Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 1 : 29 – 39

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam.

Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya.

Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil

Hana, ibu Samuel menepati janjinya. Ia menyerahkan Samuel, anak tunggalnya, untuk melayani Eli, imam Tuhan.

Ketulusan ibunya, melekat pada Samuel, sehingga Tuhan memanggilnya suatu malam. Namun, ia belum mengenal suara Tuhan secara pribadi. Syukur, Eli membantunya (1 Sam. 3:1-10.19-20).

Peristiwa Tuhan memanggil Samuel menunjukkan pelajaran spiritual yang penting. Tuhan selalu mendatangi dan memanggil kita secara pribadi.

Tuhan tidak asing dan jauh dari kita. Ia tamu hati kita, yang saban hari mengunjungi kita.

Memanggil berarti seseorang dikenal, diundang, dan mau ada bersama, dan bekerja sama. Seperti Samuel, setiap kita dipanggil oleh Tuhan dengan cara-Nya dan sesuai situasi kita masing-masing.

Namun, sebagaimana Samuel membutuhkan bantuan Eli untuk mengenal suara Tuhan, demikian juga kita. Kita membutuhkan bantuan sesama terutama pendamping spiritual untuk lebih mudah mengenal suara panggilan Tuhan.

Suara panggilan Tuhan akan terdengar jelas jika kita membuka hati dan membaktikan diri untuk Tuhan, seperti Samuel. Untuk itu perlu berdoa dalam keheningan batin.

Hal itu dilakukan Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 1:29-39).

Allah dalam diri Putra, Yesus Kristus, mendatangi manusia, memanggilnya dan memberikan pembebasan kepada mereka dari segala macam kesusahan, antara lain penyakit.

Yesus memperkuat keberadaan dan kehadiran Allah yang pernah memanggil Samuel. 

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk mencintai keheningan, agar dapat mendengar panggilan-Mu yang selalu menggema dalam batin kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 1 : 21b – 28

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat.

Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”

Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan
kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2022, Bacaan Injil

Bacaan pertama hari ini melanjutkan kisah Hana, istri Elkana (1 Sam. 1:9-20). la sedih, direndahkan, merasa hidupnya tidak bermakna, karena mandul.

Ia membawa kesedihan hatinya kepada Tuhan dalam doa, pasrah, dan nazar. Nazarnya untuk kebesaran Tuhan. Jika Allah memberikannya seorang anak laki-laki, maka ia akan memberikannya kembali kepada Tuhan.

Dari Hana, kita belajar hal ini: menyerahkan diri kepada Tuhan dalam doa pasrah. Memohon berkat dari Tuhan, yaitu seorang anak.

Akan tetapi, ia menyerahkan kembali kepada Tuhan buah dari berkat-Nya untuk kebesaran manusia dan kemuliaan Tuhan. Inilah doa yang tulus. Diri sendiri hanya menjadi penyalur berkat Tuhan.

Yang menarik juga adalah cara berdoa Hana. Ia berdoa dalam hati dengan mulut komat-kamit tanpa suara.

Berdoa dalam hati yang tulus, jujur, dan bersih akan diingat oleh Tuhan.

Selanjutnya, Samuel, anak Hana, menjadi tokoh penting dalam Perjanjian Lama. Ia mempunyai kebijaksanaan warisan ibunya. Ia mengajar Israel tentang spiritualitas yang benar.

Samuel sudah mengarahkan umat akan Almasih, Yesus Kristus yang mengajar umat dengan penuh bijaksana dan kuasa (Mrk. 1:22).

Kuasa itu tentu melekat pada diri-Nya yang selalu bersatu dengan Bapa-Nya dalam doa yang tulus. Dari sana mengalir rahmat tak terbatas yang memberi-Nya kuasa untuk mengusir roh jahat (Mrk. 1:25-26).

Doa mendatangkan rahmat, mengusir kejahatan, dan menimbulkan ketakjuban.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa. Semoga apa yang kami peroleh, kami persembahkan untuk kebaikan sesama dan kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 1 : 14 – 20

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya:

“Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2022, Bacaan Injil

Berharap dan beriman kepada Tuhan dan mengasihi sesama adalah hal yang menjadi inti keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan.

