Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 10:7-13

Bacaan I: Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mazmur: 98:1. 2-3ab. 3c-4. 5-6; R:2b; PEKAN BIASA X PW St.Barnabas, Rasul (M);

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Juni 2022, Bacaan Injil

Melalui warta Injil hari ini, kita bisa melihat, Yesus meminta kepada para murid-Nya untuk ‘pergi’ dan berbuat baik, tulus, tanpa pamrih dan selalu mengandalkan Dia.

Kita tidak hanya mengandalkan kelebihan ataupun kenyamanan fasilitas kita. Karena kepasrahan pada Tuhan akan meringankan dan membahagiakan kita.

Hari ini Gereja memperingati pesta St.Barnabas, rasul. Nama sebenarnya adalah Yusuf, namun oleh para rasul, ia dipanggil Barnabas yang artinya “anak penghiburan”.

la banyak melakukan pelayanan bersama Paulus yang saat itu lebih dikenal dengan nama Saulus.

Dalam Kisah Para Rasul, kita mengenal Barnabas sebagai seorang rasul yang baik hati, bijaksana, murah hati, dan penuh iman. Dia adalah orang pertama yang berani menanggapi pewartaan para rasul dan menyerahkan seluruh hartanya bagi Gereja.

Barnabaslah yang menolong Paulus, ketika Paulus kurang diterima oleh kalangan murid-murid di Yerusalem. la jugalah yang menjemput Paulus, tatkala Paulus “dipulangkan” oleh murid-murid Tuhan di Tarsus, kampung halamannya.

Karena Barnabas, Paulus diterima dalam jemaat Kristiani khususnya di Antiokhia, dan pada saatnya Paulus akan menjadi rasul besar, yakni rasul dan guru segala bangsa.

Teladan hidup Barnabas menjadi model bagi kita dalam mengikuti jejak Yesus Kristus, sehingga kita semakin dekat dengan Allah dan semakin banyak orang sampai pada pengalaman perjumpaan dengan Allah.

.

Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami untuk selalu giat mewartakan Kabar Gembira kepada semua orang yang kami jumpai dalam hidup sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:27-32

Bacaan I: 1 Raj. 19:9a. 11-16; Mazmur: 27:7-8a. 8b-9abc. 13-14; R;8b; PEKAN BIASA X (H) St.Hendrikus Balzano;

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan istrinya harus memberi surat cerai kepadanya.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan istrnya kecuali karena zina, ia menjadikan istrinya berzina;

dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zina.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Juni 2022, Bacaan Injil

Menjadi seorang Kristiani tidak cukup hanya dengan berperilaku atau berbuat baik. Akan tetapi, kita harus baik mulai dari pikiran dan niat kita.

Motivasi dan intensi dari apa yang kita lakukan mesti sungguh-sungguh murni, sesuai martabat kita sebagai manusia Kristiani.

Maka, tidak cukup orang memperhatikan hukum secara lahiriah, tetapi maksud dan tujuannya juga perlu menjadi nyata dalam pelaksanaannya.

Cukup menarik diperhatikan bahwa orang kerap membela diri atas maksud dan kehendaknya.

Terhadap orang lain, orang kerap kali menilai dari sekadar yang tampak, dan tidak menanyakan maksud dan kehendaknya.

Yesus, dalam Injil hari ini, mengajak kita untuk berpikiran jernih. Dengan berpikiran jernih, kita bisa “melahirkan” tindakan-tindakan yang sesuai martabat kita sebagai makhluk yang secitra dengan Allah.

Mata, telinga, tangan, kaki, pikiran dan seluruh diri kita mesti terarah pada kebaikan, kasih, dan sukacita baik dalam hidup pribadi maupun hidup bersama.

Dengan demikian, kita berpartisipasi atau mengambil bagian dalam misi Yesus menghadirkan sukacita dan harapan bagi dunia.

.

Tuhan, murnikanlah hati dan pikiran kami. Semoga kami mampu menggunakannya sesuai martabat kami sebagai ciptaan yang secitra dengan-Mu. Jauhkan dari kami niat dan pikiran untuk mencelakakan orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:20-26

Bacaan I: 1Raj. 18:41-46; Mazmur: 65:10abod.10e-11.12-13; R:22a; PEKAN BIASA X (H) St.Primus dan St.Felicianus; St.Efrem; Sta.Sesilia; Sta.Maria Taigi, B.Yosef de Anchieta;

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,

supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Juni 2022, Bacaan Injil

Iman Kristiani dilandaskan pada kebenaran hidup di hadirat Allah, dan bukan didasarkan atas kebenaran manusia.

Injil menegaskan bahwa kehidupan yang benar di hadirat Allah jauh lebih penting daripada hidup menurut pedoman manusiawi.

