Renungan Harian 13 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 13 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 18:1-8

Pada suatu ketika, Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menjelaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata:

Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,

namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”

Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?

Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kitab Suci sering kali menggambarkan bahwa para anak yatim, janda, dan orang asing mendapat perhatian khusus dari Tuhan.

Bahkan, pemazmur menyebut Allah sebagai Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, sebab mereka adalah orang yang tidak memiliki apa-apa dalam hidupnya.

Mereka percaya bahwa Tuhan mendengarkan doa-doa mereka. Sehingga mereka tak pernah berhenti datang untuk memohon kepada Allah.

Hal ini mau mengatakan bahwa hanya orang-orang yang senantiasa berdoa tanpa henti yang terus-menerus membina hubungan dengan Allah dapat bertahan dalam iman.

Dalam Injil pada hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang hakim yang tidak adil. Hakim itu digambarkan sebagai seorang yang tidak takut akan Tuhan, namun dia membantu janda yang terus mendatangi dan memohon bantuannya.

Kalau hakim yang tidak adil itu saja, dapat melakukan hal seperti itu, apalagi Allah Bapa yang di surga. Allah yang adalah sumber kasih pasti akan memperhatikan doa umat-Nya yang tiada hentinya datang memohon pertolongan-Nya.

Kita semua sebagai pengikut Kristus diingatkan oleh Yesus melalui perumpamaan-Nya ini untuk memiliki sikap seperti janda itu.

Suatu sikap yang menggambarkan keyakinan dan ketekunan yang dilakukan tanpa henti dan total, termasuk dalam situasi sulit atau penganiayaan.

.

Ya Allah, berilah kami sikap pantang menyerah dalam menghadapi semua peristiwa hidup ini. Semoga kami tidak meninggalkan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 12 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 12 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 17:26-37

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:

mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.

Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Siapa saja pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.

Ingatlah akan isteri Lot! Siapa saja berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya dan siapa saja kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” [Kalau ada dua orang di ladang yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]

Kata mereka kepada Yesus: “Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita boleh saja mengidolakan dan mengagumi seseorang, misalnya seniman, artis, budayawan, pujangga, sastrawan, dan sebagainya.

Semua itu baik dan wajar, asalkan tidak berlebihan sehingga mendewakan hal yang duniawi ini.

Namun, di balik semua itu kita harus menyadari bahwa ada sosok yang jauh lebih mendapat perhatian kita, yakni Allah sendiri, seperti yang ditegaskan dalam bacaan pertama.

Seharusnya kita percaya dan mengagumi mahakarya Allah dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, Kitab Kebijaksanaan membenarkan bahwa kelak kita akan bertemu Sang Penguasa yang menjadikan segalanya.

Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang kedatangan akhir zaman dan Yesus berbicara bagaimana seharusnya kita mempersiapkan diri ketika tiba hari Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Akhir zaman merupakan sesuatu realitas iman yang mengingatkan kita untuk tidak hanya berpikir atau bersandar pada akal budi saja, tetapi juga pada janji Allah sendiri.

Maka, yang penting bagi kita adalah menjaga sikap hidup dan mengikuti jalan kebenaran yang telah disampaikan Tuhan. Janji Allah akan digenapi. Namun, tidak ada yang tahu kapan waktunya akan tiba.

Berwaspadalah dan berjaga-jagalah senantiasa dalam iman!

.

Ya Allah Yang Mahabijaksana, semoga kami selalu dalam keadaan siap sedia ketika Engkau datang menjemput kami untuk memasuki hidup yang kekal. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 11 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 11 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 17:20-25

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, tidak dapat dikatakan,

‘Lihat ia ada di sini,’atau “ia ada di sana. Sebab, sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah-Mu.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.

Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.

Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. “

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bacaan-bacaan pada hari ini berbicara mengenai dua hal yang berbeda, tetapi memiliki ciri yang hampir sama.

Kitab Kebijaksanaan menggambarkan suatu pantulan cahaya kekal sebagai gambaran kebaikan Allah yang tak akan terkalahkan oleh kejahatan.

Sedangkan, Injil Lukas hari ini berbicara tentang Kerajaan Allah yang tanpa tanda-tanda lahiriah dan tak terlihat, namun hadir dalam kehidupan nyata umat manusia.

Keduanya hendak menggambarkan keagungan Tuhan di hadapan ciptaan-Nya.

Dalam artian, kebijaksanaan merupakan sikap dan tindakan yang diharapkan dari seseorang dalam menentukan suatu keputusan, terutama hal yang berkaitan dengan kehidupan banyak orang, seperti para pemimpin yang menjadi pengambilan keputusan.

