Renungan Harian Hari Ini 2 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 7:40-53

Bacaan I: Yer. 11:18-20; Mazmur: 7:2-3.9b-10.11-12; R:2a; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St. Fransiskus dr Paola; Sta. Teodosia; Sta. Maria dr Mesir;

Sekali peristiwa, Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.”

Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.”

Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”

Maka, timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.

Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?”

Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”

Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan?

Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”

Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:

“Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”

Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Lalu mereka pulang masing-masing ke rumahnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 April 2022, Bacaan Injil

Pertentangan ataupun perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kebersamaan kita selama pezirahan hidup di dunia.

Namun demikian, apakah kita sebagai orang beriman selalu lari dari persoalan dan menghindari tantangan hidup hanya karena sebuah pertentangan dan perbedaan pendapat?

Hari ini, Yeremia mengajak kita semua sebagai orang beriman untuk belajar melibatkan Tuhan, yaitu menyerahkan perkara hidup kita kepada Tuhan,

sembari kita melakukan dan menghadapi apa yang menjadi tugas serta tanggung jawab kita sebagai umat-Nya.

Acaman akan pewartaan kebenaran sangat nyata digambarkan dalam Injil Yohanes: Yesus mewartakan kebenaran bahwa Dialah Mesias.

Namun, jemaat yang dihadapi-Nya saat itu menolak kebenaran tentang Dia.

Kita pun sering kali seperti orang Farisi. Kita menolak sebuah kebenaran karena tidak ingin dibenci atau takut dijauhi oleh keluarga, teman dan sesama kita.

Beranikah kita sebagai orang beriman berdiri tegak untuk membela kebenaran dalam hidup sebagaimana Nikodemus membela Yesus?

.

Tuhan, buatlah kami berani untuk menghadapi perbedaan dan pertentangan saat kami memperjuangkan kebenaran akan kasih-Mu Tuhan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30

Bacaan I: Keb. 2:1a.12-22; Mazmur: 34:17-18.19-20.21.23; R:19a; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St. Hugo B. Nonius Alvares Pareira;

Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.

Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata:

“Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?

Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.”

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru:

“Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”

Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2022, Bacaan Injil

Ketika vaksin Covid-19 muncul, sebagian besar dari kita bersukacita.

Namun, sebagian lagi masih mempertanyakan kebenaran tentang adanya virus tersebut serta keampuhan vaksin yang ada.

Itulah kecenderungan kita sebagai manusia, sering kali menolak kebenaran karena membela kepentingan sendiri.

Bahkan, mereka yang memperjuangkan kebenaran akan bahaya Covid-19 mulai dihindari, bahkan dilenyapkan.

Dalam Injil hari ini, jemaat yang dihadapi Yesus mulai ragu dan mempertanyakan status Yesus.

Jemaat-jemaat itu mengenal Yesus secara dangkal, yang berujung pada penolakan akan kehadiran-Nya di antara mereka.

Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang beriman, sering kali masih dangkal dan tidak memahami secara utuh apa yang kita imani.

Bahkan, kita berpikir Tuhan hadir hanya ketika terjadi sebuah mukjizat dan peristiwa luar biasa. Padahal, Tuhan selalu menyapa kita melalui sesama kita.

Tuhan pun selalu memperjuangkan kebenaran melalui sesama kita. Hanya kita tidak memedulikan-Nya karena ego kita.

Beranikah kita menjadi saksi iman di tengah-tengah lingkungan kita?

.

Tuhan, bimbinglah kami anak-anak-Mu untuk selalu rendah hati dan berusaha memahami rencana-Mu dengan lebih mendalam. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2022, Bacaan Injil Yohanes 5:31-47

Bacaan I: Kel. 32:7-14; Mazmur: 106:19-20,21-22,23; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St. Benyamin;

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.

Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya.

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku.

Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.

Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.

Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?

Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.

Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.

Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2022, Bacaan Injil

Masa pertobatan ini mengundang kita untuk meneguhkan iman kita kepada Yesus.

Dialah utusan yang dikirim Allah untuk menebus kita.

Pekerjaan-pekerjaan besar yang dilakukan Yesus menjadi kesaksian tentang siapa Dia dan apa perutusan yang dijalankan-Nya.

