Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:31-37

Bacaan I: 1Raj. 11:29-32: 12:19, Mazmur: 81:10-11ab.12-13.14-15

Pada waktu itu, Yesus meninggalkan daerah Tirus dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea di tengah-tengah daerah Dekapolis.

Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian,

Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!

Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.

Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata:

“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil

Kerajaan Salomo dikoyakkan Tuhan, karena ia tidak sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Apa yang tadinya baik dan masyhur kini berantakan.

Hal ini sangat berbeda dengan kehadiran dan tindakan Yesus yang kita dengar dalam Injil hari ini.

Yesus membuat orang takjub dan tercengang karena “la menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan- Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”

Kehadiran Yesus membawa sukacita dan harapan.

Kehidupan dan kehadiran Yesus merupakan model utama bagi para pengikut-Nya.

Artinya, di mana pun pengikut Kristus berada mestinya di sana ada kebaikan, ada harapan, ada sukacita.

Kelemahan fisik, seperti dialami oleh Salomo pada masa tuanya, dapat mempengaruhi kehidupan spiritual kita dan membelokkannya ke arah yang lain sesuai selera orang lain.

Untuk itu, merawat relasi secara terus-menerus dengan Tuhan melalui doa dan aktivitas kerohanian lainnya sangatlah penting, karena umur tua bukanlah jaminan bahwa kita kuat dan dewasa dalam hidup beriman.

.

Tuhan, buatlah kami setia berpaut pada-Mu. Dengan demikian, kehadiran kami di tengah masyarakat membuat segala-galanya menjadi baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:24-30

Bacaan I: 1Raj. 11:4-13, Mazmur: 106:3-4.35-36.37.40; R: 4a

Pada waktu itu, Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus.

Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Lalu Yesus berkata kepadanya:

“Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan, Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil

Beberapa tahun lalu, seorang ibu yang sangat aktif di sebuah organisasi pelayanan di Gereja mendatangi seorang pastor.

Kepada sang pastor, si ibu bersharing tentang berbagai pelayanan yang dilakukannya bersama tim.

Ibu itu bercerita, mereka pergi ke banyak tempat untuk melakukan pelayanan, baik di bidang doa dan puji-pujian maupun dalam bidang pelayanan sosial.

Ia merasa bahwa ia sungguh dipergunakan oleh Tuhan, sehingga beroleh kesempatan untuk berkunjung ke banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang.

Anehnya, ia tidak akrab dengan anak gadisnya, bahkan sering kali bertengkar sepulang dari pelayanan.

Ia sempat kecewa kepada Tuhan. Mengapa saya melayani Tuhan ke mana-mana, tetapi saya tidak bisa hidup harmonis dengan anak saya di rumah?” demikian protes si ibu itu.

Setelah mendengarkan cerita panjang lebar mengenai prestasi pelayanannya di berbagai tempat-namun gagal berteman dengan anaknya, pastor yang didatanginya itu meminta si ibu untuk membaca teks Injil hari ini, yaitu Mrk. 7:24-30.

Pastor itu mengatakan, barangkali selama ini ibu hanya meninggalkan remah-remah untuk anak di rumah, sementara bagian terbesarnya dihabiskan dalam pelayanan di luar.

Bagi kita pun demikian, silakan aktif melayani di mana saja, namun jangan sampai kita tidak punya cukup waktu atau energi untuk melayani anggota keluarga kita yang juga sangat membutuhkan kehadiran dan pelayanan kita.

.

Tuhan, bantulah kami agar mampu membagi waktu dengan bijaksana sehingga banyak orang terlayani dengan baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:14-23

Bacaan I: 1Raj 10:1-10, Mazmur: 37:5-6.30-31.39-40; R: 30a

Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka,

“Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah ini!

Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”

Siapa saja bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.

Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?

Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?”

Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang,

timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil

Di sebuah komunitas, ada seorang pastor yang sering kali didatangi tamu dari banyak tempat bahkan dari luar kota.

Mereka datang meminta nasihat atau bimbingan rohani.

Ironisnya, hampir tidak ada anggota komunitas atau tetangga terdekat yang datang untuk meminta bimbingan dari pastor itu.

Pengalaman ini mengingatkan kita akan pesona Salomo yang memotivasi ratu negeri Syeba untuk melihat hikmatnya.

Ratu itu datang dari jauh untuk menimba kebijaksanaan Salomo. Namun, tidak diceritakan apakah orang-orang yang dekat dengan Salomo juga ikut berguru dari kebijaksanaannya.

