Renungan Harian Hari Ini 10 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Agustus 2022, Bacaan Injil Yohanes 12:24-26

Bacaan I: 2 Kor. 9:6-10; Mazmur: 112:1-2.5-9; R: 5a; PEKAN BIASA XIX Pesta St.Laurensius, Diak Mrt (M) Diakon & Martir;

Menjelang akhir hidup-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Agustus 2022, Bacaan Injil

Pada Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir hari ini, Yesus mengingatkan kita akan jati diri sebagai pengikut- Nya. Jika kita menjadi pengikut-Nya, maka kita harus melayani Dia, yaitu kita harus mau berkorban untuk Dia.

Berkorban untuk Kristus berarti juga berkorban untuk sesama.

Pengorbanan yang kita lakukan itu tidak pernah sia-sia, bahkan akan membuahkan hasil yang berlimpah, seperti Sabda Tuhan tentang biji gandum. “Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Sebagai pengikut Kristus, pengorbanan dan penderitaan merupakan jalan yang harus dilalui. Bahkan, pengorbanan merupakan sumber kebahagiaan.

Kita akan bahagia ketika kita bisa memberikan waktu, tenaga, materi, dan perhatian untuk orang-orang yang sangat membutuhkan.

Hati kita bersukacita mana kala kita mampu berbagi dan berkorban untuk kebahagiaan dan keselamatan orang lain.

Sebagai murid Kristus yang dituntut untuk mau melayani, maka sumber kebahagiaan kita bukan saat kita menerima sesuatu, tetapi saat kita bisa memberikan sesuatu yang baik untuk orang lain.

Buah-buah pengorbanan kita itu akan dirasakan oleh banyak orang seperti buah pengorbanan Yesus juga dirasakan oleh kita semua sampai saat ini.

.

Ya Bapa Yang Mahakuasa, semoga karena kuasa-Mu kami tidak takut berkorban dan tidak khawatir saat ingin berbagi dengan sesama, khususnya bagi mereka yang sangat membutuhkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 18:1-5.10.12-14

Bacaan I: Yeh. 2:8-3:4; Mazmur: 119:14.24.72.103.111.131; R:103a; PEKAN BIASA XIX (H) St.Oswaldus; Sta.Teresia Benedikta dr Salib;

Sekali peristiwa datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. 

Sedangkan siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Dan siapa saja yang menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.

Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Agustus 2022, Bacaan Injil

Pada hari ini, Yesus mengajak kita untuk terus-menerus membangun sikap tobat. Meskipun kita sudah dibaptis dan terbebas dari dosa asal,

tetapi kita masih memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan sering pula kita mengikuti kecenderungan itu, sehingga kita jatuh ke dalam dosa. Oleh karenanya, kita diajak untuk bertobat.

Proses pertobatan itu dimulai ketika kita bisa seperti seorang anak kecil yang polos, jujur, apa adanya, dan patuh terhadap orang tua.

Kita sebagai anak-anak Allah sudah sepatutnya mempunyai ciri-ciri seperti anak kecil tersebut. Sebagai orang beriman, kita diharapkan berani menanggalkan topeng kemunafikan yang selama ini menghiasi hidup kita,

menghilangkan kesombongan dan keangkuhan yang selalu menjadi kebanggaan kita, dan ketidakpatuhan terhadap Allah yang terus berulang dari waktu ke waktu.

Anak-anak kecil yang ada di rumah, di sekolah, di gereja, atau di lingkungan kita, sekarang menjadi cermin hidup dan guru kita dalam mengembangkan iman.

Kita diharapkan berani memperbaiki dan mengubah hidup kita dan pertobatan yang seperti itu tidak hanya akan membuat hidup kita semakin berkualitas, tetapi juga akan memberikan dampak yang baik bagi orang lain yang hidup bersama kita.

.

