Renungan Harian Hari Ini 3 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 9:22-25

Bacaan I: Ul. 30:15-20; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak

oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Kata-Nya kepada mereka semua,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena siapa saja mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;

tetapi siapa saja kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Maret 2022, Bacaan Injil

Masa Prapaskah adalah masa persiapan untuk merayakan kebangkitan Tuhan, yaitu kepenuhan kemenangan kehidupan yang dibawa Kristus.

Itulah hidup rahmat yang sudah mulai diberikan Allah kepada manusia juga ketika manusia masih hidup di dunia ini,

yaitu jika kita mematuhi perintah-perintah Allah dan mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya.

Itulah hidup rahmat yang akan membuat jumlah kita menjadi lebih banyak dan membuat berkat Allah yang berlimpah menyertai kita (Bil. 30:15-20).

Itulah hidup yang dijanjikan Yesus jika kita mau mengikuti-Nya dengan berani menyangkal diri,

memikul salib kita setiap hari dan mengikut Yesus (Luk. 9:22-25).

Yesus mengajak kita untuk tidak terlena dan terjerembap dalam kesenangan duniawi semata.

Ia mengajak dan memanggil kita untuk bersekutu dengan-Nya; untuk hidup dalam kasih Allah yang menjanjikan kita kebahagiaan dan sukacita sejati.

Jalan yang Ia tunjukkan ialah jalan salib dan penyangkalan diri.

Tidak hanya sekali, tetapi dari waktu ke waktu di sepanjang lorong kehidupan kita.

Mampu dan maukah kita untuk memanggul salib dan menyangkal diri?

.

Ya Allah, bukalah hati dan pikiran kami agar mata batin kami dicelikkan untuk melihat hidup rahmat yang Kau janjikan, hidup yang sesungguhnya, dan beranikanlah kami untuk memperjuangkan meski kami harus bersusah-payah dan menderita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18a

Bacaan I: Yl 2:12-18; Mazmur: 51:3-4.5-6a.12-13.14.17; R:3a; Bacaan II: 2Kor. 5:20-6:2;

Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

“Hati-hatilah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.

Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil

Rabu Abu adalah awal masa Prapaskah (masa puasa) yang merupakan masa pertobatan untuk meninggalkan keterlekatan duniawi, kebiasaan dosa dan berbalik kepada Tuhan (Yl. 2:12-18).

Penandaan dengan abu di dahi merupakan ungkapan pertobatan. Abu juga adalah simbol kematian.

Maka, abu mengingatkan kita akan kerapuhan kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari debu:

“Ingatlah, manusia, bahwa engkau terbuat dari debu dan kembali menjadi debu” (Kej. 3:19)

Tiga hal utama yang perlu kita lakukan sebagai bentuk ulah tapa kita ialah berpuasa atau berpantang, berdoa, dan bersedekah.

Berpuasa atau berpantang membantu kita menguasai nafsu makan dan nafsu-nafsu lainnya, sehingga kita menjadi lebih bebas melakukan kehendak Allah.

Berdoa membantu kita dekat dengan Allah dan mengenali kehendak-Nya.

Beramal merupakan ungkapan pertobatan melawan kecenderungan memiliki secara berlebihan dan sarana membantu sesama yang membutuhkan.

Ketiga ulah tapa ini merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

.

Ya Allah Yang Maharahim, limpahkan berkat-Mu atas kami pada awal masa tobat ini agar ungkapan pertobatan dapat kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil Markus 10:28-31

Bacaan I: 1Ptr. 1:10-16; Mazmur: 98:1.2-3ab.3c-4; R:2a;

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus:

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya,

saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, 

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat:

rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan,

dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil

Meneladan Kristus berarti belajar tentang cara berpikir-Nya, yaitu logika ilahi.

Logika ilahi sangat berbeda dengan logika duniawi.

Yesus mengajarkan bahwa dengan berani menderita, kita mendapatkan kemuliaan;

dengan menyangkal diri sendiri, kita menjadi bahagia; dengan membagikan harta, kita mendapatkan warisan surgawi;

dengan taat kepada kehendak Allah, kita mendapatkan kebebasan; dengan melayani, kita dimuliakan (1 Ptr. 1:10-16).

Dengan meninggalkan keluarga, justru kita akan mendapatkan balasan 100 kali lipat meskipun disertai dengan penganiayaan (Mrk. 10:28-31).

Mengikuti logika ilahi dan menanggalkan cara berpikir lama tidaklah mudah.

