Renungan Harian 14 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 14 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 3:13-17

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada Nikodemus yang datang kepada-Nya pada waktu malam, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sebingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini adalah hari Pesta Salib Suci. Berbicara tentang salib tentu tidak bisa dilepaskan dari Yesus Kristus yang disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita.

Dalam tradisi kuno, salib digunakan untuk menghukum orang-orang yang mempunyai kesalahan berat dan hukuman ini sangat menyakitkan baik secara fisik maupun psikis.

Yesus mengalami beratnya hukuman salib itu bukan karena la mempunyai kesalahan, tetapi karena cinta-Nya yang paling radikal untuk kita sehingga la rela menanggung kesalahan dan dosa kita.

Salib menjadi suci karena di atas salib itu tergantung Yesus, pribadi yang suci, yang rela mengurbankan jiwa dan raga-Nya untuk keselamatan kita.

Peristiwa salib itu juga membuat kita percaya bahwa la benar-benar wafat tetapi kemudian bangkit pada hari ketiga. la telah mampu mengalahkan maut dan maut tidak lagi berkuasa atas Dia dan atas orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Sebagai orang beriman, kita memandang dan merenungkan salib bersama dengan kebangkitan Kristus. Dengan demikian, jika kita kuat memanggul salib hidup kita, karena selalu bersama-sama dengan Kristus, maka kita juga akan mengalami kebangkitan seperti Dia.

Kita akan mampu bangkit dari keputusasaan, keterpurukan, dan kegagalan hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga dengan memandang dan merenungkan salib-Mu yang Suci, kami lebih bersemangat untuk mengejar kesucian dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian Senin 13 September 2021,Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian Senin 13 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk. 7:1-10

Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah la ke Kapernaum.  Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya.

Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya la datang dan menyembuhkan hambanya.

Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “la layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika la tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu.

Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, la heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, la berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”

Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari ini, kita diajak untuk belajar dari sosok seorang perwira yang hambanya sakit dan disembuhkan Yesus dari jarak jauh. Perwira itu seorang yang beriman dan imannya itulah yang membuat ia menjadi pribadi yang rendah hati.

Sebagai seorang perwira, ia orang yang cukup berada dan terpandang, bahkan memiliki anak buah yang selalu taat kepadanya. Tetapi, di hadapan Yesus ia menempatkan dirinya sebagai seorang hamba yang tidak layak untuk menerima Dia di rumahnya.

Jabatan, pangkat, gelar, dan kekayaan kadang membuat orang menjadi sombong dan memandang rendah orang lain. Orang-orang yang bersikap seperti itu lupa bahwa semua yang mereka miliki merupakan pemberian Tuhan.

Tanpa campur tangan dan kasih Tuhan, kita ini tidak memiliki apa-apa. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk meninggikan diri dan menyombongkan segala sesuatu yang kita punyai, karena di hadapan Allah, kita ini sama-sama miskin.

Dari sosok perwira itu, kita belajar untuk menjadi pribadi yang mudah bersyukur dan diharapkan selalu rendah hati serta peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Semakin banyak Tuhan memberikan kita berkat, kepercayaan dan tanggung jawab, maka hendaknya kita semakin rendah hati.

Allah Yang Mahabijaksana, semoga kami selalu bersyukur dan rendah hati serta saling memperhatikan satu sama lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Minggu 12 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Minggu 12 September 2021, Mrk. 8:27-35

Pada suatu harl, Yesus bersama-sama murid-murid-Nya pergi ke desa-desa di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan la bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis,ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

la bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari,

Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke Samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya la memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah lblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia
harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari ini, Petrus mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Benarlah apa yang dikatakan Petrus itu. Namun, gambaran Mesias dalam benak Petrus adalah Mesias sebagai raja dengan segala keagungan dan kekuasaan.

Gambaran Petrus tentang Mesias ini salah, karena Mesias yang adalah Yesus itu harus menanggung penderitaan dan mati dibunuh. Karena gambaran Petrus yang keliru itulah makanya Yesus memarahi dia.

