Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 7:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 12:1-9; Mazmur: 33:12-13.18-19.20.22; R: 12b; Bacaan II: Kis. 13:22-26; PEKAN BIASA XII (H); Sta.Maria M. Fontaine, dkk; B.Margareta Rutan; B.Nemesia Valle; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil

Menilai itu tidak sama dengan menghakimi. Tiap hari kita menilai orang lain: anakku rajin atau malas, suamiku lucu atau membosankan, tetanggaku ramah atau cuek, dan seterusnya. Ini adalah hal yang normal. Sementara itu, dengan menghakimi, seseorang menganggap dirinya benar dan menuduh orang lain salah. Dalam menghakimi, kita menjadikan hasil penilaian sepihak kita sebagai vonis bagi orang lain.

Kita perlu menilai secara berimbang agar tidak jatuh ke dalam penghakiman yang tidak fair. Itu berarti kita perlu mendengarkan dan memahami pihak yang kita anggap salah. Dengan mengatakan “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (ay.3), Yesus mengajak kita bersikap fair atau berimbang: nilailah dirimu sendiri dengan ukuran yang kamu pakai untuk menilai orang lain.

Akan tetapi, apakah ‘balok’ yang sering menutupi mata kita dan menghambat kita sehingga tidak bisa menilai orang lain secara fair? Bisa jadi itu adalah kesombongan kita, yang membuat kita merasa diri selalu benar. Bisa jadi itu adalah stereotip yang kita warisi dari masyarakat tanpa kita periksa secara kritis. Mungkin juga itu adalah prasangka, yaitu asumsi-asumsi kita sendiri yang tidak pernah kita konfrontasikan langsung dengan orang yang bersangkutan.

Mungkin juga ‘balok’ itu adalah amarah, rasa benci, atau emosi negatif lainnya yang membuat kita tidak bisa berpikir jernih. Pada era informasi digital yang amat menghargai kecepatan ini, kita diajak oleh Yesus untuk tidak lupa mengambil waktu guna mawas diri terlebih dahulu sebelum menjatuhkan penilaian pada orang lain.

.

Tuhan, anugerahilah kami kesabaran dan kebijaksanaan agar mampu mawas diri dan tidak menilai sesama secara tidak adil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 10:26-33 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 20:10-13; Mazmur: 69:8-10.14.33-35; R: 14c; Bacaan II: Rat. 2:2. 10-14, 18-19; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XII (H); 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya: “Janganlah kamu takut terhadap mereka yang memusuhimu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang, dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Juni 2023, Bacaan Injil

Berani karena benar. Inilah pesan Bacaan Pertama dan Injil hari ini. Yang benar itu pasti dari Allah sebab Yesus sendiri bersabda, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” (Yoh.14:6). Artinya, bila kita memperjuangkan kebenaran, sebetulnya kita sedang membela Allah sendiri. Kalau kita tidak berani menyuarakan kebenaran dan membiarkan kebohongan (hoax, fake news) merajalela, berarti kita tidak berani mewartakan Allah dan justru membiarkan kejahatan meraja.

Jika kita mewartakan Allah, Dia sendirilah jaminan kita sehingga kita tidak perlu takut. Inilah keyakinan Yeremia yang diutus Allah untuk menggemakan kebenaran, “Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah” (ay. 11). Kita hidup pada zaman yang semua orang bisa memiliki akses (media sosial: Facebook, YouTube, dan lain-lain) untuk bersuara. Tidak jarang yang lebih trending adalah berita yang miring, opini yang menghasut, atau informasi kontroversial dan berpotensi memecah-belah kesatuan bangsa.

Kita dipanggil untuk menjadi Yeremia-Yeremia baru pada era digital untuk menyuarakan kebenaran yang mendatangkan harmoni dan rekonsiliasi. Mengunggah sesuatu yang negatif dan sensasional memang lebih mudah viral daripada mengunggah sesuatu yang positif dan edukatif. Namun, Tuhan meminta kita berani mewartakan pesan-Nya: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang!” (ay. 27).

Dalam ‘gelap’ di sini artinya ‘dalam doa dan keheningan.’ Jadi, kita tidak sembarang mem-posting, tetapi hanya mem-posting apa yang benar yang sudah kita renungkan terlebih dahulu.

