Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 9:28b-36

Bacaan I: Kej. 15:5-12, 17-18; Mazmur: 27:1.7-8.9abc. 13-14; R:1a; Bacaan II: Flp. 3:17-4:1;

Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus naik ke atas gunung untuk berdoa.

Ketika Yesus sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya:

“Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata:

“Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri.

Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Maret 2022, Bacaan Injil

Pengalaman ketiga murid menyaksikan transfigurasi Yesus memberikan gambaran nyata,

tentang kebahagiaan dan kemuliaan yang akan diberikan Tuhan kepada mereka jika mereka setia sampai akhir kepada-Nya.

Pengalaman itu begitu memukau dan memberi rasa nyaman, sehingga Petrus ingin tetap mempertahankan (Luk. 9:28b-36).

Kebahagiaan dan kemuliaan itulah yang akan kita terima dari Tuhan Yesus Kristus,

“tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia” (Flp. 3:17-4:1).

Saat ini, kenyataan itu adalah bagaikan janji Tuhan yang kita hayati sebagai pengharapan, seperti halnya janji Allah kepada Abraham (Kej. 15:5-12.17-18).

Abraham dikuatkan menghadapi pencobaan dan tantangan karena hidup dalam pengharapan akan janji Allah itu.

Pada proses pertobatan Prapaskah ini, sering kali kita harus menyangkal keinginan dan berbagai nafsu kita, serta menjalani ketidaknyamanan hidup.

Pengharapan akan janji kebahagiaan dan kemuliaan dari Tuhan itu bisa menjadi sumber kekuatan bagi kita,

agar tidak kehilangan iman, harapan, dan kasih kendati mengalami berbagai tantangan dan kesulitan hidup.

.

Ya Allah, bantulah kami agar setia memegang janji keselamatan yang Engkau tawarkan. Semoga kami tidak berpaling dari pada-Mu, tetapi selalu setia mendekatkan diri kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 5:43-48

Bacaan I: UI. 26:16-19; Mazmur: 119:1-2.4-5.7-8; R:1;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga,

yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan

bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?

Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Maret 2022, Bacaan Injil

Tujuan dari segala usaha pertobatan kita pada masa Prapaskah ini ialah untuk memperbarui perjanjian kita dengan Allah.

Perjanjian dengan Allah inilah yang dipulihkan oleh Yesus Kristus dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.

Perjanjian inilah yang akan kita perbarui pada malam Paskah, yaitu dalam pembaruan janji Baptis.

Pertobatan kita diarahkan untuk menjadikan Allah sungguh-sungguh menjadi Allah kita yang melindungi dan memberi kita kesejahteraan,

dan kita sungguh-sungguh menjadi umat Allah yang tekun dan setia melakukan segala ketetapan dan peraturan-Nya.

Maka kita akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan Allah kita (UI. 26:16-19).

Karena segala ketetapan dan peraturan Allah telah dirangkum oleh Yesus dalam perintah kasih,

maka memperbarui perjanjian secara praktis berarti memperbarui praksis kasih kita baik kepada Allah maupun kepada sesama.

Praksis kasih ini harus melebihi kebiasaan orang lain, yaitu mampu mengasihi musuh-musuh kita.

Mengasihi musuh pasti tidak didasarkan pada perasaan atau selera (suka atau tidak suka),

tetapi pada kehendak, yaitu menginginkan apa yang baik bagi orang lain (Mat. 5:43-48).

.

Ya Bapa Yang Maha Pengasih, mampukanlah kami untuk mengasihi sesama dengan sungguh-sungguh, dan memperbarui perjanjian kami dengan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 5:20-26

Bacaan I: Yeh. 18:21-28; Mazmur: 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8; R: 3;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,

supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Maret 2022, Bacaan Injil

Jika orang fasik bertobat, maka segala kesalahannya tidak lagi akan diperhitungkan Tuhan.

Dosa-dosanya diampuni, segala durhakanya tidak akan diingat-ingat lagi.

Pertobatan mendatangkan pengampunan Allah, yang membersihkan diri orang fasik dari kedurhakaannya.

Namun demikian, si pentobat masih harus membersihkan diri dari akibat-akibat dosa yang sudah terbentuk di dalam dirinya,

misalnya keterlekatannya pada kenikmatan objek dosanya, sikapnya yang tidak berpihak pada Allah,

kecenderungannya untuk memilih kenikmatan yang ditawarkan dunia, dll.