Dengan kata lain, kejujuran dalam hidup beriman menjadi amat menentukan bagi kita. Dengan aneka contoh, penginjil menampilkan pengajaran Yesus tentang hal itu.

Cita-cita hidup Kristen memang tinggi. Kasih Yesus Kristus bahkan tidak membiarkan orang marah terhadap saudaranya.

Kata-kata, tindakan, dan pikiran orang beriman sungguh harus mencerminkan kuat kuasa kasih sehingga seluruh kehidupan dibangun atasnya.

Kita dapat merenungkan bobot ‘sabda bahagia’ yang ditawarkan Yesus ini dari kenyataan hidup yang ada.

Yesus menunjukkan nilai-nilai positif dari kemiskinan, kesedihan, lemah lembut, lapar dan haus, murah hati, suci hati, membawa damai, bahkan orang dianiaya.

Tentu kenyataan hidup itu sendiri menggelisahkan, tetapi bisa menjadi kesempatan dan kemungkinan yang bernilai bagi orang yang mau memanfaatkannya untuk hal yang positif itu.

Beranikah kita, murid Yesus di zaman ini, menghadapi tantangan itu dengan penuh kegembiraan?

.

Ya Yesus, berilah kami kemampuan untuk meraih apa yang kami cita-citakan sebagai orang Kristen berdasarkan semangat sabda bahagia yang Engkau ajarkan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:17-19

Bacaan I: 1Raj. 18:20-39; Mazmur: 16:1-2a.4.5.8.11; R:1; PEKAN BIASA X (H) St.William; B.Maria Drozte, B.Nikolaus Gestu;

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata,

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.

Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga;

tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Juni 2022, Bacaan Injil

Dalam pewartaan tentang Kerajaan Allah, Yesus tidak mau mengubah peraturan yang ada.

Yesus mau mengembalikan hukum dan peraturan itu pada dasar yang benar. Istilah yang digunakan penginjil ialah ‘menggenapi.’

Penggenapan itu terjadi bila orang tidak hanya memperhatikan rumusan hukum dan peraturan itu, tetapi juga memperhatikan spiritnya.

Dan inilah yang pantas diperhitungkan dalam pelaksanaan hukum, sehingga hukum tidak menjadi patokan mati, tetapi sungguh membantu bagi pengembangan hidup.

Bagaimanakah semangat dan sikap kita terhadap peraturan lalu lintas, kesepakatan dalam rumah tangga, dll?

Tertib hukum yang dipaparkan Penginjil Matius ini tentu tidak dimaksudkan agar agar murid berada dalam wilayah yang aman dalam usaha memahami dan mendalami nilai kehidupan.

Cinta Allah tetap lebih besar daripada tertib hukum. Tertib hukum sendiri tetap harus mencerminkan cinta Allah yang benar.

Mari kita sebagai murid-murid Yesus di zaman ini menjalankan hukum Tuhan dan hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bijaksana.

.

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang menghargai hukum dan peraturan dalam hidup. Berilah kami pencerahan dalam setiap melaksanakan hukum dan peraturan agar sesuai semangat cinta kasih-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 5:13-16

Bacaan I: 1Raj. 17:7-16; Mazmur: 4:2-3.4-5.7-8; R:7a; PEKAN BIASA X (H) Sta.Anna dr Bartolomeus;

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: “Kamu adalah garam dunia.

Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

.

renungan harian hari ini

 

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2022, Bacaan Injil

Pengalaman hidup bersama Allah bukan hanya pengalaman untuk diri sendiri, melainkan harus menjadi kesaksian yang berarti bagi kehidupan bersama.

Yesus menegaskan pengalaman demikian dengan gambaran yang juga didapatkan dalam hidup harian.

Murid-murid-Nya harus menjadi garam dan terang dunia.

Garam bisa berperan kendati kehilangan wujudnya sendiri. la memberikan rasa dan mengubah kehidupan secara mendalam.

Terang merupakan pengalaman yang istimewa. Betapa pun kecil terang itu, namun bisa berperan untuk mengusir kegelapan.

Peran seperti itulah yang diharapkan dari para murid Yesus. Pengalaman hidup bersama Allah dalam kasih-Nya harus berperan untuk membangun kehidupan bersama secara mendalam.

Peran itu diharapkan membawa perubahan hidup. Garam memberi cita rasa enak dan terang membuat orang melihat perspektif, dimensi, warna, dan wujud!

Begitulah murid-murid Yesus diharapkan menjadi pelaku perubahan.

.

Ya Tuhan, sadarkan dan doronglah kami untuk menjadi garam dan terang dunia dimana pun kami diutus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 19:25-34

Bacaan I: Kej. 3:9-15, 20 atau Kis. 1:12-14; Mazmur: 87:1-2,3,5,6-7; O PEKAN II PEKAN BIASA X PW SP.MARIA BUNDA GEREJA (P);

Waktu Yesus bergantung di salib, dekat salib itu, berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Kleopas dan Maria Magdalena.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah la kepada ibu-Nya “Ibu, inilah, anakmu!”

