Renungan Harian Katolik 25 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 22:34-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rut 1:1.3-6.14b-16.22; Mazmur: 146:56.7.8-9a.9bc-10; R:2a; PEKAN BIASA XX (H); St.Ludowikus; St.Yosef dr Calasanz; B.Maria dr Yesus Tersalib; 

Ketika orang-orang Farisi mendengar bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari antaranya, seorang ahli Taurat, bertanya kepada Yesus hendak mencobai Dia, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Agustus 2023, Bacaan Injil

Sepasang calon suami-istri ditanyai pastor paroki yang sedang mempersiapkan pernikahan mereka, “Mengapa Anda berdua ingin menikah?” Mendapat pertanyaan ini, keduanya spontan menjawab, “Karena kami saling mencintai.” Pastor kembali bertanya, “Saling mencintai ya, sekarang apa itu cinta?” Keduanya bingung merumuskan cinta yang mereka miliki dan ungkapkan satu sama lain. Namun, mereka akhirnya mengatakan, “Pokoknya, Romo, kami mau membuat pasangan kami bahagia, itulah yang kami pahami tentang cinta.”

Cinta memang kadang sulit dirumuskan; lebih mudah dirasakan dan dinyatakan. Calon pasutri tadi merumuskan dengan sederhana; cinta adalah membuat orang lain bahagia. Artinya, di dalam cinta ada pemberian, penyangkalan, bahkan penyerahan diri sepenuhnya. Inilah yang dinyatakan oleh Rut kepada mertuanya, Naomi, seperti yang kita dengarkan dalam Bacaan Pertama hari ini. la bersedia menyerahkan seluruh diri dan imannya kepada hidup dan iman Naomi, mertuanya.

Dan inilah hukum terutama yang diajarkan Yesus, yakni mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Artinya, memberi seluruh diri untuk Tuhan dan sesama. Di situlah terletak kebahagiaan dan keselamatan kita.

.

Ya Bapa, ajarlah kami semakin mencintai, memberikan diri kami kepada-Mu dan sesama, seperti sudah ditunjukkan Yesus, Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 24 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Agustus 2023, Bacaan Injil Yohanes 1:45-51 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Why. 21:9b-14; Mazmur: 145:10-11.12-13ab.17-18; R: 12; PEKAN BIASA XX; Pesta St.Bartolomeus, Rasul (M); 

Sekali peristiwa, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya, “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” 

Kata Natanael kepada-Nya, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Agustus 2023, Bacaan Injil

Dalam pengenalan Yesus atas Natanael atau Bartolomeus, ia disebut-Nya “Seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Yesus bahkan mengetahuinya dengan cara yang menakjubkan. la melihat Natanael di bawah pohon ara, di tempat yang tidak terlihat secara fisik, sebelum Filipus memanggilnya berjumpa dengan Yesus. Seorang yang benar, lurus, tidak palsu tentu dapat dengan mudah dikenali karena akan menunjukkan cahayanya.

Benarlah ungkapan yang mengatakan “Emas tetaplah emas meski ditempatkan di tempat yang kotor atau lumpur sekalipun.” Natanael ternyata bukan hanya lurus dan tanpa kepalsuan, melainkan juga seorang yang beriman. la sungguh percaya kepada Yesus yang mengenalnya dengan cara yang ajaib. Kepercayaan ini membuat ia mendapatkan anugerah yang lebih besar lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Alah turun naik kepada Anak Manusia.”

Iman membuatrnya akan menyaksikan mukjizat Tuhan yang lebih besar lagi, yaitu kemuliaan Sang Anak Manusia. Andai Yesus menyebut kita “tidak ada kepalsuan di dalamnya” dan kita menunjukkan iman sejati kepada-Nya, kita pasti akan seperti Natanael yang akan bersukacita dalam kemuliaan Tuhan.

.

