Renungan Harian Katolik 4 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 September 2023, Bacaan Injil Lukas 4:16-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes 4:13-17; Mazmur: 96:1.3-5.11-13; R:13; PEKAN BIASA XXII (H); Sta.Rosa dr Viterbo; 

Sekali peristiwa, datanglah Yesus di Nazaret, tempat la dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya Kitab Nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, “Roh Tuhan ada pada-Ku, sebab aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat: lalu la duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya.” Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya. Lalu mereka berkata, “Bukankah Dia anak Yusuf?” Yesus berkata, “Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, “Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab.)

.

renungan harian katolik.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 4 September 2023, Bacaan Injil

Mulai hari ini kita akan mendengar Injil Lukas untuk Misa harian yang diawali dengan perikop tentang tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. la datang menyampaikan kabar baik dan tahun rahmat Tuhan yang telah datang. Rahmat Tuhan yang terbesar itu adalah kebangkitan Yesus di mana kita dibebaskan dari dosa dan maut. Tidakkah ini merupakan kabar baik yang memberikan harapan saat kita dilanda kedukaan?

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 3 September 2023

Kita tahu benar bahwa kematian itu pasti, tetapi kadang kita marah dan larut dalam dukacita karena kehilangan orang-orang yang kita cintai. Kita berpikir bahwa mereka belum pantas meninggal. Kita merasa masih banyak yang hendak kita lakukan dan katakan kepada mereka. Kita merasa bersalah karena belum memberikan yang terbaik kepada mereka atau belum meminta maaf kepada mereka. Akan tetapi, Paulus dalam Bacaan Pertama mengingatkan kita untuk tidak berdukacita seperti mereka yang tidak mempunyai pengharapan.

Supaya kematian tidak menimbulkan penyesalan dan dukacita yang berkepanjangan, baiklah kita mengingat kata-kata Yesus, “Hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu.” Hari ini, bukan besok. Janganlah kita menunda kebaikan tetapi melakukannya hari ini kepada mereka yang kita cintai. Janganlah kita kehilangan kesempatan berbicara dengan mereka yang kita cintai hari ini.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami menghitung-hitung hari kami supaya kami menjadi bijak dan bahagia dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 3 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 September 2023, Bacaan Injil Matius 16:21-27 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 20:7-9; Mazmur: 63:2.3-4.5-6.8-9; R:2b; Bacaan II: Rm. 12:1-2; O PEKAN II; PEKAN BIASA XXII (H); Hari Minggu Kitab Suci Nasional; 

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa la harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan mulai menegur Dia dengan keras, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau!”

Lalu Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, “Enyahlah Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.

Tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan nemperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Putra Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu la akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”

.

renungan harian katolik.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 3 September 2023, Bacaan Injil

Hari ini kita memperingati Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Bacaan Pertama dari Kitab Yeremia mengingatkan kita untuk tetap mewartakan sabda Tuhan meskipun ada banyak pertentangan. Tidak mudah memang menjadi seorang pewarta, karena ada Tuhan dan sesama yang meminta pertanggungjawaban dari kita. Tuhan menuntut kita berani dan setia dalam mewartakan, sedangkan sesama ingin melihat kita melaksanakan apa yang kita wartakan.

Kita dapat mewartakan kehendak Tuhan lewat perbuatan dan perkataan. Dengan memikul salib kita setiap hari-seperti yang Yesus katakan dalam Bacaan Injil-kita mewartakan kepada orang lain bagaimana seharusnya mengikuti Yesus. Selain itu, kita juga perlu mewartakan kehendak Tuhan dengan kata-kata-seperti yang Paulus lakukan dalam Bacaan Kedua-yaitu menasihati sesama untuk tetap hidup kudus sebagai umat Allah. Kata-kata dan perbuatan keduanya kita butuhkan dalam pewartaan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 2 September 2023

Bagaimana kita tahu kehendak Tuhan jika kita tidak pernah membaca Kitab Suci? Kita mesti membaca firman Tuhan dengan rajin supaya hidup kita sehari-hari sungguh sesuai kehendak-Nya. Dengan membaca Kitab Suci secara teratur, kita akan selalu mendapat inspirasi yang meneguhkan dari Tuhan. Karena itu, mari kita tekun dan setia membaca dan merenungkan Kitab Suci, yang adalah sumber pokok iman kita.