Dengan demikian, kebijaksanaan merupakan suatu kebaikan yang mesti dimiliki oleh semua orang dalam mewujudkan Kerajaan Allah. Meskipun Kerajaan Allah itu tak kelihatan, namun hadir dalam kehidupan kita sebagai umat beriman.

Oleh karena itu, sebagai warga Kerajaan Allah itu, di mana semua orang hidup damai meskipun berbeda latar belakang, kita hidup saling menghargai sesama sebagai ciptaan Tuhan dan hidup saling mencintai.

Jangan membayangkan kerajaan itu akan datang nanti, pada hari kiamat. Kerajaan Allah itu sudah mulai sekarang di dunia ini. Sebab, Kerajaan itu telah hadir di tengah kita dan secara penuh dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.

Marilah kita bersama-sama mewujudkan Kerajaan Allah ini di masyarakat kita masing-masing dengan menunjukkan sikap peduli terhadap sesama ciptaan Tuhan.

Di tengah dunia ini, kita memiliki banyak kesempatan untuk mewujudkan Kerajaan Allah.

Banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan sentuhan tangan kita untuk tetap bertahan hidup dan banyak pihak yang konflik membutuhkan kebijaksanaan kita untuk berdamai.

Maka, jadilah pribadi yang bijak dalam hidup di dunia ini, karena kita adalah bagian dari Kerajaan Allah itu sendiri.

.

Ya Allah, jadilah kehendak-Mu dalam diri kami. Semoga kami taat dengan apa yang Engkau kehendaki terjadi dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 10 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 10 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia.

Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.”

Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang kemahakuasaan Allah. Dalam Kitab Kebijaksanaan, para pemimpin dianjurkan untuk mendengarkan Tuhan Yang Mahatinggi karena kekuasaan yang mereka miliki berasal dari Tuhan.

Sementara itu, dalam Injil Lukas digambarkan kekuasaan Tuhan dalam menyembuhkan sepuluh orang kusta. Akan tetapi, ada satu nilai yang sangat ditekankan, yaitu perihal mengucap syukur.

Yesus telah menyembuhkan sepuluh orang kusta dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, namun hanya satu orang yang datang menemui Yesus untuk mengucap syukur atas kesembuhan yang mereka alami.

Mengucap syukur merupakan satu hal sederhana yang mesti kita lakukan atas apa yang kita peroleh dari Tuhan. Ia telah memberikan semua yang terbaik bagi kita, karena Dia mengenal dan memahami apa yang kita butuhkan.

Bahkan, rela mengurbankan diri-Nya sendiri sampai mati terhina di kayu salib. Apa yang membuat kita sulit bersyukur? Pada umumnya karena kita menganggap diri kita hebat dan kuat.

Di kala kesusahan menerpa hidup kita, sering kali bertekuk lutut di hadapan Tuhan adalah pilihan yang mesti dibuat. Namun, ketika situasi sulit itu berlalu,

kita cepat sekali lupa atau berpura-pura lupa bahwa kuasa Tuhanlah yang memampukan kita dan menunjuk jalan yang mesti dilalui untuk mengatasi kesulitan itu. Kita terlalu membanggakan diri.

Tindakan mengucap syukur atas apa yang kita miliki bukanlah semata-mata reaksi emosional sebagai manusia, tetapi lebih merupakan sebuah ungkapan iman yang teramat dalam.

.

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang selalu memiliki rasa syukur dalam keadaan apapun, sebab rencana-Mu pastilah yang terbaik bagi kami, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 9 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 9 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 2:13-22

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir nereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat
berjualan.”

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”

Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Rumah adalah tempat pertama berbagi cinta dan merasakan kasih sayang di dalam keluarga. Rumah menjadi tempat pertama benih-benih iman disemaikan.

Setiap orang pasti akan sangat berbahagia bila pulang ke rumah. Setiap liburan hari raya maupun liburan akhir semester, banyak orang akan memilih untuk kembali ke rumah. Rumah menjadi simbol pemersatu.

Hari ini, Gereja Katolik sejagat merayakan Pesta Pemberkatan Basilika St. Yohanes Lateran. Basilika ini merupakan induk dari segala Gereja; tempat para Paus bertakhta sebagai Uskup Roma dan juga sebagai simbol pemersatu Gereja.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang murka karena rumah Allah dialihfungsikan sebagai pasar tempat sarang penyamun.

Rumah Allah yang seharusnya menjadi tempat cinta kasih diwartakan, malah dialihfungsikan sebagai tempat di mana kebencian bertumbuh.