.

Tuhan, jangan biarkan kami menyebarkan berita yang memecah belah, tetapi ajarlah kami mewartakan kabar yang mendamaikan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Juni 2023, Bacaan Injil Lukas 1:57-66. 80 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 139:1-3. 13-14ab. 14c-15: R:13b; Bacaan II: Kis. 13:22-26; PEKAN BIASA XI; HR KELAHIRAN ST.YOHANES PEMBAPTIS (P); 

Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Juni 2023, Bacaan Injil

“Menjadi apakah anak ini nanti?” (ay. 66). Pertanyaan yang diajukan para tetangga Zakaria ini lazim diungkapkan para orang tua tiap kali ada kelahiran baru. Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak yang baru lahir. Nama yang mereka berikan pun tidak sembarangan, tetapi sebisa mungkin mengekspresikan harapan tersebut.

Nama Yohanes berasal dari Yehōchanan yang berarti “Yahwe itu murah hati.” Nama ini merupakan ungkapan pengakuan akan kebaikan Allah yang telah menganugerahkan anak pada Zakaria-Elisabet yang telah lanjut usia, sekaligus harapan bahwa anak ini dalam hidup akan selalu mengalami kemurahan hati Allah. Yohanes telah mengalami kemurahan hati Allah. Karena itu, ia pun menjadi orang yang sangat murah hati.

Ia menunjukkan pada orang Israel terang sejati (Yes. 49:6), dan ia menerima bahwa perannya memang hanya menjadi penunjuk jalan bagi Sang Terang. Ia tidak mempersoalkan bahwa kerap kali penunjuk jalan itu dilupakan orang ketika orang telah sampai pada tujuan yang diinginkan.

Ketika orang banyak terkesima oleh pengajarannya dan mengira bahwa dia adalah Mesias, ia menegaskan bahwa “Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi la akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak” (Kis. 13:25). Menjadi yang ‘terbesar’ tidak harus selalu berarti menjadi yang pertama dan utama. Menjadi figuran, peran pembantu, posisi kedua, penunjuk jalan pun bisa menjadikan kita terbesar bila kita menunaikan peran yang dipercayakan tersebut dengan murah hati.

.

Bapa, jadikanlah kami murah hati seperti Engkau selalu murah hati pada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 6:19-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 11:18,21b-30; Mazmur: 103:1-2.3-4.6-7.8.10; R:17; PEKAN BIASA XI (H); St.Yosephus Kafasso; Sta.Etheldreda; 

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga, di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2023, Bacaan Injil

Jangan menilai sesuatu dari bentuknya, tetapi dari substansinya. Jika dinilai dari bentuk luar yang kasat mata, Paulus hanya mengalami kekalahan demi kekalahan, penderitaan demi penderitaan. Dalam Bacaan Pertama, Paulus bercerita ia sering dipenjara, didera di luar batas, disesah orang Yahudi, dilempari batu, terkatung-katung di laut, mengalami karam kapal, dan seterusnya (ay.23-27).

Dalam kacamata duniawi, semua itu adalah bentuk kelemahan belaka. Akan tetapi, bila dilihat dalam kacamata iman, semua yang tampak sebagai kelemahan itu justru adalah alasan untuk bermegah. Sebab, pada substansinya, semua itu diderita dan ditanggung oleh Paulus demi mewartakan Kristus. Bagi orang beriman, salib bukan kekalahan yang memalukan, melainkan kemenangan yang membanggakan.

Dalam bahasa Injil hari ini, Paulus tidak sedang mengumpulkan harta di bumi yang dapat dimakan ngengat dan dicuri orang, tetapi mengumpulkan harta di surga yang tak lekang oleh karat dan tak dapat dicuri orang. Yesus dan Paulus tidak meremehkan arti penting harta di bumi. Karena itulah selama merasul, Paulus juga menjadi tukang tenda agar dapat membiayai hidupnya sendiri.