.

Ya Tuhan, terangilah hidup kami dengan firman-Mu yang adalah pelita bagi jalan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 2 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 September 2023, Bacaan Injil Matius 25:14-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 4:9-11; Mazmur: 98:1.7-8.9: R: Ih. 9; PEKAN BIASA XXI (H); B.Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer, dan Petrus R.Raque; B.Yohanes F.Burte; Hari sabtu Imam;; 

Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan memercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kermampuannya. Lalu ia berangkat.

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. la menjalankan uang itu dan mernperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama kemudian pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

Hamba yang menerima lima talenta datang dan membawa laba lima talenta. la berkata “‘Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta. Maka kata tuannya kepadanya, ‘”Baik sekali perbuatanmu itu, harmba yang baik dan setia: engkau telah setia dalam perkara kecil! Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, “Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta.” Maka kata tuan itu kepadanya, “Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 September 2023, Bacaan Injil

Bekerja adalah kata yang merangkai nasihat Paulus dan perumpamaan Yesus hari ini.  Paulus menasihati kita untuk bekerja dengan tekun dan tenang, sedangkan Yesus lewat perumpamaan, mengajar kita untuk mengembangkan talenta yang telah kita terima. Kita bekerja untuk mendapatkan nafkah agar hidup layak. Akan tetapi, makna pekerjaan kita lebih daripada itu. Dengan bekerja, kita juga menghargai waktu hidup dan talenta yang kita terima dari Tuhan.

Pekerjaan adalah bukti pertanggungjawaban kita atas waktu, tenaga, dari pikiran yang Tuhan berikan. Ketika kita bekerja, kita merealisasikan diri. Di atas semua itu, kita mengambil bagian dalam karya penyelamatan Tuhan. Kita diberi tugas untuk melanjutkan karya penciptaan. Semoga makna positif dari bekerja membuat kita melakukannya dengan sukacita tanpa bersungut-sungut.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 1 September 2023

Kadang pekerjaan tangan dianggap lebih rendah dari jenis pekerjaan lain. Sebenarnya, tidak ada pekerjaan hina dan terlalu kecil sejauh itu bermoral dan dilakukan dengan cinta dan tanggung jawab. Menjadi petugas sampah tidak kalah penting dengan manajer perusahaan. Mari kita menghargai pekerjaan orang lain dengan memberikan apresiasi dan upah layak.

.

Ya Tuhan, bantulah mereka yang mencari pekerjaan hari ini. Semoga mereka mendapatkan pekerjaan sesuai pendidikan dan keahlian mereka dan mendapat upah yang layak. Amin.

 

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 1 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 September 2023, Bacaan Injil Matius 25:1-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 4:1-8; Mazmur: 97:1.2b.5-6.10-12: R:12a; PEKAN BIASA XXI (H); Sta.Maria Margareta Redi; B.Yohana dr Firenze; 

Pada suatu hari, Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranva bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur.

Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam. Tetapi yang bijaksana menjawab, “Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.

Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi tuan itu menjawab, “Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 September 2023, Bacaan Injil

Doa Bapa Kami: ‘dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu’ menyimpulkan nasihat Paulus dan peringatan Yesus hari ini. Paulus menasihati kita untuk bertekun dalam kekudusan, sedangkan Yesus mengajarkan kita untuk selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Kerajaan Surga. Kita menjadi kudus karena Bapa kita yang di surga adalah kudus. Karena itu, tugas kita adalah menjaga kekudusan tersebut dalam dunia yang semakin menekankan kebebasan individu dimana orang bebas melakukan apa saja terhadap tubuhnya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 31 Agustus 2023

