Renungan Harian 24 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 24 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:19-22

Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada nmereka, “Kata orang banyak siapakah Aku ini?”

Mereka menjawab, “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Petrus menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Jawaban Simon Petrus itu paling tepat dibandingkan dengan jawaban dari murid-murid yang lain tentang jati diri Yesus.

Akan tetapi, Yesus melarang mereka untuk memberitahukan kepada banyak orang apa yang telah dikatakan oleh Petrus itu. Pengakuan Petrus tentang Yesus sebagai Mesias memang benar.

Namun, Petrus sendiri tidak siap untuk mengikuti Mesias yang harus menderita dan sengsara, bahkan wafat di salib. Kita tahu bahwa Petrus sebanyak tiga kali tidak mau mengakui bahwa ia murid Yesus.

Mengucapkan bahwa Yesus Tuhan dan mengakui semua karya-karya-Nya yang luar biasa itu mudah. Yang tidak adalah saat kita harus menanggung sengsara dan menderita seperti yang Yesus alami.

Beriman tidak cukup berhenti pada pengakuan dan pengetahuan saja tetapi juga harus sampai pada komitmen dan konsistensi kita dalam menjalankan ajaran Tuhan dengan segala konsekuensinya.

Menjadi murid Kristus tidak hanya berhenti pada kata-kata tetapi harus mewujud dalam tindakan-tindakan nyata, yang menggambarkan bahwa kita memang murid-murid Mesias, termasuk saat kita harus menderita karena percaya kepada Yesus.

.

Tuhan Yesus, semoga kami dapat menjadi murid-murid-Mu yang setiap saat menjalankan hal-hal yang baik dan benar serta kuat menghadapi berbagai kesulitan karena iman kami kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 23 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 23 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:7-9

Ketika Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Tindakan Yesus menyembuhkan orang dari berbagai penyakit dan membangkitkan orang mati, membuat Herodes cemas. Kecemasan itu muncul karena kehadiran Yesus menjadi ancaman bagi Herodes sebagai pemimpin di wilayah tersebut.

Ia khawatir jika banyak orang yang percaya kepada Yesus dan menjadi pengikut-Nya maka hal itu dapat membahayakan jabatan
serta kekuasaannya. Herodes takut banyak orang tidak lagi percaya dan mengakui kekuasaannya.

Jabatan dan kekuasaan menjadi dambaan sebagian orang. Meskipun banyak orang tidak mampu memegang jabatan dengan baik dan menggunakan kekuasaan sebagaimana mestinya, mereka tetap tidak mau melepaskannya, bahkan berusaha untuk mempertahankannya dengan cara apa pun seperti yang dilakukan Herodes.

Mereka lupa bahwa jabatan dan kekuasaan merupakan kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan untuk melayani dan mengabdi sesama.

Jabatan, wewenang, tanggung jawab, dan kekuasaan sekecil apa pun yang kita miliki, kita pandang sebagai cara Tuhan memakai kita untuk menjadi saluran berkat-Nya.

Semakin tinggi jabatan dan besar tanggung jawab kita, kita dituntut untuk semakin menunjukkan kebaikan Tuhan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang.

.

Allah Yang Mahamurah, semoga kami selalu rendah hati dalam menerima dan menjalankan segala kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 22 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 22 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:1-6

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.”

Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kedua belas murid diutus Yesus untuk menjalankan misi kemanusiaan, yaitu menyembuhkan orang dari berbagai penyakit dan membebaskan dari kuasa setan.

Setelah sekian lama para murid itu digembleng dengan berbagai pengajaran, Yesus akhirnya mengutus mereka untuk membantu karya pewartaan-Nya.

Dengan mengutus para murid untuk berwarta seperti itu, Yesus berharap, banyak orang menjadi percaya kepada Yesus dan mendapatkan keselamatan.

Kita juga mendapat tugas yang sama, yaitu diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan di tengah-tengah dunia. Iman yang kita pupuk dan terus kita kembangkan tidak hanya untuk kepentingan hidup kita sendiri, tetapi juga untuk membantu dan menyelamatkan orang lain.

