Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:14-29

Bacaan I: Yak. 3:13-18; Mazmur: 19:8.9.10.15; R:9a,

Pada suatu hari, Yesus bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain.

Mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.

Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”

Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.

Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?

Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Lalu mereka membawanya kepada-Nya.

Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?”

Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan sering kali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya.

Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini! ” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil

Kadang-kadang, kita kesal kepada seseorang yang walaupun sudah diberitahu berkali-kali, diajarkan dan dinasihati berulang kali, namun tidak mengerti juga. Tidak berubah juga.

Saat diberitahu manggut-manggut, seolah-olah sudah mengerti, tetapi setelah itu tidak terjadi apa-apa.

Akhirnya terbawa kesal, kecewa, emosi.

Barangkali itulah yang dirasakan Yesus ketika Ia berujar,

“Berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?”

Yesus menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya kepada orang-orang yang kurang percaya.

Meskipun demikian, yang patut kita perhatikan adalah betapa pun Yesus kesal kepada orang-orang yang tidak percaya, termasuk kepada orang tua anak yang kerasukan roh itu,

namun Yesus tidak membiarkan si sakit terus-menerus dikuasai oleh roh jahat yang membutakan dan membisukan dia.

Ia membebaskan anak itu dengan mengusir roh jahat yang bernaung di tubuhnya.

Bedanya dengan kita, sekali kita kesal, kecewa, dan emosi pada seseorang, lalu tiada ampun lagi.

Kita menutup diri untuk mau sabar dan mengerti.

Sikap seperti itu tidak akan menolong orang lain dan diri kita sendiri; kita akan terus dikusai oleh perasaan negatif, sedangkan orang lain pun tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik.

.

Yesus, kuatkanlah kami dalam percaya. Jadikanlah kami manusia pendoa sehingga mampu mengusir segala kuasa jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:27-38

Bacaan I: 1 Sam, 26:2.7-9.12-13.22-23; Mazmur: 103:1-2.3-4.8.10.12-13;R:8a, Bacaan II: 1Kor. 15:45-49

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

“Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Siapa saja menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan siapa saja yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?

Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu?

Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu?

Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan,

maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi,

sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil

Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul yang sedang mengejar dan ingin membunuhnya.

Namun, ia justru berbuat kasih, yang menunjukkan bahwa ia lebih bersahaja daripada sang Raja.

Ia tidak mau menjamah apalagi membunuh seseorang yang diurapi oleh Tuhan.

Pengetahuan dan kesetiaannya kepada Tuhan serta perhatian dan kasihnya kepada tuannya, membebaskan Daud dari kuasa jahat dan keinginan untuk menghabisi musuh-musuhnya.

Ia tidak dikuasai oleh nafsu balas dendam.

Itulah keutamaan seorang beriman, seorang yang dekat dengan Tuhan, seorang yang menghargai hidup.

Hal yang sama ditegaskan Yesus bahwa setiap pengikut-Nya tidak cukup menjadi orang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi harus menjadi pribadi yang ‘luar biasa.’

Yesus bersabda kepada para murid-Nya: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Siapa saia menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain,..”

Bukankah itu luar biasa?

Sangat normal kalau kita tidak suka kepada musuh dan membenci orang-orang yang berbuat jahat kepada kita.

Akan tetapi, Yesus menghendaki kita, para pengikut-Nya, untuk menjadi ‘luar biasa.’

Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan dan kasih.

.

Yesus, semoga kami bersedia dan mampu menjadi pribadi yang luar biasa seperti yang Engkau kehendaki. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:2-13

Bacaan I: Yak 3:1-10; Mazmur: 12:2-3.4-5.7-8; R:Ih.8b,

Pada suatu hari, Yesus berbicara tentang bagaimana ia akan menderita sengsara.

Sesudah itu, Ia membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Maka tampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?”

Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan?

Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil

“Betapa bahagianya kami berada di sini.” Ini merupakan kondisi ideal yang dicita-citakan oleh semua orang, yaitu momen bahagia.

Betapa indah hal ini, bila kata-kata yang serupa dialami secara nyata oleh setiap anggota keluarga kita, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Misalnya, seorang suami berkata, “Betapa bahagianya di sini karena istri dan anak-anak sehat dan tekun.”

Istri pun berkata, “Betapa bahagianya memiliki suami sepertimu.”

Anak-anak pun barangkali akan berujar, “Betapa bahagianya melihat bapa-mama sehat, akur, harmonis, dan saling memuji.”

Akan lebih mantap lagi, ketika ada orang lain memberi kesaksian, “Inilah guru kami yang tercinta, inilah karyawan kami yang rajin, inilah romo kami yang setia, dsb.