Dalam dunia seperti ini, kita perlu berjaga-jaga. Sebagai pengikut Kristus, di satu pihak kita memperjuangkan kebebasan individu, di lain pihak kita perlu bijaksana menggunakannya. Salah satu wujud dari kebebasan itu adalah kemampuan mengatakan ‘tidak’. Kita perlu mengatakan ‘tidak’ terhadap hal-hal yang membawa kepada ketidakmurnian,

kita harus berani mengatakan ‘tidak’ terhadap pertemanan, hiburan, dan atau konten media sosial yang dapat membawa kita ke dalam ketidakmurnian. Dalam Dalam soal kekudusan tubuh, kita perlu mawas diri dan berani mengatakan ‘tidak’ sekalipun terhadap teman seperti para gadis yang bijak dalam Injil hari ini, yang berani mengatakan ‘tidak’ terhadap teman-temannya.

.

Ya Bapa kami di surga, ajarlah kami memelihara tubuh kami agar tetap sehat dan kudus sampai kedatangan kembali Putra-Mu. Amin.

 

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 31 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 24:42-51 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 3:7-13; Mazmur: 90:3-4.12-13.14.17; PEKAN BIASA XXI (H); St.Raymundus Nonnatus; B.Andreas dari Sansepolcro; 

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah karmu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:

Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Agustus 2023, Bacaan Injil

Menjadi hamba yang terus berjaga-jaga, tidak lengah, tetap siap sedia tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, konsistensi dan keuletan dalam hidup. Apa yang dapat mendorong kesabaran, konsistensi, ketekunan dan keuletan? Jemaat Tesalonika sungguh teguh berdiri di dalam Tuhan dan berkelimpahan kasih seorang terhadap yang lain. Mereka teguh berdiri dengan tekun, tidak lengah, siap-sedia karena memiliki kasih yang berasal dari Allah dan kasih yang berlimpah antar sesama anggota.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 30 Agustus 2023

Ternyata untuk terus sabar, tekun dan tidak lengah, setiap orang harus memiliki kasih berlimpah dari Allah dan kepada saudara dan saudari. Hamba yang berlimpah kasih-karunia harusnya mampu terus berjaga dan didapati tuannya melakukan tugasnya ketika ia datang. Hamba sedemikian ini akan mendapat kepercayaan yang besar.

Sebaliknya, hamba yang tidak memiliki kasih di dalam dirinya, akan menjadi hamba jahat dan mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan dan minum bersama pemabuk-pemabuk. Hamba seperti ini akan mendapatkan ganjarannya. Marilah kita memiliki kasih berlimpah, agar mampu menjadi hamba yang terus berjaga-jaga.

.

Tuhan, berilah kami kasih-Mu agar kami sanggup menjadi hamba yang tekun dan bahagia. Amin.

 

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 30 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 23:27-32 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 2:9-13; Mazmur: 139:7-12b; R:1a; PEKAN BIASA XXI (H); B.Ghabra Mikael; Guarinus dan Amadeus; B.Eustaqio van Lieshout; 

Pada waktu itu, Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kalian sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kalian, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kalian bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kalian adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Agustus 2023, Bacaan Injil

Paulus sungguh bersukacita atas jemaat Tesalonika yang mendengarkan nasihatnya dan hidup sesuai kehendak Allah yang memanggil mereka ke dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya. Ucapan syukur Paulus tak kunjung putus bukan hanya karena jemaat ini mendengarkan nasihatnya, namun terlebih juga karena mereka telah menerima firman Allah yang diberitakan bukan sebagai perkataan manusia tetapi sebagai firman Allah yang bekerja di dalam diri mereka yang percaya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 27 Agustus 2023

Keadaan jemaat di Tesalonika tentu berbeda dengan situasi yang dialami orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kalau Paulus memuji jemaat Tesalonika, sebaliknya Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan keras. Dari sekian banyak kecaman Yesus, yang patut digarisbawahi adalah kemunafikan mereka. Yesus bahkan menyebut mereka seperti kuburan yang hanya bagus di luar tetapi di dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Yesus menghendaki orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menunjukkan kesetiaan mereka kepada Allah secara konsisten. Marilah kita belajar dari umat Tesalonika yang sungguh jujur, tidak munafik karena terus-menerus berpusat pada sabda Allah dan percaya betapa Firman Allah juga bekerja di dalam diri kita yang percaya.

