Renungan Harian 24 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 24 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 10:46-52

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!”

Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.

Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”

Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Jangan mendikte Tuhan! Peristiwa dalam Injil pada hari ini adalah penyembuhan seorang buta bernama Bartimeus. la duduk di pinggir jalan siap menanti Yesus yang akan lewat di situ.

Dia Sudah mendengar banyak hal tentang Yesus. Saudara-saudari kita yang tuna netra biasanya diberi karunia mampu mendengar banyak hal dengan cepat dan merekamnya.

Demikian juga Bartimeus. Dia pasti sudah mendengar banyak tentang Yesus yang melakukan mukjizat di mana-mana.

Ketika dia tahu bahwa Yesus akan datang ke kotanya di Yerikho, dia sudah bersiap di pinggir jalan dan berteriak-teriak. Teriakannya hanyalah satu kalimat pendek: Yesus anak Daud, kasihanilah aku!”

Tidak ada seruan yang lain kecuali kasihanilah aku. Yang menarik di sini adalah apa yang dia minta. Bartimeus tidak minta disembuhkan matanya. Bartimeus cuma meminta belas kasihan Yesus.

Lalu, Yesus menghampirinya dan bertanya apa yang kau kehendaki? Dan terjadilah mukjizat. Ini pelajaran penting untuk kita, khususnya ketika kita menghadapi persoalan-persoalan hidup, seperti sakit, derita, dan mungkin kita punya kebutuhan khusus.

Kita barangkali mengikuti Seruan Bartimeus: Kasihanilah aku, ya Tuhan… kasihanilah aku, Tuhan. Doa pertama-tama adalah relasi cinta antara kita dengan Tuhan.

Doa bukan pertama-tama memaksa Tuhan memenuhi apa yang kita inginkan. Ketika kita membiarkan Tuhan melaksanakan kehendak-Nya dalam diri kita, pada saat itulah kita mendapatkan apa yang kita rindukan.

Doa bukan mendikte Tuhan! Kita kerap kali punya konsep yang keliru dalam berdoa. Kita ngotot minta ini dan minta itu, tetapi kita lupa bahwa doa itu adalah buah dari belas kasih Tuhan kepada kita.

Kehendak Tuhan kadang kala berbeda dengan apa yang kita inginkan maka biarkan Tunan melakukan yang terbaik untuk hidup kita.

.

Tuhan Yesus, kasihanilah kami orang berdosa ini dan terjadilah pada kami sesuai kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 23 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 23 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 13:1-9

Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus, sehingga darah mereka tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan.

Berkatalah Yesus kepada mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dosa dan penderitaan. “Mengapa aku menderita? Mengapa aku tertimpa musibah? Mengapa aku sakit? Apakah ini sebagai hukuman atas dosaku?

Atau sebaliknya orang berpikir: “Aku sudah berbuat baik, aku hidup sudah mencoba benar, mengapa aku mendapatkan cobaan ini?”

Tanpa sadar kita selalu mengaitkan antara dosa dan penderitaan itu secara otomatis. Kiranya Injil pada hari ini memberi pencerahan yang dapat kita mengerti.

Para murid membawa kabar bahwa orang-orang dikorbankan dalam persembahan oleh Pilatus. Lalu, Yesus menjawab: “Sangkamu orang-orang itu lebih besar dosanya daripada dosa semua orang yang lain karena mereka mengalami nasib seperti itu?

Atau sangkamu delapan belas orang yang mati ditimpa menara Siloam lebih besar kesalahannya daripada kesalahan semua orang lain?”

Dari kalimat Yesus di atas sebenarnya kita bisa menegaskan bahwa dosa dan penderitaan tidak pernah berbanding lurus. Ada banyak hal yang sulit untuk kita pahami ketika kita menghadapi salib dan penderitaan.

Maka, kesimpulan kita adalah penderitaan bisa datang kepada siapa pun baik orang yang berdosa maupun orang saleh. Kita tidak pernah luput dari yang namanya penderitaan selama kita hidup di dunia.