Ya Bapa, semoga kami memiliki kerendahan hati dan niat yang kuat untuk bertobat sehingga kami mampu untuk terus membenahi hidup seturut kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 17:22-27

Bacaan I: Yeh. 1:2-5.24-2:1a; Mazmur: 148:1-2.11-12ab. 12c-14a.14bcd; PEKAN BIASA XIX (P) Pw St.Dominikus; St.Siriakus, Largus dan Smaragdus, Mrt, St.Hormisdas;

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga la akan dibangkitkan.”

Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”

Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”

Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.

Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya.

Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Agustus 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus membayar bea untuk rumah ibadat. Tindakan Yesus ini memang tampak biasa-biasa saja, karena hal yang sama juga dilakukan oleh orang lain.

Namun, jika direnungkan lebih dalam, ada hal yang istimewa dari tindakan Yesus tersebut. Bea atau pajak itu nantinya akan dipersembahkan kepada Allah. Yesus sebagai Allah seharusnya tidak perlu membayar pajak.

Akan tetapi, agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain, maka la menyuruh Petrus untuk menangkap ikan dan dari mulut ikan itu akan ada uang empat dirham yang dapat digunakan untuk membayar pajak.

Tanpa kita sadari, watak, kebiasaan, pola pikir, tingkah laku, dan perkataan kita bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Oleh karena itu, sikap mau mawas diri agar kehadiran kita di tengah keluarga dan teman-teman tidak menyakiti, memojokkan, dan menghambat kemajuan serta perkembangan orang lain, menjadi sangat penting.

Mawas diri ini hanya akan terjadi jika kita memiliki kerendahan hati dan peduli dengan kehidupan orang lain.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk mampu menjadi berkat bagi sesama sehingga karena kebaikan itu orang lain bisa mengalami kebahagiaan dalam hidupnya.

.

Ya Bapa Yang Mahakasih, semoga dengan terang sabda-Mu kami semakin mampu mengelola dan menata hidup kami sebagaimana yang Engkau kehendaki, sehingga kami tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Agustus 2022, Bacaan Injil Luk. 12:32-48 (singkat: Luk. 12:35-40)

Bacaan I: Keb. 18:6-9; Mazmur: 33;1.12.18-19.20.22; R:12b; Bacaan II: lbr. 11:1-2.8-19;  PEKAN BIASA XIX (H) – O PEKAN III St.Sixtus II, Paus, Mrt.; Sta.Afra, Mrt.; St.Kayetanus; St.Albertus dr Trapani;

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis,

yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan,

Supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”

Kata Petrus: “Tuhan, kami kah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”

Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Bacaan selengkapnya lihat Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Agustus 2022, Bacaan Injil

Sabda Tuhan pada hari Minggu ini mengajak kita untuk hidup dalam kewaspadaan agar kita mengalami keselamatan.

Sikap waspada tidak diartikan sebagai suasana tegang seperti orang yang akan maju perang, tetapi waspada di sini artinya kita selalu menjaga diri agar kita tidak mudah jatuh ke dalam dosa, tetapi tekun mencari serta mengumpulkan harta surgawi.

Harta Surgawi itu tidak lain dan tidak bukan adalah hidup yang penuh kasih, berani menolak berbagai godaan yang akan menjerumuskan kita ke dalam dosa,

bermurah hati terhadap siapa pun dan selalu membuka hati untuk memberikan pengampunan terhadap sesama.

Kita memang harus bekerja dengan mengumpulkan harta duniawi agar kita dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Namun, saat yang sama kita juga dapat mencari harta surgawi dengan jujur saat bekerja, disiplin, tidak korupsi,

bersaing secara sehat, kritis, berani bersuara jika menemukan hal-hal yang tidak benar, berani menolak segala ajakan yang tidak baik, dan memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama yang sedang menderita.

Itulah cara kita sebagai orang beriman menjaga diri dan hidup dalam kewaspadaan.

.

