Renungan Harian Katolik 14 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 September 2023, Bacaan Injil Yohanes 3:13-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bil. 21:49; Mazmur: 78:1-2.34-35.36-37.38: R: 75; Bacaan II: Flp. 2:6-11; PEKAN BIASA XXIII; Pesta Pemuliaan Salib Suci (M); 

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga, selain Dia yang telah turun dari Surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 September 2023, Bacaan Injil

Mata kita berbinar-binar dengan wajah yang berseri-seri ketika kita berbicara tentang kasih. Akan tetapi, raut muka kita mulai menjadi serius darı tatapan kita berubah menjadi lesu, ketika kita tahu bahwa kasih itu mengandaikan pengorbanan. Demikian juga dengan ayat Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal.”

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 13 September 2023

Ayat ini adalah ayat yang banyak disukai. Akan tetapi, apakah orang masih antusias merenungkan ayat tersebut, ketika orang tahu bahwa harga dari ayat ini adalah salib? Hari ini. Bunda Gereja melantunkan madah kemenangan salib. Ada banyak cerita tentang penodaan terhadap salib. Tidak sedikit yang menghina iman kita karena Tuhan kita mati disalibkan.

Memang salib dari awal mula adalah hukuman yarıg paling hina bahkan terkutuk. Namun, Tuhan menjadikannya sarana keselamatan bagi semua umat manusia. Tuhan meninggikan yang paling hina di mata manusia. Oleh sebab itu, janganlah kita malu terhadap salib Tuhan kita Yesus Kristus. Janganlah kita membalas dendam ketika orang lain menghina atau menodai salib. Mereka belum mengerti. Justru kita memberi kesaksian terhadap kemenangan salib ketika kita sabar dan tetap bersukacita menghadapi penistaan terhadap salib.

.

Ya Tuhan, semoga semakin banyak orang yang sembuh dan selamat dengan memandang salib-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 13 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 13 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 3:1-11; Mazmur: 145:2-3.10-13b; R: 9a; PEKAN BIASA XXIII; Pw St.Yohanes Krisostomus, UskPujG (P); 

Pada waktu itu, Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata: “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, hai kalian bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu, kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu, karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 13 September 2023, Bacaan Injil

Paulus dalam Bacaan Pertama menasihati kita untuk mematikan dalam diri kita keserakahan (Kol. 3:5). Nasihat Paulus ini sejalan dengan sabda bahagia Yesus, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin'” (Luk. 6:20). Orang menjadi serakah karena mereka memikirkan kepuasan duniawi semata. Mereka tidak berpikir bahwa ada bentuk kepuasan lain yang abadi. Supaya kita lepas dari keserakahan, kita perlu menjadi miskin di hadapan Tuhan. Kita menjadi orang miskin yang berbabagia di hadapan Tuhan ketika kita berbagi dengan sesama yang miskin.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 12 September 2023

Tidak perlu menjadi kaya untuk dapat berbagi. Setiap orang dapat memberi, entah itu tenaga, waktu, pemikiran, barang materi, ataupun uang. Jelas bahwa saat kita memberi, harta kita berkurang. Saat kita membantu, tenaga, pikiran dan waktu kita terkuras. Akan tetapi, kita tidak perlu khawatir, karena kebaikan kita akan diperhitungkan di surga. Berbuat baik kepada sesama yang kurang mampu dan menghindari sikap tamak adalah usaha kita dalam mencari perkara surgawi.

Orang yang merindukan surga akan tetap bekerja dengan giat di dunia ini untuk membangun dunia ini menjadi tempat yang lebih baik, tetapi mereka tidak lupa diri bahwa dunia yang sempurna ada di atas sana. Kepuasan sementara di dunia ini seyogianya membuat kita merindukan kebahagiaan surgawi yang abadi.

.