.

Tuhan, buatlah kami mampu menaati sabda-Mu sehingga menjadi orang yang jujur, tidak munafik dan selalu percaya kepadaMu, Amin.

 

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 29 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Agustus 2023, Bacaan Injil Markus 6:17-29 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 1:17-19; Mazmur: 71:1-2.3 4a.5-6ab.15ab.17: R:15a; PEKAN BIASA XXI; Pw Wafat St.Yohanes Pembaptis (M); 

Sekali peristiwa, Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya.

Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya salalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya nengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,

lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kau minta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.

Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Agustus 2023, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja memperingati wafatrya Yohanes Pembaptis. Wafatnya merupakan kesaksian atas pengorbanan dan pemberian diri seorang pembela kebenaran. la menyerahkan diri dimartir demi menegakkan keadilan dan kebenaran. Sebagaimana Nabi Yeremia, ia tidak gentar karena Tuhan menyertainya. la tidak takut meski harus berhadapan dengan seorang penguasa otoriter bermama Herodes. la menegur Herodes yang mengambil istri Filipus saudaranya. Teguran yang menimbulkan dendam dan membuat Yohanes yang sebelumnya sudah dipenjara, dipenggal kepalanya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 26 Agustus 2023

Perayaan ini tentu bukan hanya mengenang kepahlawanan Yohanes ketika dimartir, melainkan juga terutama merayakan hidup, teladan dan pelayanannya sebelum Yesus datang. Dialah Yohanes yang berseru-seru di padang gurun dan mengajak orang bertobat dengan dibaptis di Sungai Yordan. Dialah yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dialah nabi besar yang rendah hati. Ketika memberi kesaksian tentang Yesus ia mengatakan, “Lihatlah Anak Domba Allah.” Bahkan ia sendiri menambahkan, “Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Mari rayakan peringatan wafat Yohanes Pembaptis dengan penuh sukacita iman, karena ia tentu sudah bersama Yesus di surga. Kita patut meneladan Yohanes Pembaptis, teristimewa dalam keberaniannya menghadapi tantangan.

.

Tuhan, semoga wafat Yohanes Pembaptis senantiasa memberi kami inspirasi untuk selalu membela yang benar dengan penuh keberanian. Amin.

 

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 28 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 23:13-22 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 1:2b 5,8b-10; Mazmur: 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R:4a; PEKAN BIASA XXI; Pw.St.Agustinus, UskPujG (P); St.Hermes, Mrt.; 

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian menelan rumah janda-janda sementara mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.

Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata, ‘Bila bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Hai kalian orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah, tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kalian orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena barang siapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barang siapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barang siapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Agustus 2023, Bacaan Injil

Santo Agustinus terkenal sebagai filsuf yang mencari dan merenungkan hal mendasar dalam kehidupan manusia di hadapan Tuhan. la mendengarkan nasihat-nasihat Santo Ambrosius, Uskup Milano pada waktu itu. Nasihat seperti yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Tesalonika, bertujuan memantik kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. la didoakan terus-menerus oleh ibunya, Santa Monika, dan akhirnya dibaptis menjadi pengikut setia Yesus.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 27 Agustus 2023

Santo Agustinus sungguh menemukan apa yang penting dari begitu banyak hal yang kurang penting dalam hidupnya. Tidak seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dalam Injil, ia sungguh menemukan betapa Allah dan kerajaan-Nyalah yang terbesar dan terpenting, bukan hal-hal manusiawi yang seharusnya menjadi sarana penghantar orang kepada Allah. Aturan-aturan dalam hukum Taurat dibuat untuk membawa orang kepada Allah bukan sebaliknya. Doa-doa panjang diciptakan untuk memuji Allah, bukan untuk mengelabui orang.

Persembahan-persembahan digelar bukan demi persembahan itu sendiri, melainkan demi Dia yang menguduskan persembahan. Santo Agustinus menjadi teladan kekudusan umat beriman. Mari kita belajar darinya.