Banyak orang-orang di sekitar kita yang sedang sakit dan tidak bisa ke mana-mana, atau teman kita yang sedang dirundung banyak masalah, mereka yang sedang dijauhi oleh orang-orang yang ada sekitarnya atau sedang menghadapi masalah rumah tangga, membutuhkan kehadiran kita.

Kepada mereka inilah kita diutus untuk ikut meringankan beban dan memberi kekuatan. Iman mendorong kita untuk melangkahkan kaki dan mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu bangga menjadi murid-murid-Mu dan mewartakan Engkau lewat tindakan-tindakan yang didasari oleh rasa belas kasih terhadap sesama. Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 21 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 21 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 9:9-13

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Matius sebagai rasul dan penulis Injil yang kita peringati pada hari ini berasal dari kalangan pemungut cukai. Pekerjaan sebagai pemungut cukai pada waktu itu sangat tidak terhormat.

Meskipun begitu, Yesus memanggil Matius untuk menjadi salah satu rasul-Nya, bahkan la pernah makan di rumahnya. Yesus ingin membuat Matius bertobat dan mengikuti Dia seperti rasul-rasul yang lain.

Rencana Yesus ini berhasil, bahkan Matius mampu mendokumentasikan kisah dan perjalanan Yesus dalam satu buku, yaitu Injil Matius. 

Kita juga tidak berbeda dengan Matius. Kita juga orang-orang berdosa yang dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan diselamatkan tidak lupa untuk mewartakan Kristus dalam kehidupan kita.

Matius mewartakan Kristus dengan tulisan-tulisannya, kita dapat mewartakan Kristus dengan berbagai macam cara, seperti melalui perkataan dan tindakan kita di rumah,

tanggung jawab dan pengabdian kita di tempat kerja atau keramahan kita dalam pergaulan sehari-hari dengan teman dan tetangga di sekitar kita.

Dengan pewartaan ini, kasih Kristus akan semakin dirasakan oleh banyak orang. 

.

Allah Yang Maharahim, semoga kami selalu terdorong untuk mewartakan kebaikan dan kebesaran-Mu lewat kesaksian hidup kami sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 20 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 20 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 8:16-18

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini Yesus mengajak kita untuk menjadi pelita yang diletakkan di atas kaki dian sehingga pelita itu dapat menerangi seluruh ruangan.

Agar kita bisa menjadi pelita yang terus menyala dalam kehidupan ini, bahkan tidak akan mati jika ada angin, kita harus selalu
bersatu dengan Allah sebagai sumber terang hidup kita.

Yesus sebagai Allah yang hidup dan hadir di tengah-tengah kita telah mengungkapkan dan memerintahkan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi terang.

Bahkan, la juga telah memberi teladan tentang kasih dan pengorbanan-Nya kepada kita, supaya kita tetap hidup dan selamat.

Agar kita bisa menjadi pelita, hendaknya setiap hari diri kita diisi dengan kasih, kemurahan hati, pengampunan, kepercayaan, pengorbanan, dan keteguhan hati sebagaimana telah dicontohkan oleh Yesus sendiri.

Kebahagiaan kita sebagai murid Kristus adalah ketika kita benar-benar dapat menunjukkan jalan yang benar kepada orang lain, membawa teman keluar dari kegelapan, menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat kita, dan membangun budaya terbuka dan jujur di tengah keluarga dan masyarakat kita.

.

Allah Yang Mahabaik, semoga api kasih-Mu terus menyala dalam diri kami sehingga kami tetap mamnpu untuk menjadi pelita bagi sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 19 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 19 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 9:30-37

Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia dan murid-murid-Nya melintasi Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang,
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya.

Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit. “

Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum.

Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu.

Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk belajar dari anak kecil. Biasanya anak kecil yang harus belajar, nurut, dan mencontoh orangtua, namun menurut Yesus tidak demikian.

