Renungan Harian 4 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 4 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 10:25-37

Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?”

Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Setiap hari, tidak sulit kita menjumpai orang yang terluka, orang yang susah, orang yang sakit, orang yang stres, dan orang yang membutuhkan pertolongan.

Tetapi, apakah kita bisa menolong seperti orang Samaria yang baik hati? Sangat jelas dalam Injil, Yesus ingin mengkritik orang-orang yang merasa sok suci, yaitu para imam, kaum Lewi, orang Farisi, dan ahli Taurat yang merasa saleh dan suci,

tetapi sayangnya ketika ada orang yang terkapar di pinggir jalan, mereka tidak mau menolong. Justru yang tulus hati menolong adalah orang yang dianggap kafir, yaitu orang Samaria.

Dasar kisah ini adalah pertanyaan: Siapa yang masuk surga? Yesus pun mengungkap perumpamaan ataupun kisah ini. Mungkin banyak orang berpikir bahwa yang masuk surga itu yang tekun menjalankan ibadah dengan tertib.

Namun, ternyata Yesus menegaskan bahwa yang masuk surga adalah mereka yang punya kasih, mereka yang punya cinta dan bela rasa kepada mereka yang membutuhkan. Kita diundang untuk menjadi orang Samaria zaman now. 

.

Ya Tuhan, semoga kami mampu berbela rasa dengan sesama yang menderita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 3 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 3 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 10:2-16

Sekali peristiwa, datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya kepada-Nya, “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan istrinya?”

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: Apa perintah Musa kepada kamu?” Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,

sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Siapa saja menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.

Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya la menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa saja tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak
akan masuk ke dalamnya.”

Lalu, Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kebahagiaan dalam keluarga. Injil pada hari ini memberikan pesan yang sangat kuat tentang keluarga, yaitu terkait relasi suami dengan istrinya atau sebaliknya dan relasi orangtua dengan anak anak.

Orang Farisi bertanya kepada Yesus, “Apakah boleh menceraikan istri?” Karena, menurut hukum Taurat, perceraian dilarang kecuali karena zina. Tetapi, Yesus mengetahui isi hati mereka karena mereka ingin mencobai-Nya saja.

Maka, Yesus menegaskan, “Karena kedegilan hatimu kamu berbuat demikian!” Yesus mengingatkan bahwa ternyata lelaki dan perempuan memang disatukan sehingga menjadi satu daging dan tidak terceraikan.

Berdasarkan statistik sebuah lembaga, perceraian itu paling banyak di usia pernikahan 6 sampai 15 tahun. Ketika usia perkawinan 0 sampai 5 tahun, semuanya masih hangat masih romantis, masih sayang- sayangan,

tetapi kalau sampai 15 tahun mulai muncul godaan, mulai bosan, mulai mudah salah paham, gampang tersinggung, tekanan hidup makin kuat, tidak lagi seromantis di awal pernikahan, jarang berpelukan.

Ikatan perkawinan dalam Gereja Katolik sangat jelas cirinya: indissolubilitas dan monogami, artinya tidak bisa terpisahkan oleh apa pun kecuali oleh kematian dan juga 1 (satu) orang, ya Cintanya dengan 1 (satu) orang.

Tidak bisa dia berpoligami atau punya banyak pasangan. Mari kita berjuang merawat kesetiaan hubungan dalam keluarga kita masing-masing seraya mendoakan keluarga-keluarga yang mengalami masalah.

.

Ya Allah, semoga keluarga kami selalu menjadi keluarga Katolik yang taat pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 2 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 2 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 18:1-5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka, Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan siapa saja merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan siapa saja menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Malaikat pelindung selalu ada untuk kita. Hari ini, kita memperingati Para Malaikat Pelindung. Janganlah menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini, karena aku berkata ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga!”

Mengapa anak kecil selalu dekat dengan surga? Jawabannya adalah karena mereka masih belum tercemar oleh dosa. Pertanyaan lebih lanjut adalah ‘Siapa yang mencemarkan?’

Kehidupan setelah kita masuk masa dewasa memiliki tantangan dan godaannya sendiri dan itulah yang kerap membuat kita tercemar.