.

Tuhan, ajarlah kami selalu mampu membedakan mana yang paling penting di antara begitu banyak hal penting dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 27 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 16:13-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 22:19-23; Mazmur: 138:1-2a.2bc-3.6.8bc; R:8bc; Bacaan II: Rm. 11:33-36; O PEKAN I; PEKAN BIASA XXI (H); 

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Flipi. la bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Agustus 2023, Bacaan Injil

Untuk mengetahui sesuatu secara akurat biasanya kita membuat riset dengan aneka metode penelitian. Kita bertanya dan responden menjawab. Dalam Injil hari ini, Yesus juga membuat sebuah riset; pertanyaan tersebut sederhana, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Sebuah pertanyaan yang membuat para murid harus juga membuat observasi dan mengingat apa kata orang-orang. Dan muncullah beberapa jawaban beragam. Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia atau salah seorang nabi.

Akan tetapi, kemudian Yesus mengajukan sebuah pertanyaan reflektif yang membuat para murid harus masuk ke dalam diri mereka sendiri, hening, diam dan merumuskan jawaban berdasarkan pengenalan dan pengalaman mereka masing-masing: Menurut kamu sendiri, siapakah Aku? Di tengah keheningan, Petrus mewakili para murid, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 26 Agustus 2023

Jawaban Petrus ini berasal dari Bapa di surga dan bukan dari manusia. Atas dasar jawaban ini, Petrus mendapatkan kepercayaan menjadi batu karang pendirian Gereja. Petrus sungguh membiarkan dirinya dipakai dan dikuasai Allah, sehingga ia sanggup menjawab dengan penuh iman bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Mari kita membiarkan diri dikuasai Roh Allah agar sanggup menjawab seperti Petrus ketika Yesus bertanya kepada kita masing-masing.

.

Tuhan, pakailah diri kami, kuasailah hati kami dengan Roh-Mu agar kami sanggup mengenal-Mu sebagai Mesias. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 26 Agustus 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 23:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rut. 2:1-3.8-11;4:13-17; Mazmur: 128:1-2.3.4.5; R:4; PEKAN BIASA XX (H); B.Dominikus dr B.Allah; B.Zefyrinus Namuncura; B.Yakobus Retouret: St.Liberatus, dkk; 

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, ‘Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang, mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat, mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Agustus 2023, Bacaan Injil

Tuhan menghendaki ketulusan bukan kemunafikan. la menyukai penerimaan jujur bukan kepalsuan. la menerima semua orang, tidak membeda-bedakan, bahkan melibatkan semua dalam karya penyelamatan-Nya. Kisah hidup Rut, menantu Naomi, yang hidup sebagai perempuan asing yang diterima dengan penuh kasih bahkan diperistri Boas sungguh menunjukkan penerimaan penuh kasih, tidak membeda-bedakan dan bahkan dari keturunannyalah lahir Daud yang kelak menjadi Raja Israel.

Tuhan sungguh menunjukkan kasih-Nya dengan cara sempurna. Pesan yang sama secara lebih tegas disampaikan Yesus dalam Injil yang kita dengarkan hari ini. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang seharusnya dijunjung dan disanjung tinggi karena pangkat dan jabatan mereka, dikritik Yesus dengan sangat keras. la mengecan kemunafikan, ketidaktulusan, kepalsuan, ketidakadilan, kesombongan dan kebiasaan mereka neninggikan diri dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 25 Agustus 2023

Yesus sungguh menegur mereka dengan sangat keras karena apa yang mereka perbuat sungguh jauh dari Kerajaan Allah. Hari ini, kita semua diajak merefleksikan diri, apakah sifat-sifat yang dikritik Yesus pada orang Farisi dan Ahli Taurat juga kita miliki atau tidak. Jika ya, jangan khawatir, Tuhan tidak akan memperlakukan kita sebagai orang asing, la akan tetap menerima kita, asal kita bertekad untuk kembali mencintai dengan tulus.

.

Tuhan, ajarlah kami agar senantiasa tulus, tidak munafik dan selalu fokus pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page