Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 9:9-13

Bacaan I: Am. 8:4-6.9-12; Mazmur: 119:2.10.20.30.40; R:Mat. 4:4; PEKAN BIASA XIII (H) Harun, Imam Agung: St.Oliver Plunkett; St.Teodorikus;

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu la berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.”

Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juli 2022, Bacaan Injil

Pujian syahdu nan agung yang tak dibarengi sikap berkeadilan dan belas kasih adalah ibadah kosong.

Nabi Amos dalam bacaan pertama mengecam keras praktik pengisapan terhadap orang kecil dan miskin lewat berbagai bentuk kecurangan dan manipulasi.

Orang kecil dan miskin seolah tidak punya martabat. Bagi mereka yang lebih kaya dan berkuasa, orang kecil dan miskin tak ubahnya seperti komoditas atau alat saja yang bisa dinilai dengan uang dan diperjualbelikan.

Karena kurangnya pengetahuan dan sumber daya, orang kecil dan miskin memang sering hanya diam saja ketika hak-hak mereka dirampas.

Amos menegaskan bahwa Allah akan menuntut keadilan terhadap mereka yang walau tampak saleh, agamis, dan rajin beribadah, namun dalam kenyataan gemar mencurangi serta menindas orang kecil dan miskin.

Seperti Matius, si pemungut cukai yang kaya dan berkuasa, kita pun diundang untuk bertobat dan mengikuti Yesus.

Jika selama ini kita tak memedulikan orang lemah dan miskin, kini saatnya untuk berubah. Yesus datang bukan untuk orang yang kuat dan sehat, tetapi untuk orang yang lemah dan sakit.

Tegas Yesus, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” (ay.13).

Artinya, ibadah dan persembahan indah kita di atas altar tidak akan berkenan kepada Allah bila tidak disertai dengan sikap belas kasih dan kepedulian terhadap yang lemah, sakit, dan miskin.

Iman tanpa perbuatan itu mati. Semakin kita banyak terlibat, semakin kita dapat mengikuti Yesus lebih dekat.

Iman itu berdampak sosial dan ekologis, menyatu dalam tindakan mengasihi sesama dan melindungi sesama ciptaan Tuhan, termasuk menjaga keutuhan lingkungan hidup kita.

.

Tuhan, semoga kami berani bertobat dengan semakin terlibat memperhatikan yang lemah dan miskin serta merawat lingkungan hidup kami dengan penuh cinta. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 9:1-8

Bacaan I: Am. 7:10-17; Mazmur: 19:8. 9. 10. 11; R:10; Bacaan II: 2Tim. 4:6-8. 17-18; PEKAN BIASA XIII (H) St.Bertrandus; St.Theobaldus; Sta.Giacinta Marescoti;

Pada suatu hari, Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah la ke kota-Nya sendiri.

Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “la menghujat Allah.”

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa-lalu berkatalah la kepada orang lumpuh itu “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Juni 2022, Bacaan Injil

Penyembuhan orang lumpuh oleh Yesus menunjukkan kuat kuasa Yesus terhadap kelumpuhan. Kelumpuhan bisa terjadi karena penyakit tubuh, tetapi lebih mengerikan lagi kalau yang lumpuh itu adalah semangat dan jiwanya.

Yesus memanfaatkan kesempatan penyembuhan ini untuk menegaskan hal yang lebih mendasar, yakni karunia pengampunan yang membuat orang berdosa menjadi ciptaan baru.

Kelumpuhan dapat menjadi tanda orang yang dikuasai dosa. Dan, pengampunan Yesus tampak dalam pembebasan orang dari kuasa itu.

Maka, dosa diampuni dan orang menjadi ciptaan baru yang bisa berkembang dalam kemerdekaan dan rahmat Allah. Kuasa itulah yang diwariskan Yesus kepada Gereja.

Gereja terus mempraktikkannya dalam kehidupan bersama. Pengampunan itu sungguh berasal dari Allah.

Karena berasal dari Allah, maka pengampunan itu sungguh-sungguh membebaskan kita dari kelumpuhan karena dosa.

Apakah kita mau menerima tawaran pengampunan dari Allah? Apakah kita bersedia membawa semakin banyak orang kepada Allah untuk mendapat rahmat pengampunan itu?

Apakah kita mau menjadi saluran rahmat pengampunan bagi sesama?

.