Allah berpihak pada-Nya dan berkarya melalui Yesus.

Berhadapan dengan Dia, kita tidak bisa bersikap seolah acuh tak acuh.

Melalui karya-karya-Nya, kita mengenali jati diri Yesus sebagai Putra Allah dan mengimani Dia (Yoh. 5:31-47).

Jika kita gagal mengenali kuasa Allah dan karena itu gagal mengenali jati diri Yesus dan mengimani-Nya, maka ada bahaya bahwa kita akan mengikuti pikiran kita sendiri dan menjadikan hal-hal duniawi sebagai berhala kita.

Kita memutlakkan hal-hal duniawi dan kemudian menyembahnya sebagai berhala kita (Kel. 32:7-14).

.

Ya Allah, bimbinglah kami untuk mengenali kuasa-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2022, Bacaan Injil Yohanes 5:17-30

Bacaan I: Yes. 49:8-15; Mazmur: 145:8-9.13cd-14.17-18; R:8a; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St. Yohanes Klimakus; St. Roswita;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat,

tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri,

bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.

Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2022, Bacaan Injil

Allah adalah Bapa kita yang sungguh mengasihi dan menghendaki kita bahagia.

Kasih Allah tidak berkurang atau berubah, juga ketika kita jatuh ke dalam dosa.

Nabi Yesaya menunjukkan besarnya kasih Allah itu jauh melebihi kasih seorang ibu kepada anak kandungnya.

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes. 49: 15).

Kasih yang sedemikian besar itulah yang ditunjukkan Allah melalui Yesus, Putra-Nya.

Kasih Yesus itulah yang mengundang kita untuk bertobat.

Kita diundang untuk mendengarkan Sabda Yesus, Anak Allah, dan meneguhkan iman kepercayaan kita kepada-Nya,

agar kita dibebaskan dari hukuman dosa dan dipulihkanlah hidup kekal yang ada dalam diri kita (Yoh. 5:17-30).

Kasih Allah menyembuhkan dan menghidupkan.

Jadi, bertobat berarti kembali kepada dan percaya sungguh pada kasih Allah sebagai Bapa yang menyembuhkan dan menghidupkan.

.

Ya Yesus, bukalah mata hati kami agar dapat melihat cinta Bapa yang sedemikian besar dalam diri-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2022, Bacaan Injil Yohanes 5:1-16

Bacaan I: Yeh. 47:1-9.12; Mazmur: 46:2-3.5-6.8-9; R:8; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St. Bertold; St. Yonah dan Berikjesu;

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda;

Serambinya ada lima dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.

Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Akan tetapi, ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”

Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2022, Bacaan Injil

Air adalah lambang rahmat Allah. Itulah rahmat yang diberikan Allah karena pertobatan kita.

Dari Bait Suci-Nya, Allah mengalirkan rahmat secara berlimpah bagaikan sungai sehingga melingkupi seluruh diri dan hidup kita.

Karena sedemikian banyaknya, seolah kita bisa mencebur dan berenang dalam rahmat Allah itu.

Rahmat Allah membawa kesejahteraan, karena menyuburkan segala sesuatu yang kita lakukan.

Bahkan, rahmat itu mengalahkan dan mengubah situasi dosa (air laut) dan membawa kehidupan.

Kesejahteraan dan keselamatan tumbuh subur di mana pun rahmat itu mengalir (Yeh. 47:1-9.12).

Kesembuhan dan keselamatan inilah yang dibawa oleh Yesus bagi orang lumpuh di tepi kolam Betesda.

Rahmat itu diberikan Yesus melalui Sabda-Nya dan menjadi berdaya guna, karena iman kepercayaan kita.

Kaitan antara pertobatan dari dosa dan kesejahteraan oleh rahmat ditegaskan Yesus dengan berkata,

“Engkau telah sembuh, jangan berbuat dosa lagi supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14).

.

Ya Yesus, bersihkanlah kami dari dosa-dosa kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2022, Bacaan Injil Yohanes 4:43-54

Bacaan I: Yes. 65:17-21; Mazmur: 30:2.4.5-6.11-12a.13b; R:2a; PEKAN PRAPASKAH IV (U) Sta. Doroteos dari Gaza;

Sekali peristiwa, Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea.

