Renungan Harian Katolik 24 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 September 2023, Bacaan Injil Matius 20:1-16a (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 55:6-9; Mazmur: 145:2-3.8-9.17-18; R:18a; Bacaan II: Flp. 1:20e-24.27a; OPEKAN I; PEKAN BIASA XXV (H); 

Sekali peristiwa, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang pemilik kebun anggur yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah satu dinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar lagi, dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: ‘Pergilah juga kamu ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.’

Lalu mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar lagi, dan melakukan hal yang sama. Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka: ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’ Jawab mereka: ‘Tidak ada orang mengupah kami. Kata orang itu: ‘Pergilah juga kamu ke kebun anggurku.’ Ketika hari sudah malam, berkatalah pemilik kebun anggur itu kepada mandornya:

Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk pertama.’ Lalu datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk pertama. Mereka mengira akan mendapat lebih besar: Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada pemilik kebun itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 September 2023, Bacaan Injil

Cara berpikir Allah amat berbeda dengan logika manusia. Bacaan Pertama menyatakan hal tersebut dengan jelas: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN” (Yes. 55:8). Misalnya, kadang kita memikirkan kerahiman Allah itu sama dengan sistem keadilan manusia. Adalah sesuatu yang logis dan adil jika orang dibayar sesuai pekerjaan yang dilakukannya. Sudah selayaknya jika orang bersalah dihukum.

Pemikiran kita ini sama sekali bertentangan dengan perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini. Para pekerja menerima upah yang sama terlepas dari banyak atau sedikitnya waktu kerja mereka. Kita percaya bahwa Tuhan adalah Bapa Yang Maharahim. Kerahiman Bapa itu sungguh nyata ketika la menginginkan semua anak-Nya dapat selamat. Tuhan mengupayakan segala macam cara supaya semua anak-Nya bertobat dan selamat masuk surga.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 23 September 2023

Kita sulit memahami ini jika kita lebih memikirkan keistimewaan-keistimewaan kita daripada keselamatan semua orang. Tidak jarang kita berpikir lebih istimewa daripada orang lain di hadapan Tuhan, padahal kita sama-sama orang yang patut dikasihani. Sebagaimana Paulus mengatakan dalam Bacaan Kedua: “Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (Flp. 1:27), kita perlu menunjukkan kerahiman Tuhan kepada sesama. Jika kita sudah diampuni, sepatutnyalah kita mengampuni yang lain.

.

Bapa, tuntunlah para hakim di negara kami supaya mereka mengadili dengan adil. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 23 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 September 2023, Bacaan Injil Lukas 8:4-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 6:13-16; Mazmur: 100:2-5; R:2c; PEKAN BIASA XXIV; Pw St.Pius dr Pietrelcina (Pandre Pio), Im (P); 

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, adalah seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.”

Sesudah itu Yesus berseru,”Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar!” Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mnereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah Sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. (Bacaan selengkapnya lihat Aikitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 September 2023, Bacaan Injil

Paulus dalam Bacaan Pertama mengingatkan Timotius untuk menaati Injil atau apa yang Tuhan perintahkan tanpa cacat hingga kedatangan-Nya kembali. Dalam bahasa Indonesia, ada ungkapan ‘tidak mau mendengar’ yang berarti ‘tidak patuh’. Agar pada hari penghakiman kita dinyatakan sebagai murid yang taat, kita perlu memperbaiki cara kita mendengarkan. Yesus dalam Injil hari ini mengajar kita untuk mendengar dengan hati yang baik. Itu berarti kita perlu melihat firman Tuhan sebagai sumber sukacita, bukan sebagai beban.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 22 September 2023

Saat kita membaca Alkitab, kita sedang mendengarkan Tuban bersabda. Kita perlu tekun membaca Kitab Suci supaya kita tahu kehendak, janji dan kebaikan Tuhan kepada kita. Ada banyak inspirasi hidup dan kebijaksanaan yang dapat kita timba dari Alkitab. Alkitab adalah juga kumpulan pengalaman umat beriman ribuan tahun yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita, sehingga kita dapat menghindari banyak kebodohan dan kesia-siaan dalam hidup. Kita tidak perlu ragu dengan keselamatan kita, karena Tuhan sudah jelas menyatakannya lewat janji dan perbuatan-Nya dalam Alkitab. Semoga berkat ketekunan kita dalam mendengar dan melaksanakan firman Tuhan tersebut, kita menjadi anak-anak Tuhan yang bijak, suci, dan selamat.