Sering kali, orang luar komunitas yang justru mendapat keuntungan dari berbagai kualitas, talenta, hikmat, dan ilmu yang dimiliki oleh seseorang yang ada di dalam suatu komunitas tertentu, dibandingkan dengan orang-orang terdekatnya.

Orang bijaksana mestinya mampu menggunakan telinganya untuk mendengarkan, termasuk mereka yang ada di sekitar kita,

termasuk orang yang serumah dengan kita, termasuk orang tua atau saudara-saudari kita dalam keluarga;

ayah atau ibu, suami atau istri, bahkan anak-anak.

Marilah kita meluangkan waktu untuk mengagumi, menikmati, dan menimba inspirasi dari salah seorang atau banyak anggota keluarga kita,

yang barangkali selama ini telah menginspirasi bahkan mengubah banyak orang menjadi lebih baik di luar sana, namun kita sendiri abai mengagumi dan mensyukurinya.

.

Tuhan, buatlah kami peka terhadap berbagai karunia dan kebijaksanaan yang Engkau hadirkan di sekitar kami sehingga kami mampu mensyukurinya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:1-13

Bacaan I: Raj. 8:22-23.27-30, Mazmur: 84:3.4.5.10.11; R: 2

Pada suatu kali, serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.

Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.

Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu,

karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.

Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.

Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya:

“Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?”

Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,hai orang-orang munafik!

Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.

Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya:

Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban yaitu persembahan kepada Allah maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.

Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 8 Februari 2022, Bacaan Injil

Para frater di sebuah seminari tinggi memiliki program bela diri Tunggal Hati Seminari (THS).

Beberapa frater tidak senang dengan program tersebut karena capek dan merasa tidak relevan dengan tugasnya kelak sebagai seorang imam, bukan sebagai petarung bela diri.

Bahkan, ada yang nyeletuk, “Lebih bagus kerjakan tugas kuliah daripada habiskan waktu untuk sesuatu yang tidak relevan.”

Kelihatannya argumentasi yang disampaikan oleh beberapa frater yang tidak senang dengan program THS ini benar.

Namun, sebetulnya mereka gagal paham. Mereka tidak mengerti maksud terdalam mengapa program THS itu diadakan.

Sejatinya, ada nilai formatif yang ingin dikembangkan oleh para formator lewat latihan ini, yaitu kesabaran, ketangkasan, heroisme, tidak mudah menyerah, dsb.

Jadi, bukan sekadar penguasaan teknik bela diri.

Begitulah yang dialami oleh Yesus saat berhadapan dengan orang Farisi dan para ahli Taurat yang memegang adat istiadat nenek-moyang sekadar aturan.

Mereka tidak sampai pada pengertian terdalam dari sebuah aturan adat. Mereka hanya melihat aturan sebagai aturan.

Oleh sebab itu Yesus mengajak mereka dan kita untuk masuk lebih dalam.

Mencuci tangan itu penting dan bagus, namun ada yang lebih utama dari sekadar tindakan membersihkan tangan, yaitu kesehatan.

.

Tuhan, semoga segala aturan yang kami jalankan menjadi sarana bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih mengerti kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 7 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 6:53-56

Bacaan I: 1Raj. 8:1-7.9-13, Mazmur:132:6-7.8-10; R: 8a

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.

Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.

Maka, berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.

Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya,

supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja.

Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 7 Februari 2022, Bacaan Injil

Seorang pastor pernah melontarkan sebuah pertanyaan retoris kepada OMK-nya, “Mengapa Yesus dicari-cari dan dirindukan?”

Jawaban yang pastor berikan adalah “karena Ia memiliki sesuatu.”

Hal ini sangat lumrah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kita mencari tukang air karena saluran air di rumah kita bermasalah.

Kita mencari dokter karena ada seseorang yang sakit dan butuh pertolongan.

Kita mencari sekolah yang baik karena anak-anak kita membutuhkan pendidikan yang memadai.

Kita mencari dan merindukan sesuatu pertama-tama karena kita membutuhkannya.

Dalam bacaan Injil, orang-orang berlari-lari menemui Yesus karena mereka membutuhkan pertolongan-Nya.

Mereka mencari Yesus karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki sesuatu yang mereka butuhkan.

Salomo dan umat Israel membutuhkan Rumah Allah karena mereka merindukan kehadiran-Nya.

Lalu, bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita juga mencari dan merindukan Yesus?

Di masa pandemi ini, ketika banyak kegiatan termasuk Misa dan aktivitas kerohanian dilaksanakan secara daring, apakah kita masih merindukan rumah Tuhan, merindukan gereja sebagai tempat kita bersekutu memuji Tuhan?

