Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 13:21-33.36-38

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17; R:15; PEKAN SUCI (U) St. Yulius I, Paus; St. Sabas dr Goth;

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.

Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”

Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”

Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”

Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.

Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.

Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalahYesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.

Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.

Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.

Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi:

Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. (Bacaan selengkapnya, lihat di Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil

Tepati janji adalah bukti bahwa dialah seorang sahabat sejati bagi sesamanya.

Janji menjadi istimewa bukan karena diucapkan, melainkan karena dinyatakan dalam tindakan penuh makna.

Menarik untuk kita refleksikan bahwa pengkhianatan adalah pelanggaran serius dalam sebuah persahabatan.

Lalu, apa reaksi kita, misalnya, dalam whatsapp group ketika orang yang kita jadikan panutan mengatakan bahwa salah satu anggota group akan menjadi pengkhianat?

Tentu semuanya menjadi gaduh, saling curiga, dan timbul rasa tidak percaya serta merasa tidak aman lagi.

Itulah suasana di antara para rasul saat itu.

Terkadang, kita mengkhianati sahabat kita dengan menyalahkannya untuk menyelamatkan diri kita sendiri.

Akibatnya bisa saja kita mungkin terhindar dari hukuman ataupun persoalan, tetapi kita akan kehilangan sahabat kita.

Padahal bentuk nyata bahwa kita mengasihi dan menghidupi iman kita adalah dengan bersaksi menjadi sahabat sejati sampai akhirnya menjadi berkat bagi setiap orang yang kita jumpai.

.

Tuhan, arahkanlah kami menjadi sahabat yang mampu menghadirkan kasih-Mu secara nyata dalam kesetiaan dan ketulusan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 12:1-11

Bacaan I: Yes. 42:1-7; Mazmur: 27:1.2.3.13-14; R:11a; PEKAN SUCI (U), St. Stanislaus dr Krakow, St. George Gervase, OSB;

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus:

“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang pasti memiliki teman, tetapi tidak semua orang memiliki sahabat. Teman bisa silih berganti seiring dengan cara kita berteman dan bergaul.

Ada begitu banyak pribadi yang memandang bahwa teman ada yang mendukung, tetapi juga tidak sedikit yang membenci.

Itulah situasi saat Yesus di Betania.

Saat Marta melayani Yesus dengan makanan, dan Maria membasuh kaki-Nya dengan minyak naraswatu murni. Ternyata tidak semua bahagia.

Yudas menganggap apa yang dilakukan Maria membuang-buang uang.

Para imam juga tidak senang dengan kebangkitan Lazarus karena membuat Yesus semakin terkenal sehingga mereka ingin melenyapkan-Nya dengan tuduhan ajaran-Nya menyesatkan.

Yesaya yang hidup jauh sebelum Yesus, menubuatkan bahwa para imam akan menolak kehadiran Yesus yang di mata mereka mengganggu kenyamanan mereka sebagai orang terpandang dan terhormat.

Akan tetapi, Bapa menjunjung tinggi Yesus, dan Roh Tuhan ada pada-Nya (bdk.Yes. 42:1).

Yesus hadir di tengah-tengah kita untuk menegakkan keadilan: Lalu, siapakah kita kemudian yang menolak Dia?

Mudah untuk mengikuti Dia, asalkan kita tidak menggunakan cara lama, tetapi cara hidup baru menurut ajaran-Nya.

Kita bisa berteman dengan Yesus “karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu (Yoh. 12:8).

Beranikah kita bersahabat dengan Yesus?

.

Tuhan, tuntunlah kami untuk bersahabat dan tinggal bersama-Mu di dalam peziarahan hidup kami di dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil Markus 14: 1-15:47 atau 15:1-39

Bacaan I: Yes. 50:4-7; Mazmur: 22:8-9.17-18a.19-20.23-24 R:2a; Bacaan II: Flp. 2:6-11; O PEKAN II MINGGU PALMA (M) St. Vinsensius dr Lerina; Yehezkiel, Nabi;

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, sebab mereka berkata:

“Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya.

Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain:

“Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”

Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Karena orang-orang miskin selalu ada padamu dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil

Dalam peziarahan hidup ini, kita tidak penah bisa terlepas dari yang namanya penderitaan.

Apakah kita memiliki kemampuan untuk menerima penghinaan tanpa kehilangan kepercayaan diri dan ketenangan?