Wujud iman itu adalah doa, persembahan, dan pasrah pada Tuhan, sambil memaafkan sesama. Itulah yang dilakukan Elkana dalam bacaan pertama hari ini (1Sam. 1:1-8).

Hana, istrinya, yang disakiti Penina, istri lain Elkana, hanya bisa menangis dan berpasrah pada Tuhan.

Air matanya menjadi doa hidup yang mengalir ke hadapan Allah dan siap menggenangi pintu hati-Nya. Penina adalah tipikal manusia sombong.

Tipikal manusia macam ini yang perlu secepatnya bertobat.

Karena itu, dalam Injil hari ini, Yesus menyerukan kedatangan Kerajaan Allah. Maka, perlu bertobat dan percaya kepada Injil (Mrk. 1:15).

Kerajaan Allah itu adalah diri-Nya sendiri yang adalah Raja Alam Semesta. Tentu saja kerajaan itu bersifat spiritual yang hadir dalam hati, jiwa, dan roh manusia.

Untuk menegakkan kerajaan itu, Yesus memanggil para murid-Nya (Mrk. 1:16-2). Yang dipanggil itu orang sederhana, nelayan.

Mereka bukan kaum terpelajar. Bukan orang kaya. Namun, mereka mempunyai hati yang terbuka untuk Kerajaan Allah.

Hal itu mereka tunjukkan dengan secara spontan melepaskan semua milik dan orang upahannya, lalu mengikuti Yesus.

Keterbukaan itu yang menyebabkan mereka layak untuk menjadi penjala manusia (Mrk. 1:17).

.

Tuhan, ajarlah kami untuk mempersembahkan diri kepada-Mu. Semoga kami bertobat, percaya pada Injil, dan masuk ke dalam jala kerajaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2022, Bacaan Injil Luk 3 : 15 – 16. 21 – 22

Ketika Yohanes tampil di Sungai Yordan, banyak orang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias.

Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu:

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.

Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya.

Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2022, Bacaan Injil

Dalam bacaan pertama hari ini (Yes. 40:1-5.9-11), kita mendengar gambaran Yesaya tentang Tuhan.

Tuhan memberi hukuman, tetapi Ia juga adalah penghibur. Dengan itu, hukuman Tuhan bukan untuk mematikan, tetapi untuk menghidupkan.

Ini sebuah pendidikan spiritual untuk prospektif hidup yang lebih baik ke depan.

Tuhan menggambarkan masa depan Israel yang bahagia dengan pemimpin sebagai gembala agung yang penuh kasih.

Sang pemimpin didahului oleh seorang yang mempersiapkan jalan, yang meratakan bukit, menimbun lembah, dan meluruskan yang bengkok.

Ramalan Yesaya ini terpenuhi dalam diri Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus.

Kedua tokoh ini dikisahkan dalam Injil hari ini, hari Pesta Pembaptisan Tuhan (Luk 3:15-16.21-22). Yesus dibaptis Yohanes Pembaptis. Ini adalah puncak inkarnasi Yesus dalam kemanusiaan kita.

Pembaptisan itu untuk menyucikan. Yesus suci, mengapa dibaptis/disucikan lagi?

Pertama, Yesus meneguhkan tindakan ritual pembaptisan itu.

Kedua, dengan memasuki Sungai Yordan, Yesus menyucikan alam yang telah dikotori dosa manusia.

Ketiga, Yesus sebagai sumber air hidup ingin menghapus semua dosa mereka yang dibaptis dan memberikan kehidupan kepada mereka yang ingin meminum dari Sungai Yordan hidup manusia.

Karena itu, Paulus mengatakan kita diselamatkan karena permandian dan berkat pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Tit. 2:11-14;3:4-7).

.

Ya Tuhan, semoga kami yang telah dibaptis dalam Roh Kudus dibersihkan dari dosa, dan menjadi Sungai Yordan yang hidup bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2022, Bacaan Injil Yohanes 3 : 22 – 30

Sekali peristiwa, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke tanah Yudea, dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.