Karena banyak kebiasaan yang sudah terbentuk dalam diri kita, tidak mudah untuk diubah atau diganti, belum lagi penganiayaan dan perlawanan yang muncul dari orang-orang di sekitar kita.

Hal yang juga banyak mempengaruhi adalah keyakinan kita akan hal-hal rohani.

Cara berpikir Kristus ini perlu secara sadar, tahu dan mau, dilatih berkali-kali dan secara tekun agar menggantikan cara berpikir kita yang lama.

.

Ya Allah, buatlah kami terpesona pada hidup Kristus sehingga kami berani mengikuti teladan-Nya dalam tindakan-tindakan kami. Teguhkanlah kami akan pahala yang Kaujanjikan kepada kami, demi Kristus Tuhan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:17-27

Bacaan I: 1Ptr. 1:3-9; Mazmur: 111:1-2.5-6.9.10c; R:5b;

Pada suatu hari, Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya. Maka, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya, ia bertanya:

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:

Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya:

“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka:

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi:

“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil diceritakan bahwa ada seorang berlari-lari mendapatkan Yesus untuk bertanya kepada-Nya.

Dengan berlari-lari berarti dengan penuh antusias, ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk bertemu Yesus.

Pada saat datang, ia begitu bersemangat, namun setelah mendengarkan tanggapan Yesus atas pertanyaannya, ia pulang dengan kecewa dan sedih.

Rupanya, meskipun berlari-lari ingin bertemu Yesus, namun ia belum siap untuk mengikuti Yesus secara sungguh-sungguh, yang berarti pula belum siap memperoleh hidup yang kekal seperti yang diimpikannya.

Gejala seperti ini tentu saja dapat kita temui di dalam Gereja kita.

Ada orang yang begitu menggebu-gebu ingin melayani, namun setelah diberi tanggung jawab atau bahkan ketika menghadapi sedikit tantangan, ia mundur pelan-pelan dan bahkan kecewa.

Hal yang sama juga kadang-kadang terjadi dalam hidup membiara.

Ketika awal masuk, para calon biarawan/wati begitu bersemangat, dan menyatakan siap melayani siapa dan di mana saja.

Namun, ketika menghadapi sedikit kesulitan, apalagi ketika ditempatkan di suatu unit tugas yang kurang disukainya ia menjadi kecewa, lalu mengatakan:

Ini bukan panggilan saya dan mengundurkan diri dari biara.

Ia kecewa karena tidak sesuai kesukaannya.

.

Tuhan, semoga kami mampu mengikuti panggilan-Mu dengan setia meski menghadapi berbagai cobaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:39-45

Bacaan I: Sir. 27:4-7; Mazmur: 92:2-3, 13-14, 15-16; Bacaan II: 1Kor. 15:54-58

Sekali peristiwa, Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya:

“Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barang siapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu:

Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada beberapa umat mengeluh tentang pastornya. Ada yang mengeluh disiplin, kurang gaul, manja, emosional, dan sebagainya.

Pendeknya, pastor yang ada sekarang tidak sesuai kriteria yang diharapkan umat.

Dalam sebuah kegiatan kursus pastoral, seorang pastor bertanya kepada beberapa utusan umat dari berbagai paroki:

“Apakah mendidik anak zaman sekarang gampang atau susah?

Dan, dengan spontan para peserta menyahut, “Sangat susah, Romo.”

Pertanyaan yang sama diulang beberapa kali, dan mereka tetap menjawab yang sama: “sangat susah.”

Lalu, Pastor itu mengatakan: “Dari antara anak-anak yang sangat susah bapa ibu didik di rumah, dari situlah muncul calon-calon imam yang akan melayani Gereja kita.”

Kata-kata ini membuat para peserta terhenyak, diam.

Setelah jeda sebentar, lalu Pastor itu melanjutkan, barangkali sekarang bapak ibu bisa membayangkan bagaimana sulitnya para formator di seminari,

mendampingi dan membentuk anak-anak yang sangat tidak mudah bapak ibu didik meski sudah bersama mereka sejak kecil.

Kalau dari rumah anak-anak sudah terbiasa dengan doa dan kedisiplinan, maka tidak akan ada banyak kesulitan di seminari.

Namun, bila di rumah tidak terbiasa disiplin, maka akan sangat sulit juga untuk membiasakan diri di seminari.

Sekarang, kita menuntut imam yang disiplin, dsb., sementara keluarga tidak menyediakan bibit yang baik.