Tuhan, ajarlah kami mencukupkan diri dengan harta duniawi dan mengejar harta surgawi dengan berbuat baik kepada yang miskin. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 12 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:12-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 2:6-15; Mazmur: 145:1-2.8-11; R: 9a; PEKAN BIASA XXIII (H); Nama Tersuci Maria; St.Petrus Tarentasiensis; B.Maria dr Yesus; 

Sekali peristiwa, Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman la berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, la memanggil murid-murid-Nya dan memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dan dari pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab dari pada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 12 September 2023, Bacaan Injil

Yesus datang membebaskan kita dari roh-roh jahat (Luk. 6:18), dari filsafat kosong dan palsu, ajaran turun-temurun, dan roh-roh dunia (Kol. 2:8). Dalam dunia kita sekarang ini, ada banyak yang dapat menipu kita dengan pemikiran dan praktik yang sia-sia. Alih-alih berdoa dan meminta nasihat psikolog, orang mencari dukun dan paranormal. Alih-alih berdoa dan bekerja dengan tekun, orang percaya pada horoskop, enneagram, garis telapak tangan, jimat, takdir dan semacamnya. Alih-alih berdoa dan pergi ke dokter, orang lari pada berbagai pengobatan alternatif.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 11 September 2023

Kita perlu berhati-hati terhadap penyembuh-penyembuh yang mengatasnamakan agama dan Tuhan. Mereka tidak hanya mengambil uang kita, tetapi juga kadang mereka melecehkan dan mengindoktrinasi kita. Tuhan sudah menganugerahkan kesembuhan lewat obat dan dokter, serta ilmu dan teknologi kesehatan yarng semakin baik. Janganlah kita menyia-nyiakan rahmat Tuhan ini dengan pemikiran dan praktik omong kosong.

Marilah kita menjadi pengikut Yesus yang waras dan bijak. Jangan kita takut melawan atau meninggalkan ajaran dan kebiasaan yang sia-sia yang membuat kita menjauh dari Yesus dan anugerah-Nya.

.

Ya Tuhan, bantulah kami bertekun dalam sabda-Mu, sehingga kami menjadi bijak dan waras. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 11 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:6-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:24-2:3; Mazmur: 62:6-7.9; R:8a; PEKAN BIASA XXIII (H); St.Yohanes Gabriel Perboyre; 

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau la menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. la berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian:

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu la memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 September 2023, Bacaan Injil

Dalam Bacaan Pertama, Paulus bersukacita atas pelayanannya termasuk ketika ia menderita. Penderitaannya adalah penderitaan Kristus, penderitaan yang tak terhindarkan yang menyertai misi setiap pengikut Kristus. Sementara dalam Injil hari ini, Yesus harus menghadapi luapan amarah orang-orang yang tidak senang kepada-Nya, karena la telah menunjukkan kebenaran kepada mereka yaitu bagaimana menjalankan praktik keagamaan secara tepat, misalnya selalu berbuat baik meskipun itu pada hari Sabat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 September 2023

Sebagai orang Katolik yang hidup dalam keberagaman agama dan kepercayaan, apakah kita masih mampu melakukan kebaikan ketika karya kemanusiaan yang kita lakukan dituduh sebagai usaha kristenisasi? Apakah kita masih mau memberi ucapan selamat hari raya keagamaan kepada pemeluk agama lain ketika mereka dilarang memberi ucapan selamat hari Natal kepada kita?

Kita perlu menyatakan kepada yang lain bahwa di atas praktik keagamaan masing-masing agama ada kebaikan universal yang perlu dijunjung tinggi oleh setiap manusia. Itulah tuntutan Injil hari ini. Kita harus siap menghadapi cemoohan, perlawanan, bahkan penganiayaan. Semoga kita tetap bersukacita meskipun mengalami kesulitan dan penderitaan karena Yesus dan InjilNya.

.

