Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2022, Bacaan Injil Yohanes 6:22-29

Bacaan I: Kis. 6:8-15; Mazmur: 119:23-24.26-27.29-30; R: 1b; PEKAN PASKAH III Pw St.Atanasius Agung; UskPujG (P); St.Boris, St.Sigismund;

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang Danau Tiberias,

melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.

Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,

yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2022, Bacaan Injil

Berhadapan dengan situasi sekarang ini, pandemi Covid-19, kita tidak bisa begitu saja untuk menyerah dan berdiam diri.

Meskipun kita tidak mampu berbuat banyak atau bergerak leluasa, tetapi bukan berarti kita menyerah kalah.

Upaya atau usaha tinggal di rumah, memakai masker, dan menjaga jarak merupakan awal yang baik bahwa kita berusaha untuk tidak menyerah (dengan mematuhi Protokol Kesehatan).

Ada banyak orang yang sudah bosan, merasa tidak nyaman, merasa putus asa, sehingga mereka pun menyerah dan merasa sendirian.

Berbeda dengan mereka yang memang harus keluar rumah dan bekerja, tetapi tetap bertindak bijak dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Pada saat ini, kita dihadapkan dengan situasi “new normal” (normal baru). Semoga kebaruan itu menjadi awal yang baik untuk hidup kita.

Yesus mengatakan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang” (Yoh. 6:26).

Dalam hal ini, kita diingatkan bahwa dalam hidup beriman kita tidak hanya mencari materi belaka.

Namun, Yesus mengajak kita lewat sabda-Nya agar kita mencari makna yang lebih dalam dan lebih ‘murni’ akan Dia yang adalah Roti Hidup,

“Jaminan Protokol Keselamatan” kita, bukan sekadar “pemuas lapar dan dahaga”

.

Ya Tuhan, semoga iman dan raga kami tetap dikuatkan dan selalu diberi kesehatan untuk terus hidup dan berjuang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 1 Mei 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Mei 2022, Bacaan Injil Yohanes 21:1-19

Bacaan I: Kis. 5:27b-32.40b-41; Mazmur: 30:2.4.5.6.11a.12a.13b; R:2a; Bacaan II: Why. 5:11-14; HUT. Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi (SFS) O PEKAN III PEKAN PASKAH III (P) St.Yusuf Pekerja; St.Yeremia; St.Peregrinus Laziosi;

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus,Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.”

Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”

Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Mei 2022, Bacaan Injil

Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia” (Kis. 5:29). Seruan Petrus dan rasul-rasul ketika ditanya oleh Imam Besar di hadapan Mahkamah Agama itu mestinya menjadi seruan kita juga.

Karena memang layaklah bahwa: “bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (Why. 5:13) dan semestinya kita menjawab “amin” untuk pernyataan itu.

Tuhan adalah di atas segalanya. Bagi para murid Yesus, kematian Tuhan sungguh menjadi pukulan bagi mereka, harapan pupus dan mereka putus asa.

Dengan demikian, tidaklah mengherankan kemudian bahwa mereka kembali ke profesi mereka sebelumnya, yaitu menjadi
nelayan.

Kematian Yesus sungguh meninggalkan “kekosongan” bagi mereka. Arah pedoman hidup mereka goyah.

Namun, penampakan setelah kebangkitan-Nya meneguhkan kembali para murid itu. Kini, mereka menyadari bahwa mereka tak berdaya bila mengandalkan kekuatan sendiri.

Tak sedikit orang termasuk kita merasa sungguh kuat dan tak butuh bantuan orang lain bahkan Tuhan. Orang seperti ini sesungguhnya rapuh.

Tak lama kemudian, bila bertemu dengan yang namanya kemalangan, persoalan hidup dan ketika tersudut oleh kesalahan yang
terbongkar, tampaklah “topeng” yang sesungguhnya.

Bila setiap pribadi beriman mengaku “ya” atas kedaulatan dan kemahakuasaan Tuhan, ia pasti berlindung pada-Nya dan takut berbuat hal yang bertentangan dengan kuasa nama-Nya.

.

Tuhan, kuatkan iman dan harapan kami. Semoga kami tidak berpaling dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 30 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 6: 16-21

Bacaan I: Kis. 6:1-7; Mazmur: 33:1-2.4-5.18-19; R: 22; PEKAN PASKAH II (P) St.Marianus dan Yakobus; St.Pius V, Paus; St.Yosef-Benedik Cottolengo;

Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang, Yesus mengundurkan diri ke gunung.

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.

Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang.

Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.

Maka ketakutanlah mereka.

Tetapi Ia berkata kepada mereka:”Aku ini, jangan takut!”

Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 April 2022, Bacaan Injil

Setelah peristiwa kebangkitan serta pewartaan yang disampaikan oleh para rasul, jumlah orang beriman semakin bertambah banyak, sehingga kekurangan orang untuk melayani mereka.

Mereka mulai lebih melayani meja daripada firman Allah.

Oleh karena itu, para rasul menunjuk beberapa orang untuk membantu pelayanan mereka.

Dari sharing pengalaman para rasul, kita diajak untuk belajar bahwa jangan sampai dalam pelayanan, kita jatuh pada aturan-aturan dan disibukkan untuk menentukan apa yang benar dan salah,

sampai lupa dengan yang utama; merenungkan dan menghidupi sabda Allah.

Dalam Injil Yohanes, kita dapat menemukan bahwa Yesus selalu meluangkan waktu untuk berdoa kepada Bapa.

Yesus mengingatkan untuk tidak terlalu sibuk dengan pelayanan kita dan juga dengan diri kita.

Kita diajak untuk tidak takut melibatkan banyak orang dan memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam hidup menggereja.

Sering kali, karena terlalu sibuk dan khawatir, kita menjadi takut untuk menghadapi persoalan hidup kita.

Jangan takut! Dia selalu hadir dalam peziarahan hidup kita.

Beranikah kita untuk selalu melibatkan Tuhan dalam tugas perutusan kita?

.

Tuhan, jangan biarkan kami hidup dalam ketakutan, tetapi bantulah kami agar tenang menghadapi persoalan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 29 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 6:1-15

Bacaan I: Kis. 5:34-42; Mazmur: 27:1.4.13-14; R: 4ab; PEKAN PASKAH II (P) Pw Sta.Katarina dr Siena, PrwPujG (P); St.Petrus dr Verona; St.Hugo/Hugo;

Pada waktu itu, Yesus berangkat ke seberang Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus:

“Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”

Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.”

Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 April 2022, Bacaan Injil

Setiap karya yang berdasarkan gerak Roh Kebenaran akan selalu menemukan jalan untuk terus melanjutkan karya tersebut.

Tetapi jika hanya untuk mencari popularitas atau sekadar supaya terkenal, sering kali karya itu akan berjalan di tempat dan bahkan akan berhenti sebagaimana dikatakan oleh Gamaliel dalam kitab Kisah Para Rasul,

bila ajaran mereka berasal dari manusia akan lenvap dengan sendirinya, tetapi bila berasal dari Allah tak ada seorang pun yang dapat menghentikannya.

Yesus melakukan semuanya dalam kerangka penyelamatan Allah, sehingga Ia tidak tergiur dengan kemauan orang-orang yang hendak menjadikan Dia raja.

Yesus mau mengajarkan kepada kita semua untuk selalu setia dan taat pada tugas perutusan kita dengan rencana keselamatan Allah bagi umat-Nya.

Dia mengaiak kita orang beriman untuk tidak lupa semua kesuksesan dalam pekerjaan dan pelayanan kita semata-mata untuk kemuliaan Tuhan.

Semuanya berhasil karena Tuhan dan mestinya untuk kemuliaan Tuhan juga. Janganlah membuat hidup kita menjadi sia-sia karena keegoisan kita.

Beranikah kita melayani apa yang Tuhan kehendaki dengan ikhlas?

.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk memberi dengan ikhlas dan tidak memperhitungkan apa yang sudah kami beri dan korbankan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 28 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 3:31-36

Bacaan I: Kis. 5:27-33; Mazmur: 34:2.9.17-18.19-20; R: 7a; PEKAN PASKAH II (P) St.Louis Marie Grignon de Montfort; St.Petrus Louis Chanel;

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-murid-Nya,

“Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi.

Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.

Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.

Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

Siapa saja percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 April 2022, Bacaan Injil

Dalam hidup menggereja, tanpa kita sadari terkadang kita jatuh pada persaingan yang tidak sehat.

Bahkan, karena merasa tersaingi dan tidak terpakai, kita mulai mencari-cari alasan untuk membuat saingan kita tidak bisa ambil bagian dalam karya pelayanan.

Peraturan baru pun dihadirkan agar banyak orang tidak bisa menggantikan posisi kita yang kalah tenar.

Sebenarnya untuk siapakah kita terlibat dalam pelayanan Gereja?

Mari kita belajar dari para rasul. Mereka memiliki prinsip bahwa di dalam pelayanan, kita selalu taat pada perintah dan rencana Allah.

Keikhlasan dalam pewartaan dengan memberi kesaksian tentang Yesus yang telah bangkit akan menghantar orang pada kemuliaan Tuhan.