.

Bapa, semoga kerinduan kami akan Sakramen Keselamatan dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi kekuatan dalam hidup beriman kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Bacaan I: Yes. 6:1-2a.3-8, Mazmur: 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8; R:1c, Bacaan II: 1Kor. 15:1-11.

Pada suatu kali, Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai.

Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya.

Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa. “

Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon.

Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2022, Bacaan Injil

Dinamika tokoh dalam bacaan-bacaan hari ini sangat berkaitan dengan panggilan untuk menjadi murid dan utusan Tuhan.

Ada hal mendasar yang perlu kita hayati sebagai anggota Gereja dari para tokoh yang disebut dalam bacaan hari ini.

Yesaya merasa diri sebagai pribadi yang ‘najis bibir dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang juga najis bibir. Paulus merasa diri
sebagai yang paling hina’ dari semua rasul. Petrus pun merasa diri sebagai seorang berdosa.

Namun, dari situasi kedosaan, kehinaan, ketidakpantasan itulah mereka dipanggil.

Panggilan dan penyertaan Tuhan membuat mereka siap dan sanggup mengikuti Tuhan dan menjadi utusan-Nya.

Mereka mau bekerja sama dengan rahmat Tuhan sehingga kualitas hidup dan pelayanan mereka pun diubah, misalnya dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Pada masa kini, kadang-kadang sulit menemukan orang-orang yang mau melayani Tuhan sebagai ketua lingkungan, katekis, asisten imam, imam, biarawan-biarawati, dan tugas-tugas pelayanan lainnya.

Hal ini karena banyak orang merasa tidak pantas, merasa banyak kekurangan, tidak tahu apa-apa, dan sederet litani ‘ketidakbisaan’ lainnya.

Semoga seperti para tokoh yang disebutkan di atas, kita berani berserah pada panggilan Tuhan untuk dibentuk, sehingga siap diutus dengan kualitas hidup dan pelayanan yang lebih baik.

.

Tuhan, saya tahu saya tidak pantas, namun dalam kehinaan saya berserah: inilah aku, utuslah aku. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 6:30-34

Bacaan I: 1Raj. 3:4-13, Mazmur: 119:9.10.11.12.13.14; R: 12b

Pada waktu itu, Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.

Setelah menunaikan tugas itu, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!”

Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka.

Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besarorang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2022, Bacaan Injil

Yesus menyimak dengan sungguh cerita para murid-Nya yang pulang dari kerasulan mewartakan Injil. Para murid sangat antusias.

Yesus tidak berkomentar banyak selain mengajak mereka untuk mencari tempat yang sunyi supaya bisa beristirahat sejenak.

Bagi kita, saat-saat istirahat merupakan saat yang sangat penting supaya bisa mengendapkan segala pengalaman dan aktivitas serta memperoleh kesegaran baru untuk bisa melayani lagi dengan sukacita.

Saat hening juga merupakan kesempatan untuk menimba kebijaksanaan sehingga bisa memutuskan mana yang baik dan mana yang jahat.

Yesus sangat menghargai kemanusiaan kita yang sarat akan cerita dan prestasi, namun tetap membutuhkan keheningan.

Hal lain yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid-Nya ialah, meskipun dalam keadaan yang sangat lelah, janganlah menjadi pribadi yang kaku, yang tidak mau diganggu atau direpotkan.

Dalam kenyataan sehari-hari, kesibukan dan kelelahan sering kali menjadi alasan untuk cuek.

Untuk itu, Yesus memberi contoh, selelah apa pun janganlah menjadi pribadi yang buta akan kebutuhan orang lain;

janganlah membekukan perasaan dan hati kita dengan alasan lelah sehingga tidak lagi tergerak untuk menyalurkan rahmat Tuhan yang dipercayakan kepada kita.

.

Tuhan, meskipun dalam keadaan lelah, buatlah kami tetap mampu melayani sesama seperti Yesus, Guru kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 6:14-29

Bacaan I: Sir. 47:2-11, Mazmur: 18:31.47.50.51; R: 47b,

Pada waktu itu, Raja Herodes mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan:

“Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”

Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!”

Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”

Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, istri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai istri.

Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!”

Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu,

bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya.

Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.

Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.

Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,

lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kau minta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?”

Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”

Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”

(Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2022, Bacaan Injil

Banyak orang terkesan dengan Daud, bukan hanya kerena ketangkasannya dalam bertempur.

Melainkan juga karena ia menghormati Tuhan sehingga kerajaannya lestari.

Banyak juga orang terkesan dengan Yesus sehingga mereka mencari tahu siapa Dia sebenarnya.