Kondisi bahagia ini akan terlaksana kalau ada cinta dan perhatian satu sama lain.

Cinta itu kemudian disampaikan, antara lain lewat bahasa, lewat kata-kata yang dikendalikan oleh lidah; lewat telepon dan media sosial.

Maka, seperti nasihat Rasul Yakobus, mari kita menggunakan lidah kita untuk memuji Allah dan menyalurkan berkat, bukan mengumbar kutuk dan laknat.

.

Tuhan, semoga kami selalu mengucapkan kata-kata berkat dan bukan kata-kata kutuk untuk sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:34-9:1

Bacaan I: Yak. 2:14-24.26; Mazmur: 112:1-2.3-4.5-6; R:1,

Pada suatu ketika, Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka:

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;

tetapi siapa saja kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab siapa saja malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini,

Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diringi malaikat-malaikat kudus:

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil

Bunyi bel di suatu biara sangatlah penting, karena menjadi petunjuk sesuatu.

Oleh sebab itu, fungsi dari seorang belarius (yang membunyikan bel) sangatlah penting, kelalaiannya bisa mengganggu acara biara.

Biasanya, tugas sebagai belarius ini bergantian.

Suatu hari, seorang frater bernama Nodi bertugas sebagai belarius.

Ia bangun pada pkl. 04.30 dan cepat-cepat membunyikan bel sebagai tanda bahwa sudah saatnya bangun pagi dan pergi mandi.

Namun, setelah mengebel, Nodi bukannya pergi mandi seperti anggota biara lainnya, melainkan pergi tidur lagi.

Setelah membangunkan orang lain, Nodi malah pergi tidur.

Mungkin dalam masyarakat kita banyak orang seperti Nodi, teriak-teriak atau menasihati orang lain supaya melakukan ini dan itu, namun dia sendiri enggan melakukan apa yang dikatakannya.

Kata Rasul Yakobus, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.

Kata-kata tanpa tindakan pasti kosong.

Iman bukan sekadar percaya, melainkan juga keberanian untuk ikut meski harus menyangkal diri dan memikul salib.

Abraham dan banyak tokoh dalam Kitab Suci telah mewujudnyatakan iman dalam perbuatan-perbuatan mereka, demikian juga dengan para kudus.

Bagaimana dengan kita masing-masing?

.

Yesus, semoga kami mampu mengikuti Engkau dengan berani menyangkal diri dan memikul salib kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8: 27-33

Bacaan I: Yak. 2:1-9; Mazmur: 34:2-3.4-5.6-7; R:7a,

Pada suatu hari, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi.

Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua,

imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya:

“Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil

Kita mengenal Tuhan dan menjadi orang beriman sangat mungkin karena bantuan orang lain.

Namun, pada akhirnya keputusan untuk menjadi orang beriman itu haruslah menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi.

Orang lain mungkin akan merumuskan siapa Yesus menurut konsep dan pengenalan mereka.

Petrus dan para murid pun memiliki rumusan.

Petrus mewakili para murid yang lain merumuskan dengan tepat siapa Yesus karena pengalaman kebersamaan, kedekatan, dan keakraban dengan Yesus.

Kedekatan dan keakraban dengan Tuhan dapat kita peroleh melalui doa serta aktivitas sosial dan kerohanian seperti yang dahulu dilakukan oleh Yesus bersama para rasul.

Pengalaman rohani itu sangatlah penting dalam kehidupan seorang beriman, karena hal itu akan berimbas pada sikap dan perilaku selanjutnya.

Para rasul setelah kematian dan kebangkitan Yesus menjadi pewarta ulung karena mereka yakin siapa yang mereka imani dan wartakan.

Mereka rela dipenjarakan, disiksa, dianiaya, bahkan sampai wafat karena mereka memiliki pengalaman bersama Junjungan mereka.

Dengan mengenal Yesus secara lebih akrab dan personal, kita pun mampu menjadi pelaku sabda yang andal dan setia.

Mengenal Yesus secara pribadi merupakan tugas setiap pengikut Kristus sehingga mampu melayani setiap orang tanpa membeda-bedakan sekaligus tidak memberi kesempatan kepada iblis.

.

Tuhan, semoga kami mengenal Engkau tidak hanya dengan akal, tetapi juga dengan iman. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:22-26

Bacaan I: Yak. 1:19-27; Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R:1b,

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betsaida.

Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.

Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung.

Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?”

Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”

Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil

Dalam bacaan pertama hari ini, Rasul Yakobus mengatakan kepada jemaatnya: “Hendaklah kalian menjadi pelaksana Sabda, dan bukan hanya pendengar.”

Sabda ini kiranya tergambar dalam tindakan beberapa orang yang membawa seorang buta dan memohon kepada Yesus supaya Ia menjamah si buta itu.

Niat dan usaha mereka membuat orang buta itu bisa bertemu dengan Yesus sehingga Yesus berbuat sesuatu untuk menyembuhkan dia.

Kita bisa membayangkan bahwa si buta akan sangat sulit bertemu dengan Yesus jika ia tidak dibawa dan didampingi.

Dia mungkin akan tetap buta.

Tindakan mereka mengubah si buta jadi melihat melalui tindakan Yesus.

Senang sekali mendengar kisah-kisah orang yang berjasa membantu orang lain, baik melalui pengalaman langsung sehari-hari maupun dalam berita yang tersiar di media sosial.

Mungkin orang-orang itu tidak mampu menolong secara langsung, namun usaha dan jasa mereka menjadi jembatan penolong bagi orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.

Semoga kita masing-masing menjadi ‘jembatan penolong’ sehingga banyak orang mengenal Tuhan, banyak orang bertemu dengan Yesus, banyak orang mendapat solusi atas berbagai kesulitan hidup yang mereka hadapi.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pelaksana sabda dan menjadi ‘jembatan penolong’ bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:14-21

Bacaan I: Yak. 1:12-18; Mazmur: 94:12-13a.14-15.18-19 Ref: 12a,

Pada suatu hari, murid-murid Yesus lupa membawa roti.

Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu.

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”

Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata:

“Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?

Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”

Jawab mereka: “Dua belas bakul.”

“Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”

Jawab mereka: “Tujuh bakul.”

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Masihkah kamu belum mengerti?”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil

Orang yang sudah melakukan sesuatu yang salah, biasanya kikuk, panik, dan mudah tersinggung.

Emosinya langsung terpancing bila ada sedikit pemantik karena secara spontan merasa sebagai tertuduh.

Ia kemudian buru-buru membuat pembelaan diri, meski orang lain tidak bermaksud menuduh, apalagi memojokkan dia.

Itulah situasi yang dirasakan oleh murid-murid Yesus yang langsung tersinggung dan bereaksi negatif ketika Yesus menasihati mereka supaya berjaga-jaga terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Mereka tidak mengerti arti terdalam nasihat Yesus, karena mereka hanya berfokus pada kelalaian diri sendiri.

Kekhawatiran pada diri sendiri membuat mereka gagal memahami kata-kata Yesus.

Oleh sebab itu, untuk setiap tugas, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diberikan kepada kita hendaknya kita siapkan dengan baik sehingga tidak ada kemungkinan terjadi suatu kelalaian ataupun kesalahan.

Kita perlu mengecek hal-hal detail supaya terhindar dari kekeliruan sehingga perasaan bersalah yang berlebihan tidak mengangkangi kita sampai kita tidak mengerti maksud baik orang lain.

Dengan persiapan yang baik dan matang, kita menjadi pribadi yang siap bekerja, tidak mudah tersinggung, serta tidak bereaksi secara emosional.

.

Ya Tuhan, kami sering salah paham terhadap maksud baik orang lain. Kami pun sering kali tidak mengerti sabda-Mu. Buatlah kami mengerti. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:11-13

Bacaan I: Yak. 1:1-11; Mazmur: 119:67.68.71.72.75.76 Ref:77a,

Sekali peristiwa, datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus.

Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga.

Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata:

“Mengapa angkatan ini meminta tanda?

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.”

Ia meninggalkan mereka.

Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil

Para juara dalam bidang olahraga akhirnya bisa memetik buah indah dengan mencapai puncak prestasi karena diawali oleh latihan yang sungguh-sungguh.

Meskipun berat dan sering kali menyakitkan, mereka melakukan pelatihan dengan sabar, tekun, dan disiplin.

Itulah yang mengantar mereka pada prestasi gemilang.

Ilustrasi ini mengantar kita pada hidup beriman kita.

Berbagai kesulitan dan pencobaan merupakan ujian atas iman, apakah kita setia dan tekun di dalamnya.

Seorang beriman tidak mengutuki aneka pencobaan yang ia dihadapi, tetapi menghayatinya sebagai bagian dari proses hingga akhirnya menghasilkan buah yang matang.

Orang Farisi yang menuntut tanda dari Yesus tidak mengikuti cara berpikir Yesus, karena mereka hanya ingin memuaskan dan membenarkan diri sendiri sehingga apa pun yang dilakukan Yesus tidak akan membawa efek positif dalam hidup mereka.

