Renungan Harian Katolik Tanggal 5 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 14:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Im. 25:18-17; Mazmur: 67:2-3.5.7-8; R:4; PEKAN BIASA XVII (H); Pemberkatan Gereja Basilika SP Maria; Hari Sabtu Imam; 

Sekali peristiwa, sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, istri Filipus, saudaranya.

Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah putri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, putri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Permbaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada putri Herodias, dan putri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Agustus 2023, Bacaan Injil

“Engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah Tuhan Allahmu.” Inilah penggalan pesan Tuhan kepada Musa ketika memaklumkan tahun Yobel, tahun pembebasan yang dikuduskan bagi Tuhan. Umat Israel diminta untuk takut dalam arti hormat, setia dan menaati Perjanjian dengan Tuhan. Dengan demikian, mereka beroleh keselamatan.

Herodes ingin membunuh Yohanes Pembaptis, tetapi takut akan orang banyak yang menganggap Yohanes seorang nabi. la bukan takut pada Sang Pemilik Kehidupan karena ingin menghilangkan nyawa orang, melainkan takut kehilangan simpati dan wibawa di hadapan rakyat banyak. Akan tetapi, rasa takut ini pun hilang di hadapan rasa takut kehilangan kesenangan pribadi dan popularitas diri. Seluruh rasa takutnya hilang karena egoisme dan kesenangan diri yang berlebihan.

Kepala Yohanes pun dipenggal karena seorang raja yang lupa diri, arogan, merasa paling hebat dan takut kehilangan kesenangan pribadinya. Nyawa seorang yang sangat berharga dikorbankan demi arogansi kekuasaan. Persaudaraan insani antar manusia, lingkungan hidup yang asri kerap dirusak karena hilangnya rasa takut segelintir orang akan Tuhan sehingga mengorbankan orang lain demi arogansi kekuasaannya.

.

Ya Tuhan, semoga kami selalu belajar rendah hati dan takut akan Engkau sehingga kami tidak mengorbankan orang lain demi kesenangan diri kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Tanggal 4 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 13:54-58 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Im.23:1.4-11.15-16.27.34b-37; Mazmur: 81:3-6b.10-11b; R:2a; PEKAN BIASA XVII; Pw St.Yohanes Maria Vianney, Im (P); 

Pada suatu hari, Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana la mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 Agustus 2023, Bacaan Injil

Fokus merujuk pada konsentrasi dan pusat perhatian. Biasanya fokus pada sesuatu menunjukkan kepentingannya. Fokus pada makanan, berarti makanan sungguh amat penting. Kepada Musa, Tuhan menetapkan hari-hari pertemuan Kudus yang harus dijalankan bangsa Israel: Paskah, Roti tidak beragi, Persembahan hasil tuaian pertama, Pondok Daun, dan Hari Raya Perkumpulan. Tuhan hendak menarik perhatian bangsa Israel untuk fokus kepada-Nya.

Setiap perayaan diwarnai persembahan dan pertemuan kudus. Bahkan masih ditambahkan keterangan “Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.” Bangsa Israel diminta tidak berpaling kepada allah lain, tetapi fokus kepada Allah. Orang-orang sekampung Yesus gagal fokus. Mereka bukan fokus pada apa yang diajarkan Yesus, melainkan pada asal-usul hikmat, kuasa dan latar belakang Yesus. Mereka fokus mencari kelemahan bukan pada Kuasa Allah yang bekerja di dalam diri Yesus.

Santo Yohanes Maria Vianney yang kita peringati hari ini adalah imam yang dipandang banyak kelemahan. Tetapi, ia tidak fokus pada kelemahannya. la fokus kepada Tuhan. Karena itu ia menjadi imam saleh yang membawa banyak jiwa ke surga. Marilah kita bangun persaudaraan hidup sejati dengan fokus cinta kepada Tuhan dan sesama.

.

Ya Tuhan bantulah kami untuk fokus pada cinta bagi-Mu dan sesama. Semoga kami selalu mengarahkan diri kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 13:47-53 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 40:16-21.34-38; Mazmur: 84:3-6a. Ba.11; R: 2; PEKAN BIASA XVII (H); 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik ke dalam pas, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat datang memisahkan orang jahat dari orang benar, yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?”

Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 Agustus 2023, Bacaan Injil

Membicarakan zaman akhir kerap menimbulkan ketakutan. Sebagai manusia lemah kita tidak nyaman membayangkan gambaran-gambaran mengerikan ketika bumi akan bergoncang, matahari tidak bersinar lagi, kehancuran di mana-mana dan mengikuti gambaran Yesus sendiri, “Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api.”