Ada penderitaan yang kita alami untuk menguji iman kita. Tuhan memberikan jalan salib untuk membuktikan kesetiaan iman kita. Tetapi, jangan pernah lupa janji Tuhan. Ia tidak pernah memberikan cobaan yang melampaui kekuatan kita.

Maka, bertekunlah melewati setiap penderitaan dan salib kehidupan kita di dunia ini. Kita percaya bahwa jalan keselamatan tetap terbentang buat kita asalkan kita tekun melewatinva.

.

Yesus, tabahkanlah kami dalam memikul salib di sepanjang jalan hidup ini, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 22 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 22 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:54-59

Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.

Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan,

supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Membaca tanda-tanda zaman. Kata kunci dari Injil pada hari ini adalah kita harus mampu menilai zaman: “Apabila engkau melihat awan naik ke sebelah barat maka akan ada hujan, bila melihat angin selatan bertiup maka kita akan berkata akan ada panas terik.”

Itu salah satu contoh bagaimana kita mampu membaca gerakan dunia di sekitar kita. Tetapi itu baru kemampuan membaca tanda-tanda alam yang sebenarnya memang sudah ada rumusnya. Para ilmuwan dengan segala keahliannya mampu merumuskan itu.

Lalu, apakah yang sebenarnya dimaksud dengan menilai zaman? Dalam hidup ini, kita akan selalu berjumpa dengan rangkaian-rangkaian peristiwa yang kerap membingungkan dan penuh misteri. Mengapa hal itu terjadi? Apa makna dari peristiwa tersebut?

Sebagai contoh: pada tahun 2020, seluruh dunia ini mengalami goncangan yang luar biasa karena ada pandemi Covid- 19.

Karena pandemi ini, dunia ini mengalami perubahan yang luar biasa: cara kita bersekolah, cara kita berdoa, cara kita belanja, cara kita berelasi satu dengan yang lain. Semuanya berubah.

Prosedur-prosedur kesehatan yang biasanya kita gampang abaikan, tiba-tiba menjadi sangat ketat kita ikuti. Semua orang berpikir apa yang akan terjadi dengan dunia ini?

Kita harus menegaskan bahwa pandemi Covid- 19 adalah sebuah bencana yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Tuhan tidak menghendaki adanya bencana seperti itu. Akan tetapi, karya keselamatan Tuhan tidak akan pernah berhenti.

Di balik peristiwa segelap apa pun, sesulit apa pun, pasti akan ada hal indah yang kita tuai sesudahnya. Selalu ada pelangi sehabis hujan. Semoga!

.

Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan untuk menghadapi aneka tantangan zaman. Semoga kami tetap teguh dalam iman kendati kami mengalami badai yang sangat dahsyat dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 21 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 21 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:49-53

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Kudambakan api itu selalu menyala!

Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi?

Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan,dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Tuhan membawa pemisahan? Injil pada hari ini sangat kontroversial. “Kamu sangka, Aku datang untuk membawa damai di atas muka bumi? Bukan damai melainkan pertentangan!

Kalau dalam keluarga ada lima orang, maka tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Anak laki-laki dan ayahnya akan saling bertentangan, ibu melawan anaknya perempuan, dan seterusnya. Termasuk mertua melawan menantu.”

Apakah benar yang dimaksud oleh Tuhan Yesus seharafiah itu? Lebih membingungkan lagi, Yesus berkata: Aku datang ke dunia ini bukan untuk membawa damai. Pasti ini bertentangan dengan berbagai kalimat yang Yesus katakan sendiri.

Yesus mengajarkan: “Damai sertamu, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Kita harus meneliti ayat ini secara saksama supaya kita tidak jatuh pada pemahaman harafiah yang sempit.

Yesus ingin mengajak kita melihat bahwa segala ikatan-ikatan di dunia ini pada akhirnya harus kita lepaskan. Secinta-cintanya kita dengan anggota keluarga, sedekat-dekatnya kita dengan sahabat,

suatu hari harus terjadi perpisahan di dunia ini dan memang berat yang namanya perpisahan itu. Selalu menyedihkan dan kadang menyakitkan.