Hal ini sama dengan orang-orang yang sudah berpikiran negatif terhadap usaha, jasa, penampilan, dan cara kerja kita.

Bagaimana pun penjelasan yang kita berikan, apa pun kenyataan baik yang terjadi karena kita, namun dalam pandangan mereka semua itu salah dan tidak berguna.

Oleh sebab itu, sikap Yesus bisa jadi model bagi kita, yaitu dengan tidak memberikan tanda apa pun kepada mereka karena hal itu akan percuma.

.

Tuhan, semoga dalam setiap pencobaan kami tetap setia kepada-Mu hingga beroleh buah yang matang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:17.20-26

Bacaan I: Yer. 17:5-8; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a; Bacaan II: 1 Kor. 15:12.16-20,

Sekali peristiwa, Yesus turun dari sebuah bukit bersama kedua belas rasul, dan berhenti pada suatu tempat yang datar.

Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata:

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar.

Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada dua tawaran yang disampaikan kepada kita hari ini, yakni terberkati atau terkutuk, berbahagia atau celaka.

Pilihan tergantung pribadi masing-masing.

Namun, sebagai seorang beriman, sejatinya memilih menjadi pribadi yang terberkati dan bahagia.

Jalan atau cara yang harus diikuti untuk menjadi pribadi yang terberkati dan bahagia adalah dengan mengandalkan Tuhan seperti diserukan oleh Nabi Yeremia.

Yesus menegaskan salah satu cara untuk menuju kebahagiaan adalah dengan menjadi miskin di hadapan Allah.

Artinya, senantiasa mencari Tuhan dari waktu ke waktu.

Bergantung sepenuhnya kepada penyelenggaraan Tuhan karena kita sendiri tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan.

Kebahagiaan yang dicari oleh seorang yang dekat dan mengandalkan Tuhan, tidak seperti kebahagiaan yang dicari oleh para penguasa dunia yang orientasinya melulu materi dan ketenaran.

Kebahagiaan duniawi sifatnya sementara, mudah hilang, dan dapat membawa orang pada pintu celaka.

Rasul Paulus dengan sungguh dan total mempercayakan dirinya kepada Kristus sehingga seluruh pewartaan dan cara hidupnya terarah kepada Kristus, kendati melalui jalan berliku, teraniaya, dan berdarah-darah.

Hidup dan matinya, ia serahkan kepada Kristus. Itulah kebahagiaan sejatinya.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi bahagia dan terberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:1-10

Bacaan I: 1Raj. 12:26-32; 13:33-34, Mazmur: 106:6-7a.19-20.21-22, R:4a

Sekali peristiwa, sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.

Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”

Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”

Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.”

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.

Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

Mereka juga mempunyai beberapa ikan dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan, dan mereka makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada beberapa hal pokok yang baik kita renungkan berkaitan dengan mukjizat penggandaan roti yang dilakukan Yesus.

Pertama, mukjizat itu terjadi karena hati yang tergerak oleh belas kasihan untuk kebaikan orang lain, bukan untuk kenyamanan diri sendiri seperti pemikiran Raja Yerobeam dalam bacaan pertama.

Gerakan kasih yang muncul dalam diri mesti lalu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti yang dilakukan Yesus.

Kedua, mengajak orang lain untuk terlibat sehingga orang lain pun diharapkan ikut peduli.

Ketiga, mulai dari sesuatu yang ada, bukan dari sesuatu yang harus ada.

Keempat, apa yang ada itu dipersembahkan kepada Tuhan lalu dibagi-bagikan kepada sesama.

Ada sebuah contoh berkaitan dengan poin ketiga, yaitu memulai dari sesuatu yang ada.

Dalam masyarakat atau bahkan dalam lingkungan Gereja, ada saja orang yang memikirkan dan mementingkan ketersediaan fasilitas terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu.

Misalnya, OMK mau aktif di gereja kalau sudah ada fasilitas band, ruang musik untuk berlatih, guru musik yang andal, dan pastor paroki yang kece.

Ini hanya contoh. Namun, hal seperti ini sangat mungkin terjadi.

Untuk itu, kalau kita mau membuat “mukjizat” mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, dari apa yang ada.

Apa pun yang ada itu akan bermanfaat kalau dipersembahkan kepada Tuhan dan diarahkan kepada kebaikan sesama.

.

Tuhan, semoga kami senantiasa digerakkan oleh belas kasihan kepada sesama, seperti Yesus, Putra-Mu, sehingga banyak orang tersapa dengan penuh kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page