Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 21:1-14

Bacaan I: Kis. 4:1-12; Mazmur: 118:1-2.4.22-24.25-27a; R:22; OKTAF PASKAH 1 (P) St. Soter dan Kayus; B. Maria Gabriella; St. Teodoros; St. Yosef Moscati;

Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.”

Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”

Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”

Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguh pun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil

Dalam hidup ini, kita pernah merasa usaha kita sia-sia. Tak ada hasil. Hanya buang-buang tenaga.

Para murid mengalami hal yang sama. Semalaman mereka berlayar, namun tidak menangkap apa pun.

Mereka putus asa. Kecewa.

Tetapi, Tuhan datang. Ia menyuruh mereka untuk menebarkan kembali jala. Mukjizat pun terjadi atas mereka. Mereka menangkap ikan dalam jumlah yang banyak.

Lalu, mereka sadar, ternyata Tuhan sendiri yang datang dan yang memerintahkan mereka.

Tuhan punya cara tersendiri untuk menghapus air mata kekecewaan kita.

Ia tahu bagaimana mengangkat kita dari kubang keputusasaan. Ia mau hadir dalam pekerjaan kasar kita setiap hari.

Hanya, apakah kita mau menerima-Nya? Apakah kita mau mengikuti perintah-Nya?

Apakah kita mau mensyukuri rahmat yang Ia berikan secara cuma-cuma?

.

Tuhan, ampunilah kami yang sering kali tidak taat akan rancangan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil Lukas 24:35-48

Bacaan I: Kis. 3:11-26; Mazmur: 8:2a.5.6-7.8-9; R:2ab; OKTAF PASKAH I (P); St. Anselmus; St. Simon bar Sabbae; St. Konradus dr Parzham;

Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem.

Mereka menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka:

“Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Ia berkata kepada mereka: Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu,

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi:

dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil

Keraguan sering kali hadir dan mejadi bagian dalam kehidupan kita. Keraguan hadir di saat kita dituntut untuk membuat suatu keputusan atas pilihan-pilihan hidup.

Tidak jarang, kita merasa kecewa, sedih dan mungkin putus asa ditinggal orang yang menjadi idola dan panutan.

Hal itu menjadikan kita tidak sadar akan keterlibatan Tuhan dalam hidup kita.

Mungkin kita akan seperti para murid-Nya; menganggap Dia yang telah wafat dan bangkit sebagai hantu ketika tiba-tiba ada di antara kita.

Ketika Covid-19 menghantam kita beberapa tahun ini, sebagian dari kita menanyakan: ke manakah Tuhan saat ini?

Melalui bacaan hari ini, Yesus menyatakan bahwa Dialah Tuhan yang bangkit dan bukan hantu, akan selalu hadir dan menyertai kita dalam peziarahan hidup kita.

Pandemi Covid-19 telah memaksa kita untuk mengenal lebih dekat orang-orang di sekitar rumah kita.

Kita diajak untuk menjadi saksi akan wafat dan kebangkitan Kristus dengan tetap semangat mengikuti Protokol Kesehatan (ProKes) yang ada.

Apakah kita bersedia untuk menjadi saksi pentingnya mengikuti ProKes dalam peziarahan hidup di mana pun kita berada?

.

Tuhan, janganlah biarkan kami hidup dalam ketakutan. Semoga salam-Mu selalu menghadirkan damai sejahtera dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil Lukas 24:13-35

Bacaan I: Kis. 3:1-10; Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7.8-9; R: 3b; OKTAF PASKAH I (P) St. Teodorus Trichinas; Sta. Oda;

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus,

yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”

Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas menjawab-Nya:

“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”

Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”

Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.

Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya.

Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Ia hidup.

Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Bacaan selengkapnya lihat
di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil

Kisah kedua murid yang berjalan menuju Emaus memberikan kita gambaran bahwa ada pengikut Kristus di luar lingkaran para rasul dan perempuan-perempuan yang datang dari Galilea.

Mereka merasa kecewa ternyata tokoh yang mereka harapkan menjadi penebus dan pembebas justru mati di salib.

Karena larut dalam kekecewaan dan kesedihan, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa yang menemani mereka adalah Yesus yang mereka kenal dan banggakan.

Kekecewaan karena ditinggal oleh orang yang kita kasihi atau tokoh yang kita harapkan mampu mengubah nasib kita barangkali wajar.

