Renungan Harian 14 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 14 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:47-54

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, “Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyang-mu telah membunuh mereka.

Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.

Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,

supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah.

Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan;

kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.

Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita mendengar kalimat yang keras dalam Injil pada hari ini. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan tetapi kamu sendiri tidak masuk ke dalamnya dan orang yang berusaha masuk ke dalam kamu halang-halangi!” Apa arti kalimat ini?

Orang Farisi dan ahli Taurat itu orang-orang pandai, mereka adalah kaum cendekiawan yang menguasai berbagai ilmu termasuk ilmu agama. Yesus mengkritik sikap hidup mereka, yang tidak menjalankan apa yang mereka ketahui.

Lebih parah lagi, ketika orang lain ingin masuk justru mereka menghalang-halangi. Apa yang bisa kita renungkan dari sikap seperti ini?

Hidup kita dipenuhi dengan berbagai misteri dan kita diberi rahmat oleh Tuhan untuk melihat bahwa kebenaran itu sudah diajarkan entah oleh guru, entah orangtua kita, atau oleh pemuka agama.

Tinggal bagaimana kita melaksanakannya. Yang sulit adalah bagaimana sesuatu yang teoretis benar-benar terwujud. Kita
harus mampu menjadi motor penggerak untuk melaksanakan kebenaran-kebenaran itu.

Bukan malah menyesatkan orang dengan pengetahuan-pengetahuan kita.

.

Tuhan Yesus, mampukan kami untuk menggunakan pengetahuan yang kami miliki demi kebaikan bersama, bukan untuk menyesatkan dan membinasakan orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 13 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 13 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:42-46

Sekali peristiwa, Yesus bersabda, “Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.

Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.

Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”

Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Suatu ketika, ada seorang peneliti dari Swiss yang ingin melakukan riset tentang karakter dasar orang Indonesia. Mengapa orang Swiss ini tertarik? Dia kagum dengan orang ndonesia.

Indonesia terbentang dari ujung timur sampai ujung barat dan memiliki 17.000 lebih pulau. Suku bangsanya banyak, budayanya banyak, bahasanya banyak, dan karakter orangnya pun berbeda-beda.

Berbeda dengan karakter orang Eropa. Satu negara Eropa, biasanya hanya memiliki satu karakter karena negara di Eropa biasanya kecil, tidak terlalu luas.

Maka, sosiolog ini tertarik meneliti apa yang sebetulnya menjadi ciri khas orang Indonesia?

Dia sudah berkeliling dari Papua sampai ke ujung barat. Dari penelitiannya menemukan bahwa orang Indonesia yang cukup banyak ditemui di seluruh daerah adalah hipokrit.

Hipokrit itu menurut pemahamannya adalah apa yang dikatakan di depan belum tentu yang sebenarnya ada di dalam hati. Orang Indonesia tidak berani terus terang mengatakan sesuatu.

Hipokrit kerap dikaitkan dengan sikap sopan santun. Akan tetapi ketika hipokrit sudah masuk ke perkara moral, seperti orang Farisi dan ahli Taurat, akan sangat berbahaya secara rohani.

Hipokrit yang dimiliki oleh orang Farisi dan ahli Taurat adalah mereka suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadah, suka menerima penghormatan, tetapi apa yang mereka lakukan justru meletakkan beban yang sangat berat pada orang lain.

Sejauh mana kita punya benih-benih sikap seperti orang Farisi dan ahli Taurat? Jangan sampai kita malah hidup jauh dari kebenaran Tuhan.

.

Tuhan Yesus, Engkau sangat membenci sikap munafik. Tuntunlah kami agar jauh dari sikap munafik dan menilai orang lain lebih buruk dari diri sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 12 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 12 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:37-41

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka, masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.

Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan,

tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?

Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, kita mendengar kisah bagaimana Yesus berhadapan dengan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus dikritik oleh orang Farisi dan ahli Taurat karena murid-murid-Nya tidak melakukan sebuah kebiasaan yang lazim pada zaman itu, yaitu mencuci tangan sebelum makan.

Sebetulnya kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan oleh orang Farisi dan ahli Taurat benar dan wajar, kalau mau makan harus cuci tangan. Ini juga nasihat dari orangtua kita zaman dahulu bahkan lebih relevan lagi pada zaman pandemi Covid-19.

Cuci tangan, pakai hand sanitizer adalah suatu kewajiban.

Artinya, apa yang dikatakan oleh orang Farisi dan ahli Taurat adalah sesuatu yang manusiawi dan normal. Akan tetapi, mengapa Yesus bersikap keras terhadap orang Farisi dan ahli Taurat?

Yesus melihat lebih jauh dan lebih dalam. Bukan sekadar soal cuci tangan, melainkan Yesus mengkritik sikap hati dan juga apa yang ada di dalam batin orang Farisi dan ahli Taurat.

