Renungan Harian Hari Ini 31 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Juli 2022, Bacaan Injil Lukas 12:13-21

Bacaan I: Pkh. 1:2; 2:21-23; Mazmur: 90:3-4.5-6.12-13.14.17: R:1; Bacaan II; Kol. 3:1-5.9-11; PEKAN BIASA XVIII (H) – O Pekan II St.Ignatius Loyola; St.Yohanes Collumbini, St.Germanus;

Ketika Yesus mengajar orang banyak, salah seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

Tetapi Yesus berkata kepadanya: Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu.

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Kemudian la mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.

Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat, aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah, dan bersenang-senanglah!

Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Juli 2022, Bacaan Injil

Tidak ada salahnya menjadi orang kaya. Kekayaan dapat dihayati sebagai berkat dan nikmat dari Allah yang layak disyukuri.

Persoalannya ialah bahwa kerap kali kekayaan yang melimpah itu meninabobokan kita. Soal lainnya, kekayaan sering kali dijadikan ukuran kesuksesan seseorang dan alat penindasan dan penentu pola relasi.

Seperti kata pepatah: “Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang.”

Terbuai oleh harta yang berlimpah, kita bisa terjebak pada sikap terlalu percaya diri dan hanya mengandalkan harta kita untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup, seolah-olah segala sesuatu dapat diselesaikan dengan uang.

Kita lupa bahwa harta tidak dapat memuaskan kerinduan terdalam jiwa manusia. Harta memberi kita makan, tetapi tidak memberi kita makna hidup.

Kaya akan harta duniawi tidak cukup untuk kedamaian jiwa kita. Kita perlu “kaya di hadapan Allah” (ay. 21). Apa artinya? Kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu adalah kesia-siaan belaka (Pkh. 1:2), kecuali hikmat, yakni pengenalan akan Allah.

Menurut St.Paulus, segala sesuatu adalah sampah bila dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus (Flp. 3:8). Bagi Paulus,  “Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu” (Kol. 3:11).

Pengenalan akan Kristus adalah harta paling berharga yang tidak hanya memberi makna hidup, tetapi juga mendatangkan keselamatan.

Karena itu, Paulus menasihati, “Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada” (Kol. 3:1)

Harta kekayaan yang kita miliki adalah pemberian Tuhan dan dengan apa yang kita miliki itu kita bisa menghadirkan kasih dan kemurahan Allah.

.

Ya Bapa, semoga Kristus menjadi satu-satunya harta yang berharga bagi kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 14:1-12

Bacaan I: Yer. 26:11-16.24; Mazmur: 69:15-16.30-31.33-34; R:14; PEKAN BIASA XVII (H) St.Petrus Krisologus; St.Yustinus de Yakobis; St.Abdon dan Senen; Sta.Yulita dr Kaesarea;

Sekali peristiwa sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya:

“Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”

Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Juli 2022, Bacaan Injil

Bagi para penjilat, penipu, koruptor, atau orang yang suka selingkuh, kebenaran adalah momok menyeramkan.

Kebenaran bisa menelanjangi kebejatan mereka sehingga mereka mendapat malu atau bahkan harus memberikan pertanggungjawaban hukum. Tak heran jika tidak semua orang suka dan menghendaki kebenaran.

Di sisi lain, mengungkapkan kebenaran merupakan tindakan penuh risiko dan membutuhkan keberanian luar biasa, sebab akan menghadapi perlawanan dari mereka yang menginginkan perilaku jahatnya tertutup rapat-rapat.

Dalam bacaan pertama, Yeremia memilih risiko tersebut. la tidak takut karena jalan hidupnya lurus dan benar. la merdeka, karena tak punya kebusukan apa pun yang perlu disembunyikan.

Terlebih, ia hanya menjalankan misi Allah: “Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu” (ay.15).

Serupa dengan Yeremia, Yohanes Pembaptis adalah orang merdeka karena jalan hidupnya lurus. Karena itu, ia tidak punya beban ketika harus mengungkapkan kebenaran mengenai kebejatan Raja Herodes dan Herodias.

