Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 3:20-21

Sekali peristiwa, Yesus masuk ke sebuah rumah.

Maka, datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2022, Bacaan Injil

Sebuah struktur dan sistem agama, sosial, budaya yang tidak bagus menyebabkan banyak orang tidak waras.

Ketika ada orang waras yang membawa kebenaran, maka dia dicap tidak waras.

Ketika ada yang membawa terang kepada mereka yang biasa hidup dalam gelap, maka mata mereka tak bertahan dengan cahaya.

Hal ini digambarkan dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 3:20-21).

Yesus yang waras dicap tidak waras hanya karena melakukan mukjizat dan mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan kebiasaan orang Yahudi.

Yesus sedang melakukan operasi spiritual yang mendasar terhadap sebuah masyarakat yang sesat pikir dalam banyak hal.

Untuk mengerti kewarasan ilahi dan logika spiritual dalam semua hal yang terjadi selalu membutuhkan perjuangan dan permenungan.

Daud dalam bacaan pertama hari ini (2Sam. 1:1-4.11-12.19.23-27) berada dalam jalan logika spiritual panggilan Allah.  Ia menang perang.

Namun, Daud mengerti yang paling penting bukan soal menang perang, melainkan bagaimana kehendak Tuhan terjadi. Ia mestinya senang dengan kematian Saul musuhnya, namun ia berduka.

Apalagi Saul dan anaknya mati sebagai pahlawan yang membela bangsanya. Bagi Daud, Saul adalah orang besar, karena ia dipilih oleh Allah Yang Besar, dan mati secara besar pula.

Hal itu menimbulkan duka yang besar, sekaligus tanggung jawab besar bagi Daud yang akan meneruskan pemerintahan Israel.

Orang besar selalu berpikir mendalam, berperasaan lembut, berkehendak baik, dan memaafkan.

Dengan itu, ia menunjukkan kebesaran Allah yang diimaninya.

.

Tuhan, jadikan kami waras menurut akal sejati dan logika spiritual, sehingga kami dapat mengubah struktur hidup yang tidak waras. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 3:13-19

Pada suatu hari, Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah:

Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,

selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2022, Bacaan Injil

Jangan pernah mencari kesempatan dalam kesempitan.

Artinya, dalam situasi sulit yang menimpa teman, lawan, atau masyarakat, kita jangan mencari keuntungan yang berakibat bertambah besarnya kesulitan sesama.

Jangan mau berbahagia di atas penderitaan sesama.

Dalam pertandingan atau persaingan pun, bahkan dalam perang harus ada etika, ada sportivitas, sehingga lawan kalah dan kita menang dengan hormat dan dalam keadilan walaupun dalam arti minimal.

Daud menunjukkan hal itu dalam kisah bacaan pertama hari ini (1 Sam 24:3-21).

Ia mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul, lawannya. Namun, ia tidak melakukannya. Bahkan, ketika dia digoda oleh firman Tuhan sendiri (1Sam. 24:5-7).

Keikhlasan dan ketulusan yang bersumber pada ketaatan kepada Tuhan menghantar Daud untuk melakukan apa yang terhormat di mata sesama dan Tuhan. Saul diurapi Tuhan.

Karena itu, biarlah kematiannya ditentukan oleh tangan Tuhan, dan bukan oleh tangannya. Hal ini justru menyadarkan Saul atas kesalahannya (1Sam. 24:17-20).

Saul dan Daud berada dalam situasi perang. Virus perang adalah setan.

Karena itu, dalam bacaan Injil hari ini (Mrk 3:13-19), Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk memberitakan Injil sambil mengusir setan.

Pekerjaan besar entah baik atau jahat selalu butuh tenaga. Buahnya tergantung pada pemimpinnya. Mari kita mengikuti teladan Daud dan terutama Yesus.

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk menjadi pewarta Injil. Kiranya kami dibebaskan dari sikap mengambil kesempatan dalam kesempitan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 3:7-12

Sekali peristiwa, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya.

Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.

Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2022, Bacaan Injil

Keberhasilan seseorang yang menjadi buah dari perjuangannya dan sumber kebahagiaannya justru sering menjadi sumber iri hati bagi orang lain.

Dalam bacaan pertama, Saul iri hati dengan Daud yang dipuji karena kemenangannya atas Goliath.

Raja Saul berikhtiar membunuh Daud, namun dibatalkan berkat bantuan Yonatan, putranya.

Iri hati adalah penyakit hati manusia yang memutuskan dirinya dari kebahagiaan dan dari sesama.

Iri hati adalah karya roh jahat. Roh jahat itu bisa menguasai hati, jiwa, dan roh manusia dengan buah-buah jahat antara lain iri hati. Roh jahat itu bisa juga menguasai badan manusia.

Karena itu, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengusir roh jahat dan menyembuhkan secara fisik orang yang dicengkramnya. Yesus sukses menyembuhkan banyak orang sakit dan membuat tersungkur roh jahat.

Kesuksesan Yesus adalah undangan untuk mendekati-Nya, bergaul dengan-Nya, dan menjadi murid-Nya.

Dengan itu, kita belajar untuk menjadi besar dengan bercermin pada kebesaran orang lain dan kebesaran Tuhan sendiri.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk  ikut bersyukur atas kesuksesan orang lain, dan bukannya iri hati. Satukan kami dengan Yesus supaya kami tidak tersungkur di hadapan roh jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 3:1-6

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

Tetapi mereka itu diam saja.

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!”

Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2022, Bacaan Injil

Yang besar tidak selalu kuat, yang kecil tidak selalu lemah. Yang kuat tidak selalu menang, yang lemah tidak selalu kalah.

Kemenangan dan kekalahan bersumber pada kebenaran dan keadilan yang berasal dari Allah. Yang menghina tidak selalu besar, kuat, dan menang, dihina tidak selalu kecil, lemah, dan kalah.

Itulah kalimat yang bisa menggambarkan kemenangan Daud atas Goliath yang dinarasikan dalam bacaan pertama hari ini.

Selanjutnya, kemenangan Daud ini bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk sadar bahwa kuasa Allah tak ada bandingannya.

Jika Allah di pihak kita, maka sebesar dan sekuat apa pun musuh pasti kalah. Namun kita ingat, Allah akan ada di pihak kita, jika kita menginginkan yang benar, baik, dan indah.

Dengan prinsip itu, kita ingin bersatu dengan semua orang yang bertujuan sama, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin manusia.

Yesus dalam Injil hari ini (Mrk. 3:1-6) menghadapi mereka yang terbelenggu oleh struktur agama yang salah dan penyakit. Penyakit fisik dan struktur sosial, politik, religius, dan kultural menjadi monster atau “Goliath” yang mematikan.

Yesus yang tampaknya kecil dan lemah, akhirnya bisa mengalahkan monster yang menakutkan ini.

Pembebasan manusia dari rasa takut dalam bentuk apa pun dan kebodohan yang menimbulkan alienasi adalah visi dan misi utama agama.

Itulah pesan bacaan suci hari ini melalui tokoh Daud dan Yesus.

.

Ya Tuhan, jadikan kami seperti Daud dan Yesus yang mengalahkan “Goliath” ketakutan, penyakit, dan struktur yang membelenggu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 2:23-28

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.

Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatuyang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,

bagaimana Ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar — lalu makan roti sajian itu yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”

Lalu kata Yesus kepada mereka “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2022, Bacaan Injil

Kekuasaan sering membutakan banyak orang. Bacaan pertama hari ini mengisahkan hal itu (1Sam. 16:1-13).

Saul yang dipilih Tuhan tidak taat pada Tuhan, dan melakukan apa yang jahat di mata-Nya. Akibatnya, Saul ditolak oleh Tuhan.