Akan tetapi, Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.

Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya:

“Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.”

Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga.

Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu.

Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2022, Bacaan Injil

Ada banyak gambaran yang menakutkan tentang Allah, seperti pribadi yang menghukum dan mengutuk.

Dalam bacaan pertama hari ini (1Yoh. 5:14-21), Yohanes menunjukkan bahwa Allah yang membebaskan kita dari dosa dan mengabulkan doa kita.

Pada saat kita meminta, kita memperoleh apa yang kita minta itu. Kita berani meminta karena Allah mengasihi kita.

Namun, dosa adalah hambatan bagi kita untuk meminta kepada Allah. Dosa yang tidak mendatangkan maut bisa disilih dengan doa kepada Tuhan (bdk. 1Yoh. 5:16). Karena Tuhan melindungi manusia, sehingga tidak dijamah oleh si jahat.

Namun, ada dosa yang mendatangkan maut, salah satunya adalah berhala yang memalingkan wajah kita dari wajah Allah. Untuk itu, kita lekatkan wajah kita dengan wajah Allah dengan doa.

Ada tiga syarat doa: pertama, berani menghadap Allah, tidak takut kepada Allah, karena Ia adalah kasih.

Kedua, berdoa sesuai kehendak Bapa. Artinya, kita meminta sesuatu untuk membahagiakan diri dan sesama, dan memuliakan Allah.

Kita meminta bukan untuk kebesaran diri, bukan untuk membahayakan sesama, dan bukan untuk merusak ciptaan.

Ketiga, kebesaran kita meminta dengan hati murni, tanpa dosa. Salah satu hal yang memurnikan kita dari dosa adalah pembaptisan dengan air dan Roh Kudus.

Itulah yang kita dengar dari bacaan Injil pada hari ini (Yoh 3:22-30). Yesus dan Yohanes Pembaptis membaptis.

Ini adalah tindakan penyucian diri. Dengan Roh Kudus, rahmat pembaptisan itu akan menguatkan kita untuk melawan dosa yang datang dari si jahat.

.

Ya Tuhan, semoga kami berdoa sesuai kehendak-Mu. Bantulah kami untuk menghayati Sakramen Pembaptisan dengan kuasa Roh Kudus agar bebas dari dosa. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2022, Bacaan Injil Luk. 5:12-16

 

Sekali peristiwa, Yesus berada di sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta.

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata:

“Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2022, Bacaan Injil

Kita merasa lemah dan tidak berarti di depan kekuatan-kekuatan besar dunia di sekitar kita: pejabat, atasan, para tokoh besar, kelompok bisnis, politik, agama, dll.

Kesaksian atau omongan mereka sering kita rasakan sebagai kebenaran.

Yohanes dalam bacaan pertama hari ini menyatakan bahwa kita dapat mengalahkan dunia jika kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (1Yoh. 5:5-13).

Ia datang dengan air dan darah, dan semuanya satu dalam Roh. Roh, air, dan darah adalah kesaksian yang paling kuat dibandingkan kesaksian manusia.

Kita bisa menerima kesaksian manusia itu, asalkan ia percaya kepada Anak Allah (1Yoh. 5:8-9). Jika kita memiliki Anak Allah, maka kita memiliki hidup kekal.

Jika kita percaya Yesus Kristus adalah Anak Allah, ada tiga hal yang kita peroleh, yaitu kekuatan untuk mengalahkan dunia, kesaksian kebenaran dalam Roh, darah, dan air, dan memiliki kehidupan kekal.

Tiga kekuatan ini telah ditunjukkan Yesus Kristus sendiri. Ia telah melakukan banyak mukjizat, antara lain menyembuhkan orang sakit, termasuk sakit kusta yang kita dengar dalam Injil hari ini (Luk. 5:12-16).

Kusta tidak sekadar penyakit fisik, tetapi juga sosial, kultural, politis, dan spiritual. Mereka yang mengidap kusta adalah manusia terkutuk, sampah. Mereka kehilangan semuanya.

Menyembuhkan mereka berarti mereka memiliki semuanya, termasuk Roh, darah, dan air.