Rumah Allah yang seharusnya dipakai sebagai tempat untuk bersatu dalam doa, malah dipakai menjadi tempat untuk memecah-belah.

Kita diundang untuk merenung dan menyadari apa yang menjadi keprihatinan Yesus. Teguran Yesus menginspirasi kita supaya semakin peka, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai sikap penyalahgunaan.

Misalnya menyalahgunakan Rumah Allah menjadi tempat menebar kebencian dan memecah belah persatuan, mengalihfungsikan komunitas kita menjadi tempat gosip dan mengalihfungsikan hati kita menjadi tempat bersemayam bagi iblis.

Yesus ingin agar hati kita menjadi tempat bersemayam bagi-Nya.

.

Ya Allah. Jauhkanlah kami dari kecenderungan untuk melakukan penyimpangan karena keterbatasan yang ada pada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 8 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 8 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 17:1-6

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya,

lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

The Tablet, sebuah majalah mingguan Katolik, pernah menyajikan sebuah kisah tentang seorang imam sepuh, Cyril Murtagh, yang melayani umatnya dengan sukacita sampai usianya yang kesembilan puluh dua tahun.

Imam tua itu begitu dicintai dan dihargai oleh umatnya karena menjadi seorang imam sederhana yang mampu menghargai, mendengar, menasihati, menyatukan, dan mengampuni umatnya.

Hal yang sama diwartakan kepada kita. Kita semua diajak untuk mempraktikkan cara hidup beriman kristiani yang hakiki. Kita hanya dapat melakukannya apabila ada dasar iman yang kokoh serta kepercayaan yang teguh pada penyelenggaraan Ilahi.

Kisah perjalanan hidup imam sepuh tersebut bagaikan cermin dari bacaan Injil hari ini. Ia tidak menghakimi melainkan mengampuni. Ia juga tidak menyesatkan, melainkan menyatukan umatnya.

Ia tidak membiarkan umatnya berkutat dalam dosa, tetapi ia menasihati dan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat. Pada akhir Injil hari ini, para murid meminta kepada Yesus untuk menambahkan iman mereka.

Sebenarnya, jikalau mereka menjalankan nasihat yang diberikan Yesus, iman mereka akan sungguh bertambah. Pastor Cyril Murtagh mengatakan, “Faith is an inuitation to believe.

Benar bahwa beriman berarti kita diundang untuk percaya.

Kita diajak untuk menambah iman dan kepercayaan kita dengan menjalankan pesan-pesan Injil yakni dengan menjadi saudara bagi sesama, saling menjaga, saling menasihati, saling mempersatukan dan saling mengampuni.

.

Ya Allah, teguhkanlah iman dan harapan kami akan kasih dan kesetiaan-Mu untuk menyelamatkan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 7 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 7 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 12:38-44

Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,

yang suka duduk dì tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang.

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam bacaan pertama hari ini, kita terinspirasi oleh dua janda yang sangat murah hati dan menyerahkan diri mereka kepada penyelengaraan Ilahi. Lalu, apakah yang bisa kita pelajari dari sikap janda di Sarfat itu?

Pertama, melalui sosok janda ini kita diingatkan akan peran kita dalam karya pewartaan Allah bahwa kita dipanggil untuk ikut serta dalam pewartaan yang universal.

Kedua, janda di Sarfat itu menggambarkan keadaan kita manusia yang ditawari rahmat Allah. Tuhan selalu dengan senang hati menunggu tanggapan kita terhadap undangannya.

Dari tokoh janda miskin yang ada dalam bacaan Injil kita diingatkan bagaimana memberi dengan ikhlas dari kekurangan. Janda miskin memberi dengan penuh cinta bahkan seluruh nafkahnya karena ia menyandarkan hidupnya secara total pada kemurahan dan penyelengaraan Ilahi.

Tindakan janda ini dipuji oleh Yesus karena meskipun si janda itu miskin secara materi, namun ia sangat kaya dalam iman. Janda miskin ini sekaligus juga mengingatkan kita akan doa St. Fransiskus Assisi agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain:

Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai. Sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni…”

Sikap kedua janda dalam bacaan hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa cinta mereka kepada Allah tidak akan sia-sia, sebab Allah sudah terlebih dahulu mengasihi mereka.

.

Ya Allah, bantulah kami supaya mampu menyerahkan diri dan percaya kepada penyelenggaraan-Mu, sehingga kehadiran kami menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 6 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 6 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 16:9-15

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.

Siapa saja yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan siapa saja yang tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan.

Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.

Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Paulus mengucapkan salam kepada rekan-rekan sepelayanannya dengan cara yang unik dan luar biasa. Dia menuliskan satu per satu nama rekannya dengan segala jejak kehidupan mereka.