Tentu saja mereka berdua tidak ingin mendengar kebenaran yang disampaikan Yohanes, sebab kebenaran itu tidak hanya menelanjangi kebejatan mereka tetapi juga mengancam reputasi mereka sebagai tokoh publik.

Maka, mereka pun berusaha membunuhnya. Bagi orang baik, kebenaran itu memang memerdekakan, tetapi bagi orang jahat kebenaran itu menakutkan.

Kebenaran perlu diungkapkan demi kebaikan banyak orang walau penuh risiko agar kejahatan tidak terjadi berulang-ulang hingga berevolusi menjadi kebenaran.

.

Tuhan, bantulah kami menjadi orang yang berani menyuarakan kebenaran. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Juli 2022, Bacaan Injil Yohanes 11:19-27 (atau Luk. 10:38-42)

Bacaan I: Yoh. 4:7-16; Mazmur: 34:2-3, 4-5, 6-7, 8-9, 10-11, R: 9a; HUT. Kongregasi Suster-Suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) PEKAN BIASA XVII Pw Sta.Marta, Maria, dan Lazarus (P);

Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”

Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Juli 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita memperingati tiga sahabat Tuhan Yesus. Mereka adalah Marta, Maria, dan Lazarus. Di tengah kabut duka karena kematian Lazarus, Yesus datang menemui Maria dan Marta.

Dalam perjumpaan itu terjadi dialog iman; sebuah dialog yang membebaskan Maria dan Marta dari rasa kehilangan, karena Tuhan menyatakan diri-Nya kepada mereka:

“Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.”

Hal yang mengagumkan adalah tanggapan mereka terutama melalui mulut Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Mereka tidak menolak pernyataan diri Tuhan itu, tetapi mereka mengimaninya. Mereka percaya bahwa Yesus adalah “kebangkitan dan hidup”.

Karena itu, mereka mengalami penghiburan di tengah situasi duka dan mereka “hidup kembali” setelah mati karena kehilangan Lazarus.

Bagaimana dengan kita? Apakah sungguh-sungguh mengimani bahwa Yesus adalah “kebangkitan dan hidup? Mari kita belajar dari teladan hidup tiga sahabat Tuhan itu: Marta, Maria, dan Lazarus.

.

Ya Bapa yang hidup. Kami menyembah dan memuliakan Dikau. Semoga kami mampu meneladan Maria, Marta, dan Lazarus yang sungguh mengimani Engkau sebagai kebangkitan dan hidup. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 13:47-53

Bacaan I: Yer. 18:1-6; Mazmur: 146:2-6; R:5a; PEKAN BIASA XVII (H) St.Nasarius dan Selsus; St.Viktor dan Innosensius;

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak: “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, la pun pergi dari situ.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Juli 2022, Bacaan Injil

Seperti petani yang menginginkan agar di ladangnya hanya tumbuh gandum dan tiada ilalang demikian pula Allah menginginkan agar di bumi ini hanya ada orang baik dan tiada orang jahat.

Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Masih ada orang jahat, kendati Allah menghendaki semua orang baik yang akhirnya boleh mengenyam keselamatan.

Perumpamaan tentang pukat hari ini menegaskan hal ini. Di akhir zaman, Allah akan menegakkan keadilan, seperti tukang pukat sesudah menjala memisahkan ikan baik untuk disimpan dan ikan yang tidak baik untuk dibuang ke laut.

Tentu perumpamaan yang disampaikan Yesus ini bersifat pedagogis, artinya untuk memperingatkan para murid agar tidak menjalani hidup secara sembrono, sebab Allah yang Mahabaik itu juga adalah Allah yang Mahaadil.

Demi tujuan pedagogis itu, Yesus bertanya pada para murid: Mengertikah kamu semuanya itu?” (ay.51).

Dimensi pedagogis ini juga tampak dalam bacaan pertama, di mana Allah meminta Yeremia untuk mengamati tukang periuk. Allah ingin Yeremia berefleksi dan belajar dari pekerjaan membuat periuk.

