah, kecuali kasih karena kasih adalah Allah sendiri.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami agar dapat mengasihi-Mu secara benar. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:18-27 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 3:1-11a.13.16-17; Mazmur: 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9; R:1b; PEKAN BIASA IX (H); B.Anna dr Santo Bartolomeus;

Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang berpendapat bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang istri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2023, Bacaan Injil

“Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup” (ay. 27). Dalam Allah tidak ada kematian, yang ada hanyalah kehidupan. Injil hari ini menegaskan adanya kebangkitan orang mati, yang berarti adanya kehidupan abadi. Ini adalah salah satu pokok iman Kristiani yang kita doakan tiap Minggu dalam Syahadat. Kehidupan bersama Allah dalam keabadian ialah kehidupan dalam kepenuhan, dan kepenuhan itu tidak bisa dibandingkan dengan kepenuhan hidup di dunia.

Di dunia ini, orang hidup dalam kepenuhan bila sehat, kaya, terhormat, berilmu, berkeluarga, dan beranak cucu. Semua ini tentu membahagiakan. Namun, kepenuhan dan kebahagiaan dalam hidup abadi melampaui dan tidak bisa dibandingkan dengan semua itu. Seperti dinyatakan dalam Bacaan Pertama, dalam Perjanjian Lama belum ada konsep yang jelas mengenai kebangkitan orang mati. Tobit yang buta dan Sara yang setelah menikah tujuh kali tidak mendapat keturunan jatuh ke dalam keputusasaan.

Mereka bahkan memohon agar Allah mengakhiri hidup mereka, “Sudilah mencabut nyawaku, sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup” (ay. 6). Akan tetapi, Allah mendengarkan keluh kesah tulus mereka dan mengabulkan doa mereka sehingga Tobit sembuh dan Sara mendapat suami baru. Artinya, Allah tidak menghendaki kebinasaan manusia, tetapi agar manusia hidup dan hidup dalam kepenuhan-Nya. Kebangkitan Yesus dari kematian dalam Perjanjian Baru memampukan kita mengimani kehidupan abadi secara lebih mantap.

.

Ya Bapa, kami bersyukur atas anugerah hidup ini dan berharap akan kehidupan abadi. Semoga hak hidup kian dihargai di seluruh dunia. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page