Yesus pun menerima bantuan dari para perempuan kaya yang mengikuti-Nya (Luk.8:3) dan bahkan menunjuk Yudas Iskariot sebagai bendahara para rasul (Yoh. 13:29). Harta di dunia penting dan diperlukan untuk hidup layak, namun itu bukan yang paling substansial. Bila kita bersedia berjuang demi harta duniawi yang fana, lalu beranikah kita berjuang demi harta surgawi yang kekal?

.

Bapa, semoga kami ingat untuk mengumpulkan harta surgawi dan tidak hanya asyik mengejar harta duniawi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 6:7-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 11:1-11; Mazmur: 111:1-2.3-4.7-8; R:7a; PEKAN BIASA XI (H); St.Paulinus dr Nola, St.Yohanes Fischer; St.Thomas Moore; B.Maria Ines Teresa Arias; Sta.Julia Bulliart; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil

Komunikasi yang baik terjadi bila kedua belah pihak yang saling berkomunikasi akhirnya saling memahami. Ini mengandaikan sang komunikator menyampaikan pesannya secara jelas dan dalam bahasa yang mudah dipahami, sedangkan sang komunikan fokus dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Jika sang komunikator berbicara secara bertele-tele, mengobral kata-kata indah atau canggih, bisa jadi sang komunikan malah kehilangan fokus dan gagal menangkap inti pesan yang hendak disampaikan.

Penjelasan yang bertele-tele sering dilakukan hanya demi memuaskan si pembicara sendiri (komunikator) –untuk katarsis saja— dan bukan demi memudahkan pemahaman para pendengar (komunikan). Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan. Tidak diragukan bahwa Tuhan, sebagai komunikan, selalu fokus mendengarkan doa kita. Pertanyaannya: Apakah kita adalah seorang pendoa (komunikator) yang baik?

Hari ini, Yesus mengajarkan agar para murid berdoa secara ringkas dan bernas: tidak perlu mengobral kata-kata, tetapi mengungkapkan dengan jelas rasa syukur, harapan, dan permohonan. Ini karena Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya (ay. 8). Meskipun Tuhan Mahatahu, kita tetap perlu mengeskplisitkan apa yang kita perlukan itu dalam doa agar kita sendiri sadar akan apa yang baik yang sungguh kita butuhkan.

Komunikasi sering gagal karena sang komunikator sebetulnya tidak paham inti dari apa yang sedang ia sampaikan sehingga ia bicara bertele-tele. Lewat doa yang ringkas dan bernas, Yesus ingin kita berdoa secara sadar.

.

Ya Bapa, ajarlah kami berdoa dengan benar agar kami tahu yang baik yang kami minta dari pada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 9:6-11; Mazmur: 112:1-2.3-4.9; R:1a; PEKAN BIASA XI; Pw St.Aloysius Gonzaga, Biarw (P); 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2023, Bacaan Injil

Kita hidup pada era yang tidak perlu lagi sungkan untuk memamerkan segala sesuatu yang kita lakukan lewat media sosial. Semua jenis kegiatan bisa kita upload untuk update status. Kita dianjurkan menjadi percaya diri dan self-assertive alias tidak ragu-ragu untuk membusungkan dada dan bangga akan apa yang kita lakukan. Bila kita membagikan sembako atau memberikan derma kepada warga yang kurang beruntung, kita terbiasa mengeksposnya lewat Instagram, Facebook, dan lain-lain. Jika demikian, apakah sabda Yesus hari ini masih relevan: “Apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu?” (ay. 2).

Yesus tidak melarang kita memberitakan perbuatan baik yang kita lakukan. Namun, la memperingatkan kita agar tidak jatuh dalam pencarian pujian kosong, seperti orang-orang munafik. Jangan melakukan perbuatan baik hanya demi mencari apresiasi, tepuk tangan atau acungan jempol likes. Dengan mengatakan, “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (ay.3), Yesus sedang menunjukkan kepada kita cara melatih kerendahan hati dan intensi murni.

Orang yang rendah hati dan berintensi murni tetap memberi sedekah meskipun sama sekali tak ada orang yang melihat dan memujinya. Jika ada yang memuji, disyukurinya; tetapi jika tidak pun, sedekah terus ia berikan. Sebab orang yang tulus dan rendah hati percaya “Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay. 18).

.

