Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 7:6. 12-14

Bacaan I: 2Raj. 19:9b-11. 14-21. 31-35a. 36; Mazmur: 48:2-3a. 3b-4. 10-11 Ref: 9d; PEKAN BIASA XXII Pw St.Aloysius Gonzaga, Biarw (P);

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata:

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2022, Bacaan Injil

Sesudah merenungkan khotbah yang mendasari kehidupan para murid, penginjil mencantumkan beberapa pedoman singkat hidup beriman.

Bila orang mau memasuki kehidupan yang sempurna, maka ia juga perlu bersedia berkembang bersama orang lain.

Apa yang diinginkan dari yang lain mesti juga menjadi pedoman untuk mengembangkan diri sendiri.

Jalan menuju kesempurnaan memang sempit. Tetapi jalan sempit itu bisa ditempuh. Kendati sarana terbatas, namun Yesus menunjukkan bahwa keselamatan Allah tetap bisa ditemukan.

Yesus menunjukkan bahwa jalan itu adalah jalan salib. la telah lebih dahulu meniti jalan itu untuk keselamatan kita. Tidak lain selain Yesus ingin kita pun mau memilih jalan keselamatan itu.

Pertanyaannya: Maukah kita memilih dan memikul salib kita masing-masing?

Ataukah kita justru lari dan memilih jalan sesat dalam kegemerlapan dunia? Tuhan menghendaki kita semua selamat.

.

Ya Tuhan, curahkanlah Roh Kudus-Mu senantiasa dalam diri kami, sehingga kami mampu bertindak sesuai kehendak-Mu dan membahagiakan sesama dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 7:1-5

Bacaan I: 2Raj. 17:5-8. 13-15a. 18; Mazmur: 60:3. 4-5. 12-13; R:7b; PEKAN BIASA XII (H) St.Silverius, Paus;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata:“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2022, Bacaan Injil

Peringatan Yesus kepada para murid bahwa mereka akan diadili dengan ukuran yang mereka pakai untuk mengadili,

menunjukkan bahwa keprihatinan hidup ini harusnya dimulai bukan terutama dengan mengubah orang lain, melainkan dengan mengubah diri sendiri.

Mengadili orang lain memang gampang, tetapi yang penting adalah menilai diri sendiri.

Warta Injil hari ini menyadarkan kita semua agar melihat diri sendiri lebih dahulu baru kemudian memperbaiki kehidupan sesama.

Pembaruan bisa terjadi bila orang sungguh mau mengubah diri.

Yesus mengajak kita untuk tidak cepat-cepat menuduh orang lain, untuk tidak cepat-cepat menyalahkan orang lain, untuk tidak cepat menghakimi orang lain; sebelum kita melihat ke dalam diri kita sendiri.

la menuntut kita untuk terlebih dahulu merenung apa yang kita lakukan dan ucapkan, sebelum kita menuduh atau menyalahkan orang lain.

Yesus berkata, “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

Ya Tuhan, Engkau mengenal kami. Berilah kami keberanian untuk melihat balok di mata kami sendiri daripada melihat selumbar di mata orang lain. Anugerahkanlah kami kebijaksanaan dalam hidup sebagai persekutuan jemaat Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2022, Bacaan Injil Lukas 9:11b-17

Bacaan I: Kej. 14:18-20; Mazmur: 110:1.2.3.4; R:4bc; R:29a; Bacaan II: 1Kor. 11:23-26; O PEKAN IV HR TUBUH & DARAH KRISTUS (P) St.Romualdus; St.Gervasius dan Protasius; Sta.Yuliana Falconieri;

Sekali peristiwa, Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Kerajaan Allah, dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata:

“Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”

Tetapi la berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!”

Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”

Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu la berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira ima puluh orang sekelompok.” 

Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.

Dan setelah la mengambil lima roti dan dua ikan itu, la menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2022, Bacaan Injil

Mukjizat penggandaan roti dan ikan seperti yang diwartakan dalam Injil hari ini senantiasa dihubungkan dengan Ekaristi.

Ekaristi merupakan sumber dan puncak kehidupan Kristiani (Lumen Gentium, art. 11).

Namun, sering kali, Ekaristi dihayati hanya sebagai sebuah bentuk perayaan/upacara. Padahal, sesungguhnya, dalam Ekaristi kita sungguh berjumpa dengan Tuhan yang hadir nyata dalam Tubuh dan Darah Kristus.