Ya Tuhan, Engkau mengampuni dosa-dosa kami. Semoga kami pun mampu mengampuni yang bersalah kepada kami. Jangan biarkan kami larut dalam kubang dosa dan dendam. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 16:13-19

Bacaan I: Kis. 12:1-11; Mazmur: 34:2-3. 4-5. 6-7. 8-9; R:5; Bacaan II: 2Tim. 4:6-8. 17-18; PEKAN BIASA XIII HR ST.PETRUS dan ST.PAULUS, RASUL (M);

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

Dan Aku pun berkata kepadamu Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Juni 2022, Bacaan Injil

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Tugas kepemimpinan St. Petrus dilanjutkan oleh Paus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Pada Hari Raya St.Petrus dan St.Paulus hari ini, Gereja hendak mempertegas pengakuan iman yang sama dengan Petrus.

Yesus menjamin bahwa kuasa kegelapan tidak dapat menang dan menaklukkan Gereja-Nya.

Demikian halnya dengan Paulus, dengan pengakuannya terhadap Yesus sebagai Tuhan ketika dia memperoleh pengalaman “ditegur” Yesus dalam perjalanan ke Damsyik,

dia menjadi dasar yang kokoh melengkapi pengakuan Petrus terhadap Yesus, Sang Mesias, Anak Allah yang hidup.

Mari kita meneladan semangat dan keteguhan iman dua tokoh besar ini.

.

Ya Tuhan, kami bersyukur atas kesaksian iman hamba-Mu, Petrus dan Paulus. Semoga teladan iman mereka sungguh dapat menguatkan dan meneguhkan iman kami akan Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 8:23-27

Bacaan I: Am. 3:1-8; 4:11-12; Mazmur: 5:5-6. 7. 8; R:9a; PEKAN BIASA XIII Pw St.Ireneus dr Lyon Usk Mrt. (M);

Pada suatu hari, Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.

Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”

Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2022, Bacaan Injil

Pengalaman para murid bersama Yesus menempuh badai yang menghadang dalam perjalanan mereka merupakan sebuah pengalaman yang mengagumkan.

Yesus bisa tenang menghadapi badai yang mengamuk. Ia tidur dengan tenteram. Sedang para murid ketakutan karena ancaman ombak dan angin.

Yesus sendiri kemudian dibangunkan oleh para murid. la mengingatkan para murid-Nya itu bahwa betapa kecil iman mereka.

Orang yang beriman bisa menghadapi tantangan badai apa pun dalam kehidupan ini dengan tenang.

Penginjil menunjukkan jati diri Yesus yang sebenarnya: la menguasai kekuatan memiliki Roh Allah yang menciptakan kedamaian. Apakah kita orang beriman sanggup berbuat demikian?

Mukjizat yang dikerjakan Yesus menunjukkan bahwa Yesus yang berwibawa dan berkuasa itu pantas menjadi tumpuan kepercayaan kita. Bersama Dia, orang akan menemukan arah kehidupan yang benar. Mari kita menaruh kepercayaan pada-Nya.

.

Ya Tuhan, badai kehidupan selalu kami hadapi dan kadang kala kami menyerah kalah. Maka, kuatkan dan mampukanlah kami dalam menghadapi badai kehidupan ini, sehingga kami tetap percaya dan senantiasa mengandalkan kuasa-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 8:18-22

Bacaan I: Am. 2:6-10, 13-16; Mazmur: 50:16bc-17. 18-19. 20-21, 22-23; R:22; PEKAN BIASA XIII (H) Sta.Emma, St.Cyrilus dari Alexandria;

Pada suatu hari, banyak orang mengerumuni Yesus. Melihat hal itu, la menyuruh bertolak ke seberang.

Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Juni 2022, Bacaan Injil

Yesus meminta kepada setiap orang yang ingin mengikuti jalan hidup dan cara perjuangan-Nya agar mereka memiliki kesediaan penuh.

Kesediaan yang dasariah itu diperlukan untuk membangun kehidupan.

Pertemuan Yesus dengan ahli Taurat yang penuh semangat itu menegaskan sikap sedia dan rela yang dasariah itu.

Orang ditantang hidup bermodal dengkul (lutut) saja untuk berani mengikuti Yesus ke mana pun la pergi.

Ia sendiri ‘kandang langit kemul mega‘ (rumahnya di bawah langit dan selimutnya awan). la tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan.

Kepada orang yang masih ragu-ragu, Yesus menyampaikan sabda kenabian yang tegas. Orang dihadapkan pada pilihan yang jelas: Yesus atau yang lain.

Bila prioritas pilihan dalam kehidupan ini tidak jelas, akan sulitlah menata kehidupan dengan cermat. Yesus menyadarkan para murid akan hal ini.

Apakah kesadaran demikian juga kita kembangkan dalam hidup kita sendiri?

.

Ya Tuhan, hidup lepas bebas tak mudah kami jalani. Namun, karena teladan-Mu sendiri, kami pun berusaha hidup lepas bebas dan mengikuti kehendak Bapa di surga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Juni 2022, Bacaan Injil Lukas 9:51-62

Bacaan I: 1Raj. 19:16b. 19-21; Mazmur: 16:1-2a. 5. 7-8. 9-10. 11; R:5a; Bacaan II: Gal. 5:1. 13-18; O PEKAN I PEKAN BIASA XIII (H);

Ketika hampir tiba waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan la mengirim beberapa utusan mendahului Dia.

Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Akan tetapi la berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

Tetapi Yesus berkata; “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Juni 2022, Bacaan Injil

Warta Injil hari ini menceritakan seseorang yang mau mengikuti Kristus dengan satu kondisi yaitu bahwa ia diperbolehkan untuk berpamitan dengan keluarganya.

Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”

Dari ungkapan tersebut tampak bahwa ia belum memutuskan untuk mengikut Yesus.

Menanggapi keraguan orang itu, dengan tegas Yesus mengatakan “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Menjadi pengikut Yesus adalah komitmen dan prioritas. Artinya, untuk mengikut Tuhan Yesus, kita pun harus menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam hidup ini.

Mengikut Tuhan Yesus berarti kesediaan memberi hidup, waktu, tenaga, juga pikiran untuk tugas panggilan-Nya.

Jangan membiarkan apa pun juga menggoyahkan komitmen kita untuk mengikuti Kristus. Tuhan memberikan peringatan yang keras dan tegas bagi kita untuk tidak kembali lagi dan tidak menoleh ke belakang lagi.

Yesus mengajarkan agar kita memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Allah, tanpa keraguan dan tanpa alasan cadangan.

Kesetiaan kita kepada Tuhan dan kepada misi yang Tuhan percayakan kepada kita harus memampukan kita untuk menghadapi rintangan apa pun.

.

Ya Tuhan, arahkanlah pandangan kami pada jalan-Mu. Semoga kami tidak terlena oleh hal-hal duniawi, yang membuat kami jauh dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Juni 2022, Bacaan Injil Lukas 2:41-51

Bacaan I: Rat. Yes. 61:9-11; Mazmur: 1Sam. 2:1, 4-5, 6-7, 8abcd, R:1a; PEKAN BIASA XII Pw Hati Tak Bernoda SP Maria (P);

Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah, orang tua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.

Karena mereka menyangka bahwa la ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah;

la sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu la pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan la tetap hidup dalam asuhan mereka.

Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Juni 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, kita menemukan gambaran tanggung jawab sebagai orang tua dalam diri Maria dan Yosep.

Mereka menyatukan Yesus, Sang Putra Allah dan sekaligus manusia, dengan tradisi masyarakat. Setiap tahun mereka pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.

Tanggung jawab sebagai orang tua juga tampak ketika Yesus tidak ada di antara mereka, lalu mereka mencari-Nya sampai ketemu.

Mereka akhirnya menemukan Dia di Bait Allah, “sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.”

Maria dan Yosep memberikan kita teladan menjadi orang tua yang baik di zaman ini.

Mereka mengajarkan agar sebagai orang tua yang baik atau sekurang-kurangnya sebagai manusia, kita mesti memberikan anak-anak kita sesuatu yang baik, tak membiarkan mereka mencarinya sendiri-sendiri.

Selain itu, Maria dan Yosep mengajarkan kita untuk terus mencari Tuhan. Mereka tidak mau lepas dari Tuhan, karena hanya Tuhanlah sumber kegembiraan mereka sebagai sepasang suami istri.

Apakah kita telah berusaha menjadi orang tua yang baik? Apakah kita terus mencari Tuhan dalam hidup kita?

.

Ya Tuhan dan Allah kami. Kepada-Mu, kami panjatkan syukur dan pujian. Semoga kami tak putus asa untuk mencari Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2022, Bacaan Injil Lukas 15:3-7

Bacaan I: Yeh 34:11-16; Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6; R:1; Bacaan II: Rm 5:5b-11; PEKAN BIASA XII HR HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P);

Sekali peristiwa, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya:

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka:

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikianlah juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan yang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Juni 2022, Bacaan Injil

Manusia dianugerahi kebebasan. Kebebasan ini memampukan manusia untuk memilih dan memaknai hidup secara positif atau negatif.

Kebebasan yang digunakan secara positif membawa orang kepada kebahagiaan. Namun, bila diisi secara negatif dapat mendatangkan kehancuran.

Setiap kita dapat menjawab tawaran keselamatan dari Allah dengan sikap “Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu” (bdk. Ibr. 10:9).

Hal itu diwujudkan atau dinyatakan dalam sikap pertobatan dan percaya pada Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita. Dua sikap itu saling melengkapi untuk meraih kekudusan atau kesucian hidup.

Maka, sangat jelaslah bagi kita bahwa pertama-tama harus membangun sikap tobat, mau menjadi hamba Tuhan dan mau melakukan kehendak Tuhan untuk mencapai kebahagiaan hidup bersatu dan bersama dengan Tuhan.