Melalui peringatan Para Malaikat Pelindung pada hari ini, kita diyakinkan bahwa setiap kita, bukan cuma anak-anak kecil, punya Malaikat Pelindung yang selalu menjaga dan melindungi kita.

Siapakah lawan dari Malaikat Pelindung kita? Lawan dari Malaikat Pelindung kita adalah dunia yang memang suka menyesatkan kita. Bahkan, dalam Injil pada hari ini jelas dikatakan bahwa “tangan dan kakimu pun bisa menyesatkan engkau!” Mata kita pun bisa menyesatkan kita maka kita disuruh mencungkil.

Maka, kita diajak untuk hati-hati menggunakan semua organ tubuh yang ada di dalam diri kita supaya kita tidak tersesat dan melakukan dosa.

Malaikat selalu memberikan kebenaran kepada kita dan mewanti-wanti kita: yang ini salah, yang ini benar, yang ini tidak boleh dilakukan, yang ini harus dilakukan.

Tetapi, kita sering mengabaikan suara hati kita. Mari kita berefleksi tentang godaan-godaan dalam hidup kita dan menyadari bagaimana Malaikat Pelindung selalu menjaga kita.

.

Ya Allah, Engkau selalu mengutus para malaikat-Mu untuk menjaga dan menuntun kami. Semoga kami selalu mau dituntun oleh Malaikat Pelindung kami masing-masing.Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 1 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 1 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 18:1-5

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan siapa saja merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan siapa saja menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Jadilah seperti anak-anak! Hari ini kita merayakan Pesta St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Injil mengajarkan bahwa kalau kita tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kita tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga.

Semakin tua umur kita, kalau kita mau jujur, dosa kita juga makin bertambah. Usia kita berbanding lurus dengan jumlah dosa maupun kualitas dosa kita.

Kita semakin tidak jujur dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan Tuhan.

Dalam Injil pada hari ini, Yesus mengajarkan kita untuk menjadi seperti anak kecil. Konsekuensi dari ajaran tersebut adalah kita bertobat dan mulai membersihkan diri.

Ada perbedaan antara sikap batin seorang anak kecil bertobat dengan sikap orang dewasa bertobat. Ketika anak kecil bertobat, dia mau masuk ke ruang pengakuan dosa itu dengan deg-degan, ragu-ragu, dan takut-takut.

Tetapi, ketika dia selesai dari ruang pengakuan dosa, dia langsung merasa lega dan gembira serta berujar, “Yes!”

Sedangkan, orang dewasa kadang kala ketika keluar dari ruang pengakuan dosa kurang terlalu gembira padahal seharusnya pertobatan itu membawa kegembiraan seperti anak-anak kecil.

Mari kita bertobat dan mengembalikan kesucian kita seperti pada awal kita diciptakan oleh Tuhan.

.

Allah Yang Maharahim, kami sering kali tidak jujur dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan Engkau. Semoga mata hati kami Kau celikkan agar kami menjadi seperti anak kecil yang selalu jujur dan polos. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 30 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 30 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 10:1-12

Pada waktu itu, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid. la mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya.

Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.

Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Para murid Yesus tidak hanya diberi tugas untuk mengikuti Yesus ke mana pun Dia pergi. Mereka juga diutus untuk ikut mewartakan Injil. Pada hari ini, Yesus mengutus para muridnya berdua-dua untuk berwarta dari satu kota ke kota yang lain.

Yang menarik, sebelum mereka berangkat, Yesus berkata bahwa Ia mengutus mereka seperti anak domba di tengah serigala. Artinya, para murid itu akan menghadapi aneka macam bahaya dan mereka harus siap untuk menghadapinya.

Dalam perutusan itu, para murid tidak boleh membawa bekal apa-apa. Mereka harus mempunyai keberanian, hati yang tabah, pikiran yang kreatif, dan selalu yakin bahwa Allah menyertai mereka.

Kita juga diharapkan seperti para murid itu, yaitu menjadi pribadi yang percaya akan penyertaan Tuhan, memberdayakan diri sehingga cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dalam menghadapi situasi-situasi sulit, tidak mudan menyerah, dan tetap berpikiran jernih.