Tubuh dan Darah Tuhan itulah yang kita terima dalam Ekaristi. Karena itulah, kita sebagai umat Kristiani mesti hidup dengan semangat ekaristi.

Kita dipanggil untuk dipecah-pecahkan dan dibagi-bagikan menjadi berkat bagi banyak orang. Hidup yang ekaristis itu adalah hidup yang penuh syukur.

Kita menerimanya secara cuma-cuma dari Tuhan, maka kita pun membagi-bagikannya dengan hati riang gembira kepada orang lain terutama yang sangat membutuhkan.

Sudahkah kita bersyukur atas hidup yang kita terima? Sudahkah kita berbagi dengan orang-orang miskin, lapar, dan lemah?

.

Ya Tuhan, kami bersyukur atas rahmat Ekaristi yang boleh kami nikmati setiap hari. Semoga rahmat istimewa itu membuat jiwa kami semakin bersyukur dan bersukacita atas hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 6:24-34

Bacaan I: 2Taw. 24:17-25; Mazmur: 89:4-5. 29-30. 31-32. 33-34; R:29a; PEKAN BIASA XI (H) St.Leontinus, St.Hipatius dan St.Teodulus;

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus: Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.

Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Karena itu, Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga.

Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Dan mengapa kamu khawatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu:

Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api tidakkah la akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Akan tetapi, Bapamu yang di surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2022, Bacaan Injil

Kita tidak bisa mencintai junjungan kita secara penuh bila hati kita terikat pada kekayaan. Kendati kekayaan perlu untuk hidup setiap hari, tetapi hal itu tidak harus menjadikan kita gelisah dan khawatir.

Kekhawatiran yang berlebihan menunjukkan bahwa kita kurang beriman dan tidak percaya dengan penyelenggaraan llahi.

Mamon atau berhala kekayaan yang dilukiskan Yesus sebagai tuan tidak bisa dijadikan jaminan.

Murid-murid Yesus disadarkan akan pentingnya kekayaan lain yang bisa bertahan dalam kehidupan, yakni iman akan Yesus Kristus.

Iman akan Yesuslah yang memberi dasar yang kokoh bagi perjalanan hidup kita di bumi dan hidup setelah kematian badani. 

Bapa di Surga tahu apa yang kita butuhkan, apa yang kita rindukan, apa yang kita alami, apa yang kita doakan.

Oleh karena itu, Yesus, Putra-Nya, mengajak kita untuk terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah, bukan malah tenggelam dalam mencari kekayaan duniawi yang kerap kali membuat kita justru jauh dari Allah dan sesama.

.

Ya Tuhan, Engkaulah Allah dan kekuatan kami. Kepada-Mu hormat dan kemuliaan kami sampaikan. Semoga kami teguh dan setia mencari kerajaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 6:19-23

Bacaan I: 2Raj. 11:1-4. 9-18. 20; Mazmur: 132:11. 12. 13-14. 17-18; R:13; PEKAN BIASA XI (H) St.Gregorius Barbarigo;

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus:

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Juni 2022, Bacaan Injil

Perhatian murid-murid Yesus diharapkan tidak tertuju pada kekayaan, tetapi pada kasih Yesus Kristus sendiri.

Bahwasanya, manusia biasanya tersilau oleh harta. Maka, sebagai murid Yesus perlu terus awas diri terhadap kemilau harta.

Panggilan sebagai murid Yesus tidak untuk mengumpulkan kekayaan yang bisa binasa, tetapi untuk kekayaan yang bisa bertahan sampai hidup abadi, yakni iman akan Yesus yang menderita, wafat, dan bangkit.

Dalam hidup ini, tentu saja orang perlu mencari dan menemukan kekayaan. Ini wajar!

Akan tetapi, tidak sampai kita menjadi budak atas kekayaan itu. Harta kekayaan duniawi mesti diarahkan atau digunakan untuk sepenuhnya kebaikan kita.

Tuhan sendiri mengatakan bahwa mengumpulkan kekayaan duniawi akan termakan ngengat dan karat.

Karena itu, kita mesti giat mencari dan mengusahakan kekayaan surgawi, yaitu cinta kasih, pengampunan, solidaritas, kejujuran, dan lain-lain.

.