Tuhan, semoga kami semakin lurus dan beriman sejati kepada-Mu, agar kami senantiasa mengalami kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 23 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 20:1-16a (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Hak 9:6-15; Mazmur: 21:2-7: R:2a; PEKAN BIASA XX (H); Sta.Rosa dr Lima; St.Filipus Benizi; B.Berardus dr Ofida; 

Sekali peristiwa, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.

Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah, aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Agustus 2023, Bacaan Injil

Kecenderungan iri hati datang dari semangat cinta diri berlebihan. Setiap orang mementingkan dirinya sendiri. Pertanyaan spontan yang selalu muncul: saya dapat apa atau saya dapat berapa? Selanjutnya, apakah ‘dia’ dapat lebih banyak atau lebih kurang dari saya? Dan kalau orang lain dapat lebih banyak, maka kita mulai kurang senang, iri, dengki dan menciptakan permusuhan.

Kecenderungan yang kerap mengganggu setiap manusia inilah yang ditunjuk Yesus dalam perumpamaan yang kita dengarkan dalam Injil hari ini. Selain menerangkan betapa keselamatan dalam Kerajaan Allah sungguh dianugerahkan karena kemurahan hati Allah, perumpamaan ini mau mengingatkan kita juga untuk melawan kecenderungan iri hati dalam diri kita, dan belajar menjadi murah hati, sama sepeti Allah Bapa yang murah hati.

.

Tuhan, kuatkanlah kami agar senantiasa mampu mengendalikan kecenderungan egoisme dan iri hati. Buatlah kami makin murah hati seperti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 22 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 19:23-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Hak 6:11-24a; Mazmur: 85:9.11-12.13.14; R:9; PEKAN BIASA XX; Pw. SP Maria, Ratu (P); 

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadanu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu, gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau, jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu: sungguh, pada waktu penciptaan kembali apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 Agustus 2023, Bacaan Injil

Gideon diutus menyelarnatkan Israel dari bangsa Midian. Inilah perutusan mustahil, tidak mungkin dan pasti gagal. la paling muda di tengah keluarga dan Israel adalah bangsa yang paling kecil di antara suku Manasye. Menurut perhitungan manusiawi, mustahil ia menyelamatkan bangsanya. Namun, bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Meski kecil, Tuhan menyertainya dan membuktikan penyertaan-Nya. Dengan modal iman akan jaminan Tuhan, Gideon berani menjalankan perutusan-Nya.

Pengalaman Gideon menjadi bukti kata-kata Yesus, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Secara manusiawi sulit dimengerti ungkapan: “Lebih mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum,” tetapi Yesus menegaskan segala sesuatu menjadi mungkin jika Tuhan menghendaki. Jika seseorang bersedia meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Dia maka hidup kekal dan keselamatan abadi menjadi ‘mungkin’, bahkan tidak hanya mungkin, tetapi juga akan diberikan-Nya.

Santa Perawan Maria yang dirayakan hari ini, secara manusiawi, bagaimana mungkin gadis desa ini menjadi ratu? Akan tetapi, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allah meminta Maria menjadi ibu Yesus, Sang Kristus, maka ia yang taat dan beriman terangkat masuk ke dalam keilahian dan menjadi ratu kita semua.

.

Tuhan, bantulah kami untuk selalu beriman kepada-Mu dalam keadaan apa pun, seperti diteladankan Santa Perawan Maria, ratu kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 21 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 19:16-22 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Hak. 2:11-19; Mazmur: 106:34-35.36-37.39 40 43ab.44; R:4a; PEKAN BIASA XX; Pw St.Pius X, Paus (P); 

Pada suatu hari, ada seorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal?” Yesus menjawab, “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik! Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada Yesus, “Perintah yang mana?” Kata Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kata orang muda itu, “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Lalu Yesus berkata, “Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di Surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab hartanya banyak.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 Agustus 2023, Bacaan Injil

Untuk bahagia, setiap orang punya andalan: harta dan relasi. Ada pula yang menganggap kebahagiaan ditentukan oleh makanan, pakaian, penampilan dan gaya hidup. Inilah kepuasan lahiriah, yang kerap menjadi orientasi perjuangan manusia. Hal-hal lahiriah dijadikan andalan dan Tuhan, Sang Penjamin Kebahagiaan, dilupakan. Pengalaman ini terjadi dalam jatuh bangun relasi umat Israel dengan Allah. Orang Israel kerap mencarí ‘allah-allah’ lain yang disembah.