Hari ini, kita diingatkan kembali soal konsekuensi menjadi murid Yesus. Menjadi murid Yesus tidak lantas hidup kita enak, makmur, dan tanpa masalah. Justru dengan menjadi murid-Nya kita harus berani dan siap untuk menghadapi tantangan dan mengalami kesulitan.

Tantangan dan kesulitan yang kita hadapi karena beriman kepada Kristus sudah sering kita dengar dan terjadi di mana-mana. Apakah kita lantas akan mundur? Tentu tidak.

Jika kita benar-benar percaya kepada Kristus, maka kita akan kuat menghadapi kesulitan, tantangan, dan penderitaan tersebut, bahkan kita akan mampu menjadi pemenang. Kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan di saat yang sama keluarga kita juga akan kuat di tengah terpaan badai masalah dan persoalan.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami semakin erat memeluk salib-Mu saat penderitaan dan kesulitan menghampiri hidup kami. Karena hanya Engkaulah satu-satunya Penyelamat kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Sabtu 11 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Sabtu 11 September 2021, Luk. 6:43-49

Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.

Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya-Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan-ia sama dengan seorang yang mendirıkan rumah:

Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Setiap orang pasti mempunyai daftar keturunan atau silsilah. Pada hari ini, kita diajak untuk menyadari kembali silsilah kita sebagai orang beriman.

Kita semua adalah anak-anak Allah dan kita diharapkan meneladan Allah kita itu. Dalam Injil dikatakan bahwa tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Allah kita adalah Allah Yang Mahabaik, penuh kasih, solider, pengampun, dan selalu mendengarkan keluhan serta harapan kita.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai anak-anak Allah menjadi orang-orang yang baik di tengah keluarga, di tempat kerja, di masyarakat, dan di mana pun kita berada.

Kita ingin kebaikan Allah itu mewujud dalam pola pikir, perilaku, mental, kerja, dan berbagai aktivitas hidup kita setiap hari.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk membuat hidup kita menjadi baik adalah selalu setia mendengarkan dan melaksanakan Firman Tuhan. Firman Tuhan itulah yang menjadi benteng dan arah hidup kita sehingga kita tidak memilih jalan yang salah.

Sebab, jalan yang salah tidak hanya akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak baik, tetapi juga akan membawa kita kepada kesesatan, kehancuran, dan kesengsaraan.

Allah Yang Mahamurah, semoga kami selalu setia untuk hidup dalam kebaikan dan kebenaran demi kemuliaan nama-Mu dan keselamatan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Jumat 10 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Jumat 10 September 2021, Luk. 6:39-42

Pada suatu ketika, Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Salah satu kecenderungan manusia adalah lebih mudah menemukan kejelekan dan kekurangan orang lain daripada melihat dan mencermati kelemahan dan keterbatasan yang ada dalam dirinya sendiri.

Tentu hal ini sangat tidak bijak karena kecenderungan itu akan membuat kita menjadi orang sombong, mudah menghakimi, merendahkan dan memojokkan orang lain.

Yesus mengajak kita untuk berani melihat diri sendiri dan menghilangkan hal-hal yang kurang baik dalam diri kita. Kita semua mempunyai balok dalam mata kita seperti kesombongan, dendam, iri hati, egois, merasa diri yang paling benar, suka memaksakan kehendak, berbohong dan masih banyak yang lain.

Balok-balok inilah yang membuat kita tidak bisa melihat kebaikan, kejujuran, keramahan, dan pengorbanan orang lain. Mari kita introspeksi diri secara jujur dan rutin dalam suasana doa, karena hal itu akan membuat kita mampu melihat diri kita secara jernih.

Berbagai kelebihan dan kebaikan yang ada dalam diri tetap kita jaga dan kembangkan, sementara kekurangan dan kesalahan kita perbaiki, serta hal-hal yang tidak baik kita buang jauh-jauh.