.

Ya Bapa, berkatilah selalu kami, para pekerja. Semoga hidup kami sejahtera dan bahagia. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 22 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 September 2023, Bacaan Injil Lukas 8:1-3 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 6:2c-12; Mazmur: 49:6-10.17-20; R:Mat 5:3; PEKAN BIASA XXIV (H); St.Ignatius dr Santhi; B.Yusuf C, Maeques; B.Yohanes Maria dr Salib; 

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan: Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan kekayaan mereka.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 September 2023, Bacaan Injil

Para misionaris Katolik memberikan diri mereka untuk mewartakan Injil supaya semakin banyak orang menjadi pengikut Kristus dan diselamatkan. Mereka tidak mengejar kekayaan, kekuasaan, atau kemasyhuran. Memenangkan jiwa-jiwa adalah kesukaan mereka. Sepertí Paulus katakan dalam Bacaan Pertama, bagi mereka “asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1Tim. 6:8). Apakah yang mesti kita buat bagi mereka?

Dalam Injil hari ini kita mendengar beberapa wanita melayani Yesus dan para murid berkeliling memberitakan Injil dari desa ke desa. Kita dapat membantu para misionaris seperti yang dilakukan oleh para wanita tersebut. Kita dapat membantu mereka lewat sumbangan uang supaya mereka tidak sibuk dengan urusan duniawi yang dapat menjatuhkan mereka dalam cinta uang. Kita dapat mendoakan mereka supaya mereka tetap mendapatkan hiburan dalam pelayanan mereka yang tidak mudah.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 21 September 2023

Atau apakah kita berani mengambil keputusan yang lebih jauh, yaitu menjadi misionaris? Jumlah orang yang tidak mengenal Yesus dan yang meninggalkan iman Kristiani semakin lama semakin banyak. Dunia berhak mendengarkan Injil, tetapi pewarta Injil kurang. Jika kita tidak dapat menjadi misionaris seumur hidup, kita dapat menjadi misionaris untuk jangka waktu pendek. Penginjlan adalah tugas pelayanan Gereja yang amat mendesak.

.

Ya Bapa, tunjukkanlah jalan kepada kami untuk menjadi pewarta Injil Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 21 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 September 2023, Bacaan Injil Matius 9:9-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ef. 4:1-7.11-13; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; PEKAN BIASA XXIV; Pesta St.Matius, RasPeninj (M); 

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang bernama Matius duduk di rumah cukai, Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus,

“Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” 

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 September 2023, Bacaan Injil

Pekerjaan Santo Matius sebelum dipanggil Yesus adalah pemungut cukai. Pada zaman itu pemungut cukai dianggap orang berdosa. Akan tetapi, Yesus memanggil Santo Matius untuk menjadi salah satu dari dua belas murid-Nya, bahkan dipercaya sebagai salah satu penulis Injil. Dapatkah cerita Santo Matius ini menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi pewarta Injil?

Paulus dalam Bacaan Pertama mengatakan bahwa setiap orang diberikan tugas khusus, misalnya menjadi rasul, nabi, pemberita Injil, gembala atau pengajar. Akan tetapi, mungkin sebagian besar dari kita dipanggil untuk menjadi penginjil seperti Santo Matius. Dia adalah seorang pendosa, kemudian bertobat dan mengikuti Yesus. Pertobatan adalah pewartaan Injil yang paling keras. Ketika kita bertobat, kita membuat Injil menjadi nyata dan orang lain boleh melihat dan mengalaminya juga.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 20 September 2023

Satu kabar baik yang dunia ingin dengar dan lihat adalah belas kasih. Kita menunjukkan belas kasih ketika kita mengunjungi orang sakit, memberi bantuan sembako kepada orang miskin, memberi semangat kepada para pecandu narkoba untuk berubah, menghibur mereka yang berduka, berbicara ramah terhadap orang yang sudah lanjut usia, dan masih banyak lagi.

.