Dengan demikian, kita selalu menemukan cara yang tepat dalam menghadapi banyak tantangan. Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Ia selaiu bersama-sama dengan kita dan pertolongan- Nya selalu tepat pada waktunya.

.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami menjadi murid-murid-Mu yang tangguh dan kreatif dalam menjalankan tugas perutusan yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 29 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 29 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 1:47-51

Pada waktu itu, Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”

Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya?

Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari ini, Gereja merayakan Pesta Malaikat Agung, yaitu Mikhael, Gabriel, dan Rafael. Ketiga malaikat itu disebut agung karena peran besar mereka dalam karya penyelamatan Allah.

Mikhael diutus Allah untuk memimpin bala tentara malaikat mengalahkan setan dan para malaikat lainnya yang melawan Allah. Gabriel diutus untuk mewartakan Kabar Gembira kepada manusia dan menyampaikan kabar gembira kepada Maria sebagai Bunda Yesus.

Rafael diutus oleh Allah untuk menyembuhkan manusia dari berbagai penyakit dan membebaskan dari perhambaan setan. Kita semua juga diutus oleh Allah dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Kita bisa meneladan para malaikat agung itu yang memiliki kepatuhan dan ketaatan yang penuh terhadap Allah. Atau kita juga bisa mencontoh Nathanael yang disebut oleh Yesus dalam Injil hari ini sebagai orang Israel sejati karena tidak ada kepalsuan dalam dirinya.

Ketika kita mempunyai ketekunan, kesetiaan, kataatan, dan kejujuran dalam bekerja, belajar dan dalam hal apa pun, maka kita akan mengalami kesuksesan, kegembiraan, dan tetap kuat menghadapi berbagai kesulitan yang datang sering tidak terduga.

.

Allah Yang Maharahim, semoga Engkau selalu menyertai tiap langkah hidup kami. Kami menyadari banyak sekali kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 28 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 28 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:51-56

Ketika hampir genap waktunya naik ke sorga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia.

Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam Injil hari ini, Yesus ingin masuk ke daerah Samaria, tetapi la ditolak oleh orang-orang yang ada di sana. Melihat kejadian itu, para murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes tidak terima dan tampak kesal.

Maka, mereka ingin agar orang-orang Samaria itu sengsara, bahkan binasa. Namun, Yesus menegur mereka karena apa yang mereka pikirkan itu tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Yesus.

Yakobus dan Yohanes mungkin juga menjadi gambaran diri kita. Jika ada orang yang membuat hati kita kesal dan marah, secara spontan kita juga ingin membalasnya dengan hal yang sama.

Sakit hati dibalas dengan sakit hati, amarah dibalas dengan amarah. Tentu hal ini tidak sesuai dengan ajaran Yesus yang mengajak kita untuk mendoakan, mengampuni, dan melakukan hal-hal yang baik kepada orang-orang yang telah membuat hati kita hancur dan hidup kita menderita.

Membalas kejahatan dengan kebaikan bukanlah hal yang mudah, tetapi itulah yang harus kita lakukan sebagai murid Yesus. Justru itulah kekhasan dan kelebihan kita sebagai orang-orang Katolik dan kita harus bangga dengan ajaran Yesus itu.

Hidup kita yang baik tidak hanya ditujukan untuk orang-orang baik saja, tetapi juga untuk orang-orang yang pernah tidak baik dengan kita.

.

Allah Yang Mahabaik, semoga kami semakin berani untuk menerima orang-orang yang telah menyakiti hidup kami sebagai saudara dan sahabat kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 27 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 27 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:46-50

Sekali peristiwa, timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.

Karena itu la mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku.

Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Yesus berkata kepadanya: Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Setiap orang berhak mempunyai cita-cita yang tinggi, termasuk menjadi orang besar. Gambaran orang besar biasanya mengarah pada seseorang pemimpin, dengan segala kekuasaan dan wewenangnya, mempunyai banyak anak buah, selalu dihormati dan dilayani.

Itulah gambaran orang besar di dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari ini, Yesus memberi gambaran lain soal menjadi orang besar dan yang digambarkan-Nya itu persis terbalik 180 derajat dengan gambaran orang besar sebagaimana tertulis di atas.