Demikian pula dialami dua orang murid-murid Yesus yang memilih pulang ke Emaus. Namun, Tuhan justru hadir di tengah kekecewaan mereka.

Ia menemani mereka, tak dibiarkan berjalan sendirian. Ia mengajak mereka bercakap-cakap.

Kita pun demikian, Tuhan hadir menemani kala kita mengalami kekecewaan. Tuhan mengajak kita untuk bercerita tentang luka-luka dan kekecewaan-kekecewaan kita.

.

Tuhan, hadirlah dalam seluruh pergumulan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:11-18

Bacaan I: Kis. 2:36-41; Mazmur: 33:4-5.18-19.20.22; R: 5b; OKTAF PASKAHI (P) St. Leo IX, Paus; Sta. Tarbula; St. Werner; Sta. Agnes Montepulciano;

Setelah makam Yesus kedapatan kosong maka Maria Magdalena berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya:”Ibu, mengapa engkau menangis?”

Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya:”Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkaan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Kata Yesus kepadanya: “Maria!”

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil

Maria Mangdalena menangis. Tidak seperti bacaan kemarin, yang mengisahkan bahwa mereka bersukacita.

Dia menangisi kematian Yesus dan tidak mengikuti murid yang lain untuk kembali. Lalu, hadirlah kedua malaikat dan bertanya kepadanya: Mengapa engkau menangis?

Kita diajak untuk percaya akan kebangkitan-Nya. Jika kita mengaku diri kenal dengan-Nya, mengapa kita sering kali tidak menyadari kehadiran-Nya?

Ya, terkadang kita sibuk dengan diri sendiri, bahkan tidak menyadari kehadiran Tuhan dalam peziarahan hidup kita.

Pandemi Covid-19 mengingatkan kita betapa beratnya menjadi terpisah dan terisiolasi dari sesama kita.

Tetapi, janganlah kita menjadi orang yang merasa paling menderita sampai kita tidak menyadari kehadiran Tuhan secara nyata melalui sesama kita.

Ketika Maria Magdalena menyadari perjumpaannya dengan Yesus, ia bahagia. Akhirnya, ia pun dengan sukacita mengatakan: “Aku telah melihat Tuhan”.

Perjumpaan itu mampu mengubah air mata menjadi mata air sukacita.

Oleh karena itu, beranikah kita menjadikan perjumpaan kita selalu menjadi sukacita dan pelipur lara bagi sesama kita?

.

Tuhan, jadikanlah perjumpaan kami menjadi sukacita untuk memuliakan Dikau dalam perjalanan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil Matius 28:8-15

Bacaan I: Kis. 2:14.22-32; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; R: 1; OKTAF PASKAH I (P); St. Eleutherius, Paus B. Maria dr Inkarnasi;

Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur itu, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.”

Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata

“Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”

Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil

 

Bacaan hari ini mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada perempuan-perempuan yang berziarah ke makam-Nya.

Perasaan takut tetapi penuh sukacita menyelimuti hati perempuan-perempuan itu.

Setelah mengalami peristiwa itu, mereka berlari memberikan laporan kepada para rasul bahwa makam Yesus kosong.

Pada saat yang sama, para penjaga makam Yesus memberikan laporan tentang kebangkitan-Nya.

Lalu, para imam menyuruh mereka membuat cerita bahwa Yesus telah diculik untuk mendiskreditkan berita tentang kebangkitan Kristus.

Dalam hidup, sering kali kita menolak fakta sebenarnya hanya karena tidak bisa menerima bahwa yang terjadi tidak sesuai yang diharapkan.

Bahkan, kita mulai menghadirkan sebuah kisah palsu untuk menutupi faktanya.

Di sisi lain, terkadang pula kita seperti perempuan-perempuan itu, yang tergesa-gesa mewartakan kasih Tuhan sehingga pesannya tidak tertangkap baik.

Mari kita memaknai kebangkitan Tuhan dengan turut bangkit dalam mewartakan kebenaran, bukan hoaks; mewartakan kasih, bukan kebencian; membangkitkan harapan; bukan keputusasaan.

Hal itu hanya mungkin kalau kita mau menjumpai Tuhan yang bangkit dalam keheningan doa.