Mereka sangat suka menekankan pada sesuatu yang lahiriah, sesuatu yang dangkal dan mementingkan aspek luaran, dan mereka lupa pada aspek yang terdalam.

Yesus mengatakan: “Kamu membersihkan bagian luar dari cawan, tetapi bagian dalam penuh rampasan dan kejahatan. Orang Farisi dan ahli Taurat diajar oleh Tuhan Yesus bahwa dalam kehidupan rohani kita tidak sekadar ingin kelihatan dari luar dilihat baik, saleh dan memenuhi semua kewajiban hukum atau aturan agama.

Tetapi yang dikehendaki adalah semua itu harus mengalir dari hati di mana orang harus benar-benar memiliki kesalehan sejati.

.

Tuhan Yesus, tegurlah kami bila kami berlaku munafik dan hanya ingin dipuji, semoga kami sungguh-sungguh menyadari kerapuhan insani kami sehingga kami berlaku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 11 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 11 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:29-32

Sekali peristiwa, Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka.

Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo!

Pada waktu penghakiman, orang- orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Meminta tanda dan bertobat. Dalam Injil pada hari ini kata kuncinya adalah soal tanda dan pertobatan. Yesus ditanya oleh orang banyak: “Apa tanda-tanda yang bisa Kau berikan bahwa Engkau adalah Mesias?”

Lalu, Yesus dengan tegas mengungkap bahwa angkatan ini adalah angkatan yang jahat, mereka menghendaki tanda, yang ada di sini itu sudah lebih besar daripada tanda Nabi Yunus!

Kecenderungan manusiawi kita adalah selalu ingin mencari tanda. Kita selalu minta tanda. Tetapi apakah memang tanda-tanda dari Tuhan itu sifatnya fisik, material, kasat mata, dan bisa dibuktikan secara empiris.

Bisa dibilang sangat jarang kita mendapatkan tanda seperti Rasul Paulus yang mendapatkan sinar cahaya dari Tuhan lalu dia harus menemui Ananias dan setelah disembuhkan dia menjadi pengikut Yesus.

Banyak dari kita yang tidak mengalami seperti Paulus. Kita harus menemukannya sendiri dan kita harus membaca tanda-tanda dari Tuhan. Lagi pula iman kita tidak didasarkan pada bukti dan tanda lahiriah semata.

Iman itu justru adalah tanggapan dari manusia untuk percaya pada Allah. Bagi kita, orang kristiani, Yesus Kristus adalah tanda nyata kehadiran Allah. la menyertai kita setiap hari, bahkan kita selalu menyantap Tubuh dan Darah-Nya dalam Ekaristis Kudus.

Dengan demikian, seharusnya kita tidak mencari tanda lain dan ragu akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Dari pihak kita diminta untuk percaya kepada Tuhan dan bertobat.

.

Tuhan Yesus Kristus, kami sungguh percaya bahwa Engkau adalah Putra Tunggal Bapa yang datang untuk menyelamatkan kami. Ke dalam tangan-Mu, kami serahkan seluruh pergumulan dan perjuangan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 10 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 10 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 10:17-30

Pada suatu hari, Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya. Datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia bertanya:

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.

Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzina,jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya:

“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.

Mendengar perkataan itu la menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu.

Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu
adalah mungkin bagi Allah.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pada hari ini, kita mendengar pernyataan yang kontroversial: “Alangkah sukarnya orang kaya masuk dalam Kerajaan Surga, lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum.”

Kalimat ini seakan-akan meledek orang kaya: “Sama onta aja kalah suci!” Tetapi, apakah memang demikian maksud Yesus? Yesus tampaknya ingin memberikan suatu perumpamaan bahwa ternyata untuk mengikuti dia, kita harus berani melepaskan segala keterikatan.

Semakin banyak harta kita, maka di situlah kita semakin terikat pada dunia ini. Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada. Harta bisa menjadi penghalang bagi kita untuk mengikuti Tuhan.

Harta bisa menjadi penghalang kita untuk masuk surga kalau harta itu kita gunakan untuk menikmati dunia ini dan bukan mencari harta surgawi.

Tetapi, harta bisa juga kita pakai untuk mulai membangun rumah kita di surga. “Berikanlah hartamu kepada orang miskin!” Di balik setiap harta vang kita punya, pasti ada jatah orang miskin dan orang yang berkekurangan.

Maka, kalau kita dikaruniai rezeki yang cukup oleh Tuhan, sikap batin yang paling tepat adalah kita tidak boleh terikat. Jangan
sampai bersikap seakan-akan harta itu akan kita bawa mati. Kita mati tidak membawa apa pun.

.