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah la-supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci “Aku haus!”

Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah la: “Sudah selesai.” Lalu la menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib-sebab Sabat itu adalah hari yang besar

maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-
sama dengan Yesus;

tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa la telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2022, Bacaan Injil

Saat Yesus di salib, hanya ada beberapa wanita yang berdiri di dekat salib-Nya.

Injil Yohanes mengatakan bahwa Maria, ibu Yesus, juga berdiri dekat salib-Nya bersama Maria Madgalena dan Yohanes, murid yang dikasihi-Nya.

Pada saat itu, Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa, yaitu berkata kepada ibu-Nya, bu, inilah anakmu”. la juga berkata kepada Yohanes, Inilah ibumu.”

Dengan perkataan itu, Yesus mau berkata kepada ibu-Nya: Ibu, engkau sangat berdukacita, tetapi ada seorang yang dapat menghibur engkau, yaitu Yohanes, murid-Ku.

Yesus menghibur dan menguatkan ibu-Nya, begitu juga terhadap Yohanes. Penderitaan Yesus tidak menjadi penghalang bagi-Nya untuk tetap memperhatikan orang lain.

Hari ini, kita memperingati Maria Bunda Gereja. Maria setia mengikuti Yesus sampai di kayu salib.

Iman dan kesetiaannya menjadi teladan bagi kita dalam mengikuti Yesus. la menunjukkan kepada kita rahasia menjadi seorang murid sejati Yesus Kristus, yakni setia dan berpasrah kepada kehendak Allah.

Oleh karena itu, mari kita menjadi murid yang setia, seperti Maria. Kita belajar dan berdoa melalui perantaraan Maria agar kita bertumbuh sebagai murid Kristus dalam peziarahan kita di dunia.

.

Ya Tuhan, kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bunda Maria di dunia sebagai teladan iman Gereja supaya kami dapat dengan sungguh mengikuti Putra-Mu Yesus Kristus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 14:15-16.23b-26

Bacaan I: Kis. 2:1-11; Mazmur: 104:1ab.24ac 29c-30.31.34; R:30; Bacaan II: Rm. 8:8-17; HARI RAYA PENTAKOSTA (P);

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Aku akan minta kepada Bapa, dan la akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya la menyertai kamu selama-lamanya.

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Barang siapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;

dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,

Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Juni 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja merayakan Roh Kudus turun atas para rasul.

Dalam suasana takut, cemas, putus asa, Roh Kudus hadir memberi semangat dan keberanian baru kepada para rasul untuk lebih percaya diri mewartakan Tuhan yang telah bangkit.

Berbicara tentang pencurahan Roh Kudus, ketika kita dibaptis, kepada kita telah dipenuhi oleh Roh Kudus.

Pencurahan Roh Kudus membantu kita dalam bersaksi, dalam perjuangan hidup dan dalam ziarah kita menuju Bapa di surga.

Dengan merayakan Pentakosta, setiap kita yang sudah dibaptis diharapkan menyadari pencurahan Roh Kudus yang telah ada dalam diri kita, dan mulai berani untuk bersaksi tentang Tuhan dan kebaikan-Nya dalam kehidupan kita.

Dalam diri kita yang telah ‘dipersenjatai’ dengan Roh Kudus, mulailah berkata dan bertindak tentang kebaikan, kebenaran, keadilan, Karena Roh kudus senantiasa membantu kita menyatakan semuanya.

Pada akhirnya, untuk meneguhkan kehadiran Roh Kudus dalam diri dan hidup kita, kita diminta dan diarahkan untuk hidup menurut kehendak Roh dan bukan menurut keinginan daging.

.

Ya Tuhan, curahkanlah Roh Kudus-Mu dalam diri kami, sehingga segala sesuatu yang kami ucapkan dan kerjakan sesuai kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 21:20-25

Bacaan I: Kis. 28:16-20.30-31; Mazmur: 11:4.5.7; R: 7b; PEKAN PASKAH VII (P) HARI SABTU IMAM B.Yakobus dr Viterbo; St.Petrus dr Verona;

Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka,

yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati.

Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Juni 2022, Bacaan Injil

Roh Kudus dicurahkan dalam diri para murid agar mereka mampu mewartakan karya keselamatan Allah yang dikerjakan Yesus Kristus melalui wafat dan kebangkitan-Nya.

Dengan daya Roh Kudus, Gereja dipanggil untuk menjadi saksi cinta kasih-Nya di dunia ini.

Roh Kudus akan membimbing para murid kepada seluruh kebenaran, yaitu kebenaran tentang kepenuhan hidup yang telah dianugerahkan Bapa dalam diri Putra-Nya, Yesus Kristus.