Cobalah merasakan pukulan tanpa mengeluh. Kita bisa belajar untuk bijaksana dari sebuah penderitaan.

Banyak dari kita saat ini tidak mampu menghadapi penderitaan. Kita semua ingin semuanya mudah dan penuh sukacita untuk dilalui, sebagaimana suasana di awal dalam Minggu Palma ini.

Dua suasana dalam perayaan ini, yang diawali dengan pujian hosana, dan ketika dalam gedung gereja kita diajak untuk merenungkan apakah kita memilih sebuah kenyamanan atau perubahan?

Lukas mengisahkan sengsara dengan menekankan keagungan Yesus sebagai manusia dan melukiskan sikap seorang murid.

Sikap seorang murid ialah sikap siap sedia mengikuti Sang Guru, memikul salib seperti Simon Kirene.

Yesus telah memberi contoh bagi kita untuk setia memikul salib kehidupan kita. Niscaya kesetiaan memikul salib itu akan diganjar dengan kemenangan kebangkitan pada hari Paskah.

Maukah kita memikul salib kehidupan kita? Ataukah kita lari dan bahkan meletakkannya pada pundak orang lain?

.

Tuhan, buatlah kami pantas menjadi murid-Mu untuk ikut ambil bagian dalam karya keselamatan dengan memikul salib kami dengan sukacita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 11:45-56

Bacaan I: Yeh. 37:21-28; Mazmur: Yer. 31:10,11-12b.13; R:10d; PEKAN PRAPASKAH V (U) Sta. Kasilda; St. Thomas OFM, dkk;

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata:

“Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat.

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka:

“Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,

dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,

ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.

Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil

Ketika seseorang begitu peduli untuk mempertahankan statusnya, dia menjadi paranoid.

Dalam Injil hari ini, ketika Yesus melakukan banyak tanda atau mukjizat dan banyak orang Yahudi menjadi percaya kepada-Nya, mereka yang mapan dan berada di zona nyaman menjadi paranoid dengan keberadaan-Nya.

“Lebih baik Dia mati,” kata Imam Besar Kayafas.

Peristiwa ini mengajak kita berefleksi dan sadar bahwa ketika kita membiarkan ketakutan itu menjadi ratu/raja dalam hati kita, maka kita menjadi tidak peduli dengan sesama.

Sering kali, kita menjauhi saudara-saudari kita yang dinyatakan positif Covid-19, padahal, kita bisa tetap menyapa dengan sarana handphone.

Atau kita bisa ambil bagian dalam menyuplai makanan tanpa harus bertemu langsung.

Beranikah kita bergerak dari zona nyaman kita demi keselamatan bersama?

.

Tuhan, buatlah kami berani untuk menanggapi sapaan-Mu melalui sesama kami dan berani berkarya demi kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 10:31-42

Bacaan I: Yer. 20:10-13; Mazmur: 18:2-3a.3b-4.5-6.7; R:7; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Redemtus de Ferento; St. Edesius;

Sekali peristiwa, orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi, kata Yesus kepada mereka:

“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau,

melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah –sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan– masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa

dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena kalau Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,

percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang memiliki persoalan hidup. Cara kita menghadapi dan mengatasi persoalan itu berbeda-beda pula.

Keluh kesah Nabi Yeremia karena tekanan jabatan pun sering kita alami di dalam pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab kita.

Apalagi situasi pandemi Covid-19 yang sudah kurang lebih dua tahun melanda, target yang ditetapkan terasa begitu tinggi, dan banyak rekan kerja menunggu kesalahan untuk memutus hubungan kerja dengan kita.

Nabi Yeremia mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan. Sejauh kita berbuat benar, maka Dia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tertindas.

Meskipun sering kali kita akan berhadapan dengan orang-orang yang mengambil kesimpulan sendiri dan sudah memiliki cara pandang sendiri terhadap kita,

tetapi tidak seorang pun akan menyakiti kita sejauh kita melakukan tugas dan pekerjaan kita seturut kehendak-Nya, sebagaimana Yesus lakukan saat berhadapan dengan penolak-Nya.

Sebagai orang beriman, kita ditantang untuk berani merefleksikan cara hidup kita sebagai murid Kristus di zaman ini.

