Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 5:21-43

Sekali peristiwa, sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia.

Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.

Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya:

“Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”

Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

(Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2022, Bacaan Injil

Kedua bacaan hari ini menampilkan relasi antara orang tua dan anak.

Orang tua senantiasa mencintai anaknya, meskipun si anak itu nakal dan tidak tahu berterima kasih.

Orang tua yang baik pasti tidak akan membiarkan anaknya mengalami kesulitan apalagi kecelakaan dan maut.

Dalam bacaan pertama, meskipun Absalom melawan Raja Daud, ayahnya, namun Daud tetap menangisi kematiannya.

Sementara itu, Yairus dalam bacaan Injil, dengan susah payah mencari cara bertemu Yesus dan memohon supaya anaknya yang sakit disembuhkan.

Sebagai kepala Gereja, sebagai Bapa bagi umat-Nya, tidak ingin bila ada umat-Nya sakit dan menderita.

Ia berkata, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!

Menjadi orang tua merupakan sebuah panggilan. Namun, dalam kenyataan tidaklah mudah, apalagi tidak ada sekolah khusus untuk mempersiapkan seseorang menjadi ayah dan ibu.

Oleh sebab itu, marilah kita belajar dari Yesus yang kasih-Nya senantiasa berlimpah atas kita supaya anak-anak kita terpelihara oleh dan dalam kasih serta sukacita.

.

Ya Bapa, semoga kami memiliki kasih yang berlimpah seperti Yesus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 5:1-20

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea, di daerah orang Gerasa.

Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai,

tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?”

Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.

Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.

Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu.

(Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2022, Bacaan Injil

Kekuasaan itu panas. Kejam. Brutal. Dia punya logikanya sendiri. Dia tak pandang hubungan darah.

Yang dia pandang adalah takhta. Yang menghalangi akan dibabat. Kiranya itu yang ada pada hati, kepala, dan jiwa Absalom, anak Daud dalam bacaan pertama hari ini.

Ia ingin membunuh ayahnya dan merebut takhtanya.

Daud bukannya menantang anaknya itu, tapi malah menghindar. Berdoa. Meratap. Menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Masalah yang dihadapi Daud bertambah ketika para pengikut Saul mengutuknya.

Daud memilih sikap iman: pasrah pada Tuhan. Ini sikap yang luar biasa dari Daud.

Ternyata Absalom rupanya kerasukan nafsu manusiawi. Kerasukan setan. Setan menjadi sumbu nafsu yang menghancurkan.

Roh jahat itulah yang menghantui manusia untuk bertindak jahat. Roh jahat itu yang dihadapi Yesus dalam Injil hari ini (Mrk. 5:1-20).

Roh itu merantai jiwa dan roh orang yang kerasukan. Yesus berhasil membebaskan orang itu dari roh jahat.

Namun, roh-roh itu, yang adalah legion tidak mati, hanya berpindah ke babi-babi.

Roh Allah selalu kuat untuk kita.

.

Tuhan, murnikan hati kami oleh Roh Kudus-Mu, supaya kami dibebaskan dari nafsu, iri hati, dan kekerasan yang adalah karya roh jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2022, Bacaan Injil Lukas 4:21-30

Sekali peristiwa, Yesus mengajar orang banyak di rumah ibadat di kota asalnya, katanya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”

Maka berkatalah Ia kepada mereka:”Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku:

Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah dì sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”

Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:

Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di lsrael dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2022, Bacaan Injil

Tuhan mencipta, mengenal, menguduskan, mengutus, menyertai, dan menguatkan manusia.

Dia mengenal kita luar-dalam, sebelum lahir, selama hidup, dan setelah mati. Tak ada yang misteri dalam diri kita untuk Tuhan.

Namun, Dia tetap misteri bagi kita. Kita diciptakan untuk diutus oleh Tuhan dengan tugas khusus. Yang diutus disertai oleh Tuhan, sehingga ia tidak gentar.