Tetapi itu harus kita jalani karena di surga nanti pun menurut Yesus tidak ada yang kawin dan tidak ada yang dikawinkan sehingga di surga nanti kita belum tentu akan berjumpa dengan orang-orang yang kita sayangi.

Kita akan berjumpa wajah dengan wajah dengan Tuhan, maka di situlah kita hidup lepas bebas dari segala ikatan manusia. Kita tidak butuh pasangan, kita tidak butuh istri, kita tidak butuh suami, kita tidak butuh orangtua, dan seterusnya.

Mengapa? Karena kita sudah berjumpa dengan Tuhan dan itulah puncak kebahagiaan dan segala-galanya buat kita.

.

Tuhan Yesus, tuntunlah kami pada hidup kekudusan sehingga kelak kami sungguh-sungguh berjumpa dengan Engkau dalam Kerajaan Surga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 20 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 20 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:39-48

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”

Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,

maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Tetapi siapa saja tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan.

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita hanyalah hamba. Hari ini, kita ingin merenungkan relasi antara tuan dan hamba. Hal ini penting karena dalam Injil diungkapkan bahwa relasi kita dengan Tuhan itu seperti tuan yang sedang pergi dan kita ini hanyalah hamba.

Sang Tuan punya kebebasan mau pergi ke manapun dan bisa datang pada saat yang tidak disangka-sangka oleh hambanya. Dan hamba yang baik adalah hamba yang selalu rajin, selalu bersih, rapi, kebun juga terawat dengan baik kendati sang tuan sedang pergi atau tidak ada di tempat.

Kita kerap kali hidup seakan-akan Tuhan itu tidak ada di sekitar kita. Padahal, Tuhan itu mahakuasa dan mahabaik. Dia selalu melihat kita di mana pun kita berada dan apa pun yang kita lakukan.

“Gusti mboten sare,” demikian pepatah Jawa, yang berarti Tuhan selalu lihat apa yang terjadi dengan kita. Namun, kita kerap kali hidup seakan-akan Tuhan tidak mengetahui apa yang kita lakukan.

Kita tetap berbuat dosa tanpa rasa bersalah sedikit pun. Marilah kita belajar bersikap sebagai hamba yang rajin dan juga tekun dalam menjalankan perintah Tuhan.

Hamba yang selalu berada dalam sikap sedia kapan saja tuannya datang. Hamba yang selalu didapati oleh tuannya sedang melakukan yang baik dan benar.

.

Tuhan Yesus, Engkau selalu menyertai kami dalam setiap denyut nadi kami. Semoga kami selalu menyadari dan mensyukuri penyertaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 19 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 19 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:35-38

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Waspadalah senantiasa. Tema bacaan-bacaan pada hari ini adalah kewaspadaan. “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap bernyala sehingga ketika tuannya datang kita bisa masuk dalam pesta perjamuan.”

Hidup manusia dibatasi oleh waktu kendati ada kerinduan untuk hidup lebih lama. Kita tidak pernah tahu kapan ajal kita datang menjemput.

Setiap kali kita datang ke rumah duka, barangkali terbersit di hati kecil kita: “Hari ini dia yang dipanggil Tuhan, esok hari mungkin saya.

Suara yang terbersit dalam hati itu kendati lirih dan barangkali kita tidak menggubrisnya mengingatkan kita untuk selalu siap sedia menyambut hari kematian kita.

Kesiapsediaan itu ditunjukkan dalam hidup yang selalu berusaha mengupayakan kebaikan atau pertobatan. Dengan kata lain, kita senantiasa hidup dengan perspektif kematian!

Bukan berarti kita ingin mati, melainkan kita ingin menggunakan hidup kita yang terbatas ini semaksimal mungkin untuk kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama dan pada gilirannya untuk keselamatan kita juga.