Ya Tuhan, semoga kemilau harta tidak menggoyahkan semangat kami untuk menjadi saksi kasih-Mu di tengah dunia. Tuntunlah kami ke jalan-Mu. Jangan biarkan kami serong ke jalan yang sesat dan menyesatkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 6:7-15

Bacaan I: Sir. 48:1-14; Mazmur: 97:1-2. 3-4. 5-6. 7; R:12a; PEKAN BIASA XI (H) Sta.Yulita dan Cyriacus; Sta.Lutgardis; St.Yohanes Fransiskus Regis;

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus: “Bila kalian berdoa janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.

Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2022, Bacaan Injil

Yesus mengajarkan doa kepada para murid-Nya bukan hanya dengan kata-kata, melainkan terutama dengan perbuatan-Nya.

Doa bukanlah rumusan indah, melainkan sikap yang mengagumkan dalam hubungan dengan Allah.

Doa Bapa kami bukan hanya sebagai rumusan kata-kata, tetapi sebagai way of life yang harus kita hidupi sehari-hari.

Dalam doa-Nya, Yesus mengajak para murid- Nya menghubungi Allah sebagai Bapa bagi semua.

Maka, doa juga menyadarkan orang beriman untuk membangun kehidupan bersama sebagai kehidupan keluarga yang diresapi oleh kasih.

Setiap hari, kita hampir selalu mendaraskan doa Bapa Kami, doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri.

Bangunan doa itu bukan rangkaian huruf dan kata belaka, melainkan menjadi jiwa dari hidup kita sehari-hari.

Bahwasanya, kita sungguh tergantung pada rezeki yang dianugerahkan Bapa; Dialah sumber rahmat bagi kita.

Dari pihak kita diminta untuk selalu berusaha semaksimal mungkin. Kita diminta untuk bersama Allah mewujudkan kerajaan-Nya di bumi, yakni kerajaan kasih dan damai sejahtera.

.

Ya Tuhan, Engkau selalu mendengarkan doa-doa kami. Jadikanlah kami anak-anak-Mu yang selalu mendengar dan menjadikan diri pantas di hadapan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 6:1-6. 16-18

Bacaan I: 2Raj. 2:1. 6-14; Mazmur: 31:20. 21. 24; R:25; PEKAN BIASA XI (H) St.Vitus; St.Modestus; Sta.Kresensa; Sta.Paola Gambara Cota; Sta.Germana Cousin;

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2022, Bacaan Injil

Kehidupan sebagai orang Kristiani bukanlah ajang pameran, melainkan ungkapan kasih terhadap Allah. Maka, melakukan perbuatan baik untuk dipuji orang bukanlah praksis yang harus dikembangkan dalam hidup Kristiani.

Kita melakukan yang baik untuk membangun hubungan yang harmonis dengan Allah dan sesama. Hanya bila tindakan itu didasarkan pada alas yang benar, maka perbuatan baik juga mempunyai maknanya.

Dengan demikian, derma, puasa, dan doa menjadi ungkapan kasih setia yang mendalam.

Praktik amal dan doa oleh Yesus diberi makna khusus, bukan sekadar melakukan kebiasaan dan adat, melainkan sebagai latihan membangun hubungan cinta kepada Allah dan sesama.

Dengan cara itu, murid-murid Yesus belajar mewujudkan kasih-Nya secara nyata, baik terhadap sesama dengan amal kasih maupun dengan doa terhadap Allah yang sudah lebih dahulu mencintai kita.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita melakukan hal-hal tersebut sungguh-sungguh sebagai ungkapan iman? Ataukah hanya untuk disukai?

.

Ya Tuhan, jadikanlah kami saluran belas kasih-Mu. Doronglah kami untuk melakukan puasa dan derma, serta berdoa bukan hanya bagi diri kami sendiri, tetapi juga bagi semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:43-48

Bacaan I: 1Raj. 21:17-29; Mazmur: 51:3-4. 5-6a. 11. 16; R:lh. 3a; PEKAN BIASA XI (H) St.Metodius; B.Gerardus; Elisa, Nabi;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman:

Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?

Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2022, Bacaan Injil

Mencintai orang yang mencintai kita tidaklah sulit. Namun, tidak demikian dengan mencintai orang yang tidak mencintai kita, apalagi mencintai orang yang menjadi lawan kita.

Tetapi hukum baru yang dicanangkan Yesus Kristus tidak memberikan tempat bagi adanya musuh dan kebencian. Kasih sejati mampu mengatasi segala hambatan dan kesulitan.