Bapa Yang Mahakudus, semoga kami selalu bercermin kepada-Mu sehingga kami mampu untuk terus mengambil balok-balok yang ada dalam diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Kamis 9 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Kamis 9 September 2021, Luk. 6:27-38

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab la baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasanya mengasihi orang yang telah berjasa atau pernah berbuat baik kepada kita. Namun, firman Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk berbuat lebih dari apa yang sudah biasa kita lakukan itu, yaitu kita mengasihi, membantu, dan berkorban untuk orang-orang yang pernah menyakiti hati kita.

Pasti sulit, tetapi kita harus memperjuangkannya karena begitulah menjadi seorang kristiani. Kita diajak untuk menghidupi kasih Allah sebagaimana kasih itu telah kita terima setiap saat.

Cinta kasih Allah itu berlaku untuk semua orang. Orang baik dan berdosa sama-sama menerima kasih Allah dan kasih Allah itu seperti matahari yang memancarkan sinarnya untuk semua orang tanpa membeda-bedakan.

Mengasihi orang yang tidak mengasihi kita, bisa kita mulai dengan mendoakan atau memaafkan segala kesalahan yang telah mereka lakukan untuk kita. Setelah itu, kita mulai menyapa dan memberi perhatian lainnya.

Allah Maharahim, penuhilah hati kami dengan kasih-Mu sehingga kami berani untuk mengasihi orang-orang yang membenci kami, Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Rabu 8 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Rabu 8 September 2021, Mat. 1:18-23 atau Mat. 1:1-16.18-23

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

la akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari ini, kita merayakan Kelahiran Santa Perawan Maria. Maria lahir dan bertumbuh bersama dengan orangtuanya, Yohakim dan Anna.

Maria perempuan yang sederhana dan mendapat pendidikan agama yang cukup baik, sehingga pada akhirnya ia dipilih oleh Allah untuk menjadi perantara datangnya Yesus Kristus ke dunia.

Pendidikan yang ia terima dalam keluarga telah membuat Maria menjadi pribadi yang penuh iman dan hal itu dibuktikan dengan ketaatannya terhadap kehendak Tuhan.

Meskipun kehendak Tuhan itu harus dihidupi dan diperjuangkan dengan sangat berat, ia tidak pernah berpaling dari Tuhan. Maria juga sangat beruntung mempunyai suami, yaitu Yusuf, pribadi yang juga taat pada Allah dan mencintai dia dalam segala situasi.

Pendidikan iman dan penanaman nilai-nilai kristianí kepada anak-anak merupakan hal yang sangat penting karena akan menjadi bekal bagi perjalanan hidup mereka.

Meskipun mereka pada akhirnya harus mandiri dan berpisah dari orangtua, mereka akan tetap mencintai imannya dan menjadi pribadi yang taat pada Tuhan seperti Maria.

Pada zaman ini, tatkala tantangan hidup semakin berat dan kompleks, hanya iman yang menjadi pegangan dan kekuatan.

Allah Yang Maharahim, semoga benih-benih iman yang telah kami terima sejak kecil, terus bertumbuh, berkembang, dan berbuah dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Selasa 7 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Selasa 7 September 2021, Luk. 6:12-19

Sekali peristiwa, Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang,

yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu la turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini

Yesus memanggil dan memilih dua belas rasul. Mereka inilah yang selalu menemani Yesus saat berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain.

Yang menarik dalam peristiwa ini adalah orang-orang yang dipilih oleh Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya berasal dari orang-orang sederhana dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Kita bisa membayangkan betapa sulitnya Yesus memimpin dan mengajar orang-orang yang demikian itu. Namun, kenyataanya Yesus mampu membuat mereka betah dan ke mana pun Yesus pergi mereka selalu ikut.

Yesus mampu merangkul para rasul itu dengan kasih yang tulus. Kasih yang diberikan Yesus kepada mereka tidak selalu pujian dan hal-hal yang menyenangkan hati mereka saja, tetapi juga Yesus memarahi dan mendidik mereka dengan keras. Meskipun begitu, mereka tidak ada yang sakit hati dan meninggalkan Dia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bertemu dengan teman, saudara, dan rekan kerja dengan karakter yang berbeda-beda dan kita diajak untuk bisa membangun relasi yang baik dengan mereka, Salah satu kuncinya adalah mengasihi dan menerima mereka apa adanya. Kalaupun harus berbeda pandangan atau harus tegas dengan mereka, landasilah semuanya itu dengan kasih.