Seperti tukang periuk menginjak dan menempa tanah liat sebelum akhirnya membentuk tanah itu menjadi periuk yang indah dan berguna,

Allah juga menempa bangsa Israel lewat pelbagai ujian yang menyesakkan agar Israel tumbuh dewasa dalam iman mereka.

Kesulitan dalam hidup bukanlah hukuman Allah, melainkan didikan Allah agar kita makin dewasa dalam iman. Peluang untuk menjadi orang baik dan orang jahat di dunia ini hampir sama besarnya.

Kita semua bagai bibit ikan yang ditaruh Allah di dalam lautan lepas. Kita bebas berkreasi di sana, menjadi diri kita yang terbaik.

Sadar bahwa Allah sendirilah yang menaruh kita di antara karang dan di tengah gelombang dan taufan, itulah yang menguatkan kita dan membuat tetap bertahan di tengah ujian dan cobaan hidup.

Pada saatnya, Allah akan memanen. Semoga kelak kita menjadi salah satu di antara sekumpulan ikan yang baik.

.

Ya Bapa, hidup kami tidak selalu berjalan mulus. Semoga kami senantiasa mengarahkan pandangan kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 13:44-46

Bacaan I: Yer. 15:10.16-21; Mazmur: 59:2-3.4-5a.10-11.17.18; R:17d; PEKAN BIASA XVII (H) B.Maria Magdalena Martinengo; B.Titus Brandsma, St.Pantaleon; St.Aurelius dan Sta.Natalia;

Sekali peristiwa, Yesus mengajar orang banyak,

“Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi.

Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Juli 2022, Bacaan Injil

Demi negara yang dicintanya, seorang pahlawan rela mengorbankan hidupnya di medan perang. Agar anak yang disayanginya dapat terus bersekolah, orang tua rela bekerja keras siang dan malam.

Supaya dapat membeli handphone berkualitas yang diimpikannya, seorang remaja rela menabung dan mengumpulkan uang sakunya. Untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, seorang anak rela bersekolah jauh dari keluarga dan hidup mandiri.

Demi mendapatkan sesuatu yang kita anggap berharga atau bernilai tinggi, kita rela mengorbankan hal-hal lainnya. Karena manusia itu sangat berharga di mata Tuhan, Allah Bapa pun rela mengutus Putra Tunggal-Nya menjadi manusia.

Karena keselamatan manusia itu sangat berharga, Yesus rela taat dan mati di salib. Nah, hari ini Yesus menegaskan bahwa kalau Kerajaan Allah itu kita anggap amat bernilai,

maka mestinya juga rela mengorbankan apa pun asal kita dapat memperoleh atau mengenyam Kerajaan Allah itu.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia mendapati sabda Allah sebagai harta yang berharga: “Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku” (ay.16).

Karena itu, Yeremia selalu menyediakan waktu untuk mendengarkan dan merenungkan sabda Allah. Di sisi lain, bagi Allah, Yeremia merupakan seorang hamba Tuhan yang setia dan sangat berharga.

Karena itu, Allah berjanji pada Yeremia: “Aku akan menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau” (ay. 20).

Kita semua telah ditebus dengan darah Kristus, karena kita semua berharga di mata Allah. Pertanyaannya: Apakah kita mendapati Kristus dan sabda-Nya lebih berharga dari hal-hal lain?

Jika ya, berani dan relakah kita menyediakan waktu khusus untuk berjumpa dengan Yesus dan mendengarkan sabda-Nya?

Jika kita menghadiri Misa masih dengan terpaksa atau merasa berat sekali meluangkan waktu untuk berdoa bersama, boleh jadi Kristus belum menjadi mutiara berharga bagi kita.

.

Yesus, mutiara hati kami, semoga kami rela mengorbankan segalanya demi Engkau. Karena Engkau selalu mencintai kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 13:16-17

Bacaan I: Sir. 44:1.10-15; Mazmur: 132:11.13-14.17 R: Luk. 1:3; PEKAN BIASA XVII St.Yoakim dan Sta.Anna, orang tua SP Maria (P);

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya:

“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan benar ingin melihat apa yang kamu lihat,

tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Juli 2022, Bacaan Injil

Yesus lahir dalam sebuah keluarga. Yusuf lahir dalam sebuah keluarga. Demikian pula Maria, ia lahir dalam sebuah keluarga. Yoakim dan Anna yang kita rayakan hari ini merupakan orang tua St.Perawan Maria.

