Renungan Harian 3 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 3 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mrk 16 : 15-20

Pada suatu hari, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Semangat untuk menyelamatkan jiwa-jiwa mendorong St. Fransiskus Xaverius untuk pergi ke Asia, termasuk Indonesia.

Ia datang untuk mewartakan Injil dan keselamatan bagi banyak orang. Semangat ini mengalir dari pengalaman akan kasih Allah.

Fransiskus terpanggil agar kasih yang sama tidak hanya dinikmatinya sendiri, tetapi juga oleh banyak orang di banyak tempat dan dari generasi ke generasi.

Daya kuasa Allah turut bekerja melalui tanda-tanda heran, yaitu penyembuhan dan pengusiran setan.

Dalam masyarakat milenial kita sekarang ini, ada kecenderungan banyak orang menjadi autis, yaitu sibuk dengan diri sendiri dan tidak peduli dengan keberadaan maupun keselamatan orang lain.

Teladan St. Fransiskus Xaverius mendorong kita untuk berani keluar dari diri kita sendiri dan membagikan kebaikan Tuhan kepada sesama, bahkan mengusahakan kebaikan bersama, baik pada tingkat lingkungan, paroki, dan negara.

.

Ya Yesus, kasih-Mu sungguh kami rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Gelorakan semangat dalam diri kami agar kami mampu keluar dari kenyamanan diri lalu pergi mewartakan kasih-Mu ke seluruh dunia. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 2 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 2 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 7 : 21, 24-27

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Seringkali dalam hidup kita menyaksikan bahwa orang benar dikalahkan oleh orang fasik, orang jujur ditindas oleh yang tidak jujur.

Kejahatan menggiurkan justru karena seolah menawarkan kemenangan.

Yesus, Sang Mesias, yang kita tunggu adalah benteng pertahanan yang kuat untuk keselamatan kita.

Dalam Dia, orang jahat tidak akan bisa lagi mencelakakan orang benar. Malahan, orang-orang jahat akan dihancurkan dan dicampakkan menjadi debu.

Dalam kuasa-Nya, orang bersengsara dan lemah akan menginjak-injak orang fasik.

Orang-orang benar menjadi kuat karena mereka mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah sehingga kuasa Sang Mesias bekerja di dalam diri mereka.

Orang benar itu bagaikan rumah yang dibangun di atas batu.

Kita menantikan kedatangan Yesus, Sang Pembela dan Kekuatan kita. Mari kita bangkitkan kembali optimisme dan keyakinan kita akan kuat-kuasa Yesus, Sang Mesias.

Jangan sampai kekecewaan dan kepahitan menguasai diri kita sehingga kita menjadi pesimis dan tanpa pengharapan dan keyakinan.

Tuhan yang akan datang dan tinggal bersama kita itu adalah kekuatan dan jaminan kita dalam penziarahan di dunia ini.

Ia setia menuntun kita ke padang rumput yang hijau dan ke sumber-sumber air yang tenang.

.

Ya Allah, biarlah kedatangan Putra-Mu mengubah kami menjadi tanda kemenangan-Mu di tengah masyarakat. Datanglah ya Tuhan dan tinggallah dalam hati kami! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 1 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 1 Desember 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 15 : 29-37

Pada suatu ketika, Yesus menyusuri pantai Danau Galilea, lalu naik ke sebuah bukit dan duduk di situ.

Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu.

Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”

Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?”

Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.”

Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.

Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kedatangan Mesias, yang digambarkan Nabi Yesaya, akan membawa sukacita besar seperti perjamuan surgawi dengan hidangan dan minuman yang lezat.

Pada saat itu segala kesedihan, kelemahan, kerapuhan, dan maut akan dipulihkan.

Inilah pengharapan yang dijanjikan Allah kepada kita melalui kedatangan Mesias.

Pengharapan itu terpenuhi dalam diri Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit dan menghapuskan kekurangan dan kerapuhan kita.

Orang lumpuh disembuhkan, orang timpang berjalan kembali, orang buta melihat, orang bisu berkata-kata, orang tuli mendengar. Kekurangan makanan dipuaskan oleh Yesus dengan kelimpahan roti.

Masa Adven ini mengajak kita untuk mengarahkan pandangan kita kepada Yesus Kristus yang akan datang, yang merupakan pemenuhan janji Allah dan akan membuat semuanya menjadi baik.

Janganlah kita putus asa, menjadi apatis dan kehilangan pengharapan, karena menghadapi penyakit, kerapuhan kita, dan kebobrokan dalam masyarakat.

Allah yang datang dalam diri Yesus itu akan membuat semua itu menjadi baik.

.

Ya Allah, jangan biarkan kami putus asa. Teguhkanlah pengharapan kami bahwa semuanya akan menjadı baik karena kedatangan Yesus, Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 30 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 30 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 4 : 18-22

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya.

Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Ketika kita berkata bahwa kita sedang khawatir, seketika itu pula timbul kekhawatiran di dalam hati kita. Hal itu menunjukkan  bahwa hati dan mulut memiliki fungsinya masing-masing.

Dengan hati kita percaya, tetapi dengan mulut kita pun harus mengaku, dan keduanya harus berjalan secara beriringan, sebab percaya dalam hati saja tidaklah cukup, harus dibuktikan dengan pengakuan melalui mulut kita.

Jadi, apa yang kita percayai harus sejalan dengan yang kita akui, sebab iman yang bukan bersumber dari hati tidak lebih dari sekadar kemunafikan yang menipu diri sendiri dan orang lain.

Seperti yang diajarkan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma,

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rm. 10:9).

Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Andreas, rasul. Ayahnya, bernama Yohanes, bekerja sebagai nelayan.

Andreas juga bekerja sebagai nelayan. Ia bersama saudaranya, Simon yang disebut Petrus, merupakan murid-murid pertama Yesus.

Panggilan sebagai murid diterima oleh Andreas dan Simon ketika meraka sedang menebarkan jala di danau. Panggilan itu dijawab oleh Andreas dan Simon dengan pergi meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Inilah pengakuan iman yang langsung diikuti dengan perbuatan.

Tuhan juga memanggil kita dengan cara yang sama, sesuai dengan profesi kita masing-masing.

Maka, kalau kita mengaku murid-murid Yesus, kita juga seharusnya mendengarkan panggilan-Nya dan mewartakan cinta kasih Allah kepada semua orang dalam perkataan dan perbuatan kita sehari-hari.

.

Ya Allah, bantulah kami untuk menjawab ya atas panggilan-Mu supaya kami dapat melakukan apa yang Engkau kehendaki. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 29 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 29 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Mat 8 : 5-11

Pada waktu itu, Yesus masuk ke Kota Kapernaum. Maka, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”

Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit.

Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.

Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Bait Allah adalah sebutan untuk menunjukkan tempat kediaman Allah di bumi.

Nabi Yesaya menubuatkan keadaan Yerusalem pada hari-hari terakhir dan mengatakan bahwa Allah akan membangun bait-Nya yang berdiri tegak menjulang dan akan menarik perhatian bangsa-bangsa untuk berduyun-duyun datang.

Sehingga, keberadaan Bait Allah di Yerusalem membuat Kota Yerusalem bukan hanya menjadi pusat pemerintahan kerajaan, tetapi juga menjadi pusat keagamaan, ke sanalah umat Allah berziarah untuk merayakan berbagai perayaan ibadah.

Umat yang beribadah akan menjadi para pejuang yang siap menegakkan keadilan dan kebenaran. Keadilan dan kebenaran yang berdiri tegak akan berdampak pada hadirnya kedamaian dalam kehidupan.

Itulah hakikat rumah Tuhan, bukan pada bangunan yang indah.

Dengan kata lain. Bait Allah bukan sekadar tempat umat beribadah, melainkan tempat di mana keadilan dan kebenaran dihidupi.

Kisah seorang perwira yang memiliki seorang hamba sedang terbaring di rumah karena sakit lumpuh dapat menginspirasi kita untuk belajar mewujudnyatakan kepedulian kita kepada siapa pun.

Perwira itu memiliki kasih dan tanggung jawab terhadap hambanya yang sakit. Ia juga memiliki kerendahan hati ketika Yesus hendak datang ke rumahnya, ia berkata: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumanku (Mat. 8:8).

Seorang perwira yang mau turun tangan untuk menolong hambanya merupakan salah satu bentuk ibadah yang nyata dalam tindakan.

Contoh seperti ini sangat langka terjadi Karena biasanya seorang perwira bisa bertindak sewenang-wenang atas hambanya. Sebab, seringkali kedudukan tinggi membuat kita lupa akan keadaan orang-orang yang telah membantu kita.

Semoga kita mampu meneladani sikap perwira yang telah menghadirkan Bait Allah dalam tindakan yang nyata.

.

Ya Allah, sembuhkanlah kami dari berbagai penyakit yang melumpuhkan hati kami. Semoga kami mampu dan rela melakukan yang baik terhadap semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 28 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 28 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:25-28.34-36

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Akan tampak tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Tuhan setia dengan janji-Nya kendati Israel sudah memberontak bahkan berkhianat. Dia adalah Allah yang setia kepada perjanjian-Nya.

“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda” (Yer. 35:14-16).

Pada waktu itu, Aku akan menumbuhkan tunas keadilan bagi Daud dan Yerusalem akan hidup dengan damai dan tenteram.