Yeremia dalam bacaan pertama diutus sebagai nabi (Yer. 1:4-5.17-19). Tugas nabi adalah menyampaikan firman Tuhan yang benar, baik, indah sekaligus mengritik yang salah, buruk, dan jelek.

Di sini, sering seorang nabi tidak diterima dan dilawan. Itulah yang dialami oleh Yeremia dalam bacaan pertama.

Hal serupa terjadi juga pada Yesus seperti dikisahkan Injil hari ini (Luk 4:21-30). Yesus ditolak di Nazaret, kampung asal-Nya sendiri.

Para nabi, kata Yesus, tidak ada yang dihormati di tanah kelahirannya sendiri.

Untuk bertahan dalam penolakan, senjata utama yang jadi napas perutusan seorang nabi adalah iman, harapan, dan kasih. Namun, yang paling besar adalah kasih.

Demikian menurut Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini (1 Kor. 12:31-13:13).

Paulus menggambarkan ciri kasih: tidak cari untung bagi diri, tidak marah, tidak dendam, tidak senang dengan kekerasan dan penderitaan orang lain.

Dengan dan dalam kasih, perutusan seorang nabi selalu bersifat universal: untuk semua orang. Menurut Paulus, segala sesuatu akan terbatas berakhir dan hilang lenyap, tetapi kasih selalu abadi.

.

Tuhan, selimutilah kami dengan kasih agar kami menjadi saluran berkat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 4:35-41

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.

Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!”

Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2022, Bacaan Injil

Ada saat jatuh. Ada saat untuk bangkit kembali. Ada saat di mana kita jatuh dalam dosa. Ada saat untuk bertobat.

Bacaan pertama hari ini melanjutkan kisah dosa Daud yang mengambil istri Uria dengan merekayasa kematian suaminya (2Sam. 12:1-7a.10-17).

Setelah diingatkan Natan, Daud menyadari dan mengakui kesalahannya. Ia meratap, berdoa, dan berpuasa atas dosanya itu.

Hidup ini adalah sebuah ziarah mengarungi samudera. Keluarga Daud dan bangsa Israel bagaikan perahu yang berada di tengah lautan dan diombang-ambing gelombang kelemahan hidupnya sebagai manusia.

Selama Daud tinggal di perahu dan menyadari sumber gelombang dan kekuatan yang dapat mengatasi gelombang itu, maka dia, keluarga, dan bangsanya akan selamat.

Dalam kisah Injil hari ini (Mrk 4:35-41). Yesus dan para murid-Nya berada di perahu dan Yesus tidur.

Taufan datang menyerang perahu mereka. Yesus dibangunkan dan menghardik angin itu, sehingga angin reda dan danau tenang dan teduh sekali.

Jangan takut dan percayalah! Itu pesan Yesus.

Namun, kualitas dan bentuk ketidaktakutan alias keberanian dan percaya tentu harus dilatih dengan tekun.

Daud tidak takut mengakui kesalahannya, dan percaya bahwa Allah mengampuninya. Dengan itu, perahu kehidupan keluarga dan bangsanya bisa selamat.

Ia sadar bahwa ia tidur dalam kemewahan, dan lupa akan Tuhan yang hadir dalam napas hidupnya yang tetap mengalir ketika ia tidur. Namun, Daud dan para murid berbalik pada Tuhan.

.

Tuhan, perahu kehidupan kami sering terombang-ambing oleh taufan dosa. Bantulah kami agar berbalik kepada-Mu yang selalu berada dalam perahu hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 4:26-34

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: 

seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun,

dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,

sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka,

tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2022, Bacaan Injil

Orang besar kadang-kadang melakukan kesalahan besar, dan menimbulkan bahaya besar bagi orang kecil dan moral masyarakat.

Nafsu kuasa, harta, popularitas, dan legasi sejarah sering menjadi batu sandungan bagi para pemimpin besar. 

Ini yang terjadi pada Daud dalam narasi bacaan pertama hari ini (2Sam. 11:1 -4a.5-10a.13-17).