Sebab, Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.

Maka, setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.

Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur.

Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea,

pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya.”

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!”

Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.

Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”

Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.”

Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Maret 2022, Bacaan Injil

Bertobat bukan hanya berpaling dari dosa-dosa kita, tetapi juga berarti memalingkan wajah kita kepada Allah dan percaya pada perkataan-Nya, baik yang berupa perintah maupun yang berupa janji.

Inilah iman yang ditunjukkan oleh pegawai istana itu, yaitu percaya pada Sabda Yesus.

Meskipun Yesus tidak datang ke rumahnya dan hanya bersabda, pegawai istana itu tidak kecewa dan “percaya akan perkataan Yesus kepadanya, lalu pergi” (Yoh 4:43-54).

Ia percaya meskipun belum melihat tanda atau bukti.

Percaya pada sabda Allah mencakup juga percaya pada janji-janji yang diberikan Allah.

Sering kali, relasi dengan orang lain membuat kita kecewa dan tidak percaya jika orang lain berjanji pada kita.

Maka, kita perlu belajar percaya pada janji Allah (Yes. 65:17-21), karena Allah selalu menepati janji-Nya.

Iman harus membantu budi dan indra kita untuk berani berpasrah.

Tanpa sikap percaya dan pasrah, kita susah mengalami kehadiran Allah dalam hidup.

.

Ya Allah, Engkaulah Sang Mahasetia. Hapuslah semua pengalaman pahit kami akan ketidaksetiaan yang pernah kami alami agar kami dapat sungguh percaya pada janji-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 15:1-3.11-32

Bacaan I: Yos. 5:9a.10-12; Mazmur: 34:2-3.4-5.6-7; R:9a; Bacaan II: 2Kor 5:17-21; O PEKAN IV PEKAN PRAPASKAH IV (U);

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.

Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.

Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh.

Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.

Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.

Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan
dia lalu merangkul dan mencium dia.

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. ” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci.)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2022, Bacaan Injil

Pada masa pertobatan ini, kita diundang untuk melihat kembali cara pandang kita tentang Allah.

Allah itu bukan polisi atau hakim yang mencari-cari kesalahan kita, melainkan seorang Bapak Yang Maharahim, berbelas kasih, yang menginginkan kebaikan anak-anak-Nya dengan menghapus cela kita (bdk. Yos. 5:9a.10-12).

Dia tidak memperhitungkan dosa-dosa kita, tetapi mengampuni dan ingin memulihkan kehormatan kita.

Dia adalah seorang bapa yang menghargai kebebasan kita, tidak memaksakan pendapat-Nya dan mengharapkan kesadaran kita untuk menanggapi kasih-Nya (bdk. Luk. 15:1-3.11-52).

Gereja menyiapkan Sakramen tobat sebagai sarana untuk mendamaikan dan menyelamatkan kita (2Kor. 5:17-22).

Kesadaran ini harus mengubah konsep tentang bapak atau sosok otoritas yang negatif, yang mungkin kita miliki karena pengalaman dalam keluarga.

Allah Bapa kita adalah yang Bapa yang Berbelas Kasih dan Maha Pengampun. Maka, kita pun diundang untuk berbelas kasih dan mengampuni sesama kita.

.

Ya Bapa, mampukanlah untuk berbelas kasih kepada sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 18:9-14

Bacaan I: Hos. 6:1-6; Mazmur: 51:3-4.18-19.20-21b; R: Hos 6:6; PEKAN PRAPASKAH III (U) St. Ludgerus; St. Ireneus dr Sirmium;

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain:

“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.

Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini:

Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 

aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu, orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2022, Bacaan Injil

Segala usaha pertobatan kita pada masa Prapaskah ini mengandung sebuah bahaya “jebakan batman”,

yaitu bahwa kita menyombongkan kemampuan kita seolah kita sendiri mampu bertobat tanpa bantuan rahmat Allah,

dan karena itu kita meninggikan diri di hadapan Allah. Inilah sikap orang Farisi yang dikecam Yesus.