Mereka menyimpang dari jalan yang telah ditempuh nenek moyang mereka. Mereka memercayakan diri pada dewa yang tidak berdaya. Syukurlah, Tuhan berbelas kasih mendengarkan rintihan mereka dan membangkitkan hakim yang membantu. Betapa pentingnya membebaskan diri dari keterikatan pada hal-hal duniawi dan mengandalkan Tuhan, dinyatakan jelas oleh Yesus dalam kisah pemuda kaya yang datang meminta nasihat Yesus untuk mendapatkan kebahagiaan kekal.

Banyak aturan dan prinsip sudah dilakukannya dan banyak karya amal sudah dijalankannya. Akan tetapi, semuanya belum cukup, Yesus memintanya menjual seluruh miliknya dan mengikuti Yesus. Namun, ia masih terikat dengan harta duniawi. la belum sanggup melepaskan diri dari darı hal-hal duniawi yang mengikat dan mengandalkan Tuhan, Mari kita andalkan Tuhan dalam dalam hidup kita. ‘Solo Dios Basta’.

.

Tuhan, bebaskanlah kami dari keterikatan duniawi dan semoga kami selalu mengandalkan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 20 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 15:21-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 56:1.6-7; Mazmur: 67:2-3.5.6.8; R: 4; Bacaan II: Rm. 11:13-15.29-32; O PEKAN IV PEKAN BIASA XX (H); 

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Lalu datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Putra Daud. Karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata “Tuhan, tolonglah aku.” Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu, “Benar, Tuhan, narmun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Lalu Yesus berkata kepadanya, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Seketika itu juga anaknya sembuh.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 Agustus 2023, Bacaan Injil

Status dan jabatan bukan penentu utama kebaikan. Orang berstatus dan berjabatan tinggi belum tentu berhati tulus, berbudi luhur dan bertindak jujur. Memang status dan posisi tinggi membuat seseorang memiliki kuasa yang diberikan untuk mempermudahnya melayani, berbagi dan menyelamatkan, tetapi kerap “kuasa” digunakan secara egois dan akhirnya tidak setia pada misi kekuasaannya.

Israel adalah bangsa terpilih yang berstatus tinggi di mata Tuhan. Akan tetapi, status saja tidak cukup bagi mereka untuk selamat. Tuhan meminta mereka taat hukum dan menegakkan keadilan. Bahkan Tuhan berkenan bukan hanya pada korban bakaran umat Israel, melainkan juga pada orang-orang asing yang bergabung melayani-Nya. Rumah Tuhan bukan hanya rumah doa bagi bangsa Israel, namun juga Rumah Doa bagi segala bangsa. Semua bangsa beroleh keselamatan.

Karena Tuhan sungguh menunjukkan kemurahan-Nya bukan hanya kepada bangsa Yahudi, melainkan juga kepada semua, sebagaimana kesaksian Paulus dalam Bacaan Kedua, bahwa la adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi. Perempuan Kanaan beroleh keselamatan, anaknya sembuh, padahal ia tidak berstatus dan berkedudukan tinggi, bahkan bukan orang Yahudi, namun ia tetap beriman. Yesus menyapanya, “Hai lbu, besar imanmu.” Iman yang menyelamatkannya, bukan statusnya.

.