Apakah kita sudah beriman dengan baik?

Sudahkah kita menerima Yesus, Sang Juru Selamat dalam hidup kita?

.

Tuhan, janganlah Engkau membiarkan kami menjadi pribadi yang gagal melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:51-59

Bacaan I: Kej. 17:3-9; Mazmur: 105:4-5.6-7.8-9; R:8a; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Yohanes Baptista de la Salle; B. Henry Walpole;

 

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Sesungguhnya barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.

Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Ku lah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata:

Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.

Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Lalu mereka mengambil batu ùntuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil

Allah kita selalu setia pada janji-Nya. Namun, Allah meminta dari pihak kita:

“… Engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun” (Kej. 17:9).

Kalimat ini mengajak kita untuk memahami bahwa bukanlah janji dan ucapan yang penting, melainkan adanya tindakan kita sebagai orang beriman.

Sekali lagi, persoalan iman hendaknya selalu diletakkan dalam kerangka kebenaran yang sejati.

Beriman bukan sekadar menjalankan ritual keagamaan, seperti mengikuti Ekaristi baik secara tatap muka maupun virtual.

Akan tetapi, beriman merupakan tanggapan kita akan pewahyuan Allah, yang kita hidupi dalam janji kita untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan pada-Nya.

Kesetiaan mencari kehendak Tuhan dan merefleksikan hidup kita akan memberikan makna setiap perjumpaan kita dengan-Nya dalam peziarahan hidup kita.

Setia dan taatkah kita pada iman kita?

.

Bapa di surga, hanya Engkaulah Tuhan yang setia kepada kami, umat-Mu. Dampingilah kami untuk mewujudkan janji kami dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:31-42

Bacaan I: Dan. 3:14-20,24-25,28; Mazmur: Dan. 3:52.53.54.55.56; R:52b; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Selestinus, Paus; St. Kresensia Hoess St. Notkere;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya,

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.

Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

“Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepadą-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku;

Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil

Tanpa kita sadari, sering kali kita menganggap diri paling benar, paling berjasa, paling mengerti, dan paling mengenal Tuhan.

Kita pun dengan mudah menyalahkan orang lain, dan menganggap diri sebagai orang pilihan Tuhan.

Bahkan, dengan status itu, kita merasa berhak untuk merendahkan dan meremehkan orang lain, bahwa mereka tidak akan selamat serta tidak berguna.

Kita lupa bahwa manusia di hadapan Tuhan adalah sama.

Beriman bukanlah berbicara mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah! Akan tetapi, beriman hendaknya dihidupi seperti yang diteladani Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Mereka beriman bukan supaya dipuji atau mendapatkan jaminan hidup, melainkan karena sebuah kesadaran dan keyakinan yang teguh bahwa Tuhanlah Sang Penyelamat.

Sering kali dalam hidup menggereja, kita merasa menjadi orang yang perlu dihargai dan diperhatikan, karena peran besar kita.

Tetapi apakah kita sudah dimerdekakan dari kemunafikan dan kesombongan diri?

Iman bukanlah label pribadi, tetapi sebuah pilihan hidup yang selalu mencari kebenaran sejati.

.

Bapa di surga, tuntunlah kani untuk menghidupi iman kami dengan ikhlas dan bukan hanya karena sebuah status sosial melainkan semata-mata untuk kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:21-30

Bacaan I: Bil. 21:4-9; Mazmur: 102:2-3.16-18.19-20; R:2; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Vinsensius Ferreri, Sta. Yuliana dr Kornillon;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak,

“Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu;

akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”

Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia,

dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang selalu mengharapkan segala sesuatu dalam hidupnya berjalan sesuai yang diimpikan.

Namun, terkadang kita seperti bangsa pilihan yang menginginkan segala sesuatu berjalan baik tanpa ada pengorbanan.

Sudah dua tahun kita berada dalam situasi tidak menentu akibat pandemi Covid-19, kehadiran vaksin tidak mampu membendung penyebaran virus tersebut.

Tentu ada pemberontakan dalam batin kita, karena terlalu lama pergerakan kita dibatasi.

Tetapi, sudahkah kita setia mengikuti Protokol Kesehatan (ProKes)? Ataukah kita masih seperti bangsa piihan yang gemar menyalahkan orang lain, tanpa melihat ke dalam diri sendiri?