.

Ya Yesus, mampukan kami untuk membagi kasih. Dengan itu, kami juga disembuhkan dari berbagai kusta sosial, ekologis, politis, dan spiritual. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Januari 2022, Bacaan Injil Lukas 4 : 14-22a

Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea.

Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,

dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 6 Januari 2022, Bacaan Injil

Yohanes dalam bacaan pertama hari ini tak henti-hentinya bicara soal kasih (1 Yoh. 4:19-5:4).

Tiga alasan kita mengasihi Allah: (1) Allah lebih dahulu mengasihi kita, kita lahir dari kasih Allah, karena itu tanda kasih kita kepada Allah adalah mengasihi saudaranya;

(2) kasih Allah itu secara konkret turun dalam perintah-perintah-Nya yang membimbing hidup kita. Perintah Allah berakar pada kasih yang memperteguh iman kita dan dengannya kita mengalahkan dunia (1 Yoh. 5:4).

Tentu saja perintah-perintah itu dicerna dengan akal budi yang dimurnikan dalam kasih. Dengan itu, perintah-perintah itu sungguh mengarah manusia kepada Allah dan bukan kepada pihak tertentu yang berbicara atas nama Allah.

(3) Kasih itu adalah kegenapan segala sesuatu. Kasih itu mempribadi dalam diri Yesus Kristus, Putra Allah yang menjadi manusia dan penuh dengan Roh Kudus.

Itu yang kita dengar dalam bacaan Injil (Luk 4:14-22a).

Dengan kekuatan Roh Kudus, Ia berhasil mengalahkan setan, yang adalah antitesis dari kasih. Yang menanamkan kebencian, iri hati, nafsu, dan kekerasan.

Yesus dengan kasih mengatasi iblis yang menjerumuskan manusia pada tindakan yang melawan Allah.

Dengan kasih, kita dapat melawan kekuatan jahat apa pun dan memperoleh kekuatan kebenaran dan kebaikan apa pun.

.

Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih dan Roh Kudus yang membuat Putra-Mu mengalahkan godaan iblis. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Januari 2022, Bacaan Injil Mrk 6 : 45-52

Sesudah memberi makan kepada lima ribu orang, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut.

Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah.

Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 5 Januari 2022, Bacaan Injil

Allah adalah kasih (1Yoh. 4:11-18). Dengan dan dalam kasih, Ia tinggal dalam kita dan kita dalam Dia.

Walaupun tidak melihat Allah, jika kita saling mengasihi, maka dalam kasih, kita melihat Allah dan Allah hadir.

Lebih lanjut salah satu buah dari kasih adalah keberanian iman. Keberanian iman adalah tanda bahwa kasih itu menjadi sempurna dalam diri kita.

Dalam kasih tak ada ketakutan untuk memperjuangkan hal baik. Takut untuk bersaksi tentang hal baik berarti sebuah ketidaksempurnaan kasih.

Itu menjadi sebuah hukuman.  Yang tidak memperjuangkan yang benar, baik, dan indah tidak sempurna dalam kasih (1Yoh. 4:18).

Kasih itu dipertajam dengan doa dalam keheningan. Itu yang dilakukan Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 6:45-52).

Sebab, kasih itu adalah kekuatan yang mengalahkan kekuatan apa saja dan melampaui hukum apa saja.

Yesus yang penuh kasih dapat berjalan di atas air dan dapat meredakan angin ribut.

Angin ribut dalam hidup kita pasti banyak dan ada di setiap langkah kita.

Akan tetapi, jika di ujung kaki kita ada kasih, maka Allah hadir dalam ziarah kita. Dengan demikian, setiap lembah kelam dan jalan gelap di ujungnya pasti ada terang.

.

Tuhan Yesus, benamkan kami dalam keheningan doa, supaya kami mampu menambah kasih kami. Dengannya, kami dapat bersaksi tentang iman kami dan menjadi tenang di tengah badai zaman ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Januari 2022, Bacaan Injil Mrk 6 : 34-44

Pada waktu itu, ketika Yesus melihat orang banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.

Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.”

Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!”

Kata mereka kepada-Nya:”Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!”

Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.

Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya,

supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 4 Januari 2022, Bacaan Injil

Dua hal yang susah untuk didefinisikan adalah kasih dan Allah. Menurut bacaan pertama pada hari ini, Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:7-10). Tetapi kasih yang mana?

Paling kurang ada lima tingkat atau dimensi cinta: seksual (cinta karena dorongan seks semata); eros (cinta monyet cinta karena ketertarikan fisik); philia (cinta persahabatan); storge (cinta karena relasi kekeluargaan), dan agape cinta tanpa syarat.

Prototipe cinta terakhir adalah cinta Yesus Kristus.

Tentu keempat perspektif terdahulu menjadi positif dalam tempatnya yang benar dan tepat.

Indikator kita mengenal Allah adalah cinta (bdk. 1 Yoh. 4:8). Ukuran kasih kita kepada sesama adalah kasih Allah (bdk.1 Yoh. 4:10).

Seperti apakah kasih Allah itu? Salah satunya, Allah mengutus Putra-Nya sendiri sebagai silih dan penebus bagi dosa-dosa kita.

Ia tidak meminta kurban dari kita sebagai silih atas dosa-dosa kita.

Selain penebus, Yesus Kristus adalah gembala dan roti hidup (Mrk 6 : 34-44). Ia memperbanyak roti. Artinya, Ia adalah sumber kehidupan nyata yang hadir dalam makanan harian.

Allah menerima kita yang datang kepada-Nya. Ia meminta dari kita sebesar yang kita miliki. Mungkin hal itu kecil: dua ekor ikan dan lima ketul roti (Mrk. 6:38).

Tapi di tangan Allah, itu bisa menjadi banyak. Karena yang penting bukan jumlah barang fisiknya, melainkan kasih yang ada di baliknya.

Kasih selalu memberi, membagi, dan dengan itu selalu bertambah banyak.

.

Tuhan, ajarlah kami kasih-Mu supaya kami ada dalam Dikau dan Engkau dalam kami. Semoga kami menjadi roti hidup bagi sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 3 Januari 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 3 Januari 2022, Bacaan Injil Mat 4 : 12-17 . 23-25

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis ditangkap, menyingkirlah Yesus ke Galilea.

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya:

“Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,

bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya,

yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 3 Januari 2022, Bacaan Injil

Banyak tawaran, iklan, dan pilihan datang pada kita. Kita boleh pilih apa saja untuk kebutuhan kita dalam kehidupan ini asalkan sesuai selera dan kemampuan serta sungguh berguna.

Akan tetapi, untuk kehidupan spiritual, Roh Allah adalah pilihan utama.

Inilah pesan bacaan pertama hari ini (1Yoh. 3:22-4:6). Tanda dasar bahwa Roh Allah ada pada kita adalah pengakuan akan
Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Roh Allah membantu kita untuk (1) percaya kepada Yesus Kristus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia; (2) mengabulkan semua doa dan permohonan kita; (3) bersatu dengan Allah: kita tinggal dalam Allah, dan Allah dalam kita.

Percaya kepada Allah berarti mematuhi perintah-Nya dan berpaling dari semua kekuatan lain, terutama nabi palsu dan roh antikristus, yang menipu kita dan dianggap bisa menyelamatkan.

Itulah pertobatan yang menjadi warta pokok Yesus dalam Injil hari ini (Mat. 4:12-17.23-25): Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Bertobat berarti berhenti, mengubah, dan berbalik dari cara berpikir, cara merasa, dan cara menginginkan yang salah, buruk, dan jelek.

Hal itu berkaitan dengan kuasa, seksualitas, harta, popularitas, dan jejak sejarah. Kelima hal ini sering merusak hubungan dengan diri sendiri, sesama, alam, sejarah, dan Tuhan.

.

Ya Allah Roh Kudus, datanglah serta curahilah badan, jiwa, dan roh kami agar kami kuat melawan dosa, nabi palsu, dan roh antikristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

https://staging2.christina.my.id/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

You cannot copy content of this page