Yesus melihat bahwa dalam diri anak kecil ada kepolosan dan ketaatan yang harus dicontoh oleh para murid-Nya. Kita juga diharapkan oleh Yesus untuk menjadi pribadi yang jujur, sederhana, dan selalu patuh menjalankan kehendak Tuhan dalam hidup harian kita.

Orang-orang dengan karakter seperti anak kecillah yang berkenan di mata Tuhan. Sudah saatnya kita menanggalkan topeng-topeng kemunafikan yang sering kita pakai untuk mendapatkan penghargaan dan pujian dari orang lain.

Kita hidup bukan untuk mengejar gengsi dan pujian melainkan kita mencari dan mengupayakan kebahagiaan sejati.

Mari kita seperti anak-anak kecil itu yang selalu bahagia, gembira, ceria, dan riang karena hidup kita selalu benar, baik, jujur, dan selalu berada di jalan Tuhan.

Anak-anak kita yang ada di rumah atau anak kecil lainnya yang ada di sekolah, gereja, dan lingkungan kita tempatkan sebagai cerman hidup kita.

Mereka itulah guru kehidupan kita dalam hal kejujuran, kepolosan, dan kepatuhan.

 

Allah Yang Mahatahu, kami bersyukur atas pengajaran-Mu pada hari ini. Semoga kami tetap bersemnangat untuk menjadi pribadi yang jujur dan patuh. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 18 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 18 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 8:4-15

Banyak orang berbondong-bondong datang dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka, Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya,apa maksud perumpamaan itu. Lalu la menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah,

tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian
datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, Yesus mengajar dengan perumpamaan tentang seorang penabur, di mana benih yang ditabur menggambarkan Firman Tuhan dan tanah menggambarkan kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Kita semua ingin menjadi tanah yang subur sehingga Firman Tuhan itu dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berbuah. Meskipun kita juga sadar bahwa tidak jarang kita menjadi tanah yang kering dan penuh dengan bebatuan.

Bagaimana agar kita bisa menjadi tanah yang subur? Kita diajak untuk mendengarkan, meresapkan, dan melaksanakan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan itu hidup dalam perkataan dan tindakan kita saat di rumah, di tempat kerja, di gereja, di lingkungan, dan di masyarakat. Tentu dalam menjalankan Firman Tuhan itu kita akan menghadapi godaan, tantangan, kesulitan, cibiran, dan dijauhi banyak orang.

Namun, kita harus tetap bertahan karena dalam kondisi seperti itulah kesetiaan, komitmen, dan konsistensi kita sebagai anak-anak Allah
diuji dan kita harus lulus. Allah senantiasa membantu kita.

 

Allah Maharahim, semoga kami selalu membuka hati untuk menerima Firman-Mu dan menghidupinya dalam hidup sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 17 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 17 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 8:1-3

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit,

yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain.

Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Yesus dan para rasul dilayani oleh para perempuan. Para perempuan itu adalah orang-orang yang pernah ditolong dan disembuhkan oleh Yesus dari berbagai penyakit.

Mereka telah menerima dan merasakan kasih Tuhan yang membebaskan dan menyelamatkan. Dengan melayani Yesus, mereka bisa dekat dengan Yesus dan ikut mendengarkan pengajaran-Nya serta merasakan kasih-Nya.

Akhirnya, mereka benar-benar menemukan hidup yang baru bersama Yesus dan para rasul-Nya. Setiap saat, kita juga menerima dan merasakan kasih Tuhan lewat orang-orang yang ada di sekitar kita.

Kasih Tuhan yang menyembuhkan, menguatkan, menghibur, membebaskan, dan memberi pengharapan itu sudah selayaknya membuat kita semakin “jatuh cinta” kepada Tuhan dan ingin tetap bersama-sama dengan Dia dalam segala situasi.

Semakin kita merasakan campur tangan Tuhan dalam hidup kita, harusnya kita semakin beriman dan terus bertumbuh sebagai anak-anak Tuhan.