Hal ini tidak ada jalan lain selain dengan setiap hari kita melakukan pertobatan yang terus-menerus.

.

Allah Yang Mahabaik, Engkau selalu membuka pintu maaf dan pengampunan bagi kami. Semoga kami mampu melakukan yang terbaik selama peziarahan kami di dunia yang fana ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 18 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 18 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 10:1-9

Pada suatu hari, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya.

Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Lukas, pengarang Injil.  Lukas, memiliki latar belakang sebagai seorang tabib atau dokter. Lukas mencoba merumuskan bagaimana sikap seorang murid Yesus ketika mendapatkan tugas perutusan di dunia ini.

Secara sangat jelas diungkapkan syarat-syaratnya: Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut. Bila memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: syalom atau damai sejahtera.

Jikalau ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal di atasnya. Dari syarat-syarat tersebut terlihat jelas bahwa Yesus meminta kita untuk lepas bebas dalam menjalankan tugas perutusan di dunia ini.

Jangan sampai kita ini hidup penuh dengan kelekatan dan dihinggapi kekhawatiran yang berlebihan. Panggilan kita pun demikian. Kita dipanggil dan diutus untuk mewartakan damai sejahtera dari Allah kepada segenap makhluk.

Santo Lukas yang kita pestakan hari ini mengajarkan kita untuk hidup menjadi sumber damai sejahtera bagi sesama. Hal itu ia tunjukkan dalam Injil yang ditulisnya tentang karya keselamatan Allah dalam diri Yesus Kristus.

Kegigihannya merekam dengan baik perjalanan Yesus, Sang Putra Tunggal Allah yang rela dan menyatu dengan hidup kita manusia.

Prasyarat terjauh untuk menjadi pembawa damai sejantera Allah adalah kesiapsediaan kita untuk dipakai dan diutus Allah tanpa memikirkan harta dan apa yang kita dapatkan, sebuah sikap lepas bebas terhadap aneka kelekatan duniawi.

.

Tuhan Yesus, inilah kami. Pakailah kami sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-rosario-di-bulan-oktober-ketahui-bedanya-dengan-mei-bulan-maria/

.

.

Renungan Harian 17 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 17 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 10:35-45

Sekali peristiwa, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!”

Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”

Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.

Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan. “

Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian diantara kamu.

Siapa saja ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan siapa saja ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Sangat menarik merenungkan Injil hari ini. Yesus menegaskan kepada para murid bahwa mengikuti Tuhan bukan pertama-tama mencari posisi atau mencari jabatan.

Namun, para murid Yesus tidak paham tentang maksud kedatangan Yesus ke dunia padahal berulang kali Yesus mengungkap tentang jalan penderitaan yang harus Ia alami sebagai konsekuensi ketaatan kepada perintah Bapa-Nya.

Tujuan utama Yesus datang ke dunia bukan untuk menjadi raja seperti yang dipikirkan oleh pengikut-pengikut-Nya. Para murid malah sibuk berdiskusi dan meminta kepada Yesus:

“Tuhan kiranya Engkau mengabulkan permintaan kami bila Kau duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, berikanlah posisi yang seorang di sebelah kanan dan yang seorang di sebelah kiri.”

Kemuliaan yang dipikirkan para murid Kristus bukan kemuliaan yang direncanakan Tuhan.

Beberapa tahun ini berkembang paham teologi kemakmuran atau teologi kesuksesan, yang kurang lebih intinya adalah jika “Tuhan mencintai aku maka Tuhan pasti memberikan kehidupan yang baik, sehat, kaya, dan sejahtera.

Persis ini bukan jalan yang ditunjukkan oleh Yesus. Maka, pertanyaan pentingnya adalah apakah kita mampu mengikuti Kristus dengan segala konsekuensinya?

Kalau mau jujur pasti tidak mudah memanggul salib. Kita cenderung mau hidup dalam keadaan nyaman, tenang, tidak ada tantangan, tidak ada ancaman.