Selanjutnya, Tuhan menugaskan Samuel untuk memilih raja baru bagi Israel. Maka, ia harus membawa minyak dan mempersembahkan kurban kepada Tuhan.

Pemilihan, pengurapan, dan pelantikan seorang raja dilakukan atas kehendak dan petunjuk Tuhan. Karena ia akan memerintah atas nama-Nya.

Yang menarik ialah Samuel yang bertugas atas nama Tuhan untuk mengurapi sang raja, cepat terpesona dengan penampilan luar.

Namun, bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah. Tuhan selalu melihat hati (1 Sam. 16:7).

Terpilihlah Daud, anak bungsu Isai, menjadi raja Israel. Yang kecil dan tak terhitung di mata manusia, sering kali itulah yang dipilih Allah.

Cara Allah memandang, lain dari cara manusia. Itu juga yang terjadi dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 2:23-28).

Yesus mengubah pandangan tentang hukum sabat. “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk. 2:27).

Hukum dibuat untuk keselamatan manusia dan bukan sebaliknya.

Inti keberadaan manusia adalah hati, jiwa, dan rohnya yang menurun pada pikiran, perasaan, dan kehendaknya. Isi bagian dalam itulah yang memimpin badan manusia.

Rawatlah jiwamu, supaya badanmu elok.

.

Tuhan, bantulah kami untuk merawat hati, jiwa, dan roh. Sebab itulah yang Engkau lihat. Di sana juga kebajikan ilahi-Mu merajai kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 2:18-22

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus:

“Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?

Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.

Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang.

Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2022, Bacaan Injil

Tuhan melihat hati bukan tampilan luar. Tuhan melihat isi bukan bungkusan. Tuhan melihat yang hakikat dan akar, bukan hanya daun dan buah. Kedua bacaan hari ini menekankan hal ini.

Pada bacaan pertama (1 Sam. 15:16-23), Samuel berkata kepada Saul, “Sesungguhnya, mengamalkan sabda lebih baik dari kurban sembelihan, menuruti firman Tuhan lebih baik dari lemak domba jantan” (1Sam. 15:22).

Inti dan isi sejati dari persembahan dan kurban adalah menjalankan firman Tuhan agar kita dekat dengan Dia.

Demikian juga, menurut Injil hari ini, inti dan isi sejati dari puasa adalah supaya kita dapat lebih mudah mengamalkan sabda Tuhan dan dekat dengan-Nya.

Karena itu, ketika kita sudah dekat dan bersatu dengan Tuhan, maka puasa menjadi kurang nilainya karena tujuannya tercapai (Mrk. 2:18-22).

Transformasi dan perubahan dibutuhkan untuk mengganti orang dan hal-hal yang tidak perlu.

Dalam bacaan pertama, Saul yang tidak taat pada Tuhan, dan melakukan apa yang jahat di mata-Nya diganti (1 Sam. 15:23).

Dalam bacaan Injil, anggur dan kantungnya diganti dengan yang baru (Mrk. 2:22). Anggur baru ialah Darah Kristus sendiri, kantung baru adalah Gereja-Nya, komunitas baru.

Kita perlu mengganti kebiasaan lama yang salah.

Demikian juga orang-orang yang mempengaruhi kita secara salah perlu ditinggalkan sementara, kalau kita tidak bisa mengubahnya.

Hidup adalah sebuah pilihan. Pilihan itu harus selalu membarui hidup kita.

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk menjalankan sisi terdalam dari ajaran-Mu, yaitu menjalankan sabda-Mu untuk bersatu dengan sesama dan Dikau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2022, Bacaan Injil Yohanes 2:1-11

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ, Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.”

Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinyaia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya:

“Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2022, Bacaan Injil

Relasi kasih antara Allah dan manusia diumpamakan dengan relasi suami dan istri.

Relasi ini menunjukkan cinta yang sempurna, kesetiaan, pengorbanan, dan kedekatan yang melekat satu dengan yang lain.