Ya Tuhan, bantulah kami selalu mengingat janji-Mu ini: Berbahagialah, jika karena Aku kamu dicela, dianiaya dan difitnah. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 10 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 10 September 2023, Bacaan Injil Matius 18:15-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 33:7-9; Mazmur: 95:1-2.6-78-9. R:8; Bacaan II: Rm. 13:8-10; O PEKAN III PEKAN BIASA XXIII (H); 

Sekali peristiwa. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan jemaat, sampaikanlah soalnya kepada jernaat. Jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Lagipula Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari antara kamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 10 September 2023, Bacaan Injil

Katekismus mengajarkan bahwa “buah kasih adalah kegembiraan, perdamaian, dan kerahiman; kasih menghendaki kemurahan hati dan teguran persaudaraan” (KGK 1829). Jika kita peduli sesama, maka kita juga akan peduli keselamatan jiwanya. Terhadap sesama kita tidak hanya mengatakan hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga perlu berani menegur atau menasihati supaya mereka berhenti melakukan kejahatan dan mulai berbuat baik. Seperti Nabi Yehezkiel dalam Bacaan Pertama, kita perlu memperingatkan mereka atas nama Tuhan (Yeh. 33:7).

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 9 September 2023

Lagi, Paulus mengingatkan kita bahwa “kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia” (Rm.13:10). Kejahatan tidak hanya menyangkut perbuatan jahat terhadap sesama, tetapi juga ketika kita menbiarkan sesama berkubang dalam dosa. Yesus dalam Injil hari ini memberikan petunjuk praktis dalam menegur sesama. Kita perlu menjaga harga diri sesama terutama yang lebih kecil, lebih rendah dari kita. Kita tidak boleh mempermalukan dia di depan orang banyak. Kita menegurnya dengan sikap bersahabat. Jika tidak berhasil, kita dapat meminta yang lebih bijak atau kompeten untuk menasihatinya. Akhirnya, kita mendoakan dia supaya dia bertobat.

Agar teguran dan nasihat kita tidak mubazir, kita perlu memeriksa diri juga. Jangan sampai kita menuntut orang lain berubah, tetapi kita sendiri tidak pernah berusaha untuk berubah. Itu namanya munafik. Jadi, sementara kita saling menjaga, kita juga terus bertobat.

.

Ya Tuhan, buatlah kami rendah hati dan bijak ketika kami menegur sesama. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 9 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:21-23; Mazmur: 54:3-4.6.8; R:6a; PEKAN BIASA XXII (H); St.Petrus Klaver; B.Frederik Ozanam; 

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Lalu Yesus menjawab mereka,

“Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” Kata Yesus lagi kepada mereka, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 9 September 2023, Bacaan Injil

Paulus hari ini mengajak kita untuk tetap bertekun, tetap teguh dan tidak guncang dalam mempertahankan keadaan kita yang kudus, tak bercela dan tak bercacat di hadapan Tuhan (Kol 1:22-23). Akan tetapi, Yesus dalam Injil mengajar kita untuk tidak menyamakan kekudusan itu dengan praktik ritual keagamaan. Yesus tidak melarang praktik ritual keagamaan, tetapi la mencela pelaksanaannya yang munafik, kasar dan intoleran.

Warung ditutup bahkan dirusak supaya tidak membatalkan puasa orang-orang yang sedang berpuasa, padahal ada orang lapar dan perlu makan karena masih harus bekerja keras. Kita memaki orang karena salah mengucapkan rumusan doa, karena lupa berlutut, atau karena berpakaian tidak pantas. Kemarahan dan kebencian yang muncul karena praktik ritual membuat ritual itu tidak bermanfaat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 8 September 2023

Kekudusan mengandaikan perbuatan baik dan pertobatan. Ikut berbagai macam kegiatan rohani tidak akan menghilangkan kebencian kita terhadap sesama, kecuali jika kita berani memaafkan. Segala macam devosi tidak akan menyelesaikan masalah, kecuali jika kita bertindak dan mencari solusinya. Segala macam pantang dan puasa tidak akan menjauhkan hawa nafsu, jika kita tidak menjauhi hiburan yang tidak pantas. Perasaan berdosa hilang ketika kita meminta maaf. Doa kita menjadi mujarab jika kita membantu yang miskin dan sakit.

.

Ya Tuhan, bantulah kami agar senantiasa giat berdoa dan bekerja. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 8 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 8 September 2023, Bacaan Injil Matius 1:1-16.18-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mazmur: 13:6ab.6cd; R: Yes. 61:10; PEKAN BIASA XXII; Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P); 

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tarmar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Fut, Obed memperanakkan Isai.