Barangkali itulah salah satu inti pesan Yesus dalam Injil hari ini, “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik.

Ya Tuhan, semoga kami memnpersembahkan yang terbaik kepada-Mu dan kepada Gereja-Mu. Amin.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi yang mau dan mampu membawa sebanyak mungkin anak kepada-Mu sehingga mereka beroleh berkat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:13-16

Bacaan I: Yak. 5:13-20; Mazmur: 141:1-2.3.8; R:lh.2a,

Sekali peristiwa, orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;

akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,

sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya siapa saja tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil

Seorang mahasiswa pernah mengajukan pertanyaan berkaitan dengan Sakramen Baptis.

Mengapa orang tua harus membaptiskan anaknya yang masih bayi? Bukankah itu melanggar hak asasi anak karena anak itu belum bisa memilih?

Demikian pertanyaan si mahasiswa itu.

Tentu saja ada jawaban yang diberikan untuk menanggapi pertanyaan itu, antara lain karena orang tua pasti ingin mewariskan sesuatu yang baik kepada anak-anak mereka, termasuk dalam hal iman, maka mereka membawa anaknya untuk dibaptis.

Namun, yang hendak ditekankan di sini saat ini adalah bahwa dengan membaptiskan anak-anak mereka,

orang tua memperkenalkan, mempersilakan, bahkan membawa anak-anak mereka bertemu dengan Yesus, sehingga Yesus menerima dan memberkati mereka.

Kalau dia seorang Katolik, pasti hati orang tua sangat bahagia kalau anak-anaknya diberkati oleh Yesus.

Oleh sebab itu, seandainya orang tua tidak membaptiskan bayi (anak) mereka, tidak mengajarkan mereka berdoa, tidak membawa mereka ke gereja,

bisa jadi mereka termasuk dalam golongan orang yang dimarahi oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini,

Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka!”

karena mereka tidak membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal Yesus sejak dini.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi yang mau dan mampu membawa sebanyak mungkin anak kepada-Mu sehingga mereka beroleh berkat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:1-12

Bacaan I: Yak. 5:9-12; Mazmur: 103:1-2.3-4.8-9.11-12; R:8a,

Pada suatu hari, Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang Sungai Yordan.

Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka.

Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya:

“Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan istrinya?”

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”

Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan istrinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan
terhadap istrinya itu.

Dan jika si istri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil

Kadang-kadang, kita terdorong untuk membeli suatu barang, bukan karena butuh melainkan karena tergiur oleh diskonnya.

Setelah berhasil membeli barang berdiskon, lalu dengan bangga bercerita ke mana-mana karena mendapat barang murah.

Akhirnya, teman kita yang mendengar hal itu, buru-buru juga berbelanja barang yang kita ceritakan meski tidak butuh karena ikut tergiur dengan diskon yang diberikan.

Ilustrasi di atas relevan dengan bacaan Injil hari ini.

Pria dan wanita menikah, dipersatukan oleh ikatan cinta dan komitmen.

Namun, lucunya orang Farisi bertanya tentang perceraian.

Pernikahan merupakan sesuatu yang diperjuangkan bahkan dimpikan, namun yang dipikirkan adalah kemungkinan perceraian.

Itulah yang disebut ‘cara berpikir diskon’.

Sebetulnya, orang tidak membutuhkan perceraian dan seharusnya memang tidak boleh bercerai, karena hal itu mencederai komitmen sakral perkawinan.

Namun, kerap kita berpikir: kalau memang ada ‘diskon’, kenapa tidak diambil?

Yang dimaksudkan adalah pernikahan suci jangan dilukai apalagi dihancurkan oleh kemungkinan (diskon) adanya perceraian.

Yang diharapkan adalah kejujuran supaya tidak bersungut-sungut dan saling menyalahkan.

.

Tuhan, semoga keluarga-keluarga yang telah dipersatukan lewat perkawinan suci, tetap hidup dalam cinta dan kerukunan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:41-50

Bacaan I: Yak. 5:1-6; Mazmur: 49:14-15ab.15cd-16.17-18.19-20; R:Mat 5:3,

Pada suatu hari, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,

“Sesungguhnya barang siapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

“Barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka,

ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]

Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari

pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?

Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil

Menjadi kaya bukanlah dosa.

Namun, sikap terhadap kekayaan dapat membuat orang berdosa.