Dengan penggenapan janji itu, maka mereka merindukan atau mendambakan suatu keadaan yang berbeda dengan mereka alami di pembuangan.

Tertindas dan hidup dalam ketidakadilan adalah sebuah realitas yang tidak menyenangkan bagi umat Israel saat itu.

Maka, ketika mereka menerima janji Allah tentang pembebasan seperti yang disampaikan Nabi Yeremia, seakan membuka semangat dan harapan baru bagi mereka.

Dalam Injil hari ini, kita juga diajak untuk memiliki semangat hidup dan harapan yang baru sebab kita sangat percaya bahwa seburuk apa pun situasi dunia ini,

kita tidak akan ditinggalkan Tuhan, … bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Lukas 21:28).

Dengan kata lain, kita diajak untuk memiliki semangat dan sikap hidup yang benar bagimana menghadapi berbagai peristiwa yang kita alami termasuk dalam menyikapi tanda-tanda kedatangan Anak Manusia.

Ketakutan, kebingungan, dan kecemasan yang berlebihan bukanlah sikap yang benar. Sebagai orang beriman, mari kita berpikir dan bertindak yang benar dalam setiap aspek kehidupan kita.

Bangkitlah dan angkatlah mukamu, ungkapan ini mengisyaratkan supaya kita meninggalkan cara hidup lama dan masuk ke dalam hidup baru untuk mengalami dan membagikan kasih Allah kepada semua orang.

.

Ya Allah, semoga Engkau menjadikan kami sebagai pelaku dan pembawa Kabar Baik di tengah berbagai ketakutan dan kecemasan yang terjadi di masyarakat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 27 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

injil hari ini

Renungan Harian 27 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:34-36

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan

serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Pengharapan selalu ada bagi mereka yang percaya kepada Allah. Pengharapan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berkelindan dengan iman.

Imanlah dasar harapan-harapan kita. Itulah keyakinan dalam diri Daniel sehingga ia selalu proaktif untuk memahami makna atas mimpinya.

Kita dapat belajar dari kitab Daniel bahwa orang-orang kudus akan mengalami berbagai tantangan dan bahkan aniaya dalam pergumulan imannya.

Orang kudus berarti orang baik dan berbudi pekerti luhur, membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Ia mengandalkan diri pada penyelenggaraan Ilahi.

Dalam Injil pada hari ini, kita diingatkan supaya dapat berjaga-jaga. Pertama, kita harus berjaga-jaga dengan cara saling menjaga hati melalui perkataan dan perbuatan.

Sebab, segala perkataan dan perbuatan kita keluar dari hati kita.

Dengan kata lain, jika kita mau berjaga-jaga, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga hati kita agar tetap bersih, kudus, dan memiliki motivasi yang benar di hadapan Tuhan.

Maka, “Jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi” (Luk. 21:34).

Tentu tidak salah jika kita menghadiri pesta, tetapi akan salah jika kita sibuk dengan segala macam acara seperti pesta hingga kita melupakan Tuhan.

Kita harus berjaga-jaga agar kita tetap memiliki iman yang hidup, sehingga kita dapat mengalami kedatangan Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan kita.

.

Ya Allah, buatlah kami agar selalu mampu berjaga-jaga dan hidup dalam pengharapan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 26 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 26 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:29-33

Pada waktu itu, ini Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.

Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kekuasaan yang tak terkontrol akan mengakibatkan manusia jatuh kepada kesombongan dan akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.

Bagaimanapun hebatnya tenaga manusia pasti ada batasnya; bagimanapun tinggi pangkatnya, suatu waktu akan datang masa berhenti, bisa karena mati atau karena kekuasaan itu direbut oleh orang lain atau karena sudah uzur.

Mimpi Daniel memberikan peringatan agar kita tidak hidup seperti empat binatang yang mengandalkan kekuatan dan kehebatannya sebagaimana digambarkan dalam mimpinya.

Peringatan ini sekaligus menyadarkan kita bahwa segala kekuasaan hanyalah milik Tuhan. Sedangkan, kita hanya diberi untuk mempergunakan sewajarnya dengan bertanggung jawab sebagaimana yang dikehendaki Allah.

Dengan memiliki rasa takut kepada Allah, maka orang-orang yang diberi kesempatan untuk berkuasa akan menjalankannya dengan baik dan selalu bersandar pada-Nya.

Bacaan Injil hari ini menginspirasi kita tentang sebuah peringatan yang disampaikan Yesus sendiri melalui perumpamaan pohon ara.

Yesus menghendaki agar setiap orang dengan berbagai pergumulan hidupnya, janganlah tenggelam dalam ketakutan seperti orang yang tak berpengharapan.

Oleh karena itu, Yesus sendiri berkata: “Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Dengan kata lain, apa yang kita lihat pada suatu saat semuanya akan lenyap, namun Sabda Tuhan tetap akan hidup.