Yesus dalam Injil Yohanes, dengan tegas menyampaikan perbedaaan antara orang yang datang dari atas dan orang yang datang dari bawah.

Yang dari atas ada di atas dan yang ada di bumi bumi berkata-kata dengan bahasa bumi.

Kita semua dipanggil untuk memberi kesaksian tentang kebenaran yang dibawa Yesus dari Bapa-Nya.

Oleh karena itu, kita dipanggil untuk tekun mewartakan kasih Allah dalam kehidupan nyata kita setiap hari.

.

Ya Bapa Yang Mahakasih, jadikanlah kami anak-anak-Mu pantas untuk memuliakan Engkau dalam kehidupan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 27 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 3:16-21

Bacaan I: Kis. 5:17-26; Mazmur: 34:2-3.4-5.6-7.8-9, R: 7a; PEKAN PASKAH II (P) St. Petrus Kanisius; Sta. Zita; Sta. Lydia Longley;

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Siapa saja percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; siapa saja tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Sebab, siapa saja berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

tetapi siapa saja melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 April 2022, Bacaan Injil

Kita mendapatkan pengalaman baru dari sharing iman Petrus dan Yohanes. Mereka taat dan setia mengikuti Roh Kebenaran.

Saat mereka terbebas dari penjara, mereka melaksanakan tugas mewartakan kebangkitan Kristus di Bait Allah.

Dari sini kita diajak untuk sungguh menyadari bahwa gerakan Roh Kebenaran yang berasal dari-Nya, tidak seorang pun dapat menghentikannya.

Sungguh kita yang setia dan taat sangat dikasihi oleh Allah Bapa di surga. Ia telah memberikan Putra Tunggal-Nya untuk menebus dosa manusia.

Sang Putra itulah cahaya sejati yang menerangi kita serta membuka jalan kita kepada Bapa.

Setiap langkah yang kita ambil dalam peziarahan hidup kita untuk menggoreskan tulisan penuh makna menunjukkan siapa jati diri kita.

Jika kita seperti para rasul, selalu setia dan taat pada ajaran-Nya, pastilah Tuhan akan selalu melindungi kita.

Tetapi apakah kita selalu setia mengikuti dorongan Roh Kebenaran dalam kehidupan kita?

.

Tuhan, buatlah kami yang lemah ini berani untuk menjadi pewarta Kerajaan Allah, sebagaimana rasul-rasul-Mu yang selalu setia mewartakan kasih-Mu dalam hidup mereka. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 26 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 3:7-15

Bacaan I: Kis. 4:32-37; Mazmur: 93:1ab.1c-2.5; R:1a; PEKAN PASKAH II (P) St. Kletus dan Marselinus, Paus dan Martir;

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi.

Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”

Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku
berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 April 2022, Bacaan Injil

Perjalanan hidup di dunia ini perlu yang namanya pengorbanan. Memang tidak mudah. Akan terasa berat dan seperti menyusuri jalan terjal.

Demikianlah dalam mewartakan kebenaran.

Kita mesti rela berkorban untuk menyatakannya dengan segala risiko yang akan muncul. Karena, akan ada banyak orang yang terusik oleh sebuah kebenaran.

Akan ada penolakan dan upaya untuk manipulasinya.

Melalui kisah Petrus dan Yohanes serta teman-temannya, kita dapat belajar untuk selalu melibatkan Tuhan di dalam perkara hidup kita.

Kita diajak untuk berani membangun komunikasi yang intim dengan Tuhan melalui doa.

Kesaksian para rasul bahwa doa menghantar mereka pada keberanian untuk mewartakan kebenaran.

Kebenaran di dalam iman berarti kita harus berani lahir kembali, yakni menjadi manusia baru sebagaimana disampaikan Yesus kepada Nikodemus.

Dari sini, kita diajak untuk dapat masuk dalam Kerajaan Allah dengan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

Selain itu, kita diajak untuk selalu lahir kembali serta menuju kesucian hidup.

.

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami kekuatan untuk apa yang dapat kami ubah dalam peziarahan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 25 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:15-20

Bacaan I: 1Ptr. 5:6b-14; Mazmur: 89:2-3.6-7.16-17 R:2a; PEKAN PASKAH II (P) Pesta St. Markus, Pengarang Injil;

Pada suatu hari, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid dan berkata kepada mereka:

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 April 2022, Bacaan Injil

Menjadi seorang pewarta tidak cukup hanya pandai merangkai kata dalam beretorika.

Karena seorang pewarta, mestinya menyadari apa yang diwartakan serta memahaminya.