Bapa, murnikanlah niat kami dalam mewartakan kebaikan yang kami lakukan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:43-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 8:1-9; Mazmur: 146:2.5-6.7.8-9a; R:2a; PEKAN BIASA XI (H); 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman: bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2023, Bacaan Injil

Dalam Bacaan Pertama, Paulus kagum akan kemurahan hati jemaat Makedonia. Sebab, mereka “telah memberikan melampaui kemampuan mereka”, yakni “memberikan lebih banyak dari yang kami harapkan” (ay. 3,5). Kemiskinan tidak menghalangi mereka untuk berderma. Bagi Paulus, kendati miskin, jemaat Makedonia sangat kaya dalam iman dan pelayanan kasih, sedemikian rupa bahkan “selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap” (ay. 2). Hal ini sukar dipahami oleh logika biasa, tetapi hanya bisa dimengerti dalam logika iman.

Injil hari ini merupakan kelanjutan Injil kemarin. Dalam logika biasa, apa yang dikatakan Yesus terdengar konyol dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin kita harus mengasihi dan bahkan mendoakan mereka yang telah menganiaya kita? Bukankah wajar bila kita merasa benci pada mereka yang telah memusuhi kita? Secara manusiawi itu memang wajar, namun sebagai orang Kristiani kita dipanggil untuk mentransendensi diri, artinya melampaui kemampuan manusiawi kita dan menjadi ‘ilahi’.

Santo Athanasius konon mengatakan, “Yang Ilahi telah menjadi manusia agar manusia menjadi ilahi.” Yesus telah menjadi manusia agar melalui Dia kita dapat berpartisipasi dalam keilahian Allah. Itulah arti dari “Hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna” (ay. 48). Jika kita masih hidup dengan hukum “mata ganti mata”, kita belum sempurna. Namun, bila kita bisa mengasihi musuh kita, kita telah sempurna dan menjadi ilahi’ seperti Bapa. Dan, tentu Yesus tidak sedang meminta apa yang tidak mungkin kita lakukan.

.

Bapa, bantulah kami agar menyadari betapa kami pun mampu melakukan hal-hal yang menjadikan kami sempurna seperti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 6:1-10; Mazmur: 98:1.2-3ab.3cd-4; R:2a; PEKAN BIASA XI (H); St.Romualdus, Abas; Sta.Yuliana Falconieri; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2023, Bacaan Injil

Keadilan adalah sebuah nilai yang diharapkan semua orang. Demi keadilan, orang berani berjuang dan bahkan bila perlu mengorbankan jiwa raganya. Adanya hukum dan negara juga demi menjamin keadilan dalam hidup bersama. Tidak heran, dalam dunia Perjanjian Lama, ada hukum yang mengatakan “mata ganti mata, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki” (Kel.21:24). Akan tetapi, apakah keadilan harus selalu diwujudkan seperti ini? Kehilangan A, harus diganti A?

Hukum seperti ini riskan melanggengkan kekerasan. Untuk itulah, hari ini Yesus menafsirkan hukum Taurat secara baru agar orang Kristiani dapat memahami keadilan dalam perspektif yang lebih luas. Jika “gigi ganti gigi” hanya memuaskan rasa keadilan sesaat bagi si korban dan malah berisiko melestarikan kekerasan, maka diperlukan hukum baru yang dalam jangka panjang justru dapat mewujudkan keadilan secara lebih luas, yaitu hukum kasih dan pengampunan.

Sikap Yohanes Paulus II mengampuni Ali Agca yang telah menembaknya adalah contoh bagaimana mewujudkan perintah Yesus hari ini: “berikanlah juga pipi kirimu, jika pipi kananmu ditampar” (ay. 39). Ini bukan tanda kelembekan dan kekalahan, melainkan tanda kebesaran jiwa dan kemenangan. Sebab, hanya kasih dan pengampunan yang dapat memutus lingkaran setan kekerasan. Hukum “mata ganti mata” hanya menyelesaikan persoalan di permukaan, padahal yang diperlukan secara lebih radikal (mendasar) ialah mengubah hati orang, dan ini hanya bisa dilakukan lewat kasih dan pengampunan.

.