Ya Bapa, gerakkanlah hati kami untuk memerhatikan para lansia di lingkungan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 20 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 September 2023, Bacaan Injil Lukas 7:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 3:14-16; Mazmur: 111:1-6; R: 2a; PEKAN BIASA XXIV; Pw S.Andreas Kim Taegön, Im dan Paulus Chong Ha-sang, dkk.Mrt-Korea (M); 

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’ Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’

Kemudian Anak Manusia datang, la makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 September 2023, Bacaan Injil

Tuhan berupaya mendekati manusia dengan berbagai cara. Dalam Bacaan Pertama, kita dapat melihat salah satunya, yaitu “menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia” (1 Tim. 5:16). Ini yang kita sebut inkarnasi dan ini adalah misteri iman kita. Banyak orang tidak mengerti bahwa Sang Sabda lahir di tengah manusia, bahkan dalam Injil hari ini, la menjadi sahabat orang berdosa (bdk. Luk. 7:34). Yesus, Firman yang menjadi manusia, hadir di tengah kita supaya kita bertobat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 19 September 2023

la datang menjadikan kita kembali sebagai anak-anak Bapa-Nya. Bapa tidak menghendaki kehancuran kita. la selalu menginginkan yang baik dari kita. la membenci dosa, tetapi la berupaya supaya pendosa bertobat. Gereja adalah lanjutan dari kehadiran Yesus di dunia. Dalam Gereja ada Sakramen Ekaristi yang mengantisipasi perjamuan Anak Domba di surga. Dengan Sakramen Tobat, kita secara nyata menerima pengampunan Tuhan. Semua orang diundang masuk ke dalamnya supaya semua boleh menikmati sakramen-sakramen tersebut.

Itulah sebabnya Gereja tidak henti-hentinya mewartakan Injil ke semua orang. Kita ikut ambil bagian dalam tugas perutusan Gereja tersebut ketika kita giat membaca kitab-kitab Injil, bercerita tentang Yesus kepada anak cucu kita dan mereka yang belum mengenal Yesus, melaksanakan perintah Tuhan dan tetap teguh berharap pada janji-janji-Nya.

.

Ya Bapa, semoga semakin banyak anak muda yang punya hati nenjadi imam Gereja-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 19 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 September 2023, Bacaan Injil Lukas 7:11-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 3:1-13; Mazmur: 101:1-36.5-8; R: 2b; PEKAN BIASA XXIV (H); St.Yanuarlus: SP Maria de La Sallete; St.Fransiskus Maria dr Camporosso; 

Pada suatu ketika, pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika la mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya.

Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, “Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 19 September 2023, Bacaan Injil

Pemimpin mempunyai kualitas hidup di atas kebanyakan orang. Hidup moralnya harus di atas orang pada umumnya supaya ia “dapat bersaksi dengan leluasa” (1Tim. 3:13). Syarat yang dituntut dalam Bacaan Pertama hari ini untuk menjadi seorang pemimpin terutama pemimpin umat dimaksudkan supaya mereka sungguh dapat menjadi tumpuan orang miskin, pelipur lara orang berduka, pengajar iman dan moral, serta pendamping umat. la harus berkarakter baik supaya tidak menjadi skandal tetapi menjadi teladan bagi umat beriman.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 18 September 2023

Jika kita diberi tanggung jawab sebagai pemimpin, kita perlu memiliki belas kasih, sikap yang ditunjukkan oleh Yesus dalam Injil. Pemimpin patut berkeliling menemui orang-orang yang dipimpinnya supaya ia mengetahui keadaan mereka. Masyarakat, umat, bawahan, pekerja, atau anak-anak merasa diperhatikan, jika pemimpin mereka hadir terutama dalam situasi yang sulit dan menyedihkan seperti bencana, kemiskinan, kematian, dan konflik.

Pemimpin tentunya mempunyai keterbatasan juga. la juga adalah manusia. Akan tetapi, orang mengharapkan pemimpin mereka memiliki beberapa karakter yang mendasar. Orang menghargai pemimpin yang tulus dan jujur melayani meskipun ia tidak luput dari kesalahan. Orang akan mudah memaafkan pemimpin demikian.

.

