Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 5:17-19

Bacaan I: Ul. 4:1.5-9; Mazmur: 147:12-13.15-16.19-20; R:12a; PEKAN PRAPASKAH III (U) St. Alfonsus Toribo; Sta. Siblina Biscossi; St. Dimas

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil,

dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga;

tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat,

ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2022, Bacaan Injil

Allah memberi kita ketetapan dan peraturan agar kita tumbuh dalam kebijaksanaan.

Semua itu diberikan untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia.

Akan tetapi, kelicikan dan kecenderungan dosa dalam diri manusia sering kali membuat manusia mencari lubang-lubang yang melemahkan pelaksanaan ketetapan dan peraturan itu (Ul. 4:1.5-9).

Yesus datang bukan untuk menghapuskan hukum dan peraturan, tetapi untuk menggenapinya.

Artinya untuk melaksanakan hukum dan peraturan itu secara benar dan utuh, dan mengajarkannya.

Sikap Yesus menjadi teladan bagi kita pada masa pertobatan ini, yaitu melakukan hukum dan peraturan secara benar dan utuh.

Jangan bersilat kata menafsirkan hukum dan peraturan sesuai kepentingan sendiri.

Jangan terpaku hanya pada kata-kata, tanpa masuk ke dalam jiwa dasar hukum itu.

Hukum dan peraturan harus membawa kita agar lebih mengasihi Allah dan sesama.

Allah tidak berkenan pada orang yang mempermainkan hukum untuk kepentingan sesaat dan diri sendiri atau kelompok.

.

Ya Yesus yang baik, terima kasih atas teladan yang Kau berikan untuk menggenapi hukum dan peraturan Allah. Jadikanlah kami murid-murid-Mu yang bisa Kau banggakan! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 18:21-35

Bacaan I: Dan. 3:25.34-43; Mazmur: 25:4b-5b.6.7c.8-9; A:6a; 

Sekali peristiwa, Petrus datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya.

Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.

Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat bukan hanya sibuk dengan diri sendiri, tetapi juga perlu membenahi relasi kita yang kurang beres dengan orang lain.

Dari pihak kita diminta keterbukaan untuk memberikan pengampunan tulus kepada sesama yang bersalah terhadap kita,

karena kita telah lebih dahulu mengalami belas kasihan dan pengampunan dari Allah dalam hidup ini.

Pengalaman diampuni, diterima, dan dicintai Allah itu harus diresapkan dalam kesadaran kita agar dapat menggerakkan hati untuk mengampuni sesama secara tulus, total, dan lemah lembut.

Pengalaman itu juga akan memampukan kita untuk ikut merasakan kesesakan sesama, mendengarkan jeritan permohonan sesama,

memaklumi kemalangan yang sedang dialami serta pada akhirnya juga mencintai sesama (Mat. 18:21-35).

Dengan demikian, pertobatan membuat kita semakin dekat dengan Allah.

Kita semakin berbelas kasih, lemah lembut, murah hati, peka mendengarkan jeritan kemalangan orang lain yang remuk-redam hatinya (Dan. 3:25.34-43)

.

Ya Allah Roh Kudus, bantulah kami untuk menyadari dan mengalami kembali pengampunan dan cinta-Mu agar kami dapat mengampuni sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 4:24-30

Bacaan I: 2Raj. 5:1-15a; Mazmur: 42:2.3; 43:3.4; R:42:3; 

Ketika Yesus datang ke Nazaret, ia berkata kepada umat di rumah ibadat,

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:

Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat bukan hanya berarti membersihkan diri dari dosa-dosa, tetapi juga meneguhkan iman kita kepada Allah.

Kuasa Allah bekerja melalui  Sabda-Nya. Kuasa Allah mampu melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil bagi manusia.

Kuasa Allah bekerja bukan melalui hal-hal yang luar biasa, tetapi justru melalui hal-hal yang biasa sehari-hari, yang sering kali kita pandang remeh.

Karena diperintahkan oleh Allah, maka hal yang biasa menjadi luar biasa karena diresapi dan digunakan oleh kuasa Allah untuk melaksanakan maksud-Nya (2Raj. 5:1-15).