Mereka menghayati bahwa pelayanan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai ungkapan iman, di dalamnya membutuhkan kesetiaan.

Dalam Injil, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Siapa saja yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia juga setia dalam perkara-perkara besar.”

Kesetiaan adalah hal yang paling mendasar dalam membangun sebuah relasi dengan siapa saja.

Jika kita tidak memiliki kesetiaan dalam sebuah hubungan, maka akan menimbulkan keretakan dalam hubungan tersebut dan akan berujung pada ketidakharmonisan.

Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri. Kepada siapakah saya harus setia dalam hidup? Siapa yang kita harapkan dalam hidup untuk setia kepada kita?

Sebagai murid Kristus, kita pertama dan terutama setia kepada Tuhan: Perintah-perintah dan kehendak-Nya untuk kita. Sebab, Tuhanlah yang lebih dahulu setia mencintai kita dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Ia setia mengasihi dan mencintai kita apa adanya, tanpa memandang siapa diri kita. Maka, mari kita membangun sikap kesetiaan kepada Tuhan lewat hal-hal yang kecil dalam hidup kita.

Kiranya dengan setia pada hal-hal kecil dalam hidup ini, kita pun mampu untuk setia pada hal-hal yang besar yang dipercayakan kepada kita.

.

Ya Allah, tuntunlah selalu langkah kami supaya kami tetap setia kepada-Mu di tengah berbagai tawaran dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 5 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 5 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 16:1-8

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

Lalu, ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak.

Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Relasi kita dengan sesama memiliki peran penting. Tidak hanya untuk menunjang kesuksesan, tetapi juga dalam banyak aspek kehidupan.

Hari ini, Paulus berbicara mengenai apa yang ada dan terjadi di dalam relasi antara jemaat yang ada di Roma. Paulus perlu memberikan nasihat dan teguran jikalau ada hal yang keliru di antara jemaat meskipun tidak gampang untuk melakukannya.

Paulus agak berhati-hati sebagai seorang hamba Tuhan sekaligus pada saat yang sama ia juga menyatakan dirinya memiliki otoritas untuk menegur mereka.

Dalam Injil hari ini dikisahkan tentang bendahara yang tidak jujur. Lalu, apa sesungguhnya hendak disampaikan Yesus ketika berbicara tentang bendahara yang tidak jujur dan dihubungkan dengan ungkapan tentang anak-anak dunia atau anak-anak terang?

Sebagaimana disampaikan bahwa anak-anak dunia lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan duniawi dan anak-anak terang akan mengejar hal-hal surgawi.

Oleh karena itu, kita diundang untuk lebih bijaksana terhadap anugerah (harta) yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

Sebagaimana hidup adalah sebuah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan, demikian jugalah harta yang kita miliki merupakan anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Mari kita memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan dengan bijaksana.

.

Ya Allah, banyak hal yang tidak mampu kami pahami dalam kehidupan ini. Semoga Roh Kudus-Mu menuntun kami untuk hidup dalam kejujuran. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

.

.

Renungan Harian 4 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 4 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 15:1-10

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Hari ini, bacaan-bacaan berbicara tentang fakta bahwa sebenarnya setiap orang yang sudah ditebus oleh Tuhan, tidak lagi hidup untuk diri sendiri.

Bahkan, Paulus menekankan bahwa jika seseorang mati, mereka pun tidak mati untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Tuhan. Hidup kita adalah milik Tuhan.

Artinya, apa pun yang kita lakukan, apa pun yang kita pikirkan, semua harus bagi kepentingan mewartakan kasih Tuhan. “Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Rm. 14:8b).

Hal yang menarik juga dari kisah Injil pada hari ini adalah hubungan dan perhatian Yesus terhadap orang yang berdosa. Hal ini ditunjukkan-Nya dalam kisah perumpamaan tentang domba dan dirham yang hilang.

Mereka mencari dan sangat bersukacita ketika menemukannya kembali. Inilah gambaran kemurahan hati Allah. Allah sangat mengasihi dan peduli dengan kita.

Kepedulian Allah terhadap kita sungguh luar biasa. Ia rela meninggalkan segalanya untuk mencari dan menemukan domba-Nya yang hilang.

Kita pun diundang oleh Allah untuk memiliki sikap peduli terhadap orang yang dipinggirkan, orang yang dikucilkan, dan orang yang kehilangan harapan.

.

Ya Allah, mampukanlah kami untuk semakin menyadari bahwa apa yang ada pada kami adalah milik-Mu. Semoga kami menggunakannya demi kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

.

.

You cannot copy content of this page