Tuhan Yesus, dampingilah dan berkatilah para kepala keluarga Katolik supaya mereka teguh menjadi gembala yang baik bagi keluarga mereka. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 18 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 September 2023, Bacaan Injil Lukas 7:1-10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 2:1-8; Mazmur: 28:2.7.8-9; R:6; PEKAN BIASA XIV (H); St.Yosef dr Copertino, St.Yohanes Makias; 

Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba yang amat ia hargai. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika mendengar tentang Yesus, la menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta agar la datang dan menyembuhkan hamba-Nya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mohon pertolongan-Nya, katanya, “Sudah selayaknya Engkau menolong dia, sebab ia mengasihi bangsa kita, dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Maka pergilah Yesus bersama mereka. Ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya, perwira itu menyuruh beberapa sahabatnya mengatakan kepada Yesus, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. Sebab aku pun searang bewahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang ‘Pergi!’ maka ia pergi: atau kepada yang lain, ‘Datanglah!’ maka ia datang:dan jika aku berkata kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia pun mengerjakannya. “

Mendengar itu, heranlah Yesus akan dia. Sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti-Nya, la berkata, “Aku berkata kepadamu: Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai. Setelah orang-orang suruhan itu kembali ke rumah, mereka mendapati hamba yang sakit itu sudah sehat kembali.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 September 2023, Bacaan Injil

Dari awal mula, Tuhan “menghendaki agar semua orang diselamatkan” (1 Tim. 2:4). Dan, Injil hari ini memperlihatkan bahwa kehendak Tuhan tersebut nyata ketika Yesus melayani siapa saja, termasuk perwira yang mungkin seorang Romawi, penjajah Israel. Tuhan memerhatikan semua umat manusia. Lagi pula kita percaya bahwa Tuhan itu satu dan Dia adalah Bapa kita. Itu berarti Tuhan adalah Bapa semua umat manusia dan kita adalah satu keluarga. Tuhan memperlakukan semua manusia sebagai anak-anak-Nya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 17 September 2023

Cara pandang Tuhan ini adalah kabar baik yang perlu kita wartakan kepada semua orang. Sebenarnya kita dapat melihat sesama seperti Tuhan melihat mereka. Contohnya dalam hal berdoa. Ketika kita dalam perjalanan entah itu dengan bus, kapal, atau pesawat, kita berdoa tidak hanya bagi kita atau golongan kita, tetapi juga bagi semua penumpang. Jika ada satu penumpang mengalami kecelakaan, itu berarti penumpang lainnya pun mengalami hal yang sama. Berdoa bagi semua orang, termasuk mereka yang berbeda agama dengan kita adalah sesuai kehendak Tuhan.

.

Ya Bapa, berkatilah dan jagalah para pengendara, semoga mereka selalu sehat saat mengemudi kendaraan. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 17 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 September 2023, Bacaan Injil Matius 18:21-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 27:30-28:9; Mazmur: 103:1-2.3-4.9-10.11-12; R:8; Bacaan II: Rm. 14.7-9; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XXIV (H)

Sekali peristiwa, datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sarnpai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk melunasi utangnya. Lalu sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya, ‘Sabarlah dahulu, segala utangku akan aku lunasi. Tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan nencekik kawannya itu, katanya, ‘Bayar utangmu!’

Lalu sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya, ‘Sabarlah dahulu, utangku itu akan aku lunasi.Tetapi dia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dila melunasi utangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya,

‘Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohon kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?”
(Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

 

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 September 2023, Bacaan Injil

Kita mempunyai alasan untuk tidak mengampuni. Kita telah disakiti, ditipu, dikhianati, difitnah, atau dihukum dengan sewenang-wenang. Bahkan, kita meminta Tuhan untuk memahami sakit hati dan penderitaan kita yang diakibatkan oleh orang lain. Akan tetapi, kita tidak sadar bahwa orang yang menyakiti kita sudah melupakan kita. Jika demikian, mengapa kita mau membiarkan diri terbebani oleh kebencian dan perasaan negatif lainnya?

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 16 September 2023

Dalam hidup sehari-hari, kita telah melihat faedah dari kesabaran itu. Kecelakaan bisa dihindari sekiranya orang sabar mengendarai mobil atau motor. Sakit hati, percekcokan dan perkelahian tidak perlu terjadi sekiranya kita sabar mendengarkan dan memahami orang lain. Orang sakit sembuh karena ada yang sabar merawat mereka. Anak-anak bertumbuh dewasa karena ada orang tua yang sabar membesarkan mereka. Para murid berhasil lulus karena ada guru yang sabar mengajar mereka.

.