Pada dasarnya, kita diharapkan melihat kenyataan ini: Orang yang membenci sebetulnya pantas dikasihani. la akan kehilangan kasih.

Maka, harus dibantu dalam menghayati kasih dengan cara yang baru.

Menjadi seorang Kristiani adalah perjalanan ke batas terjauh ego kita: Kita diminta untuk mengasihi musuh. Tidak mudah.

Tetapi, bukankah Yesus telah menjadi contoh bagi kita? Dalam derita, Yesus masih mampu mengampuni orang-orang yang menghina, menghujat, meludahi, dan menyalibkan-Nya.

Mendiang Santo Yohanes Paulus II juga bisa menjadi contoh unggul bagi kita: Dia mengampuni Mehmet Ali Agca yang menembaknya hingga kritis.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita menyediakan hati kita untuk mengampuni sesama?

.

Ya Tuhan, ajaran dan hukum cinta kasih-Mu sungguh indah, namun tak mudah untuk dilaksanakan. Bantulah dan mampukanlah kami untuk dapat mencinta semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:38-42

Bacaan I: 1 Raj. 21:1-16; Mazmur: 5:2-3.5-6. 7; R:2b; PEKAN BIASA XI Pw St.Antonius dr Padua, ImPujG (P);

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Kamu telah mendengar firman:

Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu:

Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2022, Bacaan Injil

Kasih menjadi landasan hidup bersama. Yesus menegaskan bahwa kasih itu harus juga menyapa lawan dan memperbarui hubungan yang gagal.

Perjuangan mengamalkan kasih butuh pengorbanan. Kasih pada dasarnya adalah aktif memberikan. Tetapi, cara memberikan juga menjadi penting.

Kasih tidak didasarkan pada pembalasan, apalagi pembalasan dalam kekerasan. Kekerasan hanya membuahkan dendam.

Kasih sejati adalah usaha terus-menerus. Tidak ada kata akhir. Setiap hari dan di mana pun kita dipanggil untuk mewujudkan kasih itu.

Salah satu usaha yang mengungkapkan kasih itu adalah membawa damai atau berdamai. Perjuangan bisa bernada keras, tetapi cara berjuang memang tidak harus keras.

Semangat mendasar murid Yesus bukanlah mengusahakan kekerasan, melainkan perdamaian.

Bagaimana semangat damai ini kita wujudkan dalam hidup?

.

Tuhan, jadikanlah kami pembawa damai di mana ada kekerasan, konflik, amarah dan balas dendam. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 16:12-15

Bacaan I: Ams. 8:22-31; Mazmur: 8:4-5.6-7.8-9; R:2a; Bacaan II: Rm. 5:1-5; O PEKAN III HR TRITUNGGAL MAHAKUDUS (P);

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Tetapi apabila la datang, yaitu Roh Kebenaran, la akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

sebab la tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan la akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

la akan memuliakan Aku, sebab la akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: la akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Juni 2022, Bacaan Injil

Di masa sulit dan resesi global seperti sekarang ini, ada banyak dari kita yang kehilangan harapan dan jaminan akan masa depan.

Pengalaman hidup sehari-hari yang penuh persaingan, permusuhan dan konflik membuat manusia sulit mengharapkan sesuatu yang menjamin rasa aman dalam hidupnya.

Secara manusiawi, manusia butuh segala sesuatu yang pasti, yang dapat memberi jaminan akan kelangsungan hidup dan keselamatannya.

Untuk itu, banyak produk yang ditawarkan dunia sebagai sebuah jaminan masa depan seperti asuransi jiwa, jaminan kesehatan, kecelakaan, dan lain-lain. Jaminan seperti itu sangat laku di masyarakat.

Hari ini, Yesus memberikan sebuah jaminan abadi kepada kita, “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: la akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

Apakah kita bisa menerima sabda ini sebagai jaminan sabda yang hidup dari Tuhan, yang hanya ada kata “Ya dan Amin” untuk kita?

Yesus meminta kita untuk menyerahkan diri kita dipimpin oleh Roh Kudus untuk mengalami kebenaran sabda itu sendiri. Bersediakah kita?

Jaminan itu pasti akan menjadi milik kita.

.

Tuhan, jaminan-Mu adalah kekal abadi. Semoga kami tidak berpaling dari-Mu. Tuntunlah kami di jalan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page