Maka, marilah kita fokus bahwa apa yang kita miliki di dunia ini, termasuk kekuasaan hanyalah sebagai sarana saja, bukan menjadi tujuan hidup.

Sebab, tujuan hidup manusia pada akhirnya harus kembali kepada Sang Pencipta.

.

Ya Allah, Firman-Mu menuntun langkah kami sehingga kami dapat mengambil keputusan sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 25 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 25 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:20-28

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat.

Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi,

dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis.

Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini,

dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Daniel dikenal sebagai sosok yang tekun berdoa kendati banyak kesibukan. Ada atau tidak ada kegiatan, sibuk atau tidak sibuk, dia tetap berdoa.

Ketika Daniel ditangkap dengan alasan dianggap pembangkang, kemudian ia dimasukkan ke dalam gua singa yang lapar, Daniel selamat tanpa luka sedikit pun.

Kemudian, dia berkata: “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku,

karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan” (Dan. 6:23).

Daniel selamat karena imannya kepada Allah.

Yesus memberikan harapan bagi mereka yang tekun dalam iman dan harapan: “Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.”

Hal itu dikatakan Yesus ketika Ia menubuatkan keruntuhan Yerusalem. Yesus menegaskan bahwa yang akan menduduki Yerusalem adalah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Sebelumnya juga sudah dinubuatkan bahwa Bait Allah akan hancur dan tidak satu batu pun akan terletak di atas batu yang lain. Itulah Yerusalem lama. Yerusalem yang hanya mengandalkan keindahan bangunan fisik.

Yesus datang dan menjanjikan kedatangan Yerusalem baru, yakni diri-Nya sendiri. Yerusalem lama akan hancur dan identitas mereka akan hilang.

Yerusalem baru akan bangkit dan mengumpulkan semua bangsa, tidak hanya orang Yahudi, tetapi siapa saja yang mau datang dan menerima tawaran keselamatan dari Allah.

Bertekun dalam doa dan melakukan kebaikan dalam tindakan merupakan bentuk konkret menuju jalan keselamatan.

.

Ya Allah, tuntunlah kami pada jalan keselamatan. Berikanlah kami iman yang benar harapan yang teguh, dan kasih yang sempurna. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Renungan Harian 24 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 24 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 21:12-19

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akan datang harinya kalian ditangkap dan dianiaya;

kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu,

dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang diantara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Dalam pandangan umum bahwa menjadi seorang raja atau penguasa pastilah menyenangkan karena ia memiliki segalanya dan melakukan apa saja yang dia mau.

Gambaran seorang raja seperti ini tampak dalam diri Raja Belsyazar, pengganti Nebukadnezar. Pada suatu hari, Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk para pembesar kerajaan.

Jumlah yang hadir dalam jamuan itu sebanyak seribu orang. Tanpa disadarinya, Belsyazar terlalu banyak minum anggur sehingga ia mabuk.

Dalam kondisi mabuk, seseorang bisa melakukan tindakan apa pun di luar kesadarannya. Bertingkah di luar kesadaran pastilah membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Raja Belsyazar rupanya tidak belajar dari sejarah. Ia lupa bahwa ayahnya pernah dihukum Allah. Belsyazar mengulanginya dengan melakukan kesalahan yang sama.

Kekuasaan membuatnya tidak takut pada siapa pun, bahkan pada Allah Israel yang ia kenal melalui riwayat hidup ayahnya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus meneguhkan para murid-Nya supaya tetap teguh dan bertahan kendati mengalami kesulitan bahkan ketika nyawa mereka menjadi taruhan.

Mereka harus teguh dalam iman dan menyerahkan hidup mereka kepada Allah. Sebab, menjadi pengikut Yesus memiliki konsekuensi-konsekuensi yang tidak mudah dalam hidup bermasyarakat.

Kadang kala, kita dihadapkan pada situasi di mana kita harus mengalami perlakuan tidak adil karena keyakinan dan iman yang kita miliki.

Dalam arti tertentu memang terjadi banyak kasus di mana agama justru digunakan untuk mendiskriminasi sesama.

Tidaklah berlebihan jika kita menyebut orang-orang seperti itu disebut ” mabuk agama” karena itulah sesungguhnya yang terjadi.

Dalam kemabukan itu, banyak orang dengan sewenang-wenang menghina sesamanya dan selalu menganggap dirinya paling benar sehingga selalu menyalahkan orang lain.

Karena itu, marilah kita senantiasa mawas diri dan berdoa agar selalu berjalan dalam terang Allah.

.

Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk tabah menghadapi setiap tantangan hidup dan menghadirkan damai kepada semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-angelus-doa-malaikat-tuhan-puji-syukur-no-15/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

You cannot copy content of this page