Dari silsilah ini, kita menemukan bahwa keluarga merupakan sendi penting kehidupan Gereja. Sebab, dalam keluarga tradisi iman dan religiositas diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Perkawinan dan keluarga merupakan suatu panggilan mulia dan wahana pengudusan diri yang dikukuhkan oleh Gereja sebagai sakramen.

Di dalam Kitab Suci, kita sering menemukan relasi Allah dengan umat-Nya diibaratkan sebagai relasi antara seorang suami dan seorang istri. Hubungan kasih suami istri yang tulus dan ditandai kesetiaan mengejawantahkan kasih ilahi pada manusia.

Menjaga keutuhan keluarga di zaman revolusi informasi ini bukanlah perkara mudah. Media sosial seperti Facebook dan Instagram memungkinkan kita bertemu kembali dengan kawan-kawan lama,

dan kadang ini menawarkan godaan yang dapat menggoyahkan keutuhan perkawinan yang telah sekian lama dibangun.

Tentu tiap keluarga memiliki kompleksitas problem yang berbeda-beda, dari problem finansial sampai problem relasional. Dalam seruan apostolik Amoris Laetitia (Sukacita Kasih), Paus Fransiskus mengingatkan:

“Tak ada keluarga yang jatuh dari langit dan kondisinya sempurna. Sebaliknya, semua keluarga membutuhkan waktu untuk terus-menerus tumbuh dan menjadi dewasa dalam kemampuan mereka mencintai satu sama lain” (S525).

Membangun keluarga yang utuh dan penuh kasih adalah sebuah pergulatan terus-menerus, dan justru karena itulah membangun keluarga dapat menjadi sarana pengudusan diri.

Paus berpesan, “Jika kita terus belajar mengatakan ‘Sorry saya salah’ dan meminta maaf, kiranya perkawinan dapat bertahan”.

Injil hari ini menekankan aspek berbahagia karena kita bisa melihat dan mendengar Allah yang hadir di dalam hidup kita secara pribadi dan di dalam relasi kita di dalam keluarga.

Di dalam segala sesuatu yang kita alami, baik suka dan duka, hendaklah mata dan telinga kita tertuju pada Allah. Jika demikian, kita akan menjadi orang yang berbahagia.

Keluarga beriman adalah keluarga yang berbahagia karena menempatkan kasih Allah sebagai dasar hidup berkeluarga.

.

Santa Anna dan Santo Yoakim, doakanlah dan jagalah keutuhan keluarga kami. Doakanlah pula keluarga Kristiani yang saat ini sedang mengalami ujian keutuhan keluarga agar mereka kembali mengingat kasih Allah yang mempersatukan mereka, kasih yang memaafkan, kasih yang mempersatukan bukan memisahkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 20:20-28

Bacaan I: 2Kor. 4:7-15; Mazmur: 126:1-2ab.2c-3.4-5.6; R: 5; PEKAN BIASA XVII Pesta St. Yakobus, Rasul (M);

Sekali peristiwa, menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

Kata Yesus: Apa yang kau kehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya “Kami dapat.”

Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Juli 2022, Bacaan Injil

Dalam birokrasi pemerintahan atau struktur kepemimpinan perusahaan, semakin tinggi posisi seseorang, maka semakin besar gaji yang akan diterimanya dan semakin banyak pula fasilitas atau kemudahan yang akan disediakan baginya.

Akan tetapi, logika seperti ini tidak terjadi dalam struktur organisasi dan kepemimpinan Gereja. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar salib yang harus ia panggul sebab ia harus lebih banyak berkorban demi melayani umat.

Hal ini secara simbolis diungkapkan oleh Paus Fransiskus dengan mencium kaki para tahanan atau para pengungsi pada perayaan Kamis Putih.

