Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 9:1-8 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 22:1-19; Mazmur: 116:1-2.3-4.5-6.8-9; R:9; PEKAN BIASA XIII (H); Sta.Maria Goretti; 

Pada suatu hari, Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah la ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?

Manakah yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’, atau mengatakan ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.

.

renungan harian

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Juli 2023, Bacaan Injil

Sebab engkau menaati sabda-Ku” (Kej. 22:18). Kesiap-sediaan Abraham kepada Tuhan ketika dia diminta mengurbankan anaknya, Ishak, merupakan ketaatan dan kepercayaan sungguh, tidak setengah-setengah dan Allah melihat kesungguhan hatinya. Karena kesungguhan itu, Allah menjanjikan bahwa keturunannya akan menjadi sebuah bangsa yang besar. Begitu pula penyembuhan yang dialami orang lumpuh dalam kisah Injil hari ini. Hidup beriman kita hendaknya perlu ditunjukkan atau ditanggapi dalam perbuatan, karena iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (bdk. Yak. 2:17).

Iman Abraham dan iman orang-orang yang hadir yang membawa orang lumpuh kepada Yesus untuk disembuhkan begitu besar, sehingga menjadi cerminan bagaimana kita seharusnya beriman kepada Tuhan. Wujud nyata hidup beriman hadir dalam setiap tindakan kita dan kita percaya bahwa Allah memiliki rencana yang terbaik untuk hidup kita.

.

Ya Tuhan, semoga kami dapat mewujudkan iman kami tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan kasih yang nyata bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 8:28-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 21:5.8-20; Mazmur: 34:7-8.10-11.12-13; R:7a; PEKAN BIASA XIII (H); St.Antonius Maria Zakaria, Im.; 

Pada suatu hari, Yesus menyeberang Danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, “Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.

Maka setan-setan itu meminta kepada Yesus, katanya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

.

renungan harian

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Juli 2023, Bacaan Injil

Kisah Ishak dan Ismael (Kej. 21:5.8-20) dan dua orang yang kerasukan setan di daerah orang Gadara (Mat. 8:28-34) memberi inspirasi yang menarik mengenai gambaran Allah yang kita imani. Sekalipun Ismael tidak menjadi ahli waris dari Abraham dan diusir dari tempat tinggalnya, Allah tidak meninggalkan Hagar dan Ismael, bahkan akan menjadikannya bangsa yang besar. Begitu juga dengan dua orang yang kerasukan setan, Yesus mengutamakan keselamatan hidup kedua orang tersebut dan membebaskan mereka dari kuasa jahat, sehingga mereka mengalami hidup baru.

Allah hadir dan tidak meninggalkan hidup kita seperti yang dialami oleh Hagar dan Ismael, juga dua orang yang kerasukan setan memberi inspirasi pada kita untuk hadir bagi sesama karena kita juga merupakan ciptaan Allah yang serupa dan segambar dengan Dia. Pada saat pandemi Covid-19 melanda, banyak orang terlibat untuk membantu mereka yang kesulitan. Dengan kehadiran kita, kita dapat menghadirkan Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang membutuhkan pertolongan-Nya.

.

Ya Tuhan, tumbuhkanlah kepekaan dalam hati kami agar tergerak untuk hadir dan membantu orang-orang yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 8:23-27 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 19:15-29; Mazmur: 26:2-3.9-10.11-12; R:3a; PEKAN BIASA XIII (H); Sta.Elisabet; B.Pierre G. Frassati; B.Maria C. Curcio; B.Ubaldus dr Borgo Sansepolcro; 

Pada suatu hari, Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

.

renungan harian

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 Juli 2023, Bacaan Injil

Tuhan Mahakuasa, Ia menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora karena kedurjanaan kota itu (Kej. 19:24). Tidak jarang pula saat kita mengalami musibah, kita baru datang kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Kita terkadang seperti Sodom dan Gomora, karena terlalu sibuk dengan permasalahan kita sendiri, akibatnya tidak atau kurang menyadari kuasa kehadiran Yesus dalam seluruh peristiwa hidup kita. Akhirnya, ketakutan dan keputusasaan melanda kita saat kita ditimpa berbagai kesulitan hidup.

