Renungan Harian 23 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 23 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:5-11

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan berbagai-bagai barang persembahan.

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun yang akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”

Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat.

Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut.

Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Seorang raja sekaligus penguasa adidaya bernama Nebukadnezar bermimpi tentang sebuah kerajaan.

Dikisahkan bahwa Allah akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan kekuasaan tidak akan beralih kepada bangsa lain.

Kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.

Kemudian, Daniel memberi penjelasan dan makna dari mimpi tersebut sebab ia memiliki hikmat. Pesan yang disampaikan Daniel kepada Nebukadnezar sangat jelas.

Sekuat dan sehebat apa pun sebuah kerajaan pada akhirnya akan runtuh juga. Namun, ada satu kerajaan yang tidak akan runtuh, yaitu Kerajaan Allah.

Sebab itu, Daniel berkata: “Allah yang mahabesar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai (Dan. 2:45).

Daniel menyampaikan pesan tersebut kepada Nebukadnezar supaya ia menyandarkan hidupnya kepada Kerajaan Allah.

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah, maka berkatalah Yesus:

“Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan, maka waspadalah supaya kamu jangan disesatkan.”

Oleh karena itu, sikap paling baik adalah memasrahkan hidup kita setiap saat kepada tuntunan Tuhan. Kapan hal itu terjadi bukanlah suatu masalah. Sebab, hidup kita ini penuh misteri.

Tugas kita adalah menjalaninya dengan penuh tanggung jawab dan tetap berkeyakinan bahwa kesusahan hari ini biarlah untuk hari ini.

Percayalah, sekalipun semua jalan telah tertutup, Tuhan pasti buka jalan!

.

Ya Allah, ke dalam tangan-Mu, kami serahkan seluruh hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 22 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 22 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:1-4

Di Bait Allah, tatkala mengangkat muka, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.

Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu.

Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Keteguhan iman akan teruji ketika menghadapi suatu penderitaan yang hebat dan juga ketika merasakan hidup nyaman dan membahagiakan yang membuat seseorang merasa tidak perlu pertolongan orang lain.

Hidup di tanah pembuangan bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan, termasuk dalanm hal menjalankan ibadah. Di sini, keteguhan iman Bangsa Israel diuji.

Daniel berjuang untuk mempertahankan imannya. Daniel adalah salah seorang dari orang orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, pada waktu Yerusalem runtuh.

“… Orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu…” (Dan. 1:4).

Daniel tidak berupaya menutup-nutupi keyakinannya di hadapan banyak orang, termasuk kepada pimpinan pegawai istana. Iman Daniel itu berbuah manis. Kegigihan Daniel menjaga imannya bukan perkara mudah.

Ia berusaha untuk melakukannya dengan setia. Buah dari keteguhan imannya adalah dikasihi Allah dan sesama manusia. Dalam bacaan Injil dikisahkan bahwa seorang janda miskin hanya memasukkan uang sebesar dua peser ke dalam peti persembahan.

Akan tetapi, Yesus justru mengatakan bahwa janda miskin tersebut memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Mengapa demikian?

Memang Yesus sendiri sudah mengatakan alasannya, yaitu bahwa janda miskin tersebut memberi dari kekurangannya, bahkan memberi seluruh nafkahnya, sementara orang kaya itu memberi dari kelimpahannya.

Kita harus memberi persembahan kepada Tuhan dengan hati yang tulus. Memberi persembahan merupakan salah satu buah perwujudan iman, karena kita ingin melakukan sesuatu untuk Tuhan.

Di tengah situasi hidup saat ini, kita semua terus berusaha dan bertekun supaya iman kita senantiasa berbuah seperti yang dialami oleh Daniel dan janda miskin itu.

.

Ya Allah, teguhkanlah iman kami kepada-Mu. Semoga kami mampu mewujudkannya dalam bentuk solidaritas dengan sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 21 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 21 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Yoh 18:33b-37

Ketika Yesus dihadapkan ke pengadilan, bertanyalah Pilatus kepada-Nya, “Engkau inikah raja orang Yahudi?”

Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”

Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?”

Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?”

Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Ketika Israel di bawah kendali kerajaan-kerajaan raksasa, Allah memberikan penglihatan kepada Daniel bahwa segala yang pernah ada di dunia akan menghadap Majelis Pengadilan dan ketua persidanganlah yang akan menetapkan keadilan.

Kitab kehidupan dibuka dan Allah bertindak sebagai hakim yang adil. Seluruh kerajaan yang pernah ada di dunia dan orang yang menentang Allah akan mendapatkan hukuman.

Sementara, setiap orang, segala suku bangsa yang hidup penuh kesetiaan berada dalam kuasa dan kemuliaan Tuhan. Sebuah kerajaan dengan kekuasaan yang kekal akan dinikmati oleh orang-orang yang setia.

Kerajaan tersebut dipenuhi sukacita dan tidak akan pernah lenyap.

Oleh karena itu, Yohanes mengingatkan bahwa Yesus akan datang kedua kali dengan kemuliaan- Nya sebagai raja yang berkuasa atas segala raja sebab Ia telah melepaskan kita dari dosa dan menjadikan kita sebagai anggota kerajaan-Nya.

Pilatus mempertanyakan apakah Yesus itu Raja.

Namun, Yesus menjawab seakan-akan Pilatus bersaksi tentang diri-Nya, sehingga Yesus bertanya apakah kesaksian itu muncul dari dalam hatinya atau hanya mengikuti pendapat orang lain.

Dalam jawaban Yesus, dikatakan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini. Pilatus menangkap pengakuan tersirat Yesus bahwa Dia adalah Raja.

Bagi Yesus, Ia harus menyatakan kebenaran, karena untuk itulah Ia lahir dan datang ke dalam dunia.

Sudah selayaknya kita mengakui Yesus sebagai Raja dalam hidup kita, karena kasih karunia dan damai sejahtera berasal dari Allah.

Mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Raja, tidak hanya berhenti pada pemahaman siapa Yesus yang sesungguhnya,

tetapi juga memberikan segala pujian dan hormat kepada- Nya, dalam bentuk ketaatan kita pada perintah-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.

.

Ya Allah, Engkaulah raja kami yang selalu melindungi dan memimpin kami. Semoga kami dari hari ke hari semakin taat pada rencana dan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 20 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 20 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 20:27-40

Pada suatu ketika, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan.

Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada,

tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.

Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.

Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Manusia cenderung mementingkan diri sendiri atau menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain. Raja Antiokhus menganggap dirinya sebagai raja yang baik hati, namun dalam kenyataannya ia dikenal sebagai raja yang kejam.

Menjelang kematiannya, ia melihat ke belakang tentang bagaimana dulu hidupnya sebagai raja. Ia pun memberikan penilaian kepada dirinya sendiri,

Aku sudah menjadi insaf bahwa oleh karena semuanya itulah maka aku didatangi malapetaka ini (lih. 1Mak. 6:13). Ia menyesali perbuatannya agar tidak menjadi halangan baginya untuk masuk ke dalam hidup abadi.

Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan. Oleh karena itu, mereka dengan sengaja datang kepada Yesus dengan tujuan untuk menolak ajaran-Nya dan sekaligus mau menjebak Yesus dengan sebuah pertanyaan.

Yesus menjawab dengan membuka pikiran mereka bahwa orang di dunia kawin dan dikawinkan, namun orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam kebangkitan orang mati tidak akan kawin dan dikawinkan.

Inilah makna kebangkitan, yakni kehidupan baru sebagai anak-anak Alah.

Namun, sebenarnya mereka datang bukan dengan maksud yang baik untuk mencari kebenaran, tetapi justru mau menolak dan menunjukkan bahwa pendapat merekalah yang benar. Sikap semacam ini termasuk dalam kategori mementingkan diri sendiri.

.