Paus sebagai pimpinan tertinggi Gereja adalah hamba para hamba Tuhan (servus servorum Dei). Semakin tinggi, maka harus semakin merunduk.

‘Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat’ (2Kor. 4:7). Pernyataan Paulus ini mengungkapkan realitas kerapuhan manusiawi dari mereka yang dipanggil untuk melayani Tuhan.

St.Yakobus Rasul yang kita rayakan hari ini, bersama Yohannes saudaranya, telah mengikuti Yesus sedari awal.

Kendati demikian, mereka belum juga paham bahwa dalam logika Kristiani yang terbesar ialah yang melayani dan yang terkemuka ialah yang menjadi hamba (ay. 26-27).

Kiranya St. Yakobus tidak sendirian. Tak sedikit pimpinan Gereja atau organisasi Gerejani yang menerima rahmat panggilannya “dalam bejana tanah liat”. Godaan untuk mendapatkan perlakuan khusus selalu ada.

Teguran Yesus pada Yakobus juga berlaku bagi kita di zaman ini.

.

Tuhan bantulah kami agar selalu sadar diri bahwa kami dipanggil menjadi pemimpin pelayan, yang lebih ingin melayani daripada dilayani. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Juli 2022, Bacaan Injil Lukas 11:1-13

Bacaan I: Kej. 18:20-32; Mazmur: 138:1-2a.2bc-3.6-7ab.7c-8; R:3a; Bacaan II: Kol. 2:12-14; PEKAN BIASA XVII (H) – O PEKAN I St.Kristoforus, Mrt.; Sta.Kristina, Mrt; St.Sharbel Makhluf; B. Yohanes Sorethada;

Pada suatu kali, Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika la berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya:

Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;

masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.

Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! la akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Juli 2022, Bacaan Injil

Dalam bacaan pertama, Abraham secara gigih dan tanpa malu-malu bernegosiasi dengan Tuhan.

Berulang kali ia menghadap Tuhan dan memohon kepada-Nya agar Allah jangan menghancurkan Kota Sodom, juga seandainya di dalam kota itu hanya terdapat 10 orang baik.

Allah tak akan memusnahkan seluruh kota demi 10 orang baik itu, sebab la tak mungkin “melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik” (ay.23).

Kita perlu ulet dan gigih bukan hanya dalam bekerja, tetapi juga dalam berdoa dan memohon. Yesus sendiri mengajarkan hal tersebut kepada murid-murid-Nya.

Beberapa prinsip yang perlu dipegang dalam berdoa ialah:

(1) Yakin dan percaya bahwa Allah itu Mahabaik, sehingga tidak mungkin la mengabaikan atau malah memberikan yang buruk kepada kita:

(2) Jangan serakah dan memohon semua yang kita inginkan, tetapi mintalah apa yang memang sungguh kita butuhkan saat ini:

(3) Bila belum dikabulkan, jangan sungkan atau putus asa, tetapi tetaplah bertekun dalam doa dan karya hingga permohonanmu terkabul.;

(4) Jika perlu, perkuatlah doamu dengan berpuasa (bdk. Mat. 17:21);

(5) Sertailah doamu dengan jerih payah agar yang diperlukan dapat diperoleh, mengingat tidak cukup “meminta” tetapi juga perlu “mencari” (ay. 9).

.

Ya Allah, dengarkanlah doa-doa kami dan berkatilah jerih payah kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Juli 2022, Bacaan Injil Matius 13:24-30

Bacaan I: Yer. 7:1-11; Mazmur: 84:3-6a.8a. 11; R:2; PEKAN BIASA XVI (H) Sta.Brigitta; St.Apolinaris;

Pada suatu hari, Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada orang banyak, kata-Nya: “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Tetapi pada waktu semua orang idur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, tampak jugalah lalang itu.

Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.

Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar, kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Juli 2022, Bacaan Injil

Kasus pedofilia, pelecehan, dan penyalahgunaan kekuasaan di dalam Gereja kadang membuat hati kita masygul dan bertanya-tanya: bagaimana mungkin di tempat yang suci bisa terjadi kejahatan?