Roh Kudus menjadi sumber kesaksian para murid dan sekaligus memberi mereka keberanian untuk bersaksi.

Oleh karena itu, kita hendaknya mengikuti teladan Yesus yang fokus melakukan kehendak Bapa-Nya.

Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dan mewartakan Kerajaan Allah seperti yang dilakukan oleh Paulus, sebagaimana dikisahkan dalam bacaan pertama.

Walaupun masalah dan penderitaan menimpa dia, Paulus tidak pernah mundur menjadi saksi Kristus.

Dengan selalu fokus mencintai Allah dan melakukan kehendak-Nya ia dipimpin dan dibimbing oleh Roh Kudus, kuasa Allah Yang Mahatinggi.

.

Ya Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu senantiasa dalam hidup kami. Semoga dengan kuat kuasa-Mu, kami sanggup menjalankan tugas perutusan-Mu untuk mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 21:15-19

Bacaan I: Kis. 25:13-21; Mazmur: 103:1-2. 11-12.19-20b: R:19a; PEKAN PASKAH VII (P) Pw St.Karolus Lwanga dkk; Sta.Klotilda; St.Kevin;

Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Sesudah mereka sarapan, Yesus berkata kepada Simon Petrus: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”

Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”

Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki,

tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki.”

Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian la berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Juni 2022, Bacaan Injil

Pertanyaan yang sama diajukan sampai tiga kali oleh Tuhan Yesus kepada Petrus bukan sekadar karena Petrus pernah menyangkal-Nya tiga kali, tetapi pertama-tama karena pertanyaan Yesus itu ‘sangat penting’.

Jawaban atas pertanyaan itu merupakan syarat untuk melaksanakan tugas kegembalaan yang diminta oleh Tuhan Yesus dari Petrus, yaitu gembalakanlah domba-domba- Ku.

‘Kasih’ Petrus terhadap Yesus itu merupakan syarat utama untuk menggembalakan domba-domba-Nya.

Kita bisa membayangkan kalau menjadi seorang gembala bagi domba-domba Yesus tanpa ‘mengasihi’ Dia, sangat pasti gembala itu hanya menjadi ‘orang upahan.’

Seorang upahan tidak peduli bila ada serigala, yang memangsa domba-domba tuannya; yang penting mereka dapat upah.

Pertanyaan yang diajukan sampai tiga kali kepada Petrus lebih mempunyai makna bahwa pertanyaan dan penugasan itu hal yang sangat penting.

Jawabannya bukan sekadar pada tataran teoritis, tetapi sungguh diwujudkan dalam ‘kasih’.

Bagaimana dengan kita? Apa jawaban kita terhadap pertanyan Yesus itu?

Jika kita menjawab “Aku mengasihi Engkau’, apakah kita mampu mewujudkannya dalam kehidupan konkret kita?

.

Ya Tuhan Allah, curahkanlah Roh Kudus-Mu sehingga kami dapat menjawab setiap panggilan-Mu dan melaksanakan tugas yang Kau berikan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2022, Bacaan Injil Yohanes 17:20-26

Bacaan I: Kis. 22:30; 23:6-11; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; R:1; PEKAN PASKAH VII (P) St.Erasmus; St.Marselinus dan Petrus; St.Nicephorus dr Konstantinopel; St.Feliks dr Nikosia;

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya,

“Bapa bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Juni 2022, Bacaan Injil

Yesus menginginkan kita bersatu dalam kasih-Nya, sama seperti Dia dan Bapa-Nya.

Persatuan inilah yang dicita-citakan Allah ketika menciptakan manusia, seperti di-katakan-Nya,

“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej. 1:26).

Sehingga, ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah dengan segala cara berusaha untuk mengembalikan harkat manusia dengan imamat rajawi Kristus yang mengurbankan diri-Nya sendiri, mengalirkan darah-Nya, dan menderita di kayu salib.

Dalam warta Injil hari ini, Yesus sungguh-sungguh menginginkan persatuan kasih dengan Bapa dan kasih Bapa di dalam diri para murid.

Doa Yesus menjamin bahwa dalam keadaan apa saja (sukses atau gagal), orang tetap beriman dan mempunyai kekuatan.

Doa Yesus memampukan kita untuk bangkit dan tetap tabah di kala “jatuh”, kesepian, ditolak, atau dianiaya.

Pada saat sukses, bahagia, doa Yesus membuat kita tidak lupa daratan, tidak lupa akan orang-orang di sekitar yang sedang menderita.

Yang jelas, doa Yesus membuat kita untuk tetap waspada dan rendah hati. Allah sangat mencintai kita tanpa syarat dan menghendaki kita bahagia dalam persatuan dengan-Nya.

.

Ya Tuhan, sadarkanlah kami untuk selalu mengikuti jalan-Mu. Kuatkanlah kami untuk selalu hidup baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page