Tuhan Yesus, semoga kami menggunakan harta yang Engkau titipkan dengan bijaksana. Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 9 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 9 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:27-28

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.”

Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kebahagiaan Dunia vs Kebahagiaan Rohani. Injil pada hari ini sangat pendek karena cuma ada dua ayat. Kata kuncinya adalah kebahagiaan. Apa arti kebahagiaan dalam Injil pada hari ini?

Diungkapkan: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung engkau dan susu yang telah menyusui engkau? Hal itu dinyatakan oleh perempuan yang ada di sekitar Yesus. Namun, Yesus berkata:

“Yang berbahagia adalah yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.

Setiap orang punya kebahagiaannya masing-masing dan tidak bisa disamaratakan. Ada yang bahagia ketika dia punya mainan, ada yang bahagia ketika dia punya gadget baru,

ada yang bahagia ketika dia punya pacar, ada yang bahagia ketika bisa beli rumah, ada juga yang bahagia ketika selesai sekolah mendapat gelar bisa bekerja, dan seterusnya.

Seorang pembimbing rohani bernama Anthony De Mello mengungkap bahwa ternyata bahagia itu sederhana. Kebahagiaan itu adalah menikmati waktu kekinian kita saat ini.

Kalau saat ini Anda berusia 70, bahagialah sebagai orang yang berumur 70 tahun. Yesus menegaskan kebahagiaan pada akhirnya harus bertumbuh bukan sekadar kebahagiaan manusiawi dan duniawi, tetapi kebahagiaan harus mengarah pada sesuatu yang sifatnya rohani yang tidak bisa diambil oleh siapa pun.

Kalau kebahagiaan kita terletak pada hal-hal material, pada gilirannya barang-barang material itu hilang, maka kita akan kehilangan kebahagiaan hidup.

Tetapi, ketika kebahagiaan itu bersifat rohani, kita akan semakin dekat dengan Tuhan dan mampu menerima keadaan apa pun. 

.

Tuhan Yesus, semoga kami tidak larut dalam euforia akan kebahagiaan yang fana, tetapi tuntunlah kami agar selalu mengupayakan kebahagiaan kekal melalui tutur kata dan karya kami masing-masing. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 8 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 8 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:15-26

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang berkata, “la mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”

Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian,

dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.

Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya
keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kekuatan rohani melawan roh jahat. Terkait pengusiran roh jahat, ada banyak umat selalu bertanya: Apakah roh jahat itu memang benar-benar ada atau jangan-jangan itu buah dari ketakutan kita semata?

Apa pandangan Gereja Katolik terhadap fenomena eksorsisme? Kerap ada orang yang mengaku melihat roh jahat di sebuah ruangan, di balik lukisan, di tempat yang gelap, dan seterusnya.

Gereja Katolik meyakini bahwa memang ada yang namanya roh jahat/iblis/setan. Mereka adalah makhluk yang menolak dan memberontak terhadap Tuhan sehingga rohnya melayang-layang menjadi roh jahat.

Injil pada hari ini menegaskan bahwa Yesus mengatasi segala kekuatan jahat. Orang-orang menuduh kekuatan Yesus datang dari lblis. Mereka adalah orang-orang yang memang pada dasarnva membenci Tuhan Yesus.

Mereka tidak suka dengan Yesus, dan kemudian memfitnah bahwa kekuatan datang dari Iblis. Yesus menegaskan bahwa Kita punya kekuatan dari Allah untuk mengalahkan kekuatan Iblis.

Bagaimana caranya agar kita punya kekuatan itu? Tentu kita sendiri harus punya ketekunan berdoa, rajin melakukan olah rohani: meditasi, baca Kitab Suci, Ekaristi, dll. Kita harus mengandalkan Tuhan, bukan yang lain.

.

Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari segala yang jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 7 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 7 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:5-13

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya:

Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;

masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.

Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu sebagai ganti ikan?

Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Per Mariam ad Iesum. Hari ini, kita memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pertanyaannya adalah mengapa bacaan Injil yang dipilih oleh Gereja tentang bagaimana kita berdoa?

Yesus mengungkapkan bahwa kita harus selalu mengetuk pintu walaupun tuan rumah sedang tidur dan enggan membuka pintu, tetapi kita harus terus mengetuk pintu.

Pada akhirnya pintu akan dibukakan bagi kita. Apa Artinya? Jangan pernah kita menyerah dalam doa walaupun kadang kala kita merasa “kok lama rasanya doaku dikabulkan atau kok belum ada tanda-tanda pengabulan dari permohonanku”.

Apa kaitannya dengan Peringatan Santa Maria Ratu Rosario ? Doa Rosario merupakan tradisi sehat dalam Gereja kita. Dalam doa Rosario, tanpa kita banyak mengeluarkan kata, tanpa banyak harus merumuskan doa-doa, kita yakin bahwa doa kita didengar oleh Tuhan.