Nabi Yeremia melukiskan dengan baik hal itu dalam bacaan pertama (Yes 62:1-5). Persatuan antara Allah dan manusia juga diikuti oleh persekutuan antara manusia.

Menurut Santo Paulus, dalam bacaan kedua (1Kor. 12:4-11), karunia ilahi banyak, beragam, dan berbeda, tetapi satu. Karena semuanya mengalir dari Roh yang satu dan sama.

Persatuan antara manusia secara istimewa ditunjukkan oleh suami-istri dalam kehidupan keluarga yang dikukuhkan dalam perkawinan.

Bacaan Injil hari ini mengukuhkan kisah persekutuan dalam pesta perkawinan (Yoh. 2:1-11). Di sana orang yang berbeda bersatu.

Perbedaan itu dengan karunia masing-masing memperkaya dan menyempurnakan “tubuh sosial” kehidupan bersama. Perbedaan adalah panggilan untuk bersatu.

Berbeda dan bersatu adalah struktur inheren kehidupan iman dan spiritual yang bersumber pada Allah Tritunggal, yang tiga pribadi berbeda namun tetap satu Allah.

Persatuan manusia sering hambar dan dingin seperti air. Karena itu, sifat hambar dan dingin itu perlu diubah oleh kuasa Allah: air menjadi anggur.

Untuk bersatu perlu transformasi diri, seperti air jadi anggur. Akan tetapi, itu bisa terjadi jika Tuhan hadir dalam “pesta nikah” hidup kita.

.

Ya Allah, kuatkan kami untuk mengubah hambar dan dinginnya hidup kami untuk menjadi anggur lezat bagi sesama sesuai karunia yang diberikan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 2:13-17

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke pantai Danau Galilea, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”

Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya:

“Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka:

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2022, Bacaan Injil

Dalam Perjanjian Lama, Yahwe adalah pemimpin Israel.

Semua pemimpin bangsa lsrael apapun nama dan bentuknya selalu memerintah atas nama Yahwe dan dipilih oleh-Nya.

Itulah yang terjadi pada Saul, raja pertama orang Israel. Hal ini dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini (1 Sam. 9:1-4.17-19).

Saul dianggap layak, karena fisiknya bagus dan raut wajahnya menunjukkan hatinya yang tulus, keberaniannya yang besar yang ditunjukkan dengan mencari hewan gembalaan yang hilang, dan ia mencari Samuel, utusan Allah dan pemimpin Israel.

Berarti ia menghargai orang pilihan Yahwe. la menghargai sistem.

Lewat tangan Samuel, Tuhan mengurapi Saul menjadi raja. Salah satu tugas Saul sebagai pemimpin Israel adalah mencari hewan gembalaan Israel yang hilang atau mencari orang Israel yang tersesat.

Pemimpin Israel digelari gembala. Inilah gambaran yang kelak melekat pada Yesus Kristus.

Ia adalah gembala yang mencari hewan gembalaan yang hilang. Itulah yang dibuat Yesus pada bacaan Injil yang diperdengarkan kepada kita pada hari ini (Mrk. 2:13-17).

Yesus makan bersama  dengan orang berdosa dan memanggil Lewi pemungut cukai untuk mengikutinya. Yesus adalah tabib yang menyembuhkan orang sakit.

Menyembuhkan mereka yang berdosa dan disingkirkan dari masyarakat, yang terluka jiwa dan rohnya. Mereka perlu disembuhkan.

Itulah pekerjaan Tuhan yang mencintai manusia. Hancurkan dosanya. Selamatkan orangnya.

.

Ya Tuhan, Tabib Ajaib, sembuhkanlah luka-luka hati kami. Semoga kami dapat membantu menobatkan yang berdosa dan tidak mejadi hakim atas mereka. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 2:1-12

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka, datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

“Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka:

“Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan:

Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”

Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2022, Bacaan Injil

 

Samuel dianggap sebagai imam, nabi, dan hakim terakhir yang memerintah bangsa Israel.