Tetapi, hari ini. Kristus bertanya kepada kita; Mampukah kamu meminum cawan yang harus Aku minum ini?”

.

Yesus, semoga kami tulus dan setia mengikuti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-rosario-di-bulan-oktober-ketahui-bedanya-dengan-mei-bulan-maria/

.

.

Renungan Harian 16 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 16 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:8-12

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

Tetapi siapa saja menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi siapa saja menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.

Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.

Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Persaudaraan insani: jangan melihat perbedaan! Yesus mengatakan, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.”

Namun, kita diberi kekuatan agar tidak khawatir menghadapi tantangan iman seberat apa pun: “Roh Kuduslah yang akan mengajar kamu.”

Dalam mengikuti Tuhan selalu mendapatkan tantangan bahkan tak jarang harus mengorbankan nyawa. Secara manusiawi kita
pasti takut, tetapi mengikuti Tuhan Yesus harus berani memanggul salib.

Para murid Kristus pada zaman Gereja Perdana mengalami kematian sebagai martir, mengorbankan diri karena kesetiaan mereka mengikuti Kristus.

Bagaimana dengan kita pada zaman sekarang ? Apakah kita tidak menutup mata terhadap realitas fundamentalisme yang kerap menjadikan sesama manusia sebagai musuh karena perbedaan ideologi atau keyakinan agama?

Bagaimana kita harus bersikap? Sikap yang paling tepat adalah mari kita bersama-sama membangun persaudaraan insani.

Beberapa tahun yang lalu. Paus Fransiskus berjumpa dengan pemimpin agama Islam di Uni Emirat Arab. Dari sana keluar sebuah dokumen Persaudaraan Insani, di mana salah satu intinya adalah kita tidak melihat perbedaan agama sebagai sesuatu yang memisahkan, tetapi kita justru saling meneguhkan lewat gerakan-gerakan kemanusiaan yang menjadi titik temu dari semua ajaran agama.

.

Tuhan Yesus, dalam Engkau kami semua adalah saudara. Semoga kami mampu menjadi saudara bagi sesama, apa pun latar belakang keyakinan, suku, ras, dan golongan kami, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Renungan Harian 15 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

renungan harian

Renungan Harian 15 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 12:1-7

Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya,

Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka.

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguh pun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Takut kepada Tuhan. Pengajaran Yesus biasanya dibagi dalam beberapa level. Pertama, kepada kerumunan orang banyak yang tak terhitung jumlahnya.

Level kedua adalah kepada para murid yang biasanya kita kenal istilah 70 murid. Dan pada level yang paling dekat, Yesus ingin mengajar khusus untuk 12 rasul.

Injil hari ini dimulai dengan beribu-ribu orang banyak telah berkerumun sehingga mereka berdesak-desakan ingn mendengarkan Yesus.

Tetapi Yesus mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, soal kewaspadaan terhadap ragi, yaitu kemunafikan. Yesus sangat membenci kemunafikan.”

Tidak ada sesuatu pun yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, apa yang kamu bisikkan ke telinga akan diberitakan dari atas atap rumah.”

Kalau kita punya kebiasaan bersembunyi-sembunyi atau merahasiakan sesuatu, percayalah suatu ketika rahasia itu akan terbongkar.

Yesus menegaskan, “Aku akan menunjukkan kepada kamu, siapakah yang harus kamu takuti, yaitu Tuhan!” Kita mungkin lebih takut pada penilaian-penilaian orang, tetapi kita lupa justru kita harus takut pada penilaian Tuhan.

Kalau kita takut pada Tuhan pasti hidup kita juga akan sepenuhnya baik, kita akan hidup jujur, kita akan hidup benar tanpa kita menjadi orang yang mencari-cari ketenaran, mencari-cari penilaian baik dari sesama di sekitar kita.

.

Tuhan Yesus, kami sering kali hidup dalam kemunafikan. Ampunilah kami dan tuntunlah kami pada jalan yang benar. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

You cannot copy content of this page