Ia terpikat oleh kecantikan istri Uria, dan dengan licik mencari cara untuk menutup aibnya itu, dan akhirnya menghilangkan Uria. Dengan itu, ia bebas mendapat istrinya.

Daud telah merusak kesetiaan istri kepada suaminya. Ia telah mengkianati kesetiaan Uria yang berperang untuk dia dan bangsanya.

Ia telah mengkianati kesetiaan Tuhan kepadanya.

Ia merusak moral prajurit. Ia bisa menjadi contoh buruk bagi pejabat kerajaan untuk melakukan hal yang sama kepada bawahannya.

Kebaikan seorang pemimpin menghidupkan bangsa, tetapi kejahatannya menghancurkan bangsa.

Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Mrk 4:26-34) mengajak kita untuk membuka diri terhadap Kerajaan Allah.

Perumpamaan hari ini menunjukkan kepada kita beberapa hal. Pertama, Kerajaan Allah itu misteri, tidak tahu wujudnya tetapi nyata dalam hidup kita.

Kedua, ia selalu hidup dan bertumbuh mulai dari hal kecil, enteng, sederhana, lemah, ringan tetapi akan berkembang terus dan menjadi besar.

Ketiga, Kerajaan Allah itu mencakup manusia dan memberi kehidupan kepada manusia, dan mempersatukan semua ciptaan.

.

Ya Tuhan, jauhkan kami dari segala nafsu yang merusak kesetiaan kami kepada keluarga, atasan, bawahan, sahabat, dan kesetiaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 4:21-25

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2022, Bacaan Injil

Daud dan keluarganya mendapat berkat dari Tuhan berupa penyertaan di masa yang akan datang.

Hal itu yang disyukuri Daud dalam doanya seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama (2Sam. 7:18-19.24-29).

Daud menyatakan ketidakpantasan diri dan keluarganya untuk menerima berkat yang besar dari Tuhan. Sikap hati yang merasa kecil, tak pantas, justru membuat berkat Tuhan mengalir.

Panggilan Daud dan keluarganya dimengerti dalam perspektif rencana keselamatan Allah.

Melalui Daud dan keturunannya, rencana keselamatan Allah menjadi tonggak cahaya pelita dalam merealisasikan rencana Allah dalam sejarah manusia.

Di sini, kita melihat bahwa berkat Tuhan bukan terutama diberikan dalam perspektif balas jasa pribadi Daud dan keluarganya, melainkan sungguh-sungguh karena kebaikan Allah.

Puncak berkat Allah adalah Yesus Kristus yang adalah turunan Daud. Kristus bersabda dalam Inil hari ini (Mrk. 4:21-25) bahwa pelita dipasang untuk di taruh di atas kaki dian.

Artinya, kebaikan yang berakar pada sabda Tuhan yang kita buat hendaknya mengarahkan orang untuk membuatnya juga, tanpa berpretensi untuk dilihat orang.

Tuhan mengajak kita menjadi pelita bagi orang lain, dan bukan menjadi hakim yang menjatuhkan hukuman yang jika salah akan memberatkan diri kita sendiri.

Daripada menjadi orang yang menyebar kesalahan atau menjatuhkan hukuman baginya, lebih baik menyalakan pelita kehidupan baginya, sehingga dia keluar dari kegelapannya.

Karena itu, hendaklah kita selalu mendengar sabda Tuhan.

.

Ya Allah, ajarlah kami untuk menyalakan dan menjadi pelita kehidupan bagi orang lain, dan bukan menjadi hakim yang tidak adil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 4:1-20

Pada suatu kali, Yesus mulai pula mengajar di tepi danau.

Maka, datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.

Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat ada yang seratus kali lipat.”

Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar! “

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya:

Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”

(Bacaan selengkapnya, lihat Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2022, Bacaan Injil

Mulailah dari yang kecil, kini, dan di sini. Benih itu kecil dan satu. Tapi ketika ditanam dan tumbuh, ia menjadi besar dan banyak.