Herodes pun terkesan dengan Yesus. Ia melihat Yesus sebagai Yohanes yang sudah ia penggal kepalanya dan kini bangkit lagi, bukan sebagai Mesias, Putra Allah, sebagaimana diartikulasikan oleh Petrus dan diimani oleh semua pengikut Kristus.

Apa pun kesan orang kepada Yesus, kita masing-masing perlu memiliki pendapat sendiri.

Oleh karena itu, setelah sekian lama kita mengenal Yesus, lantas siapa Dia itu?

Apakah kita terkesan dengan Yesus?

Seorang anak yang memandang, memanggil, dan memiliki kesan khusus untuk ayah atau ibunya, akan menyelaraskan hidupnya sebagai anak yang baik bagi orang tuanya.

Kalau kita memandang Yesus sebagai Gembala yang baik, maka mestinya kita menyelaraskan hidup kita sebagai domba yang setia, domba yang sungguh mendengarkan suara tuannya.

.

Ya Tuhan, teguhkanlah hati kami agar kami setia mengikuti jalan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 6:7-13

Bacaan I: 1Raj. 2:1-4.10-12, Mazmur: 1Taw. 29:10.11ab.11d-12a.12bcd; R:12b,

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka berdua-dua.

Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka,

kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,

boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka:

“Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu,

keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.”

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2022, Bacaan Injil

Dalam bacaan pertama, kita mendengar Daud memberi wejangan kepada Salomo, anaknya, sebagai penerus kerajaan.

Kemudian, dalam bacaan Injil, kita juga mendengar Yesus memberi wejangan kepada para murid yang Ia utus berdua-dua untuk melakukan pelayanan.

Pada dasarnya, wejangan itu bersifat etis, yakni terarah pada sesuatu yang baik dan positif.

Kita pun sering kali menerima wejangan, entah dari orang tua, dari guru, dari mereka yang dituakan, ataupun dari Gereja dan institusi lain.

Bagaimana kita mendengarkan, menghayati, dan menghidupi wejangan-wejangan yang kita dengar?

Salomo setia pada wejangan ayahnya, sehingga kerajaannya semakin kokoh.

Para murid Yesus pun berusaha melaksanakan tugas perutusan mereka dengan sebaik-baiknya, sehingga banyak orang bertobat, terbebas dari setan, dan sembuh dari penyakit.

Bagaimana dengan kita?

Apakah kita juga setia mengikuti wejangan orang tua kita?

Apakah kita tekun mengikuti ajaran iman yang kita terima dari Gereja?

Apakah aktivitas kita selaras dengan identitas kita sebagai murid Kristus di zaman ini?

.

Ya Tuhan, semoga kami tekun mendengarkan sabda-Mu dan setia melaksanakan tugas yang Engkau percayakan kepada kami masing-masing. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 2:22-40

Bacaan I: Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18, Mazmur:24:7.8.9.10: R:10b, Bacaan Injil Luk. 2:22-40| Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa,

mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,

dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.

Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus.

Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah,

katanya “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:

“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,

supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

(Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2022, Bacaan Injil

Sebagai orang tua, Yusuf dan Maria melaksanakan kewajiban mereka sesuai Taurat Musa. Mereka membawa Yesus ke kenisah sesuai hukum Tuhan.

Dari kisah ini, kita menjadi tahu bahwa Yusuf dan Maria sungguh-sungguh merupakan orang tua yang setia dan taat, baik secara spiritual kepada Allah maupun secara sosial menurut adat kebiasaan masyarakat setempat.

Maka, tidak heran kalau di akhir bacaan Injil hari ini ditekankan bahwa “Anak itu (yang dimaksud adalah Yesus) bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya”

karena orang tua biologis-Nya pun adalah orang-orang yang berlimpah kasih karunia dan taat kepada Allah.

Keteladanan orang tua sangat penting bagi anak-anak. Dalam pengalaman sehari-hari ada anak yang sangat sulit berbagi kasih karena ia sendiri haus akan kasih.

Bahkan, pernah ada remaja yang bersharing bahwa ia susah sekali membayangkan Bunda Maria sebagai bunda penuh kasih karena hampir setiap hari ia bertengkar dengan ibu kandungnya di rumah.

Oleh sebab itu, melalui Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah ini, kita diajak untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak, baik secara sosial maupun secara spiritual.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan makanan jasmani, tetapi juga makanan rohani.

.

Tuhan, semoga para orang tua meneladan St. Yusuf dan Bunda Maria dalam mendampingi dan mendidik anak-anak yang dipercayakan kepada mereka. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page