Tuhan, tambahkanlah iman kami agar menjadi orang yang taat hukum dan mampu menegakkan keadilan. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 19 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 19:13-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yos. 24:14-29; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.11; R:5a; PEKAN BIASA XIX (H); St.Yohanes Eudes; St.Ludovikus; St.Ezekhiel Moreno; St.Guerikus Abas; 

Sekali peristiwa, orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya la meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian la berangkat dari situ.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 Agustus 2023, Bacaan Injil

Yosua meminta umat Israel setia beribadah kepada Tuhan, tidak berpaling kepada allah lain dan tidak menyangkal Allah. Mereka diminta mengikat perjanjian, menjadi saksi dan senantiasa mendengarkan sabda Tuhan. la meminta supaya orang Israel membangun relasi yang tulus, jujur dan rendah hati agar mereka tetap beroleh keselamatan.

Inti permintaan Yosua tidak jauh berbeda dengan maksud Yesus menunjuk kelompok anak-anak sebagai rujukan untuk menerangkan kelompok yang empunya Kerajaan Allah. Kelompok anak-anak bukanlah mereka yang berkedudukan tinggi dalam masyarakat: tidak diperhitungkan karena kekecilan mereka. Karena itu para murid memarahi orang tua yang membawa anak-anak kecil yang meminta Yesus meletakkan tangan-Nya di atas kepala mereka.

Yesus menegur para murid, “Jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga. Anak-anak memiliki kepolosan, ketulusan, tidak berprasangka buruk, bersahabat dan suka mendengarkan. Mereka tidak dikuasai oleh pikiran negatif. Marilah belajar dari kepolosan dan kejujuran anak kecil agar kita dapat selalu hidup dalam kebahagiaan karena diberi hak memiliki kerajaan Allah.

.

Tuhan, ajarlah kami untuk setia dan gembira sebagaimana anak-anak kecil yang setia dan bersukacita. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 18 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 19:3-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yos. 24: 1-13; Mazmur: 136:1-3.16-18.21-22.24; PEKAN BIASA XIX (H); B.Alberto H.Cruchaga; Sta.Yohana Delanoue; B.Angelus A.Mazzinghi; Sta.Helena; 

Pada suatu hari, datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia. Mereka bertanya, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja? Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca, bahwa la yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan la bersabda, ‘Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.’ Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Kata mereka kepada Yesus, “Jika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberi surat cerai jika orang menceraikan istrinya?” Kata Yesus kepada mereka, “Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, barangsiapa menceraikan istrinya kecuali karena zina, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zina. Maka murid-murid berkata kepada Yesus, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan istri, lebih baik jangan kawin.”

Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya: dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Agustus 2023, Bacaan Injil

Yosua, penerus Musa, memanggil di hadapan Allah semua suku orang Israel di Sikhem dan berkisah tentang sejarah kesetiaan Allah kepada bangsa Israel. Dialah yang senantiasa membela dan bahkan berperang melawan musuh-musuh Israel. Sementara orang Israel sendiri kerap tidak setia kepada-Nya. Cerita ini disampaikan sesudah mereka masuk tanah yang dijanjikan untuk membuat orang Israel setia pada perjanjian dengan Allah.

Kesetiaan Allah seperti digambarkan Yosua ini hendaklah juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun relasi antar manusia, secara khusus dalam relasi suami-istri. Kepada orang Farisi yang mencobai Yesus tentang perceraian, Yesus menjawab: “Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” Yesus menunjukkan betapa dua orang yang menikah, bukan lagi dua, melainkan satu dan tidak terceraikan, karena persatuan mereka bukan hanya teriadi karena perkara manusiawi, melainkan juga campur tangan Allah. Mereka dipersatukan oleh Allah.

Bahkan, ketika mereka merujuk pada Musa yang memerintahkan untuk memberikan surat cerai, Yesus tetap teguh pada prinsip kesetiaan sejati. Musa mengizinkan karena ketegaran hati umat Israel. Marilah kita belajar kesetiaan dari Tuhan.