Bunda Maria diyakini punya akses paling dekat kepada Tuhan Yesus. Karena Bunda Maria punya kedekatan rohani dan jasmani. Tuhan Yesus pernah tinggal di dalam rahimnya dan ketika Tuhan Yesus berada bersama Bunda Maria dalam masa pengasuhan masa kecil-Nya.

Maka, mari kita bertekun dalam Doa Rosario dan kita terus panjatkan doa dan harapan kita kepada Tuhan dengan perantaraan Bunda Maria.

.

Tuhan Yesus, kami bersyukur atas rahmat kesetiaan Maria yang selalu menghantar doa-doa kami kepada – Mu. Semoga kami pun setia menyertai dan mendampingi sesama yang membutuhkan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 6 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 6 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:1-4

Pada waktu itu, Yesus berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami,

sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Doa Bapa Kami: God first! Para murid bertanya kepada Yesus, “Tuhan, bagaimana cara berdoa yang baik? Ajarilah kami berdoa!” Lalu, Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya doa Bapa Kami.

Apa sebenarnya intisari dari doa Bapa kami? Doa Bapa kami terbagi dua. Bagian pertama berpusat pada Tuhan: Dimuliakanlah nama-Mu! Datanglah kerajaan-Mu! Jadilah kehendak-Mu!

Jadi, semua isi doa kita semata-mata adalah demi kemuliaan Tuhan. Bagian kedua baru kita berfokus pada ‘kami’ atau keinginan manusiawi kita: Berilah kami rezeki, ampunilah kesalahan kami, jauhkanlah kami dari segala yang jahat, dan seterusnya.

Itulah cara berdoa yang baik. Jangan pernah kita cuma berfokus pada keinginan kita sendiri. Tetapi, kita juga harus ingat bahwa Tuhan selalu punya rencana kepada kita dalam hidup ini.

Dalam Injil Matius bab 6 dikatakan, “Carilah dahulu Kerajaan Surga, baru vang lain akan ditambahkan kepadamu.” Banyak orang kecewa karena doanya tidak dikabulkan.

Kekecewaan itu muncul karena kita belum paham intisari dari doa, yaitu suatu relasi cinta antara manusia dengan Tuhan.

.

Tuhan Yesus, ajarilah kami berdoa. Teguhkanlah iman dan harapan kami untuk selalu datang kepada-Mu dan membiarkan kehendak-Mu terjadi atas hidup kami. Bukalah hati kami untuk mau menerima apa yang Engkau rencanakan dalam kehidupan kami, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 5 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 5 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 10:38-42

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang perempuan bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani.

la mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Keseimbangan hidup. Maria dan Marta sungguh dekat dengan Yesus. Namun, yang menarik adalah Yesus ingin memberikan pelajaran kepada kita.

Karakter dari kedua wanita ini sangat berbeda. Ketika Yesus datang, Maria duduk manis mendengarkan Yesus mengajar. Sedangkan, Marta sibuk melayani. Dia mempersiapkan segala-galanya.

Ada kesan, Yesus agak membela Maria. “Marta.. Marta, kamu menyibukkan dirimu dengan segala sesuatu. Lihat Maria, dia sudah memilih yang terbaik. Apakah Yesus ingin mengatakan kita nggak usah bekerja, hanya sibuk mendengarkan firman Tuhan? Tentu saja tidak.

Yesus mengajarkan keseimbangan dalam hidup kita. Antara kerja dan sembah bakti kepada Tuhan harus seimbang. “Ora et Labora, demikian kata pepatah Latin tua.

Ketika menghadapi persoalan dalam hidup, tidak akan pernah selesai kalau kita hanya terusan menangis tanpa berusaha bangkit dan mencari solusi. Kita harus berbuat sesuatu sehingga kita mampu mengatasi persoalan itu.

Namun, kita juga tidak boleh sombong, hanya mengandalkan usaha sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Dari Maria dalam cerita Injil pada hari ini, kita belajar untuk setia mendengarkan firman Tuhan, tanpa terjebak dalam aktivisme.

Sebab, sering kali kita merasa dan berpandangan bahwa dengan berbuat baik atau melayani sesama itu sudah cukup bagi kita. Tuhan sendiri meminta kita agar pelayanan kita sungguh-sungguh bersumber darl keintiman relasi kita dengan-Nya yang dibangun melalui doa dan setia merenungkan firman-Nya.

.

Allah Bapa Yang Mahakasih, tuntunlah kami agar kami setia merenungkan firman-Mu. Semoga kami tidak larut dalam aktivisme, tetapi tuntunlah kami untuk selalu datang kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

You cannot copy content of this page