Ya Bapa, semoga kemilau harta duniawi tidak membutakan hati kami. Jagalah kami agar tetap bersemangat mencari dan mengumpulkan harta surgawi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 Agustus 2022, Bacaan Injil Lukas 9:28b-36

Bacaan I: Dan. 7:9-10.13-14 atau 2 Ptr. 1:16-19; Mazmur: 97:1-2.5-6.9;R:1a.9a; PEKAN BIASA XVIII Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P) Hari Sabtu Imam;

Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika la sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.

Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Agustus 2022, Bacaan Injil

Pada hari ini, kita merayakan Pesta Kemuliaan Tuhan. Peristiwa itu terjadi ketika Yesus sedang berdoa di atas gunung. Wajah Yesus berubah, pakaian-Nya berkilau-kilauan, dan tampak juga Nabi Musa dan Elia.

Pada hari yang penuh kegembiraan dan keagungan ini, iman kita semakin diteguhkan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan kita juga disadarkan bahwa doa sebagai sarana kita untuk berkomunikasi dengan Tuhan mampu membawa perubahan dalam hidup kita.

Ketika kita sedang berdoa, hati kita terasa lebih tenang, pikiran lebih jernih, emosi lebih stabil, dan kita lebih dekat dengan Tuhan. Dalam suasana doa tersebut kita juga akan mampu melihat hidup kita secara lebih bijak.

Kita mensyukuri hal-hal baik yang kita miliki dan menyesali serta ingin mengubah hal-hal yang buruk dalam diri kita. Doa akan membuat hidup kita selalu berubah ke arah yang lebih.

Jika hal ini yang terjadi, maka sebagai orang beriman kita juga akan mengalami kemuliaan.

Artinya dengan doa, hidup kita akan semakin berkenan di hadapan Allah, kehadiran kita bisa menjadi berkat bagi sesama, dan kita bisa turut membangun hidup bersama yang lebih baik.

Doa membuat kita selalu bersyukur. Orang yang tidak bersyukur pasti tidak berdoa.

.

Allah Bapa Yang Maharahim, semoga kami menjadi pribadi-pribadi yang selalu bersyukur. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 16:24-28

Bacaan I: Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3.6-7; Mazmur: Ul. 32:35cd-36ab.39abcd.41; R:39c; PEKAN BIASA XVIII (H) Pemberkatan Basilika SP Maria; Sta.Nonna;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu la akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Agustus 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita akan syarat-syarat untuk menjadi murid-Nya.

Paling tidak ada tiga syarat yang harus kita penuhi, yaitu menyangkal diri artinya kita harus mengutamakan dan mendahulukan kehendak Allah daripada kehendak diri sendiri;

memikul salib artinya kita harus siap menderita untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, kejujuran, dan kebaikan bersama; mengikuti Dia artinya dalam segala situasi hidup kita harus patuh dan taat kepada-Nya.

Syarat-syarat itu memang tidak mudah, karena sarat dengan perjuangan, kerja keras, konsistensi dan menuntut kesetiaan dan tahan banting. Itulah jalan yang harus kita lalui untuk mendapatkan keselamatan.

Syarat-syarat tersebut harus selalu kita ingat dan penuhi di tengah kehidupan zaman sekarang yang sering mengedepankan gaya hidup mencari kesenangan, menghalalkan segala cara,

dan mengesampingkan nilai-nilai iman, gampangan dan bermental instan, mau ‘terima jadi’ tanpa usaha dan kerja keras.

Menjadi murid Yesus di zaman sekarang memang harus bijak, artinya mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tetapi juga harus tetap kritis,

dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kristiani, mengetahui banyak paham, tetapi harus tetap setia kepada Kristus.

.

Allah Bapa Yang Mahasetia, semoga kami senantiasa setia menjadi murid-murid-Mu dan dimampukan untuk terus bersaksi di tengah arus zaman ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 16:13-23

Bacaan I: Yer. 31:31-34; Mazmur: 51:12-3.14-15.18-19; R:12a; PEKAN BIASA XVIII (P) Pw St.Yohanes Maria Vianney;

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa la Mesias.