Berbagai berkat yang kita terima itu, jangan sampai justru membuat kita menjadi lupa diri, jauh dari Tuhan dan sesama. Para perempuan yang melayani Yesus itu telah mengajarkan kita bagaimana kita harus bersyukur atas kebaikan Tuhan.

Allah Yang Mahabaik, kebaikan-Mu tiada henti mengalir dalam hidup kami. Semoga kami dapat membalas kebaikan-Mu itu dengan melayani sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 16 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 16 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 7:36-50

Pada suatu ketika, seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa.

Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika la ini nabi, tentu la tahu, siapakah dan
orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu la tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”

“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.

Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”

Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya “Betul pendapatmu itu.” Dan sambil berpaling kepada perempuan itu,

la berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini?

Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.” (Bacaan selengkapnya
lih. Alkitab atau “Misale Romawi Indonesia:Buku Bacaan II”, hlm. 1170-1171)

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Lukas mengisahkan tentang perempuan berdosa yang membasuh kaki Yesus dengan air matanya dan meminyaki-Nya dengan minyak wangi. Perempuan itu berbuat demikian karena ia sadar bahwa dirinya telah berbuat deosa.

Sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosanya maka ia melakukan hal tersebut. Akhirnya, Yesus pun mengampuni dosa perempuan itu.
Kita semua adalah orang-orang berdosa, bahkan mungkin setiap hari kita berbuat dosa.

Meskipun begitu, Tuhan tetap mengasihi kita dengan berbagai macam cara. Kasih Tuhan yang kita terima itu sebenarnya sebuah ajakan agar kita juga mau berbagi kasih untuk orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang sangat membutuhkan bantuan.

Pertobatan tidak cukup hanya berhenti pada penyesalan saja, tetapi harus ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan kasih yang lebih nyata seperti perempuan berdosa itu.

Dan, akhirnya Yesus bersabda, “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih.”

Allah Yang Maharahim, ampunilah dosa-dosa kami dan semoga kami semakin mampu mengamalkan kasih di tengah keluarga dan lingkungan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 15 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 15 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 19:25-27 atau Luk 2:33-35

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu, Yesus dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah la kepada ibu-Nya:

“Ibu, inilah, anakmu!”

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya:

“Inilah ibumu!”

Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bagi seorang ibu, anak adalah segala-galanya. la akan selalu menjaga dan rela berkorban apa saja demi kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan anaknya tersebut.

Seorang ibu pasti akan amat sedih jika melihat anaknya sakit, gagal, atau hidupnya tidak bahagia. Pada hari ini, kita memperingati Santa Perawan Maria Berdukacita.

Maria berdukacita karena harus menyaksikan anaknya yang tunggal, yaitu Yesus, menderita dan wafat di atas kayu salib. Hati Maria benar-benar hancur dan ia mengalami kedukaan yang amat dalam.

Namun, di balik dukacitanya yang amat dalam, Maria memiliki ketegaran hati yang luar biasa. Dengan hati yang remuk redam ia tetap mampu menemani Yesus memanggul salib sampai la tergantung di salib.

Kesedihannya tidak membuat dirinya lemah karena ia memiliki iman yang kuat. Semenjak ia menyatakan kesanggupannya untuk menjadí ibu Yesus, ia selalu patuh dan taat pada Allah, itulah kekuatan Maria.

Mari kita belajar dari Maria. la mengajarkan kita bahwa bila suatu saat kita mengalami kesedihan, kita tidak lagi menyalahkan orang lain, berpikiran pendek, atau mencari pelarian yang tidak benar.

Kita diajak semakin dekat dan erat bersama Tuhan karena hanya Tuhan-lah sumber penghiburan dan kekuatan kita.

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami selalu Engkau kuatkan tatkala kami mengalami kedukaan dan kesedihan yang membuat kami putus asa dan kehilangan harapan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

You cannot copy content of this page