Perintah untuk meninggikan ular tembaga di padang gurun menjadi tanda kenabian: Bahwa Tuhan hendaknya ditinggikan dan dimuliakan dalam peziarahan hidup kita, karena Dia telah membebaskan kita dari dosa-dosa.

Dosa telah membuat kita menjadi tergantung pada kepuasan diri kita sendiri, bahkan membuat kita lupa bahwa Yesus telah mati untuk membebaskan kita dari dosa.

Hari ini, kita diajak untuk selalu mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sibuk mencari siapa yang patut dipersalahkan.

Karena Tuhan mengendaki kita semua disembuhkan dan dibebaskan dari dosa. Beranikah kita bersaksi demi kemuliaan Tuhan?

.

Tuhan, bimbinglah kami menjadi pribadi yang berani berkorban dan mewartakan kasih-Mu kepada semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

Bacaan I: Dan. 13:41c-62; Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6; R:4ab; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Isidorus dr Sevilla; St. Benediktus Moor;

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya.

Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:

“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian.

Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:

“Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.

Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya:

“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?

Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.”

Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil

Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7).

Perintah Yesus ini memberikan kita gambaran bahwa begitu besar kerahiman Tuhan kepada orang yang berdosa, sekaligus juga memunculkan pertanyaan:

Mengapa Yesus membela orang yang bersalah, padahal Yesus memahami aturan yang berlaku saat itu?

Kecenderungan kita ialah lebih mudah menghakimi daripada mencari tahu mengapa Daniel dan Yesus melakukan hal itu.

Dalam Kitab Daniel menjadi jelas bahwa perbuatan mereka itu melibatkan minimal dua orang, tetapi mengapa hanya satu yang diadili?

Inilah alasan mengapa Daniel memperjuangkan kebenaran, tanpa harus membenarkan apa yang telah diperbuat oleh perempuan itu.

Hal serupa juga dihadirkan oleh Yesus dalam kisah perempuan yang berzinah. Kisah ini mengajak kita untuk terus belajar menjadi manusia yang adil.

Mengasihi apa yang kita imani, berarti berani terlibat memperjuangkan keadilan dalam peziarahan hidup dan berani bersaksi tentang kasih Allah.

Kita bisa mulai dari keluarga kita untuk tidak mudah menyalahkan, tetapi mencari tahu mengapa itu dilakukan, barulah diarahkan.

Itulah kasih Tuhan sebenarnya, menyelamatkan banyak orang yang bertobat dan mau belajar.

.

Tuhan, buatlah kami berani menegakkan keadilan. Jangan biarkan kami hanya mencari kenyamanan dengan membiarkan ketidakadilan terjadi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

Bacaan I: Yes. 43:16-21; Mazmur: 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; R:3; Bacaan II: Flp. 3:8-14; O PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:

“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.

Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya:

“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.”

Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil

Setiap kita pernah mengalami kejatuhan dan penyesalan atas keputusan yang salah.

Bahkan, ketika kita tidak sanggup menangung konsekuensi dari keputusan itu, kita menceritakan kehebatan dan kejayaan di masa lalu hanya karena tidak mau disalahkan.

Melalui Nabi Yesaya dalam bacaan pertama hari ini, kita diajak untuk meninggalkan kenangan itu, karena waktu terus berjalan dan akan terisi dengan kehidupan yang baru.

Sebagaimana Paulus setelah ditangkap oleh Kristus, ia berani menanggalkan segala-galanya untuk mengabdi Kristus.

Bagi Paulus, hidup adalah karena dan demi Kristus. Artinya setiap orang beriman yang “ditangkap” oleh Kristus semestinya hidup menurut apa yang telah diimaninya.

Kualitas hidup kita sebagai orang beriman diukur oleh kualitas cinta kita pada Kristus.

Tentu setiap orang pernah jatuh ke dalam dosa, tetapi Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hari ini, kita diajak untuk lahir kembali menjadi manusia baru: Berhenti menyalahkan diri, mari perbarui diri sendiri dengan mengampuni diri sendiri dan memulai hidup baru.

.

Kuatkanlah kami, ya Tuhan, agar kami selalu menghidupi apa yang kami imani sebagaimana Engkau telah menunjukkannya bagi kami melalui para utusan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page