Karena harta kekayaan, seseorang bisa merasa mampu membeli apa saja, bahkan berbuat apa saja yang ia inginkan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Kekayaan bisa menyesatkan seseorang.

Oleh sebab itu, Yesus dengan tegas menasihati para murid-Nya supaya menguasai seluruh anggota tubuh mereka dengan baik supaya tidak ada yang menyesatkan dan akibatnya hidup dalam dosa yang ganjarannya adalah neraka bernyala.

Yesus mengajak para murid supaya selalu mempunyai garam dalam diri dan selalu hidup berdamai dengan semua orang.

Nasihat yang sama dialamatkan juga kepada kita.

Garam itu membuat makanan menjadi sedap, lezat, berselera. Namun, takarannya harus proporsional.

Artinya, tahu mengukur dan menempatkan diri sehingga di mana pun kita berada, apa pun yang kita kerjakan, sedap dipandang, enak dirasakan, serta membuat orang antusias dan bersemangat.

Mari kita gunakan kekayaan yang kita miliki, baik yang sifatnya material maupun intelektual dan spiritual untuk membuat hidup di sekitar kita penuh keasyikkan dan sukacita.

.

Tuhan, semoga kami mampu menggunakan talenta dan kekayaan kami dengan bijaksana dan hidup damai dengan siapa saja. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:38-40

Bacaan I: Yak 4:13-17; Mazmur: 49:2-3.6-7.8-10.11: R:Mat 5:3,

Pada suatu hari, Yohanes berkata kepada Yesus:

“Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu,

lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Tetapi kata Yesus:

“Jangan kamu cegah dia!

Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku,

dapat seketika itu juga mengumpat Aku.

Siapa saja tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil

Dari bacaan-bacaan Ekaristi hari ini, ada beberapa hal yang dapat kita petik sebagai bahan permenungan kita.

Pertama, jangan menunda untuk berbuat baik.

Rasul Yakobus memberitahu kita bahwa “jika ada orang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa.”

Kedua, di dalam masyarakat kita, bahkan dalam Gereja kita ada orang yang mau memonopoli kebenaran dan kebaikan.

Ia tidak senang kalau orang lain bisa berbuat baik seperti dia. Orang lain dianggap sebagai pesaing.

Ketiga, bahkan dalam berbuat baik pun ada orang yang iri hati.

Ia tidak senang kalau orang lain mendahului berbuat baik atau memberi lebih banyak dari dia.

Oleh sebab itu, merenungi tiga hal di atas, maka marilah kita menjadi ORANG BAIK dalam kata dan tindakan, bahkan dalam segala aspek kehidupan kita.

Bekerjasamalah dengan sebanyak mungkin orang supaya kebaikan itu semakin mewarnai hidup di sekitar kita.

Kebaikan yang kita miliki mesti memancar keluar, sehingga semakin banyak orang yang menyadari, merasakan, dan mengalami kasih dan kebaikan Tuhan.

.

Tuhan, semoga kami mampu berbuat baik kepada siapa saja, tanpa menunda dan tanpa pandang bulu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil Matius 16:13-19

Bacaan I: 1Ptr. 5:1-4; Mazmur: 23:1-3a, 3b-4, 5, 6,

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.

Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia

dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

Dan Aku pun berkata kepadamu; Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini

Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.

Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Pesta Takhta St. Petrus.

Dari namanya, pesta ini berkaitan dengan Takhta Suci.

Takhta Suci merupakan simbol otoritas dari penggembalaan dan pengajaran dalam Gereja Katolik.

Petrus tidak hanya menasihati para penatua untuk menjadi gembala yang baik, yang sesuai kehendak Allah, tetapi juga ia menjadi contoh seorang gembala yang mau melayani kawanan domba yang dipercayakan kepadanya.

Petrus disebut berbahagia oleh Yesus karena ia mampu melihat Yesus dalam cara pandang Bapa di surga, yaitu sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup.

Oleh karena itu, ia dipercayakan untuk memegang kunci Kerajaan Surga: Apa yang ia lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Semoga kita pun mampu menyelaraskan sikap, harapan, tindakan, dan cara penggembalaan kita sesuai ‘kacamata’ Allah sehingga pada akhirnya kita pun disebut berbahagia oleh Yesus.

Selain itu, kita pun menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh Yesus untuk memegang ‘kunci’ Kerajaan Surga, sehingga semakin banyak orang dapat sampai ke rumah Bapa.

.

Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk menjadi gembala yang baik bagi kawanan domba yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page