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa la harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Agustus 2022, Bacaan Injil

Pada bagian akhir dari Injil hari ini, Yesus tampak kesal, bahkan terkesan marah terhadap Petrus dengan mengatakan,

“Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Hal ini disebabkan Petrus tidak menghendaki Yesus sebagai Mesias mengalami sengsara, wafat, dan bangkit. Mesias yang ia pikirkan adalah seorang tokoh kuat, yang mampu mengalahkan semua musuh-Nya dan tidak akan mengalami penderitaan.

Pribadi Petrus yang seperti itu, mungkin juga menjadi gambaran diri kita yang sering kurang memahami keinginan dan kehendak Allah.

Padahal, sebagai orang beriman, kita diharapkan untuk selalu memahami dan hidup berdasarkan kehendak Allah sebagaimana kita baca dalam Kitab Suci.

Untuk bisa memahami dan melakukan kehendak Allah, kita perlu rendah hati dan mengalahkan diri kita karena apa yang diinginkan dan dikehendaki oleh Allah sering berbeda, bahkan bertentangan dengan keinginan dan kehendak kita.

Sebagai pengikut-Nya, kita hendaknya mengutamakan dan memperjuangkan kehendak Allah dalam hidup keluarga dan masyarakat, meskipun hal itu berat dan sulit.

.

Allah Bapa Yang Maharahim, semoga kami semakin mampu memahami dan menghidupi keinginan dan kehendak-Mu dalam hidup sehari-hari, serta kuatkan kami untuk mengalahkan segala keinginan dan kehendak daging kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 15:21-28

Bacaan I: Yer. 31:1-7; Mazmur: Yer. 31:10.11-12ab.13; R: 10d; PEKAN BIASA XVIII (H) St. Stefanus 1, Paus;

Pada suatu hari, Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka, datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya, lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.”

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Agustus 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang anak perempuan yang kerasukan setan karena permintaan ibu anak itu yang amat percaya kepada-Nya.

Iman sang ibu itulah yang membebaskan anaknya dari belenggu setan. Dengan merenungkan kisah tersebut, kita semakin menyadari bahwa iman yang kita miliki tidak hanya menyelamatkan hidup kita, tetapi juga menyelamatkan orang lain.

Iman yang kita miliki memberi dampak positif bagi orang-orang yang hidup bersama kita. Dengan iman itu pula, kita dipanggil dan diutus untuk mewartakan Kristus yang menyembuhkan, membebaskan, dan memberikan pengharapan.

Sebagai murid Yesus, kita dapat menghibur dan meneguhkan orang yang sedang menderita sakit, menguatkan dan memberi peneguhan bagi saudara-saudari kita yang sedang berputus asa,

mengajak teman dan sahabat kita untuk berbela rasa dengan mereka yang sedang menjadi korban bencana alam, ketidakadilan, diskriminasi, dan intoleransi.

Iman mendorong kita untuk mau keluar dari diri kita dan dengan sukacita melakukan tindakan-tindakan kasih yang akan meringankan beban hidup orang lain.

Iman kita kepada Kristus berdimensi sosial, mampu memberi perubahan yang baik, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi hidup sesama kita.

.

Ya Bapa Yang Mahasetia, semoga iman kami semakin mendorong kami untuk turut berpartisipasi dalam membangun tata kehidupan bersama yang lebih rukun, damai, dan adil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Agustus 2022, Bacaan Injil Matius 14:22-36

Bacaan I: Yer. 30:1-2.12-15.18-22; Mazmur: 102:16-18.19-21.29.22-23; R:17; PEKAN BIASA XVIII (H) St.Eusebius Vercelli; B.Petrus Feber, St.Petrus Yulianus Eymard;

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu la menyuruh orang banyak pulang.

