Renungan Harian 3 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 3 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 14:25-33

Pada suatu ketika, banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya,

ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bacaan Injil pada hari ini kadang susah untuk dipahami. Ketika orang banyak berduyun-duyun datang untuk mengikuti Yesus, Ia berpaling kepada mereka dan mengatakan, “Jikalau seseorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya,

ibunya, istrinya dan anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku.”

Jika melihat perikop ini, apakah Yesus menginginkan kita untuk membenci orang tua, saudara/i, istri/suami atau anak-anak?

Ataukah Yesus mau mengatakan bahwa jika mau mengikuti Dia, berarti Dialah yang pertama dan yang utama dalam hidup setiap orang yang percaya kepada-Nya?

Pernyataan Yesus yang cukup keras bukan berarti bahwa Yesus mengajak kita untuk tidak mencintai keluarga, atau teman-teman kita, atau saudara/i kita.

Pada dasarnya, Yesus mau mengatakan kepada para pendengar-Nya apa yang menjadi hal utama dalam hidup kita sebagai pengikut-Nya, yakni Yesus itu sendiri.

Dan tidak hanya berhenti di situ, ketika kita menjadikan Yesus yang utama dan pertama, maka kasih Yesus yang kita terima juga harus kita bagikan kepada keluaga, teman/sahabat, dan kepada siapa saja yang kita jumpai dalam hidup.

Dengan kata lain, kita diundang untuk menyebarkan kasih Yesus yang kita dapatkan, baik itu di tempat kerja maupun di keluarga dan di mana pun kita berada.

.

Ya Allah, jadikanlah kami murid-Mu yang setia menebarkan kebaikan-Mu kepada setiap orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 2 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 2 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 6:37-40

Dalam rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan siapa saja datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam penziarahan hidup di dunia ini, kita tentu pernah mengalami kehilangan, seperti kehilangan orang-orang yang kita cintai: anggota keluarga, sahabat, teman, dan lain sebagainya.

Kehilangan orang terdekat terutama anggota keluarga merupakan hal terberat atau sulit untuk diterima. Pasti ada perasaan sedih, putus asa, kecewa, hancur dan bahkan kadang kala kita mempersalahkan Tuhan.

Tak jarang kita pun bertanya kepada Tuhan: Mengapa Engkau begitu cepat memanggil dia? Hal semacam ini merupakan perasaan-perasaan yang muncul ketika kita mengalaminya.

Terkadang pun kita kehilangan iman dan harapan ketika berhadapan dengan realitas seperti ini. Peringatan Arwah Semua Orang Beriman yang dirayakan Gereja Katolik secara universal pada hari ini, meneguhkan iman kita bahwa dalam hidup selalu ada harapan.

Bacaan-bacaan suci hari ini pun mengajak kita untuk selalu memperdalam iman kita kepada Tuhan yang empunya kehidupan.

Kita pun diundang untuk tetap menjaga relasi kita dengan saudara/i yang telah mendahului kita melalui doa, sehingga jiwa mereka dapat beristirahat dengan tenang dan damai di surga.

Sebagai orang yang percaya dan mengikuti Kristus, kita memiliki suatu keyakinan bahwa setelah kematian pasti ada kehidupan baru. Inilah yang dinamakan “harapan” bagi kita sebagai umat kristiani.

Di dalam bacaan pertama dari kitab kedua Makabe secara tegas dikatakan bahwa setelah kematian pasti ada kebangkitan.

Paulus sendiri dalam suratnya yang pertama kepada Jemaat di Korintus menegaskan kembali bahwa harapan yang dijanjikan Yesus melalui kebangkitan-Nya diberikan untuk kita semua.

Dalam bacaan Injil, Yesus meyakinkan kita bahwa setiap orang yang melihat diri-Nya dan percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman.

.

Ya Allah, anugerahkanlah kehidupan kekal bagi saudari/i kami yang telah Engkau panggil ke hadirat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 1 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 1 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 5:1-12a

Sekali peristiwa ketika melihat orang banyak itu, naiklah Yesus ke atas bukit dan setelah la duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bacaan-bacaan pada hari ini menyiratkan kepada kita tentang bagaimana menjadi seorang yang kudus atau santo/santa.

Dalam bacaan pertama, dikatakan bahwa untuk menjadi kudus, seseorang harus bisa melewati setiap tantangan, cobaan, serta suka dan duka dalam hidup.

Kita bisa melihat hal ini dalam bahasa simbolik, yaitu “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Why. 7:14).