Akibat-akibat dosa ini akan dihapuskan jika si pentobat berhasil “melakukan keadilan dan kebenaran”.

Pentobat diselamatkan nyawanya dan hidup (Yeh. 18:21-28).

Si pentobat mesti menjaga kesucian dirinya dengan mewaspadai setiap tanda awal kemunculan tindakan-tindakan fasik, misalnya ucapan kafir, jahil, permusuhan dalam hati.

Jangan menunggu sampai kefasikan tumbuh dan berkembang menguasai diri kita (Mat. 5:20-26).

Perlu bersikap tegas dan lugas sejak awal.

.

Ya Bapa Yang Maharahim, ampunilah dosa-dosa kami. Bantulah kami dengan kuasa Roh kudus-Mu untuk membersihkan diri kami dari segala dosa dalam diri kami. Didiklah kami agar mampu bersikap lugas dan tegas melawan setiap tanda awal dari kefasikan! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 7:7-12

Bacaan I: T.Est. 4:10a.10c-12.17-19; Mazmur: 138:1-2a.2bc-3.7c-8; R:3a;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah,maka kamu akan mendapat; 

ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat

dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga.

Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Maret 2022, Bacaan Injil

Sering kali, kita jatuh dalam dosa karena kita lebih percaya pada kuasa duniawi,

misalnya kuasa uang, jabatan, kekerasan, atau lebih menyukai daya tarik kenikmatan yang ditawarkan dunia.

Bertobat berarti mengubah dari percaya kuasa duniawi menjadi berpegang pada kuasa Allah Yang Maharahim;

dari mengejar kenikmatan duniawi menjadi mengejar harta surgawi.

Dalam kesendirian dan kesesakannya, Ratu Ester datang kepada Tuhan dan mohon perlindungan dari Tuhan.

Dia mempercayakan diri dan bergantung pada kuat kuasa Allah.

Hanya Allah yang menjadi Penyelamat dan Penolongnya karena Dia-lah Allah sekalian illah dan Penguasa sekalian kuasa (T. Est 4:10a.1Oc-12.17-19).

Allah pasti mengabulkan permohonan kita.

Ia pasti memberi roti bukan batu, memberi ikan bukan ular (Mat. 7:7-12).

Allah kita adalah Bapa yang menghendaki kita selamat dan mengalami damai sejahtera.

.

Ya Bapa, berilah kami keberanian untuk datang dan mengandalkan kuat kuasa-Mu, dan percaya serta berserah pada kerahiman dan kebijaksanaan-Mu. Sebab, Engkau sungguh adalah Bapa kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 11:29-32

Bacaan I: Yun. 3:1-10; Mazmur: 51:3-4.12-13.18-19; R:19b;

Sekali peristiwa, Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia,

“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.

Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe,

demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.

Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka.

Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo,

dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya.

Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus,

dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Maret 2022, Bacaan Injil

Untuk memanggil kita bertobat, Allah menggunakan tanda, seperti halnya Allah mengutus Yunus untuk menyerukan pertobatan bagi orang-orang Niniwe (Yun. 3:1-10).

Tanda itu bisa datang dari ucapan teman, kawan bahkan dari kata-kata orang yang tidak senang dengan kita.

Bisa juga diberikan melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, yang menyentuh atau menggoncangkan kita.

Untuk menangkap tanda seruan pertobatan dari Allah itu, maka diperlukan sikap percaya, kepekaan dan keterbukaan hati.

Roh Tuhan akan memberikan dalam pikiran atau hati kita kepastian akan seruan pertobatan.

Maka, perlu mengasah kepekaan hati agar kita dimampukan untuk menangkap tanda dari Allah, dan tidak melewatkannya tanpa perhatian.

Jika berhadapan dengan sikap yang tidak percaya atau hati yang keras membatu, tanda itu tidak memaksa tetapi Allah akan megusik hati dan pikiran kita.

Tanda terbesar yang diberikan Tuhan ialah tanda Nabi Yunus, yaitu kebangkitan Yesus dari kematian.

Kebangkitan menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah.

Kebangkitan berarti kekalahan kuasa dosa dan maut (Luk. 11:29-32).

.

Ya Bapa Yang Maharahim, jadikanlah kami peka untuk menangkap seruan yang Kau berikan. Semoga kami juga Kau mampukan untuk menanggapi seruan pertobatan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 6:7-15

Bacaan I: Yes. 55:10-11; Mazmur: 34:4-5.6-7.16-17.18-19; R:18b;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.

Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu, berdoalah demikian:

Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat bukan hanya berarti mengubah hidup kita, tetapi juga mengubah fokus perhatian yaitu

dari yang semula mengandalkan kekuatan kita sendiri menjadi percaya dan mengandalkan kuasa Firman Allah.

Dengan merenungkan dan mengunyah firman, maka firman ini akan meresapi kita, menyuburkan niat baik kita, menghasilkan buah yang berlimpah.

Firman inilah yang menghidupkan dan menumbuhkan (Yes. 55:10-11).

Karya Allah juga mengharapkan andil kita, yaitu menjadi tanah yang subur untuk benih Sabda-Nya.

Meskipun Allah sudah mengenal kebutuhan kita, tapi Dia tetap meminta kita untuk melayangkan permohonan doa kepada-Nya.

Meskipun Allah selalu siap untuk memberikan pengampunan, tetapi Dia tetap meminta kita untuk menyiapkan hati kita untuk menerima pengampunan,

yaitu dengan mengampuni kesalahan orang lain.

Pengampunan yang kita berikan membuat hati kita terbuka dan siap menerima pengampunan Allah (Mat. 6:7-15).

Jika kita tidak mau mengampuni, maka hati kita tertutup dan tidak mampu menerima pengampunan Allah.

.

Ya Bapa, teguhkan iman kami pada kuat kuasa-Mu untuk nengubah kami dan mantapkanlah hati kami untuk menerima pengampunan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 7 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 25:31-46

Bacaan I: Im 19:1-2.11-18; Mazmur: 19:8.9.10.15: R: Yoh 6:64b;

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,

maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang,

sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya:

Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;

ketika Aku seorang asing,kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;

ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya:

Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Dan Raja itu akan menjawab mereka:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat biasanya bermula dari niat untuk menjauhkan diri dari tindakan-tindakan dosa, yang umumnya terarah kepada diri sendiri.

Maka, bertobat berarti mengubah arah tujuan tindakan kita yaitu dari terarah pada diri sendiri menjadi terarah kepada Allah dan sesama.

Niat untuk berubah harus dikawal terus sampai terwujud dalam tindakan-tindakan nyata, karena bisa saja kita sudah puas diri dengan mencanangkan niat, tetapi tidak berlanjut sampai pada tindakan nyata.

Untuk sampai pada tindakan nyata, kita harus rela meninggalkan kenyamanan, dan kemudian memberikan perhatian pada Allah dan sesama, yaitu dengan melakukan perintah-perintah Allah.

Pelaksanaan niat ini membutuhkan keteguhan kehendak dan kesungguhan hati.

Dengan mengikuti perintah Allah, kita sungguh mengakui bahwa Allah adalah Tuhan atas diri kita.

Dalam bacaan pertama, empat kali dinyatakan “Akulah Tuhan'” (Im. 19:1-2.11-18).

Tindakan kasih yang konkret untuk saudara yang paling hina ini (bukan niat-niat betapa pun baiknya) yang diperhitungkan pada saat penghakiman kelak (Mat. 25:31-46).

Apakah kita sudah mewujudkan kasih itu dalam tindakan nyata?

.

Ya Bapa, bantulah kami untuk mewujudnyatakan tobat kami dalam tingkah laku yang nyata seperti yang Kau kehendaki untuk kami perbuat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 4:1-13

Bacaan I: Ul. 26:4-10; Mazmur: 91:1-2.10-11.12-13.14-15; R: 15b; Bacaan II: Rm. 10:8-13;

Sekali peristiwa, Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis.

Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.”

Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.

Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu,

sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.

Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah lalu berkata kepada-Nya:

“Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis:

Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,

dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Maret 2022, Bacaan Injil

Pada hari Minggu Prapaskah pertama ini, Yesus ditampilkan sebagai teladan untuk pertobatan kita.

Yesus yang adalah sungguh manusia, juga mengalami segala macam pencobaan seperti yang kita alami.

Pencobaan-pencobaan yang dialami Yesus adalah contoh pencobaan pokok yang dialami manusia,

misalnya berkaitan dengan kebutuhan yang paling mendasar yaitu makan, kepemilikan dunia dan kuasa serta mencobai Allah.

Yesus dicobai, tetapi tidak jatuh ke dalam dosa.

Yesus mampu menang terhadap setan karena Yesus bersikap tegas tanpa kompromi.

Di samping itu, Yesus sungguh hidup dari kuasa Roh dan menghayati Sabda Allah.