Dari pihak kita dituntut iman pada kuat-kuasa Allah. Iman inilah yang ikut serta membuat kuasa Allah bekerja dan menghasilkan buah.

Sering kali, kita terjebak dalam pemikiran dan konsep kita sendiri, sehingga “tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya” (Luk. 4:24-30).

Di balik hal-hal yang biasa, lumrah, sehari-hari, hadirlah dan berkaryalah kuasa Allah yang luar biasa.

Iman menolong budi dan indra untuk mengenal-Nya.

.

Ya Bapa, mampukanlah kami untuk sungguh percaya pada kuat kuasa-Mu yang bekerja di balik hal-hal yang biasa. Semoga kami tekun dan setia menjalani aneka tugas yang dipercayakan kepada. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 13:1-9

Bacaan I: Kel 3:1-8a.13-15; Mazmur: 103:1-2.3-4.6-7.8.11; R:8a; Bacaan II :1Kor 10:1-6.10-12;

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.

Yesus menjawab mereka:

“Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu.

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu.

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini:

“Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu:

Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2022, Bacaan Injil

Allah itu maharahim dan berkenan untuk melepaskan kita dari penderitaan kita, tetapi kita harus membuat diri kita layak bagi Allah.

Jika kita tetap bersikukuh pada dosa-dosa kita, maka hukuman Allah akan bekerja (Kel. 5:1-8a. 13-15).

Apa yang terjadi pada orang Israel itu merupakan peringatan bagi kita, agar kita bertobat dan tidak menginginkan hal-hal yang jahat (1 Kor. 10:1-6.10-12).

Jika kita tidak bertobat, maka kita juga akan binasa (Luk. 13:1-9).

Kenikmatan dosa sering kali begitu memesona sehingga kita tidak cepat mengambil tindakan tegas untuk bertobat.

Kelemahan diri kita kerap membelenggu kita sehingga kita ragu-ragu untuk sungguh berbalik kepada Allah.

Sering kali, Tuhan mengingatkan kita melalui rasa sakit agar kita mau berubah. Namun, hati yang membatu sering tidak peduli.

Kendati demikian, kerahiman Allah tanpa batas.

Ia selalu setia memanggil kita untuk bertobat dan mau tinggal bersama-Nya.

.

Allah Bapa Yang Maharahim, bantulah kami untuk tanggap dan sigap pada undangan-Mu untuk bertobat, agar kami dapat menikmati damai dan sukacita-Mu pada saat Paskah nanti! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 1:16.18-21.24a

Bacaan I: 2Sam. 7:4-5a.12-14a.16; Mazmur: 89:2-3.4-5.27.29; R:37; Bacaan II :Rm. 4:13.16-18.22;

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Sebelum Kristus lahir, Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf. Ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka
hidup sebagai suami istri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:

“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

la akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2022, Bacaan Injil

Yusuf percaya bahwa Bayi yang ada dalam rahim Maria berasal dari Allah.

Karena sikap hormatnya pada karya Allah, Yusuf bermaksud mundur.

Bukan gengsi sebagai laki-laki, bukan sakit hati dan bukan hukum yang menjadi acuan tindakan Yusuf, melainkan apa yang menjadi kehendak Allah.

Itulah ketulusan hati Yusuf (Mat. 1:16-18.18-21.24a).

Karena Yusuf hidup dari iman, maka dia menjadi sarana Allah untuk memenuhi janji-Nya mengutus Penebus (Rm. 4:13.16-18.22).

Kehendak Allah adalah satu-satunya pedoman hidup kita, karena apa yang dikehendaki Allah pastilah itu yang terbaik.

Allah memperhitungkan apa yang terbaik untuk jangka pendek dan jangka panjang, untuk ke kiri atau ke kanan, untuk lingkup pribadi maupun lingkungan/sosial.

Untuk melaksanakan kehendak Allah, Yusuf harus menundukkan gengsi dan harga dirinya serta rencana-rencana pribadi.

Marilah kita meneladan sikap Yusuf yang setia dan tulus mengasihi Maria.

.

Ya Bapa, bantulah kami meneladan sikap Santo Yusuf yang tulus hati dan berani mengutamakan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 21:33-43.45-46

Bacaan I: Kej. 37:3-4.12.13a.17b-28; Mazmur: 105:16-17.18-19.20-21; R:5a;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi:

“Dengarkanlah perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya.

la menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.

Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.

Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.

Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain:

Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, dengan supaya warisannya menjadi milik kita.

Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2022, Bacaan Injil

Kebencian dan iri hati dari saudara-saudara Yusuf menyebabkan mereka berniat menyingkirkan Yusuf tanpa memperhitungkan hubungan darah antara mereka atau cinta ayah mereka kepada Yusuf.

Karena itu, mereka menyingkirkan Yusuf, dan akhirnya mereka menjual Yusuf sebagai budak.

Karena penyelenggaraan ilahi, Yusuf berakhir menjadi pembantu Firaun dan melalui jabatannya ini, Yusuf menyelamatkan seluruh bangsanya, keluarga Yakub (Kej. 37:3-4.12.13a.17b-28).

Nasib Yesus mirip dengan nasib Yusuf.

Karena iri hati dan kebencian, para pemimpin umat tidak memperhitungkan segala kebaikan yang dilakukan Yesus, tetapi berusaha menyingkirkan-Nya.

Tetapi Allah Yang Mahakuasa justru melakukan melampaui perbuatan jahat manusia.

Melalui peristiwa-peristiwa itu Allah menunjukkan keberpihakan dan keinginan-Nya untuk menyelamatkan manusia.

“Batu yang dibuang oleh para pembangun, telah menjadi batu penjuru” (Mat 21:33-43.45-46).

Yusuf yang dijual karena kebencian justru menjadi pembantu Firaun yang kemudian menyelamatkan keluarganya.

Yesus yang disalibkan karena kebencian justru menjadi Penyelamat manusia melalui ketaatan dalam sengsara dan wafat-Nya.

.

Ya Bapa, jangan biarkan kebencian dan iri hati meracuni pikiran dan hati kami. Bantulah kami untuk meletakkan semua keburukan kami pada tangan-Mu, agar Engkau mengubahnya menjadi berkat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 16:19-31

Bacaan I: Yer. 17:5-10; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a;

Sekali persitiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur.

Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku.

Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk.

Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2022, Bacaan Injil

Dalam hidup, masing-masing orang selalu ada hal yang diandalkannya.

Misalnya: kekayaannya, garis keturunan, kepandaian atau gelar akademik, penampilan lahiriah, kekuatan atau kemampuan pribadi, dll.

Apa yang diandalkan itu akan menguasai dan ikut menentukan arah hidupnya.

Nabi Yeremia mengingatkan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan sendiri” (Yer. 17:5-10). Berkat dan karunia akan dijauhkan dari mereka juga selama di dunia ini.

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan” karena meskipun di tengah kekeringan, hatinya tidak khawatir dan hidupnya selalu menghasilkan buah.

Orang kaya dalam Injil adalah contoh orang yang mengandalkan kekayaannya selama di dunia ini. Selama di dunia, dia sudah mendapatkan penghiburan tetapi mendapatkan kekecewaan sesudah kematian.

Sebaliknya, Lazarus yang mengandalkan Tuhan, di tengah penderitaan dan kemiskinan selama hidupnya di dunia, dia mengalami damai dan sukacita.

Juga di akhirat, dia mendapatkan ganjaran hidup kekal (Luk. 16:19-31).

.

Ya Bapa, selidikilah hatiku dan ujilah batinku! Biarlah hanya Engkau yang menjadi andalanku! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 20:17-28

Bacaan I: Yer. 18:18-20; Mazmur: 31:5-6.14.15-16; R:17b;

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.

Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?”

Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya:

“Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?”

Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”

Yesus berkata kepada mereka,

“Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya.

Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:

“Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Tidaklah demikian di antara kamu.

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2022, Bacaan Injil

Ada tiga godaan besar manusia, yaitu harta, takhta (kekuasaan), dan kenikmatan.

Kita menyaksikan di sekitar kita atau bahkan juga mengalami sendiri, orang-orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan jabatan atau kekuasaan.

Kekuasaan atau jabatan sering kali berarti kesempatan untuk mengeruk keuntungan, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun untuk kelompok.

Yohanes dan Yakobus berambisi untuk mendapatkan jabatan demi mengejar kemuliaan dan kemegahan duniawi.