Kalimat ini sesungguhnya menggambarkan bahwa orang kudus adalah orang yang menang atas segala bentuk cobaan yang dihadapi. Orang kudus adalah orang yang sederhana dan juga pemenang sejati.

Yesus adalah darah anak domba yang dikurbankan bagi kita semua. Dia-lah yang membuat kita sanggup dan bisa menang dalam menghadapi setiap cobaan di dunia ini.

Para kudus yang kita peringati hari ini adalah orang yang mampu menerima identitas mereka sebagai anak Tuhan dan terus berharap untuk masuk dalam persekutuan dengan-Nya.

Mereka mampu bertobat dan berubah dari hari ke hari. Yesuslah contoh utama bagaimana seseorang bisa menggapai kekudusan dan kebahagiaan.

Kekudusan dan kebahagiaan dimulai dari cara/sikap hidup yang sederhana dengan melayani Tuhan dan sesama dalam semangat kerendahan hati dan persaudaraan.

.

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang sederhana dan rendah hati sehingga layak mengalami kebahagiaan seperti para kudus-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 31 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 31 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 12:28b-34

Pada suatu hari, seorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” Yesus menjawab, “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap iiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dua sayap kehidupan kita: ungkapan iman dan perwujudan iman. Ada orang yang bertanya kepada Tuhan Yesus, “Hukum apakah yang paling utama?”

Yesus menegaskan hukum yang pertama adalah “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap
akal budimu, dan segenap kekuatanmu.

Hukum yang kedua adalah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Bahkan, pada Injil yang lain, diungkapkan bahwa hukum yang kedua ini adalah sama levelnya dengan hukum yang pertama.

Jadi, catatan penting dalam permenungan hari ini adalah mencintai Tuhan dan mencintai sesama adalah sama. Karena Yesus
sendiri menyatakan: “Apa pun yang kamu lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini kamu melakukannya untuk Aku.

Bagaimana mungkin kita mengasihi yang tidak kelihatan? Sedangkan kita sulit mengasihi yang kelihatan di depan mata kita. Ketekunan berdoa, meditasi, berziarah sebagai bentuk cinta kita kepada Tuhan, harus diwujudkan dalam tindakan mengasihi sesama kita.

Ada dua istilah: ungkapan iman dan perwujudan iman. Seperti halnya burung yang ingin terbang melayang dengan indah di udara, ia harus mengepakkan kedua sayapnya.

Demikian juga kita manusia, harus mengepakkan sayap ungkapan iman melalui kegiatan rohani dan doa kita sebagai bentuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Namun, pada saat yang sama, kita harus mengepakkan sayap perwujudan iman dengan bergiat dalam tindakan kasih terhadap sesama.

.

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan kami untuk berbuah dalam iman. Semoga kami pun mampu mewujudkan iman kami akan Engkau dalam bentuk solider terhadap sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 30 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 30 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 14:1.7-11

Pada suatu hari Sabat, Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama.

Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

“Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,

supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan.

Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab siapa saja meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, kita ingin belajar tentang kerendahan hati. Kita sering terjebak pada kerendahan hati yang semu. Kita ragu untuk duduk paling depan, kita tidak mau maju ke depan ketika ada acara-acara, entah di gereja atau di tempat umum.

Kita takut dianggap sebagai orang yang ingin duduk di paling depan sebagai tempat yang terhormat. Banyak umat Katolik terjebak pada konsep kerendahan hati yang semu.

Misalnya, ketika ada pemilihan ketua lingkungan, ada permintaan untuk menjadi ketua panitia Natal atau Paskah, atau ketika ada kebutuhan untuk memimpin doa, kita sering berkata: jangan saya, saya belum pantas. Orang lain dulu saja.

Kita berpikir itu adalah bentuk kerendahan hati kita. Tetapi, sebenarnya hal itu justru bertentangan dengan kerendahan hati yang sejati.

Mengapa? Karena dengan menolak tugas itu, artinya kita menolak untuk melayani orang lain. Justru kita bersikap tinggi hati.

Kerendahan hati yang sejati bukan soal siapa yang duduk di kursi terdepan, melainkan terletak pada siapa yang mau melayani sesamanya.

Siapa yang mau berkeringat dan disusahkan untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan itulah orang-orang yang sungguh-sungguh memiliki sikap kerendahan hati.

.

Yesus, Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sejati. Semoga kami pun mampu menunjukkan sikap rendah hati yang otentik kepada sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 29 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 29 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 14:1-6

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama.

Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”

Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka:

“Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Perdebatan tentang penyembuhan pada hari Sabat itu tidak berhenti dan terus berulang kali terjadi walaupun Yesus sudah menegaskan dan memberi contoh bahwa lebih baik menolong sesama ketimbang kita terlalu kaku pada aturan.

Hari ini, Injil mengisahkan soal apakah diperbolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak? Orang Farisi bertanya hal itu kepada Yesus, tetapi Yesus menjawab dengan kalimat yang langsung membuat mereka tidak sanggup membantahnya:

Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik keluar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur?

Tampaknya Yesus sudah sangat kesal menjelaskan kepada orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus tidak menggunakan kata-kata yang manis lagi. Yesus tidak pakai teori-teori lagi. Tetapi, Yesus langsung menohok mereka dengan sebuah kritikan pedas.

Kalau saat ini kebetulan kita adalah pemegang jabatan yang menentukan banyak hal dalam kehidupan bersama, entah di sekolah di kantor, di gereja, jangan pernah menjadikan hukum yang tertulis sebagai pegangan satu-satunya.

Masih ada hukum lain, yaitu apa yang Tuhan sudah tanamkan dalam hati kita. Dengarkan suara hati kita untuk berbela rasa kepada sesama yang sedang kesulitan.

.

Tuhan Yesus, celikkanlah mata hati kami sehingga kami mampu berbelas kasih dan berbela rasa dengan sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 28 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 28 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, kita bersama-sama merayakan Pesta Santo Simon dan Santo Yudas Rasul. Bacaan Injil yang disodorkan kepada kita adalah peristiwa di mana Yesus memanggil ke-12 murid-murid-Nya.

Peristiwa ini bisa dibagi dalam tiga bagian yang menggambarkan cara hidup Yesus. Yang pertama, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa semalam-malaman. Ia berdoa kepada Allah. Bagian ini disebut dimensi relasi pribadiku dengan Tuhan atau aspek kehidupan rohani.

Bagian kedua adalah aspek kehidupan komunal. Yesus memanggil murid-murid. Dia tidak mau bekerja sendirian. Yesus membentuk komunitas karya, yaitu 12 rasul.

Dimensi ketiga pada ayat berikutnya sangat jelas. Yesus bersama komunitasnya turun ke tempat yang datar, di situ berkumpul sejumlah besar orang-orang yang memohon pertolongan disembuhkan dari penyakit dan sebagainya. Hal ini disebut dimensi pelayanan.

Yesus bukan sekadar membentuk komunitas untuk komunitas itu sendiri, Yesus tidak membentuk komunitas yang egosentris. Yesus membentuk komunitas yang bergerak keluar menolong orang lain.

Mari kita renungkan ketiga dimensi ini: Bagaimana kehidupan rohani kita? Apakah kita punya komunitas untuk kita bertumbuh, tempat kita bergembira? Dan, apakah kita juga bertekun dalam tugas pelayanan berbela rasa menolong sesama yang membutuhkan? 

.

Allah Yang Mahatinggi dan penuh kemuliaan, terangilah kegelapan hati kami; berikanlah kami iman yang benar, harapan yang teguh, dan kasih yang sempurna. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 27 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 27 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 13:22-30

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka, bertanyalah orang kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”

Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu!

dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.

Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.

Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

Sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Jangan pernah merasa sudah pantas masuk surga! Hari ini, kita dihadapkan pada suatu perikop Kitab Suci yang sungguh mengusik kita.

Ada suatu pertanyaan yang sangat fundamental: “Siapakah nanti yang bisa diselamatkan?” Yesus berkata: “Tidak semua orang bisa dengan mudah masuk dalam Kerajaan Surga. Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu!”

Ada orang yang mengetok-ngetok pintu minta ikut masuk, sambil berkata: “Tuhan, tolong bukakan pintu bagi kami!” Tetapi Tuhan menyahut: “Aku tidak kenal kamu!”

Bayangkan kita sudah berusaha hidup baik, kita sudah berjuang mengikuti perintah-perintah Tuhan, kita sudah banyak berdoa, tetapi ternyata pada bagian terakhir ketika kita berada pada hari penghakiman, Tuhan berkata Aku tidak kenal engkau!

Jangan pesimis dulu. Tuhan menuntut kita untuk memiliki sikap batin sebagai seorang hamba yang berdosa, yang tidak pantas memperoleh rahmat keselamatan.

Ketimbang sikap batin seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang merasa sebagai orang yang paling pantas masuk dalam Kerajaan Surga. Jangan pernah mengungkap banyak jasa kita di hadapan Tuhan.

Perkara masuk dalam Kerajaan Surga bukan soal jasa kita, melainkan pertama-tama terkait dengan kerahiman Allah kepada kita orang yang berdosa ini.