Yesus memuji sikap pemungut cukai yang rendah hati karena dia dibenarkan Allah.

“Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan” (Luk. 18: 9-14).

Usaha pertobatan yang kita lakukan tak lepas dari kuasa rahmat Allah yang bekerja di dalam diri kita,

karena Dia-lah “yang menyembuhkan kita… membalut kita… pada hari ketiga akan membangkitkan kita.”

Karena itu, usaha pertobatan kita harus membuat kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan cara kerja-Nya.

Allah menyukai kasih setia dan bukan kurban sembelihan, pengenalan akan Allah lebih daripada kurban-kurban bakaran (Hos. 6:1-6).

.

Ya Bapa, selidikilah hati kami dan bantulah kami untuk mengenal kehadiran-Mu dan karya-karya-Mu. Jangan biarkan kami tersandung oleh kesombongan diri! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Bacaan I: Yes. 7:10-14; 8:10; Mazmur: 40:7-8a.8b-9.10.11; R:8a.9a; Bacaan II: lbr. 10:4-10; PEKAN PRAPASKAH III HR KABAR SUKACITA (P);

Dalam bulan yang keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.

Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2022, Bacaan Injil

Malaikat Gabriel menyatakan rencana keselamatan Allah dan meminta tanggapan Maria.

Maria bukan pribadi yang menerima begitu saja, tetapi pribadi yang aktif.

Karena itu, Maria menanyakan tentang bagaimana hal itu mungkin terjadi.

Jawaban malaikat belum membuat semuanya jelas bagi Maria.

Meskipun banyak hal masih gelap, Maria berpasrah kepada rencana Allah (Luk. 1:26-38) dan menyediakan tubuhnya sebagai sarana inkarnasi Sang Sabda (Ibr. 10:4-10), sehingga sang Perawan mengandung (Yes. 7:10-14,8:10b).

Kesanggupan Maria bukanlah tanpa tantangan dan kesulitan, tetapi imannya pada kuasa Allah melancarkan proses kelahiran Sang Penebus.

Situasi yang sama terjadi pada kita. Rencana Allah mengundang kita untuk mengambil bagian dan melancarkan pelaksanaan rencana-Nya.

Banyak hal yang tidak jelas dan masih akan diperjelas pada waktunya dan menurut cara Allah.

Dari kita dituntut keterbukaan untuk digunakan Allah dan iman pada kuasa-Nya yang bekerja di dalam hidup kita.

Maria menjadi teladan iman untuk terlaksananya rencana Allah.

.

Ya Bunda Maria, dampingilah kami untuk meniru imanmu sehingga sikap penyerahanmu juga menjadi sikap kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2022, Bacaan Injil Lukas 11:14-23

Bacaan I: Yer. 7:23-28; Mazmur: 95:1-2.6-7.8-9; R:8; PEKAN PRAPASKAH III (U) Sta. Katarina dr Swedia;

Sekali peristiwa, Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan.

Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata.

Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata:

“la mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”

Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata:

“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?

Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?

Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2022, Bacaan Injil

Yesus mampu mengusir setan. Ketaatan Yesus pada semua perintah Allah memberikan tempat bagi Allah untuk benar-benar merajai diri-Nya.

Kerajaan Allah terwujud dalam diri Yesus dan mewujud keluar melalui Yesus.

“Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk. 11:14-23).

Yesus memberikan teladan apa artinya menjadi sungguh-sungguh milik Allah.

Menjadi milik Allah adalah inti perjanjian antara Allah dan manusia.

“Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.”

Konsekuensinya, “Ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu” (Yer. 7:23-28).

Seluruh usaha pertobatan, kita arahkan pada pembaruan perjanjian antara Allah dan kita, yaitu pada pembaruan janji Baptis pada malam Paskah.

.

Ya Allah Yang Mahasetia, hapuskanlah segala kebobrokan dan ketidaksetiaan kami agar kami sungguh-sungguh dapat menjadi milik-Mu seutuhnya seperti Putra-Mu. Jangan biarkan kekerasan hati kami menghalangi pelaksanaan Perjanjian Baru yang telah dilaksanakan oleh Putra-Mu! Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page