Ya Allah, bukalah hati kami supaya selalu siap dituntun oleh Roh-Mu agar kami lebih mengutamakan kehendak-Mu daripada keinginan duniawi kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 19 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 19 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 19:45-48

Pada waktu itu, Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka, mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka:

“Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Perubahan pasti akan selalu terjadi, baik disadari maupun tidak. Pada umumnya, hal itu terjadi karena adanya suatu kepedulian terhadap sesuatu yang dianggap sudah tidak memuaskan lagi bagi masyarakat.

Atau mungkin disebabkan adanya faktor-faktor baru yang oleh masyarakat dianggap memiliki manfaat yang lebih besar bagi kehidupannya.

Pengalaman Yudas Makabe, dalam bacaan pertama hari ini, menunjukkan bahwa ia sungguh mempunyai kepedulian yang sangat besar terhadap Bait Allah.

Bait Allah adalah tempat kudus untuk bangsa Yahudi dan menjadi tempat di mana para imam agung sekali setahun mempersembahkan kurban kudus kepada Allah.

Bait Allah juga menjadi tempat untuk mengajarkan ajaran-ajaran Musa dan menyampaikan kepada semua bangsa bahwa Allah hadir di tempat itu.

Yudas Makabe bersama para prajuritnya berupaya keras membangun dan menyucikan kembali Bait Allah yang telah hancur dan dicemarkan oleh musuh-musuhnya.

Dalam bacaan Injil dikisahkan bahwa Yesus datang ke Bait Allah untuk mengajar seperti yang biasa Ia lakukan setiap hari.

Namun, kali ini Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir semua pedagang di situ, katanya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun (Lukas 19: 46).

Yesus sungguh-sungguh menegur mereka dengan sangat keras karena rumah Bapa-Nya telah dijadikan tempat orang berjualan.

Yesus menunjukkan suatu sikap kepedulian terhadap Bait Allah dan dalam pengajaran-Nya pun selalu menyampaikan praktik yang benar bagaimana menjalankan kehidupan agama, yakni keterbukaan hati kepada Allah.

Sebab, hati kita merupakan bait Allah yang perlu selalu dibersihkan dan disucikan setiap hari. Oleh karena itu, marilah kita selalu membarui dan menyucikan diri kita tidak hanya sekali atau dua kali setahun tetapi setiap hari.

.

Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau memberi kesempatan untuk menyucikan dan membebaskan hati kami supaya selalu terbuka kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 18 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 18 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 19:41-44

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!

Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,

dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita bisa belajar dari teladan keluarga Matatias. “Namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami” (1 Mak. 2:20).

Matatias adalah seorang yang benar di hadapan Allah. Ia adalah seorang yang setia kepada Allah dan memiliki ketetapan hati. Ia tahu tujuan dan arah hidupnya.

Sering kali kita melihat dan mendengar suatu berita bahwa harga kesetiaan itu sangat mahal, misalnya hanya karena himpitan ekonomi,

persoalan relasi dan jabatan atau demi nama baik seseorang lebih mudah untuk mengikuti tawaran atau terbawa arus, sekalipun harus mengorbankan keyakinannya.

Seolah-olah mereka tidak memiliki keberanian untuk menjadi saksi kebenaran di tengah keluarga, tempat kerja atau masyarakat.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Yesus menangis bukan karena ditolak, dihina, dibenci, disiksa, disalibkan, melainkan karena sedang dielu-elukan ketika memasuki Kota Yerusalem.

Yesus menangisi Kota Allah itu karena manusia di dalamnya tidak menyadari apa sesungguhnya yang mereka perlukan untuk kebaikan mereka.

Tuhan telah datang melawat mereka, tetapi mereka tidak tahu dan tidak mau tahu, sehingga mengalami kebinasaan.

Yesus menangisi kita karena kedosaan kita, tetapi Yesus juga sangat mengasihi kita karena itu Ia mengurbankan diri-Nya untuk
membawa kita kembali kepada Bapa.

Apakah kita bersedia dan berani membuka hati supaya kita mampu melihat dan mengalami penyertaan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita?

Marilah kita memiliki ketetapan hati sehingga kita mampu setia dan bertahan dalam tuntunan-Nya.

.