.

Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk selalu setia sebagaimana Engkau selalu setia dalam ketidaksetiaan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 17 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 22:15-21 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 10:1-8; Mazmur: 101:1a.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13; Bacaan II: 1Ptr. 2:13-17; HR KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P); 

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka la bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Agustus 2023, Bacaan Injil

Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia bersyukur atas kemerdekaan. Syukur karena bebas dari penjajahan bangsa lain dan berhak menentukan nasib sendiri. Syukur boleh berjalan bersama meski banyak perbedaan; “Bhinneka Tunggal Ika”. Berbeda tetapi satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air, Indonesia. Kita juga berdoa supaya seluruh komponen bangsa ini taat dan setia pada komitmen kebangsaan. Pemerintah dan seluruh rakyat taat pada kesepakatan bersama berlandaskan Pancasila dan setia pada komitmen bersama.

Ketaatan sedemikian ditunjukkan Yesus ketika berhadapan dengan ‘jebakan’ orang Farisi bersama orang-orang Herodian yang memaksa-Nya memilih membayar pajak kepada Kaisar atau tidak! Menjawab iya, mereka akan menuduh-Nya takluk pada kaisar dan tidak membela bangsa-Nya sendiri. Jawaban ‘tidak’ akan menjadi alasan menuduh- Nya tidak taat kepada Kaisar. Yesus sungguh bijak dan mengajarkan ketaatan dan komitmen baik kepada Allah maupun kepada pemerintah.

Ketaatan dan komitmen seperti inilah yang menyelamatkan bangsa dan meneguhkan iman akan Allah. Karena di tengah masyarakat dan bangsa, setiap orang beriman harus memberi kesaksian dan menjadi garam dan terang keselamatan. Mari kita rayakan hari kemerdekaan dengan membarui ketaatan dan komitmen kepada Allah dan negara.

.

Ya Tuhan, kuatkan kami agar selalu menjadi warga negara dan umat beriman yang taat. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 16 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 16 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 18: 15-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ul. 34: 1-12; Mazmur: 66:1-3a.5.8.16-17; PEKAN BIASA XIX (H); St.Stefanus dr Hungaria; B.Maria Sagrario dr S.Aloysius Gonzaga; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,”Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatnu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat.

Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut Cukai. Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di Surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di Surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 16 Agustus 2023, Bacaan Injil

Orang Israel terhimpun sebagai bangsa yang dipimpin Musa. Mereka berjalan bersama sebagai persekutuan. Mereka tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebagai bangsa yang mendengarkan sabda-Nya. Sebagai bangsa, mereka tidak tercerai-berai ketika Musa, sang pemimpin, meninggal, meski memang mereka menangisinya sampai tiga puluh hari. Mereka tetap bersatu sebagai bangsa karena Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Tuhanlah yang menganugerahi Yosua Roh kebijaksanaan, sehingga dapat memimpin bangsa Israel sesuai perintah Tuhan kepada Musa.

Dalam pengajaran-Nya, Yesus menggarisbawahi pentingnya kesatuan, kebersamaan dan persekutuan sebagai komunitas sebagaimana dialami Israel sebagai bangsa. Bahkan kepentingan ini digunakan untuk menjelaskan tentang perlakuan terhadap seorang saudara yang berbuat dosa. Kehadiran dua-tiga orang dan jemaat menjadi sangat penting untuk menegur, memberi nasihat dan bersikap tegas dalam lingkup komunitas. Lagi pula, Yesus menegaskan, “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Tuhan sungguh hadir dalam kebersamaan kita sebagai orang beriman. Marilah kita selalu berjalan bersama penuh keyakinan karena Tuhan, Sang Immanuel, menyertai perjalanan kita.

.

Ya Tuhan, kuatkan kami agar selalu berjalan bersama karena Engkau ada di tengah kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page