Jagalah kami, ya Allah, sebab pada-Mu kami berlindung dan bersandar tatkala letih dalam peziarahan hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:1-9

Bacaan I: Kis. 10:34a.37-43; Mazmur: 118:1-2.16ab-17.22-23; R:24; Bacaan II: 1 Kor. 5:6b-8 atau Kol. 3:1-4; HARI RAYA PASKAH (P); St. Anisetus; Sta. Klara Gambacorta OP; B. Baptista Spagnoli;

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu.

Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil

Batu penutup makam bergeser, makam kosong, kain linen menjadi rata dan terlipat rapi. Namun, hal itu tidak cukup untuk menyatakan kebenaran akan kebangkitan.

Bahkan, murid-murid-Nya berpikir bahwa jasad Yesus diambil oleh orang lain dan dipindahkan.

Petrus yang datang melihat hanya termenung kagum, tidak lebih dari itu. Seharusnya Yohanes murid yang dikasihi melihat dan percaya.

Namun, ternyata tidak demikian. Mereka malah ragu.

Iman akan kebangkitan Kristus tidak lantas menjadi otomatis ada dalam hati kita.

Apalagi kita hidup dalam panggung kehidupan yang penuh dengan hoaks, fitnah, dan radikalisme agama serta budaya.

Bahkan, kurang lebih dua tahun kita hidup di dalam ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang tidak kunjung pergi dari kehidupan kita.

Kini, kita ditantang untuk percaya tentang kebangkitan Kristus, Tuhan kita, tanpa harus melihat-Nya secara kasat mata.

Kita hanya bisa mencapainya jika kita mau dan memiliki dasar yang kuat tentang Yesus semasa hidup-Nya serta memiliki relasi yang mendalam dengan-Nya dalam hidup doa kita.

Apakah kita masih ragu beriman kepada-Nya? Yesus meminta kita untuk percaya!

.

Yesus, ampunilah kami yang kurang percaya ini. Buatlah kami mengerti akan rencana keselamatan-Mu atas hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:1-7

Bacaan I: Kel. 14:15-15:1; Mazmur: Kel. 15:1-2.3-4.5-6. 17-18; R:1a; Bacaan II: Rm. 6:3-11; SABTU SUCI (P) Sta.Bernadetta Soubirous; St.Paternu;

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.

Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”

Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.

Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka lihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan.

Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu.

Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat!

Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil

Allah adalah asal mula segala-galanya. Ia adalah sumber kehidupan kita. Ia memberi kita napas kehidupan, rezeki, jalinan persahabatan dengan sesama, alam yang indah, dan segala yang baik bagi kita.

Sebagai ciptaan-Nya, kita dipanggil untuk dapat bersatu dengan-Nya.

Dalam sejarah keselamatan, misalnya dalam sejarah Israel, Allah mengutus nabi-nabi untuk menyelamatkan mereka.

Ia membebaskan bangsa umat pilihan dari ketertindasan, kendati mereka juga kerap berpaling dari-Nya. Allah sungguh peduli dengan ciptaan-Nya.

Kepedulian Allah memuncak dalam diri Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Sang Putra datang ke dunia, berkarya, menderita, wafat, dan kemudian bangkit.

Seluruh peristiwa itu menunjukkan kepedulian Allah terhadap kita.

Kebangkitan-Nya yang kita rayakan hendaknya membuat kita sadar, segera bangkit dan meninggalkan kebiasaan lama hidup kita, dan menjawab panggilan-Nya untuk senantiasa hidup dalam kesucian.

.

Tuhan, kuatkanlah kami agar kami hidup di dalam kesucian sebagai murid-Mu dalam seluruh peziarahan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 18: 1-19:42

Bacaan I: Yes. 52:13-53:122; Mazmur: 31:2.6.12-13.15-16.17.25; R: Luk. 23:46; Bacaan II: Ibr. 4:14-16; 5:7-9; JUMAT AGUNG (M) B. Pedro Gonzalez; B. Damian de Veuster;

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.

Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”

Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.”

Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa. “

Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”

Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;

dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.” (Bacaan selengkapnya lihat Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil

Cinta itu bukanlah sekadar diucapkan, tetapi mesti selalu menjiwai setiap perbuatan, pekerjaan, dan pelayanan kita.

Pada hari Jumat Agung ini, kita serentak sunyi. Tidak ada perayaan Ekaristi. Tidak ada arak-arakan pesta.

Kita sebagai umat Allah diajak untuk berefleksi di dalam sunyi perihal penderitaan dan kematian Kristus di salib.