Sejatinya, kesucian bukan milik sebuah tempat, melainkan milik orang-orang yang menempatinya.

Lewat Nabi Yeremia, dengan gamblang Allah mengingatkan umat Israel agar jangan mudah percaya pada mereka yang berteriak-teriak: “Ini bait Tuhan, bait Tuhan!” (ay. 4).

Allah tidak akan berdiam di dalam bait Allah jika umat Israel tidak mewujudkan keadilan di antara mereka, jika mereka menindas orang asing, yatim, dan janda, serta menumpahkan darah orang tak bersalah (ay. 5-6).

Pendek kata, bukan bait Allah ataupun Gereja yang membuat diri kita suci, melainkan kitalah yang dapat menyucikan Gereja berkat perbuatan-perbuatan baik kita.

Injil hari ini membantu kita memahami mengapa di tengah gandum yang baik ada ilalang yang jahat, mengapa di dalam Gereja yang didirikan dengan maksud mulia ada pula perilaku durjana.

Jelas ilalang dan kejahatan itu tidak datang dari Tuhan, melainkan dari si iblis. Lalu mengapa Allah Yang Mahakuasa tidak menghancurkan saja iblis dan segala kedurjanaannya?

Perikop Injil membantu kita memahami misteri kejahatan di dunia. Jikalau Allah membabat ilalang jahat yang tumbuh bersama gandum yang baik sampai habis, ada risiko bahwa gandum itu ikut terbabat pula.

Kita memang belum di surga. Di bumi ini kita harus rajin-rajin memilah ilalang dari gandum. Kita pun harus memilih antara mau menjadi gandum atau ilalang.

Hidup ditentukan oleh tujuan akhir kita. Hasil akhir menentukan arah pilihan kita saat ini, kalau kita mau kelak dikumpulkan di dalam lumbung Tuhan, maka jadilah gandum.

Sebaliknya, kalau kita ingin kelak dicampakkan ke dalam api abadi, maka jadilah ilalang.

Sekiranya kita semua ingin kelak dikumpulkan di dalam lumbung Tuhan, maka sejak di dunia ini kita hendaknya hidup dan tumbuh dan memupuk diri sebagai gandum yang baik.

.

Bapa, anugerahilah kami kesabaran dan kebajikan dalam memilah ilalang dari gandum. Semoga kami berusaha memupuk diri sebagai gandum yang baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juli 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Juli 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:1, 11-18

Bacaan I: Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 4:14-17; Mazmur: 63:2, 3-4, 5-6, 8-9, R: 2b; PEKAN BIASA XVI Pesta Sta.Maria Magdalena; (P) St.Teofilus;

Pada hari Minggu Paskah, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana la diletakkan.”

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Kata Yesus kepadanya:”Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, 

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juli 2022, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja sejagat memestakan Santa Maria Magdalena. la adalah seorang yang setia mengikuti Yesus.

Perjumpaannya dengan Yesus mengubah seluruh lanskap hidupnya: Dari seorang yang berdosa, menjadi seorang yang setia mencari Tuhan.

Pencariannya sampai pada pengakuan imannya yang mendalam: “Aku telah melihat Tuhan.”

Mata imannya telah dibukakan oleh Tuhan, sehingga mengalami sukacita sejati dan mewartakan sukacitanya itu kepada para murid: “Aku telah melihat Tuhan.”

Mari kita belajar dari Maria Magdalena. Belajar untuk berubah dan mau mencari Tuhan. Pengalaman jatuh dalam dosa bukanlah akhir dari semuanya.

Kendati kita jatuh, Tuhan mau membangkitkan kita kembali. la mau menjumpai kita. la mau membela kita di hadapan pengadilan dunia. la mau menerima kita sebagai anak-Nya.

Syaratnya, kita mau bertobat; mau memilih jalan keselamatan; dan bukan jalan kutuk.

.

Ya Bapa, kami sering jatuh dalam dosa. Semoga kami berani meninggalkan jalan dosa, dan mau memilih jalan keselamatan yang Engkau tawarkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page