Allah Yang Mahakasih, semoga kasih-Mu senantiasa hidup dalam diri kami, sehingga kami mampu mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kami dengan tulus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Senin 6 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Senin 6 September 2021, Luk 6:6-11

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau la menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka mendapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Tetapi la mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri.

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?

Sesudah itu la memandang keliling kepada mereka semua lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Renungan

Injil pada hari ini bercerita tentang Yesus yang menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Dalam tradisi Yahudi, pada hari Sabat orang hanya di rumah saja dan tidak boleh bekerja.

Oleh karena itu, di mata orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, tindakan Yesus itu salah, karena melanggar hukum Yahudi. Tetapi, Yesus mampu mempertanggungjawabkan tindakan-Nya itu dengan mengatakan bahwa berbuat baik dan menyelamatkan hidup orang lain jauh lebih penting dan berada di atas hukum dan peraturan apa pun.

Kita semua dianugerahi kebebasan untuk melakukan sesuatu yang kita mau. Namun, kita diajak untuk menggunakan kebebasan itu secara bijaksana dan mempertanggungjawabkannya seperti yang dilakukan Yesus.

Termasuk ketika kita berbeda pendapat dan pandangan dengan orang lain. Kita diharapkan tidak hanya asal berbeda tetapi perbedaan itu didasarkan pada alasan atau argumentasi yang masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Yesus juga mengingatkan kita agar kita berlaku bijak dalam menempatkan peraturan. Peraturan harusnya mendorong kita untuk semakin menusiawi dengan selalu mengedepankan tindakan kasih daripada hanya menaati peraturan tetapi hati nurani kita mati.

Allah Yang Mahaadil, semoga kami semakin bebas dan mau melakukan hal-hal yang baik bagi sesama, khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini Minggu 5 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Minggu 5 September 2021, Mrk 7:31-37

Sekali peristiwa, Yesus meninggalkan lagi daerah Tirus dan melalui Sidon pergi ke Danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya la meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, la memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu la meludah dan meraba lidah orang itu.

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!

Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.

Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “la menjadikan
segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Renungan

Pada hari Minggu ini, Injil Markus berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan orang tuli dan gagap. Peristiwa penyembuhan itu membuat orang semakin kagum dengan Yesus dan banyak pula di antara mereka yang mulai mau mendengarkan perkataan-Nya serta percaya kepada-Nya.

Bahkan, tidak sedikit orang yang terus mewartakan peristiwa penyembuhan itu kepada orang-orang yang tidak melihat langsung kejadian tersebut. Dalam kacamata iman, kita juga sering mengalami sakit tuli dan gagap rohani.

Dalam artian, kita sering tidak mendengarkan atau sengaja tidak mau mendengarkan suara Tuhan dan mewartakan Firman-Nya itu dalam perkataan serta tingkah laku hidup kita.

Pada hari Minggu Kitab Suci Nasional ini, kita diajak untuk semakin mencintai Kitab Suci dengan rajin membaca Firman Tuhan, meresapkan dalam hati, dan menerapkannya di tengah-tengah kehidupan keluarga, tempat kerja, komunitas, dan lingkungan kita.

Firman Tuhan merupakan cahaya terang dan petunjuk arah bagi perjalanan hidup kita di dunia ini. Jika kita mau mendengarkan, membaca, dan menaati sabda Tuhan, maka sudah dapat dipastikan bahwa hidup kita sedang berjalan di arah yang benar, yaitu arah yang akan membawa kita pada keselamatan.

Allah Yang Mahatahu, semoga kami selalu mau membaca, mendengarkan, dan melaksanakan Firman-Mu dalam kehidupan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

You cannot copy content of this page