Yesus mengajarkan bahwa jabatan atau kekuasaan untuk melayani, untuk kebaikan bersama bukan untuk keuntungan diri sendiri.

Kekuasaan (“menjadi besar”) dimaksudkan untuk menjadi pelayan.

Maka, sangat mungkin seorang pemimpin harus “memanggul salib dan memberikan nyawa untuk banyak orang (Mat. 20:17-28).

Karena itu, pemimpin yang jujur dan bekerja untuk kebaikan bersama akan mengalami penderitaan dalam melayani (Yer. 18:18-20).

Penderitaannya adalah ungkapan ketaatan kepada Allah yang diganjar dengan kemenangan dan kemuliaan sejati.

.

Ya Yesus, bantulah kami untuk mengalami cinta-Mu agar apa yang terbaik dalam diri kami bisa diwujudkan. Terima kasih, Yesus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 23:1-12

Bacaan I: Yes. 1:10.16-20; Mazmur: 50:8-9.16bc.17.21.23; R:23b;

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya,

“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,

tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang;

mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan ditempat terdepan di rumah ibadat;

mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Siapa saja terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

Dan siapa saja meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat tidak hanya berarti berhenti berbuat jahat, tetapi juga berarti belajar berbuat baik.

Biasanya, relatif lebih mudah untuk berhenti berbuat jahat daripada memulai untuk berbuat baik.

Perbuatan jahat akan selalu menggoda kita untuk mengulanginya. Kenikmatan perbuatan jahat itu juga akan tampil lebih menggiurkan.

Ungkapan “belajar” berarti bahwa untuk menjadi baik, kita membutuhkan waktu dan kerja keras bukan serba “instant”.

Allah memberikan jaminan bahwa betapa pun merahnya dosa kita, asal kita menuruti dan mendengar Firman-Nya, kita akan dimampukan untuk menikmati buah pertobatan kita.

Allah akan membuat kita putih seperti salju (Yes. 1:10.16-20).

Tujuan belajar berbuat baik akan tercapai jika dalam diri kita terjadi kesatuan antara kata dan perbuatan seperti yang diteladankan oleh Yesus, Sang Rabi (guru) dan satu-satunya pemimpin kita (Mat 23:1-12).

Kesatuan kita dengan Kristus memampukan kita berjalan dalam terang.

Kita dituntun oleh Roh-Nya ke sumber-sumber yang tenang, ke padang rumput yang hijau.

.

Ya Yesus, ajarlah dan pimpinlah kami dengan Roh-Mu agar kami dapat meneladan Engkau. Jangan biarkan kesulitan dan hambatan menghadang pertobatan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 6:36-38

Bacaan I: Dan. 9:4b-10; Mazmur: 79:8.9.11.13; R:103:10a;

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi.

Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan,

yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan dalam ribaanmu.

Sebab, ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Maret 2022, Bacaan Injil

Banyaknya dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan sering kali menjadi penghambat bagi kita untuk bertobat dan kembali kepada Bapa.

Kita sendiri yang seolah tidak bisa menerima keburukan diri kita, kita merasa malu dan karena itu tidak bisa memaafkan diri sendiri.

Nubuat Daniel mengingatkan bahwa pada Tuhan, Allah kita, ada belas kasih dan pengampunan.

Kendati kita sudah melakukan begitu banyak dan bermacam-macam dosa, Allah tetap memegang perjanjian dan kasih setia- Nya terhadap kita (Dan. 9:4b-10).

Allah selalu siap mengampuni dan menerima kita kembali. Allah kita itu murah hati.

Dia tidak memperlakukan kita setimpal dosa kita, tetapi selalu siap memberikan pengampunan.

Agar kemurahan hati Allah itu dapat menjadi efektif dalam diri kita, maka kita diminta juga bersikap murah hati dan memberikan pengampunan kepada sesama.

Kemurahan hati dan pengampunan yang kita lakukan akan membuka hati kita untuk siap menerima kemurahan hati dan pengampunan dari Allah (Mat. 6:36-38).

.

Ya Bapa Yang Murah Hati, bimbinglah kami agar mampu bermurah hati terhadap sesama seperti Engkau yang selalu bermurah hati kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page