Ya Allah, tolonglah kami dengan rahmat-Mu agar mampu dan berani hidup benar dalam tuntunan Roh Kudus-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 17 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 17 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 19:11-28

Pada waktu Yesus sudah dekat di Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera tampak. Maka, Yesus berkata,

“Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.

Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.

Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.

Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.

Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.

Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.

Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri.

Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.

Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.”

(Bacaan selengkapnya lih. Alkitab atau Buku Bacaan II: Bacaan Misa Harian”, hlm. 1423-1425).

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

“Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil” (Luk. 19:26).

Ketika mendengar atau membaca secara sepintas kalimat ini sangat bertolak belakang dengan yang kita pahami sebagai keadilan.

Banyak dari kita mungkin berpikir, “bagaimana mungkin seorang yang sudah memiliki sesuatu akan ditambahkan lagi sedangkan yang tidak punya masih saja diambil darinya?”

Dimana letak kasih atau kebaikan yang Yesus ajarkan?

Dalam perumpamaan tentang uang mina ini, jika direnungkan secara mendalam, kita akan sampai pada pemahaman tentang keadilan dan kebaikan.

Keadilan terjadi jika hak dan kewajiban seseorang terpenuhi. Pada umumnya, kedua unsur ini selalu menjadi pokok pertimbangan dalam menilai suatu perbuatan adil.

Dalam perumpamaan ini, Yesus ingin mengajarkan suatu pedoman atau model hidup yang lebih nyata. Di mana kita harus bekerja demi mendapatkan sesuatu.

Sekecil apa pun pekerjaan kita, itu selalu berharga di mata Tuhan.

Oleh karena itu, berusahalah dan berjuanglah sekuat kemampuan kita, karena kita akan dipercayakan untuk mengerjakan hal yang lebih besar ketika kita mampu menyelesaikan yang lebih kecil.

Kita semua telah diberikan kemampuan atau talenta untuk mempergunakannya dengan baik. Apakah talenta yang kita terima sudah kita pergunakan dengan bertanggung jawab?

.

Ya Allah, semoga kami mampu bertindak adil terhadap sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 16 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 16 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Zakheus adalah seorang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai untuk Kekaisaran Roma. Ia memungut pajak dari orang sebangsanya dan mengirimkan ke Roma.

Ia tidak saja berperan sebagai pemungut cukai, tetapi juga sebagai kepala pemungut cukai di Yerikho. Seperti diketahui bahwa sebagai pemungut cukai tentunya ia adalah seorang yang kaya.

Banyak orang berasumsi bahwa tentunya tidak semua pajak yang dikumpulkan diserahkan ke Roma, pasti ada sebagian yang disimpan untuk dirinya sendiri, sehingga ia dianggap sebagai pendosa.

Terlepas dari segala pandangan negatif dari orang banyak terhadapnya, Zakheus ingin melihat Yesus. Seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini, Zakheus yang pendek harus memanjat pohon agar dapat melihat Yesus.

Hal ini yang menarik adalah bahwa yang memanjat pohon bukanlah seorang petani yang tentunya sudah terbiasa, tetapi justru seorang pejabat pemungut cukai yang memiliki kelas sosial yang berbeda.

Kisah ini dapat kita maknai sebagai sebuah kerendahan hati Zakheus yang ditunjukkannya di hadapan banyak orang, tanpa mempertimbangkan status yang melekat pada dirinya.

Dan kerendahan hatinya dibalas dengan keramahan Yesus yang memintanya turun dan mengunjungi rumahnya. Meskipun banyak orang bersungut-sungut, namun Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini karena orang ini pun anak Abraham”.

Yesus mencari orang yang berdosa dan membantu mereka bertobat supaya layak menerima keselamatan. Zakheus bertobat bukan karena takut akan menerima hukuman, melainkan karena bergembira telah berjumpa dengan Yesus.

Perjumpaannya dengan Tuhan telah mendatangkan sukacita dalam dirinya dan itu mendorongnya untuk memperbaiki hidupnya.

.

Ya Allah, berilah kami sikap kerendahan hati supaya kami dapat merasakan sukacita yang berasal dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 15 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 15 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 18:35-43

Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”

Kata orang-orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru: ” Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam.

Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”

Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Buta adalah ketidakmampuan seseorang untuk melihat apa pun, bahkan untuk melihat cahaya. Ada yang mengalami buta sebagian, yaitu memiliki penglihatan yang terbatas.

Ada pula yang mengalami buta secara total. Dia tidak dapat melihat sama sekali. Bacaan hari ini mengisahkan tentang kebutaan.

Dalam Perjanjian Lama seperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini, ada sejumlah orang Israel memilih untuk tunduk kepada Raja Antiokus Epifanes.

Namun, tindakan mereka ini ditentang oleh sesama orang Yahudi yang tetap bertahan dengan imannya kepada Allah. Mereka yang bertahan ini melihat Allah dengan amat jelas.

Sedangkan, yang berbalik untuk menyembah berhala sudah tertutup matanya sehingga tidak dapat melihat dan menyembah Allah.

Sikap si pengemis buta yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita tentang iman. Ketika si pengemis buta berseru kepada Yesus, banyak orang dengan tegas menyuruhnya untuk diam.

Tetapi, semakin mereka menyuruhnya diam, semakin keras pula dia berteriak agar Yesus mendengarnya. Sebab, dia yakin bahwa inilah satu-satunya kesempatan agar dia bisa disembuhkan.

Bagi si pengemis buta itu hanya peduli pada satu hal, yakni dia percaya bahwa dia bisa melihat. la hanya berteriak minta pengampunan dan belas kasihan dari Yesus.

Semoga kita menjaga hati dan pikiran agar tetap tunduk kepada Tuhan Allah saja supaya jiwa kita tenteram dan damai. Dengan demikian, kita terhindar dari buta dan tuli rohani.

Tindakan pengemis buta ini telah menginspirasi kita untuk senantiasa berani datang kepada Tuhan.

.

Ya Allah, semoga kami mampu melihat dengan mata iman semua kenyataan hidup ini, terutama saat berada dalam kesulitan dan penderitaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 14 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 14 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 13:24-32

Sekali peristiwa, dalam khotbah-Nya tentang akhir zaman, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pada masa itu, sesudah siksaan itu,

matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya

dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara.

Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Gambaran tentang akhir zaman selalu dihubungkan dengan sesuatu yang sungguh menakutkan. Ada yang mengatakan akan terjadi peristiwa/kejadian yang sungguh mengerikan dan sebagainya.

Bahkan ketika terjadi gempa yang begitu hebat atau tsunami/peristiwa alam lainnya terjadi, tak jarang orang mulai menghubungkannya dengan akhir zaman.

Pada masa Daniel, Mikhael muncul mendampingi umat Allah untuk menghadapi segala bentuk penderitaan. Daniel mengajarkan bahwa penderitaan selalu ada dalam hidup manusia dan dapat memurnikan umat Allah serta menguatkan iman mereka.

Terutama berlaku bagi siapa saja yang memiliki pengharapan akan Allah. Sebab, Allah berjanji bahwa umat-Nya akan diluputkan dari kesesakan.

Injil Markus yang kita dengar hari ini, menyertakan peristiwa-peristiwa alam yang menandakan terjadinya akhir dunia: “matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang” (Mrk. 13:24-25).

Mendengar hal-hal seperti ini tentu membuat kita menjadi gelisah, cemas, dan takut. Sebagai orang beriman, persoalan akhir zaman bukanlah hal yang ditakuti.

Bagaimana itu akan terjadi, kapan akan terjadi, dan bagaimana kita menghadapinya, bukanlah sesuatu yang perlu dicemaskan.

Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, yang utama dan pertama yang kita lakukan adalah kita mengisi hari-hari hidup kita sesuai kehendak dan rencana Tuhan.

Kita bersyukur bahwa Tuhan masih memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat dan membarui diri.

.

Ya Allah, tuntunlah kami agar mampu menggunakan kesempatan yang Engkau berikan dengan baik dan bertanggung jawab. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

You cannot copy content of this page