Awalnya digenggam enteng. Kemudian hasilnya dipikul. Berat tapi senang, karena hasil limpah.

Kedua bacaan hari ini berbicara tentang spiritualitas benih.

Dalam bacaan pertama, benih itu dapat kita kaitkan dengan perkembangan bangsa Israel yang mulai dari satu orang, kemudian berkembang menjadi bangsa besar yang disegani banyak bangsa lain.

Pernah menjadi budak, tetapi kemudian merdeka karena kuasa Tuhan.

Para pemimpin Israel juga mengalami perkembangan yang sama. Pada umumnya, mereka tidak mempunyai kemampuan yang sempurna pada awalnya tetapi disertai dan disempurnakan Tuhan.

Kita dipanggil bukan karena sempurna, tetapi supaya kita sempurna. Itulah yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini (2Sam. 7:4-17).

Kembali ke spiritualitas benih, dalam Injil, Yesus mengumpamakan Firman Tuhan yang ditabur seperti benih (Mrk. 4:1-20).

Pewarta adalah penabur benih. Tanah di mana benih ditaburkan adalah manusia kepada siapa benih sabda Allah diwartakan.

Keadaan tanah adalah suasana hati penerima firman. Dalam dirinya, manusia membawa benih sabda Allah, karena ia diciptakan oleh Sabda itu.

Perjuangan supaya benih itu secara personal dan kolektif menjadi berlipat ganda seperti Daud dan bangsa Israel membutuhkan perjuangan dan penyertaan Allah.

.

Tuhan, siramilah hati kami agar menjadi benih yang bertumbuh dan berbuah. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 16:15-18

Sekali peristiwa, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka,

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:

mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;

mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2022, Bacaan Injil

Perjalanan hidup manusia banyak likunya. Ada yang berubah secara ekstrem dari kebiasaan hidup sebelumnya.

Perubahan selalu mungkin, karena manusia makhluk yang dinamis.

Hari ini, kita merayakan pertobatan Santo Paulus. Paulus yang lahir di Tarsus adalah seorang terpelajar. Akan tetapi, ia adalah penganiaya pengikut Kristus.

Sampai satu hari dalam perjalanan ke Damsyik, ia melihat cahaya dan Yesus memperkenalkan diri kepadanya. Ia menjadi buta. Disembuhkan oleh Tuhan lewat tangan Ananias (Kis. 22:3-16).

Selanjutnya, ia diterima dalam komunitas para rasul. Kemudian dikenal sebagai rasul para bangsa.

Tuhan memanggil setiap orang untuk menjadi murid-Nya dengan cara tertentu dan dengan tujuan tertentu. Juga itulah yang dialami Paulus.

Ia dipanggil untuk mewartakan Injil ke tengah bangsa yang bukan Yahudi. Ini adalah amanat Yesus Kristus sendiri, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk,” (Mrk. 16:15).

Tidak ada pewartaan tanpa pertobatan, dan tidak ada pertobatan tanpa pewartaan. Di antara keduanya ada terang Allah.

Paulus dibutakan supaya dibebaskan dari apa yang dianggapnya terang dan cahaya kebenaran, dan diinstal secara baru oleh terang dan cahaya ilahi yang sesungguhnya.

Dengan itu, ia melihat lagi, dengan cara baru, dan membarui diri dan dunia dengan Injil Allah.

.

Ya Allah, bantulah kami untuk bertobat seperti Paulus, membutakan mata kami terhadap kejahatan dan membuka hati terhadap Injil terang para bangsa. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 3:22-30

Pada suatu hari, datanglah ahli-ahli Taurat dan berkata tentang Yesus: “la kerasukan Beelzebul.”

Ada juga yang berkata, “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”

Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan:

“Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.

Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu.

Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2022, Bacaan Injil

Dalam dua bacaan hari ini, dua tokoh besar dalam sejarah keselamatan, yaitu Daud dan Yesus ditemui oleh tokoh Israel.