Keteladanan hidup dalam mewartakan sukacita Kerajaan Allah juga merupakan hal yang amat penting.

Dari teladan St. Markus, yang kita pestakan pada hari ini, kita diajak untuk berani mewartakan apa yang Tuhan kehendaki.

Kita sudah menerima kuasa untuk menyembuhkan, melepaskan manusia dari belenggu dosa dan menghidupkan, asalkan kita percaya dan beriman dalam tugas pelayanan kita.

“Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada semua makhluk” (Yoh 16:15)

Yesus, Sang Guru kehidupan kita, telah meminta kita untuk pergi ke suluruh dunia untuk mewartakan kasih Allah kepada segenap makhluk.

Kita diminta untuk keluar dari diri kita sendiri, Keluar dari zona nyaman dan kemewahan-kemewahan duniawi, untuk menjumpai, mewartakan,

dan menjadi saksi tentang karya agung Allah dalam diri Yesus Kristus yang telah lahir, menderita, wafat, dan bangkit.

Kita dipanggil untuk mewartakan kebaikan Allah.

Maukah kita menerima tawaran itu? Maukah kita meluangkan waktu untuk bercakap-cakap tentang kebaikan Allah dengan sesama kita?

.

Tuhan Yesus, jadikanlah kami pewarta yang tidak hanya pandai berkata tetapi menghidupi apa yang kami katakan dalam pelayanan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:19-31

Bacaan I: Kis. 5:12-16; Mazmur: 118:2-4.22-24,25-27a; R:1; Bacaan II: Why. 1:9-11a.12-13.17-19; O PEKAN II – PEKAN PASKAH II (P) MINGGU KERAHIMAN ILAHI; St. Fidelis dr Sigmaringen; Sta. Rosa; Virginia Pelletier;

Pada waktu malam di hari pertama minggu itu, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka.

Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!”

Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,

supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil

Mungkin kita pernah mengatakan bahwa kita akan percaya kalau ada bukti yang bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.

Pada minggu ini, kita diajak untuk belajar dari Rasul Thomas.

Kita diajak untuk merefleksikan sikap iman Tomas, yang tidak mau percaya karena tidak melihat sendiri.

Dan ketika berhadapan langsung dengan Yesus, sebuah pengakuan dan sikap iman ditunjukkan dengan tegas: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh 20:29).

Kita melihat dalam diri Rasul Thomas proses bagaimana iman itu bertumbuh.

Kadang, kita jatuh dalam keragu-raguan. Kita meminta tanda material.

Akan tetapi, Tuhan sendiri datang mengetuk pintu hati kita berkali-kali, sampai kita sungguh mengalami kehadiran-Nya dan kita mengatakan: Ya Tuhanku dan Allahku.

.

Ya Tuhan, Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Kepada-Mu kami menyembah. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:9-15

Bacaan I: Kis. 4:13-21; Mazmur: 118:1.14-15a.16a.18.19-21;R: 21a; OKTAF PASKAH I (P) St. Adalbertus; St. Georgius; B.Helena dr Udin; B.Maria Gabriella Saghedu; Egidius dr Assisi;

Setelah Yesus bangkit dari antara orang-orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.

Dari pada-nya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka,

oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, kita diminta untuk taat menjaga jarak fisik.

Namun, jarak fisik bukan menjadi penghalang bagi kita untuk selalu dekat secara batin dengan yang lain.

Saling mendoakan dan memotivasi satu sama lain adalah bukti jarak fisik itu bisa dipangkas sedemikian dekat dalam jarak emosional.

Dalam emosi dan perasaan, kita tetap merasa dekat satu sama lain.

Tuhan yang sudah wafat di palang salib pun sedemikian dekat dengan para murid setelah kebangkitan-Nya.

Ia berulangkali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, yang menunjukkan betapa Ia dekat dengan kita.

Namun, para murid yang telah sekian tahun hidup dengan Sang Guru Kehidupan dari Nazaret itu malah tidak percaya kalau Ia tetap hadir dalam seluruh pergumulan mereka.

Mereka masih susah untuk percaya dengan kesaksian antara sesama mereka yang melihat Tuhan.

Maka, Yesus mencela ketidapercayaan dan kedegilan hati mereka.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sungguh percaya dengan kesaksian para rasul tentang Yesus?

Yesus meminta kita untuk pergi menjadi saksi-Nya ke seluruh bumi. Hanya, bagaimana kita menjadi saksi tentang Tuhan kalau kita tidak percaya kepada-Nya?

.

Tuhan, buatlah kami berani untuk menjadi saksi sebagai anak-anak terang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page