Allah Bapa, ajarlah kami untuk memahami keadilan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 9:36 – 10:8 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 19:2-6a; Mazmur: 100:2,3,5; Bacaan II: Rm. 5:6-11; O PEKAN III; HARI MINGGU BIASA XI (H); 

Sekali peristiwa, ketika Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Lalu kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2023, Bacaan Injil

Agar misi atau pewartaan kita berhasil, tidak cukup hanya mengandalkan semangat berkobar-kobar. Diperlukan pula ‘manajemen’ misi yang baik: siapa yang disasar, mana yang perlu diprioritaskan, siapa yang siap diutus, pesan apa yang hendak disampaikan, sarana apa yang diperlukan, metode apa yang sesuai, spirit apa yang perlu dipegang, dan seterusnya.

Ketika mengutus, sasaran Yesus jelas, yakni domba-domba yang hilang dari kawanan Israel. Yang diutus adalah 12 murid yang selama ini telah mengikuti dan mengenal-Nya. Pesan utama, yakni Kerajaan Allah sudah dekat. Sarana yang diberikan pada para murid adalah kuasa untuk mengusir roh jahat dan melenyapkan segala penyakit. Metode yang dipakai adalah mengajar dan menyembuhkan. Spiritnya, yakni gratuitas, kamu telah menerima secara cuma-cuma maka berikan juga secara cuma-cuma.

Tahun ini Gereja Universal menyelenggarakan sinode. Tujuannya ialah berdiskresi bersama guna menemukan apa yang sekarang kiranya Tuhan Yesus kehendaki agar Gereja wartakan. Gereja merasa perlu menegaskan pesan-pesan yang signifikan, yang perlu digemakan saat ini lebih melibatkan kaum awam dalam kerasulan, memperjelas sikap dan keberpihakannya, serta menemukan cara-cara baru yang lebih partisipatif dan kreatif dalam mewujudkan Kerajaan Allah di tengah dunia yang terus berubah. Spiritnya ialah agar Gereja dapat menjadi “Sakramen Keselamatan Universal” (LG S48).

.

Ya Bapa, semoga kami sebagai anggota Gereja makin terlibat aktif mewujudkan kerajaan-Mu di tengah dunia. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2023, Bacaan Injil Lukas 2:41-51 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 61:9-11; Mazmur: 1Sam. 2:4-5,6-7,8abcd; PEKAN BIASA X; Pw Hati Tak Bernoda SP Maria (P); 

Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu la pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2023, Bacaan Injil

Pak Zubaidi dikenal sebagai tukang sampah yang berhati emas asal Yogyakarta. Ini karena tiap kali menemukan dompet atau tas berisi uang, ia selalu mengembalikannya kepada si pemilik atau menyerahkannya kepada polisi. Ketika diundang oleh Presiden Jokowi dan ditanya ia mau apa, Zubaidi hanya ingin berfoto bersama presiden.

Di tengah maraknya praktik korupsi dan ketidakjujuran, sikap Zubaidi merupakan contoh sikap profetik yang layak dipuji. Santa Perawan Maria juga merupakan perempuan berhati emas. Dia tidak berpusat pada kepentingan diri, tetapi pada kehendak Allah. Itulah yang menyebabkan dia bersedia menjadi bunda Immanuel, kendati belum bersuami.

Hari ini, sepulang dari ziarah di Yerusalem, Maria dan Yusuf panik karena kehilangan Yesus. Setelah tiga hari mencari-Nya, Maria tidak marah-marah pada Yesus, tetapi berkata kepada-Nya, “Nak…, bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” (ay. 48). Amarah akan meledak bila yang dipikirkan hanya kelelahannya sendiri dalam mencari-cari Yesus; tetapi yang dipikirkan Maria ialah nasib Yesus.

Demikian pula, ketika Maria tidak dapat memahami jawaban Yesus, ia tidak berteriak kesal, tetapi “menyimpan semua perkara itu dalam hatinya” (ay. 51). Orang yang berhati emas tidak berpusat pada apa yang memuaskan dirinya, tetapi pada apa yang terbaik bagi sesama dan yang berkenan pada Allah.

.

Bapa, bantulah kami agar dapat lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page