Namun, apa yang disampaikan berbeda.

Kepada Daud (2Sam. 5:1-7.10), mereka ingin mengadakan perjanjian. Sedangkan, kepada Yesus (Mrk. 3:22-30), mereka menyampaikan tuduhan.

Setelah pihak keluarga-Nya menuduh Yesus sebagai orang yang “tidak waras lagi” (Mrk. 3:20-21), kini ahli-ahli Taurat menuduh-Nya sebagai orang yang “kerasukan Beelzebul” yang mengusir setan dengan kuasa penghulu setan (Mrk. 3:22).

Namun, Yesus menepis tuduhan itu. Dengan mengatakan tidak mungkin iblis melawan dirinya sendiri.

Membangun hoaks dan tuduhan tak berdasar selalu lahir dari iri hati, dan sikap ingin mempertahankan kuasa dan cari panggung murahan.

Mereka ini adalah orang berdosa yang menganggap dirinya benar dan kudus. Inilah dosa menghujat Roh Kudus (Mrk. 3:29).

Jadi, dosa menghujat Roh Kudus yang tidak bisa diampuni, bukan sikap Allah yang tidak mau mengampuni manusia. Tetapi manusia menolak tawaran bebas Allah untuk bertobat.

Itulah yang dilakukan oleh ahli-ahli taurat yang menuduh Yesus. Padahal, mereka berada dalam garis historis perjanjian dengan Allah.

Daud telah memberikan contoh kepada mereka dengan membuka diri kepada sesama dan Tuhan. Hal itu antara lain dilakukannya dengan membuat perjanjian dengan wakil Israel dalam menjalankan kekuasaannya.

Perjanjian ini diejawantah dari perjanjian dengan Allah. Dengan itu, kekuasaan Daud langgeng.

.

Tuhan, bantulah kami untuk tidak menjadi penyebar hoaks, tetapi membuka diri terhadap kebenaran-Mu, supaya kami tidak melawan karya Roh Kudus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2022, Bacaan Injil Lukas 1:1-4; 4:14-21

Teofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,

seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.

Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,

supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,

dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2022, Bacaan Injil

Umat terpilih tidak setia pada perjanjian dengan Allah. Karena itu, mereka mengalami pembuangan.

Mereka menyesal dan bertobat. Allah menyelamatkan mereka lagi. Maka, mereka membarui perjanjian yang berintikan kesetiaan untuk membaca, mendengar, merenungkan, dan melaksanakan sabda Tuhan.

Lewat sabda-Nya, Tuhan hadir dalam hidup manusia, memberinya sukacita dan penghiburan. Itulah yang mengubah dukacita menjadi sukacita.

Supaya sukacita itu bertahan dan bertambah, maka harus dibagikan kepada sesama. Dengan kata lain, bersatu dengan sesama dan Tuhan.

Itulah yang membentuk tubuh sosial dan spiritual.

Dalam bacaan kedua, Paulus membandingkan persatuan spiritual seperti tubuh manusia dengan anggotanya (1Kor. 12:12-50).

Semua anggota berbeda dengan perannya masing-masing, tetapi bersatu untuk membentuk tubuh yang satu dan sama sebagai kekuatan dan perwujudan diri bersama.

Semua dalam satu, satu dalam semua, untuk dan dalam semua hal. Di sini, semua merasa sama dan saling bergantung.

Oleh Roh, persatuan tubuh mistik itu digenapi, berpusat dan berpuncak pada Yesus Kristus yang diurapi (Luk. 1:18).

Tubuh mistik Kristus harus selalu membawa pembebasan bagi orang tawanan dan tertindas, penglihatan bagi orang buta, dan kabar baik bagi orang miskin.

.

Ya Tuhan, bantulah kami bersatu membentuk tubuh mistik Kristus, sehingga kami bisa membebaskan diri dan sesama dari penderitaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page