Yesus mampu bersikap tegas karena Dia mengandalkan Allah saja, bukan kekuatan lain.

Ia menundukkan seluruh diri-Nya dalam kuasa Roh Kudus dan mengikuti dorongan-dorongan Roh.

Karena Yesus mengandalkan Sabda Allah, maka setan pun menggunakan Sabda Allah untuk mencobai-Nya.

Sikap Yesus yang sungguh percaya dan tidak mau mencobai Allah, melepaskan Dia dari jebakan setan.

.

Ya Yesus, bantulah kami untuk sungguh percaya pada Bapa yang dinyatakan oleh Roh Kudus, sehingga kami dengan mantap mampu menghadapi segala macam pencobaan dan bersama kuasa Roh Kudus-Mu kami akan menang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 5:27-32

Bacaan I: Yes. 58: 9b-14; Mazmur: 86:1-2.3-4.5-6; R:11a;

Sekali peristiwa, Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai.

Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”

Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan

sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya:

“Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya:

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Maret 2022, Bacaan Injil

Dalam proses pertobatan, sering kali kita dihambat oleh pandangan negatif kita atas diri kita sendiri

dan rasa pesimis yang tidak membuka kemungkinan untuk berubah.

Pandangan masyarakat tentang Lewi juga sungguh negatif karena dia adalah seorang pemungut cukai.

Tetapi, Yesus tidak hanya melihat sebatas penampilan lahiriah tetapi juga menembus sampai ke kedalaman hati,

sampai pada kebaikan yang masih tersembunyi.

Terhadap tindakan dosa, Yesus bersikap tegas, yaitu menolak dan memanggil untuk bertobat.

Sedangkan, kepada pribadi yang berdosa, Yesus menunjukkan perhatian dan kasih-Nya serta memanggil untuk bertobat.

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!” (Luk. 5:27-32).

Penerimaan dan kasih Yesus mengubah Lewi dan memunculkan apa yang terbaik dalam dirinya,

sehingga Allah bisa menggunakannya untuk menjadi saluran berkat-Nya.

Kita bisa menjadi apa yang terbaik yang ada dalam diri kita, karena Yesus mencintai kita.

Kuasa cinta-Nya mengubah kita secara total (Yes. 58: 9b-14).

.

Ya Yesus, bantulah kami untuk mengalami cinta-Mu agar apa yang terbaik dalam diri kami bisa diwujudkan. Terima kasih, Yesus! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 9:14-15

Bacaan I: Yes. 58:1-9a; Mazmur: 51:3-4.5-6a.18-19; R:19a;

Sekali peristiwa, datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata,

“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Jawab Yesus kepada mereka:

“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Maret 2022, Bacaan Injil

Masa Prapaskah adalah masa pertobatan.

Salah satu sarana untuk pertobatan ialah berpuasa atau berpantang.

Puasa/pantang yang dimaksud bukanlah sekadar sebagai pelaksanaan hukum,

melainkan berbalik dari perbuatan-perbuatan jahat kita, misalnya menindas orang-orang kecil,

tidak mau peduli pada orang lain dan hanya mengurusi diri sendiri, semena-mena kepada sesama, berbantah dan berkelahi.

Puasa yang dilakukan demi hukum dan bukan menjadi sarana pertobatan tidak berkenan pada Allah.

Jika kita berpuasa demikian, doa-doa kita tidak akan didengarkan Allah.

Hendaknya puasa kita tidak hanya terarah pada kepuasan rohani diri sendiri,

tetapi menjadi sarana pertobatan yang konkret dan menghasilkan buah nyata,

yaitu menghentikan segala perbuatan jahat dan terwujud dalam tindakan-tindakan kasih untuk sesama,

misalnya membuka belenggu kelaliman, membagikan roti, memberi tumpangan kepada mereka yang terlantar, dll (Yes. 58:1-9a).

Menjauhkan dirí dari perbuatan-perbuatan jahat, sehingga kita menjadi lebih dekat dengan Yesus Kristus, Sang Mempelai (Mrk. 9:14-15).

Hati yang remuk redam akan membuat terang kita merekah seperti fajar dan penyakit-penyakit kita disembuhkan.

.

Ya Allah Yang Maharahim, arahkanlah puasa-pantang kami agar menjadi sarana pertobatan dan berguna secara konkret untuk sesama kami serta mendekatkan kami pada Kristus, Sang Mempelai. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page