Ya Bapa, ampunilah dosa kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 16 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 16 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:43-49 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 1:15-17; Mazmur: 113:1-5a.6-7; R:2; PEKAN BIASA XXIII; Pw St.Cornelius, Paus & St.Siprianus, UskMrt (M); 

Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-nurid-Nya, “Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pula pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Mengapa kalian berseru kepada-Ku, “Tuhan, Tuhan! Padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya,-Aku menyatakan dengan siapa ia dapat disamakan-, Dia itu sama dengan orang yang mendirikan rumah. la menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena dibangun dengan kokoh. Sebaliknya barang  siapa mendengar sabda-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika dilanda banjir, rumah itu segera roboh, dan hebatlah kerusakannya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 16 September 2023, Bacaan Injil

Kesabaran Tuhan yang dibicarakan Paulus (1Tim. 1:16) menuntut tanggapan aktif kita. Jangan sampai kita mengartikan bahwa Tuhan membiarkan kita melakukan apa saja. Tuhan itu sabar supaya kita mempunyai kesempatan berubah: meninggalkan perbuatan buruk dan memperbanyak perbuatan baik. Kita menyalahgunakan kesabaran Tuhan ketika kita menunda waktu untuk berubah.

Salah satu perubahan yang diharapkan dari kita adalah memiliki sikap sabar. Kita diharapkan semakin sabar terhadap sesama, karena Tuhan telah sabar kepada kita. Sikap sabar itu biasanya dikaitkan dengan lambat dalam berbicara dan marah. Orang sabar memerhatikan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Yesus dalam Injil hari ini bicara tentang apa yang keluar dari mulut merupakan luapan hati kita. Kata-kata menggambarkan hati kita. Oleh karena itu, kita perlu menjaga lisan untuk menjadi orang sabar.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 15 September 2023

Dalam hidup sehari-hari, kita telah melihat faedah dari kesabaran itu. Kecelakaan bisa dihindari sekiranya orang sabar mengendarai mobil atau motor. Sakit hati, percekcokan dan perkelahian tidak perlu terjadi sekiranya kita sabar mendengarkan dan memahami orang lain. Orang sakit sembuh karena ada yang sabar merawat mereka. Anak-anak bertumbuh dewasa karena ada orang tua yang sabar membesarkan mereka. Para murid berhasil lulus karena ada guru yang sabar mengajar mereka.

.

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau telah begitu sabar kepada kami hingga kami tetap hidup dalam kasih-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 15 September 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 September 2023, Bacaan Injil Lukas 2:33-35 (atau Yoh. 19:25-27) (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ibr. 5:7-9; Mazmur: 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20: R: 17b; PEKAN BIASA XXIII; Pw SP Maria Berdukacita (P); 

Ketika Maria dan Yusuf mempersembahkan Anak Yesus di Bait Suci, mereka amat heran mendengar pernyataan Simeon tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan–dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 September 2023, Bacaan Injil

Ibu adalah orang yang paling memahami penderitaan anak-anaknya. Bunda Maria tidak terkecuali. Dukacita Bunda Maria dan Sang Putra bertemu di bawah salib. Bunda Maria adalah orang pertama yang merasakan penderitaan Putranya. la setia menemani Yesus dalam penderitaan. Bunda Maria adalah bunda kita juga. la tidak hanya menjadi teladan bagi kita untuk menemani sesama yang menderita, tetapi juga menemani kita dalam sakit dan sakratul maut. Itulah yang kita minta saat berdoa: Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 14 September 2023

Gereja pun demikian. Gereja adalah bunda kita yang setia mendampingi putra-putrinya yang menderita lewat pelayanan Sakramen Pengurapan Orang Sakit dan Sakramen Tobat. Gereja memedulikan kita. la menawarkan pelipur lara dan kesembuhan jiwa bagi kita. Marilah kita membuka diri pada kedua sakramen ini supaya kita dikuatkan dan disembuhkan.

Ketika kita sudah mendapatkan hiburan, kita dapat menguatkan yang lain. Kita dapat mengajak saudara-saudari kita menerima tawaran Bunda Gereja itu. Bahkan, ketika kita masih menderita, dapat menolong yang lain. Saat kita menolong orang lain, kita melupakan penderitaan kita. Sesaat, beban sakit kita berkurang, bahkan sukacita bertumbuh dalam diri kita.

.

Ya Tuhan, kuatkanlah kaum ibu yang mengalami gangguan kesehatan karena kehilangan anak-anak mereka. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page