.

Allah Yang Maharahim, Engkau sungguh mengasihi kami sehingga Putra-Mu rela wafat di salib. Semoga kami pun mengasihi Engkau dengan seluruh diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 26 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 26 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 13:18-21

Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda, “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?

Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya,”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Tak terlihat namun nyata berbuah. Hari ini, kita mendengarkan bacaan tentang biji sesawi dan ragi. Biji sesawi dan ragi digunakan oleh Yesus untuk menggambarkan Kerajaan Surga.

Pertama-tama yang harus dicatat adalah mengapa Yesus selalu menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan Kerajaan Surga? Karena Kerajaan Surga itu adalah gambaran diri Allah sendiri.

Jangan membayangkan Kerajaan Surga adalah sebuah istana atau tempat. Kerajaan Surga pertama-tama itu adalah Allah sendiri.

Dalam tradisi Jawa, ketika kita berhadapan dengan raja, kita tidak akan menyebut nama raja itu. Hal itu sangat tidak sopan.

Sama seperti dalam tradisi bangsa Israel. Menyebut nama YHWH, nama Allah secara langsung itu tidak pantas. Maka, dalam bahasa Jawa kita akan memanggil raja sebagai nan dalem, yang berarti tempat tinggalmu.

Jadi, tidak langsung menyebut nama sang raja, tetapi kita menyebut tempat tinggalnya. Oleh karena itulah, kita menggambarkan Allah dengan istilah Kerajaan Surga.

Yesus menjelaskan tentang Kerajaan Surga seumpama biji sesawi dan ragi. Keduanya tampak kecil tidak terlihat dan masuk meresap ke dalam setiap sendi.

Ragi akan diaduk merata ke dalam adonan lalu adonan itu menjadi mekar sehingga bisa menghasilkan roti atau kue yang enak. Sama seperti biji sesawi juga, kecil tetapi ternyata setelah tumbuh lalu menjadi tempat banyak burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.

Artinya apa? Allah masuk dalam kehidupan kita setiap saat di mana pun kita berada. Kadangkala nyaris tak terdengar, kadangkala nyaris kita sulit untuk merasakannya.

Tetapi, yakinlah bahwa segala sesuatunya akan bertumbuh mekarmenghasilkan buah yang baik.

.

Allah Yang Mahakasih, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

Renungan Harian 25 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 25 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 13:10-17

Pada suatu hari sabat, Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”

Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?

Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?”

Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Diam atau bergerak menolong? Hari ini, kita mendengar sebuah perdebatan tentang hari Sabat. Seperti biasa ada pertentangan antara aturan hari Sabat yang secara kaku diajarkan oleh orang Farisi dan ahli Taurat dengan sikap Yesus yang mengedepankan belas kasih.

Secara kasat mata tindakan Yesus dianggap sebagai sebuah pelanggaran adat istiadat dan juga pelanggaran terhadap aturan agama waktu itu. Terlihat sekali, Yesus tampak mulai emosi terhadap sikap formal dan kaku dalam menjalankan aturan agama.

“Siapakah di antara kamu yang kalau anaknya atau lembunya terperosok ke dalam lubang, tidak segera menarik keluar walaupun itu adalah hari Sabat?

Beberapa tahun ini, Paus Fransiskus mendorong kita untuk menjadikan belas kasih sebagai intisari dari gerakan pastoral dalam Gereja. Theology of Mercy menjadi dasar dari keyakinan beliau.

Maka, jelas terlihat pola kepemimpinan Paus Fransiskus bukan pertama-tama menekankan kekakuan tradisi, hukum Gereja, dan segala aspek formal. Menyelamatkan orang lain menjadi suatu tujuan utama yang tidak boleh digantikan oleh apa pun.

Tentu saja hal -hal seperti aturan bersama dan hukum sangat diperlukan dalam menata suatu lembaga di mana kita hidup bersama-sama secara sosial.

Namun, bacaan Injil pada hari ini mempertegas bahwa semua yang kita rumuskan sebagai aturan harus mengabdi pada keselamatan itu sendiri. Apakah hukum di tangan kita bisa menjadi sarana untuk menolong dan menyelamatkan; atau jangan-jangan di tangan orang tertentu hukum hanyalah alat untuk menunjukkan otoritas dan mengadili kesalahan orang lain?

.

Tuhan Yesus, Engkau telah menunjukkan belas kasih kepada semua orang. Semoga kami mampu berbelas kasih kepada siapa saja yang kami jumpai. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

You cannot copy content of this page