Ketakutan atau kecemasan menjadi hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan betapa kita lemah di hadapan Tuhan. Kesadaran bahwa kita lemah dan sering diliputi ketakutan, mengajak kita selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat. 8:25). Firman Tuhan mengingatkan kita untuk selalu percaya dan tidak ragu akan kasih dan kuasa Allah. Ia mampu meredakan badai dan ombak dahsyat dalam hidup kita hingga teduh lembut nan bersahabat. Tuhan selalu mendengar dan menolong kita.

.

Ya Tuhan, biarlah segala rencana-Mu terjadi dalam hidup kami. Curahkanlah Roh Kudus-Mu dalam diri kami untuk selalu menyertai langkah hidup kami, sebab tanpa-Mu kami lemah dan tak berdaya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Juli 2023, Bacaan Injil Yohanes 20:24-29 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ef. 2:19-22; Mazmur: 117:1.2; PEKAN BIASA XIII; Pesta St.Tomas, Rasul (M); 

Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian, murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagimu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Juli 2023, Bacaan Injil

Santo Tomas Rasul memberi kesan kurang positif karena menjadi orang yang sulit percaya, sedangkan rasul lain percaya bahwa Yesus yang disalib itu tetap hidup. Lalu, Yesus datang dan tidak hanya memperlihatkan tangan dan lambung-Nya, tetapi juga mengajak Santo Tomas untuk menaruh jari ke dalam tangan dan lambung-Nya. Akhirnya Santo Tomas percaya dan menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28).

Sikap Santo Tomas mudah dikenal kembali oleh kita yang sering kali menuntut tanda bukti nyata. Banyak orang sekarang sulit menerima sesuatu yang adikodrati bila tidak melihat tanda yang nyata. Hendaknya bersama Santo Tomas, kita dapat melepaskan syarat-syarat yang tidak sesuai. Melebihi Tomas itu, kita percaya tanpa melihat penampakan Yesus, dan justru karena itu kita dinyatakan bahagia. “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” (Ef. 2:19).

.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan terbuka terhadap misteri-Mu yang tak terselami. Kami percaya, Engkau selalu hadir di tengah-tengah kami dan menuntun kami pada kebenaran sejati. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 10:37-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Raj. 4:8-11.14-16a; Mazmur: 89:2-3.16-17.18-19; Bacaan II : Rm. 6:3-4.8-11; O PEKAN I, PEKAN BIASA XIII (H); 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barang siapa mengasihi putranya atau putrinya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barang siapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barang siapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali.

Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barang siapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barang siapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barang siapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sungguh, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Juli 2023, Bacaan Injil

Melalui pembaptisan, seluruh diri kita dilahirkan secara baru dalam Kristus. Paulus mengatakan, “Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm. 6:4). Karena itu, kita mendapatkan jaminan keselamatan dari Yesus. Dalam hidup, hendaknya kita pun bertindak selayaknya orang yang mendapat keselamatan. Yesus dalam Injil hari ini mengatakan bagaimana cara hidup atau perilaku kita sebagai konsekuensi menjadi pengikut-Nya.

“Barang siapa mengasihi bapak atau ibunya lebih daripada Ku, ia tidak layak bagi-Ku; barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mat.10:37-39). Konsekuensi di sini adalah keberanian kita untuk melepaskan diri dari segala kemelekatan dengan harta, keluarga dan bahkan nyawa sendiri. Paulus mengingatkan kita untuk mengikut Kristus selayaknya orang mendapat keselamatan, yakni mengikuti dengan total.

.

Tuhan Yesus, kami mohon rahmat kemerdekaan agar kami dapat menjadi pengikut setia-Mu dan siap memanggul salib kami masing-masing. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 8:5-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 18:1-15; Mazmur: Luk 1:46-47.48-49,50.53.54-55; PEKAN BIASA XII (H); B.Ferdinandus Baccillen; Hari Sabtu Imam; 

Pada suatu hari, Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan semnbuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, Pergi!’, maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang.

Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu, Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadarmu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak, dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan wanita itu. Lalu lenyaplah demamnya. Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu, dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh nabi Yesaya, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Juli 2023, Bacaan Injil

“Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?” (Kej. 18:12). Ketidakpercayaan Sara, istri Abraham, kepada Allah atas firman-Nya, yakni “Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki” (Kej. 18:10), merupakan sebuah pertanyaan yang sangat manusiawi.

Terlihat ketidakpercayaan Sara muncul atas situasi serta kondisinya yang sudah berumur lanjut serta telah mati haid. Sara hanya melihat dari sisi manusia, bukan dari sisi Allah sendiri. Berbeda dengan Sara, dalam bacaan Injil, seorang perwira dengan hambanya yang sedang sakit hanya berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat. 8:8).

“Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel” (Mat. 8:10), dikatakan oleh Yesus sendiri. Perwira itu memiliki kepercayaan besar akan Allah, maka terjadilah seperti yang perwira itu percayai. Sang perwira memberikan kita teladan untuk percaya pada Allah di mana segala sesuatu tidak mustahil bagi-Nya.

.

Ya Tuhan, semoga teladan kepercayaan perwira itu tertanam dalam diri kami agar kami selalu percaya segala karya-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 8: 1-4 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 17:1.9-10.15-22; Mazmur: 128:1-2.3.4-5; R:4; PEKAN BIASA XII (H); Para Martir Pertama di Roma; B.Raymundus Lullus; 

Setelah Yesus turun dari bukit, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka, datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juni 2023, Bacaan Injil

Janji adalah utang. Orang yang tidak merealisasikan janjinya akan kehilangan kredibilitas sehingga ketika ia berjanji lagi, tidak ada yang mau mendengarkannya. Itulah mengapa kita menyaksikan para politikus yang terpilih menjadi pejabat publik pada akhir masa jabatannya tergopoh-gopoh berusaha merealisasikan janjinya. Sayangnya, pemenuhan janji itu sering tidak autentik dan lebih dimotivasi oleh personal branding (pencitraan diri) semata sehingga yang dihasilkan adalah realisasi yang kurang bermutu. Tujuannya hanya agar tidak kehilangan kredibilitas dan tetap populer, lantas bisa terpilih jadi pejabat kembali.

Janji tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan. Abraham pergi dari tanah asalnya karena ia percaya bahwa janji Allah dapat dipegangnya. Allah tidak ingkar janji. Sabda Allah terwujud dalam kenyataan. Kendati harus bersabar menunggu, Abraham akhirnya memiliki tanah sendiri, anak sendiri, dan keturunannya pun menjadi banyak, sebagaimana dijanjikan oleh Allah. Yesus sendiri merupakan pemenuhan janji Allah. Dengan peduli pada yang termarginalisasi, menyembuhkan yang sakit, mengampuni dosa, dan lain-lain, Yesus merealisasikan secara konkret janji Allah akan Mesias yang membawa pembebasan bagi umat-Nya.

Jika dalam bertindak Yesus ‘melawan’ kebiasaan yang ada, itu karena Dia membawa pembebasan yang autentik dan tidak berpura-pura. Yesus tidak takut tidak populer. Allah ingin umat-Nya percaya karena la memang terpercaya.

.

Tuhan, bantulah kami agar menjadi orang yang autentik dalam menepati janji-janji kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 16:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis 12:1-11; Mazmur: 34:2-3. 4-5. 6-7. 8-9; R:5; Bacaan II: 2Tim. 4:6-8. 17-18; PEKAN BIASA XII; HR ST.PETRUS DAN PAULUS, RASUL (M); 

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil

Petrus adalah batu karang di mana Yesus mendirikan Gereja-Nya. Batu karang itu keras dan kokoh sehingga bangunan yang didirikan di atasnya pasti tidak mudah goyah. Namun, kita tahu dari Injil, Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali. Petrus juga tidak kita temukan di bawah salib. Menurut legenda dalam novel Quo Vadis, Petrus lari dari Roma karena takut akan penganiayaan dan kemudian berjumpa dengan Yesus yang justru berjalan masuk ke Roma.

Itu berarti, sebagai manusia, Petrus sebetulnya lemah dan bisa salah. Ia mudah goyah. Bila ia menjadi batu karang yang kokoh, itu karena rahmat Tuhan sendiri. Seperti hari ini, jika Petrus bisa mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, itu karena Bapa berkenan menyatakan kepadanya. Dalam Bacaan Pertama, Petrus terlepas dari penjara juga karena campur tangan Allah. Artinya, bukan Petrus sendiri yang hebat, melainkan rahmat Allah yang menopangnya yang membuatnya kuat dan kokoh.

Paulus juga rasul hebat, bahkan dia mendirikan lebih banyak Gereja dibandingkan Petrus. Dia juga mengalami banyak kesulitan dan penderitaan dalam pewartaannya. Secara eksplisit Paulus mengakui bahwa bukan dia yang hebat, melainkan Allah yang membuatnya kuat. “Tuhan telah mendampingi aku…. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa” (ay. 17). Rahmat Allah sendiri bekerja dan memampukan orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk menjalankan pelayanan.