Tuhan telah menderita dan wafat. Apa makna peristiwa itu bagi kita? Apakah sekadar peristiwa biasa?

Dalam iman, kita meyakini bahwa Tuhan rela menderita dan wafat karena cinta-Nya bagi kita. Karena cinta-Nya, Ia memberikan nyawa-Nya untuk kita.

Ia setia pada tugas dari Bapa-Nya, yakni menyelamatkan kita umat manusia dari kubang dosa;

Ia mengangkat kembali derajat kita manusia yang berdosa menjadi anak-anak Allah.

Ia memulihkan hubungan kita dengan Bapa-Nya yang tercabik-putus karena dosa-dosa kita dengan Darah-Nya.

.

Tuhan, kuatkanlah kami dalam menapaki jalan salib hidup kami. Semoga kami mampu belajar setia dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 13:1-15

Bacaan I: Kel. 12:1-8.11-14; Mazmur: 116:12-13.15-16bc.17-18; R: 1Kor. 10:16; Bacaan II:1Kor. 11: 23-26;  KAMIS PUTIH (P) St. Tiburtius, Valerianus dan Maximus;

Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.

Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

Kata Yesus kepadanya: “Siapa saja telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih. ” (Bacaan selengkapnya lih. Alkitab.)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil

Perayaan Kamis Putih sering dikenal sebagai perayaan kasih. Yesus membasuh kaki para rasul.

Ia ingin mengajarkan kepada kita akan pentingnya sikap saling melayani dan mendukung satu dengan yang lain.

Tentu saja tidak mudah untuk kita lakukan, tetapi Tuhan sendiri sudah memberikan contoh dan jalan. Letak soalnya adalah apakah kita mau atau tidak?

Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita mestinya berani untuk melayani dan berbagi dengan sesama.

Sebagaimana dalam perjamuan malam terkakhir, Yesus memecah-mecahkan dan membagi-bagikan roti kepada para rasul, kita pun mesti berani dipecah-pecahkan dan menghasilkan buah kebaikan.

Tentu dalam menjalani peziarahan hidup sebagai seorang beriman tidaklah mudah, ada begitu banyak tantangan, penderitaan, dan bahkan membuat kita mengalami ketakutan.

Tetapi, kita bisa belajar dari sikap Yesus yang melibatkan Bapa di dalam ketaatan-Nya untuk menyelesaikan perutusan-Nya.

Dari Taman Getsemani, kita diingatkan untuk selalu melibatkan Tuhan dan membiarkan kehendak-Nya terjadi dalam hidup kita.

Beranikah kita menjadi pribadi yang berani melibatkan Tuhan dalam hidup kita?

.

Tuhan, saat kami mengalami ketakutan Engkau memberikan kekuatan. Jadikanlah kami kuat dan setia pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil Matius 26:14-25

Bacaan I: Yes. 50:4-9a; Mazmur: 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; PEKAN SUCI (U) St. Martinus I, Paus; Sta. Margaretha dr Metola;

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.

Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”

Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Jawab Yesus, “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”

Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”

Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.

Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?”

Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil

Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar sebuah ungkapan ataupun pembelaan dengan sebutan kebohongan putih. Berbohong demi kebaikan.

Apakah ini termasuk kebenaran yang Tuhan kehendaki? Mestinya sebagai anak-anak terang, kita tidak berpaling atau memberontak dengan alasan demi kebaikan.

Sekali lagi, Yesus menyampaikan pengkhianatan salah satu dari antara orang-orang yang dipilih-Nya. Murid-murid-Nya pun terganggu.

Yudas dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak melakukannya. Yudas berusaha menyangkal.

Dia berangan-angan bahwa dia akan diagung-agungkan karena dia yang mengeksekusi rencana para imam. Faktanya, ia kita kenal pengkhianat yang menjual Tuhan dengan ciuman.

Menarik untuk kita renungkan perkataan Yesus dalam Injil Matius “Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan” (Mat. 26:24).

Kita hadir di dunia agar menjadi pribadi yang berguna dan bukan menjadi pribadi pengkhianat.

Kita dipanggil menjadi anak-anak terang dan bukan menjadi pribadi pembohong.

Beranikah kita dalam kemerdekaan selalu menjadikan kehadiran kita sebagai berkat bagi sesama?

.

Tuhan, tuntunlah kami agar menjadi berguna bagi dunia ini. Jadikanlah hidup kami saluran kasih dan berkat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page