Menurut Yesus, jika seseorang ingin menjadi besar, maka orang itu harus melayani bukan dilayani, menghargai bukan dihargai, menghormati bukan dihormati, mau diperintah dan tidak memerintah.

Di hadapan Allah, orang menjadi besar bukan karena pangkat, jabatan, dan kuasanya melainkan karena hatinya yang penuh kasih, pribadinya yang selalu peka dan peduli dengan sesama, sifatnya yang tegas dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan kebaikan.

Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi orang besar tidak hanya di hadapan manusia, tetapi juga terutama di hadapan Tuhan, di dalam keluarga, Gereja, masyarakat, pemerintahan, maupun di tempat kita bekerja.

Kita kembangkan dan pupuk terus kerendahan hati dan kerelaan untuk melayani sesama dengan sukacita.

.

Allah Yang Mahabesar, semoga kami semakin rendah hati agar hidup kami semakin berkenan dan berharga di hadapan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 26 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 26 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 9:38-43.45.47-48

Pada suatu hari, Yohanes berkata kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

“Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.

Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.

Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan.

Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari Minggu ini, Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang dapat memberikan kegembiraan, penghiburan, kekuatan, kebaikan, dan pelayanan kepada orang lain yang ada di sekitar kita, atau mereka yang betul-betul membutuhkan pertolongan kita.

Kadang kala, kita tidak mudah untuk melakukan hal-hal itu karena dalam diri kita masih ada egoisme yang cukup besar, pelit, serakah, dan tidak peduli dengan sesama.

Sebagai murid Kristus, kita diminta untuk bisa mengalahkan diri kita. Artinya, kita juga harus tegas dan tidak kompromi terhadap watak, sitat, dan kebiasaan kita yang kurang baik dan karenanya kita menjadi tidak bisa berbagi kebaikan kepada orang lain.

Jika selama ini kita lebih mudah untuk mengatakan “tidak dan jangan kepada rang lain, sekarang kita juga harus menggunakan kata-kata itu untuk menghentikan kecenderungan, keinginan, dan niat buruk dalam diri kita yang akan membawa kita pada kesengsaraan.

Jika kita dapat menggunakan mata, tangan, kaki, mulut, dan segala anugerah Tuhan yang ada dalam diri kita secara bijaksana untuk menghasilkan hal-hal yang baik dan membantu untuk orang lain, maka itulah kebahagiaan hidup kita.

.

Bapa Yang Mahakasih, semoga kami mampu memaksakan diri kami untuk selalu patuh terhadap segala perintah-Mu dan mengikuti jalan yang telah Engkau tetapkan.Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Harian 25 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 25 September 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 9:43b-45

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Yesus, untuk yang kedua kalinya, memberitahukan penderitaan yang harus ditanggung-Nya. Dengan mengulang sebanyak dua kali, Yesus bermaksud agar para murid-Nya segera memahami bahwa Ia sebagai Mesias memang harus menderita.

Pada waktu itu, Yesus masih dipandang sebagai Mesias yang akan selalu menang dan tidak akan menderita. Kita juga mungkin seperti para murid itu.

Meskipun Yesus sudah berulang kali mengatakan kepada kita bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23), tetapi hati kita belum siap juga untuk menerima dan bertahan dalam penderitaan karena iman kita.

Bahkan, kita mungkin cenderung menghindari penderitaan dan mencari aman. Menjadi murid Yesus yang sejati pada zaman sekarang ini memang sangat tidak mudah.

Apakah kita akan mundur? Tentu tidak. Tuhan menciptakan kita dengan berbagai perlengkapan yang membuat kita bisa hidup dan kuat saat menghadapi kesulitan, seperti pikiran, hati nurani, kebebasan, dan iman.

Imanlah yang selalu membuat kita tidak kehabisan energi. Kita berdayakan berbagai anugerah Tuhan itu agar lebih kuat mengikuti Kristus dan ikut memanggul salib-Nya. 

.

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami selalu bersyukur atas semua pemberian-Mu dalam diri kami dan mampukan kami untuk menggunakannya sebagai kekuatan dalam mengikuti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

You cannot copy content of this page