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, la sendirian di situ.

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!”

Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.

Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.

Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Agustus 2022, Bacaan Injil

Pada hari ini, Injil bercerita tentang Yesus yang berjalan di atas air dan menyelamatkan Petrus dari terpaan angin kencang.  Petrus mengikuti Yesus sudah cukup lama dan berulang kali melihat Yesus membuat berbagai mukjizat.

Meskipun begitu, Petrus masih belum yakin dan percaya dengan kuasa-Nya, ketika dirinya terancam akan tenggelam karena diombang-ambing gelombang dan diterjang angin kencang.

Kepercayaan Petrus terhadap kuasa Yesus seakan-akan hilang pada saat nyawanya sedang terancam. Sosok Petrus mungkin juga menjadi gambaran diri kita. Kita sering mengklaim diri sebagai orang-orang yang percaya Yesus Kristus.

Namun, ketika badai masalah menimpa hidup kita dan persoalan lainnya datang silih berganti bagai gelombang bergulung menerpa, kita kadang mulai ragu akan kuasa Tuhan. Bahkan, kita mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Hari ini kita diingatkan bahwa iman kepada Tuhan tidak cukup hanya diyakini dan dihayati saat hidup kita enak dan tenang saja, tetapi harus benar-benar nyata juga ketika kita sedang mengalami kegagalan, merasakan penderitaan, menghadapi kesulitan, dan menemui ketidaknyamanan.

Iman yang hidup akan selalu meneguhkan, menguatkan, dan memberikan semangat kepada kita dalam menghadapi aneka persoalan hidup.

Di dalam Yesus seorang beriman akan tetap berjalan lurus dan tegak dan tanpa ragu menghadapi badai dan taufan.

.

Ya Bapa, kuatkanlah iman, harapan dan kasih kami terhadap Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Agustus 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Agustus 2022, Bacaan Injil Mat. 14:13-21

Bacaan I:Yer. 28:1-17; Mazmur: 119:29.43.79.80.95.102; R:68; PEKAN BIASA XVIII (P) Pw St.Alfonsus Maria de Liguori, Usk. Pjg.;

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus, dengan perahu. la bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Ketika Yesus mendarat, la melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka:”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat,

lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Agustus 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini, Yesus dikisahkan memberi makan lima ribu orang. Yesus melakukan hal tersebut karena la berbelas kasih terhadap para murid dan orang-orang yang telah mengikuti Dia untuk mendengarkan pengajaran-Nya.

Dengan peristiwa itu, la tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi juga dengan teladan hidup di dalam kasih.

Bahkan, la juga memerintahkan kepada para murid-Nya agar berbelas kasih dengan mengatakan, “… kamu harus memberi mereka makan.”

Kita sudah berulang kali mengucapkan kata kasih dan mungkin kita mempunyai pengetahuan yang dalam juga tentang makna kasih itu. Meskipun begitu, kadang kita masih sulit untuk melakukan tindakan-tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk sesering mungkin melakukan tindakan kasih untuk anggota keluarga, teman kerja, sesama pelayan Gereja, tetangga, dan untuk siapa pun tanpa pilih kasih.

Dengan demikian, kasih Allah dirasakan oleh sebanyak mungkin orang, termasuk orang-orang yang tidak seiman dengan kita.

Oleh karenanya, kita tidak hanya menjadi orang-orang yang fasih berbicara tentang kasih, tetapi juga menjadi pelaku pertama dan utama.

Cinta kasih itu bukan sekadar wacana kata atau pada syair dan puisi indah saja, tetapi harus terwujud sebagai sebuah tindakan nyata dalam hidup.

.

Allah Bapa Yang Mahakasih, semoga kasih-Mu yang senantiasa mengalir dalam hidup kami, memampukan kami untuk menjadi pribadi-pribadi yang berbelas kasih terhadap sesama. Amin. 

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page