Dalam bacaan pertama, Bangsa Israel meminta Samuel untuk mengangkat seorang raja bagi mereka seperti bangsa lain. Dengan kesal, Samuel menyampaikan apa yang terjadi pada mereka jika mereka memiliki raja. Akan tetapi, bangsa itu bersikeras.

Samuel berpaling pada Tuhan. Tuhan mengiyakan permintaan bangsa Israel. Tiga faktor yang melatarbelakangi permintaan bangsa Israel: Samuel sudah tua, anak Samuel yang akan menggantikannya tidak hidup secara benar, dan pengaruh bangsa lain.

Segala sesuatu berubah, namun kesetiaan Tuhan tidak pernah berubah. Ia hadir dalam diri bapa-bapa Bangsa Israel, para nabi, para hakim, para raja, dan akhirnya dalam diri Yesus Kristus.

Beda wajah pemimpin, namun Tuhan menunjukkan kerahiman dan kasih yang sama. Injil hari ini menunjukkan bagaimana Yesus dalam kasih dan kerahiman-Nya menyembuhkan orang sakit dan memberi pengampunan kepada orang berdosa.

Allah tidak mengubah kita seperti cara kita, tetapi dengan cara-Nya yang selalu berliku, tetapi logis. Yang kita buat adalah membuka hati.

Pemilik rumah hari ini menerima Yesus dan merelakan atap rumahnya dibongkar demi kesembuhan sesamanya. Membuka atap rumah adalah cara-cara tak biasa untuk memasuki rumah. Mungkin kecuali pencuri.

Untuk bertemu Tuhan memang perlu cara yang luar biasa, yang tidak lazim.

.

Tuhan, bantulah kami untuk menjadi hakim, nabi, dan raja bagi diri kami sendiri agar aku mampu membuka atap rumah harga diriku untuk membantu sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 1:40-45

Sekali peristiwa, seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya:

“Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku”

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:

“Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.

Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2022, Bacaan Injil

Kisah yang cukup tragis, kita dengar dalam bacaan pertama hari ini (1Sam. 4:1-11). Bangsa Israel dikalahkan oleh orang Filistin dan tabut perjanjian dirampas.

Walaupun awalnya mereka sangat berani dan musuh sempat gentar, tetapi hasilnya orang Israel terpukul mundur.

Kita sering merasa kuat dan berani, dan mungkin orang yang melawan kita pun gentar, akan tetapi, hasil akhirnya mungkin kita kandas.

Ingat, dalam arti tertentu, hidup ini sebuah perang. Kita boleh kalah dalam salah satu pertempuran, tetapi kita tidak boleh kalah dalam keseluruhan perang.

Allah mungkin tidak menyertai kita dalam setiap pertempuran dengan cara seperti yang kita harapkan, tetapi Ia pasti akan menyertai kita dengan cara-Nya, sehingga kita memenangkan perang.

Kita pasti akan menang dalam perang ini. Setiap kita mempunyai musuh yang harus dikalahkan: kemiskinan, penyakit, iblis, kebencian, kekerasan, ketidakadilan, dll.

Dalam bacaan Injil hari ini (Mrk 1:40-45), si kusta berjuang dan “berperang” melawan kusta. Tuhan bersamanya. Dia menang dalam perjuangannya itu. Dia sembuh.

Tak ada perjuangan sia-sia dalam nama Tuhan. Bersama Tuhan berarti kita tulus, kita berjuang mengalahkan dosa yang ada dalam hidup kita. Setelahnya berbagai jalan dan kekuatan dianugerahkan kepada kita.

.

Ya Tuhan, kuatkan kami untuk dapat memerangi dosa, musuh yang selalu menyerang kami setiap saat. Selimutilah kami dengan kuat kuasa-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page