Dengan demikian, kita dapat berseru “Datanglah kerajaan-Mu dan rajailah hati kami dengan hati kudus-Mu, ya Tuhan Yesus Kristus.”- kemudian senantiasa memohon, ‘Jadikanlah hati kami seperti hati-Mu’.

.

Ya Tuhan Yesus, kami sering kali menutup diri terhadap cinta-Mu. Anugerahkanlah pertobatan dalam diri kami agar mampu mencintai Engkau dan sesama serta menjadikan kasih hati kudus-Mu selalu meraja di hati kami. Jadikanlah kami nabi-nabi cinta kasih dan pelayan perdamaian di zaman modern ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2022, Bacaan Injil Lukas 1:57-66, 80

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 139:1-3, 13:14ab, 14c-15, R:13b; Bacaan II: Kis. 13:22-26; PEKAN BIASA XII HR KELAHIRAN ST.YOHANES PEMBAPTIS (P);

Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian. “

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya.

Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juni 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja sejagat merayakan Hari Kelahiran Yohanes Pembaptis. Kelahiran sosok yang bakal membuka jalan pertobatan untuk menyambut Kristus itu amat istimewa.

Elisabet, ibunya, mengandungnya ketika sudah berusia tua. Selain itu, ketika Maria mengunjungi rumahnya, Yohanes yang masih dalam kandungan melonjak kegirangan.

Tidak berhenti di situ. Ketika ia telah dinamai dengan nama Yohanes menurut penuturan ibunya, “seketika itu juga terbukalah mulut dan terlepaslah lidah Zakaria, ayahnya, lalu berkata-kata dan memuji Allah.”

Dalam peristiwa kelahiran Yohanes, kita melihat pekerjaan besar Allah sungguh nyata. Allah menunjukkan kepada dunia pekerjaan-pekerjaan yang ajaib, yang melampaui nalar manusia.

la memakai Yohanes untuk menyiapkan jalan keselamatan yang selalu Allah tawarkan. Dari pihak Yohanes, kita belajar bersukacita menyambut Tuhan yang datang dan hadir menyertai kita.

Ketika dalam kandungan ibunya, ia melonjak kegirangan. Tentu bukan karena sosok Maria saja, melainkan sosok dalam kandungannya, yakni Yesus Kristus.

Mari kita bersukacita kendati ada penderitaan dan kesusahan, karena Tuhan selalu datang mengunjungi dan menyertai kita.

.

Ya Tuhan, tumbuhkanlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Semoga kami selalu bersukacita dalam iman akan Engkau, Allah yang hidup dan setia. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2022, Bacaan Injil Matius 7:15-20

Bacaan I: 2Raj. 22:8-13, 23:1-3; Mazmur: 119:33. 34. 35. 37. 40; R:33a; PEKAN BIASA XII (H) St.Paulinus dr Nola; St.Thomas Moore; Sta.Yulia Billiart; St.Albanus; St.Yohanes Fischer;

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi, dari buahnyalah
kamu akan mengenal mereka.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2022, Bacaan Injil

Seseorang dinilai baik bukan dari kata-katanya yang terangkai indah dan memanjakan telinga, melainkan dari perbuatan-perbuatannya.

Apakah yang ia lakukan sungguh-sungguh dengan niat yang tulus, tidak untuk sekadar mendapat pujian dan apalagi menyesatkan dan merugikan orang lain,

tetapi melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan baik bagi dirinya sendiri maupun terutama bagi orang-orang di sekitarnya.

Yesus, dalam Injil hari ini, mengingatkan kita akan bahaya nabi palsu.

Nabi-nabi palsu itu kata Yesus, menyamar menjadi domba, tetapi sebenarnya mereka itu serigala buas. Berbeda dengan nabi sejati, nabi palsu tidak mengungkapkan rencana dan kehendak Allah.

Mereka menubuatkan apa yang menjadi keinginan manusiawi, sehingga apa yang dinubuatkan itu tidak mendapat jaminan kepastian.

Dalam hidup, kita barangkali sering berlaku seperti nabi-nabi palsu dalam bentuk contoh hidup yang tidak baik bagi anak-anak kita di rumah, bagi bawahan kita di tempat kerja, bagi anak-anak didik kita di sekolah, dll.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi seorang nabi bagi sesama kita dalam bentuk laku baik kita sehari-hari dimana pun kita berada.

.

Ya Tuhan, kami telah dipersatukan dengan Putra-Mu, Yesus Kristus dalam pembaptisan. Kami pun bertumbuh dan berkembang dalam iman akan Dia. Suburkanlah iman kami, sehingga dapat menghasilkan buah-buah kasih dalam hidup. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page