Demikian akan ada pengadilan terakhir seperti digambarkan Yesus, laksana memisahkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik akan dibuang. Kita cemas, jangan-jangan dikelompokkan dalam kategori ikan yang dibuang atau yang dicampakkan ke dalam dapur api, dan mulai berpikir ‘teganya’ Tuhan membiarkan kita. Tetapi apakah Tuhan memang melepaskan kita berjuang sendirian?

Gambaran Yesus tentang akhir zaman adalah bukti Keadilan Allah. Dia yang penuh cinta itu sungguh adil. la adil dan menyertai perjalanan hidup manusia supaya tidak dibuang dan dicampakkan dalam dapur api. la menaungi Kemah Suci buatan Musa dalam awan di siang hari dan api di malam hari untuk menemani perjalanan bangsa-Nya. la melenyapkan kecemasan, tetapi menghendaki umat-Nya bersedia berjalan bersama-Nya sebagai bangsa dan juga berlaku adil satu sama lain.

.

Ya Tuhan, Engkau sungguh penuh kasih dan keadilan. Ajarlah kami agar mampu berjalan bersama dalam naungan kasih dan keadilan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 13 : 44-46 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 34:29-35; Mazmur: 99:5-7.9; R: 9c; PEKAN BIASA XVII (H); St.Eusebius Vercelli; B.Petrus Faber; St.Petrus Yulianus Eymard; 

Sekali peristiwa, Yesus mengajar orang banyak,”Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 Agustus 2023, Bacaan Injil

Visi senantiasa dijadikan acuan, arah dan cita-cita perusahaan, lembaga atau diri kita. Untuk mencapainya, maka aneka cara, strategi dan program pun diciptakan. Namun, kerap visi tidak tercapai, target tidak terpenuhi, meski segala upaya telah dikerahkan. Kalau sudah seperti ini, maka orang pun bertanya tentang totalitas, semangat, dan kegembiraan dalam berkarya. Apakah visi dilihat sebagai beban atau sumber inspirasi yang menggembirakan, yang menyemangati dan membuat orang semakin setia dan memberikan seluruh dirinya secara total?

Sebagai pengikut Yesus, Kerajaan Allah adalah visi kita. Yesus mengajarkan kita memandang visi ini laksana harta terpendam atau mutiara. la sungguh berharga; membawa sukacita. Karna itu harus digapai dengan penuh totalitas. Mereka yang menemukannya menjual seluruh hartanya demi mendapatkannya. Kisah tentang Musa yang turun dari Gunung Sinai membawa dua loh batu sesudah berjumpa dengan Tuhan menunjukkan totalitas Musa dalam perutusannya. la bersukacita, bahkan kegembiraannya terpancar pada wajahnya yang bercahaya. la mendapatkan Sinar Kasih Tuhan yang membahagiakan.

.

Ya Tuhan, semoga kami makin mampu bersukacita karena memberi diri untuk tercapainya visi kerajaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 13:36-43 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 33:7-11: 34:5b-9.28; Mazmur: 103:6-13; R:8a; PEKAN BIASA XVII; Pw St.Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG (P); 

Pada suatu hari, Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Agustus 2023, Bacaan Injil

Yesus mengabulkan permintaan para murid untuk menjelaskan perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Semua jelas, namun kata penutup-Nya mengusik para murid dan kita: “Barang siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Kita bertelinga, maka kita harus mendengar agar layak menjadi ‘benih gandum baik’ yang tumbuh di ladang dunia.

Paus Fransiskus dalam pesannya pada Hari Komunikasi ke-56 tahun 2022, menyebut umat manusia mulai kehilangan kemampuan mendengarkan. Padahal mendengarkan dan didengarkan adalah dasar komunikasi dan relasi. Karena itu, Bapa Suci mengajak kita untuk mendengarkan dengan telinga hati. Mendengarkan bukan hanya dengan telinga fisik, melainkan juga dengan hati tulus penuh cinta agar terbangun persekutuan yang harmonis.

Seperti Tuhan yang penuh kasih senantiasa mencondongkan telinga, mendengarkan dan membangun relasi kasih dengan umat manusia. Musa mendengarkan Tuhan yang berbicara kepadanya seperti ‘seorang berbicara kepada temannya’: Santo Alfonsus Maria de Liguori yang kita rayakan hari ini juga, mendengarkan Suara Tuhan yang memanggilnya menjadi imam yang kudus. Marilah kita juga mendengarkan Tuhan dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membangun persekutuan hidup bersama yang harmonis.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami hari ini untuk rendah hati dan lebih suka mendengarkan daripada didengarkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 32:15-24.30-34; Mazmur: 106:19-20.21-22.23; R:1a; PEKAN BIASA XVII; Pw St.Ignasius dr Loyola, Im (P); 

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumparnaan ini, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Mermang biji itu yang paling kecil di antara segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang- cabangnya.” Dan Yesus menceritakan perumpamaan lagi, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat, sampai seluruhnya beragi.”