Isai memperanakkan raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam. Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud. Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan. Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 8 September 2023, Bacaan Injil

Selain nama Maria, ada empat wanita lain yang disebutkan dalam silsilah Yesus Kristus. Mereka adalah Tamar, Rahab, Rut, dan istri Uria (Batsyeba) yang masa lalu mereka sering dipersoalkan. Kita sering bertanya: Apa yang tidak beres dengan para wanita tersebut padahal pertanyaan yang sama berlaku juga bagi para pria leluhur Yesus Kristus? Kita perlu tahu bahwa hidup keempat wanita tersebut sama tidak pantasnya dengan kaum pria untuk menjadi bagian dari leluhur Yesus Kristus.

Apakah kemudian kita boleh menyamakan Maria dengan mereka yang ada dalam silsilah Yesus? Di satu pihak ‘ya’, karena Maria adalah manusia; tetapi di lain pihak ‘tidak,’ karena Tuhan membuat dia istimewa. Maria menjadi Hawa baru yang tidak bercela supaya ia pantas menjadi ibu Tuhan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 7 September 2023

Pesan dari silsilah itu adalah Tuhan Yesus sudi menjadi keturunan dari manusia baik pria maupun wanita yang memiliki berbagai kelemahan. Yesus merangkul ketidakberesan manusia untuk menyelamatkan manusia. Mungkin kita merasa tidak layak ambil bagian dalam karya penyelamatan Tuhan karena masa lalu kita yang memalukan. Akan tetapi, sebagaimana dibuktikan dalam Matius 1, Yesus tidak takut untuk menjadi bagian dari mereka yang hidupnya berantakan. Dengan menjadikan Maria sebagai ibu-Nya, Tuhan menjadikan kita pantas.

.

Ya Tuhan, buatlah kami bijaksana untuk memahani bahwa Engkau mampu menggunakan keadaan yang tidak terduga dalam hidup kami untuk mewujudkan rencana dan tujuan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 7 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 7 September 2023, Bacaan Injil Lukas 5:1-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:9-14; Mazmur: 98:2-6; R: 2a; PEKAN BIASA XXII (H); 

Pada suatu ketika, Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. la naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini seorang berdosa.”

Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 7 September 2023, Bacaan Injil

Jika kita berani mengikuti petunjuk Tuhan dalam hidup kita sehari-hari sebagaimana para murid lakukan dalam Injil hari ini, maka pekerjaan kita akan berlimpah hasilnya bahkan menakjubkan. Paulus pun dalam bacaan pertama berdoa supaya kita “memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik” (Kol. 1: 10). Memang tidak setiap hari kita menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik dan memuaskan. Akan tetapi, sekurang-kurangnya kita dapat menulainya dengan niat baik dan mengakhirinya dengan harapan besar. Bagaimana kita dapat membuat hal tersebut menjadi konkret?

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 6 September 2023

Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah memulai rencana dan pekerjaan kita dengan doa singkat, bahkan dengan tanda salib pun bisa, dan mengakhirinya dengan doa singkat pula. Untuk lebih serius, kita dapat memulai hari kita dengan membaca perikop Injil, memilih ayat yang berkesan, merenungkan kehendak Tuhan bagi kita hari ini dan memohon bimbingan Tuhan sepanjang harí. Malam hari sebelum tidur, kita meluangkan waktu tiga menit untuk memeriksa batin: apa yang perlu kita syukuri dan sesali. Kita mohon ampun kepada Tuhan atas kelalaian kita dan bersyukur atas penyertaan-Nya hari ini. Dengan demikian, dari hari ke hari kita melihat hidup ini semakin baik dan memuaskan.

.

Ya Tuhan, condongkanlah selalu telinga kami kepada kehendak-Mu dan bukalah pikiran kami terhadap solusi baru bagi persoalan pekerjaan dan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 6 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 September 2023, Bacaan Injil Lukas 4:38-44 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:1-8; Mazmur: 52:10.11: R: 10b; PEKAN BIASA XXII (H); B.Bonaventura dari Forli; 

Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon sakit demam keras, dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu, lalu menghardik demamnya. Segera penyakit itu meninggalkan dia. Wanita itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus. Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.

Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa la Mesias. Ketika hari siang Yesus berangkat ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia. Ketika menemukan-Nya, mereka berusaha menahan Dia, supaya jangan meninggalkan mereka, “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Dan la mewartakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 September 2023, Bacaan Injil

Paulus dalam Bacaan Pertama bersyukur kepada Allah karena pengikut Kristus di Kolose telah berkembang dalam iman, harapan, dan kasih. Ini berkat usaha mereka yang telah memberitakan Injil dengan setia. Kita patut bersyukur karena kerja keras para pewarta Injil, kita boleh mengenal Injil dan menjadi pengikut Kristus dalam Gereja Katolik. Namun, pewartaan Injil tidak boleh berhenti dalam lingkungan atau kelompok kita saja, tetapi ke seluruh dunia. Kita mempunyai tanggung jawab untuk mewartakan injil ke tempat lain seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam Injil hari ini.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 5 September 2023

Salah satu bagian dari pewartaan Injil adalah peduli terhadap keadaan orang-orang Katolik di keuskupan lain. Teknologi informatika yang semakin canggih memudahkan kita semakin mengetahui sukacita, keprihatinan dan perkembangan saudara-saudari kita yang ada di keuskupan yang membutuhkan bantuan kita. Jumlah mereka berkurang. Tidak sedikit berpindah agama karena alasan ekonomi. Mereka kekurangan tenaga pastoral dan katekis yang melayani kebutuhan rohani mereka. Masih banyak bangunan gereja yang belum berdinding atau hampir runtuh.

Semoga hati kita tergerak membantu mereka. Kita dapat ikut mendanai proyek-proyek mereka. Atau kita dapat menjadi relawan tenaga pastoral, katekis, tenaga medis, atau penyuluh pengembang ekonomi untuk beberapa waktu. Dengan demikian, sukacita dan keprihatinan mereka sungguh menjadi sukacita dan keprihatinan kita pula.

.

Tuhan Yesus, utuslah para pekerja-Mu supaya murid-murid-Mu semakin bertumbuh dalam jumlah dan kualitas di seluruh Nusantara. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 5 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 September 2023, Bacaan Injil Lukas 4:31-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes 5:1-6.9-11; Mazmur: 27:1.4.13-14; R. 13; PEKAN BIASA XXII (H); Sta.Teresa dr Kalkuta; B.Maria Magdalena Starace; 

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ la mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa la memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar:” Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 September 2023, Bacaan Injil

Tuhan Yesus berkuasa atas roh-roh jahat, tetapi kita tetap diminta untuk berjaga-jaga. Paulus dalam Bacaan Pertama mengingatkan untuk jangan sampai kita berpikir bahwa semuanya aman dan damai sehingga kita lupa membangun pertahanan kita melawan roh-roh jahat. Roh jahat tidak akan tinggal diam. Dia selalu berusaha memperdaya kita. Sebab itu, jangan sampai kita terlena oleh kesibukan dunia sehingga menjauh dari Yesus.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 4 September 2023

Bagaimana kita melawan roh-roh jahat tersebut? Kita tidak dapat melawan mereka dengan kekuatan kita sendiri. Kita butuh bantuan Tuhan dan sesama. Doa, nasihat, teguran dan pendampingan dari sesama sungguh menghindarkan kita jatuh dalam godaan roh jahat. Mati raga pun, misalnya pantang daging atau media sosial pada hari Jumat, dapat membantu. Selain itu, kita jangan bermain api. Kita jangan pergi menantang roh jahat, lebih baik kita lari dari padanya.

Kita jangan pergi ke tempat-tempat yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Kita perlu menghindarkan mata dari tontonan yang membuat mata kita lapar akan materi. Kita perlu menghentikan pertemanan yang membawa kita ke dalam dosa. Kita jangan ikut dalam pembicaraan yang membangun kebencian terhadap orang lain. Singkatnya, kita lari dari godaan roh-roh jahat dan mendekatkan diri kepada Yesus.

.

Ya Bapa kami di dalam surga, jauhkan dari pada kami segala macam pencobaan dan bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page