Bagi Paulus, “Jika aku lemah, maka aku kuat” (2Kor. 12:10), sebab dalam keterbatasannya rahmat Tuhan sendirilah yang bekerja. Karena itu, Paulus mengakui, “Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya” (ay. 18).

.

Bapa, semoga pelayanan yang kami lakukan hanya demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 7:15-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 15:1-12.17-18; Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7.8-9; R:8a; PEKAN BIASA XII; Pw St.Ireneus dr Lyon, UskMrt (M); 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil

Belakangan ini tidak sedikit orang yang tertipu saat belanja online. Apa yang dalam etalase toko online tampak bagus, ketika dikirim ternyata tidak sebagus fotonya. Ada pula yang bahkan tak pernah menerima barang yang dipesannya. Beberapa lagi tergiur oleh tawaran investasi gampang, aman, dan legal oleh para influencer terkenal, namun tanpa disadari ternyata terperangkap dalam skema judi atau money games online.

Pada zaman marketing menjadi semakin canggih, konsumen ditarik dengan pelbagai advertensi yang memberi kesan amat menarik, kreatif, dan meyakinkan. Akan tetapi, kadang ujung-ujungnya hanyalah pepesan kosong. Jangan mudah percaya pada kesan pertama. “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (ay 16). Yesus mengingatkan para murid akan nabi-nabi palsu. Mereka ini bagaikan para influencer yang tampil meyakinkan, tetapi sekaligus bisa menipu.

Tidak mudah membedakan nabi betulan dan nabi palsu karena mereka ini pun menawarkan doktrin yang sekilas tampak memberi jawaban memuaskan terhadap pelbagai pertanyaan dalam hidup. Namun, kita tidak bisa menjadikan kepuasan psikologis sesaat sebagai ukuran kebenaran. Kita perlu memeriksa buah-buah yang telah mereka hasilkan. Gaya dan pesan nabi sejati mungkin tidak menarik, tetapi mengandung kebenaran dan mengantar orang pada perbaikan hidup. Gaya dan pesan nabi palsu sering membuat orang langsung takjub, namun ujungnya hanya mengantar orang pada kehancuran.

.

Ya Bapa, ajarlah kami agar sabar dan dapat menilai segala sesuatu berdasarkan buahnya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juni 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 7:6.12-14 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 13:2.5-18; Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R:1a; PEKAN BIASA XII (H); St.Sirilus dr Alexandria; B.Tomas dr Orvieto; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juni 2023, Bacaan Injil

Kita sering meminta atau bahkan menuntut teman dan orang di sekitar kita untuk begini atau begitu. Sebab, menurut kita, itulah yang baik dan seharusnya mereka lakukan. Pertanyaannya: Apakah kita sendiri juga melakukan apa yang baik yang kita tuntut pada orang lain tersebut? Kalau kita menuntut teman untuk tepat waktu, apakah kita sudah tepat waktu? Kalau kita mengharapkan orang lain bersikap ramah, apakah kita sudah ramah pada mereka?

Bila kita menuntut orang lain memberikan apa yang menjadi hak kita, kita pun wajib memberikan apa yang menjadi hak mereka. Inilah keadilan dan itulah makna sabda “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (ay. 12). Dalam bacaan pertama terjadi perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot.

Mereka berdua memiliki banyak ternak, tetapi ladang penggembalaan di Kanaan terbatas. Agar adil, Abram dan Lot bersepakat untuk berpisah: Abram tetap di Kanaan, sedang Lot pergi mengambil ladang di Lembah Yordan. Tak ada keadilan tanpa kesediaan berbagi. Selama kita bersikukuh mendapatkan semua untuk diri sendiri, selama itu pula keadilan sulit terwujud.

Drama harga minyak goreng tahun 2022 lalu terjadi karena ada pihak yang ingin mendapatkan semua keuntungan bagi diri sendiri, dan mengabaikan kewajibannya pada negara tempat dia berusaha. Jalan keadilan adalah jalan yang sempit, yang tidak semua orang mau melaluinya, padahal itu adalah jalan menuju kehidupan bersama yang damai sejahtera.

.

Tuhan, berilah kami keberanian untuk memilih jalan sempit menuju kerajaan-Mu. Semoga kami mau berbagi dengan sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page