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan. Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Juli 2023, Bacaan Injil

Dalam Bacaan Pertama hari ini, kita diperlihatkan bahwa usaha Allah membimbing dan menuntun umat Israel itu tidaklah mudah. Salah satunya karena bangsa Israel terkadang tergoda untuk memilih menyembah allah lain saat kondisi tidak menentu. Apa yang menjadi perilaku bangsa Israel itu mungkin menjadi cerminan hidup kita saat ini. Penghayatan iman yang ingin kita jalankan terkadang terhenti oleh karena kondisi tertentu.

Dalam kondisi sulit, kita mungkin akan lebih memilih menyerah daripada bertahan dalam pengharapan iman. Hal itulah yang terkadang membuat hidup iman kita tidak dapat bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan sehari-hari. Bacaan Injil mengingatkan kembali kepada kita bahwa sekecil apa pun pengalaman iman yang kita dapat jika kita mau menjaga dan merawatnya pasti akan berdampak besar bagai biji sesawi (Mat. 13:31).

Buktinya kita bisa lihat dari kehidupan Santo Ignasius Loyola. Pengalaman rohani Santo Ignasius saat masuk rumah sakit akibat terkena bom membuat hidupnya berubah pesat. Sejak saat itu, Ignasius sebagai orang yang selalu ingin tenar menjadi banyak melakukan dan mengusahakan olah rohani. Santo Ignasius akhirnya menjadi tokoh besar yang memberi warisan berharga untuk pelayanan Gereja yakni panduan latihan rohani melalui pengalamannya tersebut.

.

Tuhan, kuatkanlah kami agar dapat mengikuti iman dalam kondisi apa pun. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:44-46 (13:44-52) (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Raj. 3:5,7-12; Mazmur: 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Bacaan II: Rm. 8:28-30; O PEKAN I; PEKAN BIASA XVII (H); 

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak,”Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.”

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama jala besar yang ditebarkan di laut, lalu terkumpullah berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, jala itu diseret orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan memilih ikan-ikan itu, yang baik ke dalam tempayan, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.

Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam tungku berapi. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Surga seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Juli 2023, Bacaan Injil

Setelah Salomo mempersembahkan kurban sembelihan kepada Allah di Gibeon, Allah menampakkan diri kepada Salomo dan memberi kesempatan kepadanya untuk meminta sesuatu kepada-Nya (1 Raj. 3:5). Pada kesempatan yang diberikan itu Salomo hanya meminta satu hal, yakni hikmat Allah dalam hidupnya sebagai raja. Hikmat inilah yang lebih diinginkan Salomo daripada kekayaan atau kejayaan (1 Raj. 3:11). Jelas semua kemegahan di dunia akan sia-sia, tetapi hikmat Allah akan membawa keselamatan (Rm. 8:28)

Melalui Yesus Kristus, hikmat itu kini telah diberikan dan dirahmati kepada setiap umat beriman agar dapat mengetahui jalan menuju Allah. Setelah itu, tergantung kita umat beriman mau terus mengusahakannya dan mengarahkan hati kepada tuntunan Allah itu atau tidak. Tanpa ada usaha dan keterbukaan hati kita, hikmat Allah yang ditawarkan kepada manusia akan sia-sia.

Keselamatan akan didapatkan jika kita mau mencari dan mengusahakannya bagaikan perumpamaan seorang yang menjual segala miliknya untuk mendapatkan ladang berisi harta karun besar (Mat. 14:33). Lalu, hal-hal apa yang masih menjadi tantangan dan halangan bagi kita untuk mengusahakan rahmat Allah? Apa usaha yang ingin kita lakukan untuk mengatasi halangan yang ada tersebut?

.

Ya Tuhan, cerahkanah budi kami untuk memahami tuntunan-Mu dan kuatkan hati kami agar tekun mengusahakan apa yang menjadi kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juli 2023, Bacaan Injil Yohanes 11:19-27 atau Lukas 10:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Yoh. 4:7-16; Mazmur: 34:2-3,4-5,6-7,8-9, 10-11; PEKAN BIASA XVI; Pw Sta.Marta, Maria, dan Lazarus (P); 

Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.”

Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barang siapa percaya kepada Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juli 2023, Bacaan Injil

Hari ini adalah Peringatan Wajib Santa Marta, Maria, dan Lazarus. Gereja memperingati ketiganya dengan tujuan mengingatkan kita akan peristiwa Lazarus yang dibangkitkan Yesus. Penginjil Yohanes mengisahkan bukan hanya Lazarus yang memperoleh kebangkitan badan, melainkan juga Marta dan Maria yang mengalami kebangkitan rohani. Mereka mengalami pembaruan iman. Keyakinan bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup menjadi amat nyata di dalam pengalaman hidup mereka.

Percaya pada kebangkitan badan dan kehidupan kekal adalah suatu hal yang menjadi keraguan bagi kita manusia yang masih hidup, karena pengalaman itu hanya terjadi satu kali ketika kita sudah mati. Sebelum mengalami kematian, kita tidak akan sampai pada pengalaman kebangkitan dan kehidupan kekal. Iman kita mengatakan orang yang sudah mati akan memasuki kehidupan kekal, masuk dalam Kerajaan Surga.

Maria dan Marta adalah kita yang sedang berduka karena saudara yang meninggal. Pergi kepada Yesus dan memohon keselamatan kekal padanya adalah satu-satunya jalan untuk mendapat jawaban untuk saudara kita yang meninggal supaya masuk ke dalam hidup kekal dan mengalami kebangkitan badan.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah kebangkitan dan hidup. Semoga kami semakin bertekun dalam iman, semakin yakin bahwa hidup kita akan sampai ke surga dalam kehidupan kekal seperti Lazarus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:18-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 20:1-17; Mazmur: 19:8.9.10.11; R: Yoh. 6:64; PEKAN BIASA XVI (H); B.Yohanes Soret; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hati orang itu, itulah benih yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira.

Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2023, Bacaan Injil

Kitab Keluaran menjelaskan 10 perintah Allah yang diturunkan bagi umat Israel. Perintah Allah merupakan aturan yang diturunkan Allah sebagai patokan hidup beriman yang baik. Ada perintah (hormatilah, kuduskanlah), juga ada larangan (jangan membunuh, jangan bersaksi dusta, jangan..). Bunyinya jelas sehingga mudah dipahami. Sering kali dalam kehidupan kita ada godaan untuk mengakali Allah. Ada larangan jangan bersaksi dusta, akan tetapi kita bisa menggunakan akal budi (rasionalisasi), membuat alasan-alasan, kita melakukannya demi alasan kebenaran.

Allah tidak menghendaki manusia mengakali perintah- Nya. Yang dikehendaki Allah adalah setia dan taat pada perintah-Nya. Penginjil Matius hari ini mengingatkan kita tentang jenis-jenis tanah yang ditaburkan benih kebaikan. Semua benih adalah baik, akan tetapi tumbuh atau tidaknya benih tersebut tergantung hati kita. Benih kebaikan telah ditabur ke dalam hati kita, apakah kita mau menjadi tanah yang baik? Ataukah kita memilih menjadi tanah yang berbatu, menghimpit benih kebaikan lalu mati?

.

Tuhan Yesus, semoga kami bisa belajar menjadi tanah yang baik. Berkatilah agar benih kebaikan tumbuh dalam hati kami, supaya kami bisa menjadi baik seperti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juli 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:10-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel 19:1-29-11.16-20b; Mazmur: Dan 3:52. 53. 54. 56; PEKAN BIASA XVI (H); B.Maria Magdalena Martinengo; S.Titus Brandsma; 

Setelah Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang penabur, murid-murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barang siapa mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena biarpun melihat, mereka tidak tahu, dan biarpun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 

Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: “Kalian akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti, kalian akan melihat dan melihat lagi, nanun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan matanya melekat tertutup; agar jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya, dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.’ 

Akan tetapi, berbahagialah mata kalian sebab melihat, berbahagialah telinga kalian sebab mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kalian lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Juli 2023, Bacaan Injil

Kehadiran Allah yang dirasakan oleh bangsa Israel menggetarkan seluruh bangsa yang ada di perkemahan (Kel. 19:16). Demikian juga “Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat” (Kel. 19:18). Hal ini tidak serta merta membuat bangsa Israel percaya dan setia kepada Allah. Dalam perjalanannya, sebagian dari bangsa ini berbalik dan tidak setia kepada Allah.

Hal yang sama diungkapkan Yesus untuk mengomentari sikap bangsa Israel pada masa-Nya. “Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup” (Mat. 13:15). Dapat dibayangkan bahwa Allah yang menampakkan diri, bahkan sampai menggetarkan Gunung Sinai, tidak membuat bangsa lsrael percaya dan setia kepada Allah. Kehadiran Yesus dengan berbagai ajaran dan mukjizat-Nya tidak mampu juga membuat bangsa Israel percaya. Bagaimana dengan kita yang tidak melihat dan tidak mendengar langsung dari Allah dan dari Yesus, masihkah kita tetap percaya kepada Allah dan Putra-Nya?

.

Tuhan Yesus, semoga kami selalu diberikan iman yang kuat untuk tetap percaya kepada Allah. Bukalah mata dan telinga kami agar mampu melihat dan mendengar karya kasih-Mu dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page